Category: Bayan Masturoh


Bayan Masturoth

Duren Sawit

Asskm Wr. Wb.

Allah Swt menciptakan manusia ini untuk waktu yang sangat singkat, begitu singkatnya kehidupan di dunia ini, Allah Swt menyebut hari kiamat itu sebagai “Ghot” : “Wan tandzur qoddamat Li Ghot.” Hendaklah setiap jiwa mempersiapkan untuk esok hari. Ini karena sangat-sangat dekat. Karena itulah para sahabat RA mereka selalu menghadirkan akherat dalam kehidupan mereka.

Kisah Sahabat :

Abdullah Rawahah tatkala menangis dipangkuan istrinya, maka istrinya ikut menangis. Kemudian ditanya

Abdullah bin Rawahah : “Kenapa engkau menangis ?”

Istrinya menjawab : “Karena engkau menangis akupun ikut menangis.”

Abdullan bin Rawahah : “Apakah engkau tau apa yang aku tangisi ?”

Istrinya menjawab : “Tidak tahu, pokoknya kamu menangis, saya ikut menangis.”

Ini kesetiaan seorang istri sahabat RA, seorang sahabiyah R.ha, melihat suaminya seduh maka diapun ikut sedih. Inilah seharusnya hubungan suami-istri, suami sedih maka istri ikut sedih, suami bahagia maka istri ikut bahagia. Maka beliau ceritakan :

“wa inminkum illa wariduha” : “Tidak ada seorangpun dari kalian kecuali akan mendatangi Neraka Jahannam”

Disini Allah sudah memberitahukan tetapi tidak ada janji bagi saya bahwa saya akan selamat.

Allah Swt memberikan Iman dan Agama hanya kepada orang-orang yang Allah cintai saja :

“Innalloha ya wa’iddunya liman yuhib waliman la yuhib wala ya’ biddeena illa liman yuhib”

“Sesungguhnya Allah Swt memberikan dunia kepada orang yang Allah cintai dan kepada orang yang Allah tidak cintai. Tetapi Allah hanya memberikan agama kepada orang yang Allah cintai.”

Maka semenjak diutusnya Nabi pertama kali hingga Rasullullah Saw, orang-orang tertentu saja yang Allah berikan agama :

1. Nabi Nuh AS berdakwah 950 tahun yang diberikan agama cuman 80 orang

2. Nabi Ibrahim AS berdoa dan berdakwah siang malam hanya beberapa orang saja

3. Nabi Musa AS hanya kaum Bani Israil saja

4. Nabi Isa hanya kaum Hawarits saja

Hingga Rasullullah Saw diutus. Begitu mahalnya iman, begitu mahalnya agama, sehingga :

1. Para paman Nabi Saw : Abu Thalib, Abu Lahab, dan Abu Jahal

2. Para Tetangga Nabi Saw : Umayyah bin khalaf, Utbah bi rabi’ah, Ubay bin khalaf

Dan banyak lagi yang lain mati tanpa Iman, padahal mereka tiap hari bertemu dengan Nabi Saw dan di doakan oleh Nabi Saw. Akan tetapi itulah keputusan Allah Swt, Allah memberi kepada yang mau dia beri. Sehingga Bilal RA pernah berkata mahfumnya :

“Beruntunglah bahwa Hidayah itu ada ditangan Allah, jika ada ditangan manusia maka orang-orang seperti aku ini tidak akan mendepatkan Hidayah.”

Maka kita yang jauh dari masa rasullullah Saw, tidak pernah bertemu dengan beliau Saw, tapi diberikan Iman oleh Allah Swt ini merupakan suatu anugerah yang sangat besar. Bahkan nanti di padang mahsyar ada pengumuman :

“Sisihkan orang-orang yang akan dimasukkan ke dalam neraka ?” ditanya, “Dari berapa banyak ?”, jawabannya, “Dari setiap 1000 orang sisihkan 999 orang untuk dimasukkan ke dalam Neraka”

Sahabat RA mendengar hal ini terkejut, menangis, dan lemas, “Ya Rasullullah bila perbandingan seperti itu siapa yang bisa selamat ? dari 1000 orang hanya 1 yang masuk surga sedangkan yang 999 orang lainnya dikirim ke neraka.” Nabi SAW sabdakan mahfum :

“Yang 999 orang itu adalah orang-orang kafir dan ya’juz ma’juz. Sedangkan yang 1 orang adalah orang-orang yang beriman : kalian dan orang-orang seperti kalian”

Maka iman ini betul-betul nikmat tertinggi yang Allah berikan kepada manusia, kepada orang-orang yang Allah pilih, kepada orang-orang yang Allah kehendaki kebaikannya, maka Allah beri iman. Kita tidak pernah berkorban, di rahim ibu kita tidak pernah minta untuk diberi Iman, kita dilahirkan dari orang tua yang muslim, semuanya Allah berikan pada kita cuma-cuma, gratis. Betapa besarnya Anugerah Iman yang Allah berikan kepada kita ini.

Iman ini manfaatnya bisa kita rasakan di dunia dan di akherat, bukan di dunia saja atau di akherat saja. Bukannya di dunia kita perlu uang, dan di akherat perlu Iman, bukan seperti itu, di dunia dan akherat kita butuh Iman. Semenjak di dunia ini kita perlu iman, bukan di akherat saja. Seorang ulama menceritakan kisah malaikat mendapat tugas dan dia curhat ketika ketemu di langit dengan rekan sejawatnya sesama malaikat :

“Saya barusan dapat tugas aneh.” Katanya. Malaikat lain bertanya, “Apa itu tugasnya ?” dia bilang, “Saya diminta untuk mendatangi orang kafir yang sudah mau mati. Dia pingin makan ikan, yang ikan tersebut tidak ada disekitar rumahnya. Lalu Allah Swt perintahkan saya untuk menggiring ikan tersebut dari laut, masuk ke sungai dekat rumahnya, sehingga anggota keluarganya dapat menangkapnya, memasaknya sesuai dengan keinginan orang kafir tadi, dan memakannya. Setelah dia puas makan ikan tersebut, baru dia dimatikan Allah Swt.” Ini orang kafir.

Malaikat yang satunya berkata, “Saya juga barusan dapat tugas tidak kalah anehnya.” Maka malaikat tadi bertanya, ‘Apa itu tugasnya.” Malaikat tersebut menjawab, “Saya diminta mendatangi orang beriman yang mau mati. Dalam keadaan haus dia minta air. Ketika air diberikan dan hendak diminumnya, Allah perintahkan saya untuk menumpahkan air dari tangan orang beriman tersebut sehingga air tersebut jatuh dan pecah, dan orang beriman tersebut mati dalam keadaan haus.”

Maka keduanya laporan kepada Allah Swt tentang peristiwa-peristiwa tadi. Allah Swt katakan :

“Orang mukmin itu dia punya banyak kesalahan dan banyak dosa. Tapi dengan musibah yang aku berikan, dengan sakit yang aku berikan, dia hadapi dengan sabar, maka semua dosa-dosanya sudah aku ampuni. Hanya saja masih ada 1 dosa yang tersisa, maka ketika menjelang dia mati aku beri dia 1 musibah lagi, lalu dia sabar dan ikhlas, maka dia akan mati bersih dari dosa.”

Sehingga Sayyidina Aisyah R.ha katakan, bahwa semenjak aku menyaksikan bagaimana menderitanya Rasullullah Saw ketika akan wafat, setelah itu aku tidak pernah berprasangka buruk lagi terhadap orang-orang yang menderita sebelum wafatnya mereka. Ini karena Rasullullah Saw, mahluk yang paling Allah cintai, ikut merasakan sakitnya juga menjelang wafat.

“Adapun orang kafir itu, ketika dia hidup dia banyak sekali melakukan kebaikan kepada orang lain. Maka Aku sudah berikan balasannya semua di dunia. Apa itu balasannya ? anak yang sehat, namanya terkenal, perdagangannya maju, masalahnya aku selesaikan. Tapi masih ada 1 kebaikan yang belum aku balas, makanya sebelum dia mati, aku berikan balasannya dengan harapan yang dia inginkan. Sehingga ketika dia mati tidak membawa kebaikan apapun ke akherat.”

Note dari Penulis :

Oleh sebab itu perlu kita tanamkan di dalam diri kita rasa takut akan murkanya Allah terhadap kita. Jangan-jangan semua kebaikan yang Allah berikan kepada kita ini, adalah untuk membalas semua amal baik yang kita kerjakan dengan dunia dan harapan-harapan kita yang wujudkan oleh Allah Swt. Agar ketika ke akherat nanti kita tidak mendapatkan balasan apa-apa dari Allah, selain Neraka. Jadi jangan kita terlena akan kebaikan-kebaikan yang Allah berikan kepada kita saat ini, rumah yang baik, keluarga yang harmonis, perdagangan yang maju, justru seharusnya makin menambah rasa cemas dan takut kita terhadap minimnya amal-amal yang kita kerjakan. Inilah ada sebagian ulama berdoa, “Ya Allah janganlah engkau berikan balasan dari amal-amal yang aku kerjakan ini dibalas di dunia, sehingga nanti di akherat akut tidak mendapatkan balasan apa- apa.” Padahal sebaik-baiknya balasan itu adalah yang Allah berikan di akherat bukan di dunia.

Nabi Saw sampaikan :

“ Ajaba lil amri mukminin in asobatul sarro syakarta fahuwa khoirullah, wa in asobahum dhorro shobaru fahuwa khoirullah, wa laisa dzalika illa lil mukmin”

Artinya :

“Sungguh ajaib urusan orang beriman ini :

1. jika Allah beri dia kebaikan, maka dia akan bersyukur, itu baik baginya.

2. Jika Allah beri dia kesusahan, maka dia akan bersabar, itu juga baik baginya

Dan ini tidak akan terjadi melainkan hanya kepada orang beriman.”

Note dari penulis :

Bagaimana tidak enak jadi orang beriman :

1. Jika dia bersyukur, ketika mendapatkan kebaikan :

Maka Allah akan tambah kebaikan tersebut.

2. Jika dia bersabar, dalam musibah :

“Innaloha Maa Sobirin” : Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”

Seorang ulama besar murid dari Sahabat RA mengalami musibah. Ketika dia berkunjung ke rumah kawannya, anaknya meninggal terinjak kuda kawannya tadi. Satu musibah masih dirasakan, datang lagi musibah kedua, beliau diperiksa ternyata kakinya harus di amputasi. Namun karena beliau ini dari golongan yang Imannya kuat maka tidak ada keluar keluhan ataupun penyesalan darinya. Bahkan beliau berkata :

“Alhamdullillah, kaki ini sudah dipinjamkan oleh yang punya selama 30 tahun, baru sekarang diambil lagi oleh yang punya.”

Sehingga musibahpun tidak berasa seperti musibah, kalau ada Iman.

 

Note Penulis :

Bagaimana kalau kejadian itu menimpa kita, kira-kira apa yang kita lakukan ? Cacian apa yang akan keluar dari kita. ? saya ada seorang sahabat baru dikasih ujian kesusahan ekonomi, dia langsung berkata, “Apa salah saya ? kenapa saya diberi kesusahan seperti ini ? ini tidak adil namanya. Orang yang lemah saja amalnya Allah berikan banyak kebaikan dan kemudahan. Kenapa saya yang sudah menyempurnakan amal masih diberikan kesusahan seperti ini.” Malah nyalahin Allah, ngaku iman kuat padahal ini kelemahan iman.Inilah gunanya memiliki Iman, di duniapun sudah kita rasakan manfaatnya, hati yang lapang, rasa yang cukup, ketenangan. Sehingga doa Rasullullah Saw :

“Allahummaghfirlana min khosyatika matahulu bihi bainana baina ma’asih. Manto’atika mantubalighuna bihi jannatak. Waminal yakini maa tuhawinu bihi ainal ma soibath dunya”

Artinya :

“Ya Allah berikan kepadaku keyakinan, yang dengan yakin itu aku yang bisa menganggap ringan musibah-musibah di dunia.”

Sehingga para sahabat dahulu mengatakan apabila terkena musibah mengucapkan Alhamdullillah 3 kali :

1. Alhamdullillah musibah itu datangnya di dunia bukan di akherat

2. Alhamdullillah musibah itu terjadi hanya pada sebagian tubuh bukan pada semuanya

3. Alhamdullillah musibah itu terjadi bukan pada Agama melainkan kepada keduniaan mereka

Jadi inilah nilai Iman yang musti kita syukuri dan kita jaga. Sebab menjaga iman itulah yang paling berat, yang dikahawatirkan oleh para ulama, bahkan para sahabat RA. Sehingga orang seperti Abu Bakar As Shiddiq, orang yang sudah dijamin surganya oleh Allah Swt, orang yang oleh Rasullullah digambarkan :

“Andaikan iman seluruh manusia selain anbiya dikumpulkan di suatu tempat, ditimbang dengan Imannya abu bakar, tentulah imannya abu bakar lebih berat.”

Itupun beliau, abu bakar RA, sering mengatakan :

“Andaikan aku ini di takdirkan menjadi rumput saja, dipotong, dimakan hewan, habis tidak ada hisabnya di akherat.”

“Betapa enaknya jadi burung, tidak ada urusan apa-apa di akherat.”

Itupun masih seperti itu kekhawatirannya terhadap imannya dan kondisinya di akherat. Padahal beliau ini sudah dijamin tempatnya di surga oleh Allah Swt, masih juga takut pada pengadilan Allah Swt. Abu Ubaidah RA katakan :

“30 orang sahabat yang aku temui semuanya mengkhawatirkan dirinya termasuk bagian dari orang munafik”

Inilah pentingnya kita menjaga Iman. Bagaimana menjaganya ? Segala sesuatu ada cara menjaganya, semuanya berbeda-beda cara menjaganya. Seperti memelihara ikan ini ada di dalam air, atau di kolam. Kita membeli burung dimasukkan dalam sangkar. Kita membeli bunga kita masukan dalam pot. Jika kita salah menempatkan maka bukannya pemeliharaan yanga da tapi kehancuran. Ada tempat pemeliharaan yang berbeda-beda. Beli spring bed bagus untuk apa ? oh kemarin beli ikan mahal maka harus di beri kenyamanan, biar tidurnya nyenyak dan tenang di spring bed aja. Yah mati ikannya kalau begitu pemeliharaannya. Beli bunga mahal-mahal di letakkan dalam Aquarium, ya mati juga. Jadi Iman ini ada tempat pemeliharaannya, agar bisa awet sampai kita mati dan berjumpa Allah ta’ala. Sebab saat yang paling penting dalam kehidupan kita ini adalah menjelang ajal, inilah saat-saat yang paling menentukan dan paling mengkhawatirkan. Apakah kita mau mati dalam keadaan beriman atau tidak.

Cara menjaga Iman ini adalah dengan menempatkannya dalam suasana Iman. Dalam suasana iman inilah iman kita akan terjaga, baik di mesjid, di rumah, di kantor, ataupun di pasar. Dimanapun selama ada suasana iman, maka iman kita akan terjaga. Lain kalo tidak ada suasana Iman, jangankan di pasar, di mesjidpun iman kita bisa rusak. Seorang masuk mesjid mestinya nambah pahala, akan tetapi karena tidak ada suasana iman, tidak ada persiapan iman, tidak ada usaha atas iman, maka ketika masuk mesjid bawaannya pingin maksiat saja. Maka ketika keluar dari mesjid bukan bertambah imannya malah bertambah dosanya. Masuk mesjid lihat jam bagus langsung diambil, dicuri, keluar membawa dosa. Ada amplifier bagus, dilihat tidak ada orang, diambil, dicuri, dibawa pergi, ini bukan menambah iman tapi merusak iman. Masuk ketempat yang seharusnya bisa menambah iman tetapi hasilnya malah sebaliknya yaitu mengurangi iman, ini kenapa ? ini karena tidak ada suasana iman di dalam mesjid atau di tempat yang kita datangi.

Sedangkan dijaman Rasullullah Saw, karena adanya suasana iman, jangankan di mesjid, dari rumah, di pasar, hingga dipadang pasirpun iman terjaga. Ini karena ada suasana Iman. Ibnu Umar RA, beliau sedang berjalan-jalan, kehausan ketemu dengan seorang pengembala kambing. Beliau bilang kepada si anak pengambala kambing tadi, boleh tidak meminta susu kambingnya. Dulu itu daripada mengambil air, mengambil susu domba ini lebih murah dan lebih mudah. Si anak pengembala memberikan susu kambing kepada ibnu umar RA.

Ibnu Umar : “kamu tidak mau minum susu ini ?”

si pengembala : “tidak, saya sedang puasa.”

Ibnu Umar : “Panas-panas seperti ini kamu berpuasa.”

Si pengembala : “Iya, panas-panas puasa agar tidak kepanasan di padang mahsyar.”

Mendengar jawaban seperti ini terkejut ibnu umar RA. Ini anak bener-bener Imannya kuat atau hanya sekedar jos-josan dimulut saja. Maka ibnu umar RA berniat mentest anak ini.

Ibnu Umar RA : “Saya ini lapar, bagaimana kalau kamu menjual satu kambing ini untuk saya makan ?”

Si Pengembala : “Oh jangan, kambing ini bukan milik saya tidak boleh dijual, saya hanya budak yang mengembalakan kambing ini saja. Kambing ini milik majikan saya. Kalau ketahuan bisa marah majikan saya”

Ibnu Umar RA katakan : “Oh tidak akan ketahuan oleh majikan kamu, kambing sebanyak ini, kalaupun ketahuan bilang saja diterkam serigala. Kan dia tidak tahu”

Maka apa yang keluar dari lisan si pengembala kambing ini :

“Fa ainallah…… Fa ainallah…….Fa Ainallah” : “Dimana Allah….Dimana Allah…. Dimana Allah”

Maka Ibnu Umar terkejut mendengar jawaban ini, seorang pengembala kambing di tengah padang pasir bisa menyebut ini “Fa ainallah”. Termenung ibnu umar mengulang-ulang kata-kata si pengembala kambing tadi dalam perjalanan pulang. Singkat cerita si pengembala kambing ini dibeli dari majikannya beserta kambing-kambingnya oleh ibnu umar. Budak Pengembala Kambing tadi dibebaskan, lalu kambingnya dihadiahkan kepada si pengembala kambing tadi. Itulah Hakikat Iman jika sudah dimiliki.

Iman itu bertingkat-tingkat :

1. Ada Iman yang kuatnya untuk Ibadah

2. Ada Iman yang lemah di Muamalah : Tidak bisa jujur, Tidak berlaku adil

Kuat dia ibadah, tapi banyak yang gagal di muamalah, belum bisa betulbetul lurus Imannya. Sholatnya bisa lurus, bisa kuat, tetapi ketika bermuamalah belum tentu dia bisa jujur. Jadi sipengembala tadi mendapat ujian keimanan dalam hal muamalah. Imannya mampu menahan diri dari larangan-larangan Allah.

Ada kisah di sebuah negara :

Seorang pejabat didatangi beberapa orang bersenjata lengkap, sambil membawa surat negara untuk di tanda tangani. Si orang yang bersenjata lengkap ini meminta surat-surat tersebut di tanda tangani oleh si pejabat kalau tidak maka pistol dia akan berbicara. Karena ini surat untuk mencairkan uang negara, maka jika di tanda tangani maka pejabat akan mendapat bagian dari uang tersebut dari orang yang bersenjata tadi. Namun karena si pejabat ini Imannya kuat dia bertanya :

“Saya ingin bertanya kalau boleh tahu. Jika saya tanda tangani ini lalu saya di tembak mati kira-kira kemana perginya saya.”

Si orang bersenjata tadi bilang, “Ya Ke Neraka”

Si pejabat bertanya lagi : “Kalau saya tidak tanda tangani ini surat lalu saya ditembak mati, kira-kira kemana saya perginya ?”

Si orang bersenjata tadi bilang, “Ya ke Surga”

Si pejabata bilang, “Ya sudah kalau begitu kamu tembak saya saja, karena saya bisa ke surga karenanya.”

Si orang bersenjata tadi terkejut mendengar jawaban si pejabat tadi yang akhirnya batal semuanya.

Ini karena Iman ada dalam hati, sehingga ketika dalam keadaan terjepitpun Iman yang bicara. Inilah yang kita cari Hakikat Iman. Membentenginya dari larangan-larangan Allah. Jangankan dosa-dosa besar, dosa-dosa kecil saja sudah bisa tidak membuatnya tidur.Ibrahim bin Adham Rah.A dalam sebuah perjalanan ke Baitullah beliau membeli kurma. Maka ketika setelah dimasukkan kedalam kantong, beliau melihat beberapa butir kurma jatuh dari tangan si penjual kurma. Otomatis karena sudah jatuh ditanah daripada mubazir akhirnya beliau ambil, dibawa pulang, dan dimakannya. Di Baitul Maqdis pada jam tertentu oleh petugas mesjid mengusir para jemaah karena hendak ditutup, para petugas katakan kini sudah waktunya malaikat yang itikaf. Namun atas izin Allah ketika semua orang terusir keluar, hanya Ibrahim bin Adham yang terlewatkan sehingga bisa melanjutkan itikafnya. Malam itu masuklah rombongan malaikat masuk ke dalam mesjid. Atas izin Allah ketika para malaikat sedang bercakap-cakap, Ibrahim bin Adham diberikan oleh Allah kemampuan untuk mendengarkannya :

Malaikat A : “Oh itu yang namanya Ibrahim bin Adham yang terkenal itu di langit, yang doanya sangat ijabah di sisi Allah.”

Malaikat B : “Oh itu dulu ijabahnya dulu, sekarang tidak makbul lagi.”

Malaikat A : “Oh kenapa bisa begitu ? apa sebabnya ?”

Malaikat B : “Itu karena ketika dia pergi haji waktu itu dia memakan kurma yang jatuh yang bukan miliknya, dibawa pulang lalu dimakan. Oleh sebab itu doanya tidak makbul lagi.”

Mendengar percakapan Malaikat ini, Ibrahim bin Adham terkejut, sedih, dan tersadar, langsung bersiap-siap untuk melakukan perjalanan pergi menuju ke Mekkah tempat dia memungut Kurma tersebut. Ini perjalanan dari Baitul Maqdis, palestina, ke Madinah Munawaroh, ini bukan perjalanan yang pendek atau dekat. Belum ada mobil ataupun pesawat pada waktu itu. Beliau menempuh perjalanan yang mujahaddah, begitu jauh, hanya demi sebutir kurma. Maka beliau cari, di ingat-ingat, dicari lagi di madinah sampai akhir ketemu tokonya, hanya saja penjualnya sudah lain. Usut punya usut ternyata yang dulu jual ke dia ini adalah bapaknya. Maka Ibrahim bin Adham mengetahui dari anak yang pemilik toko yang sekarang bahwa bapaknya pemilik toko yang terdahulu sudah meninggal dunia. Si anak bertanya kenapa Ibrahim bin Adham ini mencari ayahnya, maka diceritakanlah semua bahwa kedatangannya untuk minta dihalalkan Kurma yang waktu itu dia makan. Maka kata yang menjaga toko, kalau yang dari bagian saya sudah saya halalkan tapikan ayah saya juga punya ibu dan anak-anak yang lain, yaitu saudara dan saudari saya. Kata si anak pemilik tokok saya tidak bisa mewakili mereka. Singkat cerita maka Ibrahim bin Adham mencari keberadaan mereka, ditanya satu-satu alamatnya. Kalau sekarang mencari orang itu mudah bisa lewat telepon, buku kuning, internet. Dijaman itu sangat susah sekali mencari orang-orang, itupun kalau belum pindah-pindah, dan beberapa orang lagi yang dicari. Mujahaddah untuk mencari kehalalan dari sebutir Kurma. Setelah ketemu satu per satu orang-orangnya, minta dihalalkan sebutir kurma tadi, maka Ibrahim bin Adham ini balik kembali ke Baitul Maqdis untuk Itikaf. Sampai disana beliau mendengar kembali percakapan Malaikat tersebut :

Malaikat A : “Oh itu yang namanya Ibrahim bin Adham, yang doanya tertolak di sisi Allah.”

Malaikat B : “Oh itu dulu tertolaknya dulu, sekarang sudah makbul lagi setelah dia minta di halalkan dari sebutir kurma yang dia makan itu.”

Maka bila doa kita belum makbul, sholat kita belum khusyu, dzikir masih berat, maka kita harus lihat kelurusan kita dalam bermuamalah. Modal dari semua ini adalah Iman. Jadikan keluar dijalan Allah ini sebagai jalan untuk memasukkan sifat-sifat sahabat dan sahabiah kedalam diri kita.

Note Penulis :

Asbab kecintaan wanita kepada agama di jaman Rasullullah Saw, maka doa mereka ini ijabah disisi Allah.

Ada seorang wanita datang berhijrah ke Madinah dengan seorang anaknya. Anaknya telah diletakkan di suffah, dan ibunya berada di rumah seorang sahabiyah. Maka pada suatu hari anaknya telah meninggal dunia. Para sahabat telah mengurus jenazahnya, dan pergi kepada Rasulullah SAW untuk meminta beliau untuk mensholati jenazah tersebut. Rasulullah SAW bertanya, “Apakah kalian telah memberitahu ibunya?” Kata para sahabat, “Tidak, ya Rasulullah.” Rasulullah SAW menyuruh para sahabat untuk memberitahu ibunya. Lalu ibu anak itu kemudian datang, dan duduk di samping jenazah anaknya seraya berdoa, “Ya Allah, aku telah datang karena cintaku kepadaMu dan cintaku kepada RasulMu. Aku telah meninggalkan berhala, karena aku tidak memerlukan mereka. Maka janganlah Engkau malukan aku terhadap musuh-musuhku, karena nanti mereka menganggap kematian anakku adalah karena kemarahan berhala-berhala akibat aku pindah kepada agamaMu.” Belum sempat selesai doa sang Ibu, Allah SWT telah mengembalikan ruh anaknya, sehingga hidup kembali. Dan dia terus hidup hingga wafatnya Rasulullah SAW, wafatnya Umar RA, dan hingga wafat ibunya sendiri.

Berikut adalah target dari Wanita/Masturot untuk dapat menjadi :

1. Dai’yah : Mudah dalam mengajak dan mempengaruhi, pantang putus asa, dan Mahabbah

2. Abidah : Ahlinya menghidupkan amalan nurani di rumah dengan dzikir ibadah & Adab Sunnah

3. Alimah : Mempelajari Fiqih-Figih kewanitaan sebagai Modal Hidup dan Dakwah

4. Murobiyah : Mendidik anak sesuai tuntunan Nabi SAW

5. Khadimah : Berkhidmat pada suami agar mau berangkat di Jalan Allah

Menjadi Dai’yah

Allah Swt telah memberikan kelebihan kepada wanita ini sebagai modal dalam dakwah :

1. Kelembutannya : Mahabbahnya terhadap orang ini melebihi laki-laki pada umumnya

2. Mudah Terpengaruh : Tidak sulit untuk diyakini dan diajak

3. Mudah Mempengaruhi : Orang mudah tertarik dengan pembicaraannya

4. Sunguh-sunguh dalam mendapatkan apa yang ia ingini : tidak berputus asa.

Ini adalah modal yang paling diperlukan dalam Dakwah. Inilah sifat-sifat yang telah Allah tanamkan dalam diri wanita, yang jika digunakan untuk dakwah dapat membawa perubahan yang besar pada orang-orang disekelilingnya. Dalam sejarah Nabi SAW, dikatakan bahwa bibi daripada Nabi SAW ini masuk islam semua, sedangkan paman-paman Nabi inilah yang sebagian menerima, dan sebagian menentang. Pada waktu orang-orang murtad kebanyakan yang murtad adalah kebanyakan dari yang laki-laki, justru dari kalangan wanita bahkan bisa dibilang hampir tidak ada.

Note dari penulis :

Seorang sahabiyah, Khanza R.ha, dari ke empat anaknya, bapaknya, pamanya, telah pergi di jalan Allah SWT. Maka apabila semuanya kembali dari medan pertempuran, telah diberitahu kepadanya bahwa anak-anaknya telah gugur syahid di jalan Allah. Tetapi dia malah bertanya keadaan Rasullullah SAW. Diberitahu lagi bahwa bapaknya juga telah syahid, dan dia tetap bertanya, “Bagaimana dengan keadaan Rasulullah ?”. Lalu diberitahu lagi pamannya telah syahid, dia tetap bertanya keadaan Rasulullah SAW. Begitu melihat Rasullah SAW dia berkata, “Demi bapak dan ibuku, setiap aku melihat Rasulullah SAW, maka semua kesusahan dan kesedihan menjadi hilang.”Ini adalah contoh semangat dan kecintaan para wanita terhadap agama.

 

Bila ini tidak dimanfaatkan untuk agama, maka bisa dipastikan keutamaan ini akan tergunakan untuk kepentingan Dunia. Namun kalau digunakan untuk agama, dapat menjadi asbab hidayah bercucuran. Bagaimana di jaman Rasullullah Saw, asbab pengorbanan dan dakwahnya para sahabiyah R.ha, dalam waktu singkat islam tersebar dimana-mana. Jadi nanti ketika kita pulang kerumah jangan sia-siakan waktu untuk tidak menyampaikan agama kepada keluarga, kerabat, dan sesama wanita lainnya. Kita tidka tahu siapa yang Allah Swt akan pilih, mungkin saja orang yang menurut pandangan kita lemah dan hina, ternyata orang mulia disisi Allah, orang yang bisa menjadi asbab hidayah bagi ummat.

 

Kisah :

Dijaman Bani Israil ada seorang pelacur sangat terkenal kecantikannya dan sangat mahal. Ada seorang pemuda yang sangat ingin menggauli pelacur tersebut. Maka si pemuda ini bekerja mengumpulkan uang, bertahun-tahun, agar bisa menggauli si pelacur tersebut. Setelah uangnya terkumpul, pergilah dia ke tempat si pelacur tadi memberikan uang. Sampai dalam kamarnya si pelacur, si pemuda tersebut langsung tersadar, menangis :

Si pelacur bertanya, “Kenapa kamu tiba-tiba menangis ?”

Si Pemuda, “Saya Takut kepada Allah, sudah ambil uangnya, kita tidak jadi. Ini bukan karena kamu, ini karena Allah, saya takut pada Allah. Ambil saja uangnya, saya mau pergi.”

Melihat kejadian ini si pelacur juga terkejut, baru kali ini ada kejadian seperti ini.Maka si pelacur memberanikan diri menanyakan nama pemuda tersebut, tapi si pemuda tidak mau memberi tahu dan bergegas pergi. Si pelacur tetap gigih menanyakannya, ditarik pemuda itu dari belakang. Akhirnya dia menyakan darimana asal pemuda tadi, tinggal dimana dia. Si pemuda tadi akhrinya memberitahu dimana dia tinggal. Keluar dari kamar pelacur tadi, si pemuda lari nangis terisak-isak, takut pada Allah Swt.

Asbab kejadian ini si pelacur tadi tergugah hingga ia bertobat. Maka si pelacur tadi pergi mencari si pemuda tersebut untuk mendapatkan bimbingan. Setelah melakukan perjalanan yang panjang ke desa pemuda tadi, dia mulai bertanya-tanya kepada orang kampung tentang ciri-ciri pemuda tadi. Usut punya usut ternyata si pemuda tadi sudah meninggal, namun mempunya seorang adik yang sholeh. Pergilah si pelacur tadi menemui adiknya untuk mengetahui asbab meninggalnya si pemuda tadi. Setelah bertemu singkat cerita si pelacur tadi menceritakan kisah dia bertobat asbab pemuda tersebut kepada adik pemuda tersebut. Karena keinginannya yang begitu kuat untuk mendapatkan bimbingan dari seorang suami yang sholeh akhirnya si adik pemuda tadi menikahi mantan pelacur tersebut. Asbab tobat yang sungguh-sungguh dari seorang pelacur ini dari pernikahan mereka di anugerahkan keturunan 6 orang Nabi dari kalangan Bani Israil. Dari rahim mantan seorang pelacur lahir 6 orang Nabi Bani Israil, asbab tobatnya yang sungguh-sungguh.

Dari kisah ini, kita jangan mudah merendahkan atau meremehkan siapapun orang yang berhajat sama hidayah, apapun kondisinya dia.

Note Penulis :

Agama ini bukan saja tanggung jawab kaum lelaki, tetapi juga para kaum wanita. Dan pahala-pahalanya bukan saja diberikan kepada kaum lelaki, tetapi juga kaum wanita. Kaum wanita juga mempunyai tanggungjawab, merujuk kepada ayat Al-Qur’an. Dan juga sahabiyah-sahabiyah, isteri para sahabat juga berperan dalam agama.

Khadijah RA, adalah contoh, teladan untuk kita ikuti, perhatikan, dan mengerti bagaimana peranan wanita. Saat Rasulullah SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT, dengan segera Rasulullah berjumpa dengan Khadijah. Dan saat itu Rasulullah SAW dalam keadaan ketakutan, ketidaknyamanan, karena ini adalah saat pertama Beliau berjumpa dengan Jibrail AS. Ini pertama kali Beliau melihat Jibrail dalam bentuk sebenarnya. Jadi Beliau sangat takut. Jadi saat Beliau menggigil, ketakutan, Khadijahlah orang pertama yang menenangkan Beliau, Khadijah lah orang yang meneduhkan Nabi SAW dan yang menghilangkan ketakutan nabi SAW. Jadi kita lihat saat pertama, wanita sudah memainkan peranan. Begitu Khadijah mendengar cerita Rasulullah SAW, saat itu juga ia terus menolong Rasulullah SAW, langsung mengadakan dakwah. Dia bukan perempuan yang hanya tinggal di rumah, tidur, rehat. Tapi dia langsung berfikir bagaimana menolong suaminya.

Sekarang kita lihat orang pertama yang mati untuk Islam. Kita tahu, para sahabat mereka mengalami penyiksaan yang begitu berat, kehilangan tangan, kaki, dan semua penderitaan yang maha hebat lainnya. Tapi orang pertama yang Allah tentukan untuk mati di Jalan Allah adalah wanita, yaitu Sumayyah R.ha. Ini adalah suatu hal yang mesti diterima kaum lelaki. Allah mentakdirkan orang yang pertama syahid adalah wanita. Dia dibunuh karena kalimah “Laa Ilahaa Ilallah Muhammadur Rasulullah”. Padahal kalau dia terima saja, murtad, maka dia akan dibebaskan dan akan mendapat keduniaan yang baik. Tapi dia tetap teguh kepada keyakinannya.

Jadi kita mesti pahami, bahwa Allah sengaja mengatur semua ini untuk menjadi suatu teladan, suatu pesan, yang patut diambil di dalam sejarah Islam, bahwa wanita mempunyai peranan penting, bukan saja menerima agama Islam, tapi mati dalam mempertahankan agama Islam. Jadi kita dapat lihat bahwa orang pertama yang masuk Islam adalah perempuan, Khadijah R.ha. Orang pertama yang mati syahid juga perempuan, Sumayyah R.ha.

Mereka mengajar masyarakat, mengajar anak-anaknya, mengajar tetangganya. Mereka mengajarkan tentang Islam kepada orang-orang. Mereka bukan hanya masak, basuh pakaian, tetapi mereka juga mendidik generasi berikutnya, mengajarkan agama. Dulu tidak ada sekolah Islam, merekalah sekolah Islam. Rasulullah SAW pernah membawa ‘Aisyah R.ha untuk berjihad. Mereka pergi bukan untuk urusan bisnis, mereka bukan pergi untuk kepentingan lainnya, bersenang-senang, makan angin, jalan-jalan, mengunjungi orang-orang, tetapi mereka pergi untuk berjihad, mereka pergi untuk menyebarkan Islam.

Dalam peperanganpun mereka ikut mengambil bagian. Mereka menolong para sahabat membawa senjata, mereka memainkan peranan aktif dalam usaha menyebarkan dan mempertahankan agama Islam. Jadi ini adalah satu hakekat yang tidak boleh diingkari bahwa wanita memainkan peranan aktif, bersama dalam menyebarkan agama, dalam berdakwah sama-sama dengan lelaki.

Kita sekarang Lihat Ummu Salamah, dia dibawa Nabi saat perjanjian Hudaibiyah dibuat. Banyak sahabat yang tidak merasa puas, kecewa, dengan perjanjian yang mereka rasa berat sebelah dan merugikan umat Islam. Tapi Rasulullah SAW tetap melaksanakan perjanjian itu. Maka melihat keadaan para sahabat, Rasulullah SAW merasa bersusah hati. Beliau pergi menemui Ummu Salamah RA, dan memberitahu tentang sikap para sahabat, yang tidak mau mencukur rambut dan kembali ke Medinah. Maka Jawab Ummu Salamah, ”Mudah saja ya Rasulullah. Anda cukur saja rambut anda sekarang, Insya Allah mereka akan mengikuti.” Jadi saat para sahabat ketika melihat Rasulullah SAW telah mencukur rambutnya, merekapun merasa terpukul, mereka merasa telah tidak mengikuti perintah Rasulullah SAW. Maka saat itu juga semua sahabat mengikuti apa yang diperbuat Rasulullah SAW. Disinilah Allah telah mengurniakan kelebihan terhadap kaum wanita, yaitu ketajaman firasatnya. Dan inilah bukti sumbangan kaum wanita dalam dakwah.

Saat masa Umar RA, perempuan menyumbang peranan besar dalam segala aspek, baik politik, ekonomi dan sebagainya. Saat itu kekayaan Islam sedang berlimpah ruah, menyebabkan terjadinya inflasi. Maka Umar RA memutuskan untuk menentukan batas mahar. Maka dalam musyawarah syuro (perwakilan rakyat) yang terdiri dari wakil-wakil baik lelaki maupun perempuan, Umar RA memberitahu cadangannya. Maka bangkitlah seorang perempuan dan berkata,”Siapakah dia, Umar, yang mau merubah apa yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya?” Itulah peranan wanita. Wanita di ikut sertakan dalam perwakilan rakyat, tapi menurut cara Islam. Bukan seperti yang terjadi sekarang, dimana bercampur baur antara lelaki dan perempuan. Tapi dengan cara islam yaitu wanita terpisah tempatnya dari lelaki di sebelah belakang. Jadi kita boleh melihat dalam segala bidang wanita memegang peranan yang penting. Mereka langsung mengetahui apa yang mesti dimainkan saat menerima Islam. Mereka segera tahu apa kewajibannya dalam Islam.

Menjadi Abidah

Wanita yang Ahli ibadah, minimal sholat di awal waktu. Bagi wanita ini untuk mencari pahala besar ini mudah sekali. Bagi kaum laki-laki ini mereka harus sholat diawal waktu di mesjid, berjalan, terkadang mereka kehujanan, kena macet, kepanasan, kadang tertinggal sholat berjamaah, dan lain-lain. Namun bagi wanita ini sudah dimudahkan oleh Allah Swt. Nabi Saw sampaikan :

“Sholat seorang wanita di rumahnya lebih utama dibanding sholat di mesjid Nabawi. Dan sholatnya didalam kamarnya lebih utama dibanding ditengah rumahnya. Dan sholatnya di dalam bilik yang disekat di pojokan kamarnya lebih utama lagi dibanding sholat ditengah kamarnya”

Betapa sangat mudahnya, dan Allah berikan kemudahan bagi wanita. Menjaga amalan dzikir ibadah di rumahnya :

1. Sholat di awal waktu

2. Sholat-sholat sunnah : Tahajjud, Hajat, Tasbih.

3. Bacaan Qurannya : 2 juz minimal tiap hari

4. Dzikir pagi petang

5. Menghidupkan adab-adab & lingkungan yang sunnah di rumah

Rumah yang hidup amalan nuraniat, dzikir ibadah, ini bagi malaikat seperti memandang bintang di langit, terang benderang, walaupun pencahayaan rumah hanya dengan sebuah lilin. Berbeda dengan rumah yang pencahayaannya menggunakan banyak lampu yang terang benderang, tetapi tidak hidup amalan dzikir ibadah, maka rumah ini seperti hutan belantara, gelap gulita.

Note Penulis :

Nabi Saw sabdakan : “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan”

Ini karena dirumah kita tidak hidup amalan sehingga kehidupan di rumah kita seperti suasana kuburan anger dan sangat tidak nyaman. Rumah yang tidak hidup amalan maka akan dihuni para setan dan jin. Namun rumah yang hidup amalan akan didatangi para malaikat. Rumah yang tidak hidup amalan ini, akan hidup suasana maksiat, suasana setan/jin, suasana angker, sehingga setiap kita masuk ke rumah ini panas dan tidak betah. Baru masuk rumah sudah ketakutan istri marah-marah, anak durhaka, seperti dalam neraka saja. Namun rumah yang hidup amalan agama di rumahnya maka ini akan menghancurkan suasana angker di rumah, suasana setan/jin akan kabur, suasana panas atau disharmoni akan hilang.

Rasulllah Saw sampaikan :

1. Apabila ada orang yang memasuki rumahnya tanpa salam, maka setan akan berkata kepada teman-temannya, “Cepat kemari…cepat kemari, ini ada penginapan gratis.”

2. Apabila ada orang yang sedang makan tidak membaca doa, maka setan akan memanggil teman-temannya, “Cepat kemari…cepat kemari, ini ada makanan dan hidangan gratis.”

3. Apabila ada orang yang akan berjima’ tidak memakai doa, maka setan-setan ini akan ikut menggaulinya. Bagaimana mau mempunyai keturunan yang sholeh kalau seperti ini.

Bisa kita bayangkan andaikan kita diberi rumah mewah dan makan lezat, tapi di titipkan orang gila dirumah kita, pasti hidup kita tidak akan tenang. Sedangkan jika kita masuk rumah, makan, atau berhubungan suami-istri, tidak baca doa dan ikut adab-adabnya, maka ini bukan saja kita akan ditemani orang gila, tapi setan jadi teman hidup kita. Na’udzubillah Min Dzalik.

Note dari penulis :

Maka untuk menghindari ini, penting bagi wanita di rumah membentengi diri dengan amalan :

1. Doa-doa masnunah dari masuk rumah, wc, berjimak, dan lain-lain

2. Hidupkan dzikir ketika memasak, menyapu, mencuci baju, dan amalan khidmat lainnya

3. Hidupkan taklim rumah secara istiqomah

4. Ajarkan anak-anak kita cara hidup Nabi SAW

5. Jaga amalan-amalan dzikir ibadah

Bacaan Adzkar dari Nabi Saw perlu di hidupkan di rumah, bacaan Quranminimal 2 juz tiap hari, dana amalan sebelum tidur seperti :

1. Surat Al Waqiah

2. Surat Al Mulk

3. Surat As Sajadah

4. Al Hadid

5. Ar Rahman

“Barangsiapa yang tiap malam membaca surat Ar Rahman, Al Waqi’ah, dan Al Hadid, maka Allah akan golongkan dia sebagai Ahli Surga Firdaus.” (Hadits)

Dengan amalan yang sangat mudah, sangat singkat, dan ringan, betapa ruginya kalau itu kita tinggalkan.

Menjadi Alimah

Mengetahui hukum-hukum agama, dimulai dengan taklim rumah yang dilakukan dengan adab, tawajjuh, dan istiqomah. Ini memang penuh mujahaddah untuk istiqomah dalam membuat taklim rumah. Jika kita buat dengan adab dan penuh tawajjuh secara istiqomah maka akan terjadi peningkatan rohaniat dalam hati kita. Ini karena nur kalamullah dan nur sabda rasullullah Saw ini masuk kedalam hati kita setiap hari. Namun jika hanya sebagai rutinitas, maka rohani kita tidak akan meningkat, jadi harus dengan tawajjuh dan penuh adab. Jika taklim ini dapat dilaksanakan dengan penih tawajjuh dan istiqomah, maka nanti akan Allah lahirkan alim-alimah, hafidz-hafidzoh, da’i-da’iyah, dari rumah-rumah orang islam yang hidup taklimnya.

Kargozari :

Ada satu orang tinggal di australia, sebagai supir taksi. Dia punya anak :

1. Anaknya yang pertama umur 16 tahun sudah selesai hafalan quran

2. Anaknya yang kedua berumur 13 tahun sudah selesai juga hafalan Qur’annya

3. Anaknya yang ketiga umur 11 tahun tinggal 3 juz lagi jadi hafidz seperti kakak-kakaknya

4. Anaknya yang ke empat umur 7 tahun sudah hafal 5-6 juz

5. Paling kecil bungsu belum bisa bicara

Lalu saya bertanya karena heran:

ini hafalan Qurannya dimana ? jawabnya di australia

apa ada pesantrennya atau tahfidznya disana ? jawabnya tidak ada

kalau gitu belajarnya dimana ? jawabnya dirumah

sama siapa ? jawabnya sama istri

apakah istrinya hafidzoh ? jawabnya tidak

Setornya ke siapa ? jawabnya anak-anak setor ke ibunya

lho kok bisa ? ini lebih aneh lagi, di negeri orang kafir mayoritasnya, tidak ada pesantren atau tahfidznya, dia dan istrinya bukan hafidz / hafidzoh tapi bisa menghasilkan anak-anak yang hafidz dan hafidzoh. Bapaknya supir taksi dan ibunya bukan hafidzoh bisa melakukan ini setiap anak menyetor bacaan quran kepada ibunya. Kenapa bisa ? ini karena ada kemauan dan ada taklim tadi, sehingga terbayang fadhilah-fadhilah jika mempunyai anak-anak yang hafidz al quran.

Kisah :

Seorang Raja anaknya sudah bisa hafal Al Quran, maka si raja ini langsung melapor kepada bapaknya dengan penuh kegembiraan. “Alhamdullillah… Aldamdullillah…. ayah, cucu anda sudah selesai hafalan Qur’annya.” Maka Ayahanda Raja berkata, “Iya tapi itukan yang hafal Al Quran anak kamu bukan anak saya. Jadi kalau anak kamu yang hafal quran, maka yang akan dapat Mahkota itu kamu bukan saya. Kalau saya tidak dapat apa-apa.” Maka dengan sindiran kata-kata singkat ini, akhirnya si sang raja juga ikut menghafal Quran. Karena keseriusan sang Raja menghafal Quran, maka Rajanya juga menjadi Hafidz Quran.

Jika kita serius, sungguh-sungguh, maka jika diusahakan betul-betul tidak akan ada yang mustahil. Di India sana tidak sedikit orang umum tapi hafidz Al Quran, bukan dari kalangan pesantren, tapi dari universitas, dari militer, dari kedokteran, dari berbagai profesi.

Maka sebagai Abidah perlu kita jaga amalan-amalan :

1. Sholat-sholat sunnat kita dari : Awwabin, Tahajud, Witir, Tobat, Dhuha, dan yang lainnya

2. Taklim kita jaga waktu-waktunya secara adab dan istiqomah, sehingga suasana agama akan nampak

Note Penulis :

Ada seorang Isteri sahabat RA yang suatu hari telah meminta cerai dari suaminya. Padahal selama ini mereka adalah keluarga bahagia. Tapi secara tiba-tiba si isteri telah meminta cerai. Suaminya menjadi terperanjat. Kata suaminya, “Baiklah mari kita pergi jumpa dengan Rasulullah SAW agar beliau dapat memberi keputusan di antara kita.” Lalu mereka keluar di waktu malam untuk berjumpa Rasulullah SAW. Karena malam, suaminya telah terjatuh ke dalam lubang dan kakinya terkilir. Maka isterinya membawanya kembali ke rumah. Ketika itu isterinya berkata bahwa perceraian tidak usah dilakukan. Suaminya lebih terperanjat lagi dan menanyakan alasannya kepada istrinya. Kata si isteri, “Semenjak kita kawin, abang tidak pernah sakit, saya tidak pernah sakit, dan anak-anak tak pernah sakit. Maka rumah yang tidak pernah datang sakit adalah rumah yang terjauh dari rahmat Allah SWT.”

Seorang sahabat kembali ke rumah. Di dapatinya tempat masak roti menyala. Padahal dia tahu bahwa di rumahnya tak ada apa-apa termasuk makanan untuk dimasak atau dimakan. Maka ia bertanya kepada isterinya,”Apa yang kamu masak?” Si isteri menjawab, “Saya hanya sekedar menyalakan api. Sehingga nanti kalau ada tetangga yang datang berkunjung, mereka akan mengetahui bahwa di rumah kita ada makanan. Dan saya tidak ingin mereka mengetahui keadaan kita yang sebenarnya.” Lalu suaminya mematikan api itu. Ketika dia buka tungkunya dia terperanjat, karena di dapatinya dalam tempat masak itu ada tersedia banyak roti bakar dan daging bakar. Si istri sengaja pura-pura menyalakan tungku masak agar tidak dikasihanin oleh mahluk, sehingga Allahlah yang memberikan balasan langsung asbab dia menjaga keyakinannya. Allahu Akbar!

Kisah-kisah seperti ini dalam kehidupan sahabat asbab kepahaman mereka terhadap agama.

Sebagai Murobbiyah ( Mendidik Anak )

Mentarbiyah anak ini Allah Swt berikan contoh dalam Al Quran ini bukan semenjak lahir tapi semenjak hamil :

“Idzkolati miroaata imrona” : Tatkala ketika istri Imron, Hannah, berkata, “Robbi inni nadzartu laa kama fi baghni”, “Ya Rabb sesungguhnya aku nadzarkan bayi yang aku kandung ini.” “Muharroron”, “Aku bebaskan untuk agama saja” “Fattaqobbal minni” “Maka ya Allah terimalah dariku”

Semenjak hamil, anak tadi itu sudah dibebaskan dari kepentingan dunia dan di nadzarkan hanya untuk agama saja. Di dalam perut sudah di cita-citakan, bukan untuk jadi insyur, jadi dokter, jadi presiden, tapi untuk agama Allah saja. Dijaman istri imron, Hannah Rah.A, ada para pemuda yang tinggalnya didalam mesjid saja berkhidmat pada agama, seperti ashabul suffah. Maka istri imron ini menginginkan anaknya nanti dapat berkhidmat kepada agama seperti mereka para pemuda tersebut. Namun tatkala melahirkan ternyata yang dilahirkan adalah perempuan. Ada kekecewaan karena yang lahir perempuan, karena keinginan berkhidmat pada agama akan lebih mudah jika laki-laki. Namun Allah katakan :

“Wallahu’ a’ala ma wa’adhan” : “Allah Ta’ala Maha Tahu dengan yang dilahirkan.”

Memang laki-laki tidak sama dengan perempuan. Maka Hannah memberikan nama Mariam kepadanya. Lalu Hannah berdoa :

“Robbi inni wa yu’i dhuha bika wa dzurriyataha minasyaithon nirrojim”

Artinya : “Ya Allah aku meminta perlindungan kepadaMu untuknya dari setan yang terkutuk.”

Sehingga Rasullullah Saw sampaikan tidak ada satupun bayi yang lahir, setan akan menusuk lambungnya. Sehingga setiap bayi lahir ini akan menangis-nangis, kecuali Maryam AS dan anaknya karena sudah dimohonkan perlindungan untuk mereka dari ibu mereka, Hannah Rah.A, agar dilindungi dari syetan.

“Fattaqobbalaha robbuha bi qobulin hasanin wa ambadaha nabatan Hasana”

Artinya :

“Maka Allah terima dengan penerimaan yang baik, lalu ditumbuhkan dengan pertumbuhan yang baik.”

Allah Swt pelihara Mariam dan dibesarkan melalui didikan seorang Nabi yaitu Zakari AS, yang tidak lain adalah paman beliau sendiri. Betapa mulianya Mariam ini disisi Allah, asbab doa dari seorang ibu semenjak masih dalam kandungan. Di dalam Al Quran diceritakan, setiap kali Zakaria AS masuk kedalam mihrob ini disitu sudah ada rizki yang Allah siapkan untuk Maryam, padahal tidak ada satu oranpun yang mengantarkan. Siapa yang memberi Rizki ? Allah Swt. Ulama katakan jika seseorang ini mau masuk ke dalam biliknya Mariam ini harus melewati Tujuh Lapis pintu yang setiap pintu kuncinya ini dipegang oleh Zakaria AS. Tapi itulah keanehannya, setiap kali dibukan pintunya, disitu ada rizki yang sudah disiapkan untuk Mariam Rah.A.

Ini juga suatu pelajaran bagi kita, bahwa kehebatan seorang wanita ini adalah tatkala dirinya ini tertutup. Satu lapis pintu aja sudah tidak kelihatan sebenarnya, ini tujuh lapis pintu, bagaiamana rapat dan tertutupnya seorang Mariam AS. Maka wanita ini semakin tertutup semakin dekat dengan Allah Swt. Semakin mau dia diam di rumah semakin dekat dengan Allah Swt :

“Wa qarna fi buyuti bikunna” : “Dan diamlah kalian wahai wanita di rumah-rumah kalian.”

Maka akan mudah seorang wanita ini untuk dekat dengan Allah Swt, tatkala dia mau diam di rumahnya. Sehingga ketika kita baca riwayat-riwayat wanita yang sholihah, mereka ini menjadi wali-wali Allah, tatkala dia mau diam rumah. Keluar hanya betul-betul untuk keperluan agama saja. Seperti itu pula kehidupan yang dicontohkan oleh Mariam AS. Tatkala dia, Maryam AS, berdiam dirumah, maka Allah hantarkan rizki kepadanya.

“Qolla ya maryam wa anna lakihaza” tanya Zakaria, “Dari Mana ini Rizki / Makanan ?”, jawab Mariam AS, “Qolla wa in dillah” : “Ini semua dari sisi Allah”

Note Penulis :

Inilah Jawaban yang harus kita berikan ke orang-orang, dari mana datangnya makanan dan rizki ini ? dari Allah Swt. Inilah jawaban yang Allah ajarkan kepada Maryam AS ketika ditanya Nabi Zakaria AS. Inilah pelajaran yang Allah hendak berikan kepada kita terutama kaum wanita. Ini Maryam AS, yang lahir dari seorang wanita sholehah, yang benar menginginkan anaknya menjadi seorang sholeh. Walaupun yang lahir bukan seorang laki-laki,namun niatnya tetap diterima oleh Allah Swt. disini Allah mau menunjukkan bahwa bukan laki-laki saja yang bisa berkhidmat untuk agama, wanitapun juga bisa. Di mata Allah ini laki-laki dan wanita ini sama saja tergantung dari ketaqwaannya. Jadi jangan minta anak laki-laki atau perempuan, kita serahkan kepada Allah saja, Allah yang Maha Tahu mana yang terbaik untuk kita. Jadi doa dari seorang ibu yang sholeh ketika hamil walaupun yang lahir tidak sesuai harapan, maka kesholehan yang diminta tetap Allah berikan asbab fikir agamanya.

Maka didalam Al Quran diceritakan :

“Wal Baladu thoyibu yakhruju nabbaduhu bi dzili Robbi”

Artinya : “ Negara yang baik akan mengeluarkan tanaman-tanaman yang baik dengan izin Rabb Nya”

Ulama tafsirkan maksud dari ayat ini adalah bahwa wanita-wanita yang sholeh akan melahirkan anak-anak yang sholeh. Apabila kita melihat kehidupan ulama-ulama jaman dahulu, mungkin bapak-bapak merka bukan dari orang yang terkenal, bukan siapa-siapa, dan bukan juga ulama. Tapi hampi pasti semua ulama-ulama sholihin tersebut lahir dari wanita-wanita yang sholehah.

Kisah Imam Bukhori Rah.A :

Tatkala masih kecil imam bukhori ini buta. Maka ibunya yang sholehah ini, yang telah menyiapkan anaknya untuk agama, beliau tiap malam terus menangis berdoa mohon kesembuhan bagi anaknya. Sampaikan akhirnya ibunya ini Allah takdirkan mimpi bertemu Ibrahim AS, dan menyampaikan bahwa doa ibu imam bukhori ini sudah diterima Allah Swt, anaknya akan segera sembuh. Maka memang betul ke esokan harinya ini, Imam Bukhori sudah mampu melihat, bahkan Allah beri banyak kelebihan berupa daya ingat dalam menghafal. Sekali lihat saja bisa langsung ingat dan hafal sepanjang hidupnya. Sehingga setiap kali kita baca Hadits Imam Bukhori ini, maka pahalanya akan didapati oleh ibunya juga. Selama Kitab Hadits Imam Bukhori ini masih dibaca orang-orang maka pahalanya ini akanterus mengalir kepada ibunya imam bukhori. Sampai kapan ? sepanjang masa sampai dengan kiamat, selama masih di baca, maka ibunya akan terus kebagian mendapat kiriman pahala. Ibunya Imam Bukhori ini bukan orang terkenal, tidak ada yang tahu, akan tetapi ibunya terus mendapatkan pahala hingga hari ini sampai batas waktu yang Allah saja yang tahu kapan.

Kisah Imam Sofyan As Tsauri Rah.A :

Waktu umur 8 tahun, ibunya mengirimnya ke pesantren. Dalam keadaan miskin dan janda ibunya tidak bisa memberinya biaya yang banyak atau bekal yang cukup. Maka setelah mengantarkannya, ibunya hanya bisa meninggalkannya di pesantren lalu langsung pulang. Beberapa tahun telah berlalu hingga 12 tahun kemudia, Sofyan As Tsauri pulang untuk menemui ibunya. 12 tahun tidak berjumpa untuk ibu dan anak merupakan kerinduan yang sangat laur biasa, perpisahan yang lama sekali bagi orang tua dan anaknya. Namun ketika Sofyan mengetuk rumah ibunya :

Ibunya bertanya : “Siapa itu diluar ?”

Sofyan As Tsauri : “Wahai ibu ini adalah aku sofyan, tolong bukakan pintunya, aku sudah rindu sekali ingin jumpa.”

Ibunya : “Aduhai apakah itu engkau Sofyan anakku.”

Sofyan As Tsauri : “Betul ibu ini adalah aku, Sofyan, anakmu, lekas bukakan pintunya, aku sudah rindu ingin bertemu dengan ibu.”

Lantas ibunya menjawab : “ Wahai Sofyan, kamu sudah 12 tahun belajar agama, kamu pasti sudah paham betul hukum-hukum agama. Kamu pasti sudah tahu betul bahwa sesuatu yang sudah di hibahkan tentunya tidak boleh ditarik kembali. Ketahuilah bahwa aku sudah hibahkan dirimu untuk agama, aku tidak akan tarik kembali. Jadi tidak usahlah kita berjumpa di dunia ini, pertemuan kita nanti Insya Allah di surga.”

12 tahun berpisah, ada kesempatan bertemu, itu juga di korbankan, sehingga asbab pengorbanan ini Allah angkat derajat Imam Sofyan As Tsauri Rah. A. Hingga pada hari ini namanya, Ilmunya, masih disebut-sebut dan digunakan. Itulah keberkahan dari seorang wanita sholehah yang bisa menjadi asbab kesholehan anaknya.

Kisah Lainnya :

Dikisahkan ada seorang anak kecil dikirim ibunya ke pesantren untuk belajar agama. Ibunya ini seorang janda miskin. asbab uang yang dikumpulkan dari usahanya, dia bisa mengirim anaknya belajar agama. Sebelum mengirimkan anak ini, dijahitkan kantong dibalik baju anaknya ini untuk menyimpan uangnya. Lalu dititipkanlah anak ini pada kafilah dagang untuk diantarkan ke pesantren tersebut. Ditengah perjalanan maka kafilah ini di hadang perampok, maka diambillah uang seluruh orang di kafilah tersebut. Sampai ke anak kecil :

Si perampok berkata : “Ah ini anak kecil pasti tidak punya apa-apa, bawa uang tidak kamu ?”

Si anak kecil berkata : “Kata siapa saya tidak bawa uang, saya punya uang banyak.”

Maka si anak kecil ini membukakan bajunya dan memperlihatkan uang emas banyak sekali dari balik bajunya yang dijahitkan ibunya. Melihat keadaan ini maka si perampok terkejut, melihat kejujurannya anak kecil ini, yang padahal mau diambil uangnya oleh si perampok.

Si perampok bertanya : “Kamu kan tahu kami perampok mau ambil uang kalian, kenapa kamu jujur sekali ?”

Si anak kecil ini bilang : “Saya di ajarkan oleh ibu saya dalam keadaan apapun tidak boleh berbohong.”

Si perampok tadi menangis, bertobat kepada Allah Swt, asbab jawaban anak kecil, yang di didik oleh ibunya tadi. Maka setelah sampai di pesantren dia belajar bertahun-tahun disana. Hingga suatu ketika guru besarnya di pesantren mengumumkan kepada para santrinya :

“Orang yang sholat subuh dengan saya besok, Insya Allah, Allah Swt akan ampunkan seluruh dosa-dosanya.”

Semua santri menyambut gembira kabar ini, namun gurunya memberi catatan :

“Tapi awas kabar ini jangan sampai disebarkan kepada orang kampung. Saya tidak mau itu, ini hanya untuk kalian saja para santri. Awas kalau ada yang membocorkan kabar ini.”

Maka si anak kecil yang sudah menjadi santri ini, mendengar pengumuman itu dia gelisah semalaman. Di benaknya berkecamuk pikiran :

“Ini kalau saya tidak beri tahu orang kampung, kasihan mereka yang banyak dosanya. Tapi kalau saya beri tahu, nanti saya bisa di marahi ustadz saya. Apa yang harus saya lakukan.”

Maka tengah malam dia buat keputusan untuk memberi tahu orang kampung mengenai kabar tersebut, biarlah dirinya dimarahi ustadnya, asal orang kampung ini dapat selamat dari adzabnya Allah Swt. Pergilah anak ini keliling kampung membanguni penghuni rumah satu per satu dan mengabarkan perihal pengumuman ustadznya tadi. Maka asbab informasi yang disebarkan si anak tadi, orang kampung berduyun-duyun datang ke mesjid untuk sholat dibelakang ustadznya si anak tadi. Setelah mengucapkan salam, si ustadz terkejut dibelakangnya sudah ramai orang kampung berkumpul untuk sholat dibelakangnya.

Setelah orang kampung pulang si ustadz tadi bilang kepada para santrinya :

“Pasti tadi malam ada yang membocorkan informasi, siapa orangnya ?” ayo ngaku !”

Maka si anak ini mengaku, lalu di panggil oleh si ustadznya :

“Mengapa kamu berani membocorkan rahasia saya ? apakah kamu tahu kamu akan mendapatkan hukuman berat.”

Si anak tadi bilang : “Iya saya tahu bahwa pengumuman itu tidak boleh orang kampung tahu, jika saya beri tahu kepada orang kampung, pasti saya akan di marahi dan mendapatkan hukuman. Tapi yang akan mendapatkan hukuman itu sebenarnya orang kampung yang demikian banyaknya, dan yang memberi hukuman bukan manusia, tapi Allah Swt. Tidak apa-apa lah jika saya di hukum oleh ustadz, asal mereka selamat dari siksa Allah Swt. Silahkan saya dihukum, saya rela.”

Mendengar alasan ini si ustadz berkata dengan lantang :

“Insya Allah, kamulah nanti yang akan menjadi ulama besar.”

Ini adalah asbab didikan seorang ibu yang baik, mendapatkan pengajaran dari ustadz yang baik, maka akhirnya anak inipun menjadi ulama besar yang dikenal sebagai Syaikh Abdul Qadir Al Djaelani Rah.A. Inilah pentingnya kita didik anak kita dengan dengan agama semenjak kecil, diperkenalkan kepada Allah Swt dan Sunnah Rasullullah Saw.

 

Note dari Penulis :

Khalid Bin Walid merupakan seorang pejuang hebat. Pada saat menjelang meninggalnya, dia telah terbaring di rumah. Dan dia merasa sedih luar biasa, karena kematiannya yang terjadi di tempat tidur dan bukan di medan pertempuran. Di saat menjelang wafatnya, datang anak perempuannya yang masih kecil, lalu menangis. Kata Khalid, “Jangan bersedih, kita minta doakan supaya Allah SWT menjadikan bapak kamu termasuk dalam ahli surga.” Lalu anak perempuan kecilnya itu berkata,”Saya menangis bukan karena bapak saya akan menjadi ahli surga atau ahli neraka. Saya menangis karena nanti jika saya bermain-main dengan kawan-kawan lainnya, mereka akan mengatakan bahwa bapak kami meninggal syahid dijalan Allah, sedangkan bapak kamu meninggal dunia di atas tempat tidur di rumah.” Allahu Akbar inilah kepahaman seorang anak kecil di jaman Nabi Saw asbab didikan orang tuanya. Masih kecil sudah mengetahui nilai amal sebuah mati syahid !

 

Kargozari Jemaah Malaysia :

Ada satu kisah yang berlaku di Yordan, Sekali satu jamaah wanita masturat keluar ke satu rumah. Di rumah orang lama. Rumah ini dia sewa. Ketika datang jamaah, kebetulan orang yang menyewakan rumahnya kepada orang lama ini mengantar anaknya perempuan yang belajar di Universiti. Dan dia ini adalah wanita yang keluar rumah tidak tutup aurat. Maka ketika anak perempuan ini datang ke dalam rumah untuk mengambil sewa, wanita tadi panggil dia duduk sama-sama dengar halqah taklim, dengan hadits, kemudian memotivasi dia, maka terus dia menangis. Setelah mengambil sewa, anak gadis tadi balik ke rumah,lalu dia menangis ke ibunya. Ibunya tanya,”Ada apa kamui ni?” Dia diam saja. Ditanya diam saja. Kemudian dia menangis, sembahyang, menangis, bertobat kepada Allah SWT, sampai pagi. Kemudian tertidur. Setelah bangun, ibunya tanya,”Nak apakah kamu tidak berangkat ke kampus?” Anak gadis ini berkata,”Bagaimana saya mau pergi? Saya selama ini berada dalam kemurkaan Allah SWT.” Sementara ibunya ini seperti dia, keluar rumah tidak menutup aurat. Lalu ibunya berkata,”Tak apa. Nanti kita pakai purdah dan pergi ke Universiti.” Dia tak mau karena disana bergaul orang lelaki dan wanita. Kata anak gadis ini bahwa dia tak akan keluar rumah kecuali berpurdah. Maka ibunya pergi ke jemaah tanpa pakai hijab juga, dan cerita mengenai anaknya bahwa setelah kembali dari jamaah ini menangis, dan menangis hingga dia tak mau pergi universiti, dan dia sekarang tidak akan keluar kecuali berpurdah. Jadi Kata ibunya,”Saya datang hendak pinjam satu hijab dari kamu.” Maka Ibunya pun balik ke rumah dengan membawa hijab. Sesampainya di rumah, dia lihat anaknya tertidur, kemudian dikejut-kejutkan anaknya. Ternyata anaknya telah meninggal dunia.”

Nabi SAW bersabda,”Demi zat yang nyawaku di tangannya ada diantara manusia bahwa mereka-mereka beramal dengan amalan ahli neraka, dan tidak tinggallah diantara dia dan neraka satu hasta maka takdir telah mendahuluinya, maka dia beramal dengan amalan ahli surga maka dia dimasukkan Allah SWT ke dalam surga.”

Maka anak perempuan tadi yang selama ini berada dalam kemurkaan Allah SWT kemarahan Allah SWT, Allah SWT telah mengurniakan kepadanya mati dalam keadaan beriman.

Seorang pakar pendidikan katakan bahwa “Anak ini bukan pendengar yang baik tapi Peniru yang baik.” Apa yang ada di depannya itu yang akan ditiru. Kalau bapaknya atau ibunya kerjanya tiap hari megang koran dan megang remote maka anaknya akan meniru juga. Tidak usah di bilangin maka dia akan otomatis meniru saja. Maka kita hidupkan taklim di rumah dan kita beri contoh pada mereka bagaimana akhlaq dan cara hidup Nabi Saw.

Sebagai Khadimah ( Ahli Khidmat Keluarga dan Suami )

Seorang wanita datang kepada Rasullullah Saw :

 

“Ya Rasullullah Saw, jadi laki-laki itu enak, bisa jihad, bisa haji, bisa ke mesjid, bisa kesana kemari, kami di rumah dapat apa ?”

Menuntut persamaan Hak tapi dalam pahala. Maka Rasullullah melihat kepada para sahabat dan berkata : “Dengar tidak kalian pertanyaan wanita tadi ?” para sahabat RA menjawab : “Ya Rasullullah bahkan kami tidak menyangka ada wanita punya pertanyaan sebaik itu.”

Maka Rasullullah katakan kepada wanita tersebut :

“Sampaikan kepada para wanita yang mengutusmu bahwa jika mereka :

1. Sholat pada waktunya

2. Puasa sebagaimana mestinya

3. Dan taat kepada suaminya

Bagi mereka pahala yang sama. Tetapi jarang diantara kalian yang bisa melakukannya.”

Note dari penulis :

Allah SWT berfirman bahwa lelaki yang mukmin dan wanita yang mukmin, mereka harus saling membantu dalam menegakkan agama Allah. Mereka menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar.

Asbab dukungan istri, banyak orang yang akan mendapat hidayah melalui suami mereka. Jika wanita telah memberi sumbangan, tenaga, dan sama-sama membantu suaminya buat usaha agama, maka mereka akan mendapatkan ganjaran dari Allah SWT, sama seperti ganjaran yang didapati suami mereka tanpa mengurangkan sedikitpun ganjaran suami-suami mereka. Nanti asbab kerja sama ini, Allah SWT akan memperbaiki zuriat mereka, keturunan mereka, anak-anak mereka, sebagaimana Allah Ta’ala pelihara keluarga dan keturunan Ibrahim AS.

Maka apabila wanita sama-sama memberi sokongan, sumbangan, dan berusaha bersama-sama dengan lelaki, maka dakwah lelaki akan menjadi kuat. Dakwahnya akan berkesan, karena setengah iman lelaki adalah dari wanita. Setengah iman lelaki adalah isterinya sendiri. Kalau isteri sudah memberi dukungan, memberi dorongan, dan mengambil bagian bersama suami dalam menyempurnakan tanggung jawab usaha dakwah, maka Allah SWT akan menjadikan dakwah suami menjadi lebih mantap dan lebih kuat. Jika tidak, Allah akan jadikan kerja agama suami seperti orang yang pincang, yaitu dia tidak dapat bergerak dan berjalan dengan baik. Dakwah suami menjadi tidak begitu kuat dan tidak begitu mantap, walaupun dia seorang alim yang besar, seorang da’i yang hebat, seorang nabi sekalipun bahkan termasuk yang’ulul Azmi. Itupun apabila isterinya tidak sama-sama mengambil bagian, tidak membantu dan menyokong, maka kekuatan dari kerja dakwahnya tidak akan berkesan dan tidak akan sempurna. Contoh nabi Nuh AS. Dia telah berdakwah di kalangan umatnya selama 950 tahun. Tapi isterinya tidak membantunya dalam kerja agama, isterinya tidak menyokongnya, maka ini akan melemahkan kerja mereka.

Dari Aisyah R.ha dia mendengar Rasullullah Saw bersabda :

“Seandai seorang wanita bertemu suaminya dalam keadaan berlumuran darah dan nanah, lalu istrinya membersihkannya dengan pipinya hingga bersih, itupun belum mampu menunaikan hak suaminya atas istrinya.”

Karena itulah Rasullullah Saw sampaikan bahwa :

1. ketika aku melihat Surga maka penduduknya paling banyak adalah orang miskin

2. ketika aku melihat Neraka maka penduduknya paling banyak adalah wanita

Rasullullah Saw sampaikan ini bukan karena benci pada wanita, bukan, ini karena rasullullah Saw sayang pada umatnya yang wanita, makanya disampaikan agar mereka mau hati-hati terhadap perintah Allah. Lalu sahabiyah bertanya, “Kenapa bisa seperti itu ya Rasullullah ?” Nabi Saw menjawab, ini karena :

1. Wanita ini suka banyak melaknat dan mengumpat

2. Mengingkari kebaikan suami

Sehingga seandainya seorang suami melakukan kebaikan selama bertahun-tahun lamanya, maka bila mengecewakan sekali saja, akan muncul di lisannya, “Kamu ini tidak ada baiknya.”

Note dari penulis :

Dikatakan dalam suatu riwayat ciri-ciri wanita ahli surga ini :

1. Ketika dipandang Suaminya, dia menyenangkan

2. Ketika berbicara tidak menyakitkan

3. Ketika diperintah dia akan taat

4. Ketika ditinggal dia bisa menjaga harta suami dan kehormatannya.

Ada suatu kisah diceritakan seorang wanita sholehah didalam kubur, namun dalam kubur ia mendapat siksa, kepalanya berkobar-kobar dengan api. Lalu ditanya kenapa bisa demikian, si wanita itu menjawab: Aku ini mendapatkan hukuman seperti ini lantaran suatu ketika aku menyiapkan makanan yang lezat dengan susah payah untuk menyambut kepulangan suamiku. Namun ketika dia sedang makan dia menanyakan mana garamnya kok tidak ada. Lalu aku menjawab, “Ini makanan sudah selezat ini kenapa masih menanyakan garam ?” asbab ini Allah hukum saya. Setelah suaminya diberitahu perkara ini dan memaafkan istrinya, barulah siksaan tadi oleh Allah Swt dicabut dari dalam kuburnya.

Maka sebenarnya suami yang di depan mata ini sebenarnya bisa menjadi jalan untuk cepatnya masuk surga, namun bila salah bisa menjadi asbab cepatnya masuk Neraka. Maka kita manfaatkan kesempatan in untuk mendapatkan Ridho Allah dan mendapatkan Derajat tertinggi di surga semuanya hanya bisa dilakukan dengan mengikuti amal-amal sahabiyah R.ha.

Allah Swt katakan dalam Al Quran :

“Hunna libasulakum wa’antum libasu lahum”

Artinya : “Mereka para wanita ini adalah pakaian bagi kalian dan kalian adalah pakaian bagi mereka.”

Maka yang namanya pakaian ini untuk saling menutupi kekurangan, bukan untuk saling menuntut atau membanding-bandingkan, sehingga tidak ada saling menghargai. Jika dalam rumah tangga antara suami dan istri sudah saling menuntut maka yang datang bisa dipastikan bukanlah kebahagiaan atau sakinah. Dalam perkhidmatan ini yang paling penting aalah menerima kekurangan istri dan suami masing-masing, lalu mensyukuri kelebihan mereka masing-masing. Sehingga bisa sama-sama menuju Ridho Allah dunia dan akherat.

Bila kita menghadirkan akherat maka akan sangat mudah bagi kita untuk melakukan amal-amal sholeh. Dan yang menjadi fokus kita adalah kehidupan akherat tadi. Maka setelah kita itikaf disini 3 hari 3 malam, oleh-oleh yang paling penting adalah :

1. Iman makin baik

2. Amal meningkat

3. Kerinduan akan akherat semakin bertambah

Mungkin selama 3 hari disini kita belum banyak hafal doa, mudzakaroh masih banyak kelirunya, ini tidak apa-apa, karena sahabatpun, hadits dan doa-doa tidak banyak yang hafal, namun amaliat mereka sama semua. Amal inilah nanti yang Allah berikan pahalanya.Nabi Musa bertanya kepada Allah Swt : “Ya Allah apa yang engkau berikan kepada seseorang yang mengaja manusia untuk taat kepadamu.”

Allah Swt menjawab : “Aku berikan mereka setiap satu kata ini pahala orang ibadah selama satu tahun.”

Insya Allah kita niatkan menyampaikan perkara ini kepada seluruh manusia.

 

 

Copyright © Juni 2010, Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa

Point-point dari halaman ini terdapat di dalam kitab Kanzul ‘Ummal, Misykah, Riadlush Shalihin, Uqudilijjain, Bhahishti Zewar, Al-Hijab, dan lain-lain, checking satu persatu belum dibuat. Mudah-mudahan dapat diambil ibrah darinya.

1. Doa wanita lebih maqbul dari laki-laki karena sifat penyayang yang lebih kuat dari laki-laki. Ketika ditanya kepada Rasulallah SAW akan hal tersebut, jawab baginda : “Ibu lebih penyayang dari bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”

2. Wanita yang solehah itu lebih baik dari 1,000 orang laki-laki yang tidak soleh.

3. Seorang wanita solehah lebih baik dari 70 orang wali.

4. Seorang wanita solehah lebih baik dari 70 laki-laki soleh.

5. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya diibaratkan seperti orang yang senantiasa menangis karena takut kepada Allah SWT dan orang yang takut Allah SWT akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

6. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan terhadap anak laki-laki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail AS

7. Tidaklah seorang wanita yang haidh itu, kecuali haidhnya merupakan kifarah (tebusan) untuk dosa-dosanya yang telah lalu, dan apabila pada hari pertama haidhnya membaca “Alhamdulillahi’alaa Kulli Halin Wa Astaghfirullah”. Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan dan aku mohon ampun kepada Allah dari segala dosa.”; maka Allah menetapkan dia bebas dari neraka dan dengan mudah melalui shiratul mustaqim yang aman dari seksa, bahkan AllahTa’ala mengangkat derajatnya, seperti derajatnya 40 orang yang mati syahid, apabila dia selalu berzikir kepada Allah selama haidhnya.

8. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW.) di dalam syurga.

9. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa taqwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah syurga.

10. Dari ‘Aisyah r.ha. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.”

11. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.

12. Apabila memanggil kedua ibu bapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

13. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya dan meredhainya. (serta menjaga sembahyang dan puasanya)

15. ‘Aisyah r.ha. berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW. siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita ?” Jawab baginda, “Suaminya”. “Siapa pula berhak terhadap laki-laki ?” Jawab Rasulullah SAW. “Ibunya”.

16. Seorang wanita yang apabila mengerjakan solat lima waktu, berpuasa wajib sebulan (Ramadhan), memelihara kehormatannya serta taat kepada suaminya, maka pasti akan masuk syurga dari pintu mana saja yang dia kehendaki.

17. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu dari suaminya (10,000 tahun).

18. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

19. Dua rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik dari 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.

20. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

21. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadah pada malam hari.

22. Seorang wanita yang mengalami sakit saat melahirkan, maka Allah SWT memberi pahala kepadanya seperti pahala orang yang berjihad dijalan Allah SWT

23. Wanita yang melahirkan akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan tiap rasa sakit dan pada satu uratnya Allah memberikan satu pahala haji.

24. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

25. Wanita yang meninggal dalam masa 40 hari sesudah melahirkan akan dianggap syahid.

26. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya dari badannya (susu badan) akan dapat satu pahala dari tiap-tiap titik susu yang diberikannya.

27. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup (2 1/2 tahun), maka malaikat-malaikat di langit akan memberikan kabar gembira bahwa syurga adalah balasannya.

28. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.

29. Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak nyaman karena menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba.

30. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari karena menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia menghibur hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.

31. Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatatkan baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu kesalahannya,bahkan segala sesuatu yang disinari matahari akan memohonkan ampun untuknya, dan Allah mengangkatkannya seribu darjat.

32. Seorang wanita yang solehah lebih baik dari seribu orang laki-laki yang tidak soleh, dan seorang wanita yang melayani suaminya selama seminggu, maka ditutupkan baginya tujuh pintu neraka dan dibukakan baginya delapan pintu syurga, yang dia dapat masuk dari pintu mana saja tanpa dihisab.

33. Mana-mana wanita yang menunggu suaminya hingga pulang, disapukan mukanya, dihamparkan duduknya atau menyediakan makan minumnya atau memandang ia pada suaminya atau memegang tangannya, memperelokkan hidangan padanya,memelihara anaknya atau memanfaatkan hartanya pada suaminya karena mencari keridhaan Allah, maka disunatkan baginya akan tiap-tiap kalimat ucapannya,tiap-tiap langkahnya dan setiap pandangannya pada suaminya sebagaimana memerdekakan seorang hamba. Pada hari Qiamat kelak, Allah kurniakan Nur hingga tercengang wanita mukmin semuanya atas kurniaan rahmat itu. Tiada seorang pun yang sampai ke mertabat itu melainkan Nabi-nabi.

34. Tidakkan putus ganjaran dari Allah kepada seorang isteri yang siang dan malamnya menggembirakan suaminya.

35. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suaminya melihat isterinya dengan kasih sayang akan di pandang Allah dengan penuh rahmat.

36. Jika wanita melayan suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.

37. Wanita yang melayani dengan baik kepada suami yang pulang ke rumah dalam keadaan letih akan medapat pahala jihad.

38. Jika wanita memijat suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 emas dan jika wanita memijat suami bila disuruh akan mendapat pahala perak.

39. Dari Hadrat Muaz ra.: Wanita yang berdiri atas dua kakinya membakar roti untuk suaminya hingga muka dan tangannya kepanasan oleh api,maka diharamkan muka dan tangannya dari bakaran api neraka.

40. Thabit Al Banani berkata : Seorang wanita dari Bani Israel yang buta sebelah matanya sangat baik khidmatnya kepada suaminya. Apabila ia menghidangkan makanan dihadapan suaminya, dipegangnya pelita sehingga suaminya selesai makan. Pada suatu malam pelitanya kehabisan sumbu, maka diambilnya rambutnya dijadikan sumbu pelita. Pada keesokkannya matanyayang buta telah celik. Allah kurniakan keramat (kemuliaan pada perempuan itu karena memuliakan dan menghormati suaminya).

41. Pada suatu ketika di Madinah, Rasulullah SAW. keluar mengiringi jenazah. Beliau menemukan beberapa orang wanita dalam majelis itu. Rasulullah SAW lalu bertanya, “Apakah kamu menyolatkan jenazah ?” Jawab mereka,”Tidak”. Sabda Rasulullah SAW “Sebaiknya kalian semua tidak usah ikur berziarah dan tidak ada pahala bagi kamu. Tetapi tinggallah di rumah dan berkhidmatlah kepada suami niscaya pahalanya sama dengan ibadat-ibadat orang laki-laki”.

42. Wanita yang memerah susu binatang dengan “Bismillah” akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.

43. Wanita yang membuat adonan tepung gandum dengan “Bismillah” , Allah akan berkahkan rezekinya.

44. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di Baitullah.

45. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang mengeluarkan peluh ketika membuat roti, Allah akan mejadikan 7 parit diantara dirinya dengan api neraka, jarak diantara parit itu ialah sejauh langit dan bumi.”

46. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang, Allah akan mencatatkan untuknya perbuatan baik sebanyak utus benang yang dibuat dan memadamkan seratus perbuatan jahat.”

47. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang menenun kain, Allah telah menentukan satu tempat khusus untuknya di atas tahta di hari akhirat.”

48. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang dan kemudian dibuat pakaian untuk anak-anaknya maka Allah akan memberikan pahala sama seperti orang yang memberi makan kepada 1000 orang lapar dan memberi pakaian kepada 1000 orang yang tidak berpakaian.”

49. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang meminyakkan rambut anaknya,menyikatnya, mencuci pakaian mereka dan memandikan anaknya, Allah akan memberikan pahala kebaikan sebanyak helai rambut mereka dan menghapus sebanyak itu pula dosa-dosanya dan menjadikan dirinya kelihatan berseri di mata orang-orang yang memerhatikannya.”

50. Sabda Nabi SAW: “Ya Fatimah barang mana wanita meminyakkan rambut dan janggut suaminya, memotong kumis (misai) dan mengerat kukunya, Allah akan memberinya minum dari sungai-sungai serta diringankan Allah baginya sakaratul maut dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman- taman syurga dan dicatatkan Allah baginya kelepasan dari api neraka dan selamatlah ia melintas Titian Shirat.”

51. Jika suami mengajarkan isterinya satu hal akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.

52. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumah tangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal dari suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat dari yakut.

53. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat,tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya iaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.

54. Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan ialah wanita (isteri) yang solehah.

55. Salah satu tanda keberkatan wanita itu ialah cepat perkahwinannya,cepat pula kehamilannya dan ringan pula maharnya (mas kahwin).

Copyright © Juni 2010, Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa

Sejarah telah mencatat beberapa nama wanita terpandang yang di antara mereka ada yang dimuliakan Allah dengan surga, dan di antara mereka ada pula yang dihinakan Allah dengan neraka. Karena keterbatasan tempat, tidak semua figur bisa dihadirkan saat ini, namun mudah-mudahan apa yang sedikit ini bisa menjadi ibrah (pelajaran) bagi kita.

Wanita Yang Beriman

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
“Seutama-utama wanita ahli surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran dan Asiyah binti Muzahim.” (HR. Ahmad)

1. Khadijah binti Khuwailid

Dia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang terhormat sehingga mendapat tempaan akhlak yang mulia, sifat yang tegas, penalaran yang tinggi, dan mampu menghindari hal-hal yang tidak terpuji sehingga kaumnya pada masa jahiliyah menyebutnya dengan ath thahirah (wanita yang suci).

Dia merupakan orang pertama yang menyambut seruan iman yang dibawa Muhammad tanpa banyak membantah dan berdebat, bahkan ia tetap membenarkan, menghibur, dan membela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di saat semua orang mendustakan dan mengucilkan beliau. Khadijah telah mengorbankan seluruh hidupnya, jiwa dan hartanya untuk kepentingan dakwah di jalan Allah. Ia rela melepaskan kedudukannya yang terhormat di kalangan bangsanya dan ikut merasakan embargo yang dikenakan pada keluarganya.

Pribadinya yang tenang membuatnya tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan mengikuti kebanyakan pendapat penduduk negerinya yang menganggap Muhammad sebagai orang yang telah merusak tatanan dan tradisi luhur bangsanya. Karena keteguhan hati dan keistiqomahannya dalam beriman inilah Allah berkenan menitip salamNya lewat Jibril untuk Khadijah dan menyiapkan sebuah rumah baginya di surga.

Tersebut dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, ia berkata:
Jibril datang kepada Nabi kemudian berkata: Wahai Rasulullah, ini Khadijah datang membawa bejana berisi lauk pauk, makanan dan minuman. Maka jika ia telah tiba, sampaikan salam untuknya dari Rabbnya dan dari aku, dan sampaikan kabar gembira untuknya dengan sebuah rumah dari mutiara di surga, tidak ada keributan di dalamnya dan tidak pula ada kepayahan.” (HR. Al-Bukhari).

Besarnya keimanan Khadijah pada risalah nubuwah, dan kemuliaan akhlaknya sangat membekas di hati Rasulullah sehingga beliau selalu menyebut-nyebut kebaikannya walaupun Khadijah telah wafat. Diriwayatkan dari Aisyah, beliau berkata: “Rasulullah hampir tidak pernah keluar dari rumah sehingga beliau menyebut-nyebut kebaikan tentang Khadijah dan memuji-mujinya setiap hari sehingga aku menjadi cemburu maka aku berkata: Bukankah ia seorang wanita tua yang Allah telah meng-gantikannya dengan yang lebih baik untuk engkau? Maka beliau marah sampai berkerut dahinya kemudian bersabda: Tidak! Demi Allah, Allah tidak memberiku ganti yang lebih baik darinya. Sungguh ia telah beriman di saat manusia mendustakanku, dan menolongku dengan harta di saat manusia menjauhiku, dan dengannya Allah mengaruniakan anak padaku dan tidak dengan wanita (istri) yang lain. Aisyah berkata: Maka aku berjanji untuk tidak menjelek-jelekkanny a selama-lamanya.”

2. Fatimah

Dia adalah belahan jiwa Rasulullah, putri wanita terpandang dan mantap agamanya, istri dari laki-laki ahli surga yaitu Ali bin Abi Thalib.
Dalam shahih Muslim menurut syarah An Nawawi Nabi bersabda: “Fathimah merupakan belahan diriku. Siapa yang menyakitinya, berarti menyakitiku.”

Dia rela hidup dalam kefakiran untuk mengecap manisnya iman bersama ayah dan suami tercinta. Dia korbankan segala apa yang dia miliki demi membantu menegakkan agama suami.

Fathimah adalah wanita yang penyabar, taat beragama, baik perangainya, cepat puas dan suka bersyukur.

3. Maryam binti Imran

Beliau merupakan figur wanita yang menjaga kehormatan dirinya dan taat beribadah kepada Rabbnya. Beliau rela mengorbankan masa remajanya untuk bermunajat mendekatkan diri pada Allah, sehingga Dia memberinya hadiah istimewa berupa kelahiran seorang Nabi dari rahimnya tanpa bapak.

4. Asiyah binti Muzahim

Beliau adalah istri dari seorang penguasa yang lalim yaitu Fir’aun laknatullah ‘alaih. Akibat dari keimanan Asiyah kepada kerasulan Musa, ia harus rela menerima siksaan pedih dari suaminya. Betapapun besar kecintaan dan kepatuhannya pada suami ternyata di hatinya masih tersedia tempat tertinggi yang ia isi dengan cinta pada Allah dan RasulNya. Surga menjadi tujuan akhirnya sehingga kesulitan dan kepedihan yang ia rasakan di dunia sebagai akibat meninggalkan kemewahan hidup, budaya dan tradisi leluhur yang menyelisihi syariat Allah ia telan begitu saja bak pil kina demi kesenangan abadi. Akhirnya Asiyah meninggal dalam keadaan tersenyum dalam siksaan pengikut Fir’aun.

Dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu alaihi wasalam berkata:
“Fir’aun memukulkan kedua tangan dan kakinya (Asiyah) dalam keadaan terikat. Maka ketika mereka (Fir’aun dan pengikutnya) meninggalkan Asiyah, malaikat menaunginya lalu ia berkata: Ya Rabb bangunkan sebuah rumah bagiku di sisimu dalam surga. Maka Allah perlihatkan rumah yang telah disediakan untuknya di surga sebelum meninggal.”

Wanita yang durhaka

1. Istri Nabi Nuh
2. Istri Nabi Luth

Mereka merupakan figur dua orang istri dari para kekasih Allah yang tidak sempat merasakan manisnya iman. Hatinya lebih condong kepada apa yang diikuti oleh orang banyak daripada kebenaran yang dibawa oleh suaminya. Mereka justru membela kepentingan kaumnya karena tidak ingin dimusuhi dan dibenci oleh orang-orang yang selama ini mencintai dan menghormati dirinya. Maka kesenangan sesaat ini Allah gantikan dengan kebinasaan yang didapat bersama kaumnya. Istri Nabi Nuh ikut tenggelam oleh banjir besar bersama kaumnya yang menyekutukan Allah dengan menyembah patung-patung orang shalih, sedangkan istri Nabi Luth ditelan bumi karena adzab Allah atas kaumnya yang melakukan liwath (homoseksual) .

Semua cerita ini telah Allah rangkum dalam sebuah firmanNya yang indah dalam surat At-Tahrim ayat 10-12, yang artinya: “Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba Kami, lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah: dan dikatakan (kepada keduanya) : Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka). Dan Allah membuat istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisimu dalam Surga. Dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang dhalim. Dan Maryam puteri Imran yang memelihara kehor-matannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitabnya dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.”

Semoga kisah para wanita ini bisa menjadi pelajaran bagi para wanita zaman ini untuk berkaca diri, kira-kira saya termasuk golongan yang mana? Apakah golongan yang dicintai Allah atau yang dimurkaiNya?

Bagi wanita yang belum berumah tangga, saat ini merupakan kesempatan besar baginya untuk memperbanyak amalan shalih dan mendekatkan diri pada Allah, bukannya justru menghabiskan masa mudanya dengan hura-hura dan kegiatan lain yang tidak bermanfaat. Dan bagi mereka yang sudah berumah tangga, selain menjaga keistiqomahannya dalam berIslam dia juga diberi beban tambahan oleh Allah untuk membantu suami menjalankan agamanya. Istri yang demikian meru-pakan harta yang paling berharga.

Dari kisah mereka, kita juga bisa mengambil pelajaran bahwa dalam keadaan bagaimanapun, hendaknya ketundukan kepada syariat Allah dan RasulNya harus tetap di atas segala-galanya. Asalkan berada di atas kebenaran, kita tidak perlu takut dibenci oleh masyrakat, sahabat, maupun orang yang paling istimewa di hati kita. Justru kewajiban kita adalah menunjukkan yang benar kepada mereka. Dengan begitu kita akan mendapatkan cinta sejati .. cinta Allah Rabbul ‘alamin.

Mudah-mudahan kita selalu diberi keistiqomahan untuk menapaki dan mengamalkan syariat yang haq (benar) walaupun kita seorang diri. Amin.

Maraji’:
1. Ahkamun Nisa’, Ibnul Jauzi.
2. Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Atsqalani.
3. Tuhfatul Ahwadzi, Al Mubarakfuri.
4. Wanita-wanita Shalihat Dalam Lintas Sejarah Islam, Muhyidin Abdul Hamid.

Copyright © Juni 2010, Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa

“Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya” (HR. Abu Sa’id)

“Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)” (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (Ar-Ruum 21)

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (An Nuur 32)

“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah” (Adz Dzariyaat 49)

“Janganlah kalian mendekati zina, karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk” (Al-Isra 32)

“Dialah yang menciptakan kalian dari satu orang, kemudian darinya Dia menciptakan istrinya, agar menjadi cocok dan tenteram kepadanya” (Al-A’raf 189)

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (An-Nur 26)

“Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan” ( An Nisaa : 4)

“Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku” (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)

“Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah” (HR. Tirmidzi)

“Janganlah seorang laki-laki berdua-duan (khalwat) dengan seorang perempuan, karena pihak ketiga adalah syaithan” (Al Hadits)

“Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya” (HR. Bukhori-Muslim)

“Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat, sebab syaithan menemaninya. Janganlah salah seorang di antara kita berkhalwat, kecuali wanita itu disertai mahramnya” (HR. Imam Bukhari dan Iman Muslim dari Abdullah Ibnu Abbas ra).

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah tidak melakukan khalwat dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya, karena sesungguhnya yang ketiga adalah syetan” (Al Hadits)

“Dunia ini dijadikan Allah penuh perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan hidup adalah istri yang sholihah” (HR. Muslim)

“Jika datang (melamar) kepadamu orang yang engkau senangi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan putrimu). Jika kamu tidak menerima (lamaran)-nya niscaya terjadi malapetaka di bumi dan kerusakan yang luas” (H.R. At-Turmidzi)

“Barang siapa yang diberi istri yang sholihah oleh Allah, berarti telah ditolong oleh-Nya pada separuh agamanya. Oleh karena itu, hendaknya ia bertaqwa pada separuh yang lain” (Al Hadits)

“Jadilah istri yang terbaik. Sebaik-baiknya istri, apabila dipandang suaminya menyenangkan, bila diperintah ia taat, bila suami tidak ada, ia jaga harta suaminya dan ia jaga kehormatan dirinya” (Al Hadits)

“Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah : a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim)

“Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud)

“Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak” (HR. Abu Dawud)

“Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain” (HR. Abdurrazak dan Baihaqi)

“Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari)

“Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang” (HR. Abu Ya،¦la dan Thabrani)

“Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat” (HR. Ibnu Majah,dhaif)

“Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka” (Al Hadits)

“Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya” (HR. Thabrani)

“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama” (HR. Ibnu Majah)

“Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

“Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih)

“Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya.” (HR. Ashhabus Sunan)

“Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)” (HR. Ahmad)

“Dari Anas, dia berkata : ” Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya” (Ditakhrij dari An Nasa’i)

“Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Copyright © Juni 2010, Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa

Posted on 2 Maret 2010 by dalamdakwah

Usaha dakwah seperti air hujan. Jika hujan di tempat yang kontang seperti padang pasir pun maka tempat itu akan subur menjadi wadi. Tetapi jika hujan tidak turun walaupun di tempat yang subur dan hijau, maka lambat laun tempat itu akan menjadi kontang dan mati.

Satu jemaah dari Pakistan telah dihantar ke Rusia dan telah bertemu dengan seorang ulama. Ulama itu menceritakan bahawa pada satu masa dulu semasa kominis, 60 ulama di tempatnya telah dibunuh dengan memasukkan mereka ke dalam mesin pemecah batu di lombong batu. Dia telah terselamat kerana sentiasa membawa botol arak sebagai helah. Selepas itu ulama tersebut telah menangis dan menangis dan berkata bahawa ulama2 tersebut telah dibunuh kerana tidak buat kerja seperti yang kamu buat sekarang.

Allah turunkan azab di tempat2 orang Islam untuk rotan umat ini kerana berlaku zalim. Zalim kerana tinggalkan perintah Allah yang utama untuk umat ini iaitu usaha dakwah. Kita kata Amerika & the gang zalim tetapi kitalah yang sebenarnya zalim.

Di akhirat nanti sebahagian dari umat ini akan dihalau sebanyak 3 kali dari telaga Kauthar oleh Nabi sendiri kerana ketika di dunia tidak pernah mengerutkan dahi apabila melihat kerosakan pada agama. Sekali halau mereka akan jauh dari Nabi sejauh mata memandang.

Allah telah beri diri dan harta kepada kita supaya dapat digunakan untuk membina dan memajukan agama. Tetapi bila diri dan harta disalah guna maka akan jadi penyakit dan masalah. Sama seperti penggunaan dadah pada asalnya adalah sebagai ubat tetapi bila disalah guna akan jadi sebab kerosakan. Bila umat ini guna diri dan harta untuk agama maka agama akan maju tetapi bila guna untuk dunia maka dunia akan maju.

Jemaah pertama yang dihantar ke Perancis adalah jemaah dari Bangladesh pada tahun 1983. Pada masa itu tiada satu masjid pun di sana walaupun ada 4 juta orang Arab. Jemaah telah menyewa sebuah bilik dan memulakan usaha di sana. Sekarang telah ada 2000 buah masjid. Markas di St Denim setinggi 3 tingkat akan penuh setiap kali azan dilaungkan.

Elders kata bila usaha Nabi dibuat maka kota London & Paris akan bertukar seperti kota Mekah & Madinah iaitu hidupnya amalan agama. Tetapi bila usaha tak dibuat maka kota Mekah & Madinah akan menjdi seperti kota London & Paris iaitu tempat bershopping.

Di markas London telah boleh azan menggunakan loudspeaker. Gereja2 banyak ditukar kepada masjid. Gereja dibeli dengan harga murah kerana tiada sambutan orang ramai walaupun loceng dibunyikan setiap hari. Bukan puluhan tapi ratusan gereja ditukar sehingga perlimen Britain mengharamkan penjualan gereja kepada mana2 badan. Kiblat gereja adalah ke masjidil Aqsa, jadi bila ditukar kepada masjid maka kedudukan kiblat diubah beberapa darjah sahaja ke kanan iaitu ke arah kaabah.

Sepanyol dulunya adalah negara Islam tetapi bila usaha Nabi ditinggalkan maka masjid2 telah menjadi muzium, gudang, kilang dan sebagainya. Berkat dari usaha jemaah2 yang bergerak maka sekarang masjid Cardoba di Sepanyol yang sekarang telah menjadi muzium dan bar telah dibuka sedikit ruang untuk kegunaan orang Islam menunaikan solat. Kalau dulu jemaah2 dihantar untuk desak kerajaan Sepanyol ubah masjid Cordoba dari muzium dan bar kepada masjid sebenar maka ini tak akan berjaya. Tetapi dengan usaha Nabi, sedikit demi sedikit Allah buat perubahan.

Ada tempat2 lain yang tiada masjid, bila jemaah dihantar ke sana maka orang Islam di sana mula bartaubat dan bersolat serta mengamalkan agama. Mereka bersolat di jalan2, di taman2 dan di mana sahaja sehingga kerajaan tempatan di situ terpaksa buat masjid untuk orang Islam beribadat. Kalau dulu jemaah2 dihantar untuk desak kerajaan tu buat masjid maka tak akan berjaya.

Bila kaum wanita ada fikir agama maka mereka akan didik anak2 cara hidup agama. Halakah ta’lim dan muzakarah sifat sahabat perlu dibuat di rumah setiap hari selama satu jam supaya dapat tanam jiwa agama kepada anak2. Jika tidak anak2 akan terpengaruh dengan kartun, robot, hantu dan lain-lain. Wanita juga akan jadi penggalak suami dan anak2 untuk beri pengorbanan untuk agama dan keluar di jalan Allah. Seperti isteri2 Nabi dan sahabat yang galakkan suami dan anak2 mereka.

Yakinlah bahawa setiap susah payah kita untuk agama akan pasti diganjari oleh Allah di akhirat dengan ganjaran yang besar. Setiap amal yang dibuat ketika keluar di jalan Allah akan digandakan sekurang2nya 700,000 kali ganda malah lebih lagi.

Untuk belajar usaha ini maka kita kita diminta keluar jemaah masturat 3 hari, 10 atau 15 hari dan 40 hari IPB.

Copyright © Juni 2010, Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa

Usaha dan Do’a yang dikabulkan

Nabi Nuh a.s berdo’a kepada Allah azza wa jalla. Beliau melaporkan kerjanya kepada Allah dalam do’anya. Beliau tlah berda’wah lebih kurang 1000 tahun kurang 50 tahun. Beliau berda’wah siang dan malam. Dilempari batu sehingga tertutup seluruh badannya dengan kumpulan batu tersebut. Maka ketika Nabi Nuh a.s berdo’a kepada Allah azza wa jalla mengenai keadaan ummatnya, maka seketika itu juga Allah qabulkan do’anya.

Begitu juga Nabi Yunus a.s. Beliau telah berda’wah kepada ummatnya. Tapi karena beliau putus asa, maka beliau telah tinggalkan da’wah. Maka ketika nabi Yunus a.s meninggalkan da’wah, maka seluruh makhluk membencinya. Manusia yang berada diatas kapal, membuangnya ke laut. Ikan yang ada di laut juga ikut memakannya sehingga nabi YUnus terkurung di dalam perut ikan. Tapi karena nabi Yunus a.s dahulu sudah berda’wah, maka ketika ia berdo’a slama bbrapa hari di dalamperut ikan, maka Allah azza wa jalla telah mengabulkan do’anya dan mengeluarkannya dari dalam perut ikan. Bahkan ketika ia keluar dari perut ikan, maka makhluk hidup menyambutnya dengan bahagia. Ummatnya yang menolak da’wah, akhirnya menerima da’wahnya dan menyembah Allah azza wa jalla. Bahkan Rasulullah saw bersabda, ‘Jika ada orang yang paling mulia di muka bumi, maka dia adalah nabi Yunus a.s’ Karena ia menyatakan dirinya sebagai orang yang zhalim dalam do’anya, padahal ia bukan seorang yang zhalim dan telah melakukan tugasnya sebagai nabi dengan benar.

Tapi, hari ini keadaan kita terbalik. Kita berdo’a kepada Allah azza wa jalla, ‘Ya Allah, berilah hidayah…turunkanlah hidayah,’ tapi kita nggak ada buat usaha. Da’wah tidak dibuat, ta’lim tidak dikerjakan, silaturahim ditinggalkan. Maka apakah mungkin do’a kita dikabulkan seperti kisah nabi Nuh dan Yunus a.s ..?

Dari Bang Yudi Al Baghani al Maydani.

Usaha atas Masturah

Ada contoh 2 orang wanita pengkhianat dalam da’wah. Mereka adalah istri dari nabi Nuh dan Nabi Luth a.s Kedua orang istri nabi tersebut bukan karena mereka main serong atau main dengan lelaki yang lain. Tapi mereka dikatakan pengkhianat karena mereka tidak membantu usaha da’wah suaminya bahkan menjadi penentang dari da’wah suaminya tersebut. Maka jika hari ini ada wanita yang tidak membantu usaha da’wah suaminya, maka dialah pengkhianat agama.

Jika hari ini ada 10 orang lelaki yang telanjang [tidak menutup aurat secara sempurna], maka mudharat yang diakibatkan oleh mereka sangat kecil. Sedangkan jika hari ini ada 1 orang saja wanita yang telanjang [tidak menutup aurat secara sempurna] maka mudharat yang diakibatkan oleh wanita tersebut bisa menjerumuskan ratusan, ribuan bahkan jutaan orang untuk berbuat dos

Copyright © Juni 2010, Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa

ADA 7 BAGIAN PENTING DALAM USAHA MASTURAH

1. Pentingnya usaha masturah

2. Tujuan usaha masturah

3. Target usaha masturah

4. Maqomi masturah

5. Persyaratan keluar masturah

6. Program jama`ah keluar masturah

7. Nusrah jama`ah masturah

5 TARGET USAHA MASTURAH

1. Hidup ta`lim di rumah

2. Hidup sederhana

3. Banyak waktu untuk amal agama, mempersingkat untuk keperluan lain

4. Memiliki akhlak yang baik / berkhidmat

5. Menjadi da`iyah / selalu berbicara agama

MAQOMI MASTURAH

1. Ta`lim rumah

2. Ta`lim muhallah

MUDZAKARAH – MUDZAKARAH DI DALAM PROGRAM

1. 6 sifat sahabat ( six point )

2. 20 usul – usul da`wah

3. Maqomi rijal

4. Maqomi masturah

5. Mendidik anak secara Islam

6. Da`wah iman yakin

7. Adab safar ( perjalanan )

8. Adab rumah tangga

9. Adab mandi dan tandas ( sewaktu-waktu )

KERANGKA KERJA MASTURAH

AZAS KERJA MASTURAH

كُنْتُمْ خَيْرَاُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِنَّـاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِااللهِ.

• Dari Abu Sa`id Al-Khudri r.a, saya mendengar Rasulullah saw bersabda : Barangsiapa melihat kemungkaran dilakukan dihadapannya, maka hendaklah ia mencegah dengan tangannya, jika tidak mampu maka hendaklah mencegah dengan lidahnya, dan jika tidak mampu maka hendaklah ia merasa benci dalam hatinya, dan ini adalah selemah-lemahnya iman. (HR. Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah, Nasa`I – At-Targhib ).

• Anjuran Masyeikh yaitu keharusan dan kehati-hatian.

MAKSUD DAN TUJUAN

• `Alimah ( berilmu )

• Zahidah ( sederhana )

• `Abidah ( ahli ibadah )

• Murabbiyah ( pendidik )

• Khaddimah ( berkhidmad )

• Da`iyah ( penda`wah wanita )

TUJUAN : Kepentingan Kerja Masturah

• Wanita pertama masuk Islam adalah wanita ( korban harta ) – Khadijah r.ha

• Yang mati syahid pertama adalah wanita – Sumayyah r.ha

• 2 orang khalifah masuk Islam karena wanita – Fathimah r.ha dan Saudah r.ha

• Yang menghidupkan usaha da`wah yang telah lama tidur adalah wanita

TERTIB MASTURAH :

Tertib umum :

• Dikontrol oleh markaz

• Tidak boleh bawa anak

• Muhrim hakiki suami

• Harus diketahui kemana tujuannya

• Garis taqwa ( jaga suara )

Tertib Khusus :

• Full hijab dari rumah

• Kemauan sendiri

• Hafal 6 sifat sahabat dan uraiannya

• Hafal 10 surat terakhir dalam Al-Qur`an dll.

KERJA MASTURAH 24 JAM

Waktu Khuruj :

• 6 sifat sahabat setelah subuh cukup satu mutakallim ( tidak bergilir )

• Sebelum dhuha 6 sifat sahabat secara bergilir

Di Rumah :

• Semua pesanan bagi wanita ( 6 pesanan ) diamalkan selama 24 jam.

KUNCI KEBAHAGIAAN DUNIA AKHIRAT

DALAM SUNNAH ADA KEJAYAAN

DILUAR SUNNAH TAK ADA KEJAYAAN

Tujuh Tantangan Dalam Da`wah

1. Didustakan

2. Dikatakan Orang Gila

3. Dikatakan Tukang Sihir

4. Diboikot

5. Disakiti

6. Diancam

7. Di remehkan

ALLAH KUASA MAKHLUK TAK KUASA

DUNIA SEMENTARA AKHIRAT SELAMA – LAMANYA

MAKSUD HIDUP DA`WAH

TUJUAN HIDUP AKHIRAT

MENCARI RIDHA ALLAH S.W.T

MENCARI RIDHO RASULULLAH S.A.W

MENCARI RIDHO SUAMI

1 X 24 JAM AMALKAN SUNNAH

INI ADALAH PINTU MASUK KE SURGA

AMAL MAQOMI WANITA ( MASTURAH )

Salah satu maksud masturah dikeluarkan adalah untuk membentuk fikir agama, karena setiap hari wanita selalu disibukkan dengan urusan rumah tangga sehingga fikirnya hari-hari hanya urusan dunia. Oleh karena itu dengan keluar ke jalan agama diharapkan setelah pulang ke rumah dapat membawa fikir agama untuk bekal menghadap Allah swt, sehingga akan menjadikan wanita tersebut asbab hidayah dengan beberapa amalan yang perlu wujud dalam rumah :

1. Menjadi `Alimah : wanita yang berilmu dengan menjaga ta`lim secara istiqamah

? Ta`lim adalah perintah Allah awt dan salah satu sunnah Rasulullah saw

? Ta`lim adalah roh agama

? Ta`lim adalah salah satu pintu gerbang masuknya agama ke dalam rumah.

2. Zahidah : hidup sederhana

? Hidup sedehana adalah salah satu sunnah cara hidup Rasulullah saw.

? Dengan hidup sederhana hisab akan mudah dan ringan

? Sederhana pakaian, makanan, perumahan, perabotan, penampilan dll.

3. `Abidah : Ahli ibadah, menjaga shalat di awal waktu, dzikir pagi petang, semua pekerjaan rumah selalu diiringi dengan dzikir, istiqamah baca Al-Qur`an dan berusaha untuk selalu mengkhatamkannya, shalat-shalat sunat,puasa wajib dan puasa sunat serta gemar bersedeqah.

4. Murabbiyah : Sebagai guru yang mendidik anak – anak secara Islam sesuai dengan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw ;

? Karena anak adalah amanah dari Allah swt

? Tarbiyatul adab : jaga ada-adabnya

? Tarbiyatul jasad : badan, pakaian dan makanan

? Tarbiyatul wiladhah : setelah melahirkan

? Tarbiyatul Diin : Agama, kenalkan agama sejak anak-anak masih kecil, latih untuk selalu takut hanya kepada Allah swt, tanamkan pada anak Cinta Allah dan RasulNya, cinta saudara dll.

5. Khaddimah : Selalu berkhidmat untuk suami dan anak – anak dalam setiap menunaikan keperluan dan kebutuhan suami dan anak-anak serta setiap tamu yang datang ke rumah dengan ikhlas karena Allah swt.

6. Da`iyah : Mengajak manusia untuk selalu ta`at kepada Allah swt dan kepada Rasulullah saw dengan menanamkan iman yakin kepada kampung akhirat, dll.

AMAL MAQOMI LAKI – LAKI ( RIJAL )

1. Musyawarah harian dan markaz

2. Ta`lim masjid dan ta`lim rumah

3. 2 ½ jam setiap hari

4. Jaulah I dan jaulah II setiap minggu

5. Jaga nisab setiap bulan keluar 3 hari

PENTINGNYA MASTURAH KELUAR DI JALAN ALLAH

? Pemimpin keluarga adalah suami tetapi pemimpin rumah tangga adlaah istri

? Ibu adalah madrasahnya anak-anak

? Ibu adalah universitas terbesar bagi anak-anaknya, sikap dan cara berfikir ibu sangat besar pengaruhnya bagi anak dan penghuni rumahnya, keluarganya dan lingkungan tetangganya.

? Karena itu sangat penting bagi wanita untuk mempunyai pengetahuan dan fikir agama.

? Apabila di rumah, ibu selalu disibukkan dengan urusan rumah tangga seperti mengurus anak, membersihkan rumah, memasak dll sehingga sulit untuk belajar agama dengan benar.

? Apabila kita keluar di jalan Allah, maka kita akan berada dalam suasana yang berbeda, terlepas dari urusan dunia, sehingga kita dapat belajar agama dengan benar, dan Insyaallah fikir agama bisa masuk dalam hati kita.

? Dan apabila pulang ke rumah, kita tahu bahwa kita punya tanggung jawab untuk menanamkan fikir agama kepada anak-anak kita, pembantu-pembantu kita, keluarga kita, orang-orang di sekitar kita dan siapapun yang bertemu dengan kita.

? Di akhirat kelak kita akan di soal / ditanya tentang : shalat kita, puasa kita, zakat kita dan amal perbuatan lainnya.

? Sebagai muslim, baik laki-laki maupun wanita mempunyai tanggung jawab da`wah, maka wanita pun akan diminta pertanggungjawabannya mengenai da`wah.

? Dari rumah yang ibunya mempunyai fikir agama, maka akan lahir anak-anak yang shaleh dan shalehah.

? Dari kisah-kisah para nabi, dapat dilihat dari istri nabi yang tidak punya fikir agama seperti nabi Nuh as. Beliau berda`wah selama 950 tahun hanya mendapat pengikut 83 orang. Anaknya menjadi kafir, kaumnya dimusnahkan oleh Allah swt.

? Nabi Luth as., istrinya menentang da`wah, anaknya menjadi kafir, kaumnya juga dimusnahkan oleh Allah swt.

? Sebaliknya nabi Ibrahim as., istri-istrinya adalah wanita yang punya fikir agama, sehingga beliau mendapat banyak pengikut dan dari keturunannya lahir nabi Ishaq as., nabi Yusuf as., nabi Daud as., nabi Sulaiman as., nabi Isa as., dan dari Siti Hajar lahir nabi Ismail as., yang dari keturunannya lahir nabi Muhammad saw.

? Demikian pula istri-uistri Rasulullah saw mampunyai fikir agama, terutama Khadijah r.ha yang telah mengorbankan seluruh harta bendanya untuk penyebaran agama allah swt, dan beliaulah yang selalu menghibur, mendorong suaminya untuk si`arnya Islam, sehingga kurang lebih 23 tahun Nabi berda`wah, seluruh jazirah Arab masuk Islam.

o Setelah nabi wafat perjuangan da`wah dilanjutkan oleh para sahabatnya dengan pengertian dan dorongan para istrinya sehingga tidak beberapa lama 2/3 belaha zaman inipun kerja da`wn bumi menjadi Islam.

? Demikianlah semua ini berkat pengaruh dn fikir kaum wanita.

? Seorang wanita sholehah lebih baik dari 70 aulia, sedangkan wanita yang akhlaknya buruk lebih jahat dari 1000 laki-laki yang jahat dan dia akan menyeret 4 laki-laki keneraka jahannam yaitu :1. suaminya,

2. Bapaknya, 3. Saudara laki-lakinya, 4. Anak laki-lakinya.

? Di zaman ini kerja da`wahpun dimulai dari seorang wanita yang punya fikir agama yaitu nenek Maulan Ilyas rah.a. Beliau ingin mempunyai keturunan yang mempunyai fikir agama, maka dinikahkanlah putrinya dengan seorang ulama dan darinya lahirlah Maulana Ilyas rah.a.

? Jadi sangat perlu sekali wanita ikut ambil bagian dalam usaha da`wah ini.

? Agama akan sangat lambat sekali perkembangannya apabila para wanitanya tidak ikut usaha da`wah.

? Ibarat pedati yang mempunyai roda sebelah, maka jalannya pun akan lama atau seperti seekor burung yang sayapnya patah sebelah.

Jadi pentingnya wanita ikut usaha da`wah karena :

1. Da`wah Rasul pun langsung kepada istrinya

2. Agama Islam tersebar di zaman khulafurrasyidin, 2 orang khalifah masuk Islam dengan asbab wanita, yaitu : Umar r.a asbabnya adalah adiknya Fathimah binti Khattab r.ha dan Usman r.a asbabnya adalah bibinya Saudah r.ha.

3. Jumlah wanita lebih banyak daripada laki-laki, jumlah anak-anak lebih banyak dari wanita, dengan asbab ambil usaha da`wah maka rahmat Islam akan tersebar keseluruh alam.

4. Orang – orang kebathikan memanfaatkan wanita untuk promosi dunia.

5. Apabila wanita paham agama akan rela berkorban habis-habisan. Seperti Siti Khadijah r.ha dan Sumayyah r.ha.

6. Satu do`a seorang wanita shalehah lebih baik daripada do`a 70 wali. Tetapi satu wanita jahat lebih rusak daripada 1000 laki-laki jahat.

5 TERTIB UMUM MASTURAH DAN PERSIAPAN MASTURAH KELUAR DI JALAN ALLAH

1. Menggunakan garis taqwa ( memakai full hijab / purdah )

2. Tidak ada amir untuk masturah, amir hanya dari kaum laki-laki

3. Tanggung jawab masturah adalah tanggung jawab semua jumidar ( oleh karena itu jumidar harus tahu kerja masturah )

4. Kerja masturah harus terkontrol dan terkendali

5. Semua kerja masturah hanya boleh berjalan dengan hasil musyawarah laki-laki.

Persiapan Masturah Keluar Di Jalan Allah :

1. Tafakut

2. Masturah yang hamil 4 – 8 bulan boleh keluar masturah

3. Anak wanita full hijab, anak wanita dengan ibunya, anak laki-laki dengan bapaknya

4. Anak adalah amanah, tapi agama adalah amanah yang paling besar

5. Keluar tanpa membawa anak lebih mujahadah.

Route :

1. Lihat kondisi jama`ah, jika jama`ah baru harus keluar ditempat yang sudah 40 hari masturah

2. Amir sudah pernah 4 bulan, masturah sudah beberapa kali 3 hari

3. Bila jama`ah sudah berpengalaman, maka kirim ke daerah baru

4. Tempat baru harus ditinjau jangan hanya lewat telepon

5. Kalau ada takaza ke tempat baru harus ada orang lama

6. Harus ada pengecekan :

? Istrinya siap atau tidak, sudah ikut ta`lim atau belum, keinginan istri atau tidak.

? Rumah selama ditempati masturah betul-betul di infakkan

? Jalur rumah dua pintu ( depan dan belakang )

? Kondisi rumah ada ruangan khusus ta`lim, mulakot dan bayan

? Dapur terpisah agak jauh / terhijab oleh dinding sehingga ketika masak tidak terganggu

? Kamar mandi I dan II terpisah

? Tempat wudhu harus diluar, sebaiknya disediakan banyak seperti di masjid

? Tempat jemuran pakaian tidak terlihat oleh laki-laki

? Sandal disimpan supaya tidak terlihat oleh laki-laki.

ADAB – ADAB RUMAH YANG DITEMPATI MASTURAH

1. Tidak ada terpajang gambar-gambar makhluk hidup, seperti anjing dan patung-patung, karena malaikat rahmad tidak akan memasuki rumah yang ada unsur tersebut.

2. Full hijab, dari luar tidak bisa melihar ke dalam, dari dalam tidak bisa melihat keluar, termasuk pintu juga pakai hijab / tabir.

3. Pajangan ditutup atau disembunyikan

4. Ada tempat I dan II yang tertutup

5. Ada tempat bayan

6. Semua anggota keluarga yang laki-laki tidak boleh masuk ke dalam rumah selama rumahnya ditempati masturah

7. Tuan rumah sudah pernah keluar, minimal 3 hari ( supaya di rumah tersebut hidup suasana agama, sehingga layak ditempati masturah ).

8. Harus dibentuk hirosah ( security ) kalau jarah rumah dengan masjid agak jauh ( 1 orang anshar dan 1 orang muhajirin )

9. Ketika rombongan datang ke lokasi, maka 2 orang rijal memeriksa ke dalam rumah, kalau belum siap perlu dibetulkan dulu, masturah menunggu di dalam mobil.

10. Hidayah akan turun dengan hijrah dan nusrah, nusrah yang paling tinggi nilainya, menyediakan rumah untuk ditempati masturah.

11. Yang mengetuk pintu / bayan siap dimulai ialah petugas istiqbal dengan mengetuk 3 kali.

Dua hal yang tidak dapat ditawar :

1. Hijab, hijab rumah dan hijab masturah

2. Muhrim bagi masturah yang keluar.

16 ( ENAM BELAS ) USUL DA`WAH

4 Hal Yang Diperbanyak

1. Da`wah

2. Ta`lim Wata`lum

3. Dzikir Ibadah

4. Khidmat

4 Hal yang Dikurangi

1. Kurangi masa makan dan minum

2. Kurangi masa tidur dan istirahat

3. Kurangi keluar masuk tandas, berhias dan mengurus diri

4. Kurangi bicara sia-sia.

4 Hal Yang Ditinggalkan

1. Jangan mengharap kepada makhluk kecuali hanya kepada Allah swt

2. Jangan meminta kepada makhluk kecuali hanya kepada Allah

3. Jangan menggunakan barang orang lain tanpa izin

4. Jangan boros / mubazir

4 Hal Yang Tidak Boleh Disentuh

1. Masalah khilafiyah / perbedaan mazhab

2. Masalah politik

3. Kedudukan / pangkat / sumbangan

4. Aib masyarakat.

6 SIFAT SAHABAT

MUQADDIMAH

? Allah swt meletakkan kejayaan manusia dunia dan akhirat dalam agama yang sempurna seperti yang di bawa oleh Rasulullah saw.

? Umat pada saat ini belum ada kekuatan untuk mengamalkan agama secara sempurna

? Para sahabat r.hum telah dapat mengamalkan agama yang sempurna karena mempunyai sifat-sifat yang memberi kekuatan untuk mengamalkan agama secara kaffah. Enam sifat para sahabat itu adalah :

1. Yakin terhadap kalimah thayyibah, لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهَ مُحَمَّدٌرَّسُوْلُاللهِ

2. Shalat khusu` wal khudu`

3. Ilmu ma`a dzikir

4. Ikramul muslimin

5. Tashhihunniyah

6. Da`wah dan Tabligh

Setiap sifat dipelajari arti, maksud, fadhilah dan cara mendapatkannya.

1. Sifat Pertama : Kalimah Thayyibah, Yakin akan kalimah thayyibah :

 

لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهَ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ الله

 

Artinya :

1. Tidak ada yang berhak disembah selain Allah swt.

2. Baginda Muhammad saw adalah utusan Allah

Maksud no. 1 : “Mengeluarkan keyakinan pada makhluk dari hati kita dan memasukkan keyakinan hanya kepada Allah ke dalam hati kita.

Fadhilahnya :َ

Mafhum hadits :

? “Dari Abu Dzar r.a berkata, nabi Muhammad saw bersabda : Tidak ada seorang hambapun yang mengucapkan “Laailaahaillallaah “ kemudian ia mati atas keyakinan tersebut kecuali dia masuk Surga. ( H.R Bukhari )

? Dari Abu Bakar Siddiq r.a berkata, Nabi Muhammad saw bersabda : Barangsiapa bersaksi tidak ada Tuhan yang hak disembah selain Allah dengan sepenuh hatinya, maka dia akan masuk surga dari pintu mana saja yang dia kehendaki. ( H.R Abu Ya`la )

? Dari Ali r.a berkata, Nabi Muhammad saw bersabda, allah swt berfirman dalam hadits Qudsi, “ Sesungguhnya aku adalah Allah, tidak ada yang hak disembah selain aku. Barangsiapa yang mengajui keesaan-Ku, maka dia masuk dalam benteng-Ku. Barangsiapa yang masuk dalam benteng-Ku, maka dia selamat dari azab-Ku. (H.R Sairoji ).

Cara Mendapatkannya :

? Menda`wahkan fadhilah-fadhilah iman

? Latihan iman dengan membentuk halaqah-halaqah yang mebicarakan rukun iman

? Berdo`a agar diberi hakikat iman.

Maksud dari no. 2 :

Nabi Muhammad saw adalah utusan allah , maksudnya : Meyakini bahwa satu-satunya jalan untuk mendapatkan kejayaan dunia dan akhirat dengan mengikuti Rasulullah saw secara keseluruhan.

Fadhilahnya :

Mafhum Hadits :

? Dari Itban Ibnu Malik r.a dari nabi Muhammad saw bersabda : Tidak akan masuk neraka atau dimakan oleh api neraka orang yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan sesungguhnya saya ( محمّد) saw. Adalah utusan Allah. ( H.R. Muslim ).

? Dari Abu Hurairah r.a dari Nabi Muhammad saw. Barsabda : Barangsiapa berpegang teguh dengan seluruh sunnahku dikala rusaknya umatku, maka baginya pahala satu orang mati syahid. (H.R. Thabrani )

? Dari iIbnu Abbas r.a berkata, Rasulullah saw bersabda : Barangsiapa berpegang teguh pada sunnahku ketika rusaknya umatku maka baginya pahala 100 orang mati syahid. ( H.R. Baihaqi ).

? “Barangsiapa yang menghidupkan sunnah ku maka sungguh dia telah cinta pada ku, dan barangsiapa telah cinta pada ku maka dia bersama-sama ku di dalam surga (H.R. Tirmidzi ).

2. Sifat Kedua :صَلاَةُ الْخُشُوْعِوَالْخُضُوْعِ ( Shalat khusyu` dan Khudu` )

Artinya : Shalat dengan konsentrasi bathin dan merendahkan diri dengan mengikuti cara yang dicontohkan oleh rasulullah saw.

maksudnya : membawa sifat keta`atan yang ada dalam shalat kedalam kehidupan sehari-hari.

Fadhilahnya :

? sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar [ Al-Ankabut : 45 ]

? Carilan pertolongan Allah ddengan sabar dan shalat. Sesungguhnya shalat itu berat kecuali atas orang-orang yang khusu`. [Al-Baqarah : 45 ]

? Dari Anas r.a berkata, Rasulullah saw bersabda : Shalat adalah peyejuk mataku ( H.R Nasa`i )

? Jabir ibnu Abdullah r.a meriwayatkan bahwa nabi saw bersabda : Kunci surga adalah shalat dan kunci shalat adalah bersuci / wudhu. (Musnad Ahmad)

? Ali r.a meriwayatkan bahwa perkataan terakhir Rasulullah saw adalah ashshalah..ashshalah! Takutlah kepada Allah mengenai apa yang kamu miliki [ hamba sahaya mu] dan orang-orang yang dibawah penjagaanmu. [H.R. Abu Daud ]

Cara Mendapatkannya :

? Da`wahkan pentingnya Shalat

? Latihan : – Memperbaiki zhahir shalat

- Menghadirkan Keagungan shalat

- Belajar menyelesaikan shalat dengan shalat

? Berdo`a agar diberi hakikat shalat khusu` dan khudu`

3. Sifat Ketiga : Ilmu Ma`a Dzikir

Artinya :

Ilmu : Semua petunjuk yang datang dari Allah melalui baginda Rasulullah saw.

Dzikir : Mengingat Allah sebagaimana keagungan Allah swt.

Maksudnya : Mengamalkan perintah-perintah Allah swt pada setiap saat dan keadaan dengan menghadirkan keagungan Allah kedalam hati kita serta ikut cara Rasulullah saw.

Fadhilahnya Ilmu :

 

عَنْ مُعَـاوِيَةَ لاضي الله عنه يَقُوْلُ : سمعت النبي صلّى الله عليه وسلّم يقول : من يرد الله به خيرا يفقّه فى

 

الدّين وانّمـا انـا قـاسم والله يعطى .

? Mafhum Hadits : Dari Mu`awiyah r.a berkata, saya mendengar Nabi saw. Bersabda : Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan untuknya, maka dia akan dipahamkan dalam agama, saya hanya membagi dan Allah yang memberi ( H.R Bukhari )

 

عن ابى ذرّ رضي الله عنه قـال : قـال لى رسول الله ضلّى الله عليه وسلّم : يـا ابـا ذر ! لاأن تغد

 

فتعلّم ايّة من كتـاب الله خيرلك من ان يصلّى مـاءة رككعة ولاأن تغدو فتعلّم بابا من العلم عمل به

 

او لم تعمل خير من ان تصلّى الف ركعة .

? Mafhum Hadits :Dari Abu Dzar r.a, Rasulullah saw bersabda kepadaku : Ya Abu Dzar ! Sungguh kamu berangkat pagi-pagi untuk belajar satu ayat dari kitabullah, itu lebih baik bagimu daripada engkau shalat 100 rakaat. Dan engkau berangkat pagi hari untuk belajar satu bab dari ilmu baik diamalkan atau tidak, maka itu lebih baik bagimu daripada engkau shalat 1000 rakaat. ( Ibnu Majah )

Fadhilah Dzikir :

 

عن ابى موسى رضي الله عنه قـال النبى صلّى الله عليه وسلّم , مثل الّذى يذكر ربّــه والّذى

 

لايذكر ربّه مثل الحى والميّت .

 

? Mafhum Hadits : Dari Abu Musa r.a berkata, Nabi saw bersabda : perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dan orang yang tidak berdzikir kepada Tuhannya seperti orang yang hidup dan orang yang mati. ( H.R Bukhari )

 

قـال تعـالى : فـاذكرونى اذكركـم .

? Allah swt berfirman : Ingatlah kepada-Ku niscaya aku ingat kepadamu ( Al-Baqarah : 152 )

 

قـال تعـالى : الا بذكر الله تطمءنّ القلوب .

? Allah berfirman : Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang ( Ar-Ra`d 28 )

 

عن جـابر رصي الله عنه عن النبى صلّى الله عليه وسلّم قـال :من قـال سبحـان الله العظيم

 

وبحمده غرّست له نخلة فى الجنّـة .

? Mafhum Hadits : Dari Jabir r.a, Nabi saw bersabda : Barangsiapa yang membaca subhanallahil`azhiin wabihamdihi ( maha suci Allah yang tiada setara keagungannya dan segala puji bagi-Nya ), maka akan tertanam baginya sebatang pohon kurma dalam surga ( H.R Tirmidzi ).

Cara mendapatkannya :

Ilmu Fadha`il :

1. Menda`wahkan pentingnya ilmu fadha`il.

2. Latihan : – duduk dalam halaqah ilmu fadhail

- mengajak orang lain kedalam halaqah ta`lim

- menghadirkan fadhilah dalam setiap amal

3. Berdo`a supaya diberi hakikat ilmu

Ilmu Masa`il :

1. Menda`wahkan pentingnya ilmu masa`il

2. Latihan : – Duduk dalam majlis masa`il dengan para ulama

- bertanya masalah agama (baik ubudiyah / mu`amalah )

- berziarah kepada para ulama.

3. Berdo`a.

Dzikir, cara mendapatkannya :

1. Da`wahkan pentingnya dzikir

2. Latihan : baca tasbihat, shalawat, istighfar setiap pagi dan petang masing-masing 100 kali.

3. Berdo`a supaya diberi hakikat dan kelezatan berdzikir.

4. Sifat Keempat, Ikramul muslimin ( اكرم المسلميـــن )

Artinya : Memuliakan sesama muslim.

Maksudnya ; Menunaikan hak sesama muslim tanpa menuntut hak dari mereka.

Fadhilahnya :

 

عن ابى هريرة ؤصي الله عنه قـال : قـال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم : من نفس عن مسلم كربة

 

من كرب الدّنيـانفس الله كربة من كرب الاخرة ومن ستر على مسلم ستره الله فى الدّني والاخرة والله

 

فى عون العبد مـاكـان العبد في عون اخيه .

? Mafhum hadits :Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda : Barangsiapa menghilangkan satu kesulitan dari seorang muslim daripada kesulitan-kesulitan dunia, maka Allah akan menghilangkan darinya satu kesulitan dari kesulitan akhirat.( H.R. Tirmizi ).

? Barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya dunia dan akhirat.

? Allah swt akan selalu menolong seorang hamba selagi dia selalu menolong saudaranya. ( H.R. Tirmidzi ).

? Mafhum Hadita ; Dari Abu Sa`id r.a , Nabi saw bersabda ; seorang pedagang yang jujur dan amanah akan berada bersama dengan nabi-nabi,shidiqin dan syuhada` ( Tirmidzi )

cara Mendapatkannya :

1. Menda`wahkan pentingnya ikramul muslimin

2. Latihan :

? Minimalnya memberi salam baik kepada orang yang dikenal atau yang tidak dikenal.

? Menyayangi yang muda, menghormati yang tua dan memuliakan ulama serta saling menghargai terhadap sesama.

? Berbaur dengan orang yang berbeda-beda watak dan prilaku.

3. Nerdo`a agar diberi hakikat akhlaknya Rasulullah saw.

4. Sifat Kelima, Tashhihunniyah ( تَصْحِيْحُ النِّيَةُ )

Artinya : Membetulkan Niat

Maksudnya : Membersihkan niat dalam setiap amalan, semata-mata karena Allah swt.

Fadhilahnya :

 

عن ابى امـامة الباهلى رضي الله عنه قـال : قـال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم : انّ الله يقبل من العمل

 

الاّ مـاكـان له خـالصـا وابتغى به وجحه .

? Mafhum hadits ; Dari Abu Umamah Albahili r.a berkata, Rasulullah saw bersabda : sesungguhnya Allah swt tidak menerima amalan kecuali amalan yang ikhlash dan menbari ridha allah swt ( H.R. An-nasa`I )

عن ابى هريرة رضي الله عنه قـال, قـال رسول الله ص.م انّ الله لاينظر فى صوركم ولكن ينظر الى

قلوبكم واعمـالكم .

? Dari abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah saw bersabda, sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk dan rupamu, tapi Allah melihat hatimu dan amalanmu. ( H.R Muslim )

عن سعيد رضي الله عنه : عن النّبى ص.م قـال : انّمـا بنصور هذه الاُمّة بضعيفهـا بدعواتهم

وصلاتـهم واخلاصهم .

? Mafhum Hadits : Dari Sa`ad r.a berkata, Nabi saw bersabda, Hanyalah pertolongan Allah swt kepada umat ini dengan orang-orang yang lemah diantara mereka, yaitu dengan do`a, shalat dan keikhlasan mereka. ( Nasa`i.)

Cara Mendapatkannya :

1. Da`wahka pentingnya ikhlas

2. Latihan, dengan mengoreksi niat diawal beramal, ketika sedang beramal dan sesudah kira melakukan suatu amalan.

3. Berdo`a agar diberi hati yang selalu ikhlas dalam setiap beramal.

6. Sifat Keenam, Da`wah Wa Tabligh

Artinya : Mengajak dan Menyampaikan

Maksudnya :

? Memperbaiki diri dengan menggunakan waktu dan harta seperti yang telah diperintahkan Allah swt

? Menghidupkan agama secara sempurna pada diri sendiri dan semua manusia diseluruh alam dengan menggunakan harta dan diri.

Fadhilahnya :

? Allah swt berfirman, : Tiada perkataan yang lebih baik daripada perkataan orang yang mengajak ta`at kepada Allah swt dan beramal shaleh dan dia berkata, sesungguhnya saya termasuk golongan yang berserah diri. ( AF-Fushilat : 33 ).

عن ابى مسعود البدرى الانصـارى قـال : قـال رسول الله ص .م , من دلّ على خير فله مثل اجرفاعله .

? Mafhum Hadits : Dari Abu Mas`ud Al-Badri Al-Anshori berkata, Rasulullah saw bersabda : Barangsiapa menunjukkan kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya. ( H.R Abu Daud ).

عن انس بن مـالك رضي الله عنه عن النبى ص . م : لغدوة فى سبيل الله او رحة خير من الدّني

 

ومـا فيـــها .

? Dari Anas r.a berkata, rasululllah saw bersabda ; sungguh sepagi dan sepetang keluar di jalan Allah itu lebih baik daripada dunia dan seisinya. ( H.R Bukhari )

 

عن بن عبّـاس رضي الله عنهمـا عن النبى ص . م : اذااستنفر تم فـانفرو .

 

? Dari Ibnu Abbas R.huma meriwayatkan, Nabi saw bersabda, apabila kamu diseru untuk keluar dijal;an Allah, maka kamu harus pergi. ( H.R Ibnu Majah )

Cara Mendapatkannya :

1. Da`wahkan pentingnya da`wah dan tabligh

2. Latihan, minimal 1 tahun seumur hidup, 40 hari sekali setahun, 3 hari setiap bulan dan 21/2 jam setiap hari.

3. Berdo`a agar diberi hakikat da`wah dan tabligh.

KESATUAN HATI

Kesatuan hati sangat dipelukan dalam jama`ah, karena nusrah / pertolongan Allah swt akan turun apabila dalam jama`ah ada kesatuan hati. Sebaliknya Allah swt tidak akan memberi pertolongan dalam satu jama`ah bila tidak ada kesatuan hati, dan ini akan berpengaruh pada orang-orang di sekitar kita.

 

Bila dalam jama`ah ada kesatuan hati, maka orang-orang pun akan memperhatikan dan mendengarkan kita. Kesatua hati akan wujud dengan kasih sayang.

 

 

Cara Untuk Menimbulkan Kasih Sayang Diantara Kita ;

 

1. Rendah hati

2. Mema`afkan kesalahan orang lain

3. Selalu berprasangka baik terhadap sesama muslim. Pandang kebaikannya dan jangan pandang keburukannya.

4. Bila saudara kita berbuat kesalahan jangan ditegur di depan umum.

 

 

Umar r.a berkata, ada 3 perkara yang dapat menimbulkan kasih sayang sesama muslim:

1. Panggil nama saudara kita dengan nama yang disukainya.

2. Sebarkan salam baik pada orang yang dikenal maupun yang tidak dikenal, kecuali orang kafir / musyrik.

3. Berikan tempat yang baik untuk saudara kita, apabila duduk dalam suatu majlis.

 

 

3 Perkara yang diringankan hisabnya :

1. Orang yang mudah mema`afkan kesalahan orang lain yang berbuat jahat pada kita.

2. Orang yang mudah mema`afkan orang yang tidak ikram pada kita.

3. Orang yang memaafhan orang yang memutuskan silaturrahmi dengan kita.

 

Beberapa Hal Untuk Mencapai Kesatuan Hati :

1. Niat keluar untuk memperbaiki diri dan da`wah.

2. Niat dari rumah kita hendak satukan hati dengan saudara-saudara kita yang sebelumnya belum kita kenal.

3. Saat bertemu berpelukan sambil berdo`a, bersalaman sambil berdo`a dengan saudara kita dan sebarkan salam.

4. Ta`lim wa ta`lum, belajar dan mengajar dengan lapang dada dan lemah lembut.

5. Semangat mujahadah (sungguh-sungguh ingin berkorban )

6. Makan berjama`ah, tidur berjama`ah

7. Saling mema`afkan, saling bantu dalam segala hal dan bekerja sama bila ada tugas dari amir.

8. Selalu bermusyawarah bila ada sesuatu hal yang terjadi dalam jama`ah

9. Selalu berprasangka baik terhadap saudara muslim, pandang kebaikannya dan jangan pandang keburukannya.

10. Perbanyak ikrom / khidmat pada saudara kita. Orang yang paling banyak khidmat pada jama`ah dialah yang paling mulia.

11. Perbanyak dzikir.

12. Saling mengingatkan, nasehar menasehati dan selalu koreksi diri.

13. Sabar menghadapi sifat saudara kita dan saling pengertian

14. Saling membangunkan shalat tahajjud.

15. Jangan ada yang merasa lebih pandai atau lebih baik daripada yang lain.

16. Jaga kata-kata kita jangan sampai menyinggung perasaan saudara kita

17. Bila ada jamaah yang tidak tertib jangan langsung ditegur, tapi sampaikan saja lewat usul-usul da`wah.

18. Do`a agar Allah melindungi kita dari gangguan syetan yang akan memecah belah hati kita.

19. Satu fikir ( fikir umat dan agama Allah )

20. Amal ijtima`I, atau bersama lebih diutamakan daripada amal infirodi /sendiri-sendiri.

 

FADHILAH TA`LIM DAN ADAB-ADABNYA

 

Ta`lim wata`lum artinya belajar dan mengajar.

 

Maksud dan tujuannya :

 

1. Untuk memasukkan nur kalamullah dab nur sabda Rasulullah saw kedalam hati kita

2. Untuk menghidupkan sunnah Rasulullah saw

3. Untuk mencari Ridha allah swt

4. Untuk mengerti nilai-nilai amal

5. Menghubungkan antara ilmu dan amal

6. Yntuk mengingat kembali perintah allah swt dan larangan-Nya

7. Untuk menggairahkan kita dalam beramal

8. Mendapatkan berkah majlis

9. Merupakan taman-taman surga di dunia.

 

 

Fadhilahnya :

 

Barangsiapa yang duduk dalam majlis ta`;im, maka Allah swt yang berikan :

1. Diberikan sakinah / ketenangan jiwa

2. Dicucuri rahmat

3. Dikerumuni para malaikat mulai dari permukaan bumi hingga kelangit Allah swt

4. Malaikat yang hadir akan memintakan ampun kepada Allah swt untuk orang yang hadir di majlis ta`lim.

5. Orang yang mamudahkan langkahnya ke majlis ilmu, maka Allah akan mudahkan langkahnya ke surga.

6. Semua benda-benda yang hidup dan yang mati yang dilewati orang menuju majlis ilmu akan memintakan ampun untuknya kepada Allah swt.

7. Orang yang duduk di majlis ta`lim serta orang tuanya akan dibangga-banggakan Allah swt dihadapan majlis para malaikat

? Membaca 1 ayat Al-Qur`an di dalam ta`lim maka lebih baik daripada 100 rakaat shalat sunnat.

? Membaca / mempelajari satu bab ilmu lebih baik daripada 1000 rakaat shalat sunat.

? Diam sebentar didalam ta`lim sama dengan menghantar 1000 jenazah dan menjenguk 1000 orang sakit.

 

 

Adab – Adab Ta`lim :

Adab Lahir :

? Diawali dengan shalawat 3 X

? Duduk dalam keadaan berwudhu

? Duduk menghadap kiblat

? Duduk rapat-rapat

? Duduk tahyat awal / iftarasy

? Tidak ada yang berbicara

? Tidak ada yang bertanya

? Tidak sambil tasbih / wiridan

? Tidak ada yang berdiri sebelum majlis selesai

? Bila disebut nama Allah dijawab azza wa jalla / swt / tabaraka wata`aala

? Bila disebut nama nabi muhammad saw dijawab dengan saw / allahumma shalli `ala Muhammad atau sejenis shalawat yang panjang dari itu

? Vila disebut nama nabi-nabi yang lain dan para malaikat duijawab dengan `alaihissalam

? Bila disebut nama sahabat dijawab dengan radhiallahu `anhum

? Bila disebut nama sahabiyah dijawab dengan radhiallahu `anha

? Bila disebut nama orang-orang shaleh dijawab dengan rahmatullahi`alaihi

? Bila disebut nama orang-orang yang telah dilaknat oleh Allah dijawab dengan laknatullahi `alaih.

 

 

Adab Bathin :

? Takzhim wal iktiram, mengagungkan dan memuliakan

? Tasdiq wal yakin, membenarkan dan meyakini

? Ta`atsur bil qalbi, berkesan didalam hati

? Niatul `amal wa tabligh, niat mengamalkan dan menyampaikan

 

 

Ta`lim terbagi atas :

1. Halaqah Qur`an

2. Ta`lim kitabi

3. Enam sifat sahabat.

 

 

 

FADHILAH KHURUJ FISABILILLAH

 

? Apabila seseorang akan keluar di jalan Allah swt, maka ketika ia memakai sepatunya dosa-dosanya diampunkan Allah swt.

? Satu langkah ketika kita sedang keluar di jalan Allah swt, maka diampunkan 700 dosa-dosa, ditinggikan 700 derjad dan mendapat 700 pahala.

? Satu kata da`wah yang kita ucapkan ketika sedang keluar di jalan Allah sama dengan ibadah 1 tahun.

? Begitu orang tersebut keluar dijalan Allah swt sama dengan do`a bani isra`il

? Shalat di masjid Nabawi nilainya 50.000 kali, shalat di masjidil Haram nilainya 100.000 kali, bila kita sedang keluar dijalan Allah swt, setiap ibadah nilainya 40 juta kali ( keluar masturah )

? Sepagi atau sepetang di jalan Allah swt, lebih berharga dari dunia dan segala isinya.

? Debu-debu yang menempel pada tubuh atau pakaiann orang yang keluar di jalan allah swt akan menghalangi dari asap api neraka

? Masalah dunia dan akhirat akan terselesaikan dengan keluar di jalan Allah swt

? Pahala orang yang membelanjakan semua hartanya dijalan Allah swt tidak dapat menyamai pahala tidurnya orang yang sedang keluar di jalan Allah swt.

 

 

 

FADHILAH SHALAT

 

Shalat adalah :

1. Perintah pertama yang diwajibkan Allah swt dan dihisab pertama dihari kiamat.

2. Pembatas / pembeda antara seseorang dengan musyrik.

3. Tanda-tanda keislaman ( seorang mukmin akan shalat dengan sepenuh hati dikerjakan tepat pada waktunya serta senantiasa memperhatikan rukun dan sunnahnya ).

4. Tiang agama dan sebagai anak kunci surga

5. Nur bagi hati orang mukmin

6. Jihad yang afdhal dan qurban bagi orang-orang yang bertaqwa

 

 

Fadhilah :

? Shalat dapat membuat mulut syetan jadi hitam

? Shalat yang ditunaikan pada waktunya adalah amalan yang dicintai dan disukai Allah swt dan paling afdhal.

? Iman dan shalat adalah kewajiban yang paling afdhal diantara semua perintah Allah swt.

? Allah swt tidak akan menghukum seseorang yang benar-benar memperhatikan shalat.

? Allah swt mengharamkan api neraka pada orang yang telah bersujud pada-Nya dan sangat suka pada orang yang sujud dengan perasaan penuh hina dan Allah swt paling dekat pada seseorang ketika sedang bersujud pada-Nya.

? Rahmat Allah swt bercucuran ke atas orang yang berdiri dalam shalat.

? Kedudukan shalat dalam agama seperti kedudukan kepala dengan badan.

? Seseorang yang shalat ibarat sedang mengetuk pintu rumah Allah swt dan akan dibuka.

? Seseorang yang berwaudhu dengan sempurna dan shalat dengan khusu` wal khudu`, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya.

? Seseorang yang mulai berdiri shalat selama dia tidak melakukan hal-hal yang makruh, maka Allah swt akan membuka pintu surga dan menyingkapkan tabir antara dia dengan Allah swt

? Seseorang yang shalat 2 rakaat lalu berdo`a minta sesuatu maka akan dikabulkan.

