ILMU DAN DZIKIR

(PENGETAHUAN DAN MENGINGATI  ALLAH SWT)

ILMU (PENGETAHUAN)

 

Untuk mendapat manfaat langsung  dari Allah Ta’ala dengan menjalankan perintah-perintah-Nya mengikut cara Baginda Rasulullah SAW ,maka menuntut ilmu yang diwahyukan oleh Allah swt adalah perlu untuk mengetahui dengan tepat apa yang dikehendaki oleh Allah bagiku dalam segaala keadaan.

Ayat-ayat Al Qur’an

Allah SWT berfirman: ( Sebagaimana Kami telah menyempurnakan nikmat Kami ke atas kamu  dengan menetapkan arah Qiblat kamu) , Kami telah mengirim di kalangan kamu  seorang Rasul dari golongan kamu sendiri, membacakan ayat-ayat Kami kepadamu, dan mensucikan kamu ,dan mengajarkan kepadamu Kitab dan Hikmah  dan mengajarkan kepadamu apa yang tidak kamu ketahui. (Al Baqoro II:151)

Allah SWT berfirman : Allah sudah menurunkan kepadamu (wahai Muhammad) Kitab dan Hikmah  dan mengajarkan kepadamu apa yang tidak kauketahui  sebelumnya. Dan karunia Allah kepadamu besar sekali.                                                                      ( An-Nisa IV : 113)

Allah SWT berfirman : Katakanlah (wahai  Muhammad) :  Ya Tuhanku, berilah tambahan kepadaku ilmu.                                                                                                (Tho Ha 20 : 114)

Allah SWT berfirman : Dan Kami telah berikan ilmu kepada Daud dan Sulaiman ; dan mereka berkata :  Segala puji bagi Allah , Yang  telah mengutamakan kami di atas kebanyakan hamba-hamba-Nya  yaang beriman.                                                                               (An-Naml 27 : 15)

 

 

 

Allah SWT berfirman : Dan inilah perumpamaan-perumpamaan yang Kami hadapkan untuk manusia, akan tetapi  tiada yang daapat memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.

(Al-Ankabut 29:43)

 

 

 

 

Allah SWT berfirman: Hanyalah orang-orang yang berpengetahuan (tentang kebesaran Allah) di antara hamba-hamba-Nya, yang benar-benar takut kepada Allah.    ( Fatir 35:28).

 

 

 

Allah swt berfirman : Katakanlah (kepada mereka, hai Muhammad ) : Adakah sama mereka yang mengetahui  dengan yang tidak mengetahui?                                             ( Az-Zumar 39 : 9 )

 

 

 

 

 

 

 

 

Allah swt berfirman :Hai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu untuk memberikan tempat dalam majlis, maka berilah tempat, niscaya Allah akan memberikan kamu tempat yang lapang bagi kamu (dalam sorga dari rahmat-Nya). Dan apabila dikatakan kepadamu untuk berdiri, maka berdirilah. Allah akan mengangkat derajat  orang beriman         di antara kamu dan mereka yang telah diberi ilmu. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.                                                                                     ( Al-Mujadilah 58 : 11 )

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Dan janganlah kamu mencampuradukkan  kebenaran dengan kepalsuan, juga janganlah kamu menyembunyikan kebenaran padahal kamu mengetahui.          ( Al Baqoro 2 : 42 ).

 

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Kamu menyuruh  orang lain berbuat kebaikan  tetapi kamu melupakan diri kamu sendiri, padahal kamu membaca Kitab? Tidakkah kamu mengerti?

( Al Baqoro 2 : 44 ).

 

 

 

 

 

Allah swt berfirman : ( Syu’aib berkata kepada kaumnya ) : Aku tidak ingin menentang kamu dari belakang kamu, apa yang aku melarang kamu ( sebagaimana apa yang aku amal apa yang aku katakan )                                                                                                            ( Huud 11 : 88 ).

 

 

 

 

 

Hadis-hadis Nabawi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1- Abu Musa r.a. meriwayatakan : Nabi saw bersabda : Perumpamaan yang Allah turunkan kepadaku berupa Ilmu dan Hidayah (petunjuk)  adalah seperti curah hujan yang lebat yang jatuh ke atas permukaan bumi (di atas tiga jenis dataran yang berbeda). Sebahagian dari tanah itu murni dan subur  yang menyerap air  dan menumbuh-suburkan tanaman dan padang rumput. Dan sebahagian tanah yang lain  kering dan mandul; bahagian ini menahan air (tanpa menyerapnya) ; dan Allah menyebabkannya bermanfaat kepada manusia untuk minum daripadanya, dan memberikan kepada ternak untuk minum daripadanya, dan mereka memetik hasil daripadanya ( dengan mengairi sawah-ladang mereka). Bahagian tanah yang (ketiga)  yang mana air hujan yang jatuh ke atasnya, adalah tanah yang (berlapisan) batu wadas, yang tidak menahan air dan juga tidak menumbuh-suburkan tanaman atau padang rumput. Demikianlah ( halnya juga manusia, dari tiga jenis tanah ini;  jenis manusia yang pertama)  adalah orang yang menuntut ilmu agama dan kebaikan-kebaikan apa yang Allah turunkan kepada ku, ia mempelajarinya dan mengajarkannya; dan (yang kedua) adalah orang yang tidak bermanfaat bagi dirinya akan tetapi  memberi manfaat kepada orang lain ; dan (yang ketiga)  orang yang tidak peduli  darinya dan juga tidak mendapat hidayah Allah  yang diturunkan melalui aku. ( HR. Bukhari ).

 

 

 

 

 

2- Usman Ibnu ‘Affan r.a. meriwayatkan : Rasulullah saw bersabda :  Yang terbaik di antara kamu adalah orang yang belajar Al Qur’an  dan mengajarkannya. ( HR. Bukhari).

 

 

 

 

 

 

 

 

3- Buraidah Al-Aslami r.a. meriwayatkan : Rasulullah saw bersabda :  Barangsiapa yang membaca Al Qur’an dan mempelajarinya ( pengajarannya ) dan beramal dengan apa yang ada di dalamnya; ia akan dipakaikan dengan mahkota Nur (cahaya)  pada Hari Kiamat,  yang sinarnya seperti matahari. Dan kedua ibu-bapanya  akan dikenakan dengan pakaian yang tidak ada bandingannya  dalam dunia ini. Dan mereka akan berkata ( keheran-heranan) : Untuk amal apakah sehingga kami mendapat pakaian seperti ini ?  Dan mereka akan dijawab : Dengan keberkahan bacaan Al Qur’an yang dibaca oleh anak kamu.  (HR. Muslim ).

 

 

 

 

 

 

 

 

4- Muadz Al-Juhani r.a. meriwayatkan : Rasulullah saw bersabda : Barangsiapa yang membaca Al Qur’an  dan beramal dengannya, maka pada Hari Kiamat kedua ibu-bapanya  akan dipakaikan dengan mahkota , yang sinarnya melebihi cahaya matahari, (bahkan) jikalau  matahari  (berada) dalam rumahmu di dunia ini. Demikian (jikalau ini adalah pahala bagi kedua ibu-bapanya) , dapat dibayangkan bagaimana dengan (pahala bagi) orang yang beramal sendiri ke atasnya ? (Abu Daud).

 

 

 

 

 

 

 

5- ‘Abdullah ibnu ‘Amr ibnil ‘As r.anhuma meriwayatkan : Rasulullah saw bersabda :  Barangsiapa yang membaca Al Qur’an memelihara pengetahuan kenabian dalam dadanya (dalam hatinya); walaupun Al Qur’an tidak diturunkan kepadanya. Adalah tidak baik (bagi seorang Hafiz) untuk marah dengan orang-orang yang marah, dan berkelakuan jahil dengan orang-orang yang jahil; sementara Kitab Allah ada di dalam dirinya.                            ( Mustadrak Hakim ).

 

 

 

 

 

 

 

 

6- Jabir r.a. meriwayatkan : Rasulullah saw bersabda : Pengetahuan ada dua macam :  pengetahuan yang menyerap masuk ke dalam hati,  pengetahuan ini bermanfaat; dan pengetahuan yang hanya sampai pada lidah saja; yang akan menjadi hujjah dihadapan Allah melawan keturunan Bani adam  a.s.  bahwa meskipun  mengetahui tentangnya, ia tidak beramal ke atas apa yang ia ketahui. (Targhib).

Catatan : Pengetahuan yang hanya ada pada lidah saja menunjuk kepada pengetahuan tanpa amal dan keikhlasan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7- ‘Uqbah ibnu Amir r.a. meriwayatkan : Rasulullah saw keluar mendapatkan kami ketika kami sedang berada di suffah dan bertanya : Siapakah di antara kamu yang suka untuk pergi pada setiap pagi ke Buthan atau Al-‘Aqia (dua tempat pasar)  dan membawa dua ekor unta betina yang  gemuk ponoknya tanpa melakukan suatu perbuatan dosa (dengan mencurinya)  atau memutuskan tali silaturahmi ( dengan orang yang memilikinya) ?  Kami menjawab : Wahai Rasulullah, kami semua suka untuk melakukannya!  Baginda saw bersabda : Kepergian kamu ke masjid setiap pagi untuk mengajar atau mempelajari dua potong ayat dari Kitab Allah  Yang Maha Kuat lagi Maha Besar  adalah lebih baik bagimu daripada dua ekor unta betina. Dan (mengajar atau mempelajari) tiga potong ayat adalah lebih baik daripada tiga ekor unta betina, dan empat potong ayat adalah lebih baik daripada empat ekor unta betina (dan seterusnya), dan sejumlah ekor unta yang sama (sebagai tambahannya). (HR. Muslim).

Catatan : Hadis ini menjelaskan bahwa jumlah ayat adalah lebih baik daripada sejumlah unta-unta  yang berharga(jantan atau betina); sebagai misal, satu potong ayat adalah lebih tinggi nilainya daripada satu ekor unta jantan atau betina.

 

 

 

 

 

 

 

 

8- Muawiyah r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Nabi saw bersabda : Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang; maka Dia menunjuki orang itu kepada kepahaman agama. Aku hanyalah seorang yang membagikannya, dan Allah adalah pemberi kurnia! (HR. Bukhari).

Catatan : Kalimat kedua dari hadis ini bermakna bahwa Rasulullah saw datang sebagai pembagi pengetahuan, dan Allah sebagai satu-satunya Pemberi Hidayah , pengetahuan , kepahaman Agama, kesadaran dan  pengamalan ke atas apa yang sesuai dengan maksud ilmu.

 

 

 

 

 

9- Ibnu ‘Abbas r. anhuma meriwayatkan : Rasulullah saw memeluk saya dan berdoa : “Wahai Allah, ajarkanlah ia  Al Kitab (Al Qur’an). (HR. Bukhari).

 

 

 

 

 

 

10- Anas r.a. meriwayatkan : Rasulullah saw bersabda :  Sesungguhnya diantara tanda-tanda Hari kiamat adalah bahwa pengetahuan akan diangkat , dan kejahialan akan bermaharajalela, dan anggur (minuman keras) akan diminum ( secara menyolok mata) , dan perzinahan  akan menjadi lumrah dimana saja. (HR. Bukhari).

 

 

 

 

 

 

 

11- Ibnu Umar r.anhuma  meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah saw berkata : Pada suatu hari, ketika saya sedang tidur, saya dihadiahkan dengan sebuah mangkok susu. Sebab itu saya meminumnya.; sehingga saya kenyang , yang mana saya melihat bekas (kekenyangan ini) memancar keluar dari kuku-kuku jari saya. Kemudian saya memberikan yang sisanya kepada umar. Sahabat-sahabat (r.anhum) berkata : Kalau demikian, apa tafsiranmu tentang itu, wahai Rasulullah? Baginda (saw) bersabda : Pengetahuan ( yaitu : ‘Umar r.a. akan menerima bagian pengetahuan yang luas dari Rasulullah saw). (HR. Bukhari).

 

 

 

 

 

 

12- Abu Sa’id Al-Khudri r.a. meriwayatkan : Rasulullah saw bersabda : Seorang yang beriman, tidak pernah akan merasa puas dengan mendengar dan menerima pengetahuan yang bermanfaat (ia akan terus mau belajar), sehingga ia mati dan masuk sorga. (Tirmidzi).

 

 

 

 

 

 

13- Abu Dzar r.a. meriwayatkan : Rasulullah saw memberitahu saya : Hai Abu Dzar! Jikalau engkau pergi di pagi hari dan mempelajari satu potong ayat dari Kitab Allah ,  adalah lebih baik bagi kamu daripada mengerjakan seratus raka’at  sholat sunat, dan jikalau engkau pergi di pagi hari dan mempelajari satu bab ilmu ; yang engkau boleh atau tidak boleh mengamalkannya pada waktu itu (sebagai misal mempelajari cara mengambil Tayyamum),  itu lebih baik bagimu daripada mengerjakan seribu rakaat sholat sunnat. (Ibnu Majah).

 

 

 

 

 

 

 

 

14- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Saya dengar Rasulullah saw bersabda : Barangsiapa yang datang ke masjidku (Masjid Nabi SAW)  dengan tidak mempunyai niat lain dalam benaknya, kecuali untuk mempelajari atau mengajarkan suatu  amal kebaikan (yang bermanfaat) , akan mendapat kedudukan  (derajat) sama dengan seorang Mujahid (pejuang) di jalan Allah. Dan barangsiapa yang datang dengan niat yang lain, adalah sama dengan seorang yang datang untuk mencari barang-barang kepunyaan orang lain ( dan jelas bahwa ia tidak akan mendapat manfaat dari barang-barang orang lain). (Ibnu Majah).

Catatan: Kemuliaan yang disebutkan dalam hadis ini berlaku untuk semua masjid, karena semua masjid adalah cabang-cabang dari masjid Nabi SAW . (Injah-ul-Haja).

 

 

 

 

 

15- Abu Hurairah  r.a. meriwayatkan bahwa ia mendengan Abul Qosim saw  bersabda : Yang terbaik di antara kamu adalah orang yang terbaik akhlaqnya, asalkan mereka memiliki kepahaman terhadap agama. (Ibnu Hibban).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

16- Jabir Ibnu ‘Abdillah  r.anhuma meriwayatkan : Nabi saw bersabda : Manusia adalah seperti tambang emas dan perak. Orang-orang yang lebih baik dalam masa jahiliyah (lebih dahulu masuk Islam) , adalah juga lebih baik sesudah) menerima Islam, asalkan mereka memiliki kepahaman terhadap Agama (Islam). (Musnad ahmad)

Catatan: Dalam hadis ini manusia dibandingkan dengan barang-barang tambang; seperti beraneka barang tambang yang mengandung bermacam-macam mineral , yang sebahagiannya sangat berharga seperti emas dan perak, sementara yang lainnya kurang berharga, seperti batubara dan kapur. Sama halnya, lain orang lain juga sifat dan kebiasaannya, karena sifat-sifat ini  sebahagian orang memiliki derajat yang tinggi dan sebahagian orang memiliki derajat yang lebih rendah. Selagi emas dan perak itu belum diselidiki, maka mereka tidak mempunyai nilai, yang nilai mereka ini akan diperoleh sesudah barang-barang tambang ini dikeluarkan. Hal yang sama juga, selagi manusia masih tersembunyi dalam kegelapan kekufuran, meskipun ia seorang yang dermawan , atau pemberani,  ia tidak memiliki nilai, yang mana ia hanya akan mendapatkannya sesudah masuk Islam , dan memperoleh pengetahuan Agama. (Mazahir-e-Haque).

 

 

 

 

 

 

17- Abu Umamah r.a. meriwayatkan : Nabi Saw bersabda :  Barang siapa yang pergi ke masjid, tidak menginginkan sesuatu yang lain dari belajar atau mengajarkan suatu amal kebaikan, ia akan mendapat ganjaran seorang yang mengerjakan Haji yang mabrur (diterima di sisi Allah).  (Tabrani).

 

 

 

 

 

18- Ibnu ‘Abbas r.anhuma meriwayatkan : Nabi saw bersabda : Ajarkanlah manusia (Agama), dan mudahkanlah mereka dalam segala urusan, dan janganlah kamu menyulitkan mereka. (Musnad Ahmad).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

19- Abu Hurairah r.a. suatu ketika; sedang ia melewati sebuah pasar di Madinah, berhenti dan bertanya : Wahai orang-orang pasar! Apa yang menghalangi kamu? Mereka bertanya : Ada apa, hai Abu Hurairah? Ia berkata: Pusaka Rasulullah SAW sedang dibagi-bagikan , sedang kamu duduk di sini  (tidak mempedulikannya)! Tidakkah kamu pergi kesana dan mengambil bagian kamu daripadanya? Mereka bertanya : Dimanakah pusaka itu sedang dibagikan? Ia menjawab : Di Masjid. Oleh sebab itu mereka pergi dengan tergesa-gesa ke masjid. Abu Hurairah berdiri di sana sampai mereka kembali. Dan ia bertanya : Ada apa? (mengapa kamu kembali?) Mereka menjelaskan : Wahai abu Hurairah! Kami pergi ke masjid dan masuk ke dalamnya, akan tetapi kami tidak melihat sesuatu sedang dibagi-bagikan di sana.Abu Hurairah r.a. bertanya : Kamu tidak melihat seorangpun di masjid? Mereka menjawab: Ya, kami melihat sebahagian orang sedang mengerjakan sholat, dan sebahagian lagi sedang membaca Al Qur’an dan sebahagian lagi sedang bermuzakarah membahas apa yang halal dan apa yang haram. Abu Hurairah berkata kepada mereka : Celakalah kamu, karena itulah yang dimaksud dengan pusaka Rasulullah SAW yang sebenarnya. (Tabrani, dan Majma-uz-Zawaid).

 

 

 

 

 

 

 

20- Abdullah ibnu Mas’ud r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Apabila Allah memutuskan (menghendaki) suatu kebaikan bagi hamba-Nya, Dia menjadikannya paham agama, dan mengilhamkannya dengan petunjuk yang benar. (Bazzar, Tabrani dan Majma-uz-Zawaid).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

21- Abu Waqid Al-Laitsi r.a. meriwayatkan : Suatu ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW di masjid, dan lain-lain sahabat juga hadir. Tiga orang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW, dua orang dari mereka mengalihkan perhatian mereka kepada Rasulullah SAW  dan orang ketiga dari mereka pergi. Kedua orang itu berdiri dekat Rasulullah SAW , yang seorang mendapatkan tempat kosong dalam majlis itu ,maka ia duduk di sana; dan seorang lagi duduk dibahagian belakang  mereka, dan yang ketiga berbalik dan meninggalkan majlis (sebagaimana disebutkan terlebih dahulu). Apabila Rasulullah saw telah berlepas dari majlis itu yang ia duduk bersama mereka, ia berkata : Maukah saya memberitahukan kamu tentang ketiga orang ini? Seorang dari mereka mencari perlindungan kepada Allah (dengan duduk dalam majlis) dan Allah memberinya perlindungan (dengan Rahmat-Nya). Dan orang yang kedua merasa malu dengan duduk (di tengah majlis), maka Allah menunjukkan simpati kepadanya karena malunya, dan tidak mencabut daripadanya rahmat-Nya, dan orang yang ketiga karena menunjukkan kelainan, maka Allah memalingkan perhatian-Nya dari padanya. (HR. Bukhari )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

22- Abu Harun Al-‘Abdi Rahimahullah melaporkan dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a. yang meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Orang-orang dari Timur akan datang kepadamu untuk menuntut ilmu agama; dan apabila mereka datang kepadamu, maka perlakukanlah mereka dengan baik. Abu Harun ‘Abdi seorang penuntut Abu Sa’id r.a. meriwayatkan : Apabila Abu Sa’id berjumpa dengan kami, ia berkata : Selamat datang hai orang-orang yang Rasulullah SAW telah memberi kabar kepada kami.  (Tirmidzi).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

23- Watsilah ibnu Al-Asqa r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang menuntut ilmu dan mendapatkannya, mendapat pahala dua kali lipat dari Allah; dan barangsiapa yang menuntut ilmu akan tetapi tidak mendapatkannya, mendapat pahala satu bahagian yang ditulis oleh Allah.                                       (Tabrani,dan Majma-uz-Zawaid)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

24- .Safwan ibnu ‘AssalAl-Muradi r.a. meriwayatkan : Saya pergi kepada Rasulullah SAW, aku mendapatkan ia sedang berbaring di atas sehelai seprei berwarna merah. Baginda berkata: Selamat datang kepada seorang yang menuntut ilmu (seorang penuntut). Sesungguhnya para malaikat membentangkan sayap-sayapnya ke atas orang yang menuntut ilmu, dan mereka berkumpul satu sama lain dalam jumlah yang sangat besar berssusun-susun sampai ke langit. Mereka melakukan demikian karena kasih kepada ilmu, yang mana seorang penuntut mencarinya. ( Tabrani dan Majma-uz-Zawaid).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

25. Tsa’labah ibnu Al-Hakam As-Sahabi r.a. meriwayatkan : Rasulullah saw bersabda : Ketika Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Agung duduk di antara hamba-hamba-Nya di atas Kursi-Nya pada Hari Kiamat ( menurut rahmat dan keagungan-Nya) untuk mengadili mereka; Dia akan menyapa para ulama: Aku tidak menganugerahkan kepadamu dengan Ilmu dan pengampunan (kelembutan dan kesabaran), kecuali bahwa Aku hendak mengampuni kamu; meskipun banyaknya dosa-dosamu; dan tidak mempedulikan besarnya dosa-dosamu, karena mengampuni kamu tidak ada konsekuensi kepada-Ku. (Tabrani dan Targhib).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

26. Abu Darda r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang memulakan suatu perjalanan untuk menuntut ilmu; Allah akan menunjukkan baginya satu jalan dari jalan-jalan menuju sorga; maksudnya bahwa kemahirannya terhadap ilmu menjadi sebab baginya untuk memasuki sorga. Para malaikat membentangkan sayap-sayapnya karena suka ke atas seorang yang keluar untuk menuntut ilmu. Para penghuni di langit dan di bumi, dan ikan-ikan di laut , semuanya mendo’akan keampunan bagi orang-orang yang menuntut ilmu. Sesungguhnya ketinggian seorang alim ke atas seorang abid adalah seperti ketinggian bulan purnama ke atas bintang-bintang.Dan sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi.. Dan sesungguhnya para Nabi tidak meninggalkan di belakang mereka harta warisan seperti Dinar atau Dirham (harta atau kekayaan), kecuali warisan ilmu (pengetahuan). Oleh sebab itu barangsiapa yang mencari harta warisan ini, sesungguhnya ia telah menerima bagian dari kebaikan yang besar sekali. (Abu Daud).

 

 

 

 

 

 

 

 

27. Abu Darda r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Kematian seorang ‘alim( seorang yang mendapat pendidikan dengan baik dalam Al Qur’an, hadis dan hukum Islamdari sumber-sumber yang otentik) adalah suatu malapetaka, yang tak dapat memperoleh ganti atau tidak dapat disusul . Kematian seorang ‘alim adalah seperti bintang yang kehilangan cahayanya. Kematian seluruh kaum adalah lebih ringan daripada kematian ‘alim. (Baihaqi)

 

 

 

 

 

 

28. Anas ibnu Malik r.a. meriwayatkan:  Rasulullah saw bersabda: Perumpamaan ulama adalah seperti bintang-bintang di langit, yang menunjuki (manusia) dari kegelapan di darat dan di laut,  apabila bintang-bintang kehilangan sinarnya, maka seeperti manusia yang berada pada ambang kesesatan. (Musnad Ahmad).

Catatan:  Ini menunjuk kepada tiadanya ulama,  yang tanpa kecuali membawa manusia dari jalan lurus kepada

jalan kesesatan.

 

 

 

 

 

 

 

29. Ibnu Abbas r.anhuma meriwayatkan :   Rasulullah SAW bersabda :  Seorang yang Faqih (‘alim) lebih ditakuti oleh syaitan daripada  seribu ahli ibadah. (Tirmidzi).

Caatatan : Ini berarti bahwa mudah bagi syaitan untuk memperdaya seribu ‘Abid dari pada memperdaya seorang ‘Alimyang mempunyai pengetahuan Agama yang sempurna.

 

 

 

 

 

 

 

30. Abu Umamah Al-Bahili r.a. meriwayatkan :  Dua orang laki-laki, seorang yang ‘alim dan yang lainnya ‘Abid disebutkan  kepada Rasulullah saw  yang bersabda :  Ketinggian seorang ‘Alim ke atas seorang ‘Abid adalah seperti ketinggian aku dibandingkan dengan orang yang paling rendah di antara kamu. Kemudian Rasulullah SAW bersabda:  Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya dan penghuni langit dan bumi  meskipun semut-semut di dalam lobang dan ikan-ikan (di lautan) berselawat (dengan cara mereka masing-masing) kepada orang yang mengajar amal-amal kebaikan.  (Tirmidzi).

 

 

 

 

 

 

 

 

31. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah saw bersabda :   Dunia ini  dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dilaknat, kecuali Dzikir (mengingati Allah) , dan apa saja yang mendekatkan seseorang kepada Allah (yaitu : amal-amal kebaikan) ,  seorang ‘Alim atau seorang yang menuntut ilmu Agama; sebab semua ini berada di dalam rahmat Allah. (Tirmidzi).

 

 

 

 

 

 

 

32- Abu Bakar r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Nabi saw bersabda : Engkau hendaklah menjadi  (1) seorang ‘alim, atau (2) seorang penuntut ilmu agama, atau  (3) seorang yang mendengar dengan tawajjuh kepada (penyampaian) ilmu agama, atau (4)  seorang yang mencintai Ilmu agama dan Ulama. Dan janganlah kamu menjadi yang kelima (lain daripada yang disebutkan di atas), jika tidak kamu akan binasa. Jenis yang kelima adalah seorang yang mendengki kepada ilmu agama dan ulama. (Tabrani, Bazzar, dan Majma-uz-Zawaid).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

33- Ibnu Mas’ud r.a. meriwayatkan : Rasulullah saw bersabda : Irihati (mendengki) itu tidak dibolehkan kecuali dalam dua perkara: seorang yang dikaruniakan oleh Allah dengan harta kekayaan dan ia diberi kekuatan untuk membelanjakannya di jalan yang benar ;  dan yang lain dimana Allah kurniakan hikmah dengannya ia memutuskan perkara-perkara dan mengajarkannya kepada orang lain. (HR.Bukhari).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

34- Umar r.a. meriwayatkan : Pada suatu hari ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW, datanglah seorang kehadapan kami yang memakai pakaian yang sangat putih, rambutnya sangat hitam, tiada tanda-tanda sebagai seorang musafir yang tampak padanya, dan diantara kami tiada orang yang mengenalnya. Ia berjalan dan duduk didepan Rasulullah SAW, mendekatkan lututnya berhadapan dengan lutut Rasulullah SAW dan meletakkan kedua telapak tangannya diatas paha Rasulullah dan berkata : Wahai Muhammad, beritahukan kepadaku apa itu islam ? Rasulullah SAW berkata : ( sebagai rukun ) islam adalah bersaksi : Tiada yang patut disembah kecuali Alah dan Muhammad adalah utusan Allah (dengan ikhlas ), mengerjakan shalat, membayar zakat, berpuasa pada bulan ramadhan, dan mengerjakan haji ke Ka’bah Tullah, jikalau kamu mempunyai kemampuan untuk mengerjakannya. Kemudian ia berkata : engkau berkata benar. Umar r.a. berkata : kami tercengang kepada pertanyannya kepada Baginda SAW ( seolah-olah ia tidak mengetauhi ), dan kemudian berkata bahwa ia berkata benar ( seolah-olah ia sudah mengetauhinya ). Kemudian ia berkata : beritahukanlah kepadaku tentang iman. Rasulullah SAW bersabda : Iman adalah percaya ( dari dalam hati ) kepada Allah, malaikat-malaikatnya, kitab-kitabnya, rasul-rsulnya, dan hari akherat, dan beriman kepada takdir Ilahi- baik dan buruk  tentangnya. Ia berkata : engkau berkata benar. Dan ia bertanya : beritahukan kepadaku tentang ihsan. Rasulullah SAW bersabda ihsan adalah menyembah Allah seolah-olah engkau melihatnya, dan jikalau engkau tidak dapat melihatnya, maka ia senantiasa melihat kepadamu, kemudian ia berkata : beritahukan kepada ku tentang Hari (kapan akan terjadi kiamat ? ). Rasulullah SAW menjawab : yang bertanya tentangnya tidakkah lebih mengetauhi daripada yang ditanya ( pengetauhanku tentang hari kiamat tidak lebih baik daripada yang kamu ketauhi. ) kemudian ia berkata : beritahukanlah kepadaku tentang tanda-tandanya. Rasulullah Saw bersabda : ( salah satu dari tanda-tanda nya adalah ) bahwa seorang wanita hamba sahaya akan melahirkan bagi majikannya, dan engkau akan mendapati orang-orang yang berkaki telanjang, nakal, dan penggembala-penggembala yang miskin berlomba-lomba dalam membangun gedung-gedung pencakar langit. Umar r.a. berkata kemudian ia pergi, dan saya tinggal untuk beberapa saat ( akan tetapi tidak bertanya sesuatupun tentang orang itu. Kemudian Rasululah SAW bertanya  hai umar tahukah kamu siapakah yang bertanya tadi ! saya berkata : Allah dan Rasul Nya yang lebih mengetauhi. Baginda berkata : itulah Jibrail a.s. ia datang untuk mengajarkan kamu tentang agamamu. (HR.Muslim ).

Catatatan : dalam hadis diantara tanda-tanda hari kiamat adalah seorang wanita hamba sahaya melahirkan untuk majikannya sendiri, yang bermakna bahwa kedurhakaan kepada orang tua akan merajalela menjelang hari kiamat, sedemikian rupa sehingga anak-anak wanita yang semestinya taat kepada ibu-ibu mereka adalah lebih mendarah daging, tidak hanya menjadi durhaka, akan tetapi lebih berkuasa keatas ibu-ibu mereka seperti seorang nyonya yang memerintah hamba sahayanya yang wanita. Inilah mengapa Rasulullah SAW menggambarkan seorang wanita hamba sahaya melahirkan untuk majikannya. Tanda hari kiamat yang kedua bermakna orang-orang sedemikian yang memliki harta kekayaan yang mereka tidak layak untuk memilikinya. Keinginan mereka untuk membangun gedung-gedung pencakar langit dan mereka berolomba-lomba satu sama lain dalam membangunnya.                  ( Muariful Hadist )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

35- Hasan Rahimahullah menceritakan : Rasulullah saw  bertanya tentang dua orang laki-laki dari Bani Isra’il;  yang siapakah yang lebih mulia di antara keduanya? Salah satu dari mereka ‘Alim; yang mengerjakan shalat fardhu dan kemudian duduk dan mengajar  manusia apa yang baik.  Dan seorang lagi berpuasa pada waktu siang hari  dan beribadah pada malam hari. Rasulullah saw menjawab :  Yang paling mulia adalah orang yang mengerjakan shalat fardhu, kemudian duduk dan mengajarkan kebaikan kepada manusia daripada  orang yang berpuasa pada siang hari dan beribadah pada malam hari, sama seperti kemuliaanku ke atas yang paling rendah di antara kamu. (Sunan Darami).

 

 

 

 

 

 

 

 

36. Abdullah r.a. meriwayatkan :   Rasulullah saw bersabda :  Belajarlah Al Qur’an dan ajarkanlah kepada orang lain. Tuntutlah ilmu agama dan ajarkanlah kepada orang lain. Pelajarilah  hukum-ahkam Allah yang fardhu dan ajarkanlah itu kepada orang; sebab aku akan dipanggil dari dunia ini,  dan pengetahuan juga akan segera diangkat. (akan tiba masanya)  sedemikian rupa yang dua orang akan tidak sependapat pada salah satu perintah wajib (karena kurang pengetahuan)  dan tiada seorang yang dapat menuntun mereka dengan benar tentang perintah yang wajib.  (Baihaqi ).

 

 

 

 

 

37- Abu Umamah Al Bahili r.a. meriwayatkan :  Rasulullah saw bersabda :  Hai manusia! Tuntutlah ilmu  sebelum ilmu itu ditarik dan diangkat.   (Musnad Ahmad).

 

 

 

 

 

 

 

38- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah saw bersabda :  Di antara amalan-amalan  bagi seorang beriman akan terus-menerus menerima pahala, meskipun setelah kematiannya

tiga kali, supaya  maksud (perkataannya) dapat dimengerti dengan betul. (HR. Bukhari).

Catatan : Apabila Rasulullah saw hendak mengatakan sesuatu yang penting , maka ia akan mengulangi perkataan  atau kalimat-kalimat itu tiga kali, supaya dapat dimengerti dengan baik oleh orang.

 

 

 

 

 

 

 

39- Anas r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW senantiasa mengulang perkataannya tiga kali, supaya maksud ( perkataannya dapat dimengerti dengan baik.        (Bukhari)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

40- Abdullah ibnu Amr ibnu Al-‘As r.anhuma meriwayatkan : Rasulullah saw bersabda :  Allah swt tidak akan menarik Ilmu Agama dengan menghilangkannya dari hati-hati dan pemikiran manusia (pada akhir zaman), akan tetapi  Dia akan menariknya dengan mematikan orang-orang ‘Alim satu demi satu; sehingga tidak tertinggal walaupun seorang ‘Alim. Manusia akan mengangkat orang-orang jahil sebagai pemimpin-pemimpin. Pertanyaan dan masalah-masalah yang berkaitan dengan Agama (Islam) akan dihadapkan kepada mereka,  dan mereka akan membuat keputusan-keputusan  tanpa berlandaskan pengetahuan Agama.  Sebagaimana mereka berada dalam keadaan sesat, maka mereka dengan sendirinya membawa orang lain kepada  kesesaatan. (HR. Bukhari).

 

 

 

 

 

 

 

41- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah saw bersabda : Allah swt membenci orang yang kasar , banyak makan, dan berteriak-teriak di pasar, tidur sepanjang malam seperti mayat, dan di siang hari seperti keledai ( yang menipu dalam urusan-urusan dunia) , benar-benar paham dengan perkara-perkara dunia, dan jahil tentang perkara-perkara Akhirat. (Ibnu Hibban).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

42. Yazid Ibnu Salamah Al-Ju’fi r.a.  meriwayatkan :  Saya berkata : Wahai Rasulullah SAW! Saya telah mendengar sabdaan-sabdaanmu dan saya kuatir  bahwa saya boleh melupakan sabdaan-sabdaanmu yang terdahulu, dan hanya mengingat  sabdaan-sabdaan  yang baru saja engkau sampaikan. Oleh sebab itu, beritahukanlah kepada saya sesuatu yang sempurna.  Rasulullah saw berkata :  Takutilah Allah dalam perkara-perkara  yang engkau mempunyai pengetahuan Agama ( sebab itu beramallah menurut apa yang engkau ketahui). (Tirmidzi).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

43. Jabir Ibnu Abdullah r.anhuma meriwayatkan :  Rasulullah saw bersabda : Jangan menuntut Ilmu Agama untuk memperlihatkan kehebatan ke atas ulama dan bertengkar dengan orang-orang bodoh (jangan menuntut ilmu untuk berdebat dengan orang-orang biasa yang tidak bijaksana) dan menarik perhatian majlis. Barangsiapa yang berbuat demikian , baginya adalah neraka, dan (lebih pasti) neraka baginya. (Ibnu Majah).

Catatan : Menuntut ilmu Agama untuk menarik perhatian majlis maknanya bahwa orang  tidak menaruh perhatian kepada kepribadianmu untuk memuliakan engkau, akan tetapi lebih kepada pengetahuan yang ada padamu.

 

 

 

 

 

 

44. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan :  Rasulullah saw bersabda :  Perumpamaan seorang yang menuntut ilmu Agama dan tidak mengajarkannya; ( (memberikannya kepada orang lain), adalah seperti seorang yang mengumpulkan harta , akan tetapi tidak membelanjakannya. (Tabrani dan Targhib).

 

 

 

 

 

 

 

45- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan :  Rasulullah SAW bersabda:  Barangsiapa yang ditanya tentang sesuatu yang ia ketahui, dan ia menyembunyikannya (meskipun memiliki pengetahuan itu) ,  akan diberikan tali kekang dari neraka kepadanya pada Hari Kiamat. (Abu Daud).

 

 

 

 

 

 

46. Zaid ibnu Arqam r.a. meriwayatkan :   Rasulullah saw sering membaca do’a berikut :

 

 

 

 

 

 

Wahai Allah! Aku berlindung kepada Engkau  dari Ilmu yang tidak bermanfaat, dan dari hati yang tidak takut kepada Engkau, dan kepada bathin yang tidak pernah merasa puas, dan kepada do’a yang tidak dikabulkan. (HR. Muslim).

 

 

 

 

 

 

47.  Abu Barzah Aslami r.a. meriwayatkan :   Rasulullah SAW bersabda : Kaki-kaki hamba Allah  pada Hari Kiamat tidak akan bergerak dari tempatnya sehingga ia ditanya tentang kehidupannya; bagaimana ia menghabiskannya; tentang ilmu Agama yang ada padanya, apakah ia mengamalkannya; tentang hartanya, dari mana ia memperolehnya, bagaimana cara ia membelanjakannya; dan kesehatannya bagaimana ia  menggunakannya. (Tirmidzi).

 

 

 

 

 

 

48. Jundub ibnu Abdullah Alazdi r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :  Perumpamaan orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang , akan tetapi tidak sanggup beramal untuk dirinya sendiri, adalah seperti lilin /lampu yang memberikan cahaya kepada orang lain, akan tetapi membakar dirinya sendiri. (Tabrani dan Targhib).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

49. Abdullah ibnu Amr r.anhuma meriwayatkan:   Rasulullah SAW bersabda :   Banyak orang yang memiliki pengetahuan Agama  tidak faham dengannya ( mereka yang tanpa hikmah , yang semestinya mereka miliki bersama dengan ilmu). Dan barangsiapa yang memiliki ilmu yang tidak dapat memberi manfaat bagi mereka, mereka akan disusahkan oleh kejahilan mereka. Kamu sesungguhnya dikelompokkan di antara orang – orang yang membaca Al Qur’an, aapabila ia dapat mencegah kamu (dari dosa dan kejahatan), dan jikalau Al Qur’an tidak dapat mencegah kamu  (dari dosa dan kejahatan), maka (sesungguhnya) kamu tidak tergolong orang-orang yang membaca Al Qur’an. ( Tabrani dan Majma-uz-Zawaid).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

50.  ‘Abdullah ibnu ‘Abbas r.anhuma meriwayatkan :   Rasulullah SAW  pada suatu malam berdiri dan mengatakan ini tiga kali di Makkah :   Wahai Allah!  Sudahkan aku sudah menyampaikan (Risalah)? ‘Umar r.a.  yang banyak menangis di hadapan Allah  bangun dan berkata :  Wahai Allah ! Benar  !  (  Saya bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan! ). Engkau membujuk rayu manusia (kepada kebenaran Islam), Engkau telah banyak bermujahadah untuk itu, dan engkau telah menasihatkan manusia. Rasulullah saw bersabda :   Iman sesungguhnya akan menang  sehingga kekufuran akan sampai  kepada kehancurannya, dan sesungguhnya kamu berlayar menyebrang lautan untuk menyebarkan Islam. Dan suatu waktu akan pasti datang, aapabila orang-orang akan mempelajari Al Qur’an, mengajarkannya, membacanya, dan akan berkata :  Kami sudah belajar dan sudah mengetahuinya.  Apakah ada orang lain yang lebih baik daripada kami? Kemudian Rasulullah bertanya kepada para sahabat:  Apakah akan ada kebaikan yang sebenarnya pada mereka?  Bermakna bahwa tidak akan ada satu zarrah kebaikan yang layak pada mereka, dan yang ada hanya pengakuan kosong yang diucapkan oleh mereka. Sahabat bertanya :  Wahai Rasulullah!  Siapakah orang-orang ini ? Baginda berkata :  Mereka akan berasal dari kalangan kamu ( berasal dari ummat ini) dan mereka akan menjadi bahan bakar dari api neraka ! ( Tabrani dan Majma-uz-Zawaid).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

51- Anas r.a. meriwayatkan :  Kami sedang duduk depan pintu Rasulullah saw , dan sedang bermuzakarrah sedemikian rupa sehingga seorang membaca sebuah ayat Al Qur’an, dan yang lain membaca ayat yang lain untuk membenarkan argumennya (maka  sejenis pertengkaran telah terjadi).  Dan tak disangka-sangka Rasulullah saw datang. Mukanya merah (karena marah), seolah-olah buah delima yang terpencet pada mukanya, dan ia berkata : Hai manusia!  Aapakah kamu dihantar ke dalam dunia ini untuk bertengkar, atau apakah kamu diperintahkan untuk berbuat demikian? Janganlah kamu menjadi kafir, dengan bertengkar karena ini menyebabkan kamu membunuh satu sama lain sesudah aku meninggalkan dunia ini ( karena perbuatan seperti ini tanpa kecuali membawa kepada kekufuran).  ( Tabrani dan Majma-uz-Zawaid).

 

 

 

 

 

 

52. ‘Abdullah ibnu ‘Abbas r.anhuma meriwayatkan sabdaan Rasulullah SAW : Isa a.s. berkata:  Segala perkara ada tiga macam : Suatu perkara  yang menyatakan arah dan sifatnya dengan jelas, maka ikutilah; dan suatu perkara yang menyatakan malapetaka dan kejahatan dengan jelas, maka hindarilah; dan suatu perkara yang baik kebaikan dan keburukannya terbukti, maka rujukkan masalahnya kepada seorang ‘alim. (Tabrani dan Majma-uz-Zawaid).

 

 

 

 

 

 

 

 

53- Ibnu ‘Abbas r.anhuma meriwayatkan :  Rasulullah SAW bersabda :  Waspadalah kamu tentang meriwayatkan hadis yang berasal dariku, sehingga kamu mengetahui dengan kepastian bahwa itu berasal dariku; karena barangsiapa yang berbohong tentangku dengan sengaja, bersiap-sedialah  baginya  untuk  menempah tempat tinggalnya dalam api (neraka). Dan barangsiapa yang menafsirkan Al Qur’an menurut kehendak dan pendapatnya  tanpa berlandaskan pada ilmu dan rujukkan, maka biarkan ia menyediakan bagi dirinya sendiri tempat tinggal dalam api (Neraka). (Tirmidzi).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

54- Jundub r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang menafsirkan Al qur’an mengikut pendapatnya sendiri dan bahwa boleh jadi benar ; meskipun demikian ia telah bersalah. ( Abu Daud )

Catatan : ini bermakna seorang yang menafsirkan Al Qur’an dari pendapat dan kebijaksanaannya sendiri dan boleh terjadi benar; bahkan demikian ia telah bessalah, karena ia tidak mempunyai sandaran untuk tafsirnya ini pada hadis Nabi SAW dan ulama dari umat ini.

 

 

 

 

DI ILHAMI DENGAN AL QUR’AN DAN HADIS

 

 

 

 

Ayat-ayat Al Qur’an

 

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : ( Kepada Rasul Nya ) dan apabila mereka mendengar wahyu yang diturunkan kepada Rasul, engkau melihat air mata berlinangan karena pengetauhan mereka tentang kebenaran ( Al Qur’an ).     ( Al maidah 5:83)

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman dan jikalau Al Qur’an dibacakan, dengarkanlah dengan perhatian supaya kamu memperoleh rahmat. ( Al A’raf 7 : 204 )

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Ia ( hamba Allah yang dirahmati ) berkata kepada Musa a.s. : Jikalau engkau akan mengikuti aku ( untuk mendapat ilmu ), maka janganlah menanyakan apapun kepadaku sebelum aku sendiri yang mengatakan itu kepadamu. ( Al Kahfi 18 : 70 )

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Oleh karena itu berikanlah kabar gembira ( wahai Muhammad)  kepada hamba – hamba Ku yang mendengarkan perkataan dan mengikuti yang terbaik diantaranya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk Allah dan mereka itulah orang-orang yang berpengetauhan.           ( Az Zumar 39:17-18 )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Allah telah mewahyukan ajaran yang terindah berupa kitab,               ( dimana janji—janji tentang pahala ) yang terjalin satu sama lain  ( dengan peringatan-peringatan tentang azab ) dimana ( ketika mendengarkan tentangnya ) kulit orang yang-orang yang takut kepada Tuhannya bergetar, kemudian daging dan hati mereka menjadi lembut karena mengingat Allah.       ( Az Zumar 39 :23 )

 

 

 

 

Hadis-hadis Nabawi

 

 

 

 

 

 

 

 

55- Abdullah Ibnu Mas’ud  r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW meminta aku untuk membacakan Al Qur’an kepadanya. Saya berkata : Wahai Rasulullah ! apakah saya membaca Al Qur’an kepadamu, padahala ia diturunkan kepadamu ? Baginda SAW menjawab : hatiku sangat ingin mendengar dari bacaan seseorang yang lain. Maka saya membacakan kepadanya satu ‘ain dari surah An Nisa. Ketika saya sampai kepada ayat :

 

 

 

 

 

( Dan bagaimanakah dengan mereka, apabila kami menghadapkan setiap orang seorang saksi, dan kami menghadapkan engkau wahai Muhammad sebagai saksi terhadap mereka-mereka ini ( umatmu ). Baginda berkata : berhenti ! (cukuplah sekarang ) saya memperhatikan bahwa ia menangis dengan air matanya yang  berlinangan. ( HR.Bukhari )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

56- Abu hurairah r.a. meriwayatkan : Rasullulah SAW bersabda : apabila Allah menetapkan suatu perkara dilangit, maka para malaikat mengebaskan sayap-sayapnya karena takut dan berserah diri kepada firman Nya. Keputusan Allah SWT terdengar kepada mereka seperti bunyi rantai diatas batu karang yang licin.   Apabila hati mereka berkurang ketakutannya, mereka bertanya satu sama lain : apa yang di firmankan oleh Tuhanmu ? mereka menjawab apa saja yang Dia firmankan adalah kebenaran, dan Dia adalah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (HR.Bukhari )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

57- Abu salamah Ibnu Abdurrahman Ibnu Auf rahimahullah meriwayatkan : Abdullah Ibnu Umar dan Abdullah Ibnu Amr Ibnu Al Ash r.anhum bertemu satu sama lain di Bukit Marwah. Kedua mereka bercakap- cakap satu sama lain beberapa saat. Kemudian Abdullah Ibnu Amr pergi, dan Abdullah Ibnu Umar masih berada disana sambil menagis. Seorang bertanya kepadnya : Hai Abu Abdurrahman !  apa yang menyebabkan engkau menagis ? Ibnu Umar berkata  : orang ini Abdullah Ibnu Amr baru-baru ini memberitahu saya bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda : seorang dalam hatinya ada kesombongan sebesar biji Zarrah, Allah akan melemparkannya ke dalam neraka. ( Musnad Ahmad, Tabrani dan Majam Uz Zawaid ).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ZIKIR

MENGINGAT ALLAH TA’ALA

 

 

 

 

Menunaikan perintah-perintah Allah Ta’ala dengan penuh perhatian bahwa Allah Ta’ala adalah dihadapanku dan sedang melihat kepadaku

 

 

 

 

FADILAH  AL QUR’AN

 

 

Ayat-ayat Al Qur’an

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Wahai manusia. Telah datang kepadamu  ajaran dari Tuhanmu ( Al Qur’an yang memerintahkan segala yang baik dan melarang segala yang jahat ), dan sebagai obat yang ( penyakit kejahilan, kebimbangan, kemunafikan dan perbedaan-perbedaan pendapat dan seterusnya ) yang ada dalam hatimu sebagai petunjuk dan rahmat   ( yang menjelaskan perkara-perkara yang halal dan perkara-perkara yang haram, dan seterusnya ) bagi orang beriman.  Katakanlah : dengan karunia Allah dan rahmat Nya         ( Islam dan  Al qur’an ); biarlah mereka bergembira.  Itulah yang lebih baik daripada apa    ( harta ) yang mereka kumpulkan.        ( Yunus 10 : 57-58 )

 

 

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Katakanlah Ruhul Qudus ( Jibril ) yang telah membawakan wahyu dari Tuhanmu  dengan kebenaran, untuk menguatkan ( Iman ) orang-orang beriman, dan sebagai petunjuk dan khabar gembira kepada orang-orang muslim. ( An Nahl 16: 102 )

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Dan kami turunkan Al qur’an sebagai obat dan rahmat baju orang-orang yang beriman. ( Al Isra’ 17 : 82 )

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Al Kitab. ( Al An kabut 29:45 )

 

 

 

Allah SWT berfirman : Sesungguhnya ! orang-orang yang membaca kitab Allah, dan mendirikan shalat, dan yang menafkahkan sebagian rezeki yang kami berikan kepada mereka secara diam-diam dan secara terbuka, mereka mengharapkan suatu perniagaan yang tidak akan gagal yang mereka akan diganjari dengan ganjaran yang sempurna.  (Fathir 35:29)

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Aku bersumpah demi terbenamnya bintang-bintang. Dan sesungguhnya itu adalah suatu sumpah yang amat besar, jikalau kamu mengetauhi. Sungguh ini adalah suatu bacaan yang sangat mulia ( Al Qur’an ). Dalam kitab yang terjaga baik. Yang tiada seorang boleh menyentuhnya kecuali mereka yang bersih. Sebuah wahyu dari Tuhan semesta alam. Adakah perkataan seperti ini yang kamu anggap tidak penting ? ( Al Waqiah 56: 75-81 )

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : ( kehebatan Al Qur’an ini adalah sedemikian yang ) sekiranya kami turunkan qur’an ini ke atas sebuah gunung, kamu ( wahai Muhammad ) sungguh kamu akan melihatnya merunduk dan terbelah karena takutnya kepada Allah. ( Al Ashr 59 : 21 )

 

 

 

 

 

 

 

Hadis-hadis Nabawi

 

 

 

 

 

 

 

1- Abu said r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW membacakan hadis qudsi : Allah SWT berfirman : barangsiapa yang menyibukkan dirinya dengan al Qur’an dari mengingati Ku    ( dan berdoa kepada Ku ) Aku memberinya lebih baik daripada apa yang diberikan kepada seorang yang berdo’a  ketinggian perkataan Ku ( Al Qur’an ), ke atas semua perkataan-perkataan lain adalah seperti ketinggian Allah ( pencipta ) ke atas semua ciptaan Nya.         ( tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

2- Abu Dazr Ghifari r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : tiada sesuatupun yang lebih mendekatkan kepada Allah, daripada yang berasal ( datang langsung ) dari Allah, maknanya Al Qur’an. ( Mustadarak hakim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3- Jabir r.a. meriwayatkan bahwa : Nabi SAW bersabda : Al Qur’an adalah pemberi safaat yang diterima dan pendakwah yang dakwahannya telah diterima. Barangsiapa yang meletakkannya ( Al Qur’an ) di hadapannya ( sebagai petunjuk, maka ia akan membawanya ke surga, dan barangsiapa yang meletakkanya dibelakangnya ( tidak memperdulikannya ), akanmembawanya ke neraka. ( Ibnu Hibban ).

Catatatan : al Qur’an adalah pendakwah yang hujahnya diterima bermaksud ia akan bersumpah bagi orang-orang yang membaca dan beramal ke atasnya di mahkamah Allah Ta’ala dan ia akan menuntut dari orang –orang yang melalaikannya, mengapa mereka tidak menunaikan hak-haknya.

 

 

 

 

 

 

 

 

4- Abdullah Ibnu Amr. R.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : puasa dan Al Qur’an, keduanya akan memberi safaat bagi hamba Allah pada hari kiamat. Puasa akan berkata : wahai pemberi rezekiku! Aku telah menjaganya ( hamba Allah ini ) dari makan dan nafsu syahwat, sebab itu terimalah safaatku baginya. Dan Al Qur’an akan berkata : Wahai pemberi rezeki ku ! aku telah menjaganya dari tidur dimalam hari, sebab itu terimalah safaatku baginya. Maka keduanya (puasa dan Al qur’an ) akan memberi safaat baginya.  ( musnad ahmad dan tabrani

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5- Umar r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : sesungguhnya Allah meninggikan banyak orang melalui kitab ini ( Al Qur’an ),  dan merendahkan ( menghinakan ) banyak orang dengannya. ( HR.Muslim )

catatan : Orang-orang yang beramal apa yang ada dalam Al qur’an. Allah SWT akan memuliakan mereka  dengan kehormatan dan martabat dalam kehidupan ini dan kehidupan di akherat, dan orang-orang yang tidak beramal ke atasnya akan dihinakan.

 

 

 

 

 

 

 

6- Abu Dzar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : (kepada Abu Dzar) : adalah wajib keatas kamu untuk membaca  Al Qur’an dan mengingati Allah  Azza Wajalla, sebab sesungguhnya zikir untukmu dilangit, dan cahaya ( petunjuk ) bagimu didunia ini. ( Baihaqi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7- Ibnu Umar r.a.nhuma meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : hanya ada dua jenis manusia yang ( dibolehkan ) untuk dicemburui. Seseorang yang Allah telah berikan kepadanya Al Qur’an dan ia telah memabacanya di wakut siang dan malam,  dan seorang lagi yang Allah berikan harta kekayaan dan ia telah membelanjakannya  ( di jalan Alah ) siang dan malam.        ( Muslim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

8- Abu Musa Al Ashari  r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al Qur’an adalah seperti Utrujjah ( limau manis ) yang baunya menyenangkan dan rasanya manis, dan perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al qur’an adalah seperti buah tamar ( buah kurma ), yang tidak mempunyai bau akan tetapi rasanya manis. Dan perumpamaan seorang munafik yang membaca Al Qur’an adalah seperti raihan ( sejenis bunga ) yang baunya enak akan tetapi rasanya pahit dan perumpaman seorang munafik yang tidak membaca Al Qur’an adalah seperti hanzalah yang sama sekali tidak mempunyai bau, dan rasanya pahit. ( HR..Muslim)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

9- Abdullah Ibnu Mas’ud  r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang membaca satu huruf  Al Qur’an maka akan menjadi satu amal kebaikan baginya, dan satu amal kebaikan diganjari ( oleh Allah ) dengan sepuluh kali ganda yang serupa dengannya. Aku tidak berkata bahwa Alif Lam mim adalah satu huruf, akan tetapi Alif adalah satu hruf yang terpisah, lam adalah satu huruf yang terpisah, dan mim adalah satu hruf yang terpisah.                ( Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

 

10- Abu hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : belajarlah Al Qur’an dan bacalah ia. Karena sesunguhnya perumpamaan Al Qur’an adalah seperti seorang yang belajar Al Qur’an, membacanya ; dan berdiri membacanya ( dalam tahajjud), adalah seperti sebuah beg yang penuh berisi musk yang baunya tersebar ke segala arah karena ditiup angin. Perumpaman seorang yang membaca Al Qur’an dan tidur dan tidak membaca dalam shalat tahajjud  smentara ia memiliki Al Quir’an dalam dirinya adalah seperti sebuah beg yang berisi musk yang mulutnya tertutup. ( HR.Muslim)

 

 

 

 

 

 

11- Imran Ibnu Husaein r.a.huma berkata bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda : seorang yang membaca Al Qur’an mesti meminta hanya kepada Allah ( untuk memenuhi segala keperluannya).karena sesungguhnya orang –orang akan datang    akan membaca Al Qur’an akan tetapi mereka meminta ( manfaat dunia ) dari orang lain. ( Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12- Abu Said Al Kudri r.a. meriwayatkan bahwa Usaid Ibnu Khudair r.a. sedang membaca Al Qur’an pada suatu malam di rumahnya,  ketika itu kudanya ( kuda betina ) mulai melompat-lompat sekeliling. Ia meneruskan bacaannya. Kuda betinya sekali lagi mulai meronta-ronta, akan tetapi ia masih meneruskan membaca, dan kuda betinya juga terus melompat kesana kemari. Usaid r.a. berkata : saya khawatir yang kuda betina itu boleh menginjak-injak anak lelaki saya Yahya yang ada didekat situ. Sebab itu saya bangun kearah kuda betina itu dan pada ketika itu saya melihat  di atas kepalaku sesuatu seperti awan, yang kelihatan seperti parade lampu-lampu. Dan arakan itu mulai naik kepada atmosfir, sehingga saya tidak dapat melihatnya lagi. Ia berkata : saya pergi kepada Rasulullah SAW di pagi hari dan berkata : Wahai Rasulullah ! tengah malam tadi saya sedang membaca  Al qur’an dirumah saya, ketika itu kuda betina saya mulai melompat kesana kemari. Rasullulah SAW berkata : adakah kamu meneruskan bacaan kamu, Ibnu Khudair ! ia berkata : saya teruskan membaca, dan kuda betina saya juga melompat lompat kesana kemari lagi. Maka Rasulullah berkata : adakah kamu juga meneruskan bacaan kamu ! Ibnu Khudair ! ia berkata : saya meneruskan bacaan saya dan kuda betina saya juga melompat kesana kemari lagi. Baginda SAW berkata : adakah engkau meneruskan bacaanmu, Ibnu Khudair ! ia berkata : saya bangun dan melihat, karena saya khawatir yang ia boleh menginjak-injak anak lelaki saya Yahya yang ada di dekat situ. Kemudian saya pergi ke dekat itu dan saya melihat di atas kepala saya sesuatu seperti awan yang di dalamnya yang di dalamnya seperti suatu arakan lampu-lampu. Kemudian arakan ini naik ke dalam atmosfir, sehingga saya tidak dapat melihatnya lagi. Rasulullah SAW berkata : itu adalah para malaikat yang mendengarkan bacaan kamu dan jikalau kamu meneruskan bacaanmu, maka orang akan melihat mereka ( para malaikat ) di pagi hari, dan mereka ( para malaikat ) tidak menyembunyikan diri mereka dari manusia. ( HR.Muslim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

13- Abu Said Al Kudri r.a. meriwayatkan : saya sedang duduk dalam sebuah majlis bersama dengan orang-orang muhajirin yang miskin, beberapa orang dari antara mereka mereka telah menyembunyikan diri  dari yang lain ( dengan badan mereka, karena mereka tidak mempunyai cukup pakaian yang ada pada mereka ), dan salah satu daripada mereka membacakan Al Qur’an kepada mereka, apabila Rasulullah SAW masuk dan berdiri dekat kami. Oleh karena itu pembaca Al Qur’an memberhentikan bacaannya. Rasulullah SAW memberi salam kepada kami dan berkata : apa yang sedang kamu buat ? kami berkata : wahai Rasulullah, ia adalah salah seorang pembaca Al Qur’an kami, yang sedang membacakan ( kitab Allah ) dan kami sedang mendengar dengan penuh perhatian kepada kitab Allah SWT. Rasulullah SAW berkata: segala puji bagi Allah yang mengutus aku ditengah-tengah umatku sedemikian orang, yang dengan mereka aku diperintahkan untuk duduk. Kemudian Rasulullah SAW duduk diantara kami, menjadi sama jarak satu sama lain. Kemudian ia memberi syarat dengan tangannya dan meminta kami supaya membuat lingkaran yang kami semua berhadapan dengannya. ( Abu Said berkata ) saya memperhatikan bahwa Rasulullah SAW tidak mengenal salah satu daripada mereka yang lain daripada aku. Rasulullah SAW bersabda : berilah khabar gembira wahai kaum muhajirin yang miskin akan nur yang sempurna, yang dengannya kamu akan memasuki sorga pada hari kiamat, separuh hari lebih dahulu sebelum orang-orang kaya ( muslim ) dianatara manusia, dan bahwa separuh hari lamanya adalah 500 tahun.  ( Abu Daud ).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

14-  Saad Ibnu Abi Waqqas r.a berkata bahwa ia mendengar Rasulullah bersabda : sesungguhnya Al Qur’an ini telah diturunkan untuk menciptakan kerisauan dan keperihatinan. Sebab itu apabila kamu membacanya menagislah dengannya  dan jikalau kamu tidak dapat menangis maka paling kurang usahakan untuk menangis. Dan bacalah ia dengan suara yang menyenangkan. Dan barangsiapa yang tidak dapat membaca dengan suara yang menyenangkan bukanlah daripada kami. ( Ibnu Majah ).

Catatan : para ulama memberi penafsiran yang lain tentang hadis ini, bahwa seorang yang tidak dapat percaya diri dan beriri sendiri dengan berkat daripada Al Qur’an bukanlah dari kami.

 

 

 

 

 

 

 

 

15- Abu Hurairah  r.a meriwayatkan bahwa Rasululah SAW bersabda : tidak ada sesuatu yang Allah memasangkan telinganya kepadanya dengan perhatian yang lebih daripada  bacaan AL Quir’’an  seorang Nabi dengan suara yang indah. ( Muslim )

 

 

 

 

 

 

16- Bara r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : hiasilah Al Qur’an dengan suaramu karena sesungguhnya suarayang merdu menambah kecantikan Al Qur’an.                        ( Mustadarak hakim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

17- Uqbah Ibnu Amr r.a. meriwayatkan bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang membaca Al Qur’an dengan suara yang kuat, adalah seperti pemberi sedekah secara terang-terangan, dan barangsiapa yang membacanya secara senyap dalam dirinya sendiri, adalah seperti pemberi sedekah yang sembunyi-sembunyi. ( Tirmidzi )

Catatan : ternampak dari hadis ini bahwa membaca Al Qur’an dengan sembunyi-sembunyi lebih disukai jikalau tidak di khawatirkan pamer atau ria. Jikalau tidak khawatir ria atau mengganggu orang lain maka dalam tradisi yang lain, membaca dengan suara yang kuat di sukai karena bacaan yang demikian boleh menjadi sumber inspirasi dan menggalakkan orang lain untuk membacanya. ( Syarthibi )

 

 

 

 

 

 

18- Abu Musa r.a. meriwayatkan bahwa  Rasulullah SAW memberitahu Abi Musa : Jikalau engkau meilhat aku malam tadi, mendengarkan bacaanmu dengan begitu penuh minat dan konsentrasi, ( yang menyukakan kamu ), karena sesungguhnya engkau telah diberikan sebagian kurnia dari suara Daud a.s.  ( Muslim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

19- Abdullah Ibnu Amr r.a.nhuma meriwayatkan dari Nabi SAW : akan dikatakan kepada orang ahli qur’an ( pada hari kiamat ): teruskan bacan Al Qur’an dan teruslah naik tangga demi tangga sorga, dan bacalah  dengan kadar perimbangan seperti engkau telah membaca semasa kamu hidup di dunia, karena sesungguhnya kamu akan sampai tempat tinggalmu                        ( kedudukanmu di sorga ) apabila sampai pada  ayat terakhir yang kamu baca. ( Tirmidzi )

Catatan : orang-orang ahli qur’an bermakna seorang hafidz Al Qur’an, atau seorang yang banyak membacanya, atau seorang yang beramal menutu Al Qur’an.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

20- Aisah r.anha meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda : hafidz Al Qur’an yang menghafal dan membaca dengan baik akan dibangkitkan pada hari kiamat bersama dengan mereka ( para malaikat ) yang membwa Al Qur’an ini dari Lauhul mahudz  dan barangsiapa yang terputus-putus membaca dan sabar dengan kesulitan ini akan mendapat pahal ganda. ( Muslim )

Catatan : barngsiapa yang terputus-putus adalah seorang hafidz yang boleh jadi tidak mengingati Al Qur’an dengan baik; yang ia senantiasa berusaha untuk mengingatnya. Ini juga termasuk pembaca Al Qur’an yang terbata-bata dalam bacaannya, akan tetapi ia berusaha keras untuk membaca dengan betul. Maka orang yang sedemikian mendapat pahala ganda :   1. Karena bacaanya, dan yang lain karena terbata–bata berulang kali ia berusaha keras dengan sabarnya. berkali-kali .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

21- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : ahli al Qur’an akan datang pada hari kiamat ( pada mahkamah Allah ) dan Al Qur’an akan bermohon kepada Allah untuk memberikan kepadanya pakaian. Kemudian  ( dari Allah ) ia akan dipakaikan dengan mahkota kemulian. Al Qur’an akan memohon sekali lagi : wahai pemberi rezekiku ! tambahkanlah baginya ! maka ia akan diberikan sebuah pakaian kemulian yang sempurna. Al  Qur’an akan sekali lagi meminta : Wahai pemberi rezekiku ! Engkau ridhalah kepada orang ini ! maka Allah SWT akan ridha dengannya, dan ia akan diminta untuk terus membaca Al Qur’an, dan terus menaiki tangga demi tangga ( jannah ). Satu hasanah bagi setiap ayat  Al Qur’an akan ditambahkan baginya. ( Hr.Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

22- Buraidah r.a. meriwayatkan : pada suatu hari saya sedang duduk bersama Rasulullah SAW dan saya mendengarnya berkata : Sesungguhnya pada hari kiamat Al Qur’an akan bertemu dengan sahabat qur’an, yang akan keluar dari kubur yang terbelah untuk membiarkannya keluar dan yang nampak seperti seorang yang warnanya berubah karena keletihan. Al Qur’an akan bertanya kepada sahabat qur’an : adakah kamu mengenal aku ? ia akan berkata : qur’an akan bertanya kepadanya lagi. Adakah engkau mengenal aku ? ia akan berkata : tidak, saya tidak mengenal kamu. Al Qur’an akan berkata : aku adalah sahabatmu al qur’an, yang menjaga kamu dari kehausan dikala musim panas pada siang hari, dan akulah yang menjaga kamu berjaga pada malam hari ( yaitu ) mentaati perintah-perintah yang ada dalam aal Qur’an ), kamu berpuasa pada malam hari dan kamu membaca Al Qur’an pada malam hari. Setiap pedagang menghendaki untuk memperoleh keuntungan dari perniagaanny, ( pada hari ini kamu akan dikecualikan mendapat ganjaran dengan keuntunganmu sendiri ). Sesudah itu sahabat Al Qur’an akan dirahmati dengan sebuah istana disebelah tangan kanannya dan pada sebelah kirinya ia mendapat sebuah sertifikat untuk tinggal dalam sorga buat selama-lamanya. Dan sebuah mahkota kemuliaan akan diletakkan diatas kepalanya. Orang tuanya akan diberikan untuk memakai dua pasang pakaian yang berharga yang tiada bandingannya dengan orang-orang yang ada dalam dunia ini. Dan kedua ibu bapaknya akan berkata : mengapa kami diberikan pakaian ini untuk dipakai ? akan dikatakan : karena putra putramu menghafal Al Qur’an ! dan sahabat Al Qur’an akan diminta untuk membaca Al Qur’an, dan ia akan tetap naik derajatnya samapai tingkat yang paling atas dari sorga. Oleh karena itu selagi ia masih membaca Al Qur’an apakah dengan bergesa-gesa, atau dengan langkah yang telah ditetapkan, ia akan terus naik ( derajatnya ketingkat yang paling atas dari sorga ). ( Musnad Ahmad  fatahur rabbani )

Catatan : munculnya Al Qur’an dihadapan sahabat Qur’an sebagai seorang yang lemah dan pucat pasih adalah sebagai potret yang nyata dari Al Qur’an sendiri, karena ia mejadi lemah dengan bacan Al Qur’an pada malam hari, dan beramal dengan perintah-perintahnya pada siang hari.

 

 

 

 

 

 

 

23- Anas r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : bagi Allah SWT ada sekelompok orang seperti anggota keluarga Nya yang istimewa. Para sahabat bertanya : siapakah orang-orang ini ? baginda SAW berkata : mereka adalah orang-orang Al Qur’an, orang-orang Allah dan anggota Nya yang istimewa. ( Mustadrak hakim )

 

 

 

 

 

 

 

24- Ibnu Abbas r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang tidak ada Al Qur’an sedikitpun pada dirinya, adalah seperti rumah yang ditinggalkan.                 ( keindahan  sebuah tempat tinggal berasal dari penghuninya. Sama halnya keindahan yang ada dalam diri seseorang berasal dari Al Qur’an yang dihafalnya). ( Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

 

25- Saad Ibnu Ubadah r.a. meriwayatkan bahwa rasulullah SAW bersabda : tidaklah seorang yang membaca Al Qur’an dan kemudian melupakannya, kecuali ia akan menjumpai Allah pada hari kiamat sebagai seorang yang berpenyakit lepra, yang anggota-anggotanya akan terpenggal-penggal karena penyakit ini. ( Abu Daud )

Catatan : banyak makna yang telah diberikan tentang melupkan Al Qur’an ini salah satu daripadanya adalah bahwa, bahkan dengan melihat dan membaca, seseorang tidak dapat berbuat demikian. Menurut makna yang lain bahwa ia tidak dapat membacanya dari hafalan. Yang ketiga adalah bahwa ia lalai dalam pembacaanya. Yang keempat adalah bahwa sesudah mengetauhi perintah-perintah yang ada di dalamnya ia tidak beramal keatas apa yang ia ketauhi.

 

 

 

 

 

 

 

 

26- Abdullah Ibnu Amar r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda : barangsiapa yang menyempurnakan ( pembacaan ) Al Qur’an kurang dari tiga hari, maka ia tidak dapat memahaminya dengan baik. ( Abu Daud )

Catatan : Hadis Rasulullah SAW ini dimaksudkan buat orang-orang  Islam yang biasa, karena telah dikuatkan bahwa ada beberapa sahabat r.anhuma yang menyempurnakan pembacaan Al Qur’an dalam masa  bahkan kurang dari tiga hari.

 

 

 

 

 

 

 

27- Wasyilah Ibnu Al Asqa r.anhu meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : aku telah diberikan tujuh bab ( dalam permulaan ) Al Qur’an, dalam tempat Taurat, dan sebelas bab sesudahnya dalam tempat Zabur, dan dua puluh bab sesudah itu dalam tempat injil ( perjanjian baru ), dan mufasal yaitu sisa bab-bab yang paling unggul telah diberikan kepadaku. ( Musnad Ahmad )

 

 

 

 

 

 

 

28- Abdul malik Ibnu Umair rahimahullah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : pada pembukan kitab ( surat Fatiha ) terdapat sebuah obat bagi segala penyakit. ( Sunan Darami )

 

 

 

 

 

29- Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : apabila salah satu dari kamu  berkata amin ( pada akhir pembacan surat fatiha ), maka para malaikat juga berkata amin dilangit. Dan apabila aminnya manusia bersamaan dengan aminnya para malaikat, maka semua dosanya yang lampau di ampuni. (HR.Bukhari )

 

 

 

 

 

 

30-Nawas Ibnu sam’an r.a meriwayatkan bahwa ia mendengar Nabi SAW bersabda : pada hari kiamat Al qur’an akan dibawa kehadapan dan orang-orang yang beramal atasnya akan juga dibawa kehadapan, diahului oleh surat Al baqarah dan Ali Imran  ( inilah bab-bab yang terpenting dalam Al Qur’an ). (Muslim )

 

 

 

 

 

 

31- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : jangan kamu menjadikan rumah-rumahmu seperti kuburan ( jadikanlah rumah-rumahmu hidup dengan zikrullah,shalat,dan bacaan Al Qur’an ). Sesungguhnya setan lari dari rumah yang didalamnya dibacakan surat Al Baqarah. ( Muslim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

32- Abu Umamah Al bahili ra. Meriwayatkan bahwa rasulullah SAW bersabda : bacalah Al Qur’an karena pada hari kiamat ia  akan datang sebagai pemberi safaat bagi orang yang membacanya. Bacalah dua surat yang bercahaya, surat Albaqarah dan Ali Imran khususnya. Karena pada hari kiamat keduanya akan datang sebagai dua awan, atau dua naungan atau dua kelompok burung-burng yang bershaf-shaf, yang bersumpah bagi oarang-orang yangmembaca mereka. Bacalah surah Al Baqarah, karena dalam pembacaannya dan memahaminya adalah berkah dan didalamnya melepaskan kamu dari penyesalan. Orang jahat adalah yang tidak dapat memanfaatkannya untuk membawa mudharat kepada orang lain. Muawiyah Ibnu Abu Sofyan rahimahullahualaihi berkata bahwa telah dilaporkan kepadanya bahwa orang jahat bermakna tukang sihir, barangsiapa membaca Surat Albaqarah secara teratur, akan diselamatkan dari pengaruh mantra-mantra dan sihir. ( muslim )

 

 

 

 

 

 

 

33- Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rasululah SAW bersabda : ada satu ayat dalam surat Al baqarah yang menjadi penghulu  dari segala ayat dalam Al Qur’an. Apabila ayat ini dibacakan dalam sebuah rumah, setan akan lari dari rumah itu. Ayat ini adalah ayatul qursy.       ( Mustadrak Hakim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

34- Abu Hurairah r.a. berkata : saya telah ditunjuk sebagai amil zakat ramadhan oleh Rasulullah SAW, dan apabila seorang datang dan mulai mengambil segengam makanan, saya menangkapnya, dan saya mengatakan kepadanya  bahwa saya pasti akan membawa kamu kepada Rasululah SAW. Meskipun demikian apabila ia berkata : saya orang miskin, saya mempunyai anak-anak yangmenggantungkan hidup kepada saya dan saya sangat emerlukannya! Maka saya membiarkannya pergi. Pada waktu pagi hari Nabi SAW bertanya : apa yang dibuat oleh tawananmu pada malam tadi wahai Abu Hurairah  ( Allah SWT memberitahukan dia perkara ini ) saya menjawab : Wahai Rasulullah ! ia mengeluh dalam keseulitan, dan ia mempunyai anak-anak yang bergantung hidupnya padanya, maka saya merasa kasihan kepadanya dan saya membiarkan dia pergi. Baginda SAW berkata : waspadalah ! ia berbohong kepada kamu, ia  akan datang kembali ! saya telah yakin bahwa ia kan kembali karena Rasulullah SAW telah memberitahukan kepadaku demikian. Karena itu, saya menunggu kedatangannya. Apabila ia datang dan mulai mengambil segenggam makanan dari barng-barang sedekah saya menangkapnya dan saya mengatakan kepadanya: saya mesti melaporkan kamu kepada Nabi SAW. Ia berkata : biarkan saya karena saya orang yang paling miskin, saya mesti menghidupi kelurga yang besar. Saya tidak akan datang lagi. Saya merasa kasihan kepadanya dan membiarkan ia pergi. Pada waktu pagi hari Rasulullah berkata : apa yang di buat oleh tawananmu tadi malam hai Abi Hurairah ? saya menjawab : wahai Rasulullah ! ia mengeluh  terjepit dengan keperluan keperluan dan ia mesti menghidupkan keluarga yang besar, maka saya merasa kasihan kepadanya dan membiarkan ia pergi. Rasulullah SAW berkata : berhati-hatilah, sesungguhnya ia telah berbohong kepadamu dan ia akan datang kembali. Maka saya menanti kedatangannya. Ketika ia datang dan mengambil segenggam makanan, saya menagkapnya dan berkata : saya akan melaporkan kamu kepada RasulullahSAW, dan ini adalah terakhir dari tiga kali kedatanganmu. Sesungguhnya kamu berkata tidak akan kembali akan tetapi  kamu kembali lagi. Ia berkata : biarkan saya saya akan mengajarkan kamu beberapa perkataan yang melaluinya  Allah akan memberi kamu bebrapa manfaat. Saya bertanya : apakah perkataan-perkataan itu ? ia berkata : apabila kamu pergi tidur bacalah Ayatul Kursy samapai akhir ayat, akarena perlindungan Allah tidak pernah berhenti bagi kamu, dan setan tidak akan mendekati kamu sehingga pagi hari. Oleh sebab itu saya membiarkan ia pergi. Pagi berikutnya Nabi SAW berkata kepadaku apa yang dibuat oleh tawananmu malam tadi ! saya menjawab : wahai Rasulullah ! ia berkata akan mengajarkan kepada saya bebrepa kalimat yang dengannya Allah akan memberikan manfatnya kepadaku. Oleh sebabitu saya membebaskan ia untuk pergi. Rasulullah SAW berkata : kalimat-kalimat apakah itu ? ia berkata ( tawanan itu ) kepada saya : apabila engkau pegi tidur, bacalah ayatul kursy dari permulaan hingga akhir. Nabi SAW bersabda : sesungguhnya ia mengatakan kebenaran kepadamu, padahal ia adalah seorang pembohong yang besar. Wahai Abu Hurairah, tahukah kamu dengan siapakah kamu telah berbicara dengannya pada tiga malam yang lampau? Saya berkata : tidak. Rasulullah SAW berkata : itulah setan yang datang untuk mencuri dan mengurangi kumpulan sedekah dengan tipu dayanya. ( HR.Bukhari )

menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Abu Ayyub Al Anshari r.a. setan berkata : kamu mesti membaca ayatul kursy dirumahmu karena tidak ada setan atau jin dan seterusnya akan datang kepada kamu. ( Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

35- Ubay Ibnu Ka’ab r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bertanya : hai Abu Munzir !    ( panggilan Ubay Ibnu Ka’ab dari pihak Ayah ).   Tahukah kamu ayat yang manakah dari kitab Allah ( Al Qur’an ) yang memliki keunggulan dan kemulian yang lebih tinggi ? saya menjawa : Allah dan Rasul Nya lebih mengetauhi ! Rasulullah SAW bertanya : Hai Abu Munjir !tahukah engkau yang ayat manakah dari kitab Allah ( Al qur’an ) yang paling unggul dan yang paling mulia ? saya bertanya : Allah dan tiada yang patut disembah kecuali Allah melainkan Dia, Ia yang hidup, kekal ….(Ayatul kursy ). Baginda kemudian mencapai dada saya ( mengucapkan selamat ) dan berkata : semoga pengetauhan ini menjadi suatu keberkahan bagi kamu, hai  Abu Munjir! ( muslim )

Diriwayatkan dalam kisah yang lain berkenaan dengan ( ayatul kursy ) : Rasulullah SAW bersabda : saya bersumpah demi yang nyawaku yang ada dalam tangan Nya bahwa sesungguhnya ayat ini mempunyai lidah dan dua bibir yang mengucapkan pujian kepada Allah pada kaki Arsy, tahta Ilahi. ( Musnad Ahmad )

 

 

 

 

 

 

36- Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : setiap sesuatu  mempunyai penghulu, dan sesungguhnya penghulu Al Qur’an adalah surat Al baqarah .  dan didalam surat itu ada sebuah ayat yang  menjadi penghulu dari semua ayat ( dalam Al Qur’an ) dan itulah ayatul kursi ( Tirmidzi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

37- Ibnu Abbas r.anhuma meriwayatkan bahwa suatu ketika Jibril a.s. sedang duduk disamping Rasulullah SAW, ketika mereka mendengar bunyi kertak dari langit. Ia ( Jibril ) mengangkat kepalanya dan berkata sebuah pintu telah terbuka dilangit hari ini, yang tidak pernah terbuka sebelumnya, dan seorang malaikat telah diturunkan daripadanya. Malaikat ini tidak pernah turun kedunia sebelumnya. Malaikat ini datang dan mengucapkan salam dan berkata : khabar gembira kepada kamu, kamu telah diberikan dua cahaya yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi sebelum kamu. Satu adalah surat Al Fatiha dan yang lain adalah dua ayat terakhir dari surat Al baqarah tidaklah kamu mengucapkan bahkan  sebuah perkataan dari salah satu dari mereka, yang kamu akan diganjari dengannya.              ( HR.Muslim )

Catatan : Jikalau kamu membaca kalimat-kalimat pujian dari ayat ini ; kamu akan mendapat pahala memuji Allah, dan jikalau itu adalah kalimat-kalimat doa; maka doa mu akan dikabulkan.

 

 

 

 

 

 

 

38- Nukman bnu Basir r.ahuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW besabda : dua ribu tahun sebelum langit dan bumi diciptakan, Allah SWT menuliskan sebuah kitab dan darinya Dia menurunkan dua ayat dengan mana Dia mengakhiri surat Al Baqarah. Setan tidak akan datang mendekati sebuah rumah yang mana kedua ayat ini dibacakan selama tiga malam berturut-turut ( tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

39- Abu Mas’ud r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surat Al baqarah pada malam hari maka akan mencukupi baginya. ( Tirmidzi )

Catatan: dua ayat ini akan mencukupi bermakna : 1. Ia akan dilindungi dari segala kejahatan sepanjang malam. 2- Ayat-ayat ini akan menjadi sama dengan tahajjud.                   ( Nawawi )

 

 

 

 

 

40- Saddad  Ibnu Aws r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : tidaklah seorang muslim yang pergi tidur dan membaca surat dari kitab Allah  kecuali Allah menugaskan seorang malaikat untuk menjaganya, dan tiada suatu kemudaratan yang mendekatinya sehinggga ia terjaga. ( Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

41- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang membaca  seratus ayat ( dari Al Qur’an ) pada setiap malam, maka akan dituliskan berada diantara hamba-hamba Allah yang taat. ( Mustadrak hakim

 

 

 

 

 

 

 

42- Fadalah Ibnu Ubaid dan Tamim Dari r.ahuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barang siapa membaca sepuluh ayat dalam satu malammendapat pahala satu qintal. Dan satu qintal adalah lebih dari pada dunia dan apa-apa yang terkandung didalamnya. ( tabrani )

 

 

 

 

 

 

 

43- Abu Hurairah r.a.meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang membaca sepuluh ayat pada malam hari tidak akan digolngkan  diantara hamba – hamba Allah yang lalai. ( Mustadrak hakim )

 

 

 

 

 

 

44- Abu Musa r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : sesungguhnya saya mengenal suara sahabat-sahabat dari suku Ashar, ketika merka membaca Al Qur’an pada mlam hari.  Saya mengenal tempat tinggal mereka daeri bacaan qur’annya ; walaupun saya tidak melihat mereka pada siang hari ketika mereka memasuki rumah-rumah mereka               ( untuk memastikan bahwa inilah tempat tingal meeka ). ( Muslim )

 

 

 

 

 

 

 

 

45- Jabir r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :  barangsiapa diantara kamu yang kuatir bahwa ia tidak akan mampu untuk bangun pada malam hari, hendaklah mengerjakan shalat witir ( terlebih dahulu sebelu pergi tidur ). Dan barangsiapa yang yakin dapat bangun, boleh mengerjakan shalat witirnya pada bagian terakhir dari malam karena pada waktu itu para malaikat hadir ( sebagai saksi ) kepada bacaan Al Qur’an dan adalah lebih baikuntuk membacanya. ( Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

 

46- Abu darda ra. Meriwayatkan bahwa Rasululah SAW bersabda : barangsiapa yang membaca tiga ayat permulaan dari surat Alkahfi  akan dilindungi dari fitnah Dajjal.              ( musuh yang memperdaya dalam islam ). ( tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

47- Abu Darda r.a. meriwayatkan  bahwa Rasulullah SAW bersabda : barngsiapa yang menhafal sepuluh ayat pertama dari surat Al kahfi akan dlindungi dar Dajjal. Dalam riwayat yang lain itulah hafalan sepuluh ayat terakhir dari surat Al Kahfi.

 

 

 

 

 

48- Suban r.a.meriwayatkan Nabi SAW bersabda : barngsiapa yang membaca sepulu ayat terakhri dari surat Al kahfi maka sesungguhnya baginya adalah penjagan dari dajjal.                ( Nasai )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

49- Ali r.a. meriwayatkan bahwa rasulullah SAW bersabda : bzarangsiapa yang membaca surat Al kahfi  pada hari juma’at akan dilindungi dari segala ujian selama delapan hari ( itu sampai pada jum’at berikut. ) dan bahkan jika dajjal meuncul pada ketika tu, ia kan terselamat juga dari nya. Tafsir Ibnu Katsir.

 

 

 

 

 

 

 

50- Abu Said Al Kudri r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi dalam mana surat ini diwahyukan maka surat ini akan menjadi sebuah cahaya bagi pembacanya pada hari kiamat, dari tempat tinggalnya hingga ke makkah dan barangsiapa yang membaca sepuluh ayat terakhir dar surat ini, bahkan jika dajjal  muncul, ia kan tidak akan dapat menguasainya. ( Mustadrak hakim)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

51- Ma’qil Ibnu yasar r.a. meriwayatkan bahwa rasulullah SAW bersabda :  puncak bagi Al qur’an adalah surat Al baqarah dengan wahyu dari setiap ayat 80 malaikat diturunkan. Ayatul kursy telah diturunkan dari bawah Arsy ( dari khazanah Allah ta’ala yang khusus ), kemdudian dicantumkan kedalam surat Al baqarah. Surat yasin adalh hatinya Al qur’an dan barangsiapa membacanya dengan niat untuk meyukakan Allah, dan memepunyai keyakinan yang teguh pada hari akherat, maka ia pasti akan diampuni. Maka bacalah surat ini disamping kaum kerabatmu yang meninggal, ( supaya mempermudah keluar ruhnya ).

( Musnad Ahmad )

Catatan : Surat Al baqarah dalam hadis diatas mungkin diistilahkan sebagai puncak Al Qur’an karena surat ini mengandung secara rinci semua prinsip-prinsip azas dari Islam, keyakinanannay dan perintah – perintah syariat ( hukum hakam islam ) yang tidak dijumpai dalam surat-surat yang lain dar Al Qur’an.

 

 

 

 

 

52- Jundup r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa membaca surat Yasin pada malam hari semata-mata karena Allah, maka ia akan diampuni. ( Ibnu Hibban )

 

 

 

 

 

53- Abdullah Ibnu Masud r,a, meriwayatkan bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda : barngsiapa membaca surat Al Waqiyah setiap malam, tidak akan ditimpa dengan kekurangan.   ( baihaqi )

 

 

 

 

 

54- Jabir r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW tidak pernah pergi tidur sehingga iamembaca Alif Lam mim Sajadah ( Surat 32) dan Tabarakalladzi biyadihil mulk ( surat 67). ( Tirmidzi )

 

 

 

 

 

55- Abu Hurairah ra. Meriwayatkan bahwa rasulullah SAW bersabda : sesungguhnya ada sebuah surat dalam Al Qur’an yang terdiri dari tiga puluh ayat, yang memberi safaat kepada pembacanya sehingga ia diampuni. Dan surat itu adalah Tabarakalladzi biyadihil Mulk ( surat 67 ) ( Tirmidzi ).

 

 

 

 

 

 

 

56- Ibnu Abbas r.a.huma mriwayatkan bahwa seoarang sahabat Nabi SAW mendirikan kemahnya diatas sebuah kuburan, tanpa mengetauhi bahwa kemah itu berada diatas kuburan, dan tiba-tiba ia mendengar seorang sedang membaca surat Al Mulk ( Surat 67) sampai ahkir. Ia pergi kepada Rasulullah SAW dan berkata : saya tidak sengaja mendirikan kemah diatas sebuah kuburan, dan saya mendengar seorang membaca surat Al Mulk sampai akhir. Maka Nabi SAW bersabda : itulah pembela dan pelindung yang melindunginya dari azab dalam kubur.  ( Tirmidzi ).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

57- Ibnu Mas’ud r.a.meriwayatkan bahwa : azab akan datang dari depan dari arah kaki seorang yang meninggal dalam kuburan. Kaki akan berkata : tidak ada jalan untuk kamu datang melalui kami, karena ia senantiasa membaca surat Al Mulk ( surat 67 ). Kemudian ia datang kepadanya dari arah dadanya atau perutnya. Mereka berkata : tidak ada jalan untuk datang melalui kami, karena ia senantiasa membaca surat Al Mulk. Kemudian azab berusaha masuk dari arah kepalanya. Kepalanya berkata : tidak ada jalan bagi kamu untuk datang kepadaku karena ia senantiasa membaca surat Al Mulk. ( Abdulah Ibnu Mas’ud berkata ) surat ini mencegah azab-azab kubur. Dikatakan juga surat Al Mulk disebutkan didalam Taurat. Barang siapa yang membacanya pada malam hari maka sesungguhnya ia akan diberkahi dengan pahala yang besar.  ( Mustadrak Hakim )

 

 

 

 

 

 

 

58- Abdullah Ibnu Umar r.ahuma meriwayatkan bahwa rasulullah SAW bersabda : jikalau seseorang suka untuk melihat pada hari kiamat,  seakan –akan didepan matanya maka ia mesti membaca surat Idzas syamsu kuwirat ( Takwir 81); surat Idzas samaun fataharat ( Infitar 82 ) dan surat Idzas samaun Sakhat ( Insiqa’ 84 ). ( Tirmdizi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

59- Ibnu Abbas r.a.huma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda surat Idza Zulzilat        ( Dzil dzal 99 )   adalah sama dengan separuh Al Qur’an. Kemudian surat Qul Hua Allahu ahad ( surat Al Ikhlas 112 ) , adalah sama dengan sepertiga dari Al Qur’an dan surat Qul Ya ayuhal Kafirun ( Kafirun 109) adalah sama dengan seperempat dari Al Qur’an.  ( Tirmidzi )

Catatan : Al Qur’an menggambarkan kehidupan seseorang dalam dunia ini dan di akherat dan surat Idza Zulzilat menggambarkan tentang kehidupan di akherat dengan cara yang sangat berkesan. Karena itu surat ini sama dengan separuh dari Al Qur’an. Surat Qul huallahu Ahad adalah sama padanannya dengan sepertiga Al Qur’an, karena didalam Al Qur’an ada tiga topik yang fundamental yaitu : catatan tentang kejadian-kejadian, hukum hakam, dan ke Esaan Allah. Surat ini menggambarkan dengan sangat cantik tentang ke Esaan Allah SWT. Surat Al Kafirun adalah sama dengan serempat dari Al Qur’an karena pada pemahamannya ada empat pokok yang berkaitan dalam Al Qur’an; yang disebut ke esaan  (Allah) , kenabian, hukum hakam dan sejarah, kemudian surat Al Kafirun memberi suatu gambaran tentang ke esaan Allah SWT pada suatu level yang sangat tinggi. Menurut bebrapa alim ulama, ketiga surat ini sama dengan separuh, sepertiga dan seperempat dari Al Qur’an yang mulia bermakna bahwa pembaca dari surat-surat ini akan mendapat ganjaran separuh, sepertiga, dan seperempat dari Al Qur’an untuk pembacaan mereka.           ( Majahir Haque ).

 

 

 

 

 

 

 

 

60- Abdullah Ibnu Umar. R.anhuma meriwayatkan bahwa rasulullah SAW bertanya : dapatkah salah satu daripada kamu membaca seribu ayat ( Al qur’an) setiap hari? Mereka   ( sahabat) menjawab : siapakah yang dapat membaca seribu ayat setiap hari ?. rasulullah SAW berkata : tidak dapatkah seseorang daripada kamu membaca : surat Alhakumuthakatsur ( Takhatsur 102),  bermakna pahalanya adalah sama dengan membaca seribu ayat. ( Mustadrak hakim )

 

 

 

 

 

 

 

61- Naufal r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menasehatinya untuk membaca : surat qul ya ayyuhal kafirun ( kafirun 109 ) sebelum tidur tanpa berbicara dengan seseorang, maka akan menjadi suatu pernyataan bebas dari kemusrikan. ( Abu Daud )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

62- Anas Ibnu Malik r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berkata kepada seorang sahabatnya : apakah kamu sudah kahwin, hai fulan bin fulan ? ia berkata tidak wahai rasulullah demi Allah saya tidak mempunyai sesuatu apapun untuk kahwin (saya seorang yang miskin ). Rasulullah bertanya kepadanya : Tidakkah engkau menghafal Surat Al Ikhlas ? ia menjawab : sesungguhnya saya menghafalnya ! Rasulullah SAW berkata : Surat ini sama padanannya dengan sepertiga dari Al Qur’an ( dalam hal pahalanya). Rasulullah SAW kemudian bertanya kepadanya : Tidakkah engkau menghafal surat Idza za anasrullahi wal fat?  (An Nasr 110 ). Ia menjawab : sesungguhnya saya menghafalnya ! Ia ( Nabi ) berkata : surat ini sama padanannya dengan seperempat dari Al Qur’an ( dalam pahalanya ). Nabi SAW kemudian berkata kepadanya : Tidakkah engkau menghafal Qul ya Ayyuhal kafirun ?  ( Kafirun 109 ). Ia menjawab : sesungguhnya saya menghafalnya ! Nabi SAW bersabda surat ini sama padannannya dengan seperempat dariAl Qur’an ( dalam hal pahalanya ).Rasulullah SAW kemudian bertanya kepadanya : tidakkah kamu menghafal surat dzilzal ? ia menjawab : sesungghnya saya menhafalnya ! Nabi SAW bersabda : surat ini sama padannaya dengan sepertempat Al Qur’an ( dalam hal pahalanya). ( oleh sebab) kahwinlah kamu ! kahwinlah kamu !  ( Timidzi ).

Catatan : Maksud Rasulullah SAW  dalam mengatakan perkara ini adalah untuk menunjukkan nilai dari surat-surat ini ; apabila kamu  menghafalnya, maka kamu bukanlah seorang yang miskin, akan tetapi kamu orang kaya, maka kamu semestinya berkahwin. ( Tuhfatul Ahwadi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

63- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa suatu ketika saya datang bersama dengan Rasulullah SAW dan mendengar seorang membaca Qulhuallahu Ahad ( Iklas 112 ). Maka Rasulullah SAW bersabda : itu sudah pasti ! saya bertanya kepadanya : apa yang pasti wahai rasululah? Baginda berkata : sorga !. Abu hurairah r.a. berkata : saya berkeinginan untuk meyampaikan khabar gembira ini kepada orang lain, akan tetapi saya takut kalau saya tertinggal makan siang saya dengan Rasulullah SAW; oleh sebab itu saya lebih suka makan siang ( karena itu adalah suatu kehormatan ntuk masa siang bersama Rasulullah SAW ). Kemudian saya pergi kepada seseorang untuk menyampaikan kepadanya khabar gembira ini, akan tetapi saya mendapati ia sudah pergi. ( Muatah Imam  Malik)

 

 

 

 

 

 

64- Abu darda r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : apakah seseorang diantara kamu yang sanggup membaca sepertiga dari Al Qur’an dalam satu malam ? karena ditanya, bagaimana mereka dapat membaca sepertiga dari Al Qur’an dalam satu malam, maka Rasulullah SAW menjawab : bacalah : Qul Huallahu Ahad ( Ikhlas 112 ) yang pahalanya sama dengan sepertiga dari Al Qur’an !  ( Muslim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

65- Muaz Ibnu Anas Al Juhani r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang membaca sepuluh kali qul huallahua ahad ( Ikhlas 112  ) maka sebuah istana akan dibangun bangun baginya dalam sorga. Umar Ibnu alkhatab r.a. berkata : kemudian saya membacanya sebanyak-banyaknya. Rasulullah SAW berkata : sesungguhnya rahmat Allah SWT  yuang berlimpah bahkan lebih baik dan lebih sempurna. ( musnad Ahmad )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

66- Aisah r.anha berkata : Rasululah SAW  mengutus seorang laki-laki ketua dalam ekspedisi itu, ketika ia mengimami mereka dalam shalat ia membaca  bagi sahabat-sahabatnya ( disamping surat yang ia baca ) ia mengakhiri bacaannya dengan membaca : Qul Huallahu Ahad  ( Al Ikhlas 112 ). Apabila mereka kembali mereka menyampaikan ini kepada Rasulullah SAW. Nabi SAW berkata : tanyakan kepadanya mnegapa ia berbuat seperti itu ? ia menjawab : karena di dalam surat itu ada sebuah gambaran tentang rahman ( Yang Maha Pengasih ), dan saya suka membaca itu. Atas jawabannya itu Rasulullah SAW berkata : beritahukan dia bahwa Allah SWT mengasihinya juga. ( HR.Bukhari ).

 

 

 

 

 

 

 

 

67- Aisah r.anha meriwayatkan bahwa setiap malam apabila Rasulullah SAW pergi tidur, ia merapatkan kedua telapak tangannya, meniup keatasnya dengan membaca surat qul Huallahu Ahad  ( Al Ikhlas 112 ) , surat Qul ‘audzu birabbil falaq ( Al Falaq 113 ), surat Qul Audzu Birabbinas ( An Nas 114 ), kemudian ia menyapukan kedua tangannya keatas selurh tubuhnya sejauh ia dapat, mulai dengan kepalanya, mukanya, dan bagian depan dari tubuhnya, di ulangi sehingga tiga kali. ( Abu daud )

 

 

 

 

 

 

 

68- Abdullah Ibnu Khubaib r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW   memberitahu kepadaku : bicaralah : saya tetap diam. Sekali lagi berkata : bicaralah ! saya masih diam. Baginda berkata lagi : bicarah ! saya bertanya kepadanya : wahai rasulullah ! apa yang mesti saya katakan ! baginda berkata : jikalau kamu membaca surat Qul Huallahu Ahad      ( Al Ikhlas 112 ), suarat Qul audzu birabbilfalaq ( Al falaq 113 ), surat Qul audzu birabbinas (An Nas 114 ) 3 kali diwaktu pagi dan diwaktu petang maka bacaan ini akan mencukupi kamu ( bagi keseluruhan hari )  ( Abu daud )

catatatn : menurut beberapa ulama, maksud Rasulullah SAW menentukan beberapa surat diatas adalah untuk  kemanfaatan orang-orang yang jikalau mereka tidak mampu membaca lebih, paling kurang membaca tiga surat ini diwaktu pagi dan diwaktu petang, yang insya Allah akan mencukupi. ( Sar hutibi ).

 

 

 

 

 

 

 

69- Uqbah Ibnu amir ra. Meriwayatkan bahwa rasulullah SAW berkata kepadaku hai Uqbah Ibnu Amir ! engkau tidaklah membaca sebuah surat yang  lebih dikasihi dan lebih cepat penerimaannya kepada Allah SWT daripada suratQul Audzu Birabbil falaq ( Al falaq 113 ), karena jika engkau dapat, janganlah engkau meninggalkan membaca surat ini dalam shalatmu. ( Ibnu Hibban )

 

 

 

 

 

 

 

70- Uqbah Ibnu Amir r.a. meriwayatkan bahwa : Rasululah SAW bersabda : tidakkah engkau mengetauhi ayat apa yang lebih menakjubkan yang diturunkan kepadaku pada malam tadi ? keserupaan seperti mereka belum pernah dilihat. Mereka adalah : surat Qul Audzu birabbil falaq ( falaq 113 ), surat qul audzu birabbinas ( An nas 114 ).                           ( HR.Muslim)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

71-  Uqbah Ibnu Amir r.a. meriwayatkan bahwa : ketika ia sedang bersafar dengan Rasulullah SAW antara Al -Juhpa  dan Al Abwah, kami diliputi oleh angin dan kegelapan yang sangat, dimana Rasulullah SAW mulai memohon perlindungan kepada Allah SWT dengan membaca : Surat Qul Audzu birabbil Falaq ( falaq 113), surat Qul Audzu Birabbinas ( surat Annas 114 ) kemudian ia berkata kepadaku : Uqbah, engkau juga mesti membaca kedua surat ini, dan berlindung kepada Allah SWT. Tiadalah seorang yang mencari perlindungan kecuali dari  kedua bab ini ( untuk mencari perlindungan kepada Allah SWT karena tidak ada doa yang sama seperti ini). Uqbah berkata : saya mendegar rasulullah SAW membaca kedua surat ini ketika mengimami shalat. ( Abu daud )

Catatan ; juhfa dan Abwah adalah dua tempat yang masyur yang terletak antara kota mekkah dan madinah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FADILAH BERZIKIR KEPADA ALLAH TA’ALA

 

 

 

 

Ayat-ayat Al Qur’an

 

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman oleh karena itu, maka ingatlah Aku maka Aku akan mengingat kepadamu , dan bersyukurlah kepada Ku ( karena ni’mat-ni’mat Ku yang tiada terbatas kepadamu ) dan janganlah mengingkari Aku ( ni’mat-ni’matku dan keberkahan Ku. Aku akan bersama denganmu di dunia ini dan di akherat. ( Al baqarah 2: 152 )

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : dan ingatlah nama Tuhanmu dan berbaktilah kepadanya dengan sepenuh hati ( Al Mujamil  73 : 8 )

 

 

 

Allah SWT berfirman : sesungguhnya dengan mengingat Allah hati merasa tenang ( Arrad 13:28)

 

 

 

Allah SWT berfirman : Dan sesungguhnya mengingati Allah sungguh agung. ( Al Ankabut 29 :45 )

 

 

 

Allah SWT berfirman : ( Orang-orang yang bijak adalah ) mereka yang mengingati Allah sambil berdiri, duduk dan berbaring. ( Al Imran  3: 195 )

 

 

 

Allah SWT berfirman : Kemudian ingatlah kepada Allah dengan berdzikir, sebagaimana kamu baiasa mengingat-ingat leluhur kamu, atau  bahkan lebih bersungguh-sungguh lagi.  (Al Baqarah 2:200)

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Dan ( wahai Muhammad ) ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa gentar, tanpa mengeraskan suara diwaktu pagi dan diwaktu petang dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai. ( Al A’raf 7 : 205 )

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Dan ( wahai Muhammad ) dalam keadaan apapun kamu dan bagian apapun yang kamu baca dari qur’an, dan pekerjaan apapunyang kamu pekerjakan niscaya kami menjadi saksi ketika kamu sedang tekun melakukannya.                                                                   ( Yunus 10 : 61 )

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Dan bertawakkallah kepada yang Maha Perkasa lagi Maha Pengasih. Yang melihatmu tatkalah kau tegak berdiri ( untuk shalat ). Dan gerak gerikmu ditengah orang-orang yang bersujud. ( bersama kamu kepada Allah dalam shalat fardhu berjamah). Sesungguhnya ! Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetauhi.                                                       ( Asuarah 26: 217-220)

 

 

 

 

Alah SWt berfirman : Dan Dia ( Allah ) bersama kamu dimanapun kamu berada                        (Al Hadid 57:4)

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Dan barangsiapa lengah dari mengingati Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengasih maka akan kami tunjuk setan menjadi teman karibnya.                                       ( Azzukruf 43 : 36 )

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Sekiranya ia bukan termasuk orang yang bertasbih kepada Allah pasti ia akan tetap tinggal pada perut ikan hingga hari kebangkitan. ( Asshafat 37:143-144).

Catatan : Ayat ini merujuk kepada kejadian Yunus a.s. yang berada dalam perut ikan, apabila ia membaca doa ini : La Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minas dzolimin : tiada yang patut disembah kecuali Allah Maha suci Engkau, sesungguhnya kami telah menjalimi diri kami sendiri.

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Maha Suci Allah tatkalah kau memasuki malam dan waktu pagi. (Arram 30:17)

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : wahai Orang-orang yang beriman ! berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir sebanyak-banyaknya dan Agungkanlah Dia dengan pujian diwaktu pagi dan di waktu petang. ( Al Ahzab 33:41-42 )

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bersalawat keatas nabi. Wahai orang-orang yang beriman bersalawatlah kepadanya dan berilah salam kepadanya. ( Al Azhab 33:56 )

Catatan : Allah SWT menganugerahkan kepada naabi Nya dengan rahmatnya yang terpilih dan para malaikat berdo’a kepada Allah untuk mencurahkan rahmat yng istimewa kepadanya. Oleh karena itu hai orang – orang muslim ! kamu juga memohon kepada Allah SWT supaya dianugerahkan rahmat yang khusus kepada rasululah SAW, dan bersalawatlah kepadanya sebanyak-banyaknya.

 

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Dan mereka yang apabila melakukan perbuatan yang keji atau menganiaya diri sendiri segera  mengingat Allah dan memohon ampaunan atas dosa-dosanya dan tiada yang dapat mengampuni dosa-dosanya kecuali Allah. Dan mereka tidak mengulang perbuatan dosa demikian padahal mereka tahu. Pahala bagi mereka adalah ampunan dari Tuhan mereka dan sorga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, dimana mereka akan tinggal selama-lamanya, itulah balasan yang terbaik bagi orang-orang yang beramal sholeh ! ( Ali mran  3:135 -–136 )

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Dan Allah tidak mengazab mereka, selama mereka memohon pengampunan. ( Al Anfal 8:33 )

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Kemudian sesungguhnya ! Tuhanmu kepada mereka yang mengerjakan kesalahan karena kebodohasn, kemudian setelah itu bertaubat dan memperbaiki diri…..sungguh ! (bagi mereka)  sesudah itu Tuhanmu maha Pengampun Lagi Maha Pengasih . ( An Nhl 16 : 119 )

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Hendaklah kamu memohonkan ampunan kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat ( An amal 27 : 46 )

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah , hai orang-orang yang beriman supaya kamu mendapat kejayaan. ( An Nur 24 : 31 )

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Hai orang-orang yang beriman ! bertobatlah kamu kepada Alah dengan sebenar-benar tobat !  ( Attahrin 66 : 8 )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hadist – Hadist Nabawi

 

 

 

 

 

 

 

 

72- Abdullah Ibnu Zabir r.anhuma meriwayatkan Nabi SAW bersabda : Seorang tidaklah melakukan sesuatu yang lebih baik untuk mrnyrlamatkan dirinya dari azab Allah daripada mengingati Allah. Ditanyakan : meskipun bukan berjuang dijalan Allah ?  Baginda menjawab: meskipun bukan berjuang dijalan Allah ( menyelamatkan dari azab Allah lebih daripada mengingatinya ), kecuali seorang yang berjuang dengan beraninya sehingga pedangnya patah selama pertempuran.   ( Tabrani dan Majma UZ Zawaid )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

73- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : Allah SWT berfirman : Aku adalah sebagaimana sangkaan hamba KU kepada KU. Aku akan bersama dengannya apabila ia mengingati Aku, dan jikalau ia mengingati Aku di dalam hatinya, Aku mengingatinya di dalam hati KU, dan jikalau ia menyebut Aku di dalam majelis, Aku menyebutnya dalam majelis yang lebih baik ( majlis  para malaikat ). Jikalau hamba KU datang mendekat kepada KU satu hasta Aku akan mendekatinya satu depa, apabila mendekati Ku satu depa Aku mendekat kepadanya  dua depa, dan jikalau ia datang kepada Ku berjalan, Aku akan datang kepadanya dengan berlari.      ( HR.Bukhari )

Catatan : Apabila seorang berjuang untuk mrndekat kepada Allah melalui amal-amal baik maka Allh SWT akan membalas usaha hamba Nya dengan menambah perhatian, rahmat, nusro Nya kepada.

 

 

 

 

 

 

 

74- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : Allah Azza Wajalla berfirman: Aku bersama hambaku apabila ia mengingati Ku  dan bibirnya komat kamit karena menyebut nama Ku . ( Ibnu Majah ).

 

 

 

 

 

 

75- Abdullah Ibnu Buser r.a. meriwayatkan bahwa seorang berkata : Wahai Rasulullah ! peraturan dalam islam adalah banyak ( karena itu melaksanakannya adalah perlu ) maka beritahukanlah kepadaku sesuatu yang dapat saya berpegang teguh. Baginda menjawab : pastikan bahwa lidahnu senantiasa sibuk dan senantiasa dibasahi dengan mengingati Allah.  (Tirmidzi ).

 

 

 

 

 

 

 

76- Muadz Ibnu Jabal r.a. meriwayatkan : pembicaraan saya yang terakhir dengan Rasulullah SAW, pada saat berpisah adalah : Wahai Rasulullah ! beritahukan lepadaku tentang amalan yang sanagat dikasihi oleh Allah Azza Wajalla ? dalam riwayat yang lain dikatakan bahwa Muadz r.a. bertanya : Wahai Rasulullah ! beritahukan kepada ku amalan yang terbaik yang lebih mendekatkan aku kepada Allah ?  Baginda SAW menjawab : Engkau mati dalam suatu keadaan yang lidahmu senantiasa basah dengan mengingati Allah.  ( ini hanya mungkin apabila seorang yang senantiasa mengingati Allah dalam kehidupan sehari-harinya ). ( Amalul Yaumi  wallaila li Ibnussuni, Bazar, Majma Uz zawaid )

Catatan : Pada masa berpisah, menunjuk pada masa ketika Rasulullah SAW mengutus Muadz r.a. sebagai gubernur di Yaman.

 

 

 

 

 

 

 

77- Abu Darda r.a. meriwayatkan : Nabi SAW bertanya : Sukakah kamu jika aku memberitahukan kepada kamu tentang sebaik – baik amalan dan semurni-murni amalan dihadapan Rabmu, yang akan mengangkat derajatmu setinggi-tingginya dan yang lebih baik daripada membelanjakan emas dan perak ( di jalan Allah ), dan yang lebih baik bagi kamu daripada berhadapan dengan musuh dan membunuh satu sama lain ?  para sahabat bertanya : bolehkah engkau memberitahukan kepada kami ? Baginda berkata : itulah zikrullah .                    ( Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

78-  Ibnu Abbas r.a.huma meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : ada empat karunia yang jikalau seorang mendapatkannya maka ia telah diberi dengan apa yang lebih baik dalam dunia ini  dan  akherat : 1. Hati yang senantiasa bersykur, 2. Lidah yang senantiasa berdzikir kepada Allah, 3. Badan yang senantiasa bersabar atas segala kesulitan , 4. Seorang istri  yang tidak berkhianat  ( kepada suaminya  dan menjaga kesuciannya )  atau tidak menghabur-hamburkan harta suaminya. ( Tabrani )

 

 

 

 

 

 

79- Abu darda r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : dari Allah SWT, ahsan ( kebaikan hati ) dan sedekah   datang kepada hamba-hamba Nya siang dan malam, dan tiada ahsan yang lebih baik  daripada berdzikir kepada Nya yang dianugerahkan Allah kepadanya.  ( Tabrani dan Majma U Zawaid )

 

 

 

 

 

 

 

80- Hanzalah Al Usaidi  r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabada : Aku bersumpah dengan Dia yang nyawaku ada dalam genggamannya, jikalau kamu berada dalam keadaan yang kamu bersama denganku atau senantisa dalam mengingati Allah, maka para malaikat akan berjabat tangan dengan kamu pada tempat tidur kamu dan pada jalan yang kamu lalui. Akan tetapi hai Hanzalah kedaan ini jarang terjadi. Baginda mengulangi ini tiga kali.              ( Hadist ini bermakna bahwa seorang tidaklah senantiasa dalam keadaan yang sama dan derajat perasaannya berketerusan karena keadaan hatinya senantiasa berubah dengan kejadian-kejadian yang berlaku setiap hari ).   ( HR.Muslim ).

 

 

 

 

 

 

 

81- Muadz Ibnu jabal r.a. meriwayatkan  : Rasulullah SAW bersabda : penghuni sorga (sesudah mereka sampai  ketempat tujuannya) tidak akan menyesali sesuatupun kecuali saat yang mereka lewati tanpa mengingati Alah ( di dunia ini ). ( Tabrani baihaqi dan Jami’us Saghir )

 

 

 

 

 

82- Sahal Ibnu Hunaif r.a. meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : Tunaikanlah hak-hak majlis ! ( dan salah satu hak majlis adalah )  mengingati Allah sebanyak-banyaknya   ( Tabrani dan Jamius saghir )

 

 

 

 

 

 

83- Uqbah Ibnu Amir r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : seorang musafir yang menyendiri dari percakapan dunia dan mengalihkan perhatiannya kepada mengingati Allah,  para malaikat akan menemaninya. Dan ia  yang tidak melakukan apa-apa akan tetapi malakukn sesuatu yang sia-sia maka akan ditemani oleh setan    ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

 

 

84- Abu Musa r.a. meriwayatkan : Nabi SA bersabda : Perumpamaan orang yang mengingati Tuhannya dan orang yang tidak mengengati Tuhannya adalah seperti oarang yang hidup dan orang yang mati.  Disebutkan juga dalam riwayat yang lain : perumpamaan sebuah tempat tinggal yang didalamnya nama Allah disebutkan adalah seperti orang yang hidup dan perumpamaan sebuah tempat tinggal yang nama Allah yang tidak disebutkan adalah seperti yang mati. ( Bukhari dan Muslim ).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

85- Muadz r.a. meriwayatkan bahwa seorang bertanya kepada Rasulullah SAW : Jihad yang manakah yang pahalanya lebih tinggi ? Baginda menjawab seorang yang mengingati Allah SWT dengan zikir yang sebanyak-banyaknya. Baginda ditanya : Puasa yang manakah yang pahalanya lebih tinggi ? ia menjawab : seorang yang meningati Allah SWT dengan zikir yang sebanyak-banyaknya.  Rasulullah SAW menyebutkan tentang shalat, zakat, haji ,sedekah  dengan cara yang sama bahwa yang paling besar pahalanya adalah seseorang mengingati Allah SWT sebanyak-banyaknya. Abu Bakar r.a. memberi tahu Umar.ra. wahai Abu Hafsah ! orang yang mengingati Allah telah membawa semua kebaikan. Rasulullah SAW berkata : kamu benar ! ( Musnad Ahmad )

Catatan : Abu Hafsah bermakna ayah Hafsah. Hafsah r.anha adalah putri Umar r.a. dan Istri Rasulullah SAW.

 

 

 

 

 

 

 

86- Abu Hurairah ra. Meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Mufariidhun telah mndahului kita ! para sahabat berTanya : Siapakah Mufaridun ? Baginda menjawab : mereka         ( laki-laki dan wanita ), yang terpaut dan yang mencintai Zikrullah. Mengingati Allah meringankan beban ( dosa-dosa ) mereka oleh karena itu mereka akan datang tanpa beban pada hari kiamat. ( Tirmidzi ).

 

 

 

 

 

 

87- Abu Musa r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda :  jikalau seseorang memliki uang yang banyak dan ia memebagi-bagikannya, dan seorang yang lain yang menyibukkan diri dengan berdzikir kepada Allah, ( maka orang yang menyibukkan diri ) berdzukir kepada Allah adalah lebih baik. ( Tabrani dan Majma UZ Zawaid ).

 

 

 

 

 

 

88.- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda :  Barangsiapa yang betrzikir sebanyak-banyaknya , maka ia terbebas dari cacat kemunafikan.  (Tabrani dan Jami-us Saghir).

 

 

 

 

 

 

 

89- Abu Sa’id Al-Khudri r.a. meriwayatkan :  Rasulullah SAW bersabda :  Sesungguhnya ada banyak orang yang mengingati Allah pada tempat tidur yang empuk dan Allah meninggikan derajatnya ke peringkat yang tinggi di sorga (melalui berkah zikir). (Abu Ya’la dan Majma-uz-Zawaid).

 

 

 

 

90- Jabir ibnu Samurah r.a. meriwayatkan bahwa ketika Nabi SAW sudah menyelesaikan Shalatul Fajar , ia duduk bersilah  sehingga  matahari benar-benar terbit.  (Abu Daud).

 

 

 

 

 

 

 

91- Anas ibnu Malik r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda :  Duduk bersama dengan orang-orang yang mengingati Allah sesudah Shalatul Fajar saampai matahari terbit adalah lebih menyukakan aku daripada membebaskan empat orang hamba sahaya dari keturunan Ismail A.S.  Demikian pula duduk dengan orang-orang yang mengingati Allah sessudah Shalatul Asr sampai matahari terbenam adalah lebih menyukakan aku daripada membebaskan empat orang hamda sahaya dari keturunan Issmail A.S.  ( Abu Daud).

Catatan : Hamba sahaya dari keturunan Ismail A.S.  karena saya menganggap lebih mulia  dan lebih bernilai di antara orang-orang Arab.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

92- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan:  Rasulullah SAW bersabda :  Sesungguhnya  Allah memilikim malaikat-malaikat yang pergi ke pelosok-pelosok  mencari majlis-majlis yang di dalamnya nama Allah sedang disebutkan. Apabila mereka mendapati majlis yang demikian, mereka memanggil satu sama lain:  Bersegeralah kepada apa yang sedang kamu cari!  Kemudian mereka menaungi majlis itu dengan sayap-sayap mereka bershaf-shaf di antara mereka dan sampai pada langit yang paling rendah. Rabb mereka bertanya  kepada mereka, meskipun Ia mengetahui  apa (informasi) yang ada di antara mereka: Apa yang dikataka oleh hamba-hamba-Ku? Para malaikat berkata:  Mereka sedang mengagungkan, membesarkan, memuliakan dan memuji Engkau. Allah bertanya : Apakah mereka melihat Aku? Para malaikat menjawab: Tidak! Demi Allah  mereka tidak melihat Engkau. Allah bertanya kepada ereka : Bagaimana jika mereka melihat Aku? Para malaikat berkata :  Jikalau mereka melihat Engkau, mereka akan lebih bersungguh-sungguh menyembah dan memuliakan Engkau , dan mereka akan lebih bersungguh-sungguh menyembah dan memuliakan Engkau,  dan mereka akan memuji dan mengagungkan Engkau lebih lagi!  Maka Allah berkata : Apa yang mereka minta?  Para malaikat berkata:  Mereka sedang meminta ssorga. Allah bertanya : Apakan mereka pernah melihatnya? Para malaikat menjawab:  Tidak!  Demi Allah! Wahai Rabb, mereka tidak pernah melihatnya. Kemudian Allah bertanya kepada mereka :  Bagaimana jika mereka melihatnya? Para malaikat menjawab:  Apabila mereka telah melihatnya, mereka akan lebih bergairah untuknya, dan akan lebih berkeinginan untuknya, dan lebih berhasrat untuk mendapatkannya! Kemudian Allah bertanya:  Apa yang mereka berlindung darinya? Para malaikat menjawab:  Mereka berlindung dari neraka. Allah bertanya:  Apakah mereka pernah melaihatnya? Para malaikat menjawab: Tidak! Demi Allah, Wahai Rabb, mereka tidak pernah melihatnya. Allah bertanya:  Bagaimana jika mereka pernah melihatnya? Para malaikat menjawab: Jika mereka pernah melihatnya, mereka akan lebih berusaha untuk lari darinya, dan lebih takut kepadanya. Kemudian Allah bertanya: Aku seru kamu untuk bersaksi bahwa sesungguhnya Aku telah mengampuni mereka. Salah satu dari malaikat berkata:  Di antara mereka (yang  sibuk berzikir kepada Allah) ada seorang yang duduk dalam majlis itu untuk keperluan pribadi. Allah berfirman :  Seseorang bahkan yang duduk bersama mereka tidak akan terlepas (dari rahmat Allah) ! (Bukhari).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

93- Anas r.a. meriwayatkan:  Rasulullah SAW bersabda :  Allah mempunyai malaikat-malaikat yang berkeliling mencari majlis-majlis zikrullah. Aapabila mereka mendapatkan sebuah majlis yang demikian , mereka mengerumuninya  dan menugaskan seorang utusan untuk pergi kepada Rabb mereka  di langit. Malaikat itu berkata kepada Allah  : Wahai Rabb kami! Kami datang dari hamba-hamba-Mu yang sedang memuji Engkau karena rahmat-Mu  (Al Qur’an,Iman dan Islam), mereka sedang membaca Kitab-Mu,  bershalawat kepada Nabi-Mu Muhammad SAW , mengharapkan kebaikan di dunia dan di akhirat. Allah mentitahkan : Curahkan mereka dengan rahmat-Ku. Para malaikat berkata: Wahai Rabb! Di antara mereka ada seorang hamba-Mu yang berdosa juga hadir. Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman: Liputilah semua mereka dengan rahmat-Ku, karena inilah sebuah majlis yang tiadalah seorang yang duduk  di antara mereka terlepas. (Bazzar, dan Majma-uz-Zawaid)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

94-Anas ibnu Malik r.a. meriwayatkan:  Rasulullah SAW bersabda:  Tiadalah orang yang berkumpul untuk berzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan tiada keinginan lain  daripada mencari keridhoan-Nya , kecuali bahwa (pada akhir majlis itu) seorang malaikat mengumumkan dari langit (dengan perintah Allah) :  Bangunlah orang-orang yang patut mendapat ampunan! Karena sesungguhnya dosa-dosamu telah diganti dengan kebaikan! (Musnad Ahmad, Tabrani, Abu Ya’la, Bazzar dan Majma-uz-Zawaid).

 

 

 

 

 

 

 

95- Abu Hurairah dan Abu Sa’id Al Khudri r.anhuma keduanya bersaksi bahwa Nabi SAW bersabda:  Tidaklah satu kelompok yang duduk mengingati Allah ‘Azza wa Jalla , kecuali para malaikat menaungi mereka dengan sayap-sayap mereka , dan rahmat (Allah) meliputi mereka , dan sakinah turun ke atas mereka dan Allah menyebut mereka dalam majlis para malaikat. (Muslim).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

96-Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :  Allah SWT akan membangkitkan suatu kaum pada Hari Kiamat, yang muka-muka mereka bersinar dengan terang, dan mereka akan ddidudukkan di atas mimbar-mimbar mutiara. Orang akan beririhati dengan mereka; mereka bukanlah dari kalangan para Nabi atau bukan para syuhada. Seorang Badui yang duduk (iftirasy) di atas lututnya berkata: Wahai Rasulullah! Beritahukanlah tanda-tanda mereka kepada kami supaya kami dapat mengenal mereka. Baginda menjelaskan: Mereka adalah orang-orang yang berasal dari keluarga dan kaum yang berlainan dan tempat yang berbeda, dan mereka berkumpul dalam suatu tempat semata-mata karena kasih kepada Allah, dan sibuk dengan berzikrullah. (Tabrani dan Majma-uz-Zawaid).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

97-‘Amr ibnu ‘Abasah r.a. meriwayatkan:  Ia mendengar  Rasulullah SAW bersabda :  Pada bahagian sebelah kanan Ar-Rahman – dan kedua tangan-Nya adalah yang kanan –  akan ada manusia yang bukan para Nabi, atau bukan para syuhada. Cahaya muka mereka akan menarik perhatian orang lain kepada diri mereka. Bahkan para Nabi dan syuhada akan beririhati kepada mereka karena derajat mereka yang tinggi dan kedekatannya kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Ditanyakan: wahai Rasulullah ! siapakah mereka? Baginda menjawab: Mereka ini adalah orang-orang yang berasal dari keluarga , suku bangsa yang berlainan yang meninggalkan rumah dan kaum kerabat mereka untuk berkumpul pada suatu tempat karena mengingati Allah. Dalam percakapan mereka menggunakan sebaik-baik perkataan, seperti orang yang makan kurma yang memilih yang terbaik untuk dimakan (dari tumpukkan kurma).  (Tabrani dan Majma-uz-Zawaid).

Catatan:    1. Dalam hadis ini, berada pada bahagian kanan dari Ar-Rahman  bermakna bahwa orang-orang ini memiliki derajat dan kedudukan yang tinggi di hadapan Allah SWT. – dengan kedua tangan dari Ar-Rahman menjadi tangan kanan, berarti bahwa sebagaimana tangan kanan memiliki segaala sifat baik,  seperti itu juga Allah memiliki sifat-safat yang terbaik.  2-. Orang-orang yang mulia ini menjadi  sasaran irihati para Nabi dan syuhada adalah jauh lebih ditinggikan. (Majma’ Bihar-ul-Anwar).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

98- ‘Abdurrahman ibnu Sahl ibnu Hunaif r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW  sedang ada pada salah satu dari rumahnya ketika ayat ini diturunkan kepadanya :

 

 

 

 

 

 

 

 

( Bergabunglah kamu dengan orang-orang yang menyeru Rabb mereka di waktu pagi dan petang hari). Karena ayat ini Rasulullah SAW   keluar dan mencari orang-orang ini, dan Baginda mendapati  sekelompok orang yang sedang berzikir kepada Allah SWT . Di antara mereka ada sejumlah mereka yang rambutnya kusut, kulitnya kering, dan hanya memakai sehelai pakaian ( sebagai penutup bahagian bawah nafil). Baginda duduk bersama mereka dan berkata:  Alhamdulillah (Mahasuci Allah),  Dia yang membangkitkan sedemikian orang di kalangan Ummatku yang saya diperintahkan untuk duduk bersama mereka.            ( Tabrani dan Majma-uz-Zawaid).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

99. ‘Abdullah ibnu ‘Amr r.anhuma meriwayatkan bahwa ia bertanya : Wahai Rasulullah! Apa ganjaran bagi majlis zikrullah. Baginda menjawab:  Ganjaran bagi majlis zikrullah adalah sorga , adalah sorga!   (Musnad Ahmad, Tabrani dan Majma-uz-Zawaid)

 

 

 

 

 

 

100- Abu Sa’id Al Khudri r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda:  Allah ‘Azza wa Jalla akan membuat pernyataan pada Hari Kiamat, dengan mana orang-orang yang berkumpul akan mengetahui ,  siapakah orang yang paling mulia? Ditanyaakan : Wahai Rasulullah! Siapakah orang-orang yang mulia itu? Baginda menjawab:  Mereka yang senantiasa berkumpul di masjid-masjid untuk berzikir kepada Allah. (Musnad Ahmad, Abu Ya’la dan Majma-uz-Zawaid).

 

 

 

 

 

101 -Anas ibnu Malik r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Apabila engkau melewati taman-taman sorga maka nikmatilah kebaikannya. Ditanyakan: Apakah taman-taman sorga itu?  Baginda menjawab:  Majlis zikrullah. ( Tirmizi).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

102- Mu’awiyah r.a. meriwayatkan :  Rasulullah SAW datang kepada suatu majlis para sahabat dan bertanya kepada mereka:  Apa yang menyebabkan kamu duduk  berkumpul di sini? Mereka menjawab:  Kami sedang duduk di sini untuk berzikir kepada Allah, dan bersyukur kepada-Nya karena menunjuki kami kepada Islam,  dan menganugerahkan kepada kami dengan ni’mat-ni’mat  melaluinya. Baginda bertanya:  Demi Allah!  Aaapakah kamu tidak duduk untuk maksuda yang lain kecuali berzikir?  Mereka menjawab:  Demi Allah! Tidak ada sesuatu yang lain yang menyebabkan kami berkumpul di sini. (Oleh karena itu) Baginda berkata:  Saya tidak bersumpah karena ragu terhadap perkataanmu, akan tetapi Jibrail A.S. datang kepadaku dan memberitahukan kepadaku bahwa Allah ‘Azza wa Jalla membanggakan kamu di hadapan para malaikat.

 

 

 

 

 

 

 

103Abu  Razin r.a. meriwayatkan:  Rasulullah SAW bersabda:  Tidakkah aku menunjuki kamu kepada asas (agama) yang dengannya kamu akan memperoleh dari dunia ini dan di akhirat yang terbaik? Hendaklah kamu senantiasa menghadiri majlis zikir. Dan apabila kamu sendirian basahilah lidahmu dengan zikrullah sebanyak  yang kamu  sanggup.               ( Baihaqi dan Mishkat).

 

 

 

 

 

 

 

104.  Ibnu ‘Abbas r.anhuma meriwayatkan :   Rasulullah SAW   :  Siapakah sahabat kami yang terbaik?  Baginda menjawab:  Seorang yang apabila kamu melihatnya, mengingatkan kamu kepada Allah; dan apabila ia berbicara, amalanmu bertambah;  dan amalan-amalannya mengingatkan engkau kepada Akhirat.  (Abu Ya’la dan Majma-uz-Zawaid).

 

 

 

 

 

 

105-Anas ibnu Malik r.a. meriwayatkan :  Nabi SAW bersabda:  Seorang yang mengingati Allah ,  dan karena ketakutannya kepada Allah air matanya berlinangan dan tetes air matanya jatuh ke tanah, maka Allah SWT tidak akan mengazabnya pada Hari Kiamat.  (Mustadrak Hakim).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

106-Abu Umamah r.a. meriwayatkan:  Rasulullah SAW bersabda:  Tiada yang lebih dikasihi kepada Allah SWT daripada dua tetes dan dua tanda:  setetes air mata yang jatuh karena takut kepada Allah, dan setetes darah yang tertumpah di jalan Allah. Dan dua tanda adalah :  sebuah tanda yang didapatkan di jalan Allah ( bekas luka, bekas berjalan di jalan Allah, lapisan debu), dan tanda yang disebabkan karena menunaikan perintah-perintah Allah yang fardhu (tanda sujud, atau tanda yang diperoleh selama bermusafir atau perjalanan haji).  (Tirmizi).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

107. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan :  Nabi SAW bersabda :  Ada tujuh orang yang akan dilindungi oleh Allah di bawah naungan rahmat-Nya pada hari yang ketika itu tidak ada naungan lain kecuali Dia:   1)  pemimpin yang adil,  2) seorang pemuda yang menyembah Allah pada masa mudanya,  3)  seorang yang hatinya senantiasa terpaut kepada masjid,  4) dua orang yang saling mengasihi, bertemu dan berpisah semata-maata karena Allah ,  5) seorang laki-laki yang digoda oleh seorang wanita bangsawan yang cantik, akan tetapi ia menolaknya, katanya:  Saya takut kepada Allah,  6) seorang yang memberi sedekah secara sembunyi-sembunyi yang tangan kirinya tidak mengetahui aapa yang diberikan oleh tangan kanannya, dan  7) seorang yang berzikir kepada Allah denganbersunyi diridan air matanya berlinangan. (HR. Bukhari).

 

 

 

 

 

 

 

108-Abu Hurairah r.a. meriwayatkan :  Nabi SAW bersabda :  Apabila orang berkumpul dalam suatu majlis dan tidak mengingati Allah atau tidak bershalawat kepada Nabi-Nya, maka majlis seperti itu akan menyebabkan suatu penyesalan dan keputus-asaan bagi orang-orang ini pada Hari Kiamat. Jikalau Allah menghendaki, Ia boleh mengazab mereka atau mengampuni mereka.  (Tirmizi).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

109-Abu Hurairah r.a. meriwayatkan :  Rasulullah SAW bersabda :  Jikalau seorang duduk dalam suatu majlis dan tidak mengingati Allah  di dalamnya, maka majlis ini akan menyebabkan  kerugian baginya. Dan jikalau seorang berbaring hendak tidur dan tidak mengingati Allah , maka (kelalaian) ini akan menyebabkan kerugian …  (Abu Daud).

 

 

 

 

 

 

 

 

110-Abu Hurairah r.a. meriwayatkan :  Nabi SAW bersabda:  Tiadalah seorang yang ada dalam sebuah majlis yang tidak menyebut Allah , atau tidak bershalawat ke atas Nabi SAW , kecuali aaapabila mereka melihat pahaala (zikir dan shalawatke atas Nabi) pada Hari Kiamat, mereka akan menyesal. (Mereka akan menyesal karena tidak mengingati Allah dan Nabi-Nya). Meskipun mereka boleh masuk sorga (karena amal-amal kebaikan mereka yang lain). (Ibnu Hibban).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

111. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan:  Rasulullah SAW bersabda:   Tidaklah seorang yang berlepas dari suatu majlis dimana mereka tidak mengingati allah, kecuali  majlis itu seolah-olah mereka  bersurai dari bangkai keledai, dan akan menjadi sebab duka-cita bagi mereka pada Hari Kiamat.  (abu Daud).

Catatan:  Majlis yang menjadi sebab duka-cita, bermakna bahwa biasanya pada majlis seperti itu selalu ada waktu dimana percakapan yang tidak bermanfaat dan tanpa berperasaan terjadi dalam majlis, yang dapat menjadi sebab soalan (dari Allah). Meskipun demikian, Jikalau Allah diingati dalam majlis ini, maka ini boleh melindungi dari pertanyaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

112- Sa’d r.a. meriwayatkan bahwa pada suatu hari ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW , Baginda bertanya:  Apakah salah seorang di antara kamu sanggup memperoleh seribu kebaikan setiap hari? Salah satu dari mereka yang duduk bersamanya bertanya:  Bagaimana seorang dapat memperoleh seribu kebaikan setiap hari? Baginda menjawab:  Jikalau seorang membaca Subhanallah (Maha suci Allah) seratus kali , maka seribu kebaikan tercatat baginya, dan (lebih daripada) seribu dosa dihapuskan dari catatannya. (Muslim).

 

 

 

 

 

 

 

113-Nu’man ibnu Basyir r.anhuma meriwaytakan :  Rasulullah SAW bersabda :  Di antara perkataan-perkataan dengan mana kamu memuji Allah adalah :  Subhanallah (Mahasuci Allah), Alhamdulillah (segaala puji bagi Allah). Perkataan-perkataan ini akan berputar-putar mengelilingi ‘Arsy Allah, dan bunyinya seperti dengung lebah. Dengan cara yang sama tasbeh-tasbeh ini menyebutkan orang yang membacanya kepada Allah. Tidak sukakah kamu bahwa ada orang yang senantiasa mengingati engkau di hadapan Allah? (Ibnu Majah).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

114. Yusairah r.anha meriwayatkan :  Rasulullah SAW memberitahu kami:   Jadikanlah sebagai kewajiban ke atas diri kamu sendiri untuk membaca  Subhanallah (Mahasuci Allah) , La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah  kecuali Allah), nyatakanlah kesucian-Nya ( perkataan seperti Subhanal Malikil Quddus:  Mahasuci Raja yang Suci); dan hitunglah tasbes-tasbeh ini di atas jari-jari kamu, karena mereka akan ditanya ( sebagai aapa yang telah kamu buat dengan mereka dan bagaimana mereka digunakan), dan mereka akan diberi kekuatan untuk berbicara; Dan janganlah kamu lalai mengingati Allah atau engkau akan kehilangan rahmat Allah. (Tirmizi).

 

 

 

 

 

115. ‘Abdullah ibnu ‘Amr r.anhuma meriwayatkan :  Rasulullah SAW bersabda :  Barangsiapa membaca Subhanallahi wabihamdihi (Mahasuci Allah, dan segala Puji bagi –Nya, maka akan ditumbuhkan baginya sebatang pohon palem di sorga. (Bazzar dan Majma-uz-Zawaid)

 

 

 

 

 

116- Abu Zar r.a. meriwayatkan :  Rasulullah SAW ditanya:  Ucaapan manakah yang paling baik?  Baginda menjawab:  Ucapan yang Allah pilih bagi para malaikat-Nya, dan hamba-Nya : Subhanallahi wabihamdihi (Allah Mahasuci,  Segala Puji bagi-Nya). (Muslim).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

117.  Abu Talhah r.a. meriwaytakan:  Rasulullahn  SAW bersabda :  Barangsiapa mengucapkan , La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali Allah) ,  Ia akan memasuki sorga, atau sorga menjadi wajib baginya. Dan barangsiapa mengucapkan Subhanallahi wabihamdihi (Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya) seratus kali, maka 124.000 kebaikan akan tertulis baginya. Para Sahabat r.anhum  mengutarakan : Wahai Rasulullah! Jikalau demikian halnya, maka (pada Hari Kiamat) tiada seorangpun dari kami yang akan binasa  (karena kebaikan akan melebihi dosa-dosa)? Nabi SAW menjawab:  Tidak! Sebahagian orang ( akan tetap binasa, mereka) akan datang dengan membawa begitu banyak kebaikan yang jikalau kebaikan-kebaikan ini diletakkan di atas sebuah gunung niscaya ia akan hancur-lumat karena beratnya ni’mat-ni’mat Allah ini (yang Dia telah berikan kepada manusia) kebaikan-kebaikan ini akan habis. Kemudian Allah dengan rahmat-Nya akan menolong siapa saja yang Dia kehendaki  dan menyelamatkan seorang daari kebinasaannya. (Mustadrak Hakim dan Targhib).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

118.  Abu Zar r.a. meriwayatkan:  Rasulullah SAW bersabda :  Tidakkah aku memberitahukan kepadamu  dari ucapan yang paling dikasihi Allah? Ia menjawab:  Wahai Rasulullah!  Beritahukanlah kepada ucaapan-ucapan yang paling dikasihi Allah?  Rasulullah SAW memberitahu :  Ucapan yang paling dikasihi Allah adalah :  Subhanallahi  wabihamdihi (Maha Suci Allah, dan segala puji bagi-Nya). (Muslim)

Riwayat lain mengatakan, ucapan yang paling  disukai Allah adalah : Subhanarobbi wabihamdihi (Maha Suci Tuhanku, dan segala puji bagi-Nya).  (Tirmizi).

 

 

 

 

 

119. Jabir r.a. meriwayatkan :  Nabi SAW bersabda:  Barangsiapa yang membaca,  Subhanallahil ‘Azim wabihamdihi (Maaha Suci Allah, yang tiada setara keagungan-Nya, dan segala puji bagi-Nya), maka akan tertanam baginya sebatang pohon kurma dalam sorga. (Tirmizi).

 

 

 

 

 

 

 

120.  Abu Hurairah r.a. meriwaytakan :  Nabi SAW bersabda :  Dua kalimat yang sangat dikasihi oleh Ar-Rahman, (dan) sangat ringan pada lidah (pembacanya), akan tetapi sangat berat pada timbangan adalah : Subhanallahi wabihamdihi Subhanallahi ‘Azim (Maha Suci Allah, segaala puji bagi-Nya; Maha Suci Allah , yang tiada setara keagungan-Nya).  (Bukhari).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

121. Safiyyah r.anha meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW  mengunjungi aku. Ada empat ribu biji kurma sedang berada di hadapanku dan aku sedang bertasbeh memuji Allah. Baginda berkata : Hai Putri Huyya (Safiyyah)! Apakah ini? Aku menjawab:  Aku sedang bertasbeh memuji Allah dengan biji-biji kurma ini. Baginada berkata:  Dari masa  aku (Nabi SAW) berdiri bersama kamu; Aku telah berzikir kepada Allahlebih daripada kamu (yang mengira pada semua biji kurma ini). Ia (Safiyyah) meminta :  Ajarkan kepadaku ,

wahai  Rasulullah!0Baginda menjawab : Ucapkanlah  …….

(Maha Suci Allah dengan jumlah yang sebnarnya dari segala yang Dia telah ciptakan!)  (Mustadrak Hakim)

 

 

 

 

 

 

 

 

122.  Juwairiyah r.anha meriwayatkan : Nabi SAW meninggalkan rumahnya (juwairiyah)di pagi hari untuk Shalat (Faajar), sedang ia sedang berada di atas sajadahnya (sibuk dengan zikrullah) sesudah shalatul Adha dan ia mendapatinya masih berada pada tempat yang sama.

Baginda bertanya: Adakah engkau masih (berzikir kepada Allah) sebagaimana aku meninggalkan kamu? Ia menjawab: Ya. Nabi SAW berkata:  Semenjak aku meninggalkan kamu , aku mengucapkan empat rangkai kalimat , jikalau ditimbang beratnya dengan semua yang kamu sudah ucapkan (mengingati Allah) pada hari ini, maka niscaya lebih berat. Rangkaian kalimat itu adalah :

 

 

 

(Maha Suci Allah,  dan Aku memuji-Nya sebanyak segala makhluk-Nya, seridho hjati-Nya, dan seberat ‘arasy-Nya, dan sebanyak tinta yang digunakan untuk menuliskan kalimat-kalimat-Nya). (Muslim)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

123. Sa’d ibnu Abi Waqqas r.a. meriwayatkan:  ia dan Rasulullah SAW pergi kepada seorang sahabiyah yang ada dihadapannya biji-biji kurma atau kerikil. Ia sedang mengira dan membaca Tasbeh.Nabi SAW berkata : Maukah aku memberitahu kamu sesuatu yang lebih mudah atau baik daripada aapa yang sedang kamu buat?  Ucapkanlah ….

 

 

(Subhanallah – Allah Maha Suci, sebanyak ciptaa-Nya yang di langit; dan subhanallah, sebanyak ciptaan-Nya yang di bumi; Subhanallah,sebanyak ciptaan-Nya yang berada di antara keduanya; dan Subhanallah, sebanyak yang Dia ciptakan. Kemudian ucapkan, Allahu Akbar

(Allah Maha Besar) , seperti itu. Alhamdulillah , seperti itu. Kemudian ucapkanlah : La ilaha illallah ( tiada yang patut disembah kecuali Allah)  – seperti itu. Dan ucapkanlah  ….

( Tiada daya dan upaya kecuali melalui Allah).  (Abu Daud).

 

 

 

 

 

 

 

 

124.  Abu Umamah Al-Bahili r.a. meriwayatkan :  Rasulullah SAW datang ketika saya sedang duduk dan bibir saya sedang komat-kamit. Baginda bertanya : Apa yang sedang kamu perbuat dengan menggerakkan bibirmu?  Saya menjawab:  Wahai Rasulullah! Saya sedang berzikrullah ( berzikir kepada Allah) .  Baginda berkata:  Tidak sukakah engkau   aapabila aku memberitahu kamu ucaapan yang jikalau kamu membacanya, maka bahkan  zikirmu dari siang dan malam itu tidak akan dapat menyaamai pahala ucapan-ucapan itu? Saya meminta :  Beritahukan kepadaku! Rasulullah SAW berkata: Ucapkan ….

 

 

Alhamdulillah- Segala puji bagi Allah seimbang dengan segala sesuatu yang tercatat dalam Kitab-Nya; dan Alhamdulillah, seimbang dengan jumlah segala sesuatu yang diperlukan  yang memenuhi ruang antara langit dan bumi;  dan Alhamdulillah , seimbang dengan jumlah segala sesuatu; dan Alhamdulillah ada pada segala sesuatu.

Dan seperti itu juga ucapkan  dengan Subhanallah (Allah Maha Suci); dan Allahu Akbar (Allah Maha Besar).  (Tabrani dan Majma-uz-Zawaid).

 

 

 

 

 

 

 

125.  Ibnu ‘Abbas r.anhuma meriwayatkan:   Rasulullah SAW bersabda :   Yang pertama diseru untuk memasuki sorga pada Hari Kiamat adalah orang yang memuji Allah baik dalam keadaan senang maupun dalam keadaan kesusahan.  (Mustadrak Hakim).

 

 

 

 

 

126.  Anas ibnu Malik r.a. meriwayatkan :  Rasulullah SAW bersabda :  Allah suka dengan hamba-Nya yang apabila memakan makanan, ia  memuji-Nya; dan apabila ia minum, ia memuji-Nya.   (Muslim).

 

 

 

 

 

 

 

127.  Mu’az ibnu Jabal r.a. meriwayatkan:  Ia mendengar Rasulullah SAW bersabda:   Ada dua kalimat Ilaihi , yang pertama tidak berhenti sebelum mencapai  ‘Arsy (Allah) , dan kedua memenuhi ruangan antara langit dan bumi (dengan cahaya atau pahala).  Mereka adalah  La ilaha illallah (tiada yang patut disembah kecuali Allah) ,  dan Allahu Akbar (Allah Maaaha Besar ).  (Tabrani dan Targhib).

 

 

 

 

 

 

 

128.  Seorang  Sahabi dari Kaum Bani Sulaim meriwayatkan : Rasulullah SAW menghitung di atas jariku atau di atas jarinya, dan berkata:  Dengan mengucapkan Subhanallah (Maha Suci Allah) , memenuhi separuh timbangan; dan dengan mengucapkan   Alhamdulillah (Segaala puji bagi Allah) , maka timbangan akan disempurnakan;  dan mengucapkan Allahu  Akbar (Allah Maha Besar, maka ruangan antara langit dan bumi dipenuhi (dengan pahala). (Tirmizi).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

129.  Sa’d r.a. meriwayatkan :  Rasulullah SAW bersabda :  Tidakkah aku menghantar kamu  ke  suatu pintu dari pintu-pintu sorga?  Saya berkata:  Beritahukanlah kepadaku!  Baginda menjawab : (Pintu ini adalah)                                                                                   ( Tiada daya dan upaya, kecuali melalui Allah).   (Mustadrak Hakim).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

130. Abu Ayyub Al-Ansari r.a. meriwayatkan bahwa pada malam Mi’raj,   Rasulullah SAW  melewati Ibrahim A.S.  Ibrahim AS bertanya: Hai Jibrail! Siapa itu yang bersama engkau? Jibrail AS menjawab:  Muhammad SAW.  Ibrahim AS BERKATA:  Beritahukan kepada Ummatmu supaya menanam sebanyak-banyaknya pohon di sorga, sebab tanah sorga itu sangat subur, dan datarannya sangat luas. Ditanya:   Macam apakah pohon sorga itu?  Baginda menjawab : .……………………………………..  (Tiada daya dan upaya kecuali dari Allah). Musnad Ahmad dan Majma-uz-Zawaid)

 

 

 

 

 

 

 

 

131. Samurah ibnu Jundub r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda:  Empat kalimah yang disukai Allah adalah :  Subhanallah (Maha Suci Allah), dan Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah), La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali  Allah), dan Allahu Akbar (Allah Maha Besar). Tidakmenjadi masalah kalimat yang mana mulai dibaca. (muslim).

Dalam riwayat yang lain dikatakan bahwa selain Al Qur’an , kalimat-kalimat ini sangat unggul, dan sebenarnya mereka berasal dari Al Qur’an. (Musnad Ahmad).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

132. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan :  Rasulullah SAW bersabda : Membaca : Subhanallah (Maha Suci Allah) , Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah), La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali Allah), dan Allahu Akbar (Allah Maha Besar), lebih aku sukai daripada segala sesuatu yang berada di bawah sinar matahari (karena pahala kalimat-kalimat ini akan kekal, sedangkan dunia beserta dengan isinya akan binasa pada Hari Kiamat). (Muslim)

 

 

 

 

 

 

133. Abu Salma r.a. meriwayatkan :  ia mendengar Rasulullah SAW bersabda :  Menakjubkan! Sungguh menakjubkan! Betapa berat lima perkara dalam timbangan :  1- Subhanallah (Maha Suci Allah), 2- Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah), 3- La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali Allah), 4- Allahu Akbar (Allah Maha Besar), dan 5- Seorang anak lelaki muslim yang meninggal dunia; dan ia menahan dengan sabar mengharapkan pahala sebagai balasannya. (Mustadrak Hakim).

 

 

 

 

 

 

134- ‘Abdullah ibnu’Umar r.anhuma meriwayatkan : ia mendengar Rasulullah SAW  bersabda: Barang siaapa membaca:  Subhanallah (Maaha Suci Allah) , Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah),  La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali Allah), Allahu Akbar (Allah Maha Besar),  maka setiap perkataan yang ia ucapkan , sepuluh kebaikan tercatat di dalam buku amalannya. (Tabrani dan Majma-uz-Zawaid).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

135. Ummi Hani binti Abu Talib r.anha meriwayatkan :  Suiatu hari Rasulullah SAW datang ke rumah kami , saya berkata: Wahai Rasulullah! Saya sudah tua dan lemah. Beritahukan kepadaku amalan yang saya boleh buat dalam keadaan duduk? Rasulullah SAW menjawab:  Bacaalah : Subhanallah (Maaha Suci Allah), seratus kali; ganjarannya adalah seperti membebaskan seratus hamba sahaya dari keturunan Isma’il A.S.. Baacalah, Alhamdulillah (Segala puji bag Allah), ganjarannya adalah seperti mensedekahkan seratus ekor kuda, dilengkapi dengan pelana dan tali kekang di jalan Allah (untuk jihad). Bacalah: Allahu Akbar (Allah Maha Besar), seratus kali, ganjarannya adalah seperti mengurbankan seratus ekor unta  dengan tali kurban yang diikat di leher, dan diterima oleh Allah. Bacalah: La ilaha illallah (Tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah) seratus kali, ganjarannya memenuhi ruang antara langit dan bumi. Pada hari itu tiada amalan seseorang yang akan lebih baik daripada amalanmuyang diterima oleh Allah, kecuali seorang yang beramal seperti kamu. (Ibnu majah, Tabrani dan Musnad Ahmad).

Dalam riwayat yang lain, Ummi Hani r.anha meriwayatkan:  Saya bertanya:  Wahai Rasulullah! Saya sudah menjadi tua; dan tulang-belulang saya sudah lemah. Beritahukan kepada saya suatu amalan yang boleh menolong saya memasuki sorga. Rasulullah SAW menjawab:  Bakh-Bakh (menakjubkan, sungguh menakjubkan!) engkau menanyakan sesuatu yang sangat baik. Dan bacalah: Allahu Akbar (Allah Maha Besar) seratus kali, lebih baik bagi kamu daripada seratus ekor unta berserta tali di lehernya  yang siap dibawah ke Mekkah (untuk dikorbankan). Bacalah : La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali  Allah) seratus kali,lebih baik bagi kamu daripada segala sesuatu yang meliputi antara langit dan bumi . Dan pada hari itu ( apabila kamu membaca kalimat-kalimah itu) tiada amalan seseorang yang lebih baik daripada kamu yang diterima  oleh Allah, kecuali seorang yang beramal seperti kamu, atau melebihinya. (Tabrani dan Majma-uz-Zawaid).

Dalam riwayat yang lain juga dikatakan:  Bacaalah, La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali Allah), maka tidak meninggalkan suatu dosapun (semua dosa dihapuskan), dan tidak ada amalan yang menyerupai bacaan itu. (Mustadrak Hakim).

 

 

 

 

 

 

136. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan: Rasulullah SAW melewati saya ketika saya sedang menanam pohon. Baginda bertanya:  Hai Abu Hurairah! Apa yang sedang engkau buat? Saya menjawab: menanam pohon buat saya sendiri. Baginda menasihatkan:  Maukah aku memberitahukan kepadamu sebaik-baik pohon bagimu daripada ini? Saya meminta: Wahai Rasulullah! Beritahuklah kepadaku. Baginda berkata: Untuk membaca:  Subhanallah (Maha Suci Allah), Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah) , La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali Allah), Allahu Akbar (Allah Maha Besar), bagi tiap-tiap dari kalimat ini sebuah pohon akan ditanam bagimu di sorga. (Ibnu Majah).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

137. Abu hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW datang kepada kami dan berkata: Berlindunglah kamu dengan perisaimu!Para Sahabat r.anhum bertanya: Wahai rasulullah! Apakah ada ancaman musuh yang akan datang? Baginda berkata: Berlindunglah kamu dengan perisaimu terhadap neraka! Bacalah, Subhanallah (Maha Suci Allah), Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah),  La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali Allah),  Allahu Akbar (Allah Maha Besar). Pada Hari Kiamat kalimat-kalimat ini akan datang dari arah depan, belakang, kanan,kiri, (memberi pertahanan dari segala arah) kepada siapa yang mengucapkannya, dan menjamin keselamatan baginya, dan inilah amal-amal kebaikan yang mana pahalanya diberikan untuk selama-lamanya. (Tabrani dan Majma’ul- Bahrain).

Catatan:  Kalimah-kalimah ini akan datang dari arah depan, menyatakan secara tidak langsung bahwa kalimah-kalimah ini akan maju ke depan untuk memberi syafa’at baginya,sedangkan belakang,kanan dan kiri, bermakna kalimah-kalimah ini akan melindunginya dari azab.  (Majma-ul Bahrain).

 

 

 

 

 

 

138.  Anas r.a meriwaqyatkan:  Rasulullah SAW bersabda:  Dengan mengucapkan Subhanallah (Maha Suci Allah) , Alhamdulillah  (Segala puji bagi Allah) , La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali Allah), maka dosa-dosa berguguran (dari pembaca) seperti daun-daun berguguran dari pohon (dalam musiam gugur). (Musnad Ahmad).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

139. ‘Imran ibnu Husain r.anhuma meriwayatkan:  Rasulullah SAW bersabda:  Dapatkah seorang di antara kamu yang melakukan suatu amalan yang sama dengan gunung Uhud setiap hari? Para Sahabat r.anhum berkata: Wahai Rasulullah! Siaapakah yang dapat melakukan suatu amalan seperti Uhud itu setiap hari? Rasulullah SAW menjawab: Setiap kamu dapat melakukan ini. Para Sahabat bertanya:  Wahai Rasulullah! Amal apakah itu? Baginda berkata:  Pahala bagi Subhanallah (Maha Suci Allah), adalah lebih dari Uhud! Pahala Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah) lebih dari Uhud! Pahala La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali Allah) !  Pahala Allahu Akbar (Allah Maha Besar) lebih dari Uhud!  (Tabrani, Bazzar,dan Majma-uz-Zawaid).

 

 

 

 

 

 

 

 

140. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan :  Rasulullah SAW berkata (kepadaku):  Apabila engkau melewati taman-taman sorga, maka bergembalalah dengan baik. Saya bertanya: Wahai Rasulullah! Apakah taman-taman sorga itu? Baginda menjawab:  Masjid-masjid. Saya bertanya: Wahai Rasulullah! Apakah gembalaanya? Baginda menjawab:  Mengucapkan:  subhanallah (Maha Suci Allah) , Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah), La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali Allah),  Allah Akbar (Allah Maha Besar). (Tirmizi).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

141.  Abu Hurairah dan Abu Sa’id Al-Khudri r.anhuma meriwayatkan:  Nabi SAW bersabda: Allah telah memilih  empat kalimah  dari risalah-Nya:  Subhanallah (Maha Suci Allah), Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah), La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali Allah), Allahu Akbar (Allah Maha besar).

Barangsiapa yang mengucap Subhanallah (Maha Suci Allah), sekali dua puluh kebaikan akan tertulis baginya, dan duapuluh dosa dihapuskan. Barang siapa mengucapkan Allahu Akbar (Allah Maha Besar), maka ia mendapat pahala yang sama. Barang siapa mengucapkan La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali Allah), maka ia akan diberi pahala yang sama. Dan barang siapa mengucapkan Alhamdulillahi-rabbil-‘alamin (Segala puji bagi Allah, Rabb bagi sekalia alam), dari lubuk hati yang dalam, tiga puluh kebaikan tertulis baginya, da tiga puluh dosa dihapuskan. (‘Amalul Yaumi wal Lailah lin Nasai).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

142.  Abu Sa’id Al-Khudri r.a. meriwayatkan:  Rasulullah SAW  bersabda:  Ucapkanlah sebanyak-banyaknya  kebaikan yang kekal selama-lamanya. Seorang bertanya: Ucapan apakah itu , wahai Rasulullah? Baginda menjawab: Ini adalah Al-Millah ( asas aagama). Ditanya lagi:  Apakah (asas ) agama ini? Rasulullah SAW berkata:  Ucapkanlah , Takbir – Allahu Akbar (Allah Maha Besar); Tahlil – La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali Allah); Tasbeh –  Subhanallah (Maha Suci Allah); Tahmid – Alhamdulillah (Segala puji bbagi Allah); dan wala haula wala quwwata illa billah (Tiada daya dan kekuatan , kecuali dengan Allah).   (Mustadrak Hakim).

Catatan:  Kebaikan yang kekal selama-lamanya, bermaksud bahwa aamal-amal kebaikan itu , pahala untuk ucapan ini akan diberikan buat selamanya. Perkataan Arab Al-Millah, menunjuk bahwa kalimah-kalimat ini mempunyai  arti yang fundamental dalam Agaama. (Fathur-Rabbani)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

143. Abu Darda r.a. meriwayatkan:  Rasulullah SAW bersabda:  Ucapkanlah, Subhanallah (Maha Suci Allah),Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah), La ilaha illallah (Tiada yang patut disembah kecuali Allah), Allahu Akbar (Allah Maha Besar), dan Wala haula wala quwwata illa billah (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah). Ini adalah kebaikan yang kekal, yang menghapuskan dosa-dosa seperti daun-daun gugur dari pohonnya pada musim gugur). Kalimah-kalimah ini berasal dari khazanah sorga. (Tabrani dan Majma-uz-Zawaid).

 

 

 

 

 

 

 

 

144. ‘Abdullah ibnu ‘Amr r.a. meriwayatkan: Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa , dalam dunia ini mengucapkan, ……………………………………………………… La ilaha illallah(Tiada yang patut disembah kecuali Allah), Wallahu akbar (Allah Maha besar), Wala haula wala quwwata illa billah Tiada daya dan upaya kecuali dengan Allah), maka dosa-dosanya diampuni, bahkan jikalau sebanyak buih di lautan.  (Tirmizi).

Dalam riwayat yang lain, pahala yang sama disebutkan untuk kalimah di atas dengan tambahan Subhanallah (Maha Suci Allah), dan Alhamdulillah )Segala puji bagi Allah). (Mustadrak Hakim).

 

 

 

 

 

 

 

 

145. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan :  Ia mendengar Rasulullah SAW bersabda:  Apabila seorang mengucapkan  (dengan ikhlas) : …..

 

(Maha Suci Allah, dan Segala puji bagi Allah, dan Tiada yang patut disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar, dan Tiada daya dan upaya kecuali dengan Allah) … maka Allah berfirman : Hamba-Ku telah mentaati-Ku, dan telah berserah diri kepada-Ku. Mustadrak Hakim).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

146.  Abu Sa’id Al-Khudri dan Abu Hurairah r.anhuma meriwayatkan:   Rasulullah SAW bersabda:  Apabila seorang mengucapkan :  La ilaha illallah Wallahu Akbar (Tiada yang patut disembah kecuali Allahdan Allah Maha Besar). Allah SWT membenarkannya dengan berfirman:  ……………………………………………( Tiada yang patut disembah kecuali Aku, dan Aku Mmaha Besar). Dan aapabila pembaca mengucapkan :  …………………………………. ( Tiada yang patut disembah kecuali Allah, Yang Esa) …. Allah membenarkannya dengan berfirman:  …………………………………. (Tiada yang patut disembah kecuali Akudan Aku adalah Yang Esa) …. Dan apabila pembaca mengucapkan  : ………………………………………(Tiada yang patut disembah kecuali Allah, Yang Esa, Yang tiada serikat padanya-Nya), Allah membenarkannya dengan firman-Nya:  ……………………………………………….. (Tiada yang patut disembah kecuali Aku, Aku yang Esa, Aku tidak mempunyai serikat).  Dan apabila pembaca mengucapkan :  ………………………………………. (Tiada yang patut disembah kecuali Allah, kepada-Nya milik segala Kerajaan, dan segala pujian hanya kepada-Nya) , Allah membenarkan dengan berfirman:  …………………………………………….. ( Tiada yang patut disembah kecuali Aku, Aku-lah pemilik segala Kerajaan, dan hanya kepada-Ku-lah segala pujian)… Dan apabila pembaca mengucapkan :  ……………………………………………  Tiada yang patut disembah kecuali Allah, Tiada daya dan kekuatan, kecuali dengan Allah), Allah membenarkan dengan firman-Nya : …………………………………………………. (Tiada yang patut disembah kecuali Aku, dan Tiada Daya dan Kekuatan , kecuali dengan Aku).  Rasulullah SAW bersabda: Jikalau seorang mengucapkan kalimat di atas dalam keadaan sakit,  ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………. dan kemudian ia mati; Apineraka tidak akan membakarnya.  (Tirmizi).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

147. Ya’qob ibnu ‘Asim Rahimahullahu meriwayatkan : Dua Sahabat r.anhuma mendengar Rasulullah SAW bersabda: Apabila seorang hamba mengucapkan  :

 

 

(Tiada yang patut disembah kecuali Allah, Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, Dialah yang mempunyai segala Kerajaan, dan Hanya kepada-Nya milik segala pujian, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu), …. Dengan keikhlasan hatinya, (sementara) hatinya membenarkan lidahnya; maka pintu-pintu  langit terbuka baginya; dan Allah memandangnya dengan rahmat.Dan ke atasnya Allah memandangnya dengan pandangan rahmat; sesungguhnya, ia berhak atas apa yang ia mohon kepada-Nya!.  (‘Amalul Yaumi wal Lailah lin Nasai).

 

 

 

 

 

 

 

148.  ‘Abdullah ibnu ‘Amr r.a. meriwayatkan:  Nabi SAW bersabda:  Sebaik-baik do’a adalah Do’a pada hari ‘Arafah, dan sebaik-baik ucapan yang Aku dan para nabi  sebelum aku mengucapkan adalah :

 

 

(Tiada yang patut disembah kecuali Allah, Yang Esa, yang tidak berserikat, Dialah yang mempunyai segala Kerajaan, dan Dialah yang mempunyai segala pujian, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu). (Tirmizi).

 

 

 

 

149- Diriwyatkan bahwa Nabi SAW bersabda:  Jikalau seorang bershalawat kepadaku sekali, Allah akan membalasnya dengan sepuluh keberkahan, dan sepuluh kebaikan akan tertulis baginya. ( Tirmizi)

 

 

 

 

 

 

 

 

150.  ‘Umair Al-Anshari r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda:  Jikalau seorang dari ummatku mengirim shalawat kepadaku sekali, dengan hati yang ikhlas; Allah akan membalasnya dengan sepuluh keberkahan, sepuluh derajat dinaikan baginya, sepuluh kebaikan tertulis baginya, dan sepuluh dosa dihapuskan darinya. (‘Amalul Yaumi wal Lailah lin Nasai).

 

 

 

 

 

 

151- Abu Umamah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Kirimkanlah salawat ke atasku pada setiap hari jum’at sebanyak-banyaknya, karena salawat dan salam umatku akan dihadapkan kepadaku pada hari juma’at. Oleh karena itu barangsiapa yang  mengirimkan salawat keatasku sebanyak-banyaknya akan menjadi orang yang paling dekat kepadaku dalam derajatnya ( pada hari kiamat ).    ( Baihaqi )

 

 

 

 

 

 

 

152- Anas r.a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : kirimkanlah salawat sebanyak-banyaknya kepadaku pada hari jum’at, karena jibril a.s datang kepadaku dengan pesan dari Rabb Nya azza wajalla : tiadalah seorang muslim yang berada pada permukaan bumi yang mengirimkan salawat keatasku satu kali kecuali bahwa aku akan mengirim kepapadanya sepuluh keberkahan dan malaikat-malaikat Ku memohon keampunan baginya sepuluh kali.       ( Tabrani dan Targhib )

 

 

 

 

 

153- Abdullah Ibnu Mas’ud r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : orang yang paling dekat kepadaku pada hari kiamat dari antara umatku adalah orang yang senantiasa mengirimkan selawat sebanyak-banyaknya kepadaku. ( Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

154- Kaab r.a. meriwayatkan : bahwa ketika dua pertiga malam berlalu, Rasulullah SAW bangun ( untuk tahajjud ) dan beliau berseru : Wahai manusia ! ingatlah Allah ; ingatlah Allah. Penggetar ( yang akan mengguncangkan gunung-gunung dan bumi dengan hebat ) sungguh akan datang, dan orang yang mengikutinya sungguh akan datang ( bermakna bahwa masa telah dekat bagi bertiupnya terompet yang pertama, diikuti dengan yang kedua). Kematian telah mendekat dengan segala yang menakutkan : kematian telah mendekat dengan segala yang menakutkan. Atas perkara ini Ubay Ibnu Kaab r.a. berkata : Wahai Rasulullah ! aku hendak mengirim selawat sebanyak-banyaknya kepada engkau, berapa banyak waktu ( zikir dan doa ku ) yang mesti saya kirimkan kepadamu ? Rasulullah SAW bersabda : Kamu boleh melakukannya sebanyak yang kamu kehendaki. Ketika saya mengusulkan seperempat baginda berkata : sebanyak yang kamu suka akan tetapi jikalau engkau menambahnya lebih baik bagi kamu, saya mengusulkan lagi separuh dan Baginda berkata : sebanyak yang kamu suka, akan tetapi jika engkau menambahnya lebih baik bagi kamu. Saya mengusulkan dua pertiga, dan baginda berkata : sebanyak yang kamu suka, akan tetapi jika kamu menambahnya lebih baik bagi kamu. Saya berkata: saya berkata saya akan menggunakan seluruh masa saya untuk mengirimkan salawat kepadamu. Baginda berkata : ( jika kamu berbuat demikian ) kamu akan terlepas dari kebimbangan dan dosa-dosa kamu akan diampuni ( Tirmidzi )

Catatan : Rasulullah SAW memperingatkan tentang dekatnya hari kiamat, oleh karena itu manusia janganlah lalai dari hari akhirat.

 

 

 

 

 

 

 

155- Kaab Ibnu Ujra r.a. meriwayatkan bahwa kami bertanya kepada Rasulullah SAW : wahai Rasulullah ! bagaimana caranya kami mengirim salawat kepada engkau dan kepada keluargamu ? karena sesungguhnya Allah telah mengajarkan kepada kami   ( melaui engkau ) bagaimana bersalawat kepadamu (dalam shalat ). Baginda menjawab : bacalah

 

 

 

 

 

 

 

Wahai Allah ! limpahklanlah rahmat Mu keatas Muhammad dan keatas keluarga atau pengikut-pengikut Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan salawat keatas Ibrahim dan keatas  keluarga atau keturunan Ibrahim ; karena sesunguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia. Wahai Allah ! makmurkanlah Muhammad dan ketas keluarga atau keturunan Muhammad sebagaimana yang telah engkau makmurkan Ibrahim dan keluarga atau pengikut Ibrahim ; karena sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulai. ( Bukhari )

Catatan : Telah mengajarkan kami ( melaui Engkau ), menunjuk kepada kalimat dalam tasyahud            :

Salawat kepada engkau, wahai Nabi kami dan rahmat Allah serta keberkahannya keatas Engkau.

 

 

 

 

 

 

156- Abu Humaid As saidi r.a. berkata : ketika bebrapa orang bertanya kepada Rasulullah SAW : Wahai  Rasulullah ! bagaiamana caranya kami mengirim salawat keatas engkau Baginda menjawab : ucapkanlah ………….

 

 

 

 

Wahai Allah ! limpahkanlah rahmat Mu keatas Muhammad, Istri-istrinya, dan keturunannya sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat keatas keturunan Ibrahim. Wahai Allah ! limpahkanlah kemakmuran keatas Muhamad, istri-istrinya, dan keturunannya sebagaimana Engkau telah memakmurkan keturuna Ibrahim, karena sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia.

 

 

 

 

 

 

157- Abu Said Al Kudri r.a. meriwayatkan bahwa kami bertanya : Wahai Rasulullah ! kami mengetauhi bagaiman mengirimkan salawat kepada Engkau ( dalam tasyahud ketika shalat ). Kini beritahukanlah kepada kami bagaimana caranya kami mengirimkan slawat kepadamu ? Rasulullah SAW menjawab : ucapkanlah …….

 

 

 

 

 

Wahai Allah ! limpahkanlah rahmat Mu keatas Muhammad, hamba Mu dan Rasul Mu, sebagaimana yang telah  Engkau limpahkanlah rahmat Mu keatas keturunan Ibrahim; dan makmurkanlah Muhammad dan keturuna Muhammad sebagaimana yang telah Engkau makmurkan Ibrahim dan keturunan Ibrahim. ( Bukhari )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

158- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Nabi SAW bersabda :  barangsiapa yang suka memiliki pahala yang berat dalam timbangan yang sangat besar, maka ia mesti mengirimkan slawat keatas keluarga ku seperti ini

 

 

 

 

Wahai Allah ! limpahkan rahmat Mu ketas Muhammad, dan ketas istri-istrinya, ibu kepada orang-orang beriman, keatas juriatnya, dan ahli keluarganya, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat Mu keatas juriat Ibrahim, karena sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia. ( Abu Daud )

 

 

 

 

 

 

 

159- Ruwaifi Ibnu Sabit r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : jikalau seorang mengirimkan salawat keatas Muhammad dengan ucapan :

 

 

 

Wahai Allah ! berikanlah kepadanya suatu tempat yang paling dekat dengan Mu. ( Bazar dan Tabrani )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

160- Abu Dzar r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Allah Azza Wajalla berfirman : Wahai hamba Ku ! sesungguhnya selama engkau menyembah Ku, dan berdo’a kepada Ku’ dan memohon kepada Ku ( bagi keampunan ), Aku akan mengampuni Engkau atas apa yang telah engkau lakukan, walaupun Engkau telah melakukan banyak dosa. Wahai hamba Ku ! bahkan jika engkau datang kepada Ku dengan dosa seluruh dunia ini, akan tetapi tidak menserikatkan sesuatu dengan Ku, Aku akan memberikan kepada kamu pengampunan sebanyak seluruh dunia ini. ( Musnad Ahmad )

 

 

 

 

 

 

 

 

161- Anas Ibnu Malik r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Allah Tabaraka wata a’ala berfirman : Wahai bani  Adam ! selama Engakau menyeruh kepada Ku dan memohon dari pada Ku, Aku akan mengampuni Engkau atas apa yang telah engkau lakukan, dan saya tidak perduli ( betapa besar engkau sebagai pendosa ). Wahai Bani Adam ! bahkan jika dosa-dosamu setinggi langit dan engkau memohon ampun dari Ku, Aku akan menagmpuni Engkau dan saya tidak perduli ) yang dosa-dosamu begitu banyak ). ( Tirmidzi ).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

162- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW memberitahu kami bahwa seorang hamba Allah yang melakukan dosa ( dan bertobat ), dan berkata wahai Tuhanku ! sesungguhnya aku telah berdosa maka ampunilah aku ! Tuhannya akan berkata ( kepada para malaikat ) : apakah hamba Ku mengetauhi bahwa ia mempunyai  Rab, Dia yang mengampuni dosa-dosa, dan juga Dia yang menyiksa ? ( maka dengarlah ! ) Aku telah mengampuni hamba Ku sesudah menahan diri dari segala dosa sejauh yang Allah kehendaki, ia berbuat dosa lagi dan ( bertobat lagi ) dan berkata wahai Tuhanku ! aku telah melakukan dosa yang lain maka ampunilah aku. Allah berfirman ( kepada para malaikat ) : apakah hamba Ku mengetauhi bahwa ia mempunyai mempunyai Rab, yang mengampuni dosa-dosa dan juga yang menyiksa ? ( maka dengarlah ! ) Aku telah mengampuni hambaKu. Kemudian ia masih ( taat ) untuk beberapa masa sebagaimana yang dikehendaki  Allah, kemudian ia melakukan dosa lagi, dan (keatas penyesalannya ) ia berkata : Wahai Tuhanku ! Aku telah melakukan dosa yang lain, maka ampunilah Aku. Kemudian Alah berfirman ( kepada para malaikat ) : apakah hamba Ku mngetauhi bahwa ia mempunyai Rab, yang mengampuni dosa, dan juga menyiksa ? ( maka dengarlah ! ). Aku telah mengampuni semua dosa hamba Ku. Tidak menjadi masalah apa yang dilakukan hamba Ku ( selagi ia memohon pengampunan, aku  akan tetap mengampuni ). ( Bukhari )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

163- Umi Ismah Al Ausyia  r.anha  meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Tidaklah seorang muslim yang melakukan suatu dosa; kecuali malaikat yang ditunjuk untuk mencatat dosa itu menangguh – nangguhkan untuk mencatat tiga saat ( suatu ukuran masa). Jikalau pendosa memohon pengampunan dari Allah dalam tenggang masa itu maka apakah malaikat itu melaporkan dosa ini pada hari akherat; atau ia menghadapi siksaan (karena dosa ini ) pada hari penghisapan.  ( mustadrak hakim ).

 

 

 

 

 

 

 

164- Abu Umamah r.a meriwayatkan : rasulullah SAW bersabda : sesungguhnya malaikat sebelah kiri menarik penanya dari melukiskan dosa ( setelah dosa itu dilakukan ) dari seorang muslim untuk enam sa’at ( suatu ukuran masa ) jikalau hamaba yang berdosa ini bertobat dan  memohon pengampunan dari Allah ; malaikat ini tidak melukiskan dosa itu, atau dosa yang lain dicatat.  ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

165- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda :Sesungguhnya apabila seorang hamba Allah melaukan suatu dosa, maka satu titik hitam akan melekat pada hatinya. Jikalau ia meninggalkan dosa ini, dan bertobat, dan memohon pengampunan dari Allah, maka (titik hitam itu akan dihilangkan ) hati dibersihkan. Dan jikalau ( sebagai ganti dari penyesalan dan memohon ampunan ( ia melakukan dosa-dosa lagi maka hatinya bertambah gelap sehingga menutupi seluruh hatinya. Rasulullah SAW bersabda : inilah kekaratan yang Allah sebutkan didalam ayat

 

 

 

 

 

Sekali-kali, akan tetapi hati mereka sudah ternoda ( karat ) karena apa yang mereka lakukan (Al Mutaffin 83:14)   ( Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

 

166-  Abu Bakar r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang senantiasa memohon pengampunan bukanlah seorang pendosa yang tulen; walaupun demikian ia kembali kepada dosanya tujuh puluh kali dalam sehari. ( Abu Daud ).

Catatan : Barangsiapa bertobat setelah melakukan suatu dosa, dan telah berniat dengan sungguh-sunguh untuk tidak mengulanginya lagi; maka ia patut memperoleh pengampunan meskipun ia melakukan dosa itu berkali-kali.  ( Baslul Majhud )

 

 

 

 

 

 

167- Ibnu Abbas r.a.huma meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang memohon pengampunan denga teguh ; Allah akan menunjukkan baginya jalan keluar dari setiap kesulitan, dan menghindarkannya dari setiap kecemasan, dan akan memberikan rezeki baginya dari sumber yang tidak diduga-duga. ( Abu Daud )

 

 

 

 

 

168- Zubair r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW brsabda : Barangsiapa yang suka yang buku amalannya menyebabkan kebahagian baginya ( pada hari kiamat ); maka hendaklah ia memhon pengampunan sebanyak-banyaknya. ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

 

169- Abdulah Ibnu Buser ranhu meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : berbahagialah seseorang yang mendapati sejumlah besar ( permohonan ) ampun dalam buku catatan amalnya ( pada hari kiamat ). ( (bnu Majah )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

170- Abu Dzar r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Allah Tabaraka wa ta’ala berfirman : Wahai hamba-hamba Ku ! semua kamu adalah berdosa ; kecuali mereka yang Aku selamatkan ; maka mohonlah pengampunan dari Ku; Aku akan mengampuni kamu. Orang yang mengetauhi bahwa Aku mempunyai kuasa untuk mengampuni, dan meohon pengampunan dari Ku,  Aku akan mengampuninya. Semua kamu dalam keadaan sesat,  kecualai yang Aku beri petunjuk, maka carilah petunjuk dari pada Ku, Aku akan memberi petunjuk kepadamu.  Semua kamu miskin; kecuali yang Aku beri kekayaan , maka mintalah kepada Ku, dan Aku akan memberikan kepadamu rezeki. Jikalau semua kamu yang hidup dan yang mati, para pengganti kamu, dan para leluhur kamu dan segala makhluk bersenyawa dan tidak yang bersenyawa ( jikalau mereka menjadi manusia ) berkumpul menjadi satu, dan semua mereka menjadi seperti manusia yang paling takut kepada Allah, tidak akan menambah sesuatupun pada kerajaan Ku, bahkan tidak akan sama dengan sebelah sayap nyamuk. Dan jikalau semua mereka berkumpul menjadi satu dan menjadi seperti orang yang paling durhaka dari para hamba Ku, tidak akan mengurangi sedikitpun pada kerajaan Ku bahkan sebesar sebelah sayap nyamuk. Dan jikalau semua yang hidup, dan yang mati, dan para pengganti kamu dan para leluhur kamu, dan segala yang bernyawa maupun yang tidak bernyawa ( jika mereka menjadi manusia ) berkumpul menjadi satu dan semuanya meminta kepadaku secara serempak apa yang mereka inginkan tidak akan menyebabkan berkurangnya khazana Ku sejauh yang jikalau seorang diantara kamu harus melewati pantai lautan, dan mencelupkan sebuah jarum kedalamnya  kemudian mengangkatnya dan ada sedikit air yang teringgal padanya. Sesungguhnya Aku yang Maha Pemurah lagi Maha Besar. Pemberian Ku hanyalah merupakan  sepatah perkataan jikalau  Aku menghendaki sesuatu, Aku berfirman : Jadi maka jadilah. ( Ibnu Majah )

 

 

 

 

 

 

171-  Ubadah Ibnu Samith r.a meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang berdoa untuk keampunan seorang mukminin dan mukminat, Allah akan menulis baginya satu kebaikan bagi setiap mukmin dan mukminat   ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid ).

 

 

 

 

 

 

172- Bara Ibnu Azib r.anhuma meriwayatkan : Rasulullah  SAW bersabda : Tidak ada dua orang muslim yang berjabat tangan dan memuji Allah SWT, dan memohon kemapunan Nya, kecuali dosa-dosa mereka diampuni.   ( Abu Daud )

Catatan : Doa yang biasa diucapkan oleh para sahabat kepada satu sama lain dengan ( setelah Assalamualaikum )

 

Segala puji bagi Allah, semoga Allah mengampuni kamu dan aku.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

173- Bara Ibnu Azib r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Apa yang kamu ucapkan tentang kegembiraan orang laki-laki itu ( yang bersafar sendirian ), yang untanya melarikan diri dipadang pasir dengan tali pengikatnya, dan semua perbekalannya, dan ia tidak mendapatkan makanan atau juga air disana maka apabila ia meninggalkan mencari unta itu, dengan letih dan patah hati, apabila lewat dibawah sebuah pohon ia melihat tali pengikat unta tersangkut disana, dan kemudian ia mendapatkan untanya ? kami menjawab : Wahai Rasulullah ! ia diliputi kegembiran. Baginda berseru ( dengarlah ) aku bersumpah demi Allah ! yang Allah lebih gembira, apabila seorang hamban Nya memohon pengampunan daripada seorang yang ( sesudah berputus asa ) karena mendapati untanya.   ( Muslim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

174- Anas Ibnu Malik r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya Allah lebih gembira dengan pertobatan hamba Nya, daripada salah satu daripada kamu, apabila tunggangannya ( unta , dstnya ) membawa semua makanan dan minuman, melarikan diri daripadanya dalam sebuah hutan belantara dan ia, hilang semua harapannya untuk mendapatkan, yang membaringkan diri dibawah teduhan sebuah pohon. Kemudian tiba-tiba ia melihatnya ( tunggangnnya ) berdiri disampingnya, sambil memegang tali pengikatnya dengan perasaan yang gembira tanpa disengaja ia berseru : wahai Allah ! Engkau adalah hambaku dan aku adalah Rabbmu.    (muslim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

175- Abdullah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Allah SWT lebih bergembira keatas bertobatnya seorang beriman, daripada seorang yang pergi ke suatu hutan yang berbahaya diatas binatang tunggangannya, bersama dengan makanan dan minumannya. Ia turun dari tunggangnya dan tidur sekejap. Ketika ia terbangun, ia mendapati bahwa tunggangannya telah pergi, ia mencarinya dengan berputus asa dan apabila tertimpa oleh kehausan, ia berkata kepada dirinya biar saya kembali ketempat itu dimana saya ada sebelumnya dan berbaring disana hingga mati. Kemudian ia meletakkan kepalanya diatas lengannya untuk ( tidur ) dan mati. Akan tetapi ketika ia terbangun ia mendapati tunggangnya disampingnya bersama dengan makanan dan tunggangannya. Allah SWT lebih bergembira keatas bertobatnya seorang hamba yang beriman dari pada orang ini ( sesudah mengalami kekecewaan ) mencari tunggangannya dengan semua perbekalannya.  ( muslim ).

 

 

 

 

 

 

 

176- Abu Musa r.a. meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : Allah Azza Wajalla memperpanjang tangan rahmat Nya sepanjang malam supaya orang-orang yang berbuat durhaka pada siang hari boleh bertobat,  dan Dia memperpanjang tangan rahmat Nya pada siang hari supaya orang-orang yang berbuat durhaka pada malam hari boleh bertobat.            ( isyarat rahmat Allah ini akan berketerusan ) sampai matahari terbit dari barat ( sesudah mana tiada bertobatnya seseorang yang tidak diterima ).  ( muslim )

 

 

 

 

 

 

 

 

177- Safwan Ubnu Asal  ra. Meriwayatkan Nabi SAW bersabda : Sesungguhnya Allah Azza Wajalla telah meletakkan dibarat sebuah gerbang untuk bertobat, ( tidak perlu disebutkan panjangnya ), yang lebarnya adalah tujuhpuluh tahun perjalanan. Tidak dikunci, selagi matahari tiadak terbit dari arah itu   ( dari barat).   ( ini akan terjadi apabila hari pengadilan akan menjadi sangat dekat dan pintu bertobat akan ditutup. )      ( Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

178- Abdullah Ibnu Umar. R.ahuma meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : Allah SWT menerima pertobatan seorang hamba Nya samapai sakratul maut menjadi nampak.

Catatan : Apabila nyawa seorang meninggalkan jasadnya, maka bunyi berdegug yang aneh yang keluar dari kerongkongan seorang yang dikenal sebagai  “ ghar-ghara “ sesudah itu tidaka ada harapan lagi untuk hidup. Inilah isyarat kematian  yang terakhir sesudah nampak sakratul maut, maka memohon ampun atau beriman adalah sia-sia.

 

 

 

 

 

 

 

 

179- Abdullah Ibnu Amr. R.anhuma meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Jikalau seorang memohon ampun setahun, atau sebulan, atau seminggu, atau sehari, atau satu sa’ah ( kurang kebih dua puluh menit ), bahkan selama waktu antara dua kali perahan susu unta, sebelum kematiannya, maka akan dikabulkan.   ( Mustadarak hakim ).

 

 

 

 

 

 

180- Abdullah Ibnu Mas’ud  meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : Barang siapa bersala atau melakukan suatu dosa dan kemudian menyesal, maka penyesalannya adalah sebagai penghapusan atas dosa-dosanya.   ( Baihaqi )

 

 

 

 

 

 

 

181- Anas ra. Meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : seluruh Bani Adam berdosa akan tetapi sebaik-baik pendosa adalah mereka yang bertobat.   ( Tirmidzi )

 

 

 

 

 

182- Jabir Ibnu Abdullah r.anhuma meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: adalah bernasip baik bagi seorang yang berumur panjang dan Allah SWT  memberikan kepadanya dengan  perhatian Nya.    ( Mustadrak Hakim ).

 

 

 

 

 

 

183- Agharr r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Wahai manusia ! beristighfar  kepada Allah ! karena sesungguhnya saya beristighfar kepada Allah seratus kali setiap hari!    ( muslim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

184- Abdullah Ibnu Jubair r.anhuma meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : Jikalau putra Adam memiliki sebuah lembah penuh dengan emas, ia akan menginginkan yang kedua. Jikalau ia mendapatkan yang kedua, ia menghendaki yang ketiga. Tiada sesuatupun yang memenuhi            ( memuaskan ) perutnya , kecuali debu-debu kuburan.       ( bermakna bahwa keinginannya untuk menambah harta kekayaan hanya akan berhenti apabila ia telah masuk kedalam kuburan).  Allah SWT memalingkan rahmat Nya kepada seorang yang berpaling dengan penuh penyesalan  ( mengubah kiblat hatinya dari tamak kekayan dunia ) kepada Allah.   ( Bukhari )

 

 

 

 

 

 

 

185- Zaid ra. Meriwayatkan : Saya mendengar Nabi SAW bersabda : jikalau seorang mengucapkan :

 

 

 

( Aku memohon pengampunan kepada Allah  yang selainnya tiada yang patut disembah, yang hidup, yang kekal, dan saya berpaling kepadanya dengan pertobatan. )

Ia akan diampuni, bahkan jika ia lari daripada  jihad.  Dalam riwayat yang lain, kalimah ini diucapakan tiga kali.    ( Au Daud dan Mustadrak hakim ).

 

 

 

 

 

 

186- Jabir Ibnu Abdullah r.a. huma meriwayatkan bahwa : Seorang datang kepada Rasulullah SAW  dan berkata : Oh.. dosa-dosaku ! oh….dosa-dosaku ! ia mengucapkan  ini dua kali atau tiga kali, rasulullah SAW menyuruh dia mengucapakan:

 

 

 

 

 

( wahai Allah ampunan Mu adalah jauh lebih luas daripada dosa-dosaku, dan saya mengharapkan rahmat Mu jauh  lebih besar daaripada amalan-amalanku. )

Orang ini mengucapkan kalimat ini. Rasulullah SAW berkata : Ucapkanlah lagi ! ia mengulanginya. Rasulullah SAW berkata : Ucapkanlah kalimah ini sekali lagi ! ia mengulangi kalimah itu untuk kali yang ketiga. Kemudian Rasulullah SAW berkata : sekarang bagunlah, sesungguhnya Allah telah mengampuni kamu.   ( Mustadrak Hakim )

 

 

 

 

 

 

 

 

187- Salma r.anha bertanya : Wahai Rasulullah ! ajarkanlah kepadaku beberapa kalimah yang tidak panjang.  Rasulullah berkata : Ucapkanlah Allahuakbar ( Allah Maha Besar ) 10 kali . Allah berfirman : ini untuk Ku. Kemudian ucapkan : Alhamdulillah ( Maha Suci Allah ) 10 kali. Allah berfirman : ini utnukku !  kemudian ucapkanlah : Allahummagfirli        ( Wahai Allah mpunilah aku ). Allah berfirman : Aku telah mengampuni !  ucapkanlah ini 10 kali. Allah menjawab setiap kali : Aku telah mengampuni kamu !    ( Tabrani dan Majma UZ zawaid )

 

 

 

 

 

 

 

188- Saad Ibnu Abi Waqqas  r.a. meriwayatkan bahwa : Seorang Badui datang kepada Rasulullah SAW dan meminta untuk mengajarkan kepadanya beberapa  kalimah yang ia senantiasa mengulanginya. Baginda mengajarkannya  : Ucapkanlah …….

 

 

 

 

 

 

 

Tiada yang patut disembah kecuali Allah. Dia yang Esa, yang tiada mempunyai sekutu, sesungguhnya Allah maha Besar,  segala pujian adalah milik Allah, Maha suci Allah, Tuhan sekalian alam tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allahyang lagi kuat dan bijaksana ).

Badui itu berkata : kalimah –kalimah ini  adalah untuk Rabbku supaya aku mengingat kepadanya, apa yang ada untukku ? ( yang melauinya saya boleh berdoa ). Rasulullah SAW berkata : Ucapkanlah

 

 

 

 

 

 

( Wahai Allah ampunilah aku , rahmatilh aku, berilah aku petunjuk, berilah rezeki kepadaku, dan anugerahkanlah aku dengan kemanan ).

Disebutkan dalam riwayat yang lain bahwa Rasululah SAW berkata : ucapan ini akan menjadikan kebaikan bagi kamu didunia ini dan di akherat.   ( Muslim )

 

 

 

 

189-  Abdullah Ibnu Amr. Ranhuma meriwayatkan : saya melihat Nabi SAW mengira diatas jari-jari tangannya  ( yang berkah zikir kepada Allah. )   ( Tirmidzi ).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DO’A DAN ZIKIR  DIRIWAYATKAN DARI RASULULLAH SAW

 

 

 

Ayat-ayat Al-Qur’an

 

 

 

 

 

Allah SAW berfirman :  Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku sangat dekat. Aku mengabulkan permohonan setiap orang apabila berdo’a kepada-Ku.                                                                              (Al Baqara 2:186).

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman: Katakan (Muhammad kepada orang-orang kafir) : Tuhan-Ku tidak mengindahkan kamu kalau tidak karena do’a kamu.            (Al Furqan 25:77)

 

 

 

 

Allah SWT berfirman:   Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara perlahan.                                                                                (Al-A’raf 7: 56)

 

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman: Berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harapan.

(Al-A’raf 7:56)

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Dan Allah mempunyai nama-nama yang indah, maka berdo’alah dengan nama-nama itu.                                                  (Al-A’raf 7: 180)

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman :  (Siapakah selain dari ) Dia yang memperkenankan do’a orang yang dalam kesulitan  bila berdo’a kepada-Nya, dan yang meringankan perderitaan.

(An-Naml 27: 62)

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman:  (Mereka) yang berkata bila ditimpah musibah: (Inna lillahi wa inna ilaihi roji’’n) Sesungguhnya! kAmi milik Allah, dan kepada-Nya pasti kami kembali. Mereka itulah yang mendapat karunia dan rahmat dari Tuhan dan mereka itulah yang mendapat petunjuk.                                                                                (Al-Baqara 2: 156-157)

 

 

 

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : (Hai Musa) Pergilah kepada Firaun, sebab dia telah berlaku sewenang-wenang.(Musa) berkata : Tuhan, lapangkalah dadaku; mudahkanlah tugasku bagiku; dan hilangkanlah gangguan dalam bicaraku, biar dia mengerti apa yang kukatakan; dan berilah seorang pembantu dari keluargaku, Harun saudaraku; perkuat aku dengan dia, dan jadikanlah sekutu  dalam tugasku; supaya kami dapat bertasbih kepada-Mu sebanyak-banykanya, dan berzikir kepada-Mu  sebanyak-banyaknya.                           (Ta Ha 20: 24-34)

 

 

 

 

 

 

 

 

Hadis-hadis Nabawi

 

 

 

 

190. Anas ibnu Malik r.a. meriwayatkan  bahwa Nabi SAW bersabda:  Do’a adalah asas ibadah.  (Tirmizi).

 

 

 

 

 

191- Nu’man ibnu Basyir r.anhuma meriwayatkan:  Saya mendengar Nabi SAW bersabda:  Do’a adalah ibadah. Kemudian Baginda membaca ayat :

 

 

 

 

Dan Tuhanmu telah berfirman:  Berdo’alah kepada-Ku, dan Aku akan mendengar do’amu. Sesungguhnya! Orang-orang yang memandang rendah ibadah kepada-Ku ; mereka akan memasuki neraka dengan hinanya.  (Tirmizi).

 

 

 

 

 

 

 

192.  ‘Abdullah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda: Mintalah kepada Allah akan kurnia-kurnianya, karena Allah SWT suka diminta; dan ibadah yang paling mulia adalah mengharapkan kelapangan (sessudah do’a).  (Tirmizi).

Catatan:  Mengharapkan kelapangan bermakna , mengharapkan bahwa do’a yang dilakukan untuk meminta rahmat,hidaayah dan kebaikan, yang insya Allah akan dikabulkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

193.  Tsauban r.a. meriwayatkan :  Rasulullah SAW bersabda:  Hanya do’a yang dapat mengalihkan takdir;  hanya dengan kesolehan memperpanjang umur; dan sesungguhnya seorang yang sering dicabut rezkinya karena ia melakukan dosa. (Mustadrak Hakim).

Catatan:  Hadis ini menjelaskan bahwa telah ditakdirkan oleh Allah SWT bahwa seorang yang memohon dalam do’a akan dikabulkan apa yang ia minta. Dikatakan dalam hadis yang lain bahwa, berdo’a kepada Allah SWT juga sudah ditakdirkan. Dengan cara yang sama, telah ditakdirkan bahwa, jikalau kehidupan seseorang adalah enam puluh tahun, dan jika ia mengerjakan suatu kebaikan seperti Hajji, maka kerena amalannya ini, maka umurnya akan ditambah dua puluh tahun lagi. Sekaraang orang ini akan hidup di dunia ini menjadi delapan puluh tahun.  (Mirqat).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

194.  ‘Ubadah ibnu  Samit  r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda:  Tiadalah seorang Muslim yang ada di atas permukaan bumi ini , yang berdo’a kepada Allah SWT , kecuali do’anya diterima atau karena beberapa masalah yang sebanding dengan do’anya yang dialihkan darinya, atau pahaala yang disediakan baginya. Seorang yang berasal dari suatu kaum berkata: Bilamana do’a seperti ini berlaku ( Do’a pasti dikabulkan atau sesuatu darinya), supaya kami boleh berdo’a sebanyak-banyaknya. Rasulullah SAW berkata: Allah Maha Pemurah (daripada semua apa yang dapat diminta dari-Nya). (Tirmizi, dan Mustadrak Hakim).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

195.  Salman Al farsi ra.meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya Allah SWT memiliki penghargaan yang kaya tentang haya ( malu ) dan banyak mengabulkan tanpa berdo’a. apabila seorang mengangkat tangannya dalam do’a maka Alah SWT merasa malu memalingkan hamba Nya pergi dengan tangan kosong ( tidak dapat diragukan lagi Dia mengambil keputusan untuk memberinya sesuatu ).     ( Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

196- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis qudsi : Allah SWT berfirman : Aku bersama dengan hamba Ku sebagaimana sangkaannya terhadap Ku, dan Aku bersamanya apabila ia berdoa’a kepada Ku.     ( Muslim )

 

 

 

 

 

 

197- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan :Rasulullah SAW bersabda : Tiada yang lebih terhormat pada pandangan Allah SWT daripada do’a.    ( Tirmidzi )

 

 

 

 

 

198- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasululah SAW bersabda : Barangsiapa yang menghendaki Allah SWT menerima do’a nya ( apabila menghadapi ) masalah dan kesulitan maka hendaklah ia berdo’a sebanyak-banyaknya pada masa yang disukai.             ( Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

199- Ali r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : do’a adalah senjata bagi orang mukmin, pilar agama, dan cahaya langit dan bumi.    ( Mustadrak hakim ).

 

 

 

 

 

 

 

 

200- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : Do’a seorang hamba              ( Allah) terus diterima, sehingga ia berdo’a untuk sesuatu dosa atau sesuatu yang memutuskan tali persaudaraan , asalkan ia tidak bersabar. Ditanya : Wahai Rasululah ! apa yang dimaksudkan dengan tidak sabar ? Baginda SAW berkata : saya sudah berdo’a lagi dan lagi, akan tetapi saya tidak melihat jawabannya kemudian ia menjadi berputus asa            ( dalam keadaan sedemikian ) dan meninggalkan do’a.   ( Muslim )

 

 

 

 

 

 

 

201- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : hendaklah manusia berhenti mengangkat mata mereka kelangit ketika sedang dalam shalat, kalau tidak pandangan mereka tidak akan kembal.    ( Muslim )

catatan: mengangkat mata kearah langit ketika berdiri dalam shalat dilarang karena sering terjadi.      ( Fathul Mulhim )

 

 

 

 

 

 

202- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : berdoalah kepada Allah SWT dengan keyakinan yang teguh yang doamu pasti diterima dan ketauhilah bahwa Allah SWT Allah SWT tidak mengabulkan do’a yangdatang dari seorang yang lalai atau hati yang tidak tawajjuh.    ( Tirmidzi )

 

 

 

 

203- Habib Ibnu Maslamah Al Fihri r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Tidaklah suatu maljis yang sebagian orang berdo’a dan yang lain mengaminkan kecuali Allah SWT menjawab kepada do’a mereka       ( Mustadrak hakim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

204- Zuhair Numairy r.a meriwayatkan : kami keluar bersama Rasulullah SAW pada suatu malam dan kami datang kepada seorang yang sedang berdo’a denga tekunnya. Rasulullah SAW berdiri dan mendengar kepada do’anya dan kemudian berkata : sesungguhnya doanya pasti diterima jika ia meletakkan penutup diatasnya. Salah satu daripada mereka berkata : Bagaimana caranya meletakkansebuah penutup keatasnya ? Rasullah SAW menjawab : Amin ! ( jika ia menyempurnakan doa’nya dengan amin, maka ini adalah jaminan bagi diterima doanya). Orang yang meminta tentang penutup ini, pergi kepada orang yang sedang berdoa, dan berkata : hai fulan ! sempurnakan doamu dengan amin dan ambillah khabar gembira tentang penerimaan doamu.   ( Abu daud )

205- Aisah r.anha meriwayatkan: Rasulullah SAW menyukai doa yang melipuiti banyak hal dan meninggalkan yang lain.              ( Abu Daud )

Catatan : Doa yang meliputi banyak hal yang terdiri dari kalimat-kalimat yang pendek akan tetapi mempunyai makna yang mendalam, atau doa yang menyangkut kebaikan di dunia ini dan kehidupan akherat. Atau boleh bermakna yang meliputi semua orang beriman sebagaimana satu doa yang lazim, adalah doa yang meliputi banyak hal dari Rasulullah SAW :

 

 

 

Wahai Tuhan kami berikanlah kami kebaikana dalam dunia ini dan kebaikan dalam kehidupan sesudah ini dan selamatkanlah kami dari azab neraka !         ( baslul Majhud )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

206- Putra Saad r.a. berkata : pada suatu ketika saya sedang berdoa sebagaimana doa berikut : Wahai Allah ! aku memohon kepadamu sorga, ni’mat-ni’matnya  dan kesenangannya dan sekian dan sekian. Dan saya berlindung kepada engkau dari api neraka, dari rantai-rantainya, dari belenggu-belenggunya dan dari sekian dan sekian azab. Ayahku mendengar ini dan berkata : wahai anakku ! saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : masanya tidak lama lagi akan datang apabila orang akan berlebih-berlibahan di dalam doa mereka. Berhentilah dari bergabung dengan mereka, jikalau engkau mendapatkan sorga, maka engkau akan mendapatkan semua ni’mat sorga. Dan jika engkau terselamat dari neraka, maka engkau akan diselamatkan dari semua azabnya. ( oleh karena itu tidak perlu untuk pergi kedalam rinci yang terkecil dalam doamu, akan tetapi mintalah sorga dan berlindunglah dari neraka sudah mencukupi ).        ( Abu daud )

 

 

 

 

 

 

 

 

207- jabir r.a. meriwayatkan : saya mendengar Nabi SAW bersabda : sesungguhnya ada suatu masa pada malam hari dimana tiada hamba Allah yang muslim yang berdoa kepada Allah untuk kebaikan dalam dunia ini atau kebaikan dalam kehidupan aklheart, kecuali Allah mengabulkan untuknya. Dan ini berlaku setiap  malam.    ( Muslim )

 

 

 

 

 

 

 

208- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala  setiap malam turun kelangit dunia yang paling rendah, ketika sepertiga malam  yang terakhir dan berfirman : adakah seorang yang akan memohon kepadaku dalam doa supaya  Aku mengabulkannya ! adakah seorang yang meminta kepada Ku maka Aku akan memberi kepadanya ? adakah seorang yang memohon keampunan daripada Ku, maka saya akan mengampuninya ?         ( Bukhari )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

209- Muawaiyah Ibnu Abu Sofyan r.ahuma meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang memohon kepada Allah untuk sesuatu dengan kalimat-kalimat yang ilahi ini Allah akan mengabulkan baginya dengan kepastian :

 

 

 

 

( Tiada yang patut disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar ; tiada yang patut disembah kecuali Allah, Dia yang Esa dan tiada sekutu pada Nya; kepada Nya yang mempunyai kerajaan dan kepada Nya segala pujian,  ia berkuasa atas segala sesuatu, dan tiada yang patut disembah kecuali Allah, tiada yang punya kuasa kecuali Allah.                     ( Tabrani dan majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

210- Rabi’ah Ibnu Amr ra. Meriwayatkan : Saya mendengar Nabi SAW bersabda : mintalah dalam doamu dengan ketekunan yang kuat dengan Ya Dzal djalali wal ikram           ( Wahai pemilik ke agungan dan kemegahan ! )    ( mustadarak hakim )

 

 

 

 

 

 

 

211- Salamah Ibnu Al Aqwa Aslami r.a. meriwayatkan : saya tidak pernah mendengar suatu doa dimana Rasulullah SAW  tidak melalui doanya dengan kalimah ini

 

 

 

( Maha suci Tuhanku Yang maha Tinggi, pemberi yang maha murah ).    ( musnnad Ahmad dan tabrani )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

212- Buraidah r.a meriwayatkan bahwa : suatu ketika Rasulullah SAW mendengar seorang berdoa sperti berikut :

 

 

 

 

 

( Wahai Allah ! Aku berseru kepada Mu dan bersaksi bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah dan tiada yang patut disembah kecuali Engkau Yang Esa, Yang tidak bergantung kepada siapapun, dan segala yang lain bergantung kepada Nya, Yang tiada beranak, dan tidak memperanakkan, dan tiada yang serupa dengan Nya. ) rasulullah SAW bersabda : Engkau telah berdoa kepada Allah dalam doa dengan suatu nama yang apa saja diminta pasti diberikan dan apa saja yang di doakan pasti terkabul.      ( Abu Daud ).

 

 

 

 

 

213- Hasma binti Yazid r.anha meriwayatkan : Nabi SAW bersabda :  Allah mempunyai nama-nama yang Agung  ( Ismul ‘Azam )yang terdapat dalam dua ayat ini :

 

 

 

 

Dan Tuhanmu adalah Esa, Tiada yang patut disembah kecuali Dia yang maha Pengasih lagi Maha Penyayang  ( 2:2.163 ), dan

 

Allah, selain Dia tiada yang patut disembah, yang hidup dan yang kekal. (3:1 )                       ( Tirmidzi)

 

 

 

 

 

 

 

214- Anas Ibnu Malik r.a. meriwayatkan : Kami sedang duduk dalam suatu majlis dengan Rasulullah SAW, seorang laki-laki sedang mengerjakan shalatnya. Apabila ia menyempurnakan ruku’nya, sujudnya, tasyahud  ia berdoa dengan kalimat-kalimat berikut :

 

 

 

 

 

 

 

(Wahai Allah ! aku bermohon kepada Engkau sebagaimana segala pujian hanya kepada Mu dan tiada yang patut disembah kecuali Engkau, Engkaulah pencipta langit dan bumi. Ya Rabb Ya Dzal djalali Wal Ikram ! Wahai yang hidup, yang kekal! Rasulullah SAW berkata sesungguhnya ia telah berdoa kepada Allah dengan nama-nama yang agung dari Allah ( Ismul A’zam ). Apabila seseorang berdo’a dengan kata-kata ini apa saja yang diminta akan diberikan dan apa saja permohonan akan dikabulkan.     ( Mustadrak Hakim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

215- Said Ibnu Malik r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Tidakkah aku memberitahukan kamu tentang nama Allah yang paling Agung ( Ismul A’zam ), yang apabila digunakan dalam do’a pasti doanya dikabulkan , dan apa saja yang diminta akan diberikan ? doa ini adalah salah satu yang melaui mana Yunus .a.s menyeruh ( Allah ) dari dalam tiga kegelapan ( kegelapan malam, kegelapan samudra, dan kegelepan perut ikan yang besar ) ,

 

 

 

 

( Tiada yang patut disembah kecuali Allah, Maha suci Engkau sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang mendzalimi diri mereka sendiri!)

Seorang bertanya : wahai Rasulullah apakah doa ini hanya untuk Yunus .a.s atau untuk semua orang yang beriman ?  Rasulullah SAW berkata : Tidakkah engkau mendengar firman-firman Allah ?

 

 

Dan kami selamatkan Yunus dari malapetakanya demikian pula kami memberikan keselamatan kepada semua orang beriman. Rasululah SAW bersabda : Apabila seorang muslim berdoa dengan ucapan ini empat puluh kali selama ia sakit, dan jikalau ia mati karena penyakit itu, ia mendapat pahala satu mati sahid. Dan jika ia sembuh dari penyakit itu, maka dengan kesembuhannya semua dosanya diampuni.         ( Mustadrak hakim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

216- Ibnu Abbas r.a. anhuma meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : lima macam doa yang pasti dikabulkan : Doa seorang yang di zalimi ketika ia memohon pertolongan dari Allah, doa seorang yang pergi menunaikan ibadah haji sehingga ia kembali ke rumahnya, doa seorang yang berjihad di jalan Allah sehingga ia kembali, doa seorang yang sakit sehingga ia sembuh, dan doa seorang saudara yang berdoa bagi saudaranya ketika ia tidak ada. Rasulullah SAW bersabda : Doa yang paling cepat jawabannya adalah doa seorang saudara kepada saudaranya ketika ia tidak ada .             ( Baihaqi )

 

 

 

 

 

217- Abu Hurairah r.a meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : ada tiga doa yang pasti dijawab yang tidak dapat diragukan :  Doa seorang ayah  (bagi anak-anaknya ), doa seorang mussafir, dan doa seorang yang di zalimi.        ( Abu Daud )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

218- Abu Umamah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : dudukku sesudah shalat fajar sehingga terbit matahari sambil berdzikrullah, dengan mengagungkan Nya, memuji Nya, memuliakan Nya, dan membenakan ke Esaan Nya adalah lebih aku sukai daripada memerdekakan dua atau lebih hamba sahaya dari antara keturunan Ismail a.s. demikian pula (duduk mengasikkan diri dengan zikrullah ) dari shalat Ashar sehingga terbenam matahari, lebih aku sukai daripada memerdekakan empat hamba sahaya dari antara keturunan Ismail a.s.  ( Musnad Ahmad )

 

 

 

 

 

 

 

219- Ibnu umar r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang tidur pada malam hari  dalam keadaan berwuduk, seorang malaikatmenghabiskan malamnya didekat tubuhnya bersama dengannya. Ia tidak bangun dari tidur, tetapi malaikat itu terus berdoa : waahai Allah ! ampunilah hamba Mu ini, karena sesungguhnya ia telah tertidur dalam keadaan berwuduk.   ( Ibnu Hibban )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

220- Muadz Ibnu Jabal r.a. meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : Tidaklah seorang muslim yang pergi tidur dalam keadaan bersuci ( sesudah mengambil wudhuk ) dan berdzikir kepada Allah, dan bangun pada malam hari, dan berdoa kepada Allah untuk kebaikan didunia ini dan kebaikan diakherat, kecuali Allah akan mengabulkan doa baginya.    ( Abu Daud )

 

 

 

 

 

 

221- Amar Ibnu Abasah r.a. meriwayatkan : Rasulullah memberitahu aku : sesungguhnya Rabb datang paling dekat kepada hamaba Nya adalah pada bagian terakhir dari malam, jikalau memungkinkan bagi kamu untuk berdzikir kepada Allah SWT pada waktu itu, maka lakukanlah demikian.                                           ( Mustadrak hakim )

 

 

 

 

 

 

 

222- Umar Ibnu Al Khattab r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : akankah seorang tertidur pada malam hari dan gagal untuk membaca Al Qur’an sebagaimana biasa  atau  separuh darinya, dan ia membacanya antara shalat fajar dan shalat dzhuhur pada hari berikutnya maka akan dicatat baginya seolah-olah ia telah membacanya pada malam yang lampau.     ( Muslim )

 

 

 

 

 

223- Abu Ayub r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : jikalau seorang membaca sepuluh kali  diwaktu pagi

 

 

 

 

 

Tiada yang patut disembah keculai Allah, (Dia yang Esa tanpa sekutu bagi Nya, kepada Nya milik segala kerajaan, kepadanya segala  pijian, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu ! maka akan tercatat baginya sepuluh kebaikan dan sepuluh amal buruk dihapuskan dan sepuluh derajat dinaikkan baginya dan satu pahala yang sepadan dengan membebaskan empat orang hamba sahaya. Selain ini, ia akan dilindungi dari setan sehingga sore hari. Dan barangsiapa yang membaca kalimat-klaimat ini sesudah shalat maghrib ia akan mendapatkan semua pahala ini sehingga fajar.      ( Ibnu Hibban )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

224- Abu huarairah r.a.meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang mengucapkan seratus kali diwaktu pagi dan seratus kali di waktu petang

 

 

 

 

 

Maha suci Allah, dan segala puji bagi Nya ……maka tiadalah seorang yang datang dengan sesuatu yang lebih unggul; pada hari  kaimat, kecuali ia mengucapkan apa yang telah diucapkannya atau lebih dari ini.   ( Muslim ) dlam riwayat yang lain, kalimat tersebut disebutkan :

 

 

Maha suci Allah yang kebesarannya tiada bandingan , dan segala puji bagi Nya   (  Muslim dan Abu Daud )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

225- Abu Huirairah r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Nabi SAW bersabda : barangsiapa yang mengucapkan seratus kali diwaktu pagi, dan seratus kali diwaktu petang :

 

 

 

 

Maha suci Allah dan segala puji baginya…….. maka dosa-dosanya akan diampuni bahkan jika ia memiliki dosa-dosa yang lebih besar daripada buih dilautan.     ( Mustadrak Hakim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

226- Seorang sahabat meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa mengucapkan dipagi hari dan dipetang hari :

 

 

 

 

 

Kami ridha sebagai Rabb kami dan dengan islam sebagai agama kami dan dengan Muhammad SAW sebagai Rasul kami ….. maka menjadi wajib bagi Allah untuk ridha kepadanya pada hari kiamat.      ( Abu Daud ) Dalam riwayat yang lain, doa ini digalakkan untuk diulangi sebanyak tiga kali diwaktu pagi hari dan diwaktu petang hari.      ( Musnad Ahmad )

 

 

 

 

 

 

 

227- Abu Darda r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang mengucapkan selawat kepadaku sepuluh kali diwaktu pagi dan sepuluh kali diwaktu petang maka sungguh akan mendapat safaatku pada hari kiamat          ( Tabrani dan Majma Uz zawaid)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

228- Hasan Rahimahullahu meriwayatkan : Samura Ibnu Jundup r.a. berkata : Tidakkah saya meriwayatkan kepada engkau sebuah hadist yang saya dengar dari Rasululah SAW beberapa kali, dan juga dari Abu bakar dan Umar r.anhuma ? saya berkata : beritahukanlah kepada kami! Samura r.a. berkata : barangsiapa yang membaca diwaktu pagi dan diwaktu petang :

 

 

 

 

 

 

wahai Allah Engkau telah menciptakan aku, dan Engkaulah Yang memberi petunjuk kepadaku dan Engkaulah Yang memberi makan kepadaku dan Engkaulah yang memberi minum kepadaku, dan Engkaulah Yang mematikan aku dan Engkaulah Yang akan membangkitkan aku.

Barangsiapa yang berdoa kepada Allah dengan kalimat-kalimat ini, maka pasti akan diberikan apa yang ia minta. Abdullah Ibnu Salam r.a. berkata : Musa a.s. membaca kalimat-kalimat ini dalam doa Tujuh kali setiap hari dan Allah mengabulkan kepadanya apa yang ia minta.                 ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

229- Abdullah Ibnu Ghanam Bayadi r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang mengucapkan doa ini diwaktu pagi hari

 

 

 

 

Wahai Allah ! apa saja ni’mat atau kebaikan yang telah datang kepadaku, atau kepada makhluk-makhluk Mu, diwaktu pagi sesungghnya datang daripada Engkau sendiri, Engkau tidak mempunyai sekutu, dan kepada Engkau segala pujian, dan rasa terima kasih……sebagai ungkapan rasa sukur yang sempurna bagi semua ni’mat pada hari itu; dan barangsiapa yang membaca doa yang sama diwaktu petang hari menjadi ungkapan rasa sukur yang sempurna bagi semua ni’mat pada malam itu.  ( Abu Daud dan Nasa’I )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

230- Anas Ibnu Malik r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabsda :    Barangsiapa yang membaca satu kali diwaktu pagi atau diwaktu petang :

 

 

 

 

 

 

Ya Allah sesungguhnya aku memasuki waktu pagi dengan menjadikan Engkau dan para pembawa arsy Mu dan para malaikat Mu serta semua mahluk Mu, sebagai saksi bahwa tiada yang patut disembah kecuali Engkau dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul Mu, maka niscaya Allah membebaskan  seperempat badannya dari neraka. Kemudian apabila deiucapkannya dua kali Allah SWT akan membebaskan separuh badannya dari neraka dan barangsiapa yang mengucapkan tiga kali, Allah Ta’ala akan membebaskan badanya seperempat dari Neraka. Dan barangsiapa yang membacanya empat kali, Allah Ta’ala akan membebaskannya secara total dari neraka.     ( Abu Daud ).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

231- Ans Ibnu Malik r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW menasehatkan kepada Fatimah r.a. : Dengarlah nasehatku baik-baik. Hendaklah engkau senantiasa membaca doa ini diwaktu pagi dan diwaktu petang

 

 

 

 

Wahai Tuhan yang hidup dan yang selalu mengurusi makhluknya kepadamu aku minta pertolongan, maka baikkanlah urusanku semuanya dan janganlah meninggalkan aku sekejap matapun  sebagai korban hawa nafsuku.      ( Mustadrak Hakim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

232- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Seorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata : Wahai Rasulullah !   seekor kalajengking menyengat aku tadi malam, rasulullah SAW menjawab : jikalau engkau mengucapkan diwaktu petang doa ini :

 

 

 

 

 

Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sepurna dari kejahatan makhkluknya …..maka niscaya ia tidak akan membahyakanmu    (muslim )

Catatan : Menurut pendapat beberapa ulama, dengan kalimat Allah yang sempurna dimaksudkan adalah Al Qur’an

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

233- Abu urairah r.a. meriwayatkan : nabi SAW bersabda : barangsiapa yang membaca doa ini tiga kali diwaktu petang :

 

 

 

 

 

 

Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluknya …… maka niscaya tiada bisa macam apa saja yang membahayakannya pada malam itu.

Suhail rahimahullahu berkata istriku menghafal kalimat-kalimat ini dan senantiasa membacanya setiap malam. Pada suatu malam seekor serangga berbisa menyengat anak gadisnya yang kecil, akan tetapi ia tidak merasa sakit sedikitpun.      ( Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

234- Ma’qul Ibnu Yasar r.a. : Nabi SAW bersabda : barangsiapa yang membaca tiga kali diwaktu pagi :

 

 

 

 

 

Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetauhi dari syetan yang terkutuk …….dan membaca tiga ayat terakhir dari surat Al Hasyr maka Allah SWT akan mewakilkan dengannya tujuh puluh ribu malaikat yang mendoakannya hingga tiba waktu sore dan apabila ia mati dalam hari itu maka dikira mati sahid dan barangsiapa yang mengucapkannya diwaktu sore iapun mendapat derajat yang sama.     ( Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

235- Ustman Ibnu Affan r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa membaca kalimat-kalimat berikut tiga kali diwaktu petang

 

 

 

 

Dengan nama Allah yang dengan namanya tidak bisa tertimpa bahaya oleh suatu apapun dibumi dan dilangit dan Dia maha Mendengar lagi Maha Mengetauhi maka ia tidak akan ditimpa bahaya oleh sesuatu apapun pada pagi itu dan jikalau ia mengucapkannya tiga kali diwaktu pagi maka tidak akan ditimpa bahaya oleh sesuatu apapun sehingga petang hari.     ( Abu daud )

 

 

 

 

 

 

 

 

236- Abu Darda r.a. meriwayatkan : Barangsiapa mengucapkan kalimat-kalimat ini tujuh kali diwaktu pagi dan tujuh kali diwaktu petang dengan ikhlas

 

 

 

 

Cukuplah Allah bagiku, tiada yang patut disembah kecuali Dia, dan kepada Nya aku bertawakkal, dan Dialah Rabb Arsy yang Agung …… Allah akan mencukupkan baginya terhadap segala kesedihan ( dalam dunia ini dan di akherat ), adakah ia beriman kepada keunggulan kalimah ini atau tidak.           ( Abu Daud )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

237- Ibnu Umar r.a.nhuma meriwayatkan : Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan membaca kalimat-kalimat berikut  diwaktu pagi hari dan diwaktu petang hari  :

 

 

 

 

 

 

 

( Wahai Allah ! Aku mohon kepada Mu keselamatan lahir bathin di dunia dam diakherat, wahai Allah aku mohon kepada Mu ampunan dan keselamatan dalam urusan agamaku dan duniaku dan keluargaku serta hartaku. Wahai Allah ! tutupilah auratku dan amankanlah aku dari ketakutan, wahai Allah ! lindungilah aku dari depanku dan dari belakangku, dari sebelah kananku dan dari sebelah kiriku dan dari atasku serta aku berlindung dengan keagungan Mu agar tidak dibinasakan dari bawahku )             (Abu Daud )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

238- Saddad Ibnu Aws r.a. meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : induk istighfar adalah mengucapkan :

 

 

 

 

 

 

 

 

( Wahai Allah ! Engkau Tuhanku tiada Tuhan sekalian Engkau, Engkau ciptakan aku dan Aku adalah hamba MU dan aku dalam jaminan dan janji Mu menurut kemampuanku, aku mengakui kepada Mu atas kenikmatan Mu padaku dan Aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku sesungghnya tiada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau, aku berlindung kepadamu dari kejahatan perbuatanku. Rasulullah SAW kemudian bersabda : barangsiapa mengucapkan itu pada hari itu dengan penuh keyakinan dan mati sebelum petang hari maka ia termasuk penghuni sorga. Dan apabila ia mengucapkannya diwaktu malam dengan keyakinan yang teguh dan diwaktu pagi mati maka ia termasuk penghuni sorga.      ( Bukhari )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

239- Ibnu Abbas r.a. meriayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang mengucapkan diwaktu pagi hari ( surat 30: 17, 18,19 )

 

 

 

 

 

 

 

Maha Suci Allah tatkala kau memasuki malam dan waktu pagi, bagi Nya segala puji dilangit dan dibumi, diwaktu malam dan diwaktu tengah hari, Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan menghidupkan bumi stelah mati dan demikianlah kamu akan dikeluarkan, (pada hari kiamat )……maka pada siang itu ia dapat rnenyusul ketinggalannya ( dari amal kebaikannya yang istiqoma ), dan barangsiapa yang mengucapkannya diwaktu petang ia akan mendapatkan malam itu pahala yang dapat menyusul ketinggalannya   ( dari amal kebaikannya yang istiqoma )          ( Abu Daud )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

240- Abu malik Al Asyja’I r.a. meriwayatkan : Rasululah SAW  bersabda : Apabila seseorang masuk kedalam rumahnya hendaklah ia mengucapkan :

 

 

 

wahai Allah ! aku mohon kepada Mu kebaikan ketika masuk kedalam rumah dan kebaikan ketika keluar dari rumah, dengan nama Allah kami masuk, dengan nama Allah kami keluar, kepada Allah kami bertawakkal ……., kemudian hendaklah ia mengucapkan salam kepada keluarganya ( denghan ucapan Assalamualaikum )        ( Abu Daud )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

241- Jabir Ibnu Abdullah r.anhuma meriwayatkan : Saya mendengar nabi SAW bersabda : apabila seseorang memasuki rumahnya dan menyebut nama Allah SWT ketika masuk dan juga ketas makanannya setan berkata ( kepada kawan-kawannya ) : kamu tidakl ada tempat untuk bermalam  dirumah ini dan tiada makanan bagi pada  malam  ini . akan tetapi apabila seoarng masuk tanpa menyebut nama Alah, maka masuknya ia ke dalam rumah, ( setan berkata kepada kawan-kawannya ) : kamu ada tempat untuk bermalam pada rumah ini. Dan apabila ia tidak menyebut nama Allah pada makanannya, maka setan berkata                   ( kepada kawan-kawannya) kamu ada tempat untuk bermalam  dan juga ada makan malam bagi kamu.   ( muslim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

242-  Umi salma r.anha meriwayatkan : tidak pernah Rasulullah  SAW meninggalkan rumah saya, kecuali baginda memandang ke arah langit ia mengucapka doa ini :

 

 

 

 

Wahai Allah ! Aku berlindung kepada Engkau yang aku boleh tersesat, atau menyebabkan orang lain tersesat atau tergelincir ( dari jalan yang lurus ) atau menyebabkan orang lain tergelincir ( dari jalan yang lurus ), atau melakukan perbuatan yang berlebih-lebihan, atau menyebabkan orang lain melakukan perbuatan yang berlebih-lebihan atau aku boleh melakukan perbuatan yang tidak wajat dalam kejahilan, atau menyebabkan orang lain melakukan perbuatan yang tidak wajar dalam kejahilan.    ( Abu Daud )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

243- Anas Ibnu malik r.a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang mengucapkan pada waktu keluar dari rumahnya :

 

 

 

 

 

 

 

Dengan nama Allah, kepada Allah aku bertawakkal, tiada daya kecuali dengan Allah …… maka dikatakan kepadanya ( oleh para malaikat ) : Engkau dicukupkan  (pada hari ) dan engkau dilindungi dari perbuatan jahat, dan setan melarika diri darinya.   ( Tirmidzi ) dikisahkan dari riwayat yang lain : engkau telah mendapat petunjuk, kerjamu telah disempurnakan ( engkau dicukupkan pada hari ini ), dan engkau dilindungi. Maka setan-setan akan lario daripadanya : satu setan memberitahu yang lain : bagaimana kamu boleh menguasai orang ini, yang telah mendapat petunjuk, telah dicukupkan, dan telah di lindungi ?  ( Abu daud)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

244- Ibnu Abbas r.anhuma meriwayatkan : Rasulullah SAW apabila dalam kecemasan maka ia mengucapkan  :

 

 

 

 

 

Tiada Tuhan kecuali Allah yang tiada bandingan kebesaran dan pengampunannya , tiada Tuhan kecuali Allah, Tuhan Arsy yang Maha Hebat, Tiada yang patut disembah kecuali Allah Tuhan langit, Tuhan bumi dan Tuhan Arsy yang Hebat.             ( Bukhari )

 

 

 

 

 

 

 

 

245- Abu Bakra r.a. meriwayatkan : Rasululah SAW bersabda : apabila seorang dalam keadaan kesulitan boleh berdoa dengan doa berikut :

 

 

 

Wahai Allah ! aku mengharap rahmat Mu, maka jangan serahkan aku kepada diriku sekejap matapun, baikkanlah urusanku semuanya tiada Tuhan selain Engkau.    ( Abu Daud )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

246- Umi salama r.anha istri rasulullah SAW meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : tidaklah seorang hamba yang mengalami musibah lalu mengucapkan :

 

 

 

 

 

 

 

Sesungghnya kita adalah kepunyaan Allah dan sesungghnya kepada Nya kita kembali, wahai Allah berilah pahala kepadaku dalam musibah ku dan gantilah aku dengan yan glebih baik dari padanya melainkan Allah SWT memberinya pahala dalam musibahnya dan menggantinya degan yang lebih baik daripadanya. Ia ( Umi salamah r.anha ) berkata : ketika Abu Salamah r.a meninggal saya berdoa dengan apa yang diperintahkan Nabi SAW  kepadaku, maka Allah SWT memberikan saya Rasulullah ( sebagai suami ) yang lebih baik baginya.     ( muslim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

247- Sulaiman Ibnu Surad r.a meriwayatkan : Nabi SAW berkata  ( tentang seorang yang menunjukkan kemarahannya kepada orang lain ) : jikalau orang ini mengucapkan Audzubillahiminasyaithan

 

 

Aku berlindung kepada Allah dari syetan yang terkutuk……. Maka marahnya akan redah.   (Bukhari )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

248- Abdullah Ibnu mas’ud r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Apabila seorang yang ditimpa oleh keperluan karena lapar lalu meminta kepada orang lain maka ini tidak akan menghilangkan kelaparannya. Akan tetapi sweorang yang ditimpa oleh keperluan lalu meminta kepada Allah untuk menghilangkannya maka dengan segera Allah SWT menguruskan rezekinya. Ia boleh mendapatkannya dengan segera, atau beberapa saat setelah itu.   ( Tirmidzi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

249- Abu vail rahimahullahu meriwayatkan : seorang mukatab ( hamba sahaya ) datang kepada Ali r.a. dan berkata : saya berada dalam kesulitan untuk membayar sejumlah uang tebusan dalam masa yang disepakati, ntuk membebaskan diri saya ( dari perhambaan ), maka tolonglah saya.  Ali r.a. memberitahu kepadanya : maukah saya mengajarkan kepada kamu bebrapa kalimat yang Rasulullah SAW ajarkan kepadaku ? jikalau engkau dalam keadaan berhutang yang sama dengan jumlah seer ( mata uang Yaman ) bahkan Allah SWT akan menanggung hutang itu bagi kamu ucapkanlah kalimah ini

 

 

 

Ya…Allah cukupkanlah aku dengan yang halal tanpa yang haram dan cukupkanlah aku dengan keutamanmu tanpa yang selain Engkau.     ( Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

250- Abu said Al kudri r.a. meriwayatkan : pada suatu hari Rasulullah SAW datang ke masjid dan ia memperhatikan seorang Anshar Abu Umamah. Rasulullah SAW bertanya : ada apa ? saya melihat kamu duduk menyendiri dalam mesjid lain daripada waktu shalat. Abu Umamah r.a. berkata : Wahai Rasulullah ! saya sedang dirundung oleh kecemasan dan hutang. Baginda SAW berkata : Tidakkah aku mengajarkan kepada engkau yang dengan doa itu apabila engkau berdoa Allah akan menghilangkan kecemasanmu dan menjadikan kamu dapat membayar hutang-hutangmu. Abu umamah r.a. berkata : ajarkanlah kepadaku !  Rasulullah SAW berkata: ucapkanlah kalimat-kalimat ini diwaktu pagi dan diwaktu petang :

 

 

 

 

 

Wahai Allah !  aku berlindung kepada Mu dari kesusahan dan kedukaan, aku berlindung kepada Mu dari kelemahan dan kemalasan,  aku berlindung kepada MU dari sifat penakut dan kekiran, dan aku berlindung kepada Mu dari kebanyakan hutang dan penindasan orang. Abu Umamah r.a. berkata aku menjalankan suruan itu dengan mengucapkan diwakut pagi dan diwaktu petang  dan sungguh  Allah SWT telah menghilangkan kesusahan dan keresahanku serta melunaskan hutangku.        ( Abu daud )

 

 

 

 

 

 

 

 

251- Abu Musa Al Ashari r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : jika anak manusia mati, maka berkata Allah SWT kepada para malaikatnya : Apakah kamu telah

 

 

 

 

 

mencabut nyawa anak hamba Ku, mereka menjawab : Ya. Kemudian Allah bertanya apakah kamu membawa hamba Ku yang dikasihi itu ? mereka menjawab : ya kemudian Allah bertanya : apa kata hamba Ku ( ketika kamu mencabut nyawa anak hamba Ku ? ) mereka mejawab ia memuji Mu dan berkata : Innalillahi wainna rojiun sesungguhnya kita berasal dari Allah dan kepada Nya kita kembali. Maka berkata Allah SWT kepada para malaikat Nya : dirikanlah bagi hamba Ku sebuah rumah disurga dan namakanlah Baitul Hamdi ( Rumah Pujian ).    ( Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

252- Buraidah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW mengajari para sahabat apabila keluar menuju kuburan agar mengucapkan :

 

 

 

Semoga kesejahteraan atas kamu penghuni kubur ari kaum mukminin, apabila Allah menghendaki kami pasti menyusulmu. Kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan  kamu.     ( Muslim )

 

 

 

 

 

 

 

 

253- Umar Ibnu Al khattab r.a.meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : apabila seorang memasuki pasar hendaklah dia mengucapkan doa :

 

 

 

 

 

 

Tiada yang patut disembah kecuali Allah, Dia yang Esa dan tiada sekutu bagi Nya, kepada Nya milik segala kerajaan dan kepada Nya segala pujian, yang menghidupkan dan yang mematikan, Dia yang hidup kekal dan tidak mati, dan didalam tangannya segala kebaikan, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu…..Allah akan mencatat baginya satu juta kebaikan dan menghapuskan darinya satu juta amal keburukan, dan menaikkan kedudukannya satu juta derajat.  Dalam riwayat yang lain disebutkan : Sebuah istana akan didirkan baginya dalam surga, ditempat yang meninggikan kedudukannya dengan satu juta derajat.   ( Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

254- Abu bardza al Aslami r.a. meriwayatkan bahwa ( pada bagian akhir dalam hidupnya ) apabila Rasulullah SAW hendak meninggalkan suatu majlis Baginda mengucapkan :

 

 

 

Maha suci Engkau wahai Allah, dan bagi Mu segala pujian aku bersaksi bahwa tiada yang patut disembah kecuali Engkau, aku mohon ampunan dari Mu dan aku bertobat kepada Mu. Ada seorang berkata kepada Nya : wahai Rasulullah ! sekarang engkau mengucapkan suatu doa, yang doa seperti ini belum pernah engkau ucapkan sebelumnya. Baginda menjawab : ini adalah suatu penghapus ( atas kesalahan-kesalahan ) yang dilakukan dalam majlis. ( Abu daud)

 

 

 

 

 

 

 

255- Zubair Ibnu Mu’in r.a.meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : jika seorang berdoa      ( pada akhir  ) suatu majlis dengan doa ini :

 

 

 

 

 

 

 

Maha Suci Allah dan segala puji bagi Nya. Ya Allah, aku memuji dan memuliakan Engkau, Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau danaku memohon ampunan Mu dan kepada Engkau aku bertobat. .….  doa ini adalah seperti sebuah penutup bagi majlis itu. Doa ini ( dalam majlis di akui oleh Allah ), dan pahala Nya disimpankan dengan Nya, apabila doa ini diucapkan dlam sebuah majlis yang mana percakapan yang sia-sia dan tidak bemanfaat, maka doa ini menjadi penghapus bagi dosa-dosa majlis itu.   ( Mustadrak Hakim )

 

 

 

 

 

 

 

256- Aisyah r.anha meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW mendapat seekor kambing sebagai hadiah, baginda berkata : ( wahai Aisyah ) bagi-bagikanlah. Apabila hamba Nya yang perempuan kembali dari membagi-bagikan daging itu,  Aisyah r.anha bertanya apa yang dikatakan oleh mereka : hamba Nya yang perempuan menjawab mereka berkata :

 

 

 

 

semoga Allah memberkahi kamu. Aisyah r.anha lalu berkata :

 

dan semoga Allah memberkahi mereka juga. Kami membals doa mereka. Sekarang pahala membagi-bagikan daging masih tinggal bersama kita. ( Wabil Ussaid )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

257- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa apabila buah pertama ( dari musim ) dibawah kepada Rasulullah SAW, ia akan mengucapkan doa ini

 

 

 

 

Wahai Allah ! berkahilah kami dalam kota kami, dalam buah-buah kami, dalam mudd kami dan dlam sa’ kami.  Kemudian ia memberikan buah-buah itu kepada anak-anak kecil yang hadir dalam majlis itu.  ( muslim )

Catatan : Mudd adalah sejenis ukuran berat yang kecil, yang hampir mendekati satu kilogram, sedangkan satu sa’ adalah sebuah ukuran berat yang mendekati empat kilogram.

 

 

 

 

 

 

 

258- Whasy Ibnu Harb r.ameriwayatkan : ada sebagian sahabat yang berkata kepada Rasulullah SAW , kami makan akantetapi tidak merasa puas. Baginda SAW berkata : barang kali makan sendiri-sendiri. mereka menjawab : ya. Baginda SAW berkata : apabila kamu makan berjamaah dalam makanan kamu, dan mngingati nama Allah dan kamu makan, kamu akan diberkahi didalam Nya.    ( Abu Daud )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

259- Anas r.a.meriwayatkan : rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang sesudah makan-makanannya, mengucapkan doa ini :

 

segala puji bagi Allah yang telah memberi makan kepadaku dengan makanan ini dan memberikan aku rezeki dengan ini tanpa melalui daya atau upaya dari diriku ….maka dosa-dosanya yang terdahulu dan yang kemudian akan diampuni. Dan apabila ia memakai  pakaiannya  dan mengucapkan :

 

Segala puji bagi Allah yang mamakaikan aku pakaian yang menutup auratku  dan yang kupakai untuk berhias dalam hidupku kemudian….maka dosa-dosanya yang terdahulu dan yang kemudian akan diampuni.   ( Abu daud )

Catatan : dengan mengampuni dosa-dosa yang kemudian dimaksudkan bahwa Allah akan melindungi hamba Nya dari dosa-dosa yang akan datang.   (Baslul Majhud )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

260- Umar Ibnu Al Khattab r.a. meriwayatkan saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang mamakai pakaian baru dan mengucapkan :

 

 

 

 

 

 

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan aku pakaian untuk menutupi auratku dan menghiasiku aku dalam kehidupanku……. Kemudian mengambil pakaian yang lama dan memeberikannya sebagai sedekah maka ia berada dalam perlindungan dan penjagaan Allah dan Dia akan menyembunyikan dosa-dosanya dari orang lain selama ia hidup dan sesudah ia mati.     ( Tirmidzi)

 

 

 

 

 

 

261- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : apabila kamu mendengar ayam jago berkokok maka mintalah kepada Allah akan rahmat Nya sebab ayam berkokok apabila mereka melihat malaikat. Dan apabila kamu mendengar keledai meringkik maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari syetan, karena keledai telah melihat syetan.     ( Bukhari )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

262- Tolha Ibnu Ubaidullah r.a. meriwayatkan : apabila Rasulullaa SAW melihat bulan baru maka ia mengucapkan

 

 

Wahai Allah ! jadikanlah bulan baru terbit bagi kami dengan keselamatan keimanan, kemanan dan islam. Wahai bulan Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah !   ( Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

263- Qotadah rahimahullah meriwayatkan : telah dilaporkan kepadaku bahwa ketika Nabi Saw melihat bulan baru, ia akan mengucapkan tiga kali :

 

 

 

 

Bulan baru kebaikan dan petunjuk yang benar, bulan baru baru yang baik dan petunjuk yang benar, bulan baru yang baik dan petunjuk yang benar, aku beriman kepadanya yang menciptakana engkau kemudian Baginda membaca :

 

 

Segala puji bagi Allah, yang menjadikan sekian dan sekian bulan yang berlalu, dan telah memulakan sekian dan sekian bulan.      ( Abu Daud )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

264- Umar r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang melihat seorang dalam kesusahan dan malapetaka, dan ia membaca doa ini :

 

 

 

segala puji bagi Allah SWT yang telah menyelamatkan aku dari yang telah menimpa kamu, yang telah melebihkan aku keatas kebanyakan ciptaannya…. Akan diselamatkan dari malapetaka dalam seluruh kehidupannya, tidak kira macam apa malapetaka yang akan terjadi.   ( Tirmidzi )

Catatan :Ja’far rahimahullah berkata : doa ini mesti diucapkan dalam hati seseorang, supaya orang yang tertimpa malapetaka tidak mendengarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

265- Huzaifah r.a. meriwayatkan : Apabila Rasulullah SAW berbaring diatas tempat tidurnya pada malam hari, ia kan meletakkan tangannya dibawah pipinya dan berkata :

 

 

 

Wahai Allah dalam nama Mu aku mati dan hidup  ( saya tidur dan saya bagun ). Apabila ia terbangun maka ia mengucapkan :

 

 

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepada kami kehidupan sesudah mematikan kami dan kepada Nya kami akan dibangkitkan.         ( Bukhari )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

266- Bara Ibnu Ajib r.ahuma meriwayatkan : Rasulullah SAW memberitahu aku : apabila engkau pergi tidur, sucikanlah dirimu ( dengan berwuduk ), berbaringlah pada bagian sebelah kanan dan ucapkanlah :

 

 

 

 

 

 

 

 

Wahai Allah aku serahkan nyawa kepada Mu, dan memalingkan wajahku kepada Mu dan aku serahkan segala urusanku kepada Mu dan aku serahkan segala pengharapanku kepada Mu. Semuanya ini aku lakukan untuk mendapat rahmat Mu dan takut akan azab Mu tidak ada perlindungan dari pada kemurkaan Nya kecuali dengan rahmat Mu, aku beriman kepada kitab yang Engkau telah turunkan dan Rasul yang telah Engkau turunkan. Rasulullah SAW berkata kepada Bara r.a. : jikalau engkau tidur sesudah membaca do’a ini dan mati pada malam yang sama, maka engkau mati sebagai muslim yang sejati, dan apabila engkau terbangun pada pagi hari, maka engkau akan bangun dengan rahmat.janganlah berbicara sesudah mengucapkan doa ini ( akan tetapi pergilah tidur ). Bara r.a. berkata :  saya mulai menghafalkan do’a ini dihadapan Rasulullah SAW. Saya selalu membaca pada akhir kalimat ini :

 

 

 

 

( Dan dengan Rasul Mu yang telah Engkau utus ! ), sebagai ganti

 

( dengan Nabi Mu yang Engkau utus ! ), akan tetapi Rasulullah SAW membetulkan saya dan meminta saya mengucapkan :

( dan dengan Nabi Mu yang telah Engkau utus ).       ( Abu Daud dan Muslim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

267- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasululah SAW bersabda : apabila salah satu dari pada kamu pergi tidur, maka hendaklah ia mengebaskan tempat tidurnya dengan ujung selendangnya tiga kali, karena ia tidak mengetauhi apa yang telah datang ke atasnya semenjak ia pergi ( beberapa serangga yang berbisa boleh jadi masuk ke dalam tempat tidurnya ketika ia tidak ada ),  dan mengucapkan lapaz :

 

 

 

dengan nama Mu wahai Tuhan aku membaringkan tubuhku dan dengan nama Mu aku bangun, jika Engkau memegang nyawaku rahmatilah ia dan jika Engkau membiarkannya pergi maka peliharalah ia pdengan yang Engkau jaga hamba Mu yang tulus dan benar.     (Bukhari )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

268- Hafsah r.anha istri Rasulullah SAW berkata : ketika Rasulullah SAW hendak pergi tidur, maka ia meletakkan tangan kanannya dibawah pipinya dan kemudian mengucapkan tiga kali :

 

 

 

Wahai Allah peliharalah aku daripada Azab Mu pada hari itu ketika Engkau membangkitkan hamab-hamba Mu ( dari kubur ).      ( Abu Daud )

 

 

 

 

 

 

 

269- Ibnu Abbas r.ahuma meriwayatkan : Rasululah SAW bersabda : Jikalau seorang yang hendak bersetubuh dengan istrinya mengucapkan :

 

 

 

 

Dengan nama Allah, wahai Allah jauhkanlah kami dari syetan dan selamatkanlah anak yang Engkau berikan kepada kami. Apabila ditakdirkan yang seorang anak dilahirkan kepada mereka sesudah pertemuan ini, maka tiada setan yang akan memudaratkannya ( setan tidak akan pernah berhasil untuk menyeesatkan bayi ini ).      ( HR.Bukhari )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

270- Abdullah Ibnu Amr. R.anhuma meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Apabila seseorang merasa gelisah ( melalui mimpi buruk ) ketika ia tidur maka hendaklah ia mengucapkan

 

 

 

Aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah Yang Sempurna dari kemarahan  Nya, azab Nya, kejahatan hamba-hamba Nya dan kejahatan bisikan-bisikan setan, dan kehadiran mereka…. Maka mimipinya itu tidak menyebabkannya terganggu. Abdullah Ibnu Amr.r.anhuma mengajarkan doa ini kepada anak-anaknya yang telah mencapai usia puber, dan kepada anak-anaknya yang belum dewasa, ia menuliskan diatas sekeping kulit. Dan menggantungkan tulisan itu sekeliling leher anak-anak itu.    ( Tirmidzi ).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

271- Abu Said Al Kudri r.a. meriwayatkan : ia mendengar Rasulullah SAW bersabda : apabila seorang diantara kamu bermimpi baik dan ia menyukainya maka ini berasal dari Allah dan ia mesti memuji Allah karena Nya dan ia boleh menceritakannya, dan apabila seorang melihat dalam mimipinya yang ia tidak suka maka itu berasal dari setan, ia berlindung kepada Allah dari kejahatannya, dan tidak perlu menceritakannya kepada orang lain, maka mimpi itu tidak menyebabkan kemudaratan kepadanya.    ( Tirmidzi )

Catatan : Berlindung kepada Allah boleh dilakukan dengan mengucapkan :

 

 

 

Aku berlindung dengan Allah dari kejahatan ( mimpi ) ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

272- Abu Qotadah r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Nabi SAW bersabda : mimpi yang baik berasal dari Allah, dan mimpi yang buruk berasal dari setan  ( yang menyebabkan gelisah). Oleh sebab itu apabila seorang dinatara kamu melihat apa yang dia tidak suka, ia bangun dan meludah dengan isyarat tiga kali ke sebelah kiri, kemudian meminta perlindungan kepada Allah dari kejahatannya. Dengan demikian mimpinya sudah tentu tidak memudaratkannya.      ( Bukhari )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

273- Jabir r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : apabila salah seorang daripada kamu pergi ketempat tidurnya untuk tidur, seorang malaikat dan setan bergegas kepadanya pada saat itu. Setan berkata : selesaikan berjaganya kamu dalam kejahatan dan kedurhakaan ! dan malaikat akan berkata : selesaikan masa berjaganya kamu dalam kebaikan dan kesholehan! Jikalau ia berbaring sesudah menyebut nama Allah, maka setan akan lari, dan malaikat akan tetap tinggal dan melindunginya sepanjang malam. Apabila ia bangun, maka malaikat dan setan bergegas kepadanya pada saat itu. Setan akan memberitahu dia : mulakan masa berjaga kamu dengan kejahatan dan kedurhakaan ! dan malaikat berkata : mulakan masa berjaga kamu dengan kebaikan dan kesholehan ! apabila dia mengucapkan doa ini :

 

 

Segala puji bagi Allah yang telah mengembalikan kehidupan kepadaku dan menyelamatkan aku dari mati selama tidur. Segala puji bagi Allah, yang telah menahan langit dari jatuh keatas bumi, kecuali dengan ijin Nya. Sesungguhnya Allah maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah yang membangkitkan yang mati dan yang memliki kekuasaan atas segala sesuatu…… maka jikalau ia tertimpa musibah ( atau mati karena suatu sebab yang lain), maka ia mati dengan kematian sebagai seorang mati sahid. Apabila ia hidup dan bangun untuk mengerjakan shalat, maka perbuatannya ini menaikkan derajatnya.     ( Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

 

274- Imran Ibnu Husein r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW menanyakan ayahnya : Hai ..Husein berapa banyak berhala yang kamu sembah, ayahku menjawab : tujuh, enam berada di atas bumi, dan satu ada di langit. Rasulullah SAW bertanya : yang manakah dari anatara mereka yang kamu berdoa kepadanya berkenaan dengan pengharapanmu dan ketakutanmu ? ia berkata : yang satu yang ada di langit.Rasulullah SAW bertanya : Hai Husein ! jikalau engkau masuk islam, aku akan mengajarkan kamu dua kalimat yang kan memberi manfaat kepadamu ! apabila Husein merima islam dia meminta Rasulullah SAW untuk mengajarkan dua kalimah yang Baginda janjikan kepadanya. Baginda SAW berkata : ucapkanlah

 

 

 

 

wahai Allah berilah ilham kepadaku kepada kesholehanku, dan lindungilah aku dari kejahatan yang datang dari diriku sendiri.    ( Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

275- Aisyah r.anha meriwayatkan : Rasulullah SAW menggalakkan aku untuk membaca doa dengan kata-kata ini :

 

 

 

 

 

 

 

Wahai Allah ! aku memohon kepada Engkau segala kebaikan yang boleh datang dengan segera atau yang boleh datang kemudian, yang saya ketauhi atau yang saya tidak ketauhi, dan aku berlindung dengan Engkau dari setiap kejahatan yang boleh datang dengan segera atau yang boleh datang kemudian, yang aku sadari atau yang aku tidak menyadarinya, dan aku mohon kepadamu akan sorga, dan dari setiap perkataan dan perbuatan yang membawa aku mendekat kepada sorga, dan aku berlindung dari api neraka dan dari setiap perkataan dan perbuatan yang membawa aku mendekati api neraka.  Wahai Allah, aku mohon dari Engkau setiap kebaikan, yang hamba Mu dan Nabi Muhammad SAW minta dari Engkau dan aku memohon perlindungan dari setiap kejahatan yang hamba Mu dan Nabi Muhammad SAW memohon perlindungan dengan Engkau, dan aku mohon dari Engkau yang apa saja Engkau tetapkan bagi diriku jadikan akibatnya baik bagi diriku.                        ( Mustadrak Hakim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

276- Aisyah r.anha meriwayatkan : apabila Rasulullah SAW melihat sesuatu yang ia sukai, ia akan mengucapkan

 

 

 

segala puji bagi Allah dengan ni’mat Nya segala urusan baik disempurnakan ….. dan apabila ia melihat sesuatu yang tidak ia sukai, maka ia mengucapkan

 

 

 

Pujian bagi Allah atas segala keadaan.      ( Ibnu Majah  )