Category: kargozari


Oleh mahodum Hsb

Bukan mudah Nabi buat usaha, Nabi pergi pagi dengan baju yang berwarna putih pulang petang dengan baju yang berwarna merah karena berlumuran darah dengan rambut penuh debu  menghadapi bermacam-macam kesusahan dan penderitaan caci maki bahkan ancaman bunuh dari pada orang-orang kafir yang ketika itu belum menerima Agama ini.

 

Ketika Nabi SAW belum buat dakwah, seluruh penduduk mekkah panggil dengan al amin (Nabi yang terpercaya) Nabi ash siddiq (Nabi yang bisa dipegang bicaranya) Nabi at tayyib (Nabi yang paling baik). Tetapi ketika Nabi SAW mulai buat usaha dakwah satu persatu gelar itu mereka ganti, Nabi al majenun (Nabi gila) Nabi pendusta Nabi adalah ahli sihir yang nyata dan pendusta besar. (na’udzubillah)

 

Dalam riwayat dari Manbat Al-Azdi, katanya: Pernah aku melihat Rasulullah SAW di zaman jahiliah, sedang beliau menyeru orang kepada Islam, katanya: ‘Wahai manusia sekaliani Ucapkanlah ‘Laa llaaha lliallaah!’ nanti kamu akan terselamat!’ beliau menyeru berkali-kali kepada siapa saja yang beliau temui. Malangnya aku lihat, ada orang yang meludahi mukanya, ada yang melempar tanah dan kerikil ke mukanya, ada yang mencaci-makinya, sehingga ke waktu tengah hari.

Kemudian aku lihat ada seorang wanita datang kepadanya membawa sebuah kendi air, maka beliau lalu membasuh wajahnya dan tangannya seraya menenangkan perasaan wanita itu dengan berkata: Hai puteriku! Janganlah engkau bimbangkan ayahmu untuk diculik dan dibunuh … ! Berkata Manbat: Aku bertanya: Siapa wanita itu? Jawab orangorang di situ: Dia itu Zainab, puteri Rasuluilah SAW dan wajahnya sungguh cantik.

(Majma’uz Zawa’id 6:21)

 

Ketika Nabi berada di Ka’bah, tiba-tiba datang Uqbah bin Abu Mu’aith, lalu dibelitkan seutas kain pada tengkuk beliau dan dicekiknya dengan kuat sekali. Maka seketika itu pula datang Abu Bakar ra membantu. Uqbah bin Abu Mu’aith juga telah mencurahkan taik unta ketika Nabi SAW sujut.

Ketika Nabi SAW diangkat menjadi Nabi, 1 detik pun dipikiran Nabi SAW tidak terpikir lagi untuk buat usaha dunia. Bahkan harta kekayaan Nabi SAW satu demi satu semua dikorbankan untuk agama.

Nabi SAW diangkat menjadi Nabi usia 40 tahun. Kita sekarang sudah usia 50, 60, bahkan 70 tahun, lebih disibukkan dengan perkara dunia.

 

Nabi SAW gelisah kalau ada makanan dirumahnya. Hari ini kita gelisah kalau tidak ada makanan dirumah. Ada 5 butir kurma dirumah Nabi SAW, malam itu juga diberikan kepada yang lebih membutuhkan.

 

Nabi SAW gelisah kalau ada uang dirumahnya. Hari ini kita gelisah kalau tidak ada uang dirumah. Ada 5 buah keping uang dinar dirumah Nabi SAW, malam itu juga diberikan kepada yang lebih membutuhkan.

 

Beberapa bulan tidak pernah berasap dirumah Nabi SAW karena tidak ada yang dimasak. Lapar adalah tamu harian Nabi SAW.

 

Suatu ketika satu shaf shalat berjamaah sahabat telah roboh dimesjid karena lapar. Nabi SAW berkata : “Wahai para sahabatku andaikan kalian mengetahui fhadilahnya maka yang lebih berat dari itu pun kalian akan mau”. Nabi SAW membuka bajunya dan para sahabat melihat diperut Nabi SAW terikat 3 buah batu untuk mengganjal perutnya.

 

Satu shaf shalat berjamaah sahabat telah roboh dimesjid karena lapar. Hari ini kita karena kekenyangan tidak mau shalat berjamaah ke mesjid.

 

Selama 3 tahun Nabi, istrinya khadijah dan para sahabat di boikot dan mereka makan daun-daun yang kering untuk mempertahankan hidup. Ketika itu badan khadijah sudah tidak ada daging lagi hanya tinggal tulang belulang karena tidak makan.

 

Satu hari Nabi SAW pulang dari kerja dakwah dan dia dapati khadijah sedang menyusui Fatimah. Bukan air susu lagi yang diminum oleh Fatimah tetapi darah. Nabi SAW mengambil Fatimah dan menaruhnya ditempat tidur dan Nabi SAW pun tertidur dipangkuan khadijah karena lelah buat dakwah. ketika itu dengan belaian kasih sayang membelai kepala Nabi SAW terasa air mata Khadijah menetes di pipi Nabi.

 

Semua orang telah menjauh darimu seluruh harta kekayaanmu telah habis adakah engkau menyesal wahai Khadijah mempersuamikan aku.

 

Khadijah berkata : “Wahai suamiku , wahai Nabi Allah bukan itu yang aku tangiskan, dahulu aku memiliki kemuliaan, kemuliaan itu aku serahkan pada Allah dan Rasul-Nya, dahulu mempunyai kebangsawanan, kebangsawanan itu aku serahkan pada Allah dan Rasul-Nya, dahulu aku memiliki harta kekayaan dan kuserahkan juga pada Allah dan Rasul-Nya”.

 

Wahai Rasulullah sekarang aku tidak mempunyai apa-apa lagi, tetapi engkau masih terus memperjuangkan Agama ini, “Wahai Rasulullah sekiranya aku telah mati sedangkan perjuanganmu ini belum selesai sekiranya engkau hendak menyeberangi sebuah sungai, lautan engkau tidak mempunyai rakit atau jembatan maka engkau galilah lubang kuburku engkau gali engkau ambil tulang belulangku engkau jadikanlah sebagai jembatan untuk menyebrangi sungai itu untuk jumpa manusia ingatkan kepada mereka kebesaran Allah ingatkan kepada mereka yang hak ajak mereka kepada Islam wahai Rasulullah”.

 

2/3 harta kekayaan kota Mekkah milik khadijah tetapi ketika Khadijah hendak menjelang wafat tidak ada pakaian tidak ada kafan digunakan untuk menutupi jasad Khadijah, Bahkan pakaian Khadijah yang digunakan ketika itu adalah pakaian yang sudah sangat kumuh dengan 83 tambalan.

 

Kalaulah kita mempunyai 2/3 kekayaan kota Jakarta, maka kita akan termasuk orang yang paling kaya di Indonesia. Tetapi Khadijah telah mengorbankan itu semua untuk agama.

 

Khadijah tidak pernah shalat, puasa, zakat dan haji. Khadijah hanya buat dakwah dan berkorban untuk agama. Tetapi Allah SWT masukkan Khadijah kedalam surga yang tidak ada kesibukan dan bising. Wanita itu identik dengan sibuk dan bising karena merawat anak.

 

Bagaimana penderitaan Bilal r.a. yang ditindih dengan batu besar di tengah padang pasir ketika matahari sedang terik membakar kulit. Kemudian dicambuk badannya terus-menerus. Yang mencambuknya saja capek. Bagamana pula dengan yang dicambuk.

 

Bagaimana pedihnya penyiksaan yang dialami Khabab bin al Arat ra tubuhnya diseret di atas timbunan bara api sehingga lemak dan darah yang mengalir dari tubuhnya memadamkan bara api itu.

 

Bagaimana keluarga Ammar bin Yasir, Ayahnya mati dalam penyiksaan dan ibunya, Sumayyah r.ha wanita pertama dikalangan sahabiyah yang mati syahid. Kemaluannya ditikam hingga ke dadanya oleh Abu Jahal.

 

Satu orang sahabiyah telah mendatangi Nabi SAW. Ya Nabi Allah, engkau bawalah anakku ini untuk ikut berperang (anak yang masih merah dalam pangkuan). Nabi SAW bertanya : “Apa yang bisa dilakukan oleh anak sekecil ini. Sahabiyah itu menjawab : “Andaikan dalam peperangan ada yang ingin membunuhmu, engkau jadikanlah anakku ini sebagai tameng”.

 

Begitulah penderitaan Nabi, khadijah dan para sahabat memperjuangkan agama sehingga kita bisa merasakan islam hari ini.

 

“Di antara orang-orang sebelum kumu, ada yang digalikan Sebuah lubang untuknya lalu ia dimasukkan ke dalamnya, kemudian diletakkan sebuah gergaji di atas kepalanya dan ia pun dibelah menjadi dua bagian. Ada pula yang disisir badannya dengan sisir besi hingga kulit dan dagingnya terkelupas, namun semua itu tidak menghalangi mereka dari Dien mereka.” (Hr. Bukhari)

Agama tersebar hingga hari ini kita kenal Allah bukan dengan mudah, Agama sampai pada kehidupan Agama, Agama sampai pada kampung kita, Agama sampai masuk kedalam rumah-rumah kita, Agama sampai pada ke hati-hati kita.

 

Bukan di bawa oleh burung, bukan dibawah oleh angin, bukan dibawah oleh air sungai yang mengalir tapi dibawah oleh pengorbanan Nabi dan para Sahabat, dibawah oleh para janda-janda para sahabat, dibawah oleh yatim-yatim para sahabat.

 

Hari ini kita senang-senang amal Agama diatas penderitaan dan jeritan janda-janda dan yatim-yatim para sahabat.

 

Hari ini kita senang amal-amal Agama diatas penderitaan Khadijah r.ha.

Hari ini kita senang amal-amal Agama diatas penderitaan Nabi SAW.

 

Kalaulah hari ini kita tidak menghargai pengorbanan mereka apa yang harus kita jawab dihadapan Allah

 

Kalaulah kita jumpa Allah

 

Apa yang kita jawab dihadapan Nabi, apa…? Yang telah mengorbankan seluruh kehidupannya untuk agama.

 

Apa yang kita jawab dihadapan Abu Bakar, apa…? Yang telah menghabiskan seluruh harta bendanya untuk Agama.

 

Apa yang kita jawab dihadapan para sahabat, apa…? Yang mengorbankan harta dan dirinya dan syahid jalan Allah.

 

Apa yang kita jawab dihadapan para sahabiyah, apa…? Yang mengorbankan suami nya syahid di jalan Allah

 

Apa yang kita jawab dihadapan anak-anak yatim para sahabat, apa…? Yang telah menggerakan ayahnya untuk memperjuangkan Agama.

 

Agama sangat berhajat pada pengorbanan, semakin banyak kita berkorban maka kecintaan kepada agama pun akan semakin kuat.

 

Pengorbanan Nabi, Khadijah dan para sahabat dibandingkan kita belumlah ada apa-apanya. Tetapi untuk meluangkan waktu 3 hari setiap bulan pun masih terasa berat. Untuk melungkan waktu 40 setiap tahun pun terasa berat.

 

Ya Allah, ampuni kami yang masih banyak main-main dalam dakwah.

 

Apa Yang Sudah Kita Korbankan Untuk Agama…?

 

Apa Yang Sudah Kita Korbankan Untuk Agama…?

 

Apa Yang Sudah Kita Korbankan Untuk Agama…?

Laporan Jemaah Student Malaysia di Jepun Ke Pakistan

 

Assalamualaikum wbt..

Segala puji bagi Allah pemelihara sekalian alam. Selawat dan salam ke atas junjungan Rasul s.a.w, para sahabat r.anhum, para tabiin rah. serta seluruh muslimin muslimat dan mukminin mukminat. Alhamdulillah…berkat doa tuan-tuan dan dengan izin Allah swt serta rahmatnya ke atas hambanya yang jahil lagi lemah ini, Allah swt telah pilih kami berlima untuk keluar khuruj di jalan Allah di Pakistan. Saya dan Safri bertolak pada 20 Julai sementara Bukhari, Zuhairi dan Haniff pada 5hb Ogos. Dan tiga orang lagi keluar selama 4 bulan- Sazali, Salehuddin dan Fakhrul.

Setibanya kami di Lahore Airport, empat orang istiqbal (penyambut tetamu) telah pun menunggu kami. MasyaAllah, mesranya mereka seperti sudah lama berkenalan. Kami di bawa ke masjid yang berdekatan dengan airport dan pada keesokan hari kami dibawa ke markaz ( juga sebuah masjid) di Raiwind. Kami mendapat laporan bahawa, pada setiap hari di Raiwind, lebih kurang 7000 orang berada di masjid, 100-150 jemaah dibentuk untuk khuruj di jalan Allah pada setiap hari, Ditambah pula dengan jemaah yang tidak putus-putus datang dan pergi. Kami berasa seolah-olah berada di zaman sahabat r.anhum di mana amalan di dalam masjid, suasana dakwah, ta’lim wa ta’lum (belajar dan mengajar), zikir, ibadat dan khidmat hidup selama 24 jam. Setiap hari selepas subuh kami mendengar bayan (ceramah) yang disampaikan oleh Bhai Wahab dan kadang kala Maulana Jamsyik. Isi kandungan bayan tersebut cukup merangsangkan kami untuk menjadikan dakwah sebagai maksud hidup kami. Di Raiwind, eldest (orang lama dalam usaha dakwah) sangat menekankan maksud hidup kami iaitu sebagai khalifah Allah, pewaris kerja kenabian dan pewaris Quran.

Pada setiap malam pula ketika bacaan kitab hayatussahabah (kisah-kisah sahabat r.anhum), Maulana Ihsan sangat menekankan solat tahajud di malam hari. “Orang yang jadikan dakwah sebagai maksud hidupnya, dia tidak tidur malam tetapi bertahajud.” Seorang Maulana berpesan, kalau kita nak pergi berjumpa dengan sifulan pada keesokan hari, pada malam sebelum itu kita kena sebut nama sifulan tersebut di dalam doa semasa tahajud. Bhai Wahab memberitahu bahawa semasa Maulana Yusuf mahu membuat jaulah (ziarah orang ramai atas maksud agama), beliau akan beriktikaf di masjid pada malamnya. Kita kena jumpa orang itu dengan penuh sangkaan baik, tidak lihat keburukan orang dan kita kena rasa orang yang nak dijumpai itu sangat berpotensi dalam usaha agama.

Tuan -tuan,

“Perkara IMAN adalah asas dalam kehidupan, bila iman dan yakin kita betul, tidak ada apa-apa yang boleh terkesan dengan hati kita. Tentera, harta, kerajaan dan semuanya yang lain tidak akan membawa kesan kepda hati kita bilamana hati kita hanya ada Allah. Kita kena takut hanya pada Allah dan ajak orang untuk takut pada Allah. Allah suci dari segala keaiban, Allah cipta setiap perkara dengan kudratNya. Dialah zat yang mempunyai ilmu yang sempurna. Lagi dan lagi kita kena dakwah kebesaran Allah sehingga ia masuk dan berkubu dalam hati kita. Biar hati kita hanya ada Allah, hati kita hanya akan berkata Allah, bila sakit datang kita akan ingat Allah, bila lapar datang kita akan ingat Allah, bila susah datang kita akan ingat Allah. Kita kena doa supaya Allah swt hidupkan suasana yang ada pada zaman sahabat dahulu pada zaman sekarang…”

Banyak lagi penerangan eldest yang sempat saya tulis. Hari keempat di markaz Raiwind, kami telah di ajak oleh dua orang ustaz iaitu Ustaz Lokman dan Ustaz Abu Mustafa untuk khuruj bersama mereka. Kami akan khuruj sebagai jemaah Nusrah (jemaah yang membantu jemaah lain yang sedang khuruj). Kami akan nusrah (bantu) jemaah pedal (jemaah yang bergerak dengan berjalan kaki dari satu masjid ke satu masjid dalam satu kawasan) yang keluar selama setahun. Sebenarnya satu jemaah ulama seramai lapan orang telah dibentuk dari Malaysia untuk khuruj selama setahun di India, Pakistan dan Bangladesh. Mereka ialah Ustaz Azmi, Ustaz Hafiz, Ustaz Ismail, Ustaz Abdul Fatah, Ustaz Lokman, dan Ustaz Abu Mustafa.

Copyright © Juni 2010, Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa

Assalamualaikum warahmatullahhi wabarakatuh

Segala puji bagi Allah tuhan sekalian alam, selawat dan salam ke atas junjungan besar Nabi Muhammad s.a.w. serta keluarganya dan sahabat-sahabatnya yang diredhai Allah s.w.t. Ke hadapan yang mulia syura Malaysia dan rakan-rakan seusaha di seluruh tanah air. Diharap dalam keadaan sihat sejahtera dan senantiasa dalam keadaan fikir risau dalam menjalankan usaha atas hidayah. Moga-moga Allah s.w.t terima kita dan jadikan kita asbab hidayah untuk seluruh alam.

Alhamdulillah, berkat fikir dan risau tuan-tuan di sana, jemaah Malaysia pertama ke Germany telah dapat dibentuk dan setakat ini alhamdulillah semua ahli jemaah dlm keadaan sihat dan satu fikir dalam usaha untuk menýempurnakan takaza(kehendak) agama di sini. Sebelum jemaah kami buat persiapan hendak bertolak ke Germany, jemaah kami telah diputuskan ke beberapa tempat di England dan alhamdulillah kami telah dapat buat satu perhimpunan di markaz Dewsbury. Tujuan perhimpunan tersebut adalah untuk menyempurnakan kehendak agama bagi beberapa buah negara di sekitar Eropah dan Amerika seperti Surinam, Holland, France, South Africa dan lain-lain.

Seramai 70 orang pelajar telah hadir di perhimpunan tersebut yang kebanyakannya adalah post-graduates. 10 jemaah tunai dan jemaah majlis fikir agama telah dibentuk untuk memenuhi kehendak di negara-negara tersebut. Usaha awal pelajar-pelajar Malaysia dahulu sangat dipuji oleh orang-orang England kerana kebanyakan asbab(perantaraan) daripada usaha mereka bermulanya usaha agama di England. Nama-nama seperti arwah Dr Ghani dan yang lain2nya sering disebut dibibir mereka. Selepas perhimpunan tersebut, jemaah kami telah bertolak ke Germany dgn menaiki van dan bersama-sama dgn jemaah kami 3 org Malaysia yang berada di England telah turut serta. Perjalanan kami telah mengambil masa hampir 2 hari.

Germany adalah sebuah negara yg besar dan mempunyai seramai 85 juta orang penduduk dan 6 juta daripada mereka merupakan muslim yg kebanyakannya teridiri drpd org Turki(seramai 3 juta). Penduduk Islam di sini terdiri drpd 99 buah negara. Ada yg drpd Morocco, Algeria, Tunisia, Somalia, Sudan, Nigeria, Pakistan, Bangladesh dan lain-lain. Kebanyakan mereka di sini menguasai bahasa German. Dalam satu masjid kami buat majlis fikir agama.

Orang yg duduk dengar majlis tersebut datang drpd 12 negara. Germany adalah sebuah negara di benua Eropah yg paling ramai penduduknya datang drpd luar negara. Ada lebih kurang 3500 buah masjid di Germany. Usaha jemaah masjid di sini masih di peringkat baru tapi ramai orang yg bagi masa untuk hidupkan amalan jemaah masjid. Dan jemaah 4 bulan dan 40 hari serta 3 hari keluar drpd masjid mereka masing2 kerana di sini belum ada pusat markaz. Di sini jemaah utk ziarah umumi tidak boleh terlalu ramai (maksimum 4 orang) dan kadang2 kita buat doa manzil pun dlm kenderaan dan dlm masjid. Sepanjang kami di Germany tiap2 masjid ada mengeluarkan jemaah 3 hari. Germany adalah negara yg ketiga terkuat selepas England dan France. Di sini usaha yg paling maju ialah di Berlin. Mesyuarat agama utk seluruh Germany diadakan 3 bulan sekali. Di setiap masjid yg kami pergi, ada saja orang masuk Islam dan sepanjang khuruj kami, seramai 14 orang telah masuk Islam dan 3 drpdnya jemaah sendiri yg ajar mereka ucap syahadah. Boleh dikatakan setiap hari di Germany ini ada org masuk Islam.

Ada yg kami jumpa 2 adik beradik abangnya berumur 18 tahun dan adik perempuannya berumur 15 tahun telah secara sembunyi2 masuk Islam dr pengetahun ibu bapanya dan dia telah buat taklim secara sembunyi bersama adiknya. Apabila dia pergi ke masjid, dia akan memasukkan baju ‘korta’(jubah singkat)nya ke dlm seluar(tuck in) utk mengelakkan ibu bapanya drpd mengetahui yg dia telah masuk Islam. Ada satu lagi yg kami jumpa, di mana hasratnya yg ingin hendak masuk Islam menyebabkan dia telah pergi ke sebuah masjid Turkey dan bertanya tentang Islam tetapi apa yg diberitahu oleh pihak masjid kamu pergilah sendiri ke Mekkah utk balajar Islam dan dia amat kecewa sekali dgn jawapan yg diberikan. Walaupun begitu dia pergi lagi ke sebuah masjid kepunyaan org Morocco di mana dia lihat org di sana bertelagah sesama sendiri dan ini membuatkan dia berasa bingung. Akhir sekali dia pergi ke sebuah masjid yang mana tempat jemaah berkumpul dan dia telah terpegun melihat orang drpd berbilang bangsa dan termasuk jemaah kami orang Malaysia berada di situ dalam keadaan satu hati dan kasih sayang antara satu sama lain dan dia pun berfikir inilah orang Islam yang sebenarnya maka diapun dapat hidayat.

Di satu lagi tempat di Germany(Dusseldorf), kami telah jumpa 2 adik beradik yg telah memeluk Islam yang mana emak mereka adalah orang kristian Kadazan(Sabah) dan bapanya adalah org Germany. Kedua2 mereka ini baru setahun masuk Islam dan Alhamdulillah mereka telah banyak belajar tentang Islam dan berpakaian full-sunnah. Sekarang si abangnya sedang mendapatkan passport utk keluar 4 bulan dan adiknya akan keluar 40 hari dlm masa terdekat. Kesan drpd akhlak mereka berdua, emak mereka akhirnya telah memeluk Islam pada 9 bulan yang lepas selepas bapanya meninggal dunia. Walau bagaimanapun mereka amat bersedih kerana ayah mereka mati tanpa kalimah. Usaha di Germany walaupun masih baru, tetapi nusrah(bantuan) sangat baik di sini. Banyak jemaah drpd Pakistan, Bangladesh, Arab, England, France dan lain-lain begitu juga dgn jemaah masturat (jemaah suami isteri) telah masuk ke Germany utk buat usaha. Di sini ramai karkun (orang yang buat usaha agama) tempatan yang berkahwin dgn org Germany dan ini memudahkan jemaah masturat drpd luar negara datang ke Germany kerana tidak timbul masalah bahasa.Satu laporan jemaah Bangladesh yg keluar di Germany yg mana satu orang pun dlm jemaah itu tidak tahu berbahasa Inggeris apatah lagi bahasa German. Tetapi dgn fikir dan risau mereka, setiap org yang mereka jumpa mereka telah gunakan bahasa mereka sendiri sehingga dlm satu ziarah umumi yg mereka buat, seramai 22 orang german kulit putih telah ikut mereka pergi ke masjid dan masuk Islam. Setakat ini, apa yg kami nampak, jemaah Malaysia dan masturat (wanita) perlu dihantar ke Germany utk sempurnakan kehendak agama di sini.

Jemaah kami begitu mudah membuat usaha kerana orang tempatan amat menghormati orang Malaysia disebabkan latar belakang kita yang baik dan lemah-lembut sehinggakan org Turkey dan org Arab pun begitu senang dan mesra dgn jemaah kami. Di UK juga, perlunya dihantar jemaah kerana banyaknya kehendak agama terutamanya utk memberi nusrah dlm usaha pelajar postgraduates yg sibuk dgn pelajaran mereka. Akhir kata, doalah utk kami di sini moga2 usaha yg sedikit ini kata org seperti menabur benih dan hasil yg besar akan diperolehi kelak dan jadikan mereka org Germany sebagai asbab hidayat utk seluruh Eropah dan seluruh alam sehingga ke hari kiamat.

Wassalam.

Ahli jemaah:

1. Ust. Shafiee(Kuantan)-Amir jemaah

2. Hj. Othman(Kuantan)

3. Abd. Halim(Kuantan)

4. Hj. Naseem(Kuantan)

5. Hj. Seman(Melaka)

6. Lagimin(Batu Pahat)

7. Adeli Nawawi(Kuching)

8. Abang Abd Rahman(Kuching)

Jemaah 4 bulan ini dibentuk pada bulan Mei 2003.

Copyright © Juni 2010, Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa

Laporan Dakwah di Germany

 

Bismillahirohmanirrohim.Im Namen Allahs, des Allarbarmers, des Barmherzigen.

“Katakanlah (wahai Muhammad): “Inilah jalanku dan orang-orang yang menurutku, menyeru manusia umumnya kepada agama Allah dengan berdasarkan keterangan dan bukti yang jelas nyata. Dan aku menegaskan: Maha suci Allah (dari segala iktiqad dan perbuatan syirik); dan bukanlah aku dari golongan yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain.” (Yusuf 12:108)”

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh,

Kehadapan syura dan rakan-rakan seusaha semoga sentiasa dirahmati dan dilindungi Allah Ta’ala.

Alhamdulillah, sekarang telah hampir 2 bulan kami dalam perjalanan membuat usaha atas iman serta mencari keredhaan Allah Ta’ala.

Alhamdulillah, kami bersyukur kehadrat Illahi kesemua kami dalam keadaan sihat wal’afiat, juga satu hati dan bertambah keakraban serta kasih sayang.

Lapuran kami teruskan di Sehid Samil Masjid, Reutlingen. Sebelum ini tiada jemaah yang pernah buat usaha di masjid ini kerana mereka tidak membenarkan beriktikaf dalam masjid. Alhamdulillah, dengan fikir risau dan usaha karkun tempatan, kami adalah jemaah pertama yang dibenarkan beriktikaf. Walaupun masjid ini dikenali sebagai masjid Turki, tetapi 3 orang karkun tempatan dari Habsyah, AlJaazair dan Pakistan telah berusaha memecahkan benteng pemisahan antara keturunan dengan baik dan penuh hikmah. Natijahnya, masha’Allah, sambutan penduduk tempatan adalah sangat baik dan mereka sangat senang dengan kedatangan kami.

Di masjid ini kami banyak belajar bagaimana bergaul dengan masyarakat Islam Turki di Germany. Subhanallah, mereka pada zahirnya nampak kasar dan tidak mesra tetapi ikhtilat dan ikram membuka lebar ruang kemesraan dan kasih sayang. Di masjid ini kami dilayan dan dijamu seolah-olah kami adalah satu rombongan orang-orang kenamaan dari Malaysia. Jelas terbayang erti memuliakan tetamu dan ikram muslimin, sehinggakan ianya menampakkan betapa kekurangannya layanan kami terhadap saudara-saudara kami yang bergerak dalam jemaah-jemaah dakwah dan tabligh yang pernah mengunjungi masjid dan surau di tempat kami. Semoga Allah Ta’ala ambil kerja agama dari mereka semua kerana mereka lebih layak dari kami. Perjumpaan dan perpisahan sentiasa dengan pelukan mesra dan senyuman. Malah mereka menunjukkan kesukaan mereka kepada jemaah kami sehinggakan kami tidak tahu apa reaksi kami apabila mereka mengambil foto-foto kami dalam masjid sewaktu bayan!

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah (untuk membela Islam) dan orang-orang (Ansar) yang memberi tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang Islam yang berhijrah itu), merekalah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka beroleh keampunan dan limpah kurnia yang mulia.” (Al-Anfaal 8:74)

Route kami seterusnya adalah Albstadt, satu bandar kecil di selatan Germany berhampiran sempadan Switzerland. Beberapa orang pelajar Malaysia belajar dan buat usaha agama di sini. Rata-rata pelajar Malaysia yang belajar di Germany ini dikenali oleh orang Islam tempatan sebagai pemuda-pemuda yang soleh dan penggerak usaha agama. Mungkin inilah yang dimaksudkan oleh Maulana Ilyas rahmatullah alayh bahawa bukanlah maksud usaha agama ini semata-mata untuk melahirkan para hafiz dan para alim tetapi untuk melahirkan masyarakat “dindar” (yang soleh dan bertaqwa). Jelas, pelajar-pelajar Malaysia, khususnya yang telah didedahkan dengan usaha dakwah dan tabligh sebelum datang ke sini, telah menjadi penggerak dan pembantu kepada usaha agama di Germany. Walaupun di tempat yang telah maju usaha agama seperti di United Kingdom, pelajar-pelajar Malaysia telah lama menjadi penggerak kepada usaha agama di sana, tetapi kebanyakan mereka adalah daripada kalangan post graduate, manakala di German mereka terdiri daripada pemuda-pemuda daripada kalangan undergraduate. Dalam usia semuda mereka, mereka telah berjaya menambat hati masyarakat Islam tempatan. Mereka bahkan menjadi muazin dan imam-imam di masjid-masjid makami mereka. Semoga Allah Ta’ala meningkatkan fikir dan usaha rakan-rakan kami yang telah mengambil tanggungjawab atas usaha agama pelajar-pelajar di IPTA/IPTS, khususnya pelajar-pelajar yang sedang mengikuti kursus persediaan ke luar negara. Sesungguhnya usaha atas pelajar-pelajar tersebut telah menjadi asbab hidayat ke seluruh alam dan akan terus menjadi asbab hidayat atas hati-hati manusia di seluruh dunia, insya’ Allah.

“Dan orang-orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh kerana memenuhi kehendak agama Kami, sesungguhnya Kami akan memimpin mereka ke jalan-jalan Kami (yang menjadikan mereka bergembira serta beroleh keredaan) dan sesungguhnya (pertolongan dan bantuan) Allah adalah berserta orang-orang yang berusaha membaiki amalannya.” (Al-Ankabuut 29:69)

Di Switzerland, kami buat usaha dari Masjid Madni, Weinbergstrasse 147, Zurich, Schweiss. Switzerland bukanlah termasuk dalam route takaza kami dari KL, tetapi beberapa orang rakan seusaha dari Malaysia telah memaklumkam kepada orang-orang tanggungjawab Germany supaya kami di hantar ke sana selama beberapa hari. Ada dua orang rakan seusaha dari Malaysia di Swiss, seorang telah menetap 16 tahun di sana dan seorang lagi bekerja di Sauber-Petronas Zurich. Kami juga dinusrah oleh seorang rakan seusaha berbangsa Itali yang fasih bercakap Kelantan. Masya Allah, beliau mendapat hidayat sewaktu beliau melancong ke Kelantan dan buat usaha agama di Kelantan selama 4 tahun sebelum berhijrah ke Switzerland. Beliau sangat serasi menjadi mutarjim jemaah kami kerana beliau hanya boleh bertutur dalam loghat Kelantan.

Kami buat usaha di Zurich hanya selama 4 hari. Dari sana kami dapat sedikit karguzari tentang usaha agama di Swizerland. Usaha agama di Switzerland bermula sekitar awal 1970an. Jemaah pertama yang sampai ke Swizerland adalah jemaah dari Pakistan. Mereka telah memulakan usaha di Swizerland dalam keadaan payah dan penuh mujahadah. Oleh kerana hampir tiada masjid di Swizerland pada masa itu, mereka telah tidur berhamparkan salji. Berkat susah payah mereka dan usaha agama yang mulai berputik di Swizerland, sekarang telah ada 120 buah masjid di seluruh Schweiss. Di kawasan Zurich sahaja ada 30 buah masjid, 15 buah masjid dalam pusat bandar, dan daripadanya 6 masjid ada amalan makami. Satu gereja telah diubah menjadi masjid di Zurich.

“Dan bahawa sesungguhnya inilah jalanKu (agama Islam) yang betul lurus, maka hendaklah kamu menurutnya dan janganlah kamu menurut jalan-jalan (yang lain dari Islam), kerana jalan-jalan (yang lain itu) mencerai-beraikan kamu dari jalan Allah, Dengan yang demikian itulah Allah perintahkan kamu, supaya kamu bertakwa.” (Al-An’aam 6:153)

Kami dapat karguzari bahawa sebelum usaha agama berkembang di Switzerland, masyarakat Islam di sana amat dibenci oleh masyarakat tempatan kerana keadaan akhlak mereka yang tercela dan terlibat dalam berbagai kegiatan maksiat dan jenayah serta dianggap sebagai sampah masyarakat. Ada diantara mereka yang sanggup bekerja di gereja-gereja membunyikan loceng-loceng kebathilan. Alhamdulillah, keadaan hidup mereka telah berubah dengan berkembangnya usaha agama di Swizerland, walaupun masih tidak secara total. Masalah utama mereka adalah kesan suasana sekitaran yang menjadi musuh utama kepada iman. Sewaktu kami di sana, orang-orang Swiss yang bertuhankan keduniaan sedang menganjurkan pesta lucah jalanan Zurich Street Festival. Alhamdulillah, Allah Ta’ala masih melindungi sebahagian hamba-hambaNya dengan RahmatNya dengan asbab usaha agama.Di Zurich juga kami mengunjungi seorang lelaki Melayu yang berkahwin dengan wanita Swiss dan membuka perniagaan restoran di Zurich dengan menjual minuman keras dan menghidangkan masakan khinzir. Sewaktu jumpa beliau di restorannya, kami tasykil beliau untuk solat berjemaah dan bersama dengan kami tetapi beliau tidak bersedia untuk beri masa. Amat sedih keadaan hidup yang beliau alami dibawah kongkongan isterinya. Semoga Allah Ta’ala selamatkan iman beliau.

“Sesungguhnya tanggungan Kamilah memberi hidayat petunjuk (tentang yang benar dan yang salah).” (Al-Layl 92:12)

Usaha agama di Switzerland adalah di bawah tanggungjawab dan pengawasan France. Setiap awal bulan pada minggu pertama, mereka bermesywarah di France dengan orang-orang tanggungjawab di sana. 2 bulan sekali rakan-rakan seusaha seluruh Switzerland bermesywarah di Masjid Madni di Zurich. Sebagaimana di Germany, usaha agama di Switzerland adalah secara terbuka. Tiada masaalah untuk buat umumi ghast. Cuma kehadiran kami sentiasa menjadi perhatian masyarakat kerana ketrampilan dan cara berpakaian kami berbeza daripada mereka. Sewaktu kami buat umumi ghast di tengah-tengah bandar, tiba-tiba datang seorang wanita cuba memberikan kami sekuntum bunga. Masya Allah, terkejutnya kami waktu itu tak tahu apa nak buat, cuma berjalan terus dengan merendahkan pandangan mata.

Seterusnya kami kembali ke Ulm, Germany dimana kami buat usaha di Masjid Arabische Zentrum, Zeppelinstrasse 35, Ulm. Kami dimaklumkan bahawa jemaah Malaysia pertama juga buat usaha di masjid ini tahun lepas. Alhamdulillah, berkat daripada pengorbanan mereka dan usaha rakan-rakan seusaha tempatan, di masjid ini hidup 5 amal. Usaha agama di sini rata-rata dijalankan oleh pemuda-pemuda Arab dan Turki serta pemuda-pemuda German yang baru masuk Islam. Di masjid ini 10 orang pemuda German telah masuk Islam dalam jangka masa 10 bulan yang lalu dan kebanyakan mereka buat usaha agama. Beberapa orang diantara mereka sedang belajar bahasa Arab di Mesir. Beberapa orang keluar 40 hari, 10 hari dan 3 hari dari masjid ini.Kemudian jemaah kami singgah di Masjid Salahuddin, Frauentorstrasse 10, Augsburg. Terdapat 15 buah masjid di Augsburg. Alhamdulillah, di sini kami dapat nusrah daripada seorang hafiz dan alim, Maulana Mustaffa Islam, berketurunan Turki yang belajar di Raiwind selama 9 tahun. Hanya di masjidnya (Islamische Gemeinschaft Milli Gorus, Boschstrasse 61-65, Augsburg) ada amal makami tetapi tidak dibenarkan i’tikaf. (Sebelum kami terlupa, Maulana Mustaffa kirim salam pada Hafiz Umar, dan semua maulana-maulana di Markaz Sri Petaling yang pernah belajar bersamanya di Raiwind dulu).

Di Augsburg juga kami buat usaha atas pelajar-pelajar tajaan MARA berpusat di German Malaysia Institute (GMI), Kuala Lumpur. Alhamdulillah, mereka ini telah melapangkan masa bersama kami selama 3 hari dan beberapa orang daripada mereka telah keluar 3 hari bersama rakan-rakan seusaha tempatan. Rata-rata mereka telah mengenali usaha agama semasa mereka belajar di GMI.

Perjalanan kami diteruskan ke M? (Munich). Oleh kerana M? adalah antara kota terbesar di German dan pusat perindustrian dan ramai penduduk Islam dan banyak pula masjid, kami telah buat usaha di sini selama 11 hari berpusat dari Masjid-ul Ummah, Tagetesstrasse 6; Masjid Salih Sanli, Carl-Wery-strasse 60; dan Masjid Omar, Bergmannstrasse 10, Munchen. Masjid-ul Ummah ialah tempat tumpuan usaha agama di Munchen dan Sheikh Abdul Wahid sab, jemaah tasykil German juga bermakami di sini. Kami telah targheeb pelajar-pelajar Indonesia sekitar 12 orang kepada usaha agama di Masjid Omar yang rata-rata mereka tidak pernah mendengar mengenai usaha atas iman dan amal. Kami juga telah bentuk 2 atau 3 jemaah untuk buat ghast di penginapan pelajar-pelajar universiti, di penginapan suaka politik, serta penginapan awam.

Seterusnya kami buat usaha selama 3 hari di Masjid Ar-Rahman, Hemauerstrasse 20, Regensburg, tidak jauh dari sempadan Checz Republic. Kemudian kami meneruskan perjalanan ke Nurnberg. Dalam perjalanan ke N?g kenderaan-kenderaan kami ditahan oleh polis setelah diikuti beberapa lama. Alhamdulillah, mereka membenarkan kami meneruskan perjalanan setelah mereka memeriksa passport dan beg-beg kami. Semasa diperiksa kami bersolah maghrib ditepi jalan. Seorang rakan seusaha tempatan keturunan Bosnia yang nusrah kami telah mendakwahkan anggota-anggota polis berkenaan kepada Islam. Sebenarnya ini adalah kali ketiga kami ditahan oleh polis German. Perkara ini kami anggap sebagai satu perkara biasa apatah lagi dengan salah tanggapan orang-orang bukan Islam terhadap orang-orang Islam dewasa ini. Apa yang jelas, mereka ini adalah masyarakat yang jiwa mereka diselubungi ketakutan, seperti seorang yang naik keretapi kelas satu tetapi tidak memiliki tiket.“Serulah ke jalan Tuhanmu (wahai Muhammad) dengan hikmat kebijaksanaan dan nasihat pengajaran yang baik dan berbahaslah dengan mereka (yang engkau serukan itu) dengan cara yang lebih baik; sesungguhnya Tuhanmu Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang yang sesat dari jalanNya dan Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang-orang yang mendapat hidayat petunjuk.” (An-Nahl 16:125)

Di N?g, kami buat usaha di Masjid Bilal, Zufurhstrasse 8. Dua tahu dahulu masjid ini hidup 5 amalan masjid tetapi sekarang solah fardhu pun tidak lagi dikerjakan dengan berjemaah. Di atas rak buku masih tersusun beberapa kitab Fadhail Amal dari berbagai bahasa. Usaha kami di sini ditumpukan terhadap menghidupkan kembali amalan masjid. Setelah kami khususi beberapa rakan seusaha, ramai lah ahli jemaah masjid dapat dikumpulkan dan diberi targheeb untuk menghidupkan kembali amalan masjid. Alhamdulillah, suasana masjid kembali hidup dan jelas terbayang harapan pada wajah-wajah mereka. Mereka bersama-sama bergandingan dengan kami buat umumi ghast dan memulakan semula taklim masjid. Jemaah 3 hari dibentuk untuk keluar pada bulan ini. Allah Ta’ala juga mempermudahkan usaha kami kerana mereka telah mengenali rapat seorang pelajar Malaysia yang diberi tanggungjawab untuk menghidupkan kembali usaha agama di masjid ini. Beberapa orang rakan seusaha dari Erlangen, satu bandar berdekatan juga datang untuk membantu usaha agama di sini. Mereka akan terus buat intikali (ghast kedua) di Masjid Bilal ini.“Yang berusaha mendengar perkataan-perkataan yang sampai kepadanya lalu mereka memilih dan menurut akan yang sebaik-baiknya (pada segi hukum agama); mereka itulah orang-orang yang diberi hidayat petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang berakal

sempurna.” (Az-Zumar 39:18)

Alhamdulillah, di masjid ini juga kami mengumpulkan pelajar-pelajar Malaysia baru dan lama dan memberi targheeb terhadap kepentingan usaha agama bagi pelajar-pelajar. 22 orang pelajar-pelajar MARA baru tiba di N?g sehari sebelum ketibaan kami.

Kemudia kami buat usaha di Masjid Turkische di Pappenheim dalam kawasan Eichstatt, lebih kurang 70km dari N?g. Mashaallah, di kawasan ini usaha agama begitu maju dikalangan masyarakat Turki. 10 orang telah keluar 4 bulan ke IPB, 4 orang telah keluar jemmah masturat 40 hari ke Pakistan, dan ramai karkun 40 hari serta 3 hari. Mereka ini rata-ratanya pekerja kuari batu marmar yang di katakan paling bermutu di dunia. Mereka bekerja 8 bulan dan cuti 4 bulan setahun pada musim sejuk. Di kawasan kuari tempat mereka bekerja hidup solah berjemaah dan taklim harian. Ada tempat khas untuk mereka bersolah berjemaah. Selain Berlin, kawasan ini adalah kawasan yang paling maju usaha agama di Germany. Mereka keluarkan 3 jemaah 3 hari setiap bulan. Rakan-rakan seuasaha di sini berazam untuk keluar 40 hari ke Malaysia secepat mungkin.Esok kami akan ke Frankfurt semula kerana jemaah kami diputuskan untuk menghadiri satu jord karkun lama di Masjid Pak Muhammadi. Khabarnya jord ini akan dihadiri oleh Maulana Ibrahim Gujrati dan beberapa orang lama dari India. Setakat ini sahaja lapuran kami.InshaAllah, kami akan berikan laporan terakhir perjalanan kami semasa di Holland nanti.

Nikmat kehidupan (atau kesihatan) dan nikmat harta benda setiap seorang Muslim adalah milik Allah, yang mana Allah Ta’ala telah beli kedua-duanya dengan nilai syurga.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman akan jiwa mereka dan harta benda mereka dengan (balasan) bahawa mereka akan beroleh Syurga, (disebabkan) mereka berjuang pada jalan Allah maka (diantara) mereka ada yang membunuh dan terbunuh. (Balasan Syurga yang demikian ialah) sebagai janji yang benar yang ditetapkan oleh Allah di dalam (Kitab-kitab) Taurat dan Injil serta Al-Quran dan siapakah lagi yang lebih menyempurnakan janjinya daripada Allah? Oleh itu, bergembiralah dengan jualan yang kamu jalankan jual belinya itu dan (ketahuilah bahawa) jual beli (yang seperti itu) ialah kemenangan yang besar.” (At-Taubah 9:111)

Rasulullah sallalaahu alayhi wasallam hat uns seit lang verlassen. Aber die Verantwortung f?n ist meine Arbeit, und Arbeit von den ganzen Menschen.Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Copyright © Juni 2010, Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa

Karguzari Dakwah Di Yaman

Assalamu ‘Alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Segala Puji hanya milik Allah SWT semata, Sholawat serta Salam semoga selalu tercurah kepada Junjungan kita Nabi Besar Muhammad saw.

Sebagai Muqaddimah, kami ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala khilaf dan salah, yang disengaja maupun tidak. Bersama dengan ini pula kami ingin memberikan beberapa khabar/karguzari dakwah di Yaman khususnya di madrasah tempat kami belajar. Setelah sekian lama kami tidak dapat memberikan khabar seperti biasa terkecuali dengan beberapa ikhwan itupun melalui YM saja.

Alhamdulillah, beberapa bulan lalu tepatnya di bulan Ramadhan. Kami melaksanakan Khuruj 30 hari sebagai Nishab Tahunan di waktu liburan. Kami bersyukur atas target yang sudah tercapai yakni; 3 Jama’ah dalam negeri Yaman, 2 Jama’ah luar negeri (Jibouti dan India) dan 1 Jama’ah Mutarjim yang terdiri 3 orang untuk Jama’ah dari Indonesia yang menghabiskan waktu keluar selama -/+ 1 bulan di Yaman.

Ini merupakan perkembangan dakwah yang sedang berjalan di Hadramaut khususnya pelajar di Darul Musthofa.

Namun, ada kabar yang cukup menggembirakan kami semua bahwa, sepulang dari keluar (khuruj) kami mendapati dan mengetahui bahwa pihak Darul Musthofa cukup senang dan bersyukur dengan perkembangan Jama’ah Tabligh yang berada di Darul Musthofa. Karena secara tidak langsung sudah membantu proses pembelajaran dan perkembangan Dakwah ala Darul Musthofa itu sendiri.

Para Penanggung Jawab Dakwah Darul Musthofa (bukan Jama’ah Tabligh) sering sekali mudzakarah dengan beberapa ikhwan Jama’ah Tabligh tentang cara dan metode Dakwah yang sudah menjelajah dunia ini. Ini semata-mata sebagai satu bentuk pandangan yang baik dari mereka dalam mengembangkan dakwah itu sendiri. Bahkan, Al Habib Umar sering mengatakan kepada kami, dalam ijtima’-ijtima’ khos Jama’ah Tabligh seperti Bayan Hidayah ketika kami akan keluar. Beliau mengatakan yang kurang lebih maksudnya “bantulah mereka (para penanggung jawab dakwah Darul Musthofa) bagaimana metode dakwah yang baik”.

Beberapa minggu lalu, pihak Darul Musthofa mengirimkan 1 Jama’ah yang terdiri dari para Penanggung Jawab dari beberapa Departemen yang ada ke negeri Jepang.

Inipun dikarenakan permintaan dari Prof. DR. Arai dari salah satu Universitas Tokyo, Fakultas Kebudayaan yang hendak mengadakan Seminar Terbuka tentang Islam. Juga bertempat di beberapa Universitas di negara itu. Jama’ah pun menghabiskan waktu 1 bulan dan sempat berkeliling ke berbagai tempat di Jepang.

Jama’ah pun sempat mendatangi tempat-tempat yang diketahui banyak terdapat kaum Muslimin tinggal, bekerja dan belajar.

Satu yang sangat diharapkan oleh Al Habib Umar bin Hafidz adalah, bahwa bila bisa dijumpai Jama’ah Tabligh di negara tersebut, alangkah baiknya bekerjasama dengan mereka. Karena beliau yakin akan keberadaan mereka (Jama’ah Tabligh) di semua negara di dunia. Di samping memenuhi permintaan dari Universitas Tokyo, Al Habib Umar mengharapkan sekali kepergian mereka (Jama’ah Darul Musthofa) menjadi asbab hidayah bagi mereka orang-orang Jepang terutama yang ada kaitannya dengan Seminar ini.

Sang Habib sudah memikirkan akan kelanjutan kerja ini agar tidak tersendat dan terus berlanjut hingga membuahkan hasil yang baik. Sebagaimana yang telah beliau ketahui bahwa, sempat kami para Karkoon dimusyawarahkan oleh Markas setempat untuk keluar ke negara Jepang pada masa liburan tahunan namun tidak sempat terpenuhi. Dan semua kerja kami baik Maqomi maupun Intiqali selalu dilaporkan kepada Habib Umar. Bahkan, beliau bersedia meluangkan waktu khusus untuk kami jika ada program-program yang berhubungan dengan “Karkoon Pelajar” di darul Musthofa seperti, Musyawarah Mungguan, Bulanan hingga Ijtima’ Besar Tahunan untuk seluruh negeri-negeri Arab di Hudaidah-Yaman.

Dari sinilah beliau banyak melihat perkembangan dan Ishlah yang banyak membantu Stabilitas di Darul Musthofa.

Akhirnya, ketika kembali ke Darul Musthofa, Jama’ah ini mendapatkan sedikit penyesalan karena tidak ditemuinya “Karkoon” di Jepang. Hingga merekapun bertanya kepada kami, “apakah kalian mengetahui di Jepang ada Markas Tabligh atau tidak?”. Pertanyaan inilah yang terlontar kepada Penanggung Jawab Karkoon Pelajar yang akhirnya sampailah kepada saya (penulis).

Alhamdulillah, beberapa informasi yang saya ketahui dari beberapa ikhwan di Indonesia seperti Pak Eko Purwanto bahwa, ada salah satu “Karkoon Lama” di Jepang yakni, Pak Iqbal Rofik. Dari sinilah berkembang informasi kedua dan ketiga dan semoga seterusnya dapat kami ketahui.

Akhir Kalam, kami mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan kami. Sebagai permohonan, kepada semua pihak yang terkait mohon untuk kerjasama dan Ta’awun dalam usaha agama ini. Bila mengetahui informasi lain tentang Dakwah khususnya di Jepang mohon untuk dikirimkan ke email: iroel_jeje@yahoo.co.id

Semoga kita senantiasa dijaga oleh Allah SWT dalam akhwal dan bi’ah agama yang kuat. Iman dan Amal Agama hingga Hari Kiamat. Amiin.

 

Segala Puji hanya milik Allah SWT semata, Sholawat serta Salam semoga senantiasa tercurah kepada Junjungan Kita Nabi Besar Muhammad saw., keluarga dan sahabatnya.

Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan Jazakumullohu Khoirol Jazaa’ atas informasi yang antum berikan. Ini sangat membantu sekali. Semoga ini bukan yang terakhir kalinya.

Mengenai informasi atau karguzari dakwah di Yaman khususnya Darul Musthofa memang saya sendiri belum begitu banyak menyampaikan kecuali hanya beberapa orang ikhwan saja. Dengan alasan bahwa, baik Darul Musthofa maupun kami semua pelajar yang notabene ‘Tabligh’ bisa dikatakn merupakan corak baru bagi Lembaga Pendidikan yang dituju oleh para pelajar ‘Tabligh’ ini.

Sebagaimana kita tahu bahwa dari kebanyakan para pelajar Indonesia yang sudah mengenal tabligh lebih bersemangat untuk belajar di Pakistan atau India. Ini semua karena pertimbangan untuk menjaga ‘Bi’ah Dakwah’ yang sudah dijalani.

Namun, tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang mempunyai ‘Himmah’ atau semangat belajar hingga berkeinginan untuk mendalami Madzhab Imam Syafi’i. Maka, Yamanlah yang menjadi tujuan untuk memenuhinya dengan alasan bahwa, Yaman merupakan negara yang masih kental dan kuat dengan ‘Syafi’i’ nya. Bahkan, dalam sejarahpun Yaman mempunyai peranan penting dalam penyebaran Islam di Indonesia.

Dari berbagai macam Lembaga Pendidikan yang berada di Yaman, Darul Musthofa yang masih begitu muda usianya dibandingkan dengan Lembaga Pendidikan lainnya.

Negara Yaman terbagi menjadi 2 Provinsi, Yaman Utara dan Yaman Selatan yang dinamakan dengan Hadramaut.

Di Yaman Utara ada beberapa Lembaga Pendidikan dan Universitas Islam bercorak Syafi’i seperti Universitas Al Yamaniyah dan Universitas Syar’iyyah Shona’a di Ibukota Yaman, Shona’a. Juga terdapat beberapa Universitas lain yang berfahamkan ‘Wahhabi’.

Di kota Hudaidah ada 1 Universitas Syar’iyyah Hudaidah dan Universitas Al Ahqaff. yang juga bercorak Syafi’i disamping beberapa Pondok Pesantren kecil di sekitarnya.

Adapun di Hadramaut ada Universitas Al Ahqaf cabang, Rubath Tareem dan Lembaga Pendidikan Islam Darul Musthofa.

Inilah beberapa tempat belajar yang menjadi sasaran para pelajar Indonesia yang hendak mendalami Madzhab Syafi’i. Hingga diperkirakan dari jumlah keseluruhan pelajar Indonesia berkisar 800 orang.

Ini karguzari sekilas tentang alasan dipilihnya negara Yaman sebagai tujuan untuk belajar.

Kedua, mengenai perkembangan dakwah secara keseluruhan Yaman merupakan negara di Jazirah Arab yang juga tidak luput dari ‘incaran’ Jama’ah Tabligh. Dakwah pertama masuk sejak 35 tahunan yang lalu. Bahkan pertama kali yang didatangi adalah beberapa daerah di Hadramaut. Kami mendengar langsung dari Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bahwa, ayahanda beliau yang bernama Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz sempat bertemu dan berinteraksi langsung dengan Jama’ah Tabligh yang kebetulan datang ke Tarim Hadramaut. Dan memberikan kesan yang baik kepada beliau (Habib Muhammad). Ini beliau (Habib Umar) sampaikan beberapa minggu yang lalu, ketika beliau meminta kami para ‘Karkoon Pelajar’ untuk berkumpul dan mendangarkan taushiyah beliau tentang pentingnya menjaga Amal Maqomi.
Dalam kalam beliau menerangkan dan menyebutkan bahwa dari sekian banyak orang-orang Tarim yang mengikuti dan bergabung dengan JT mereka begitu bagus sekali menjaga Amal Agama. Bahkan yang menjadi point besar adalah ‘mau memekirkan orang lain untuk amal agama’. Ini disebabkan kuatnya mereka menjaga Amal Maqomi baik di rumah maupun di masjid.

Ketiga, Tentang asal-usul Habib Umar mengenal dan mengetahui JT adalah dari apa yang saya ceritakan diatas. Selain itu pula beliau pernah belajar pertama kali di salah satu daerah di Yaman Utara yang bernama Baidho’. Di kota inilah beliau mengenal dekat tentang Jama’ah Tabligh bahkan beliau sempat keluar 40 hari seperti yang antum ketahui juga sempat menghadiri Ijtima’ di Pakistan. Mengenai tahunnya saya belum bisa memastikan. Namun, sampai sekarang beliau masih berhubungan dan berkawan baik dengan salah seorang penanggung jawab markas Mukalla, ibukota Hadramaut. Beliau bernama Syeikh Ali Ba’abbad. Beliau inilah yang mengajak Habib Umar untuk menghadiri Ijtima’ tersebut. Hingga saat inipun Syeikh Ali masih sering berkunjung dan bertatap muka dengan Habib Umar. Bahkan beliau sering diberikan kesempatan untuk ‘ceramah’ di depan semua pelajar dan pengajar.

Keempat, Perkembangan dakwah di Darul Musthofa baru saja dimulai 4 tahun lalu. Ketika seorang dari pelajar Indonesia yang bernama Mahmud dari Jakarta datang ke Darul Musthofa setelah menyelesaikan studinya di Mesir. Dialah yang menggerakkan semua ‘Karkun Senyap’ yang ada dan dari berbagai negara. Hingga terkumpul data nama-nama mereka sebanyak 50 orang dari luar negara Yaman saja. Dari sinilah dimulai gerak dakwah di Darul Musthofa hingga sambung dengan orang-orang markas terdekat. Sekembalinya Mahmud ke Indonesia yang hanya sempat belajar 2 tahun saja ini cukup membuahkan hasil yang memuaskan hingga sekarang terkumpul nama-nama yang sudah pernah keluar baik dari negara masing-masing atau baru mengenalnya di Darul Musthofa sebanyak 170 orang.

Copyright © Juni 2010, Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa

Kargozari Da’wah Di Australia

MELBOURNE SEMARAK OLEH TABLIGH

Islam bukanlah gejala baru di Australia. Masuknya Islam ke benua Aborigin ini hanya berselang satu abad setelah datangnya orang-orang Inggris pertama di abad ke-18. Jumlah ummat Islam di Australia diperkirakan sekarang mencapai angka 300 ribuan. Dengan sejarah yang panjang dan jumlah yang tidak lagi sedikit, wajarlah bila tingkat keragamannya pun tinggi. Dari lapisan muslim yang masih taat dan aktif berdakwah, sampai yang tinggal Islam KTP-nya saja ada.Bahkan, ada yang menjawab salam pun sudah tak bisa.

WARNA BARU. Di tengah situasi itu, sejak awal tahun 1970-an, gerekan jamaah tabligh menggoreskan warna baru dalam perkembangan peta ummat Islam di Australia.

Setidaknya, sejauh pengamatan dan keterlibatan Sahid selama hampir 4 bulan di Australia, tabligh telah menjadi suatu gerekan dakwah yang sangat dinamis sekarang dan di masa mendatang.

Dilahirkan di India, gerekan ini merupakan hasil ijtihad seorang ulama bernama Maulana Ilyas, sekitar 70 tahun yang silam. Gagasannya sederhana, namun sangat tajam dan efektif. Yaitu meluangkan waktu untuk sepenuhnya berada di dalam atmosfir dien di masjid dalam waktu tertentu. Targetnya, agar manusia makin faham akan tujuan penciptaan dirinya di muka bumi. Sebuah persoalan yang sangat fundamental.

Sasaran sekunder, memindahkan suasana dien tadi dari masjid ke lingkungan manapun di luar masjid, terutama ke rumah. Setiap orang disarankan meluangkan waktu setidaknya dua jam sehari.Isinya berta’lim, membaca hadits, mengaji Qur’an, dan berpikir mengenai bagaimana syiar Islam. Lalu berjaulah, mengunjungi rumah-rumah ummat Islam di sekitar masjid setidaknya seminggu sekali. Lebih jauh lagi, keluar di jalan Allah setidaknya tiga hari dalam sebulan, empat puluh hari dalam setahun, dan empat bulan dalam seumur hidup.

Kesan pertama dari penampilan fisik mereka yang memakai gamis atau jubah, surban, dan memelihara janggut, memang merupakan sunnah-sunnah yang sudah asing bagi kebanyakan ummat Islam. Tetapi aktivis tabligh yakin, dengan niat yang ikhlas dan akhlak yang baik, kesan ‘asing’ itu akan segera hilang.

Kini poros India-Pakistan-Bangladesh, tempat gerekan ini berbasis, menjadi semacam base camp bagi para aktivis tabligh. Setiap orang disarankan meluangkan empat bulan khuruj-nya ke tiga negara di Asia Selatan tersebut. Kenapa harus ke sana? Zakaria, mahasiswa Charles Sturt University yang juga seorang karkun (sebutan bagi aktivis tabligh; bahasa India) menerangkan kepada Sahid, “India-Pakistan-Bangladesh bisa diibaratkan sebagai centre of excellence sebagaimana Universibeg Al-Azhar, Madinah, Harvard, Oxford, atau MIT bagi ilmu-ilmu.”

Aktivis tabligh didorong untuk berangkat ke sana agar kualibegnya meningkat. Bedanya, kalau di universibeg dunia kita belajar ilmu, di India-Pakistan-Bangladesh kita belajar amal akhirat, kata Zakaria. Awal tahun ini, jaringan televisi kabel ternama CNN melaporkan ‘the second biggest muslims gathering after hajj’ di Pakistan, yang tak lain adalah ijtima’ jamaah tabligh ini untuk tingkat dunia. Sekitar dua juta orang diperkirekan berkumpul pada saat itu.

DARI WAGGA KE MELBOURNE. Bagi kota-kota kecil seperti Wagga-Wagga, tempat Sahid menetap, Melbourne sebagai markas telah menjadi semacam India-Pakistan-Bangladesh-nya Australia.

Sore itu di awal Oktober, saya dan Raja Shahruddin, mahasiswa asal Malaysia, berencana bergabung dengan markas jamaah tabligh di Melbourne. Sebelum kami bertolak dari surau kampus, ada bayan hidayah (semacam briefing) dari seorang brother di Wagga. Isinya yang utama ada tiga, senantiasa meluruskan niat karena Allah; bahwa perjalanan ini untuk memperbaiki kualibeg iman pada diri sendiri, baru yang berikutnya untuk mengajak orang lain; dan terakhir, petunjuk-petunjuk teknis mengenai hubungan dengan manusia lain.

Misalnya, agar menjaga mulut mengurangi percakapan tentang dunia selama perjalanan. Agar memperbanyak dzikir dan doa karena orang yang ada di jalan Allah doanya maqbul, dan yang semacamnya.

Lepas ashar kami bertolak diiringi doa. Perjalanan mobil Wagga-Melbourne petang itu kami kebut lima jam. Berbeda dengan di Indonesia, jalan bebas hambatan dari Albury, di perbabegan New South Wales dan Victoria, ke Melbourne yang jaraknya 350 kilometer gratis. Tak ada bayar-bayaran tol. Lansekap indah alam pedesaan, kerumunan domba, ladang gandum serba luas, padang stepa dan bebukitan hijau permai New South Wales-Victoria, ujung-ujungnya bertemu dengan layar langit yang biru sempurna. Semua cuma bisa dinikmati sebentar. Hujan lebat dan gelapnya malam segera menyergap Nissan Bluebird station milik Shah yang meluncur cepat.

Melbourne dingin malam itu, hampir seperti di saat winter. Trem-trem listrik masih beringsut menyusuri jalan-jalan kota dan kawasan suburban. Merkuri ribuan watt dan lampu-lampu kota meredam cahaya gemintang di langit Kutub Selatan.

Hawa dingin tadi segera terusir oleh suasana hangat begitu kami memasuki masjid Umar ben-Khattab, di Preston. Masjid waqaf pemerintah Arab Saudi ini selesai dibangun enam tahun silam. Kini menjadi markas jamaah tabligh di seluruh Melbourne dan Australia. Setiap Jum’at malam mereka berkumpul dan beri’tikaf di sini. Sebuah kaligrafi kain ukuran besar dengan warna lembut tergantung persis di abeg mihrab. Tulisannya, “Fabi ayyi aalaa i rabbikumaa tukadzdzibaan, maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang hendak kau dustakan?”

PAKAIAN YANG SAMA. Di depan mihrab, seorang tua berjanggut putih dari Srilanka sedang menyampaikan bayan (ceramah) dibantu seorang penerjemah. Tak kurang dari dua ratus orang duduk rapat-rapat, tekun mendengarkan ceramah itu.

Mereka berasal dari berbagai bangsa imigran seperti dari Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan banyak lagi termasuk Australia sendiri. ‘Pakaian’ mereka semua sama; Islam. Masya Allah, masya Allah! Rasanya seperti bukan di Melbourne. Rasanya seperti berada di salah satu sudut masjid Nabawi, di Madinah Al-Munawwarah.

Usai shalat Isya’, makan malam bersama. Duduk berjajar, menunggu nampan datang sambil berdoa, lalu makanan satu nampan di makan tiga atau empat orang. Mulai sikap kepada makanan sampai cara duduk, semua mengikut sunnah.

Tiba-tiba sebuah suara orang Jawa yang sangat medok mengagetkan saya. “Anda dari Indonesia kan? Ini saya kasih tahu!” kata seorang lelaki tersenyum, sambil menyodorkan sebuah nampan penuh dengan nasi dan sayur tahu. Waduh, ini lidah saya sudah empat bulan tak ketemu tahu. Alhamdulillah.

Sebelum tidur, ada pembacaan hayatush shahabah, kisah kehidupan para sahabat Nabi, lalu ada kalkuzari, semacam laporan perjalanan. Malam itu seorang brother keturunan Eritrea memberi laporan khuruj-nya dari Kaledonia Baru, sebuah negara kepulauan di Pasifik Selatan.

Diceritakannya betapa masyarakat muslim di wilayah bekas jajahan Prancis itu, yang terdiri dari keturunan India dan Jawa, telah jauh dari Islamnya. Merasa senang akan kedatangan saudara-saudaranya dari Melbourne, mereka minta lain kali didatangkan jamaah lagi.

Paginya, sehabis shubuh, seorang brother asal Bosnia yang lahir di Australia memberikan bayan shubuh. Rupanya ia baru saja pulang dari kampung ayah ibunya Bosnia-Herzegovina, memimpin sebuah jamaah tabligh pertama yang datang setelah perang berhenti di kawasan Balkan.

LUPA DUNIA? Tapi apa betul para aktivis tabligh yang ’selalu ingat mati’ ini melupakan kehidupan dunia? Tudingan ini hampir tak pernah serta-merta mereka bantah dengan ucapan. Silakan dinilai sendiri.

Selama di masjid mereka tak pernah bicara bisnis. Tapi Mobil-mobil macam Toyota Tarago station yang di Jakarta tergolong mewah, Toyota Cressida, Honda Civic Genio dan merek-merek wah lainnya tiap Jum’at malam nangkring di halaman masjid Preston. Itu saja bisa menunjukkan cita rasa mereka pada teknologi maju, sejauh bisa difungsikan di jalan Allah.

Para karkun ini juga dikenal sebagai pekerja keras di bidangnya masing-masing. Ada yang supir taksi, tukang kayu, juragan butchery (rumah pemotongan hewan ternak), insinyur, birokrat, pedagang dan lain-lain. Mahasiswa yang aktif dalam gerekan inipun, meski rata-rata low profile, di kampus punya presbegi yang selalu bisa dibanggakan. Abdul Razak, mahasiswa ilmu-ilmu sosial di Charles Sturt University, merasa tak puas jika tugas-tugas yang dikerjakannya tak mendapat predikat excellent. “Presbegi belajar juga bagian dari dakwah kita kepada teman lain,” katanya merendah. Mereka dikenal mahasiswa yang belajar dengan disiplin spartan. Di Wagga, beberapa mahasiswa yang aktif bertabligh biasa mengorganisasi kegiatannya dengan telepon genggam yang bukan lagi barang mewah.

Di Australia sendiri, sejak awal tahun 1970-an, gerekan ini berkembang pesat hingga sekarang. Dipimpin oleh Syaikh Muhtaz asal Mesir, pusatnya di Melbourne tidak lagi hanya mengarahkan sasaran dakwahnya ke Melbourne, Sydney, Perth, Darwin, dan kota-kota di pulau Australia.

Tapi juga melebar ke kepulauan Pasifik Selatan, seperti Vanuatu, Samoa, Fiji, Kaledonia Baru, ke China, Eropa, Afrika, dan Asia Tenggara. Ini terlihat dari pembicaraan yang berkembang dalam musyawarah bulanan yang sempat Sahid ikuti.

Musyawarah ini berlangsung di kawasan Folkner, di pinggiran Melbourne.Markas Tabligh Australia yang baru di kawasan ini adalah bekas komplek sekolah dasar di abeg sebidang tanah seluas kira-kira 3 hektar.

Sehari-hari tempat ini dipakai untuk madrasah diniyah bagi anak-anak para karkun. “Sedang diusahakan agar madrasah ini disamakan statusnya dengan sekolah dasar umum,” jelas Ruslan, seorang karkun asal Malaysia. Dalam musyawarah bulanan tadi, masing-masing pusat gerekan di Melbourne memberikan laporan dan rencana-rencana kegiatan kepada Syaikh Muhtaz dalam suatu forum terbuka. Lalu Amir Shaf -sebutan bagi pemimpin markas- mengarahkan pembicaraan pada rencana dakwah ke luar Australia. Ada beberapa kelebihan Australia dalam hal dakwah regional dan internasional ini.

Pertama, para karkun Australia menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar utama, yang merupakan bahasa internasional.

Kedua, kebanyakan aktivis tabligh di Australia adalah keturunan kaum imigran dari berbagai belahan dunia. Mereka akan menjadi pasukan dakwah yang ‘kuat’ secara psikologis bila dikirimkan ke tanah kakek-neneknya. Contohnya Lukman, 39, keturunan Italia bermata abu-abu yang lahir di Australia. Kepada Sahid ia membagi pengalamannya baru-baru ini ber-jaulah ke kampung ibu-bapaknya di kepulauan Sisilia, gudangnya mafia dan gangster kelas kakap. Katanya, kini di seluruh Italia ada 200-an masjid. “Kedatangan kami dari Australia disambut baik sebagai dukungan moril yang kuat bagi berkembangnya Islam di Italia,” cerita Lukman sambil tersenyum.

PERHATIAN PADA INDONESIA. Dalam musyawarah bulanan di Folkner itu, Syaikh Muhtaz menekankan agar para karkun memberi perhatian khusus bagi Indonesia.

Ia bercerita, bahwa Maulana Hadraji rahmatullah ‘alaih, pimpinan gerekan tabligh sedunia yang baru wafat beberapa tahun lalu, bermalam-malam tak bisa tidur setelah mendengar berita, bahwa musuh-musuh Islam berencana meng-Kristen-kan Indonesia dalam waktu 50 tahun.

Di Australia sendiri, penampilan para aktivis tabligh yang rendah hati dan menjauhkan diri dari soal-soal khilafiyah dan politik praktis, cukup ampuh menyelesaikan berbagai ketidakharmonisan hubungan antar ummat Islam. Pesan utama bayan atau ceramah para aktivis tabligh biasanya berisi enam hal standar, yaitu tentang keutamaan kalimah tayyibah (Laa ilaha illallaah, Muhammadan rasulullah); lalu membesarkan nama Allah dengan shalat yang khusyu’; ilmu dan dzikir; ikram (memuliakan) sesama muslimin; ikhlaskan niat; dan yang terakhir, tentang pentingnya setiap individu muslim melakukan da’wah dan tabligh.

Menghindari soal khilafiyah dan siyasah (politik), memmembuatnya mudah diterima oleh semua masyarakat. Rombongan jaulah yang saya dan Shah ikuti adalah suatu contoh nyata.Dalam jaulah dua hari satu malam di akhir minggu, kami bergabung dengan jamaah 8 orang yang mayoribeg terdiri dari keturunan Bosnia.

Masjid yang dipilih untuk beri’tikaf adalah Masjid An-Nur milik masyarakat Kroasia. Terletak di kawasan Maidstone, 15 tahun yang lalu bangunan kayu itu adalah sebuah gereja yang dibeli menjadi masjid. Di sebelahnya ada sebuah bangunan yang lebih kecil, Islamic Center-nya masyarakat Kroasia. Sudah jadi rahasia umum, bahwa walau sesama muslim, orang Kroasia cenderung tak bisa akur dengan orang Bosnia. Masjid Kroasia yang berada di dekat pemukiman komunibeg Bosnia itu tak pernah dikunjungi oleh orang Bosnia, kecuali orang Lebanon, Eriteria, dan Somalia.

Sebaliknya, masyarakat Bosnia -yang dikenal berperangai halus- sendiri akhirnya membangun masjid tak jauh dari kawasan itu. Keputusan ini merupakan klimaks ketidakharmonisan hubungan itu. Ironisnya, belum seratus persen masjid jadi, kaca-kacanya pecah berantakan diserang beberapa orang Kroasia yang tak bertanggung jawab.

Cerita sedih ini tidak saya dapatkan dari brothers Bosnia yang sejamaah dengan saya. Melainkan dari beberapa brothers tempatan asal Aljazair, Fiji, dan Somalia.

Di hari kedua jaulah, brothers dari Bosnia ini lagi-lagi memilih sasaran yang menantang. Yakni sebuah masjid milik masyarakat Turki yang dikenal keras, tak mau menerima rombongan tabligh beri’tikaf di situ. Saya kagum pada ghirah saudara-saudara Bosnia ini.

Pengalaman beberapa hari di Melbourne sangat mengesankan. Bertemu masyarakat muslim yang ghirah-nya kuat dan masjid yang makmur memmembuat saya tak merasa menyesal karena tak sempat ke The Great Ocean Road, sebuah kawasan pantai tebing yang terkenal indahnya. Lokasinya 3 jam dari Melbourne ke Adelaide, South Australia.

Dalam perjalanan pulang ke Wagga, saya melirik ke arah Shah. Di matanya ada semangat baru yang segar, yang sudah tak sabar diguyurkan kepada teman-temannya. Agar kota kecil Wagga-wagga semakin marak dengan dakwahnya.

Melihat Muslim Beramal: Catatan Seorang Mahasiswa di Melbourne

Sekedar berbagi cerita. Minggu yang lalu saya berkesempatan berkunjung ke Masjid Folkner yang berlokasi di kawasan pinggiran Melbourne sekitar satu jam drive dari tempat dimana saya tinggal. Masjid ini dikenal sebagai markaz kawan-kawan Jamaah Tabligh di sekitar Melbourne Australia.

Sebenarnya sudah lama saya diajak dan (juga) berniat untuk berkunjung ke masjid ini. Tapi karena berbagai sebab, saya belum juga bisa sampai ke sana. Dan Jumat kemaren, Alhamdulillah akhirnya sampai juga saya ke masjid yang cukup banyak dibicarekan oleh banyak Muslim di sini.

Kemaren di sinilah saya bisa menemukan hampir seribuan saudara muslim dari beragam etnis dan kebangsaan berkumpul dalam kehangatan Ukhuwah Islamiyah. Dan Bayan minggun kemaren disampaikan oleh seorang Syeikh yang datang dari Arab Saudi.

Sementara seribuan jamaah lainnya dengan tenang dan khusyuk mendengarkan bayan yang disampaikan dalam dua bahasa itu. Tak ada kegaduhan ketika bayan disampaikan, kecuali desisan zikir beberapa jamaah merespon beberapa topik yang disampaikan oleh sang Ustadz.

Sekalipun saya sudah mengenal aktifibeg Jamaah Tabligh cukup lama, tepatnya semenjak hampir sepuluh tahun yang lalu ketika saya setengah ‘terpaksa’ ikut khuruj bersama aktifis JT di Padang saat menjadi mahasiswa, saya tetap saja terpesona dengan suasana yang saya temukan di masjid terbesar Melbourne ini.

Perjalanan kemaren memutar kembali memori saya pada suasana yang sama sekitar beberapa tahun yang lalu, yaitu masa ketika saya juga pernah merasakan kedamaian dakwah ala kawan-kawan Tabligh ini.

Bagi saya, suasana ini menjadi lebih berkesan karena di tengah gemerlapnya kota Melbourne dengan kehidupan hedonisme dan sekulerismenya, pelan tapi pasti melalui masjid ini cahaya Islam itu dipantulkan.

Terlepas dari beberapa kritikan yang diarahkan pada metode dakwah Islam ala Tabligh, adalah fakta bahwa secara kuantitatif, member dan simpatisan JT bisa dikatakan paling banyak dan paling menonjol dalam aktifibeg dakwah Islam di Australia.

Merekalah yang dengan sabar tanpa henti mengetuk pintu rumah setiap muslim di sini setiap saat mengajak manusia kembali ke jalan Allah SWT. Dan hampir bisa juga disimpulkan bahwa merekalah diantara jamaah setia yang mebanyakkan berbagai masjid di Melbourne dan berbagai kota lainnya di Australia.

Dakwah ala Tabligh sepertinya mendapatkan suasana yang ‘kondusif’ di tengah masyarakat sekuler Aussie. Sekalipun secara global, kaum muslimin tengah didera berbagai macam isu yang cendrung menyudutkan, seperti terorisme dan sejenisnya, dakwah JT justru berkembang pesat.

Mungkin karena metode dakwahnya yang cenderung ‘apolitik’ dan terbukti membawa kedamaian, para inteligen Australia sepertinya sudah paham betul bahwa dakwah JT tak akan membahayakan keamanan dan integribeg negeri Kangguru ini.

Bagaimanapun, dakwah Islam ala JT adalah sebuah fenomena gerekan Islam abad modern ini. Tak bisa disangkal, bahwa melalui metode dakwah seperti ini, tak terhitung jumlahnya orang-orang yang mendapatkan hidayah Allah SWT.

Sudah puluhan ribu atau bahkan mungkin jutaan orang yang selama ini jauh dari Islam, tapi kemudian alhamdulillah sekarang bisa kembali ke pangkuan Islam. Dan dakwah itu sepertinya akan terus dan terus bergerak. Besar dan semakin besar.

Sekalipun tidak langsung berhubungan, namun melihat fenomena membesarnya dakwah Islam di Asutralia, yang salah satunya dilakukan oleh kawan-kawan JT, bisa saja pernyataan kontroversial sang mantan mentri Dona Vale saat debat tentang legalisasi aborsi di parlemen Austrlia beberapa waktu yang lalu adalah benar adanya.

Bahwa 50 tahun lagi bukan tak mungkin Australia bakal menjadi negara berpenduduk mayoribeg muslim. Bagaimana menurut kalian? Wallahu a’alam.

Copyright © Juni 2010, Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa

Kargozari dari jamaah pakistan

Kargozari ini sebetulnya udah lama sekali sekitar bebeapa pekan setelah lebaran Idul Fitri, namun karena keinginan menulis baru ada saat ini jadi saya mohon maaf kepada semuanya.

Jamaah Pakistakan menceritakan yang kurang lebih seperti ini :

Dalam usaha Da’wah ini kita harus yakin benar kepada Allah bahwa apabila kita menolong Agama Allah maka Allah akan tolong kita, berikut ini akan saya sampaikan kisah yang mana kisah ini tidak terjadi di jaman para sahabat r.hum tetapi terjadi pada jaman kita saat ini. Hal ini membuktikan apabila kita buat kerja yang sama dengan Rasulullah SAW dan para sahabat r.hum maka pertolongan Allah yang datang kepada Rasulullah SAW dan para sahabat r.hum akan datang juga kepada kita.

Suatu ketika seorang karkun di pakistan telah datang kepadanya nisab untuk keluar ke negeri jauh, tetapi dia sudah tidak mempunyai uang yang akan dikorbankan dan benda berharga yang bisa dikorbankan, tinggal sebuah rumah yang dia tinggali bersama dengan istri dan anaknya. Tapi dalam hatinya karena dorongan niat yang kuat dia semakin ingin untuk keluar ke negeri jauh maka dia bermusyawarah dengan keluarganya. Dan hasilnya istrinya yang terbiasa dengan perjuangan da’wah pun mendorong dan membantu suaminya untuk keluar di Jalan Allah, sehingga mereka pun menjual rumah mereka dan rela untuk hidup dengan menggunakan tenda saja. akhirnya karkun tersebut pun keluar ke negeri jauh dan istrinya di tinggal di sebuah tenda dengan anaknya.

Pada suatu hari saudara dari istri karkun ini datang untuk silahturahmi dan melihat keadaan saudaranya ini. Saudara istri karkun ini pun sedih melihat keadaan saudarinya yang ditinggal suaminya dan hanya hidup di tenda dengan anaknya. Tapi istri karkun ini tak pernah mengeluh kepada saudaranya yang datang menengoknya. Tanpa disengaja saudara istri karkun ini melihat ada seekor burung diikat di ranjangnya. kemudian saudara istri karkun ini bertanya kepada istri karkun tersebut, “darimana kamu dapatkan burung itu ?”.

Jawab istri karkun,”oh, burung itu aku dapatkan ketika tadi pagi dia mengganggu anak-anak ayamku, sehingga aku datangi dia dan aku tangkap lalu aku ikat burung itu di ranjang.”

Kata saudara istri karkun, ” Kamu tahu nggak burung apa itu ?”.

Jawab istri karkun dengan polos,”Nggak tahu, pokoknya aku tangkap aja karena dia udah mengganggu anak-anak ayamku.”

Kata saudara istri karkun, ” Ini burung jenis burung elang yang langka, para pengusaha banyak yang mencari burung ini sekarang, harganya bisa ratusan juta ini, mau nggak aku bantu ngejual burung ini supaya uangnya bisa buat bantu kamu beli rumah lagi.”

Jawab istri karkun, ” ya udah jual saja.”

Akhirnya saudara istri karkun itu pun menjual burung elang yang langka tersebut. Dan memang benar haganya ratusan juta, sehingga hasil dari penjualan burung itu pun digunakan istri karkun untuk membeli sebuah rumah yang baru lagi. Maka ketika karkun selesai keluar negeri jauh dan kembali pulang, dia tidak masuk tenda tapi tetap masuk ke dalam rumah.

Kata jamaah Pakistan tentu saja saya juga belum kuat untuk mengamalkan perkara ini tapi setidaknya bisa menjadi pelajaran bahwa usaha da’wah ini yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan dengan tertib serta musyawarah akan mendatangkan pertolongan Allah sebagaimana Allah tolong Rasulullah SAW dan para sahabat r.hum.

Marilah sama-sama kita azamkan dalam diri kita untuk lebih sungguh-sungguh lagi dalam usaha da’wah ini. Janji Allah lebih pasti dari pada terbitnya matahari dari arah timur. Mari kita persiapkan takazah 13.240 jamaah dalam tahun 2009 ini, jangan hanya lewat tulisan saja tetapi bergerak ke seluruh alam. Usaha ini butuh pengorbanan harta, diri, waktu, perasaan, dan harga diri. Kita korbankan semuanya di Jalan Allah.

Copyright © Juni 2010, Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa

Laporan Jama’ah Mesir

Alhamdulillah, ada beberapa orang Mesir sedang berkunjung ke kota Bandung. Salah seorang dari mereka memberikan bayan/penjelasan di masjid Al Madinah, Antapani. Ini ada beberapa hal yang alhamdulillah bisa saya ingat…
Beliau (yang memberikan bayan), pernah setahun yang lalu berkunjung ke beberapa negara eropa, yaitu Perancis, Swiss dan beberapa daerah lain (saya kurang jelas..). Islam sangat berkembang pesat pertumbuhannya di negara-negara Eropa. Setiap hari, belasan hingga puluhan orang memeluk islam di Perancis. Kenapa begitu..? Setiap hari, selepas shalat ashar, para muslim Perancis membawa tikar dan pergi ke perkumpulan-perkumpulan orang Perancis, seperti club-club, taman-taman dan tempat keramaian lainnya. Setelah sampai di tempat keramaian tersebut, mereka membentang tikar tersebut lalu duduk dan membuat majelis ta’lim di tempat tersebut. Setelah membaca beberapa hadits, mereka menutup majelisnya. Setelah itu mereka berpencar dan mengajak orang-orang untuk mengunjungi tikar mereka, baik muslim maupun non muslim. Setelah mereka datang ketempat tersebut, lalu diberikan penjelasan tentang islam dan setelah itu, orang-orang tersebut diajak ke masjid mereka. Yang islam disuruh berwudhu’ dan mengerjakan shalat, apabila belum shalat. Sedangkan yang non-muslim diajak ke suatu ruangan. Setelah muslim tadi selesai sholat, mereka diajak bergabung dengan non-muslim tadi. Setelah itu, semua orang tadi diajak makan berjama’ah di ruangan tersebut, yang telah disiapkan sebelumnya. Dan hal ini dilakukan setiap harinya.

Setiap muslim Perancis, selalu mempunyai rasa cinta yang lebih kepada saudaranya yang lain, baik yang muslim maupun yang non-muslim. Setiap berjumpa dengan saudara muslim, mereka selalu mengucapkan salam. Sedangkan kepada yang non-muslim mereka juga senyum dan mengucapkan salam kebaikan. Lalu beliau bertanya kepada muslim ini, “Kenapa kepada orang non-muslim kalian juga tetap menyapa dengan baik?” Muslim tersebut menjawab, “Saya yakin bahwa suatu saat orang yang saya sapa dan salami nanti akan memeluk islam seperti saya juga.” Orang Mesir ini juga dibawa keliling oleh muslim Perancis ini dan mendatangi sebuah gereja. Seperti kita ketahui, gereja-gereja di Eropa telah banyak kosong tidak didatangi oleh pemeluknya. Maka muslim Perancis ini kembali membentangkan tikar dan membuat ta’lim didepan gereja. Dan mereka juga mengajak orang-orang yang ada digereja untuk duduk dalam majelis ta’lim mereka. Orang-orang gereja tersebut malah senang karena gereja mereka tampak ramai kembali. Maka karena ini dibuat terus menerus, banyak rumah ibadah gereja yang telah berubah fungsi menjadi masjid, walaupun dari luar tampak seperti gereja. Setiap muslim Perancis punya tanggung jawab untuk mengajak muslim yang lain berda’wah. Untuk tahap awal, mereka mendatangi daerah-daerah sekitar Perancis yang belum ada suasana islam. Setelah itu, mereka diajak lagi untuk berda’wah mengunjungi negara-negara sekitar Perancis. Lalu setelah itu, diajak untuk berda’wah mengunjungi negara-negara jajahan Perancis yang ada di Amerika Latin dan Afrika.
Penduduk Perancis sekitar 70jutaan dan lebih kurang 3jutaan adalah muslim. Setengah dari muslim Perancis adalah orang yang dahulunya belum mengenal islam atau kafir. Dan orang Mesir ini mengatakan, jumlah muslim Mesir lebih banyak dari Perancis tapi orang yang masuk islam masih sangat sedikit perkembangannya daripada yang di Perancis.

Hal yang sama juga dijumpai di Swiss. Muslim Swiss sangat baik akhlak mereka baik kepada muslim maupun non-muslim. Mereka mengatakan, sudah lebih dari 5 tahun setelah peristiwa WTC, tidak ada lagi negara-negara muslim yang berkunjung kenegara kami. Padahal kami sangat mengharapkan kunjungan-kunjungan negara muslim untuk berda’wah ke negara kami.

Apabila da’wah dibuat, maka orang-orang kafir akan berbondong-bondong memeluk islam (seperti di Perancis dan Eropa).
Tapi, apabila da’wah ditinggalkan, maka orang-orang muslim akan berbondong-bondong meninggalkan islam (seperti yang kita lihat dinegara kita ini).

Semoga Allah azza wa jalla memudahkan kita untuk berda’wah menyebar keseluruh alam seperti Rasulullah saw dan para Shahabat r.hum. Wallahu a’lam.

Copyright © Juni 2010, Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa

Laporan jamaah arab

alhamdulillah, 1 jama’ah dari Jeddah dan Makkah sedang bergerak di Bandung selama 2 pekan. Kemarin Amir nya memberikan bayan di malam markaz. Amirnya bekerja di Saudi Airlines, tapi juga seorang Hafidz 30 juz dan ‘alim. Total jama’ah ada 5 orang.
Alhamdulillah, kerja da’wah di Saudi berkembang pesat walaupun kerja mereka masih tidak terang-terangan seperti di Indonesia terkait dengan pemerintahan disana. Mereka masih dapat mengeluarkan jama’ah 4 bulan dan 40 hari dengan lancar. Jama’ah ini sendiri bergerak 40 hari di Indonesia.
Para ‘ulama disana alhamdulillah senang dengan usaha da’wah. Begitu juga para imamnya. Mereka sudah bersilaturahim dengan Imam As Sudais, Ash Shuraim dan lainnya, dan mereka senang dengan usaha ini. Adik dari pengarang buku Laa Tahzan juga aktif dalam usaha da’wah ini. Sedangkan abangnya (sang pengarang) sudah ada keniatan untuk keluar beberapa hari, tapi belum menjumpai waktu yang pas. InsyaAllah do’akan saja…

Beberapa karguzari dari jama’ah ini [di tarjimkan oleh ust. Husni Cianjur]:

Satu jama’ah dari Mesir dikirim ke daerah pedalaman Sudan. Daerah tersbut hanya bisa ditempuh dengan mengendarai onta. Mereka berjalan hingga memasuki daerah pedalaman tersebut. Dan masyaAllah dan Na’udzubillah, sesampainya di sana, mereka menjumpai beberapa wanita Germany yang telah lama tinggal disana dan bekerja sebagai misionaris. Ajib, wanita-wanita Germany ini sudah tinggal disana sejak lama dan berhasil mengKristenkan hampir seluruh penduduk di daerah tersebut.
Akhirnya jama’ah bergerak di daerah tersebut selama 40 hari. Dan alhamdulillah, mereka berhasil mengislamkan kembali para muslim yang telah murtad tersebut. Gereja yang telah mereka dirikan, berubah jadi Masjid. Sekolah yang di bangun misionaris juga berubah jadi madrasah.
Beberapa pemuda asli diajak oleh jama’ah untuk belajar ke Mesir. Subhanallah, inilah asbab dari kehidupan mereka yang sederhana dan jauh dari kehidupan kota. Kehidupan mereka [yang tinggal di daerah pedalaman Sudan tsb] sangat jauh dari teknologi. Tak ada TV, radio dan sejenisnya. Jual beli masih menggunakan sistem barter dan tak ada mata uang. Para pemuda Sudan tsb memiliki kecepatan hafal yang sangat tinggi. Ketika guru mereka membaca 1 hadits, maka mereka langsung dapat menghafal hadits tersebut. Akhirnya selama lebih kurang 4 bulan mereka telah dapat menghafal banyak hadits. AKhirnya mereka pulang menjadi ulama’ di kampung mereka, Sudan pedalaman tsb.

Salah seorang dari mereka telah berda’wah ke Italy. Ketika itu sedang ada jaula/silaturahim berjama’ah. Pada saat yang lain, seorang dedengkot mafia sedang dikejar-kejar oleh polisi dengan mengendarai mobil. Mafia tersebut lalu melompat dari mobilnya dan menyelinap masuk ke dalam rombongan jaula tersebut. Anehnya, para polisi tersebut tidak menemukan si mafia ini. Maka mafia ini mengikuti jama’ah sampai ke masjid dan duduk dalam majlis. Ketika itu juga dia masuk islam dan bersyahadat dan mengikuti jama’ah tersebut keluar selama 40 hari. Setelah keluar 40 hari, ia langsung berangkat 4 bulan India Pakistan dan Bangladesh.
MasyaAllah, setelah ia pulang dari 4 bulan IPB, ia menjumpai anak buahnya dan mengajak mereka untuk masuk islam. Akhirnya, sekitar 1200an anak buahnya memeluk islam. Dan mereka mendirikan lebih kurang 15 masjid di seluruh Italy.

Copyright © Juni 2010, Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa

Laporan Jama’ah Pakistan

 

وبركاته ورحمةالله عليكم اسلام

إنّ الحمد لله نحمده ونصلى على رسوله الكريم

Marte marte karnahe

Karte karte marnahe

Allah se hotahe

Makhluk se nehi hotahe

(ma’af klo salah tulis krn hanya mengandalkan pendengaran)

Begitulah sepotong muzakarah yang diberikan seorang eng.sipil dari Pakisatan pada hari sabtu(24052008) kemarin, ba’da ashar. Alhamdulillah, triple arif (al lampungi, ad dumayyi dan al makassari) berangkat keluar 1 hari di Masjid Gading Regency. Sebenarnya kita berangkat berempat, tapi satu orang hanya mengantar dan tidak jadi ikut keluar karena ada keperluan mendadak.

Jama’ah Pakistan

Alhamdulillah, sangat senang hati ini dapat keluar bersama jama’ah 1 tahun asal Pakistan ini. Walau kita hanya dapat bergabung dari ashar hingg a isra’ karena mereka pindah masjid dan kami digabungkan dengan jama’ah Margahayu. Dimulai dengan bayan hidayah kang Abdul Ghaffar dan didengari oleh Maulana Ghazali. Masyaallah…

Jama’ah ini cukup sibuk, karena selalu ada orang yang mengajak untuk khususi. Bahkan yang nushrah saja sangat banyak. Dua orang maulana datang, beberapa santri senior Dago juga datang. Orang-orang khawas tempatan juga duduk mendengar bayan.

Beberapa hal yang Alhamdulillah teringat oleh saya:

· Jama’ah France datang keluar ke tempat saya (muhallanya Eng.sipil). diantaranya ada 2 orang yang asli merupakan orang France (muallaf). Maka saya bertanya, “bagaimana anda dapat masuk islam?”. Mereka menjawab bahwa ada 2 orang berjalan hendak pergi silaturahim. Maka saya dan teman saya heran memperhatikan mereka yang berpakaian full sunnah tersebut. Kenapa? Karena ada sinar terang yang menjulang dari langit menuju mereka berdua. Maka ketika mereka kembali ke masjid, kami mengikutinya dan masuk ke dalam masjid. Lalu kami berjumpa dengan mereka dan bertanya siapakah kaian. Maka mereka menjawab bahwa kami adalah orang islam, sedang belajar menda’wahkan agama. Maka diterangkanlah tentang islam dan akhirnya kami pun masuk ke dalam islam pada hari itu.

(muzakarah ashar dengan Eng.sipil, I’m sorry, I’m forget his name)

· Satu jama’ah dari Pakistan (satu orang merupakan teman saya) dihantar ke AfSel. Mereka lalu mendatangi rumah seorang muslim. Pintu rumah si muslim di ketuk. Tetangganya yang beragama nasrani melihat mereka. Ketika muslim afsel itu keluar rumah, maka si tetangga pun ikut keluar rumah. Lalu si nasrani bertanya, “Sedang ngapain kalian?”. Jama’ah menjawab, “kami sedang berda’wah kepada saudara kami”. Maka si nasrani bertanya,” kalau begitu kenapa kalian tidak menda’wah saya?”. Jama’ah menjawab, “kalau anda ingin di da’wah juga, maka dengar kan pembicaraan kami”. Maka si nasrani mendengarkan pembicaraan mereka dengan si muslim afsel tersebut dan akhirnya memeluk islam.

(muzakarah ashar dengan Eng.sipil)

“Intinya, orang untuk masuk ke dalam islam itu sangat mudah, tinggal kita saja yang mau berda’wah atau tidak”, kata si Eng.sipil.

  • Assalaamu’alaikum. Nama saya Muhammad Thalhah, nama antum? Nama saya Arief. Alhamdulillah, kami satu jama’ah dari masjid dihantar oleh Allah swt untuk bersilaturahmi ketempat bapak karena kita bersaudara diikat oleh kalimat Laa ilaha illallah Muhammadur rasulullah.

Rasulullah saw bersabda, “Anak kunci surga adalah kalimat Laa ilaha illallah Muhammadur Rasulullah. Kejayaan umat manusia apabila ia mengamalkan ajran agama secara sempurna. Apa itu agama? Agama adalah mengamalkan segala perintah Allah swt dengan cara Rasulullah saw.

Susah, senang, kaya, miskin, tua, muda, kehinaan, kemuliaan, semuanya ada di tangan Allah swt, bukan yang lainnya. RAsululah saw adalah nabi terakhir dan tidak akan dikirim lagi nabi setelah itu. Maka tugas da’wah kenaban ini telah diwariskan kepada kita semua. Maka insyaAllah selepas maghrib nanti akan ada pembicaraan iman dan amal shaleh, maka kami mengajak bapak untuk ikut bersama kami. InsyaAllah banyak manfaat.. insyaAllah.

(muzakarah pembicaraan mutakallim dari Maulana Muhammad Thalhah, after isya)

Selain di markaz, inilah pertama kali saya melihat jama’ah shalat maghrib sama banyaknya dengan jama’ah shalat jum’at. Untuk bayan maghrib dan bayan shubuh mohon ma’af tidak dapat saya ketik, krena bayannya terlalu panjang. Untuk bayan maghrib, maulana Nanang sbg tarjim dan bayan shubuh Pak Abdullah Awang sbg tarjim. Inti dari bayan yaitu:

  • Pentingya kita membuat amalan maqami sungguh-sungguh selama 27 hari di tempatan, dan kita belajar da’wah nabi 3 hari di daerah yang lain.
  • Usaha da’wah merupakan usaha yang gampang. Semua orang dapat melakukannya. Kurikulum untuk orang miskin dan untuk orang kaya juga sama, yaitu mengorbankan harta dan dirinya. Hasil dari kurikulumnya juga sama yaitu hidayah dan perbaikan diri.
  • Tiga hal agar usaha kita dapat diterima oleh Allah azza wa jalla yaitu azzam/niat yang kuat, (yang kedua saya lupa) dan ketiga kita berdo’a mengis kepada Allah swt.
  • Kenapa hari ini da’wah tidak berkembang. Karena adanya sifat malu dalam diri kita. Kita telah salah meletakkan sifat malu ini. Sifat malu ini letaknya apabila kita akan berbuat dosa. Sedangkan untuk da’wah maka yang kita tanamkan yaitu sifat berani.

Institut Pengorbanan Dalam Negri

Alhamdulillah, di Gading Regency, kita bergabung dengan jama’ah plajar dari IPDN. Jumlah mereka ada 8 orang. Yang terkesannya, 8 orang ini terdiri dari 1 orang lama (senior ‘04) dengan 7 junior orang baru, dengan kata lain, 1orang lama membawa 7 orang baru.

Dari IPDN sendiri terbentuk 4 jama’ah pada pekan kemarin. Tiap jama’ah lebih kurang ada 10-11 orang dan hanay jama’ah ini saja yang 8 orang. Tiga jama’ah yang lain terdapat seorang ustadz di dalamnya.

Pada saat muhasabah bayan wafsyi, setiap yang baru mengatakan bahwa mereka sangat senang ketika keuar ini. Dimana biasanya, waktu pesiar/libur digunakan untuk yang tidak bermanfaat, tapi Alhamdulillah sekarang digunakan untuk keluar di jalan Allah swt. Dan mereka semua niat untuk hadir dalam malam markaz dan akan keluar lagi bulan depan.

Satu hal yang sangat berkesan di dalam hati, ketika senior memberikan karguzari ahwal kepada kami. Usaha da’wah di IPDN telah ada sejak lama, tapi mengalami pasang surut. Tapi Alhamdulillah pada akhir 2006, usaha ini mengalami peningkatan kembali hingga saat ini. Dulu, apabila ada yang bersiwak dan kelihatan orang lain, maka segera siwaknya dimasukin ke kantong, karena takut menjadi fitnah. Memakai peci saja merupakan sesuatu hal yang aneh dan kelihatan seperti gembel. Tapi, Alhamdulillah, asbab adanya beberapa praja yang buat pengorbanan dengan sungguh2, maka sekarang keadaan telah berubah. Siwak sudah menjadi pandangan yang biasa, wewangian shalat apalagi, bahkan yang dahulu peci dianggap aneh maka sekarang telah banyak praja yang menggunakan sorban dan memakai jubah. Inti dari semua itu yaitu adanya orang yang buat pengorabanan dengan sungguh2 dan fikir stiap saat.

Pesan Abdul Mughni (aslinya bernama Mugni, tapi ditambah Abdul oleh maulana Thalhah karena Mugni adalah nama Allah swt), senior yang keluar bersama kami, bahwa pentingnya kita ada hubungan dengan halaqah (maklum, kami mengatakan kepada beliau bahwa sudah lama kami tidak ikut musy.halaqah). beliau memberikan sebuah tamsilan, yaitu :

“sebuah kapal sedang terombang ambing di tengah laut. Cuaca sangat buruk ketika itu. Maka sang nakhoda memerintahkan anak buah kapal untuk terjun ke laut untuk mengambil harta benda kapal yang jatuh. Tapi ABK tersebut tidak diberikan tali yang terhubung dengan kapal. Maka apabila ABK ini terjun, maka binasalah ia. Tetapi apabila ABK ini diberikan tali yang terhubung dengan kapal, maka apabila ia terjun, dalam keadaan bagaimanapun maka ia akan tetap selamat”

Kita ini ibarat ABK tadi, apabila ada tali maka akan tetap selamat dan jika tidak ada tali akan binasa. Maka apabila kita ada hubungan dengan para oang tua dalam da’wah, baik di halaqah, markaz Bandung, markaz Indonesia bahkan hingga markaz dunia, InsyaAllah kita semua akan tetap dalam jalur yang diinginkan. masyaAllah, mudahkan yaa allah…

Semoga Allah azza wa jalla mengistiqomahkan selalu anak2 IPDN dan kita semua yang telah kenal dengan usaha da’wah ini.

InsyaAllah beliau bersama 6 orang yang lain akan lulus pada bulan Juni awal ini dan akan keluar 4 bulan IPB pada akhir Juni nanti. Semua persiapan baik passport dan yang lain telah siap, hanya menunggu wisuda dan tentunya izin dari Allah swt. Dan insyAllah juga, 3 orang dosen mereka akan keluar ke Thailand pada libur kuliah bulan juni nanti. Mari kita do’akan kemudahan bagi mereka dan semoga Allah azza wa jalla juga memilih kita semua… aamiin.

Penutup

Sepertinya karguzari ini sudah terlalu panjang, maka akan saya segera akhiri. Marilah kita para karkun IT Tel bangkit kembali untuk membuat amal maqami dengan sungguh-sungguh lagi sehingga akan datang bantuan Allah azza wajalla dalam kehidupan dunia dan akhirat kita.

Alhamdulillah, kita telah dipilih Allah azza wa jalla

Untuk membuat suatu kerja besar kerja para anbiya

Kerja kita ini masih jauh dari yang diharapkan

Tapi kita berharap, Allah terima kerja kita

Semoga Allah jadikan masjid ini seperti masjid Madinah di zaman Rasulullah saw

Dan insyaAllah kita berjumpa lagi di markaz Reiwind nanti

insyaAllah

Copyright © Juni 2010, Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.