? Jika menunaikan shalat fardhu maka satu dari do`anya akan Allah kabulkan.

? Jika suatu misibah turun dari langit maka orang yang selau memakmurkan masjid akan selamt.

? Jika seorang muslim dilemparkan ke neraka karena dosa-dosanya, maka api tidak akan membakar tubuhnya yang telah bersujud dalam shalatnya.

? Jika seorang muslim menjaga shalat 5 waktu terus menerus maka syetan akan selalu takut kepadanya, tapi bila shalat tidak dijaga dan acuh tak acuh maka syetan akan menguasainya dan menyesatkannya.

? Bagi seseorang yang menunaikan shalat 5 waktu dengan penuh perhatian,ruku`, sujud, wudju dan sebagainya dan benar-benar dilakukan sempurna, maka surga diwajibkan untuknya dan neraka diharamkan baginya.

? Tanah yang diatasnya didirikan shalat untuk mengingat Allah swt, maka dia akan bangga dari tanah lainnya.

? 4 rakaat sebelum shalat zhuhur dihitung sama dengan 4 rakaat shalat tahajud.

? Firman Allah swt, “ Hai anak adam, jangan malas untuk melakukan shalat 4 rakaat pada permulaan pagi, karena Aku akan mencurahkan rezekimu pada hari itu.

? Barangsiapa daoat menjaga takbiratul ihram ( takbir pertama ) dalm shalat berjamaah selama 40 hari tanpa tertinggal takbir pertama satupun dengan imam, maka akan terhindar dari api neraka dan sifat munafik. ( H.R Tirmidzi ).

 

 

 

 

FADHILAH TAHAJUD

 

? 2 rakaat shalat tahajud lebih baik daripada dunia dan seisinya.

? Dibukakan hatinya

? Dimurahkan rizkinya

? Lidahnya fasih / hikmah ( pembicaraannya mudah dipahami orang lain )

? Pangkatnya waliyullah

? Dimudahkan ketika sakaratul maut

? Suami istri yang saling membangunkan shalat tahajud digolongkan kepada mudzakirin

? Allah swt akan memelihara dari segala bahaya

? Dinampakkan tanda-tanda taat pada wajahnya

? Dijadikan fikir yang bijaksana

? Dibangkitkan dari kubur dengan wajah yang bercahaya dan kuburnya akan terang.

? Dipermudah hisabnya di akhirat.

? Diberi buku catatan amal dari tangan kanan

? Tidak ada hijab antara Allah swt dengan kita, sehingga do`a-do`anya makbul

? Orang-orang yang selalu mengingat Allah swt diakhirat kelak akan diberi kuda emas untuk berjalan-jalan ke pasar surga.

 

 

Membaca Surat Yaasin / 3 Qul sebelum do`a tahajud, Fadhilahnya :

 

1. Hati kita akan disatukan dengan hati tahajud

2. Hati kita akan disatukan denga hati Al-Qur`an

3. Hati kita akan disatukan dengan hati Yaasin.

 

 

Cara mudah untuk bangun tahajud :

 

1. Tidur dengan melakukan adab-adab tidur

2. Jangan terlalu capek bekerja

3. Jangan tetlalu banyak makan

4. Jangan banyak bermaksiat

5. Siang ada waktu untuk istirahat

6. Niat untuk shalat tahajud

7. Baca surat Al-Kahfi 5 / 10 ayat terakhir

8. Diulang-ulang fadhilahnya

 

Aisyah r.ha berkata, sebelum Rasulullah saw shalat atau bangun dari tidur untuk shalat malam baginda membaca sbb :

? 10 kali Allahu Akbar

? 10 X Subhanallahi wabihamdihi

? 10 X Alhamdulillah

? 10 X Subhana malikul Quddus

? 10 X Astaghfirullah

? 10 X Laailaahaillallaah

? 10 X Allahumma inni a`udzubika mindliqiddunya wa dlikilyaumilkiyaamah, artinya : Ya Allah aku berlindung dari kesempitan dunia dan kesempitan akhirat.

 

 

Membaca :

? 10 ayat dalam tahajud dianggap taat

? 1000 ayat dalam yahajud dianggap shaleh

? 1000 ayat dalam tahajud dianggap istiqamah

Shalat tahajud 1 rakaat adalah lebih baik dari shalat 100.000 rakaat shalat .

Shalat tahajud 4 rakaat sama dengan mengerjakan shalat 4 rakaat di malam lailatul qadar.

 

 

 

FADHILAH DZIKIR

 

1. Orang yang lidahnya senantiasa sibuk dengan dzikrullah akan memasuki surga sambil tersenyum

2. Dzikrullah adalah amalan yang dapat meninggikan derjad ke peringkat paliong tinggi dan lebih mulia disisi Allah swt daripada menafkahkan emas dan perak dijalan Allah swt dan lebih utama daripada menghadapi musuh di tengah-tengah medan jihad.

3. Dzikrullah lebih utama 700.000 X daripada membelanjakan sesuatu pada jalan Allah swt.

4. Barangsiapa berdzikir sebanyak-banyaknya maka akan selamat dari kemunafikan dan akan mengecap nikmat-nikmat surga dengan sepuas-puasnya.

5. Jamaah yang duduk sambil berdzikir akan diberikan sakinah, dicucuri rahmat, dikelilingi oleh malaikat dan mereka disebut-sebut oleh Allah swt dihadapan majlis para malaikat.

6. Orang yang berkumpul untuk berdzikrullah agar mendapatkan ridha Allah swt, maka malaikat akan berseru dari langit bahwa dosa – dosa mu telah diampunkan dan kejahatan-kejahatanmu telah digantikan dengan kebaikan.

7. Orang yang datang berkumpul di suatu tempat lalu mencintai allah swt dengan berdzikrullah, akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan muka cemerlang menyilaukan mata dan mereka berada di mimbar-mimbar mutiara sementara orang ramai memcemburui dan beriri hati, sedangkan mereka bukan nabi atu syahid

8. Jika seseorang tidak berani untuk beramal di malam hari, tidak dapat membelanjakan hartanya di jalan Allah swt dan tidak dapat berjuang di jalan Allah karena takut, maka hendaklah berdzikir sebanyak-banyaknya

9. Barangsiapa yang mengingat Allah swt sebanyak-banyaknya di tengah-tengah jalan, di rumah dan ketika berada di keramaian atau diperkampungan, maka ia akan mempunyai pembela-pembela yang ramai sekali dihari hisab.

10. Dzikir di dalam hati yang tidak terdengar oleh malaikat sekalipun adalah 70 X lebih utama dari pada dzikir jihri ( terdengar jelas ).

11. Barangsiapa ingat kepada Allah swt dalam kesenangan, maka Allah swt akan ingat kepadanya ketika dia dalam kesusahan / kesempitan.

12. Barangsiapa mengerjakan shalat dan duduk di tempat itu tanpa berbicara apa-apa lalu membaca :

لا اله الاّ الله ةحده لا شريك له له الملك وله الحمد يجيى ويميت وهو على كلّ شيء قدير .

Maka akan dituliskan baginya 100 kebaikan, dima`afkan 100 kejahatan, dinaikkan baginya 100 derjad dalam surga dan dia dipelihara disepanjang hari itu dari godaan syetan dan dari perbuatan-perbuatan yang tidak baik dan diberi pahala seperti memerdekakan 10 hamba sahaya.

13. Barangsiapa setelah shalat subuh dan ashar membaca istighfar 3 X , maka dosa- dosanya akan diampuni.

14. Barangsiapa mengucapkan :

Sebanyak 7 X maka akan dibuatkan satu menara untuknya di dalam surga.

15. Malaikat akan memohonkan ampunan bagi orang yang selalu berdzikir.

16. Tiada seseorang yang mengerjakan suatu amalan yang lebih selamt dari siksa kubur baginya daripada dzikrullah.

17. Dengan dzikrullah lidah akan terpelihara dari mengumpat, mencela dan berdusta serta dari berbicara sia-sia

18. Kelebihan :

? 100 X baca Alhamdulillah, pahalanya seperti bersedekah 100 kuda untuk fisabilillah.

? 100 X baca Subhanallah, pahalanya seperti memerdekakan budak bani isra`il

? 100 X baca Allahuakbar, pahalanya seperti mengorbankan 100 unta yang makbul / diterima

? 100 X Laailaahaillallaah, pahalanya seperti antara bumi dan langit penuh tanda kasih sayang pada Allah swt

19. 100 X bertsbih pada pagi dan petang hari adalah tanda sayang / cinta pada Allah swt

20. 100 X bershalawat pada pagi dan petang hari adalah tanda sayang / cinta pada Rasulullah saw dan banyak bershalawat akan mendapatkan lidah hikmah serta tidak akan haus dab lapar di hari kiamat.

21. 100 X beristighfar pada pagi dan petang hari sebagai tanda kasing sayang pada diri kita dan merasa banyak dosa.

22. Majlis dzikrullah adalah sumber kekuatan agama yang akan bersinar, kekusutan dan keraguan hatinya akan lenyap sehingga hatinya akan kuat.

23. Dzikir yang termulia adalah Laailaahaillallaah dan do`a yang terbaik adalah Alhamdulillah.

24. Orang yang mengucapkan kalimah Laailaahaillallaah dengan hati yang ikhlash adalah orang yang akan mencapai kebahagiaan dan keuntungan akhirat.

25. Sebaik-baiknya dzikir ialah dzikir khafi dan sebaik-baik rizki ialah yang mencukupi ( tidak kurang sampai membukakan pintu kepapaan dan tidak lebih yang akan bisa mendatangkan takabur dan melemparnya dalam kejahatan).

26. Barangsiapa membaca laailaahaillallaah pada waktu malam dan siang hari niscaya segala dosa dari perbuatannya akan terhapus dan digantikan dengan kebaikan.

27. Bacalah 10 X

Setelah shalat karena merupakan suat amalan yang akarnya tertancap jauh kedalam bumi dan cabang-cabangnya menjulang ke langit.

28. Taklah kepada Allah swt jika kamu terlanjur melakukan suatu keburukan, hendaklah mengerjakan kebaikan sebagai kifarahnya agar keburukan itu dapat dihapuskan. Bacaan laailaahaillallaah adalah suatu kebaikan yang afdhal.

29. Jika 7 lapis langit dan 7 lapis bumi ditimbang dengan kalimat laailaahaillallaah, maka timbangan kalimat itu akan lebih berat.

30. Yang akan mencapai kebahagiaan dan leuntungan melalui syafaatku ialah orang yang mengucapkan kalimah laailaahaillallaah.

31. Barangsiapa yang mengucapkan kalimah laailaahaillallaah dengan ikhlas maka akan dimasukkan ke alam surga ( ikhlas yang menvegah dari melakukan perbuatan-perbuatan yang haram dan yakin pada kalimai itu.

32. Barangsiapa yang mengucapkan kalimat laailaahaillallaah tanpa campur aduk, maka wajiblah surga baginya ( campur aduk = mencintai dunia dan berusaha dengan sungguh hati untuk mendapatkannya / orang yang berbicara seperti orang `alim tapi berbuat seperti orang dzalim dan sombong ).

33. Tiada seorang hamba yang mengucapkan laailaahaillallaah melainkan dibukakan baginya pintu-pintu langit sehingga kalimat itu terus menuju arasy, kecuali orang yang terlibat dalam dosa besar.

34. Kalimat laailaahaillallaah mempunyai tempat disamping arasy yang tak terhingga luasnya dan Allahuakbar adalah cahaya yang mengisi seluruh bumi dan langit.

35. Kalimah laailaahaillallaah anak kunci surga.

36. Ahli laailaahaillallaah tidak akan berduka cita di dalm kubur dan padang mahsyar.

37. ada sebuah tiang nur dihadapan arasy Illahi, manakala seorang hamba mengucapkan laailaahaillallaah maka tiang itu bergoyang-goyang, kamudian Allah swt menyuruh tiang itu berhenti tapi tiang itu berkata, bagaimana aku akan berhenti sedangkan yang mengucapkan kalimat itu belum lagi diampunkan, maka Allah swt berfirman : “sesungguhnya Aku telah mengampuninya.”, lalu tiang itupun berhenti.

38. Barangsiapa mengucapkan laailaahaillallaah 100 kali, maka dia akan dibangkitkan oleh Allah swt didalam keadaan yang mukanya bercahaya seperti bulan purnama.

 

 

Adab Dzikir :

? Dalam keadaan berwudhu

? Menghadap kiblat

? Tidak boleh sambil bercakap

? Sebutlah dengan betul dan ketahui maknanya

? Tundukkan pandangan.

 

Manfaat Dzikir :

? Membuat hati tenang

? Memperbaiki hati, ihsan dan diri

? Allah swt akan dekat dengan kita.

 

Kerugian tidak Berdzikir :

? Hati gelisah

? Maksiat merajalela.

 

FADHILAH SHALAT-SHALAT SUNNAT

 

1. Shalat sunnat Rawatib, fadhilahnya untuk menambah kekurangan dalam shalat fardhu.

2. Shalat sunat Isyraq, 2 – 4 rakaat, 100 menit ba`da subuh. Fadhilahnya : mendapat pahala haji dan umrah yang mabrur dan mendapatkan keberkahan rezki.

3. Shalat sunat dhuha, Fadhilahnya merupakan sedeqah pada setiap persendian tulang tubuh kita dimana hak bagi setiap sendi untuk diberi sedeqah dan melapangkan rezeki.

4. Shalat sunat Tasbih, fadhilahnya menghapuskan dosa besar dan kecil yang terang-terangan dan yang tersembunyi, yang jelas dan yang samar, yang dulu dan yang akan datang. Dikerjakan sekurang-kurangnya sekali seumur hidup, sebaiknya setiap hari atau setiap jum`at.

5. Shalat sunat Awwabin, fadhilahnya :dilakukan dengan 6 rakaat setelah shalat sunat rawatib ba`da maghrib, jika dilakukan tanpa berbicara terlebih dahulu maka mendapat pahala diampunkan dosanya 50 – 60 tahun dan seperti beribadah 12 tahun.

 

Niatnya :

? 2 rakaat I mohon untuk kekuatan iman dengan membaca surat Al-Ikhlash 6 X, Al-Falaq 1 X dan An-Nas 1 X.

? 2 rakaat ke II niat shalat awwabin dengan bacaab surat bebas.

? 2 rakaat ke III niat shalat awwabin ma`al istiharah dengan membaca surat Al-Kafirun pada rakaat I dan surat Al-Ikhlash pada rakaat ke II setelah Al-Fatihah.

 

 

6. Shalat sunat Tahajud, fadhilahnya bila dilakukan secara istiqamah :

? Akan diberi hikmah

? Do`anya makbul

? Kubur akan terang

 

 

7. Shalat sunat Wudhu, fadhilahnya :

? 1 tahun dosa yang lalu diampunkan

? 1 tahun yang akan datang diampunkan.

KERJA – KERJA DA`WAH

1. Khidmat

Khidmat dlam Islam mempunyai kedudukan penting. Nabi saw sendiri melakukan khidmat baik di dalam rumah tangga beliau maupun ketika keluar di jalan Allah swt.

 

Apabila kita khidmat di rumah, misalnya :

? Mencuci pakaian, maka setiap satu helai benang menghapuskan 1000 keburukan dan memberikan 1000 kebaikan.

? Bila keluar di jalan Allah swt, semua amal dilipat gandakan pahalanya, demikian juga pahala khidmat.

? Allah swt menghargai orang yang mengorbankan tubuhnya untuk khidmat.

? Barangsiapa yang khidmat Allah swt akan berikan kepadanya berkah di dalam kehidupan, harta, tubuhnya dan segalanya. Barangsiapa yang khidmat mendapat pahala dari setiap orang yang mengerjakan ijtimai amal.

? Jika tubuh kita letih, jiwa akan bangun dan kerendhan hati akan masuk ke dalam hati kita.

? Barangsiapa yang memberikan da`wah tetapi tidak khidmat, maka ia akan takabur.

? Dengan ibadah kita mendapat surga, dengan khidmat kita akan mendapatkan Allah swt.

 

 

Adab-adab Khidmat :

? Ketika keluar di jalan Allah swt tugas khidmat oleh ibu-ibu sedangkan yang berbelanja bapak-bapak.

? Bila ad kekurangan / keperluan, ibu-ibu bermusyawarah dengan bapak-bapak melalui petufas khitmat.

? Tidak dibenarkan ibu-ibu berbelanja sendiri tanpa bermusyawarah dengan bapak-bapak

? Uang khidmat dirahasiakan / ibu-ibu tidak perlu tahu.

? Bila sedang keluar di jalan Allah swt semua uang diserahkan kepada suami, bila ibu-ibu ada keperluan lapor kepada suaminya.

 

 

2. Tasykil

Tasykil artinya memberikan pekerjaan / tanggung jawab pada seseorang untuk keluar di jalan Allah swt. Tasykil ibarat menanam benih pada tanah yang digarap.

 

 

Petugas tasykil sebaiknya :

? Sudah mengetahui terlebih dahulu orang-orang yang akan ditasykil

? Tanyakan dahulu suaminya sudah ikut kerja da`wah atau belum

? Kalau sudah ikut, sudah berapa lama

? Sudahkan keluar 3 hari atau belum

? Sudahkah keluar 40 hari

? Dan wanita itu sudah keluar atau belum , sudah berapa kali, kalau suami istri belum pernah keluar janganlah didesak untuk keluar, tapi tasykil untuk iktu ta`lim bulanan atau mingguan, kemudian tasykil untuk menghidupkan ta`lim di rumah, dan tasykil untuk menjaga shalat 5 waktu.

? Tasykil dengan penuh pengertian, kita harus tahu masalahnya, jangan tasykil terlalu keras kapada ibu yang belum paham, cukup dengan menuliskan niatnya saja dulu.

? Taaykil kepada ibu yang sudah paham sedapat mungkin bujuk agar ia keluar.

? Tasykil tidak hanya diarahkan pada petugas tasykil, tapi semua jamaah menyebar untuk tasykil, petugas tasykil mencatat semua hasil tasykilan.

? Jika mentasykil orang yang banyak alasan, sedapat mungkin kita alihkan pembicaraan kita dan kita alihkan pada pembicaraan agama, kembalikan bahwa swmua urusan akan diselesaikan oleh Allah swt.

? Sewaktu tasykil ceritakan keuntungan – keuntungan keluar di jalan Allah swt

? Apabila tasykilan berhasil, jangan merasa diri kita yang berhasil mengeluarkan, tapi semua tasykilan hakikatnya Allah swt yang menggerakkan dan memilihnya

? Apabila kita mendapat tasykilan jangan merasa bangga, tapi kita harus punya fikir bahwa semua tasykilan adalah hasil kerja sama jamaah, tanpa mujahadah / sungguh-sungguh jamaah tidak akan ada tasykilan.

? Apabila kerja kita berhasil berkembang, ini adalah kerja Allah swt, bukan kerja kita.

? Tasykil untuk wanita sangat penting karena menghasilkan dua jamaah yang keluar.

? Kalau kita ke negara lain dan tidak tahu bahasanya, sukup dengan akhlak dan yakinlah Allah swt yang akan keluarkan cash jamaah.

? Siang hari kita tasykil dan da`wah, malam hari kita berdo`a dan sebut nama-nama orang yang telah ditasykil dalam do`a kita.

? Untuk menghilangkan rasa bangga / sombong pada diri karena telah berhasil mentasykil orang lain,maka banyak-banyaklah berkhidmat dan sadari bahwa semuanya terjadi hanya atas kehendak Allah swt.

 

 

Cara – cara Tasykil :

? Sambil duduk

? Buat halaqah kalau banyak

? Tulis nama suaminya

? Anya apakah suaminya sudak pernah keluar atau belum, kalau belum pernah jangan didesak untuk keluat, kalau sudah pernah, berapa kali atau berapa masa yang telah dilakukan

? Tasykil untuk selalu hidupkan ta`lim rumah dan ta`lim mingguan.

 

 

Istiqbal

 

Istiqbal artinya penerima tamu.

? Petugas istiqbal harus bersikap ramah tamah, lemah lembut dan murah senyum

? Yang harus ditanamkan pada hati petugas istiqbal adalah tamu-tamu yang datang pada majlis ta`lim adalah orang-orang pilihan Allah swt, orang-orang yang mendapatkan taufik dan hidayah-Nya untuk menghadiri majlis ta`lim yang sangat disukai Allah swt. Jadi tamu-tamu itu bukan orang-orang yang biasa

? Apabila tamu datang, bersikaplah seolah-olah kita sudah pernah mengenalnya walaupun kita belum pernah mengenalnya, sambutlah kedatangannya dengan hangat, jabat tangannya dengan erat, peluklah dengan rapat seolah-olah kita sudah lama tidak bertemu

? Terimalah tamu kita dengan senang hati, dengan hati yang ikhlas sebab mereka adalah tamu-tamunya Allah swt

? Al-Faqih meriwayatkan, Rasulullah saw bwesabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah swt, maka hendaklah menjamu tamunya”. Jadi muliakanlah kedudukannya, karena tidak akan dimuliakan oleh Allah swt orang yang tidak memuliakan tamunya.

 

Ulama katakan :Pekerjaan istiqbal sama denagan tugas malaikat di akhirat nilainya.

 

INFIRODI DA`WAH DAN AZAS DA`WAH

Infirodi Da`wah :

Da`wah adalah ibarat kita melempar bola ke tembok, akhirnya mengenai diri kita sendiri.

? Sewaktu kita memberikan da`wah hati kita harus selalu ingat kepada Allah swt, agar dalam pembicaraan kita Allah swt akan memberikan pertolongan kepada kita, sehingga setiap kata yang kita ucapkan dalam bimbingan Allah swt.

? Sewaktu memberikan da`wah hendaklah dengan hati yang lembut, rendah hati, kecilkan diri kita, besarkan saudara kita, anggaplah bahwa saudara kita lebih mulia kedudukannya di sisi Allah swt dan anggap saudara kita itu lebih alim dari kita.

? Sewaktu kita berikan da`wah tunjukkanlah sikap yang baik, jangan sekali-kali mempunyai sifat mengajari orang lain, serahkan semua pada Allah swt, karena Allah swt jugalah yang akan memberikan petunjuk pada pada saudara kita.

? Kita harus mempunyai rasa hormat pada orang yang kita beri da`wah, berterimakasihlah pada orang – orang yang diberi da`wah, karena tanpa kehadirannya kita tidak akan bisa berda`wah.

? Berikan da`wah dengan perhatian dan pengertian. Dengan siapa kita da`wah ? lihat latar belakang pendidikannya, dari golongan mana, tua atau muda, sedang sakitkah dia atau dalam keadaan sehat ? Lihat juga cara berpakaiannya dan juga latar belakang agamanya.

? Kita harus da`wahkan tentang kebesaran Allah swt, mengenai alam akhirat, kehidupan di surga, katakanlah semua itu bisa didapatkan dengan mengamalkan Islam secara menyeluruh dan tidak setengah-setengah. Sebaiknya tidak diceritakan azab-azab. Ceritakanlah fadhilah-fadhilah orang yang keluar di jalan Allah swt.

? Usahakan agar timbul dalam hati orang yang kita da`wahi tentang agama dan berkeinginan untuk mengajak orang-orang yang belum hadir untuk bisa ikut fikir seluruh umat di dunia ini sehingga Allah swt akan turunkan hidayah-Nya ke seluruh alam.

? Hidayah dari Allah swt sebanding dengan sejauh mana tingkat usaha kita dan tingkat fikir kita serta pengorbanan-pengorbanan kita.

? Apabila dalam satu jemaah hanya terdiri dari beberapa orang saja atau ada teman kita mendapat tugas da`wah, kawan-kawan yang lainnya ikut mendengarkan dengan penuh tawajuh kepada Allah swt, karena akan berpengaruh kepada yang hadir dan bantulah saudara kita yang berda`wah dengan dzikir dan do`a pada Allah swt agar kata-katanya berhikmah.

? Amalan-amalan infirodi kita harus tertib ; shalat wajib dan shlat sunatnya, tilawat Qur annya, dzikirnya, karena amalan infirodi bagi yang sedang da`wah bagaikan sayap burung. Siang hari da`wah, malam hari do`a, banyak-banyaklah manangis di saat berdo`a dalam tahajud. Mohonlah hidayah untuk seluruh saudara-saudara kita dan umat seluruh alam.

 

 

Azas – Azas Da`wah :

 

1. Infirodi bukan ijtima`I

2. Kerisauan dan bukan fikir tinggi-tinggi

3. Gerak dan bukan tulisan

4. Amar ma`ruf dan bukan nahi munkar

5. Musyawarah dan bukan perintah

6. Kasih sayang satu hati dan bukan perpecahan

7. Kabar gembira dan bukan ancaman

8. Tersembunyi dan bukan propaganda

9. Perdamaian dan bukan permusuhan

10. Ringkas dan bukan detail

11. Usaha atas akar bukan ranting

12. Ketawadhu`an bukan kesombongan

13. Diri bukanlah harta.

 

 

SIFAT – SIFAT DA`I / DA`IYAH

 

? Kasih sayang pada umat

? Niat ishlah diri

? Ikhlash, semata-mata mencari redha Allah swt

? Semangat berkorban untuk agama Allah swt

? Setelah beramal banyak beristighfar

? Sabar atas ujian

? Menisbatkan kebahagiaan hanya kepada Allah swt

? Tawadhu` / sabar seperti bumi

? Bergerak tak terbendung seperti air

? Teguh kokoh seperti gunung

? Istiqomah seperti unta

? Bercita-cita tinggi seperti langit / berwawasan luas

? Memberi manfaat tanpa pamrih seperti matahari.

 

ALHAMDULILLAH

 

SABAR DAN TAHAMUL

? Ketika Nabi saw berda`wah ke tho`if beliau dihina, direndahkan, bahkan dilempari batu sehingga berdarah. Tetapi Nabi saw walaupun ditawarkan oleh Jibril as untuk membalas penghinaan itu dengan menyiksa penduduk tho`if dengan menabrakkan 2 gunung yang ada disana, Nabi saw menolak tawaran itu bahkan mendo`akan agar kalaupun penduduk tho`if menolak mungkin kelak keturunan mereka akan mau menerima Islam.

? Demikianlah contoh kesabaran yang dicontohkan oleh Nabi saw dalam berda`wah, bahkan kepada orang yang menghina dan menyiksa beliau ada fikir agar mereka atau keturunannya mendapat hidayah.

? Apabila penderitaan dari 124.000 anbiya a.s dijadikan satu maka lebih besar penderitaan Nabi saw.

? Sekarang apabila kita pergi berda`wah ke suatu tempat, maka apabila ada orang-orang yang berkata atau bersikap kurang menyenangkan, kita bandingkan dengan penderitaan dan sikap Rasulullah saw.

? Apabila kita pergi berda`wah ke daerah lain atau ke negeri lain, mungkin makanan, kebudayaan atau udara daerah tersebut kurang cocok dengan kondisi kita, dalam hal inipun kita harus sabar.

? Kesulitan di dunia ini adalah sangat kecil dan sangat singkat bila dibandingkan dengan kesulitan penderitaan di akhirat yang sangat dahsyat dan sangat lama

? Firman Allah swt “ Aallah swt sayang kepada orang yang sabar “

? Orang yang sabar menjadi dekat dengan Allah swt, Allah swt meningkatkan derjat kesabaran lebih tinggi daripada ibadah

? Di dalam kubur amal kesabaran kita akan berdiri di sudut menjaga dan melindungi kita. Apabila amal-amal ibadah kita seperti shalat, puasa, bacaan Al-Qur an ada kekurangan, maka amal kesabaran kita akan menghampiri dan melindungi dari azab kubur.

? Apabila kita berda`wah kepada seseorang dan orang bersekap tidak menyenangkan, kita jangan jera, kita datangi lagi, kita bicara dengan kata-kata yang sopan dan lemah lembut, karena mungkin ketika kedatangan kita yang pertama atau kedua ia belum mau tetapi setelah kita pulang ia mulai berfikir dan berniat ikut kita .

 

NUSROH JAMA`AH

 

Agama dapat tersebar dengan dua amal yaitu Hijrah dan Nusroh

? Pahala nusroh sama dengan pahala hijrah ( khuruj fii sabilillah )

? Bila kita nusroh sebaiknya tidak membawa anak kecil kecuali sangat terpaksa

? Bila kita nusroh sebaiknya membawa makanan sebagai tanda cinta kita kepada saudara kita yang datang ke kota kita ( muhajirin )

? Bila kita nusroh sampai bertemu waktu makan maka sebaiknya kita membawa makanan minimal untuk diri kita sendiri

? Nusroh yang terlengkap adalah menawarkan rumah kita untuk jamaah. Bila kita membangun rumah niatkan untuk menerima jamaah

? Barangsiapa yang bersedia menerima jamaah di rumahnya, berarti ia mau agama hidup dalam rumahnya.

? Bagi yang nusroh harus sudah kembali sebelum matahari terbenam kecuali diperlukan dengan musyawara

 

CARA MENGELUARKAN JAMA`AH CASH

Tujuan keluar adalah untuk mendapatkan jamaah cash. Bila jamaah / rombongan keluar dapat memberangkatkan rombongan fisabilillah, maka Allah swt dapat memberikan pertolongan yang cash / pertolongan kontan, juga Allah swt dapat mengampuni dosa-dosa jamaah yang keluar dan yang mengeluarkan ( cash )

 

Cara untuk mewujudkan jamaah cash adalah :

 

1. Seluruh jamaah harus ada fikir dan menyatukan fikir untuk memberangkatkan jamaah sebanyak-banyaknya

2. Setiap jamaah berniat untuk mengeluarkan jamaah sebanyak-banyaknya

3. Banyak usuli dan khususi orang / karkun setempat untuk ikut berfikir bersama-sama, bagaimana cara mewujudkan jamaah cash dari tempat lain

4. Jamaah memperbanyak da`wah infirodi setiap saat dan keadaan dan beri targjib yang tepat

5. Dalam yahajud do`a penuh tawajuh pada Allah swt dan sebut nama-nama mereka

6. Kita serahkan sepenuhnya kepada Allah swt supaya memberangkatkan jamaah cash tersebut

7. Kita usuli hasil taskilan dengan penuh keyakinan bahwa Allah swt akan pilih orang tersebut dan memberangkatkannya InsyaAllah

Bila rombongan siap dan sudah terbentuk maka perlu disiapkan bayan hidayah, rute, amir rombongan oleh jamaah yang mengeluarkan dengan musyawarah bersama orang-orang tua.

 

MUHASABAH

 

Artinya : Menghitung kesalahan diri sendiri

Tujuan : Untuk menyimak amal harian dengan niat untuk memperbaiki kesalahan.

 

 

Adab – adabnya :

1. Lakukan sewaktu-waktu, sebaik-baiknya selepas shalat wajib sebelum tidur

2. Dalam keadaan wudhu

3. Istighfar

4. Merasakan diri dekat dengan Allah swt, hukum Allah swt dan akhirat

5. Awasi diri mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali

6. Waktu keluar menuju Allah swt simak usul-usul da`wah

7. Menangis jika didapati kesalahan yang diperbuat

8. Tidur dengan niat untuk memperbaiki amal diesok hari

 

 

Fadhilahnya :

? Bila istiqamah ada kemungkinan terlepas dari hisab. Kata Umar r.a : “ Hisab-hisablah dirimu sebelum kamu dihisab “

? Menambah kebaikan amal

? Memudahkan iman, amal dan agama

? Hadits Nabi saw : “ Mengingat maut 25 kali akan mendapat pahala syahid

? Membawa keinsyafan diri

? Melahirkan sifat ikhlash

? Dengan muhasabah kebesaran Allah swt dan kepentingan akhirat terwujud dalam hati

 

4 AMALAN MASJID NABAWI

 

A. Da`wah

 

I. Manfaat ( bila dilakukan )

1. Asbab manfaat

2. Iman akan naik

3. Amal akan sempurna

4. Akhlak akan baik

5. Do`a akan dimakbulkan

6. Qudratullah dan nusratullah akan turun

 

 

II. Mudharat ( bila ditinggalkan )

1. Tidak turun hidayah

2. Iman akan turun

3. Amal akan rusak

4. Akhlak akan buruk

5. Do`a tidak akan dimakbulkan

6. Qudratullah dan Nusratullah tidak akan turun

 

 

B. Ta`lim

 

I. Manfaat ( bila dilakukan )

1. Asbab hidayah

2. Tahu nilai amal

3. Ada gairah untuk beramal

4. Akan melahirkan ulam

 

 

II. Mudharat ( bila ditinggalkan )

1. Tidak turun hidayah

2. Tidak tahu nilai amal

3. Tidak ada gairah untuk beramal

4. Menjauhi ulama, bahkan menentang ulama

 

Bila menentang ulama, maka Allah swt akan kirimkan 3 macam bala :

? Usahanya tidak akan berkah

? Diturunkan raja zhalim

? Mati tidak membawa iman

 

 

C. Dzikir

 

I. Manfaat ( bila dilakukan )

 

1. Asbab hidayah

2. Mendatangkan tawjuh kepada Allah swt yang menumbuhkan sifat ihsan. Ihsan

adalah ibadah kepada Allah swt, seakan-akan melihat kebesaran Allah swt, kalau tidak maka yakinlah Allah swt melihat kita.

3. Masalah akan selesai

4. Mengundang Nusratullah

 

 

II. Mudharat ( bila ditinggalkan )

1. Tidak turun hidayah

2. Akan tawajuh kepada makhluk

3. Masalah tidak akan selesai

4. Nusratullah tidak akan turun

 

 

D. Khidmat

 

I. Manfaat ( bila dilakukan )

1. Akan jadi asbab hidayah

2. Akan dijauhakan dari bala

3. Akan dekat dengan Allah swt, manusia dan surga-Nya

4. Akan mendatangkan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka

 

II. Mudharat ( bila ditinggalkan )

1. Akan menjadi penghalang hidayah

2. akan dekat dengan bala

3. akan jauh dari Allah swt

 

7 TIPUAN / AJAKAN SYETAN UNTUK MENINGGALKAN IBADAH DAN CARA MENOLAKNYA

 

Ada 7 jalan tipuan / ajakan syrtan pada manusia untuk meninggalkan ibadah

1. Melarang ta`at kepada Allah swt

Tolak dengan mengatakan saya butuh pahala dari Allah swt untuk bekal akhirat

2. Mengajak / mengakhirkan keta`atan ( nanti kalau sudah tua saja )

Tolak dengan mengatakan ajal bukan pada tangan manusia

3. Mendorong agar buru-buru mengerjakan amalan ( buru-buru adalah sifat syetan )

Tolak dengan mengatakan amal sedikit tapi sempurna lebih baik dari amal banyak tapi tidak sempurna.

4. Setan berkata : Betapa tinggi derjatmu dalam beramal (bangga ) juga cerdik dan pintar…Tolak dengan mengatakan keagungan dan kesempurnaan hanya kepunyaan Allah swt, karena taufik-Nya kita dapat beramal yang diridhoi-Nya dan dengan karunianya memberi ganjaran.

5. Syetan berkata,” bersungguh-sungguhlah dalam beramal jangan sampai diketahui manusia sebab Allah swt juga akan menzhohirkan amalmu pada manusia dan hamba yang ikhlash ( tidak ikhlash )”. Tolaklah dengan mengatakan walau kamu berpura – pura memperbaiki amalku tapi hanya allah sseolah-olah berkehendak menzhohirkan atau menyembunyikan amalku dan hanya urusan Allah swt yang menjadikan aku mulia atau hina.

6. Syetan berkata,”Engkau tidak perlu menyusahkan dirimu dengan beramal, sebab jika Allah menetapkan untuk menjadikan bahagia maka tidak akan menjadikan mudharat apa-apa untuk meninggalkan amal, sebaliknya jika dikehendaki jadiorang celaka, maka akan tetap celaka dan tidak ada gunanya beramal. Maka tolaklah dengan mengatakan bahwa Allah tidak akan merubah nasib seseorang kalau bukan dia sendiri yang berusaha untuk merubahnya.

 

Alhamdulillah

Copyright © Juni 2010, Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa

Pesanan ulama tehadap para wanita :

1. Sholat di awal waktu

2. Membaca Al Quran secara istiqamah

3. Ta’lim wa ta’allum

4. Mendidik anak secara sunnah

5. Hidup sederhana

6. Menutup aurat secara sempurna

7. Melayani suami dengan baik

8. Mendorong suami dan muhrim untuk keluar di jalan Allah

 

1. Sholat Di Awal Waktu

a. Berwudhu sebelum adzan

b. Mendorong suami, saudara laku2, anak laki2, bapak untuk sholat berjamaah di masjid

c. Meninggalkan semua kegiatan waktu adzan dikumandangkan

d. Memperbanyak sholat-sholat sunnah (rawatib, Isyraq, dhuha, tasbih, awwabin, tahajud dan witir).

 

2. Membaca Al Quran dan Zikir Pagi Petang secara Istiqamah

a. Mengusahakan membaca 1 juz setiap hari bagi yang sudah lancar membaca dan 3 juz per hari bagi yang hafidzah.

b. Membaca surat As Sajadah dan Al Mulk di antara maghrib dan Isya

c. Membaca surat Yasin pagi dan petang

d. Membaca Al Waqiah sebelum tidur

e. Membaca surat Ad Dukhan setiap hari

f. Membaca Tasbihat , sholawat, dan istighfar masing2 100 kali di waktu setelah sholat subuh dan setelah sholat ashar

 

3. Ta’lim wa Ta’allum

a. Menghidupkan ta’lim secara istiqamah setiap hari di rumah

b. Menceritakan kisah para Nabi dan para shahabat dengan cara yang mudah difahami oleh anak

c. Mengajarkan cara sholat, cara berpakaian secara sunnah, dan sunnah2 nabi dalam keseharian (makan, tidur, safar, istinja, dll).

 

4. Mendidik anak Secara Sunnah

a. Memperkenalkan sunnah kepada anak sejak sedini mungkin

b. Mendidik mereka adab-adab, doa-doa nabi, cara bergaul.

c. Beri contoh dengan contoh yang baik

d. Mendidik sholat ketikan usia 7 tahun dan membiasakannya untuk sholat 5 waktu dan sholat2 sunnah

 

5. Hidup dengan Pola Sederhana

a. Kita harus mencontoh kehisupan Rasulullah yang sederhana

b. Jangan sembarangan membelanjakan harta suami secara berlebih-;ebihan dan tidak tepat, bermusyawarahlah untuk setiap pengeluaran.

c. Belanja menurut kebutuhan bukan memenuhi keinginan nafsu.

d. Mengatur keuangan keluarga

 

6. Menutup Aurat secara Sempurna

Aurat wanita di luar sholat seluruh tubuhnya harus di tutup secara sempurna ketika keluar rumah dan ditemani dengan mahramnya

 

7. Melayani Suami

a. Mempersiapkan semua kebutuhan suami dan mengurus rumah dengan bersih dan rapi

b. Mencuci baju, memasak,

c. Diam ketika suami berbicara

d. Mengantar suami apabila mau pergi

e. Berhias / rapi / bersih / wangi di hadapan suami

f. Memakai wangi-wangian

g. Memelihara bau mulut

h. Menawarkan diri ketika mau tidur

 

8. Mendorong Suami dan Muhrim untuk Keluar di Jalan Allah

a. Mengingatkan dan menyiapkan keperluan mereka

b. Mengorbankan segala yang ada untuk memperjuangkan agama Allah

Copyright © Juni 2010, Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa

Sabda-sabda Rasulullah saw Mengenai Anak :

1. Bau tubuh anak-anak adalah sebagian dari angin surga.

2. Surga itu adalah sebuah kampung kesenangan, tidak masuk surga melainkan orang yang menyukai anak-anak.

3. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang menangis karena takutkan Allah SWT. Orang yang menangis oleh Allah SWT diharamkan akan api neraka ke atas tubuhnya.

4. Ciumlah anakmu karena pahala setiap ciuman itu dibalas dengan satu derajat di surga.

5. Barangsiapa keluar ke pasar muslimin dan membeli barang-barang dan kembali ke rumah dengan membawa buah tangan untuk anak-anaknya niscaya mendapat rahmat dari Allah SWT dan tidak akan disiksa di hari kiamat.

6. Barangsiapa membeli akan sesuatu di pasar untuk ahli keluarganya dan ia memikulnya ke rumah pahalanya seperti ia member sedekah untuk orang yang sangat berhajat.

7. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak laki-laki, maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah ia memerdekakan hamba sahaya dari kalangan bani Israil.

8. Mengutamakan uang belanja anak-anakmu.

9. Suruhlah anak-anak mu shalat ketika berumur 7 tahun dan pukullah ia karena meninggalkan shalat ketika berumur 10 tahun dan pisahkan anak laki-laki dan perempuan dalam tempat tidurnya.

10. Memuliakan anak-anak dengan mengajarkan kepada mereka adab dan ilmu agama. Barangsiapa memuliakan anak-anaknya maka Allah SWT akan memuliakannya di surga.

11. Barangsiapa diberi rezeki seorang anak, wajiblah baginya mengajarkan anak itu adab dab akhlak semoga ia mendapat kemudahan rezeki dari syafaat anak-anaknya.

12. Barangsiapa meninggalkan anak-anaknya dalam keadaan jahil dia turut menanggung tiap dosa yang dilakukan oleh anaknya itu dan barangsiapa membekalkan anaknya itu dengan ilmu dan adab, maka pahala anak itu turut diperolenya.

13. Sesuatu yang lebih mulia diberikan oleh bapak kepada anaknya ialah mengajarkan adab. Mengajar anak tentang adab lebih utama daripada menakut-nakutkan dia dengan pukulan karena meninggalkan kebaikan atau melanggar perintah Allah.

14. Di antara kewajiban seorang bapak kepada anaknya ialah mendidiknya dengan baik dan member nama yang baik.

15. Sesuatu kaum yang mengadakan musyawarah lalu hadir di dalamnya seorang yang bernama Muhammad akan mendapat kebaikan kaum itu.

16. Sesungguhnya di surga ada rumah yang disebut Darul Farah. Tidak ada yang bisa masuk Darul Farah kecuali orang-orang yang suka membahagiakan anak yatim.

17. Setelah anak perempuan berusia 16 tahun maka nikahkanlah ia dan ketika itu seorang bapak memegang tangannya sambil berkata : “Anakku, engkau telah kudidik, kuajar, dan ku nikahkan, semoga aku dilindungi oleh Allah dari bencana dunia dan akhirat.”

18. Seorang laki-laki bertanya : “Ya Rasulullah, kepada siapakah saya harus berbakti?” Jawab baginda, “Berbaktilah kepada ibu bapakmu!” Kata laki-laki tadi : “Ibu bapakku sudah tidak ada lagi.” Sabda Nabi, “Kalau begitu berbaktilah kepada anakmu, ibu bapakmu berhak atas dirimu dan anakmu juga berhak atas dirimu.”

Copyright © Juni 2010, Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa

Berikut diseneraikan dibawah ini rumusan karguzari jemaah masturat 3 Hari yang ana hadhir baru-baru ini. Senerai ini adalah panduan dan usul utk pembaca telitikan.

 

1. Cuba utk keluar selama 72 jam. Keluar 3 hari ini sudah dimasukkan dlm nisab keluar 3 hari setiap bulan. Masturat kita mesti dikeluarkan setiap 3 bulan sekali. Maknanya jika kita keluar masturat bulan januari, next keluar masturat adalah bulan April. Begitulah seterusnya.

 

2. Maksima 7 pasang satu jemaah.

 

3. Tak boleh bawa anak lelaki.

 

4. Hanya 2 org anak perempuan dibenarkan bawa. Itupun 12 tahun keatas. Tak boleh bawa anak kecil.

 

5. Pakai purdah lengkap dgn sarung tangan. Kalau tak der, tidak dibenarkan keluar. Dialu-alukan keluar lain kali mengikut syarat ini. Pakaian hendaklah berwarna kelam atau gelap. Selain hitam (terbaik) boleh kalau biru gelap,atau hijau gelap.Jangan pakai nipis dan berwarna terang, dikuatiri menampakkan bentuk tubuh-badan.

 

6. Jangan bawa barangkemas dan perhiasan yang tak perlu. Macam masuk dlm kubor, emas semua tinggal. Hingga gigi ada emas pun kena cabut. Bawa prinsip ini.

 

7. Sebelum hantar masturat-masturat masuk dlm rumah yg diputuskan, Amirsab dan beberapa ahli jemaah perlu lihat keadaan rumah, luar dan dalam walau pun rumah tu sudah 100 kali terima jemaah. Lihat bilek, ruang-tamu, tempat wuduk, tabir (2 lapis), dapur , tandas dll. Sekiranya ada pembetulan tegur dgn penuh hikmah. Bawa org baru utk lihat juga bagi tujuaan belajar.

 

8. Untuk tabir pemisah antara lelaki dan wanita, ianya haruslah 2 lapis dengan dua tali yang berasingan. Sekiranya satu tercabut maka satu lagi akan ada. Kalau tiada, beritau tuan rumah supaya betulkan atau minta izin jika kita hendak betulkan. Jangan paku sebarangan dinding rumah itu, takut pecah-hati dia.

 

9. Masa mulakat dan dakwah tekankan supaya masturat banyakkan buat dakwah. Tanya mereka berapa org dah dakwah hari ini. Dakwah kpd taklim dll.

 

10. Salah satu program muzakarah yang ditekankan ialah “bagaimana menghidupkan taklim rumah?”

 

11. Hari ke3 tak sempurna keluar kalau tangguh lepas asar. Takcukup 72 jam. Paling kurang lepas isyak. Cuba habiskan semua amalan.

 

12. Buat Wupsi sebelum hari gelap/sebelum maghrib. Tak digalakkan buat bayan malam hari, takut fitnah dan tak sesuai org kampung lihat. Lagi pula org alim cakap malam hari nafsu naik, tak sesuai buat program bersama lelakitapi sesama mereka boleh.

 

13. Masa mulakat hanya waktu siang , takbenarkan malam hari kecuali darurat. Masa mulakat ini cuba tanya kesediaan ahlia utk ambil apa-apa tanggung-jawab dlm program. Jgn putus sendiri takut dia tak sedia.

 

14. Banyakkan program muzakarah sesama mereka kerana dgn ini mereka akan buat dakwah. Kalau bayan mereka hanya dengar saja, Boleh buat muzakarah kalau org tak ramai. Kalau ramai buat bayan.

 

15. Dlm taghrib/bayan, cuba tasykil org tempatan utk sediakan rumah masturat kerana sekaran jemaah banyak tapi rumah kurang utk dijadikan route.

 

16. Digalakkan tinggalkan/switch off handphone.

 

17. Halqah Quran- Buat kumpulan 3/4 org dan diketuai oleh orang yang pandai membetulkan. Waktu istimai’ amal , hanya buat bayan saja. Biasanya lepas asar. Waktu pagi atau bila org tempatan tak ramai maka boleh buat halqah ini. Ini bertujuan utk tidak memalukan org yg tidak pandai atau baru-baru berjinak dengan agama.

 

18. Taklim yang sempurna semasa keluar adalah mengandungi ketiga-tiga perkara yakni Taklim kitabi, halqah quran dan muzakarah 6 perkara. Jangan pecah-pecahkan dia. Contohnya lepas fajar buat halqah quran saja. Waktu taklim pagi hanya taklim kitabi saja. Ini tidak betul. Walaupun fajar telah buat , pukul 10 pagi nanti kena buat juga baru dikira dlm package taklim.

 

19. Orang yang ingin nusrah penuh atau sebhg, perlu minta keizinan amir sab jemaah. Jangan minta dari tuan rumah saja. Amirsab kena bermesyuarat dgn penuh hikmah dgn tuan rumah dan ahli jemaah sekelian. Pertimbanagan perlu diberi sekiranya ahli keluarga tuan rumah ingin nusrah full. Terkadang yang menganggu konsentrasi program jemaah ini dtg dari org yang nusrah. Ahli jemaah diputuskan ikut usal, yakni tak boleh bawa anak dll, tetapi org yg dtg nusrah kemudiannya membawa 1 batallion anak-anak mereka duduk dan mengganggu program. Ini menimbulkan ketidak-puasan hati ahli jemaah yg keluar kerana mereka tlh korbankan hajat mereka utk bersama anak-anak yg masih kecil tetapi masih lagi diganggu.

 

20. 3 hari keluar , 3 hari ghast jgn miss. Putuskan 1 jemaah utk buat ghast berhampiran rumah masturat utk maklumkan pada jiran-jiran.

Copyright © Juni 2010, Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.