Di dalam suatu riwayat bersabda Rasulullah SAW terhadap lelaki habsyi , “Telah keluarlah ruh sahabatmu ini (saudaramu ini) dikarenakan Asy Syauqu ilaa Al-Jannah, rindukan jannah. (HR Ahmad) Kita sama-sama tahu bahwa surga adalah sebaik-baik tempat sesudah kehidupan dunia ini. Surga adalah sebuah tempat yang dijanjikan Allah Swt. kepada hambaNya yang diijinkan memasukinya kelak, jika manusia memilki syarat sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan oleh Allah Swt. Surga adalah suatu tempat yang ghaib sifatnya, setidaknya pada saat ini kita menganggapnya ghaib, karena tidak nampak oleh mata manusia. Namun dengan sifat ghaib yang dimilki oleh surga manusia musti meyakini keberadaannya. Banyak hadits-hadits dari Rasulullah Saw. yang mengabarkan tentang keberadaan surga dengan segala macam kenikmatan yang tidak pernah sedikitpun terbayangkan dan terbetik dalam pikiran manusia, baik manusia di jaman Rasulullah Saw. dulu atau manusia di jaman modern sekarang ini. Manusia hanya mampu mengira-ngira dengan akal dan hatinya. Kehebatan alam surga begitu luar biasa sehingga manusia tak mampu menciptakan keindahan surga dalam akal dan pikirannya. Sabda-sabda Rasulullah saw. tentang surga adalah benar adanya. Akan tetapi akal manusia terlalu lemah sehingga kehebatan surga yang sesungguhnya tak pernah bisa membayangkannya. Rasulullah Saw. yang mulia dan tinggi kedudukannya di sisi Allah Swt. pernah di perlihatkan tentang indahnya surga. Bahwa di dalam surga semua serba lezat dan indah. Tak ada sedikitpun kesusahan yang akan menimpa kepada penduduk surga. Semua penduduk surga akan merasakan kenikmatan yang luar biasa tanpa terkecuali. Kenikmatan-kenikmatan yang ada di dalam surga ribuan, jutaan bahkan milyaran kali dari kenikmatan yang pernah manusia rasakan di dunia ini. Sangat pantas dan sangat mungkin jika dulu para sahabat Ra.hum. tercengang dan terheran-heran dengan pengkabaran surga oleh Rasulullah Saw. Hingga ketika mereka mendengar betapa indahnya surga serasa mereka tak mau hidup di dunia lagi. Dalam kisah di atas menceritakan seorang sahabat yang begitu rindu akan indahnya surga. Rasa rindu yang begitu dalam … Lihat Selengkapnyahingga mampu menyebabkan sahabat tersebut meninggal dunia. Kita bisa bayangkan kesan dari cerita Rasulullah saw. kepada sahabat ra.hum. Jika anda bercerita tentang sesuatu yang luar biasa dan sesuatu yang menimbulkan semangat maka orang akan terpengaruh dengan cerita anda. Akan tetapi pengaruh dan kesan cerita anda hanya sebatas kemampuan memberi semangat dan dorongan hingga orang yang mendengar cerita anda akan bergairah melakukan sesuatu yang anda inginkan tanpa menimbulkan kematian. Sebaliknya kisah di atas adalah sesuatu yang sangat luar biasa, dan yang diceritakan pun juga sangat luar biasa, yaitu surga. Dan yang menceritakanpun orang yang sangat luar biasa dan memilki kemuliaan di sisi Allah Swt. yaitu Rasulullah saw. Yang mendengarkanpun juga orang yang luar biasa. Mereka adalah para sahabat, yakni orang-orang yang telah dipilih oleh Allah Swt. untuk menjadi iktibar atau contoh kepada semua manusia. Satu sahabat pernah datang kepada Rasulullah saw. yaitu sahabat Haritsah r.a. Dia datang kepada Rasulullah Saw, dan menyatakan keimanannya. Dia berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku telah benar-benar beriman.” Maka Rasulullah saw. bertanya, “Wahai Haritsah, sesungguhnya dalam setiap sesuatu ada hakekatnya, lalu apa hakekat iman kamu?” Haritsah menjawab, “Ya Rasulullah, di siang hari aku berpuasa dan di malam hari aku menangis kepada Allah Swt. maka seolah-olah aku melihat penduduk surga tengah saling berkunjung dan mengucapkan salam satu sama lain sementara ahli neraka saling menggonggong satu sama lain seperti anjing yang mengonggong” Maka Rasulullah saw. menjawab, “Wahai Haritsah, sesungguhnya engkau telah benar-benar beriman, maka jagalah iman kamu.” Kehebatan iman para sahabat ra.hum. banyak sekali diceritakan dalam kisah kehidupan para sahabat. Kehebatan iman para sahabat ra.hum mampu meraba dan melihat keadaan alam akhirat. Termasuk surga yang menjadi kerinduan para sahabat, sehingga segala aktivitas kegiatan sehari-hari mereka surga adalah menjadi target dan pilihan dalam menentukan hidup dan cara hidupnya. Dikatakan walau mereka adalah penduduk bumi tapi amalan mereka adalah amalan kampung akhirat. Semua sahabat begitu mencintai akhirat sebagai tempat tujuan hidup mereka. Sehingga gelar mereka adalah gelar dalam hal amalan. Bukan gelar seperti manusia di jaman modern sekarang ini. Mereka adalah ahli dalam hal amal. Mereka adalah ahli sedekah, ahli tahajud, ahli jihad, ahli menangis karena takut Allah, ahli dalam tawakkal, ahli dalam bersyukur, ahli dalam menjaga pandangan, ahli muamalah,ahli dalam bermuasyarah, ahli dalam hal ibadah, ahli dalam akhlaq, ahli dalam hal berbuat adil, ahli dalam mencintai Allah Swt., ahli dalam mencintai Rasulnya Saw., ahli dalam sunnah dan lain sebagainya. Semua perilaku sahabat menunjukkan keghairahan dalam mengamalkan islam secara sempurna. Sehingga keridhoan Allah swt datang kepada para sahabat. Bahkan banyak ayat-ayat al Quran yang turun berkenaan dengan kehidupan para sahabat. Sahabat ra.hum begitu rindu dengan kampung akhirat. bagaimana dengan kita? Apakah kita selalu merindukan kampung akhirat? Lalu jika sudah rindu, apakah amalan kita sudah menyamai amalan sahabat? Dikatakan bahwa surga tanahnya subur, pohonnya tumbuh dari ucapan dzikrullah. Satu subhanallah yang kita ucapkan akan menumbuhkan satu pohon, yang besar pohon tersebut apabila ada kuda tercepat yang berlari selama 40 tahun maka belum selesailah kuda tersebut mengitarinya. Rumah ahli surga adalah istana-istana yang terbuat dari batu jamrud dan permata hijau. lantainya terbuat dari emas. Di dalamnya terdapat ranjang-ranjang, gelas serta piring yang terbuat dari emas. Ahli surga akan dilayani oleh pelayan-pelayan surga yang muda lagi tampan. Mereka siap melayani ahli surga dengan suka rela. Minuman ahli surga adalah susu, madu, arak yang tidak memabukkan. Minuman surga terasa lebih manis dari madu, lebih jernih dari air dunia, lebih dingin dari es. Setiap meneguknya maka tidak akan haus selama-lamanya. Makanan ahli surga adalah daging burung yang nikmat. Kenikmatan makanan surga adalah sekali gigitan terasa nikmat, maka setiap gigitan berikutnya akan terasa lebih nikmat dari gigitan sebelumnya. Semakin dimakan maka semakin nikmatlah makanan surga. Makanan surga tidak menjadi kotoran seperti makanan di dunia. Makanan surga akan menjadi keringat yang baunya wangi. Di surga penuh dengan buah-buahan yang Allah Swt janjikan. Semua penduduk surga bebas menikmati makanan dan minuman serta buah-buahan yang ada di surga. Penduduk surga tidak akan merasakan sakit sedikitpun. Pendek kata tidak ada kesusahan yang menimpa ahli surga. Surga adalah tempat melampiaskan nafsu syahwat. Bidadari-bidadari surga terlihat cantik yang kecantikannya tidak pernah terbayangkan oleh penduduk bumi. Dikatakan jika ujung jari bidadari surga dinampakkan ke muka bumi, maka matahari akan menjadi redup. Setiap bidadari surga mempunyai pelayan-pelayan. Jumlah pelayan bidadari surga adalah 70.000 di sebelah kanan dan 70.000 di sebelah kiri. Jika satu orang pelayan bidadari surga turun ke bumi, maka semua laki-laki di dunia akan berebut untuk mendapatkannya. Setiap bidadari memiliki 70 lapis pakaian sutra dan 70 macam warna yang tembus pandang hingga ke tulang sumsumnya. Bidadari surga diperuntukkan kepada setiap laki-laki ahli surga yang didunia adalah ahli dalam taat dan beribadah kepada Allah Swt. Setiap laki-laki surga menginginkan untuk berhubungan dengan bidadari surga maka kenikmatannya akan terasa 2,5 juta kali lebih nikmat dari kenikmatan hubungan suami istri di dunia. Ahli surga tidak ada yang tua, semua berusia muda. Berpakaian hijau dari sutera. Suara ahli surga semerdu suara nabi Daud a.s. Ketampanan ahli surga seperti nabi Yusuf a.s.. Ahklaq penduduk surga adalah sebagaimana akhlaq Rasulullah Saw.. Musik di surga adalah gesekan daun-daun pohon yang suaranya jauh lebih indah dari musik yang paling indah yang pernah ada di dunia. Begitulah kira-kira sebagian kecil kenikmatan yang akan dirasakan oleh ahli surga. Wallaahu a’lam..

Copyright © Juni 2010, Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa