Disebutkan dalam kitab Al Bidayah jilid VII halaman 12 dari Al Waqidi dan yang lainnya mereka menceritakan, “Pada hari peperangan Yarmuk, salah seorang panglima besar Romawi yang bernama George (Jurjah) keluar dari barisan peperangan dan dia memanggil-manggil Khalid bin Walid. Khalid ra pun mendatanginya dan kedua panglima itu saling mendekat sampai-sampai kedua kepala kuda mereka bersentuhan. George bertanya kepada Khalid, “Hai Khalid! Jawablah semua pertanyaanku dan aku meminta kamu supaya bicara dengan jujur dan jangan berdusta padaku dan jangan menipuku karena seorang yang mulia idak pernah menipu orang yang memberi kepercayaan kepadanya, demi Allah!”

George bertanya, “Apakah Allah telah menurunkan kepada Nabi kalian sebuah pedang dari langit, kemudian pedang itu diberikan kepadamu sehingga tiada kamu menghunusnya untuk memerangi orang lain, melainkan pasti kamu mengalahkan mereka?” Khalid menjawab, “Tidak.” George bertanya, “Kalau begitu apa sebabnya kamu dijuluki Saefullah (pedang Allah)?” Khalid ra menjawab, “Ketika Allah mengutus Nabi Muhammad saw, lalu beliau mengajak kami, tetapi kami semua lari menjauh darinya, dan sebagian kami membenarkan dan mengikutinya, tetapi sebagian lagi termasuk aku mendustakan dan menjauhinya. Kemudian Allah membukakan hati kami dan memberikan hidayah kepada kami, sehingga kami masuk Islam dan berbai’at kepada beliau. Ketika aku masuk Islam maka Nabi saw bersabda kepadaku, “Kamu adalah salah satu pedang dari pedang-pedang Allah yang dihunuskan oleh Nya untuk menebas leher orang-orang musyrik.” Lalu beliau mendoakan pertolongan untukku. Itulah sebabnya aku diberikan julukan Saefullah dan aku adalah orang yang paling memusuhi orang-orang musyrik.” George bertanya, “Wahai Khalid! Kepada apakah kamu mengajak?” Khalid menjawab, “Kami mengajak kepada persaksian bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan Allah dan mengakui segala sesuatu yang dating dari Allah Azza wa Jalla (bahwa semua itu adalah benar). George bertanya, “Jika orang yang diajak itu tidak mau menerima?” Khalid ra menjawab, “Hendaknya mereka membayar jizyah, dan kami tidak akan memeranginya.” George bertanya, “Jika mereka tidak mau membayar jizyah?” Khalid ra menjawab, “Kami akan menyatakan perang dengan mereka.” George bertanya, “Bagaimana kedudukan seseorang yang masuk Islam pada hari ini?” Khalid ra menjawab, “Kedudukan kita dihadapan Allah adalah sama, Allah memberikan perintah-perintah yang wajib ditaati baik oleh orang yang mulia, orang lemah, orang yang lebih dahulu masuk Islam ataupun yang kemudian.” George bertanya, “Bagaimanabisa orang yang akhir masuk Islam derajatnya akan lebih tinggi daripada yang terdahulu?” Khalid ra menjawab, “Memang kami yang lebih dulu menerima Islam, tetapi kami ketika itu terpaksa dan kami berbai’at pada Nabi kami sedang ketika itu baliau masih hidup di tengah-tengah kami dan ketika itu diturunkan berita-berita langit (wahyu) kepada beliau lalu beliau sendiri menyampaikan berita itu kepada kami. Kami juga dapat menyaksikan mukjizat yang diperlihatkan oleh beliau kepada kami, sehingga yang melihat seperti apa yang kami lihat dan mendengar sepert apa yang kami dengar pasti dia akan membenarkan, menerima serta membai’atnya. Sedangkan kalian (orang yang baru masuk Islam), tidak melihat apa-apa yang kami lihat dan tidak mendengar apa-apa yang kami dengar berupa mukjizat dan bukti-bukti kenabian. Oleh karena itu, siapa saja yang di antara kalian yang masuk Islam dengan sebenar-benarnya serta dengan niat yang tulus, maka dia lebih utama daripada kami.” George berkata lagi, “Demi Allah! Sungguh engkau telah berkata benar padaku dan engkau tidak menipuku.” Khalid menyahut, “Demi Allah, memang aku telah berkata benar kepadamu dan sesungguhnya Allah suka dengan pertanyaan-pertanyaanmu.” Maka ketika itu George membalikan perisainya lalu mendekati Khalid sambil berkata, “Ajarkanlah padaku tentang Islam!” Kemudian Khalid membawa George ke dalam kemahnya lalu menuangkan air dari timba supaya George mandi dan bersuci dan menyuruhnya melakukan shalat dua rakaat. Ketika George dibawa oleh Khalid, maka orang –orang Romawi beranggapan bahwa Khalid telah melakukan sesuatu kepada panglima pasukannya, oleh karena itu pasukan Romawi melakukan penyerangan besar-besaran kepada kaum muslimin, sehingga pasukan kaum muslimin sedikit tergoyahkan, kecuali pasukan Muhaimah (pasukan pertahanan) yang masih berdiri kokoh yang dipimpin oleh Ikrimah bin Abi Jahal dan Harits bin Hisyam. Melihat hal itu Khalid segera memacu kudanya dan diikuti oleh George, sedangkan ketika itu pasuka Romawi telah masuk ke tengah-tengah pasukan kaum muslimin. Orang-orang Islam satu sama lain saling menyeru supaya mundur. Kemusian orang-orang Islam berkumpul dan orang-orang Romawi juga kembali ke tempat pertahanannya. Sedikit demi sedikit Khalid bin Walid ra membawa kaum muslimin kembali menghadapi tentara Romawi, sehingga pedang-pedang mereka kembali beradu. Khalid dan George bersama pasukan Islam lainnya terus menerus memainkan pedang mereka melawan tentara Romawi dari pagi sampai terbenam matahari, sehingga kaum muslimin mengerjakan shalat Dzuhur dan Ashar dengan isyarat. Pada waktu itu George terluka parah dan dalam pertempuran itu pula George mati syahid sedangkan dia belum pernah mengerjakan shalat satu kali pun kecuali hanya dua rakaat bersama Khalid bin Walid ra. Allahu Akbar !!!

Copyright © Juni 2010, Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa