Category: Iman yakin


Kategori: Fiqh

CADAR

Memang aneh…sebagian orang memandang miring terhadap cadar…, sementara sebagian yang lain dengan bangganya berkata, “Jika ada sejuta Lady Gaga yang datang ke tanah air maka tidak akan mengurangi keimanan kami ??!!”. Lady Gaga datang sejuta kali ke Indonesia tidak akan mengurangi keimanan warga kita…!!!. (lihat https://www.youtube.com/watch?v=pnC4ZKAMEQQ)

Sebagian lagi menganggap tarian goyang inul sebagai sesuatu yang biasa yang tidak perlu diingkari, goyangan inul merupakan bentuk kebebasan berekspresi !!!. (lihat : http://www.merdeka.com/peristiwa/dulu-bikin-inul-menangis-kini-giliran-rhoma-sesenggukan.html).

Kalau sebagian orang tersebut dari kalangan awam, mungkin masih bisa dimaklumi.., akan tetapi jika pernyataan-pernyataan tersebut muncul dari kiyai…maka…mau dikemanakan moral bangsa kita ini !!??
Tidakkah diketahui bahwa di tanah air kita telah terjadi perbuatan mesum di bawah umur??, anak-anak remaja SMP, bahkan SD !!!, lantas bagaimana bisa terucap bahwa sejuta Lady Gaga tidak akan mempengaruhi keimanan.., bahkan jika lady Gaga datang sejuta kali ke tanah air ???

Maka sungguh aneh…jika ada yang membela inul…dan ada yang memandang miring cadar??!!

Ternyata pendapat yang menjadi patokan dalam madzhab syafi’i adalah wajah wanita merupakan aurot sehingga wajib untuk ditutupi !!! wajib untuk bercadar !!!

Meskipun tentunya permasalahan cadar adalah permasalahan khilafiyah dikalangan para ulama, akan tetapi perlu diingat bahwasanya para ulama telah sepakat bahwa memakai cadar hukumnya disyari’atkan, dan minimal adalah mustahab/sunnah. Mereka hanyalah khilaf tentang kewajiban bercadar.

Sebelum saya nukilkan perkataan para ulama syafi’iyah tentang permasalahan ini, ada baiknya kita telaah terlebih dahulu dalil-dalil yang menunjukkan akan disyari’atkannya bercadar bagi wanita.

DALIL DISYARI’TAKANNYA CADAR

Pertama : Para ulama sepakat bahwasanya wajib bagi istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menutup wajah dan kedua telapak tangan mereka.

Al-Qoodhy ‘Iyaadh rahimahullah berkata

فهو فرض عليهن بلا خلاف في الوجه والكفين فلا يجوز لهن كشف ذلك

“Berhijab diwajibkan atas mereka (para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) pada wajah dan kedua telapak tangan –tanpa ada khilaf (di kalangan ulama)- maka tidak boleh bagi mereka membuka wajah dan kedua telapak tangan mereka” (sebagaimana dinukil oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari 8/391)

Maka seluruh ulama –termasuk para ulama yang memandang tidak wajibnya menutup wajah dan kedua telapak tangan- juga sepakat bahwa untuk para istri Nabi wajib bagi mereka menutup wajah dan kedua telapak tangan.

Allah berfirman

وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ

“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), Maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka” (Al-Ahzaab : 53)

Ayat ini disepakati oleh para ulama bahwa ia menunjukkan akan wajibnya hijab dan menutup wajah, hanya saja para ulama yang membolehkan membuka wajah berpendapat bahwa ayat ini khusus untuk para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Akan tetapi pengkhususan tersebut terhadap para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja kurang tepat, ditinjau dari beberapa alasan :

–         Yang menjadi patokan adalah keumuman lafal bukan kekhususan sebab. Meskipun sebab turunnya ayat ini berkaitan dengan istri-istri Nabi akan tetapi lafalnya umum mencakup seluruh kaum mukminat

–         Para istri Nabi lebih suci hati mereka dan lebih agung di hati kaum mukminin, selain itu mereka adalah ibu-ibu kaum mukminin, serta haram untuk dinikahi setelah wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Meskipun demikian mereka tetap diperintahkan untuk berhijab dan menutup wajah mereka. Maka para wanita kaum mukminat lebih utama untuk menutup wajah mereka

–         Allah menjadikan hikmah dari hijab dalam ayat ini adalah ((cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka)), padahal yang membutuhkan kesucian hati bukan hanya istri-istri Nabi, akan tetapi demikian juga seluruh kaum mukminat.

–         Ayat selanjutnya setelah ayat ini adalah firman Allah

لا جُنَاحَ عَلَيْهِنَّ فِي آبَائِهِنَّ وَلا أَبْنَائِهِنَّ وَلا إِخْوَانِهِنَّ وَلا أَبْنَاءِ إِخْوَانِهِنَّ وَلا أَبْنَاءِ أَخَوَاتِهِنَّ وَلا نِسَائِهِنَّ وَلا مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ وَاتَّقِينَ اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدًا (٥٥)

“Tidak ada dosa atas istri-istri Nabi (untuk berjumpa tanpa tabir) dengan bapak-bapak mereka, anak-anak laki-laki mereka, saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara mereka yang perempuan yang beriman dan hamba sahaya yang mereka miliki, dan bertakwalah kamu (hai isteri-isteri Nabi) kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha menyaksikan segala sesuatu” (Al-AHzaab : 55)

Tentunya kita tahu bahwasanya meskipun yang disebut dalam ayat ini adalah istri-istri Nabi akan tetapi hukumnya mencakup dan berlaku bagi seluruh kaum mukminat tanpa ada khilaf dikalangan para ulama.

Kedua : Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلاَءَ لَمْ يَنْظُرِ اللهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barang siapa yang menggeret pakaiannya (isbal) karena sombong maka Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat”

Maka Ummu Salamah berkata : فكيف يصنع النساء بذيولهن؟ “Apa yang harus dilakukan para wanita dengan ekor-ekor rok mereka (yang terseret-seret di tanah-pen)?”

Nabi berkata : يُرْخِيْنَ شِبْرًا “Hendaknya mereka para wanita menjulurkan rok mereka hingga sejengkal”

Ummu Salamah berkata, إذاً تنكشف أقدامهن “Kalau hanya sejengkal maka akan tersingkaplah kaki-kaki mereka”

Nabi berkata, فيرخينه ذراعاً لا يزدن عليه “Mereka menjulurkan hingga sedepa, dan hendaknya tidak lebih dari itu” (HR At-Thirmidzi no 1731 dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Hadits ini menunjukkan bahwa merupakan perkara yang diketahui oleh para wanita di zaman Nabi bahwa kaki adalah aurot sehingga mereka berusaha untuk menutupinya bahkan meskipun dengan isbal (menjulurkan kain rok hingga tergeret di tanah). Jika kaki –yang kurang menimbulkan fitnah- saja wajib untuk ditutup maka bagaimana lagi dengan wajah yang merupakan pusat dan puncak kecantikan seorang wanita ??!!.

Ketiga : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لا تباشر المرأة المرأة، فتنعتها لزوجها كأنه ينظر إليها

“Janganlah seorang wanita menemui seorang wanita yang lain lalu setelah itu menyebutkan sifat-sifat wanita tersebut kepada suaminya, sehingga seakan-akan sang suami melihat wanita tersebut” (HR Al-Bukhari)

Sabda Nabi “Seakan-akan sang suami melihat wanita tersebut” merupakan dalil bahwasanya para wanita dahulu menutup wajah-wajah mereka. Jika wajah-wajah mereka terbuka wajahnya maka para lelaki tidak butuh untuk dibantu oleh seorang wanita untuk menceritakan sifat kecantikan para wanita karena para lelaki bisa melihat langsung.

Keempat : Hadits-hadits yang banyak yang menunjukkan disyari’atkanya seorang lelaki untuk nadzor (melihat wanita) yang hendak dilamarnya atau dinikahinya. Diantara hadits tersebut adalah : Dari Al-Mughiroh bin Syu’bah ia berkata :

أتيت النبي صلى الله عليه وسلم فذكرت له امرأة أخطبها. قال: “اذهب فَانْظُرْ إِلَيْهَا؛ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ يُؤْدِمَ بَيْنَكُمَا”. قال: فأتيت امرأة من الأنصار فخطبتها إلى أبويها وأخبرتهما بقول النبي صلى الله عليه وسلم. فكأنهما كرها ذلك. قال: فسمعتْ ذلك المرأة وهي في خدرها فقالت: إن كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أمرك أن تنظر فانظر، وإلا فأنشدك. كأنها أعظمت ذلك. قال: فنظرت إليها، فتزوجتها

“Aku mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu aku menyebutkan tentang seorang wanita yang aku lamar. Maka Nabi berkata, اذهب فَانْظُرْ إِلَيْهَا؛ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ يُؤْدِمَ بَيْنَكُمَا “Pergilah dan lihatlah wanita tersebut, sesungguhnya hal itu lebih melanggengkan antara kalian berdua”.

Maka akupun menemui wanita dari kaum Anshor tersebut lalu aku melamarnya melalui kedua orang tuanya dan aku kabarkan kepada kedua orang tuanya tentang perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka seakan-akan keduanya tidak suka akan hal itu. Lalu sang wanita mendengar percakapan kami –sementara ia di dalam pingitannya dalam rumah- lalu sang wanita berkata, “Kalau Rasulullah memerintahkan engkau untuk melihat maka lihatlah !, jika tidak maka aku memintamu untuk melihatku”. Seakan-akan sang wanita mengagungkan perkataan Nabi. Lalu akupun melihatnya dan menikahinya”

Hadits ini merupakan dalil bahwasanya para wanita mereka berhijab dan menutup wajah-wajah mereka, karenanya seorang lelaki tidak mampu untuk melihat wajah mereka kecuali jika ingin melamar. Kalau para wanita telah terbuka wajah-wajah mereka maka tidak perlu seorang lelaki meminta izin kedua orang tuanya untuk melihat !!

Inilah dalil-dalil yang menunjukkan disyari’atkannya bercadar untuk menutup wajah wanita, bahkan sebagian dalil di atas menunjukkan akan wajibnya hal ini. Akan tetapi pembahasan kita kali ini bukan dalam rangka menguatkan pendapat yang mewajibkan, akan tetapi dalam rangka menjelaskan akan disyari’atkannya bercadar. Toh sebagian ulama hanya memandang disyari’atkannya namun tidak wajib. Diantara mereka adalah Syaikh Al-Albani (meskipun istri-istri beliau bercadar) akan tetapi beliau tidak memandang wajibnya cadar, sebagaimana beliau telah memaparkan dalil-dalil beliau dalam kitab beliau “Jilbaab al-Mar’ah Al-Muslimah” dan juga kitab “Ar-Rod Al-Mufhim”.

CADAR WAJIB MENURUT MADZHAB SYAFI’I

Yang anehnya ternyata pendapat yang menjadi patokan dalam madzhab Syafi’iyah adalah wajibnya menutup wajah, bukan hanya disunnahkan !!. Akan tetapi pendapat ini serasa asing dan aneh di tanah air kita yang notabene sebagian besar kita menganut madzhab syafi’i.

Sebelumnya penulis tidak menemukan perkataan Imam Syafi’i yang tegas dalam mewajibkan cadar, yang penulis dapatkan dalam kitab Al-Umm adalah hanyalah isyarat yang tidak tegas.

Imam Syafi’i berkata :

وَتُفَارِقُ الْمَرْأَةُ الرَّجُلَ فَيَكُونُ إحْرَامُهَا في وَجْهِهَا وَإِحْرَامُ الرَّجُلِ في رَأْسِهِ فَيَكُون لِلرَّجُلِ تَغْطِيَةُ وَجْهِهِ كُلِّهِ من غَيْرِ ضَرُورَةٍ وَلَا يَكُونُ ذلك لِلْمَرْأَةِ وَيَكُونُ لِلْمَرْأَةِ إذَا كانت بَارِزَةً تُرِيدُ السِّتْرَ من الناس أَنْ ترخى جِلْبَابَهَا أو بَعْضَ خِمَارِهَا أو غير ذلك من ثِيَابِهَا من فَوْقِ رَأْسِهَا وَتُجَافِيهِ عن وَجْهِهَا حتى تُغَطِّيَ وَجْهَهَا مُتَجَافِيًا كَالسَّتْرِ على وَجْهِهَا وَلَا يَكُونُ لها أَنْ تَنْتَقِبَ

“Dan wanita berbeda dengan lelaki (dalam pakaian ihram-pen), maka wanita ihromnya di wajahnya adapun lelaki ihromnya di kepalanya. Maka lelaki boleh untuk menutup seluruh wajahnya tanpa harus dalam kondisi darurat, hal ini tidak boleh bagi wanita. Dan wanita jika ia nampak (diantara para lelaki ajnabi-pen) dan ia ingin untuk sitr (tertutup/berhijab) dari manusia maka boleh baginya untuk menguraikan/menjulurkan jilbabnya atau sebagian kerudungnya atau yang selainnya dari pakaiannya, untuk dijulurkan dari atas kepalanya dan ia merenggangkannya dari wajahnya sehingga ia bisa menutup wajahnya akan tetapi tetap renggang kain dari wajahnya, sehingga hal ini seperti penutup bagi wajahnya, dan tidak boleh baginya untuk menggunakan niqoob” (Al-Umm 2/148-149)

Beliau juga berkata :

وَلِلْمَرْأَةِ أَنْ تجافى الثَّوْبَ عن وَجْهِهَا تَسْتَتِرُ بِهِ وتجافى الْخِمَارَ ثُمَّ تَسْدُلَهُ على وَجْهِهَا لَا يَمَسُّ وَجْهَهَا

“Boleh bagi wanita (yang sedang ihrom-pen) untuk merenggangkan pakaiannya dari wajahnya, sehingga ia bersitr (menutup diri) dengan pakaian tersebut, dan ia merenggangkan khimarnya/jilbabnya lalu menjulurkannya di atas wajahnya dan tidak menyentuh wajahnya”(Al-Umm 2/203)

Beliau juga berkata :

وَأُحِبُّ لِلْمَشْهُورَةِ بِالْجَمَالِ أَنْ تَطُوفَ وَتَسْعَى لَيْلًا وَإِنْ طَافَتْ بِالنَّهَارِ سَدَلَتْ ثَوْبَهَا على وَجْهِهَا أو طَافَتْ في سِتْرٍ

“Dan aku suka bagi wanita yang dikenal cantik untuk thowaf dan sa’i di malam hari. Jika ia thowaf di siang hari maka hendaknya ia menjulurkan bajunya menutupi wajahnya, atau ia thowaf dalam keadaan tertutup” (Al-Umm 2/212)

Seorang wanita disyari’atkan untuk menggunakan niqob (cadar), hanya saja tatkala ia sedang dalam kondisi ihrom maka rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang wanita untuk menggunakan niqoob, yaitu cadar.

Akan tetapi Al-Imam Asy-Syafi’i –dalam pernyataannya ini- menjelaskan jika seorang wanita baarizah (nampak di kalangan manusia), lalu ia ingin sitr (menutupi dirinya/berhijab) dari manusia (para lelaki asing) yaitu jika ia ingin menutup wajahnya maka caranya dengan menjulurkan kain dari atas kepalanya sehingga menutupi wajahnya, akan tetapi tidak melekat dan menempel di wajahnya sebagaimana halnya cadar yang diikat sehingga menutup wajahnya. Dan juluran kain tersebut menurut Imam Syafi’i kedudukannya seperti penutup bagi wajahnya.

Sangat jelas bahwa menutup wajah tetap disyari’atkan meskipun dalam kondisi ihrom. Hanya saja memang dalam pernyataan Al-Imam Asy-Syafi’i ini tidaklah tegas menunjukkan bahwa menutup wajah bagi wanita hukumnya wajib.

Pernyataan-pernyataan wajibnya bercadar kita dapatkan secara tegas dari perkataan mayoritas para ulama syafi’iyah. Dan para ulama syafi’iyah membedakan antara aurot wanita tatkala sholat dan tatkala di hadapan lelaki asing. Dalam sholat wajah dan telapak tangan dibuka, adapaun diluar sholat di hadapan lelaki asing maka wajah adalah aurot dan harus ditutup.

Berikut nukilan pernyataan mereka, yang akan penulis klasifikasikan menjadi dua, (1) para fuqoha’ syafi’iyah dan (2) pafa mufassir syafi’iyah

PERTAMA : PARA FUQOHA SYAFI’IYAH :

Diantara mereka :

(1) Imamul Haromain al-Juwaini, beliau berkata :

مع اتفاق المسلمين على منع النساء من التبرج والسفور وترك التنقب

“…disertai kesepakatan kaum muslimin untuk melarang para wanita dari melakukan tabarruj dan membuka wajah mereka dan meninggalkan cadar…”(Nihaayatul Mathlab fi Dirooyatil Madzhab 12/31)

(2) Al-Gozali rahimahullah, beliau berkata :

فإذا خرجت , فينبغي أن تغض بصرها عن الرجال , ولسنا نقول : إن وجه الرجل في حقها عورة , كوجه المرأة في حقه, بل هو كوجه الصبي الأمرد في حق الرجل , فيحرم النظر عند خوف الفتنة فقط , فإن لم تكن فتنة فلا , إذ لم يزل الرجال على ممر الزمان مكشوفي الوجوه , والنساء يخرجن منتقبات , ولو كان وجوه الرجال عورة في حق النساء لأمروا بالتنقب أو منعن من الخروج إلا لضرورة

“Jika seorang wanita keluar maka hendaknya ia menundukkan pandangannya dari memandang para lelaki. Kami tidak mengatakan bahwa wajah lelaki adalah aurot bagi wanita –sebagaimana wajah wanita yang merupakan aurot bagi lelaki– akan tetapi ia sebagaimana wajah pemuda amrod (yang tidak berjanggut dan tanpan) bagi para lelaki, maka diharamkan untuk memandang jika dikhawatirkan fitnah, dan jika tidak dikhawatirkan fitnah maka tidak diharamkan. Karena para lelaki senantiasa terbuka wajah-wajah mereka sejak zaman-zaman lalu, dan para wanita senantiasa keluar dengan bercadar. Kalau seandainya wajah para lelaki adalah aurot bagi wanita maka tentunya para lelaki akan diperintahkan untuk bercadar atau dilarang untuk keluar kecuali karena darurat” (Ihyaa Uluum Ad-Diin 2/47)

Sangat jelas dalam pernyataan Al-Gozali diatas akan wajibnya bercadar, karena jelas beliau menyatakan bahwa wajah wanita adalah aurot yang tidak boleh dipandang oleh lelaki asing, karenanya para wanita bercadar. Jika wajah para lelaki adalah aurot yang tidak boleh dipandang oleh para wanita secara mutlak maka para lelaki tentu akan diperintahkan bercadar.

(3) Al-Imam An-Nawawi rahimahullah, beliau berkata

ويحرم نظر فحل بالغ إلى عورة حرة كبيرة أجنبية وكذا وجهها وكفيها عند خوف فتنة وكذا عند الأمن على الصحيح

“Dan diharamkan seorang lelaki dewasa memandang aurot wanita dewasa asing, demikian juga haram memandang wajahnya dan kedua tangannya tatkala dikhawatirkan fitnah, dan demikian juga haram tatkala aman dari fitnah menurut pendapat yang benar” (Minhaaj At-Tholibin hal 95)

Ar-Romly tatkala menjelaskan perkataan An-Nawawi di atas, beliau berkata :

(على الصحيح) ووجَّهه الإمام باتفاق المسلمين على منع النساء أن يخرجن سافرات الوجوه وبأن النظر مظنة الفتنة ومحرك للشهوة فاللائق بمحاسن الشريعة سد الباب والإعراض عن تفاصيل الأحوال كالخلوة بالأجنبية وبه اندفع القول بأنه غير عورة فكيف حرم نظره لأنه مع كونه غير عورة نظره مظنة للفتنة أو الشهوة ففطم الناس عنه احتياطا

“(menurut pendapat yang benar), dan Al-Imam (Imamul Haromain al-Juwaini) berdalil untuk pendapat ini dengan “kesepakatannya kaum muslimin untuk melarang para wanita keluar dalam kondisi terbuka wajah-wajah mereka, dan juga karena melihat (wajah-wajah mereka) sebab timbulnya fitnah dan menggerakan syahwat. Maka yang pantas dan sesuai dengan keindahan syari’at adalah menutup pintu dan berpaling dari perincian kondisi-kondisi seperti berkholwat (berdua-duaan) dengan wanita ajnabiah (wanita yg bukan mahram -pen)”.Dengan demikian tertolaklah pendapat bahwa wajah bukanlah aurot, lantas bagaimana diharamkan memandangnya?, karena meskipun wajah bukan aurot maka memandangnya sebab menimbulkan fintah atau syahwat, maka orang-orang dilarang untuk melihat wajah sebagai bentuk kehati-hatian”  (Nihaayatul Muhtaaj 6/187)

(4) As-Suyuthy rahimahullah, beliau berkata :

المرأة في العورة لها أحوال حالة مع الزوج ولا عورة بينهما وفي الفرج وجه وحالة مع الأجانب وعورتها كل البدن حتى الوجه والكفين في الأصح وحالة مع المحارم والنساء وعورتها ما بين السرة والركبة وحالة في الصلاة وعورتها كل البدن إلا الوجه والكفين

“Wanita dalam perihal aurot memiliki beberapa kondisi, (1) kondisi bersama suaminya, maka tidak ada aurot diantara keduanya, dan ada pendapat bahwa kemaluan adalah aurot (2) kondisi wanita bersama lelaki asing, maka aurotnya adalah seluruh badannya bahkan wajah dan kedua telapak tangan menurut pendapat yang lebih benar, (3) Kondisi bersama para mahromnya dan para wanita lain, maka aurotnya antara pusar dan lutut, (4) dan aurotnya tatkala sholat adalah seluruh badan kecuali wajah dan kedua telapak tangan” (Al-Asybaah wan Nadzooir hal 240)

(5) As-Subki rahimahullah, beliau berkata :

الأقرب إلى صنع الأصحاب: أن وجهها وكفيها عورة في النظر لا في الصلاة

“Yang lebih dekat kepada sikap para ulama syafi’iyah bahwasanya wajah wanita dan kedua telapak tangannya adalah aurot dalam hal dipandang bukan dalam sholat” (Sebagaimana dinukil oleh Asy-Syarbini dalam Mughni Al-Muhtaaj Ilaa Ma’rafat Alfaazh al-Minhaaj 3/129)

(6) Ibnu Qoosim (wafat 918 H) rahimahullah, beliau berkata:

(وجميع بدن) المرأة (الحُرَّة عورة إلا وجهها وكفيها). وهذه عورتها في الصلاة؛ أما خارجَ الصلاة فعورتها جميع بدنها

“Dan seluruh tubuh wanita merdeka adalah aurot kecuali wajahnya dan kedua telapak tangannya. Dan ini adalah aurotnya dalam sholat, adapun di luar sholat maka aurotnya adalah seluruh tubuhnya” (Fathul Qoriib Al-Mujiib fi Syar Alfaadz at-Taqriib hal 84)

(7) Asy-Syarbini rahimahullah, beliau berkata :

ويكره أن يصلي في ثوب فيه صورة , وأن يصلي في الرجل متلثماً والمرأة منتقبة إلا أن تكون في مكان وهناك أجانب لا يحترزون عن النظر إليها , فلا يجوز لها رفع النقاب

“Dan dimakaruhkan seorang lelaki sholat dengan baju yang ada gambarnya, demikian juga makruh sholat dengan menutupi wajahnya. Dan dimakruhkan seorang wanita sholat dengan memakai cadar kecuali jika ia sholat di suatu tempat dan ada para lelaki ajnabi (bukan mahramnya-pen) yang tidak menjaga pandangan mereka untuk melihatnya maka tidak boleh baginya untuk membuka cadarnya” (Al-Iqnaa’ 1/124)

(8) Abu Bakr Ad-Dimyaathy rahimahullah, beliau berkata:

واعلم أن للحرة أربع عورات فعند الأجانب جميع البدن  وعند المحارم والخلوة ما بين السرة والركبة وعند النساء الكافرات ما لا يبدو عند المهنة وفي الصلاة جميع بدنها ما عدا وجهها وكفيها

“Ketahuliah bahwasanya bagi wanita merdeka ada 4 aurot, (1) tatkala bersama para lelaki asing maka aurotnya seluruh badannya, (2) tatkala bersama mahrom dan tatkala kholwat (sedang bersendirian) maka aurotnya adalah antara pusar dan lutut, (3) tatkala bersama para wanita kafir aurotnya adalah apa yang biasa nampak tatkala bekerja, (4) tatkala dalam sholat aurotnya adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangannya’ (Hasyiah Iaanat Thoolibin 1/113)

Beliau juga berkata ;

ويكره أن يصلي في ثوب فيه صورة أو نقش لأنه ربما شغله عن صلاته وأن يصلي الرجل متلثما والمرأة منتقبة إلا أن تكون بحضرة أجنبي لا يحترز عن نظره لها فلا يجوز لها رفع النقاب

“Dan dibenci sholat di baju yang ada gambarnya atau bordirannya karena bisa jadi menyibukannya dari sholatnya, dan dimakruhkan seorang lelaki sholat dengan menutup wajahnya, juga dimakaruhkan wanita sholat dengan bercadar, kecuali jika dihadapan seorang lelaki ajnabi yang tidak menjaga pandangannya dari melihatnya maka tidak boleh baginya membuka cadarnya” (Haasyiah I’aanat Thoolibiin 1/114)

(9) Asy-Syarwaani rahimahullah berkata:

قال الزيادي في شرح المحرر بعد كلام: وعرف بهذا التقرير أن لها ثلاث عورات عورة في الصلاة وهو ما تقدم، وعورة بالنسبة لنظر الاجانب إليها جميع بدنها حتى الوجه والكفين على المعتمد، وعورة في الخلوة وعند المحارم كعورة الرجل اه. ويزد رابعة هي عورة المسلمة بالنسبة لنظر الكافرة غير سيدتها ومحرمها وهي ما لا يبدو عند المهنة

“Az-Zayyaadi berkata dalam syarh Al-Muharror… “Dan diketahui berdasarkan penjelasan ini bahwasanya seorang wanita merdeka memiliki 3 kondisi aurot (1) Aurot dalam sholat, yaitu sebagaimana telah lalu (seluruh badan kecuali wajah dan kedua telapak tangan-pen), (2) Aurot jika ditinjau dari pandangan para lelaki asing kepadanya maka aurotnya adalah seluruh tubuhnya bahkan wajah dan kedua tagannya menurut pendapat yang jadi patokan, (3) Aurotnya tatkala sedang bersendirian atau bersama mahram maka seperti aurtonya lelaki (antara pusar dan lutut-pen)”

Ditambah yang ke (4) Aurotnya ditinjau dari pandangan wanita kafir kepadanya jika wanita tersebut bukan tuannya dan juga bukan mahramnya, maka aurotnya adalah yang biasa nampak tatkala kerja” (Haasyiat Asy-Syarwaani ‘alaa Tuhfatil Muhtaaj 2/112)

(10) An-Nawawi Al-Bantani Al-Jaawi (wafat 1316 H) rahimahullah, beliau berkata :

“Dan aurot wanita merdeka dan budak dihadapan para lelaki asing yaitu jika mereka memandang kepada mereka berdua adalah seluruh tubuh bahkan termasuk wajah dan kedua telapak tangan, bahkan meskipun tatkala aman dari fitnah. Maka haram bagi mereka untuk melihat sesuatupun dari tubuh mereka berdua meskipun kuku yang terlepas dari keduanya” (Kaasyifat As-Sajaa ‘alaa Safinatin Najaa hal 63-64)

(11) Ibnu Umar Al-Jaawi (wafat 1316 H) rahimahullah, beliau berkata

والحرة لها أربع عورات : …رابعتها جميع بدنها حتى قلامة ظفرها وهي عورتها عند الرجال الأجانب فيحرم على الرجل الأجنبي النظر إلى شيء من ذلك ويجب على المرأة ستر ذلك عنه

“Dan wanita merdeka memiliki 4 kondisi tentang aurat…kondisi yang keempat adalah seluruh tubuh sang wanita bahkan kukunya , dan ini adalah aurotnya tatkala ia di hadapan para lelaki yang asing, maka haram bagi seorang lelaki ajnabi (asing) untuk melihat sebagian dari hal itu, dan wajib bagi sang wanita untuk menutup hal itu dari sang lelaki” (Nihaayat az-Zain Fi Irsyaadil Mubtadiin, hal 47)

KEDUA : PARA MUFASIIR SYAFI’IYAH

Berikut ini akan penulis sampaikan perkataan para ahli tafsir yang bermadzhab syafi’iyah tatkala mereka menafsirkan ayat tentang wajibnya berjilbab, yaitu firman Allah :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (٥٩)

“Hai Nabi, Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Al-Ahzaab : 59)

(1) Abul Mudzoffar As-Sam’aani (wafat 489 H) rahimahullah, beliau berkata :

قال عبيدة السلماني : تتغطى المرأة بجلبابها فتستر رأسها ووجهها وجميع بدنها إلا إحدى عينيها

“Berkata ‘Abiidah As-Salmaaniy : Wanita menutup diri dengan jilbabnya, maka ia menutup kepalanya, wajahnya, dan seluruh tubuhnya kecuali salah satu matanya” (Tafsiirul Qur’aan 4/307)

(2) Ilkyaa Al-Harroosy (wafat 504 H)rahimahullah, beliau berkata

الجلباب: الرداء، فأمرهن بتغطية وجوهن ورؤوسهن، ولم يوجب على الإماء ذلك

“Jilbab adalah selendang kain, maka Allah memerintahkan para wanita untuk menutup wajah-wajah mereka, dan hak ini tidak wajib bagi para budak wanita” (Ahkaamul Qur’aan 4/354)

(3) Al-Baghowi (wafat 516 H) rahimahullah, beliau berkata :

وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَأَبُو عُبَيْدَةَ: أَمَرَ نِسَاءَ الْمُؤْمِنِينَ أن يغطين رؤوسهن ووجوهن بِالْجَلَابِيبِ إِلَّا عَيْنًا وَاحِدَةً لِيُعْلَمَ أَنَّهُنَّ حَرَائِرُ

“Ibnu Abbaas dan Abu Ubaidah berkata : Allah memerintahkan para wanita kaum muslimin untuk menutup kepala mereka dan wajah mereka dengan jilbab kecuali satu mata, agar diketahui bahwasanya mereka adalah para wanita merdeka (bukan budak)” (Tafsir Al-Baghowi 6/376)

(4) Ar-Roozi (wafat 606 H) rahimahullah, beliau berkata :

وقوله ذالِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ قيل يعرفن أنهن حرائر فلا يتبعن ويمكن أن يقال المراد يعرفن أنهن لا يزنين لأن من تستر وجهها مع أنه ليس بعورة لا يطمع فيها أنها تكشف عورتها فيعرفن أنهن مستورات لا يمكن طلب الزنا منهن

“Dan firman Allah ((Yang demikian itu agar mereka dikenal dan tidak diganggu)), dikatakan maknanya adalah mereka dikenal bahwa mereka adalah para wanita merdeka, maka mereka tidak diikuti. Dan mungkin untuk dikatakan bahwasanya mereka tidak berzina. Karenawanita yang menutup wajahnya –padahal wajah bukan aurot- maka tidak bisa diharapkan untuk membuka aurotnya, maka dikenalah mereka bahwa mereka adalah para wanita yang tertutup dan tidak mungkin meminta berzina dari mereka”(Mafaatiihul Ghoib 25/198-199)

(5) Al-Baidhoowi (wafat 691 H)rahimahullah, beliau berkata :

يغطين وجوههن وأبدانهن بملاحفهن إذا برزن لحاجة

“Mereka para wanita menutup wajah-wajah mereka dan tubuh mereka dengan kain-kain mereka jika mereka keluar karena ada keperluan” (Tafsiir Al-Baidhoowi 1/386)

(6) Tafsir Jalaalain

جمع جلباب وهي الملاءة التي تشتمل بها المرأة أي يرخين بعضها على الوجوه إذا خرجن لحاجتهن إلا عينا واحدة

“Jalaabiib adalah kata jamak/prular dari jilbab, yaitu pakaian yang dipakai oleh wanita. Yaitu mereka menjulurkan sebagian jilbab ke wajah-wajah mereka jika mereka keluar untuk keperluan mereka, kecuali (dibuka) satu matanya” (Tafsir Jalaalain hal 559)

PERINGATAN

Ada beberapa peringatan yang perlu diketahui:

Pertama : Jika wajah wanita bukan aurot (sebagaimana pendapat sebagian ulama syafi’iyah) maka tetap hanya boleh dipandang kalau ada haajah/keperluan syar’i.

Sebagian ulama madzhab syafi’iyah memandang bahwa wajah bukanlah aurot karena beralasan bahwasanya wajah diperlukan untuk dilihat dalam kondisi-kondisi tertentu. Akan tetapi para ulama tersebut tidaklah bermaksud bahwasanya wajah wanita boleh dilihat secara mutlak, akan tetapi mereka menyatakan bahwa wajah wanita hanya boleh dilihat tatkala ada haajah (kebutuhan), seperti tatkala sang wanita menjadi saksi, atau tatkala terjadi akad jual beli, atau dilihat dalam rangka untuk mengobati, dll (lihat penjelasan Al-Maawardi rahimahullah tentang sebab-sebab yang membolehkan memandang wajah wanita, di  Al-Haawi Al-Kabiir 9/35-36). Adapun hanya sekedar memandang wajah wanita tanpa sebab/keperluan yang syar’i maka tidak diperbolehkan.

(1) Asy-Syiroozi rahimahullah berkata :

وأما من غير حاجة فلا يجوز للأجنبي أن ينظر إلى الأجنبية ولا للأجنبية أن تنظر إلى الأجنبي لقوله تعالى { قل للمؤمنين يغضوا من أبصارهم ويحفظوا فروجهم }

“Adapun jika tidak ada hajah (keperluan) maka tidak boleh seorang lelaki ajnabi melihat kepada seorang wanita ajnabiah dan tidak pula boleh wanita ajnabiah memandang lelaki ajnabi karena firman Allah ((Katakanlah kepada para lelaki mukmin untuk menundukkan sebagian pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka.))…”(Al-Muhadzdzab 2/34)

(2) Al-Baihaqi (wafat 458 H) berkata :

بَابُ تَحْرِيمِ النَّظَرِ إِلَى الْأَجْنَبِيَّاتِ مِنْ غَيْرِ سَبَبٍ مُبِيحٍ

“Bab haramnya memandang para wanita ajnabiyat tanpa ada sebab yang membolehkan” (As-Sunan Al-Kubro 7/143)

Beliau juga berkata :

وأما النظر بغير سبب مبيح لغير محرم فالمنع منه ثابت بآية الحجاب

“Adapun memandang kepada selain mahram tanpa sebab yang membolehkan, maka pelarangannya telah tetap dengan ayat al-Qur’an tentang wajibnya berhijab” (Ma’rifat As-Sunan wa Al-Aatsaar 10/23)

(3) Abu Syujaa’ Al-Ashfahaani (wafat 593 H) rahimahullah berkata :

وَنَظَرُ الرجلَ إلىَ المرْأة عَلى سَبْعَة أضْربٍ: أحَدُهَا: نَظَرهُ إلى أجَنَبيَّة لغَيْرِ حَاجَة، فَغَيْرُ جَائِز

“Dan pandangan seorang lelaki kepada wanita ada 7 model, yang pertama : Pandangannya kepada soerang wanita ajnabiyah tanpa ada keperluan, maka hal ini tidak diperbolehkan” (Matan Abi Syujaa’ hal 158)

(4) Ibnul Mulaqqin (wafat 804 H) rahimahullah berkata :

ويحرم نظر فحل بالغ ومراهق إلى عورة كبيرة أجنبية ووجهها وكفيها لغير حاجة

“Dan diharamkan bagi seorang lelaki dewasa dan juga remaja untuk memandang aurot wanita dewasa ajnabiyah dan wajahnya serta kedua telapak tangannya jika tanpa ada keperluan” (At-Tadzkiroh hal 120)

Kedua : Para ulama syafi’iyah sepakat jika memandang wajah wanita jika khawatir terfitnah atau memandang dengan syahwat dan berledzat-ledzat  maka haram hukumnya. Bahkan sebagian ulama syafi’iyah menukil adanya ijmak (konsensus) para ulama dalam permasalahan ini. Diantara para ulama tersebut :

(1) Imamul Haromain al-Juwaini (wafat 478 H) , beliau berkata :

والنظر إلى الوجه والكفين يحرم عند خوف الفتنة إجماعاً

“Dan melihat kepada wajah dan kedua telapak tangan haram tatkala dikhawatirkan fitnah, berdasarkan ijmak (konsensus) ulama” (Nihaayatul Mathlab fi Diooyatil madzhab 12/31)

(2) Ibnu Hajr Al-Haitami rahimahulloh berkata

وكذا وجهها أو بعضه ولو بعض عينها وكفها أي كل كف منها وهو من رأس الأصابع إلى المعصم عند خوف فتنة إجماعا من داعية نحو مس لها أو خلوة بها وكذا عند النظر بشهوة بأن يلتذ به وإن أمن الفتنة قطعا

“Demikian pula diharamkan melihat wajah sang wanita atau sebagian wajahnya bahkan meskipun sebagian matanya, dan juga telapak tangannya, yaitu seluruh telapak tangannya dari ujung jari-jari hingga pergelangan tangan, tatkala dikhawatirkan fitnah -berdasarkan ijmak ulama-, yaitu fitnah yang mendorong untuk menyentuh sang wanita atau berdua-duannya dengannya. Demikian pula memandangnya dengan syahwat tentu diharamkan meskipun aman dari fitnah” (Nihaayatul Muhtaaj 6/187)

(3) Al-Bujairimy rahimahullah, beliau berkata ;

وَأَمَّا نَظَرُهُ إلَى الْوَجْهِ وَالْكَفَّيْنِ فَحَرَامٌ عِنْدَ خَوْفِ فِتْنَةٍ تَدْعُو إلَى الِاخْتِلَاءِ بِهَا لِجِمَاعٍ أَوْ مُقَدِّمَاتِهِ بِالْإِجْمَاعِ كَمَا قَالَهُ الْإِمَامُ ، وَلَوْ نَظَرَ إلَيْهِمَا بِشَهْوَةٍ وَهِيَ قَصْدُ التَّلَذُّذِ بِالنَّظَرِ الْمُجَرَّدِ وَأَمِنَ الْفِتْنَةَ حَرُمَ قَطْعًا

“Adapun memandang kepada wajah dan kedua telapak tangan maka hukumnya haram tatkala dikhawatirkan fitnah yang mendorong untuk berkhalwat dengan sang wanita untuk berjimak atau pengantar jimak –berdasarkan ijmak ulama-, sebagaimana yang dikatakan oleh Imaamul Haromain al-Juwaini. Kalau melihat kepada sang wanita dengan syahwat atau dengan tujuan berledzat-ledzat dengan sekedar memandang dan aman dari fitnah maka hukumnya jelas haram” (Hasyiyah al-Bujairimy ‘ala al-Khothiib 10/63)

Ketiga : Memakai cadar merupakan perkara yang telah dikenal sejak zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga saat ini. Karenanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang pakaian wanita yang hendak ihrom :

وَلاَ تَنْتَقِبُ الْمَرْأَةُ الْمُحْرِمَةُ

“Wanita yang ihrom tidak boleh memakai cadar” (HR Al-Bukhari no 1837)

Hadits ini menunjukkan bahwa memakai cadar merupakan kebiasaan para wanita di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, karenanya Nabi mengingatkan agar mereka tidak memakai cadar tatkala sedang ihram.

Tradisi kaum muslimat memakai cadar juga telah ditegaskan oleh Al-Hafiz Ibnu Hajar al-‘Asqolaani rahimahullah. Beliau berkata :

استمرار العمل على جواز خروج النساء إلى المساجد والاسواق والاسفار منتقبات لئلا يراهن الرجال ولم يؤمر الرجال قط بالانتقاب … إذ لم تزل الرجال على ممر الزمان مكشوفي الوجوه والنساء يخرجن منتقبات

“Berkesinambungannya praktek akan bolehnya para wanita keluar ke mesjid-mesjid dan pasar-pasar serta bersafar dalam kondisi bercadar agar mereka tidak dilihat oleh para lelaki. Dan para lelaki sama sekali tidak diperintahkan untuk bercadar…dan seiring berjalannya zaman para lelaki senantiasa membuka wajah mereka dan para wanita keluar dengan bercadar..” (Fathul Baari 9/337)

Ibnu Hajar juga berkata :

ولم تزل عادة النساء قديما وحديثا يسترن وجوههن عن الاجانب

“Dan senantiasa tradisi para wanita sejak zaman dahulu hingga sekarang bahwasanya mereka menutup wajah-wajah mereka dari para lelaki asing” (Fathul Baari 9/324)

Berikut orang-orang terkemuka yang ambil bagian usaha Nabi Muhammad Saw yakni dakwah ilallah

Brigjenpol Anton Bahrul Alam
AKBP Drs.Waris Anggono.MSi
almarhum Gito rollies
Shakti sheila on 7
Hengky Tornado
Ratno Karno
Kegiatan Program Itikaf & Silahturahmi Bridjen Anton Bahrul Alam
Sumber : Website Polda Kaltim

Mungkin kisah ini terasa sangat aneh bagi mereka yang belum pernah bertemu dengan orangnya atau langsung melihat dan mendengar penuturannya. Kisah yang mungkin hanya terjadi dalam cerita fiktif, namun menjadi kenyataan. Hal itu tergambar dengan kata-kata yang diucapkan oleh si pemilik kisah yang sedang duduk di hadapanku mengisahkan tentang dirinya. Untuk mengetahui kisahnya lebih lanjut dan mengetahui kejadian-kejadian yang menarik secara komplit, biarkan aku menemanimu untuk bersama-sama menatap ke arah Johannesburg, kota bintang emas nan kaya di negara Afrika Selatan di mana aku pernah bertugas sebagai pimpinan cabang kantor Rabithah al-’Alam al-Islami di sana.
Pada tahun 1996, di sebuah negara yang sedang mengalami musim dingin, di siang hari yang mendung, diiringi hembusan angin dingin yang menusuk tulang, aku menunggu seseorang yang berjanji akan menemuiku. Istriku sudah mempersiapkan santapan siang untuk menjamu sang tamu yang terhormat. Orang yang aku tunggu dulunya adalah seorang yang mempunyai hubungan erat dengan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela. Ia seorang misionaris penyebar dan pendakwah agama Nasrani. Ia seorang pendeta, namanya ‘Sily.’ Aku dapat bertemu dengannya melalui perantaraan sekretaris kantor Rabithah yang bernama Abdul Khaliq Matir, di mana ia mengabarkan kepada-ku bahwa seorang pendeta ingin datang ke kantor Rabithah hendak membicarekan perkara penting.
Tepat pada waktu yang telah dijanjikan, pendeta tersebut datang bersama temannya yang bernama Sulaiman. Sulaiman adalah salah seorang anggota sebuah sasana tinju setelah ia memeluk Islam, selepas bertanding dengan seorang petinju muslim terkenal, Muhammad Ali. Aku menyambut keda-tangan mereka di kantorku dengan perasaan yang sangat gembira. Sily seorang yang berpostur tubuh pendek, berkulit sangat hitam dan mudah tersenyum. Ia duduk di depanku dan berbicara denganku dengan lemah lembut. Aku katakan, “Saudara Sily bolehkah kami mendengar kisah keislamanmu?” ia tersenyum dan berkata, “Ya, tentu saja boleh.”
Pembaca yang mulia, dengar dan perhatikan apa yang telah ia ceritakan kepadaku, kemudian setelah itu, silahkan beri penilaian.!
Sily berkata, “Dulu aku seorang pendeta yang sangat militan. Aku berkhidmat untuk gereja dengan segala kesungguhan. Tidak hanya sampai di situ, aku juga salah seorang aktifis kristenisasi senior di Afrika Selatan. Karena aktifibegku yang besar maka Vatikan memilihku untuk menjalankan program kristenisasi yang mereka subsidi. Aku mengambil dana Vatikan yang sampai kepadaku untuk menjalankan program tersebut. Aku mempergunakan segala cara untuk mencapai targetku. Aku melakukan berbagai kunjungan rutin ke madrasah-madrasah, sekolah-sekolah yang terletak di kampung dan di daerah pedalaman. Aku memberikan dana tersebut dalam bentuk sumbangan, pemberian, sedekah dan hadiah agar dapat mencapai targetku yaitu memasukkan masyarakat ke dalam agama Kristen. Gereja melimpahkan dana tersebut kepadaku sehingga aku menjadi seorang hartawan, mempunyai rumah mewah, mobil dan gaji yang tinggi. Posisiku melejit di antara pendeta-pendeta lainnya.
Pada suatu hari, aku pergi ke pusat pasar di kotaku untuk membeli beberapa hadiah. Di tempat itulah bermula sebuah perubahan!
Di pasar itu aku bertemu dengan seseorang yang memakai kopiah. Ia pedagang berbagai hadiah. Waktu itu aku mengenakan pakaian jubah pendeta berwarna putih yang merupakan ciri khusus kami. Aku mulai menawar harga yang disebutkan si penjual. Dari sini aku mengetahui bahwa ia seorang muslim. Kami menyebutkan agama Islam yang ada di Afrika selatan dengan sebutan ‘agama orang Arab.’ Kami tidak menyebutnya dengan sebutan Islam. Aku pun membeli berbagai hadiah yang aku inginkan. Sulit bagi kami menjerat orang-orang yang lurus dan mereka yang konsiten dengan agamanya, sebagaimana yang telah berhasil kami tipu dan kami kristenkan dari kalangan orang-orang Islam yang miskin di Afrika Selatan.
Si penjual muslim itu bertanya kepadaku, “Bukankah anda seorang pendeta?” Aku jawab, “Benar.” Lanbeg ia bertanya kepadaku, “Siapa Tuhanmu?” Aku katakan, “Al-Masih.” Ia kembali berkata, “Aku menantangmu, coba datangkan satu ayat di dalam Injil yang menyebutkan bahwa al-Masih AS berkata, ‘Aku adalah Allah atau aku anak Allah. Maka sembahlah aku’.” Ucapan muslim tersebut bagaikan petir yang menyambar kepalaku. Aku tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut. Aku berusaha membuka-buka kembali catatanku dan mencarinya di dalam kitab-kitab Injil dan kitab Kristen lainnya untuk menemukan jawaban yang jelas terhadap pertanyaan lelaki tersebut. Namun aku tidak menemukannya. Tidak ada satu ayat pun yang men-ceritakan bahwa al-Masih berkata bahwa ia adalah Allah atau anak Allah. Lelaki itu telah menjatuhkan mentalku dan menyulitkanku. Aku ditimpa sebuah bencana yang memmembuat dadaku sempit. Bagaimana mungkin pertanyaan seperti ini tidak pernah terlinbeg olehku? Lalu aku tinggalkan lelaki itu sambil menundukkan wajah. Ketika itu aku sadar bahwa aku telah berjalan jauh tanpa arah. Aku terus berusaha mencari ayat-ayat seperti ini, walau bagaimanapun rumitnya. Namun aku tetap tidak mampu, aku telah kalah.
Aku pergi ke Dewan Gereja dan meminta kepada para anggota dewan agar berkumpul. Mereka menyepakatinya. Pada pertemuan tersebut aku mengabarkan kepada mereka tentang apa yang telah aku dengar. Tetapi mereka malah menyerangku dengan ucapan, “Kamu telah ditipu orang Arab. Ia hanya ingin meyesatkanmu dan memasukkan kamu ke dalam agama orang Arab.” Aku katakan, “Kalau begitu, coba beri jawabannya!” Mereka membantah pertanyaan seperti itu namun tak seorang pun yang mampu memberikan jawaban.
Pada hari minggu, aku harus memberikan pidato dan pelajaranku di gereja. Aku berdiri di depan orang banyak untuk memberikan wejangan. Namun aku tidak sanggup melakukannya. Sementara para hadirin merasa aneh, karena aku berdiri di hadapan mereka tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku kembali masuk ke dalam gereja dan meminta kepada temanku agar ia menggantikan tempatku. Aku katakan bahwa aku sedang sakit. Padahal jiwaku hancur luluh.
Aku pulang ke rumah dalam keadaan bingung dan cemas. Lalu aku masuk dan duduk di sebuah ruangan kecil. Sambil menangis aku menengadahkan pandanganku ke langit seraya berdoa. Namun kepada siapa aku berdoa. Kemudian aku berdoa kepada Dzat yang aku yakini bahwa Dia adalah Allah Sang Maha Pencipta, “Ya Tuhanku… Wahai Dzat yang telah men-ciptakanku… sungguh telah tertutup semua pintu di hadapanku kecuali pintuMu…
Janganlah Engkau halangi aku mengetahui kebenaran… manakah yang hak dan di manakah kebenaran? Ya Tuhanku… jangan Engkau biarkan aku dalam kebimbangan… tunjukkan kepadaku jalan yang hak dan bimbing aku ke jalan yang benar…” lanbeg akupun tertidur.
Di dalam tidur, aku melihat diriku sedang berada di sebuah ruangan yang sangat luas. Tidak ada seorang pun di dalamnya kecuali diriku. Tiba-tiba di tengah ruangan tersebut muncul seorang lelaki. Wajah orang itu tidak begitu jelas karena kilauan cahaya yang terpancar darinya dan dari sekelilingnya. Namun aku yakin bahwa cahaya tersebut muncul dari orang tersebut.
Lelaki itu memberi isyarat kepadaku dan memanggil, “Wahai Ibrahim!” Aku menoleh ingin mengetahui siapa Ibrahim, namun aku tidak menberjumpai siapa pun di ruangan itu. Lelaki itu berkata, “Kamu Ibrahim… kamulah yang bernama Ibrahim. Bukankah engkau yang memohon petunjuk kepada Allah?” Aku jawab, “Benar.” Ia berkata, “Lihat ke sebelah kananmu!” Maka akupun menoleh ke kanan dan ternyata di sana ada sekelompok orang yang sedang memanggul barang-barang mereka dengan mengenakan pakaian putih dan bersorban putih. Ikutilah mereka agar engkau mengetahui kebenaran!” Lanjut lelaki itu.
Kemudian aku terbangun dari tidurku. Aku merasakan sebuah kegembiraan menyelimutiku. Namun aku belum juga memperoleh ketenangan ketika muncul pertanyaan, di mana gerangan kelompok yang aku lihat di dalam mimipiku itu berada.
Aku bertekad untuk melanjutkannya dengan berkelana mencari sebuah kebenaran, sebagaimana ciri-ciri yang telah diisyaratkan dalam mimpiku. Aku yakin ini semua merupakan petunjuk dari Allah SWT. Kemudian aku minta cuti kerja dan mulai melakukan perjalanan panjang yang memaksaku untuk berkeliling di beberapa kota mencari dan bertanya di mana orang-orang yang memakai pakaian dan sorban putih berada. Telah panjang perjalanan dan pencarianku. Setiap aku menberjumpai kaum muslimin, mereka hanya memakai celana panjang dan kopiah. Hingga akhirnya aku sampai di kota Johannesburg.
Di sana aku mendatangi kantor penerima tamu milik Lembaga Muslim Afrika. Di rumah itu aku bertanya kepada pegawai penerima tamu tentang jamaah tersebut. Namun ia mengira bahwa aku seorang peminta-minta dan memberikan sejumlah uang. Aku katakan, “Bukan ini yang aku minta. Bukankah kalian mempunyai tempat ibadah yang dekat dari sini? Tolong tunjukkan masjid yang terdekat.” Lalu aku mengikuti arahannya dan aku terkejut ketika melihat seorang lelaki berpakaian dan bersorban putih sedang berdiri di depan pintu.
Aku sangat girang, karena ciri-cirinya sama seperti yang aku lihat dalam mimpi. Dengan hati yang berbunga-bunga, aku mendekati orang tersebut. Sebelum aku mengatakan sepatah kata, ia terlebih dahulu berkata, “Selamat datang ya Ibrahim!” Aku terperanjat mendengarnya.
Ia mengetahui namaku sebelum aku memperkenalkannya. Lanbeg ia melanjutkan ucapan-nya, “Aku melihatmu di dalam mimpi bahwa engkau sedang mencari-cari kami. Engkau hendak mencari kebenaran? Kebenaran ada pada agama yang diridhai Allah untuk hamba-Nya yaitu Islam.” Aku katakan, “Benar. Aku sedang mencari kebenaran yang telah ditunjukkan oleh lelaki bercahaya dalam mimpiku, agar aku mengikuti sekelompok orang yang berpakaian seperti busana yang engkau kenakan. Tahukah kamu siapa lelaki yang aku lihat dalam mimpiku itu?”
Ia menjawab, “Dia adalah Nabi kami Muhammad, Nabi agama Islam yang benar, Rasulullah SAW.” Sulit bagiku untuk mempercayai apa yang terjadi pada diriku. Namun langsung saja aku peluk dia dan aku katakan kepadanya, “Benarkah lelaki itu Rasul dan Nabi kalian yang datang menunjukiku agama yang benar?” Ia berkata, “Benar.”
Ia lalu menyambut kedatanganku dan memberikan ucapan selamat karena Allah telah memberiku hidayah kebenaran. Kemudian datang waktu shalat zhuhur. Ia mempersilahkanku duduk di tempat paling belakang dalam masjid dan ia pergi untuk melaksanakan shalat bersama jamaah yang lain. Aku memperhatikan kaum muslimin banyak memakai pakaian seperti yang dipakainya.
Aku melihat mereka rukuk dan sujud kepada Allah. Aku berkata dalam hati, “Demi Allah, inilah agama yang benar. Aku telah membaca dalam berbagai kitab bahwa para nabi dan rasul meletakkan dahinya di abeg tanah sujud kepada Allah.” Setelah mereka shalat, jiwaku mulai merasa tenang dengan fenomena yang aku lihat. Aku berucap dalam hati, “Demi Allah sesungguhnya Allah SAW telah menunjukkan kepadaku agama yang benar.” Seorang muslim memanggilku agar aku mengumumkan keislamanku. Lalu aku mengucapkan dua kalimat syahadat dan aku menangis sejadi-jadinya karena gembira telah mendapat hidayah dari Allah SWT.
Kemudian aku tinggal bersamanya untuk mempelajari Islam dan aku pergi bersama mereka untuk melakukan safari dakwah dalam waktu beberapa lama. Mereka mengunjungi semua tempat, mengajak manusia kepada agama Islam. Aku sangat gembira ikut bersama mereka. Aku dapat belajar shalat, puasa, tahajjud, doa, kejujuran dan amanah dari mereka.
Aku juga belajar dari mereka bahwa seorang muslim diperintahkan untuk menyampaikan agama Allah dan bagaimana menjadi seorang muslim yang mengajak kepada jalan Allah serta berdakwah dengan hikmah, sabar, tenang, rela berkorban dan berwajah ceria.Setelah beberapa bulan kemudian, aku kembali ke kotaku.
Ternyata keluarga dan teman-temanku sedang mencari-cariku. Namun ketika melihat aku kembali memakai pakaian Islami, mereka mengingkarinya dan Dewan Gereja meminta kepadaku agar diadakan sidang darurat. Pada pertemuan itu mereka mencelaku karena aku telah meninggalkan agama keluarga dan nenek moyang kami.
Mereka berkata kepadaku, “Sungguh kamu telah tersesat dan tertipu dengan agama orang Arab.” Aku katakan, “Tidak ada seorang pun yang telah menipu dan menyesatkanku. Sesungguhnya Rasulullah Muhammad SAW datang kepadaku dalam mimpi untuk menunjukkan kebenaran dan agama yang benar yaitu agama Islam. Bukan agama orang Arab sebagaimana yang kalian katakan. Aku mengajak kalian kepada jalan yang benar dan memeluk Islam.” Mereka semua terdiam.
Kemudian mereka mencoba cara lain, yaitu membujukku dengan memberikan harta, kekuasaan dan pangkat. Mereka berkata, “Sesungguhnya Vatikan memintamu untuk tinggal bersama mereka selama enam bulan untuk menyerahkan uang panjar pembelian rumah dan mobil baru untukmu serta memberimu kenaikan gaji dan pangkat tertinggi di gereja.”
Semua tawaran tersebut aku tolak dan aku katakan kepada mereka, “Apakah kalian akan menyesatkanku setelah Allah memberiku hidayah? Demi Allah aku takkan pernah melakukannya walaupun kalian memenggal leherku.” Kemudian aku menasehati mereka dan kembali mengajak mereka ke agama Islam. Maka masuk Islamlah dua orang dari kalangan pendeta.
Alhamdulillah, Setelah melihat tekadku tersebut, mereka menarik semua derajat dan pangkatku. Aku merasa senang dengan itu semua, bahkan tadinya aku ingin agar penarikan itu segera dilakukan. Kemudian aku mengembalikan semua harta dan tugasku kepada mereka dan akupun pergi meninggalkan mereka,” Sily mengakhiri kisahnya.
Kisah masuk Islam Ibrahim Sily yang ia ceritakan sendiri kepadaku di kantorku, disaksikan oleh Abdul Khaliq sekretaris kantor Rabithah Afrika dan dua orang lainnya. Pendeta sily sekarang dipanggil dengan Da’i Ibrahim Sily berasal dari kabilah Kuza Afrika Selatan. Aku mengundang pendeta Ibrahim -maaf- Da’i Ibrahim Sily makan siang di rumahku dan aku laksanakan apa yang diwajibkan dalam agamaku yaitu memuliakannya, kemudian ia pun pamit. Setelah pertemuan itu aku pergi ke Makkah al-Mukarramah untuk melaksanakan suatu tugas. Waktu itu kami sudah mendekati persiapan seminar Ilmu Syar’i I yang akan diadakan di kota Cape Town. Lalu aku kembali ke Afrika Selatan tepatnya ke kota Cape Town.
Ketika aku berada di kantor yang telah disiapkan untuk kami di Ma’had Arqam, Dai Ibrahim Sily mendatangiku. Aku langsung mengenalnya dan aku ucapkan salam untuknya dan bertanya, “Apa yang kamu lakukan disini wahai Ibrahim.?” Ia menjawab, “Aku sedang mengunjungi tempat-tempat di Afrika Selatan untuk berdakwah kepada Allah. Aku ingin mengeluarkan masyarakat negeriku dari api neraka, mengeluarkan mereka dari jalan yang gelap ke jalan yang terang dengan memasukkan mereka ke dalam agama Islam.”
Sumber:
(SUMBER: SERIAL KISAH TELADAN karya Muhammad Shalih al-Qaththani, seperti yang dinukilnya dari tulisan Dr. Abdul Aziz Ahmad Sarhan, Dekan fakulbeg Tarbiyah di Makkah al-Mukarramah, dengan sedikit perubahan. PENERBIT DARUL HAQ, TELP.021-4701616)
http://imanyakin.wordpress.com/2008/07/17/kisah-pendeta-masuk-islam/

Pagi itu Jakarta cukup dingin. Jarum jam menunjuk pukul 06.00 WIB ketika Ustadz Agus Soetomo menjemput saya. “Mari kita berangkat. Kita pergi tiga hari ya,” ajaknya.
Pak Haji Agus-panggilan akrabnya-adalah aktivis dakwah yang punya segudang pengalaman. Usianya sudah cukup tua namun ghirah-nya seperti pemuda belasan tahun. Penuh semangat. Itu mendorong saya untuk bergegas mengikuti ajakannya.
Kami menuju Bogor, mengendarai Suzuki Carry warna merah menyusuri jalan tol Jagorawi yang saat itu masih sepi. Tempat yang kami tuju adalah Kompleks TNI Yonif 315 Bogor. Hari itu, Pak Haji Agus dan kawan-kawan akan menggelar acara yang cukup istimewa. Yaitu melakukan khuruj (keluar atau bepergian di jalan Allah) bersama para tentara.
Tiba di tujuan, saya segera menangkap pemandangan yang terasa berbeda. Puluhan tentara sudah “apel” di masjid Nurul Amal Yonif 315. Sebagaimana tentara pada umumnya, mereka memakai seragam loreng. Namun yang bertengger di kepalanya bukan topi baja, melainkan surban. Ada pula yang memakai kopiah putih. Para prajurit yang “siap tempur” itu berbaur dengan belasan pria berjenggot yang rata-rata memakai gamis warna putih dan juga surban.
“Ini Ustadz Hasanuddin, danton-(komandan peleton)-nya,” Pak Haji Agus memperkenalkan saya pada seseorang. Saya mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan pria ramah itu.
Semua “Letjen”
Tepat pukul 09.00, “Danton” Hasanuddin memberi aba-aba agar pasukan segera berangkat. Gelar pasukan dibagi menjadi 13 kelompok. Masing-masing terdiri abeg 5 sampai 7 orang tentara dan 7 aktivis Jamaah Tabligh. Menurut Pak Haji Agus, mereka akan disebar ke berbagai masjid di kawasan Bogor, Jakarta, Sukabumi, dan Bandung.
Ustadz Hasanuddin menjelaskan tentang apa yang mesti dilakukan oleh masing-masing amir atau ketua kelompok di “medan tempur” nanti. Suasana hening. Semua menyimak dengan seksama apa yang diperintahkan oleh komandan.
Saya masuk ke dalam Kelompok Kalibata. Alhamdulillah, batin saya, berarti tidak jauh dengan rumah saya di kawasan Kampung Melayu (Jakarta Timur). Siapa tahu nanti saya punya waktu untuk sekadar menengok rumah di sela-sela acara. Apalagi esok harinya harus menghadiri pernikahan seorang teman, jadi saya mesti izin sebentar.
“Saat ini kita semua letjen. Cepat-cepat, waktunya mendesak! Jendela satu, dua, tiga, dan selanjutnya mohon dibuka, supaya tidak merepotkan gerak kita,” kata Danton Hasanuddin.
Batin saya langsung berdecak kagum, berarti tentara-tentara ini berpangkat letnan jenderal semua. Subhanallah! Tapi, kok tampangnya masih muda-muda?
Kami berhamburan ke luar masjid, ada yang lewat pintu, ada yang lewat jendela. Kebetulan jendelanya rendah sehingga tidak sulit untuk dilompati. “Ayo keluar lewat jendela. Sekarang ini kita semua letjen, lewat jendela,” Hasanuddin terus memberi komando.
Ealaaah, ternyata letjen itu singkatan dari “lewat jendela”. Saya cengar-cengir.
Nyasar ke Sukabumi
Sekitar pukul 10.00, pasukan meninggalkan masjid, menuju berbagai tempat yang telah ditentukan. Jika ada salah satu anggota kelompok yang mempunyai mobil, maka mobil itulah yang dipakai banyak-banyak. Bagi kelompok yang tak punya mobil, mereka harus iuran agar bisa menyewa kendaraan.
Alhamdulillah, dua anggota Kelompok Kalibata punya mobil Panther dan Kijang kapsul. Saya berada di dalam Panther, bersama 5 orang tentara. Menilik pangkat yang tertempel di pundaknya, ada seorang yang berpangkat letnan satu, seorang sersan dua, dan lainnya sersan satu. Namun pada saat itu mereka bercanda seperti kawan akrab, seolah-olah tak ada perbedaan pangkat.
Awalnya saya agak kikuk karena satu orang pun belum ada yang kenal, meskipun sudah berjabatan tangan. Saya masih memilih diam dan lebih banyak melempar senyum, sambil asyik mengamati pemandangan selama di perjalanan.
Lama-lama hati saya bertanya-tanya, sebab Panther itu tidak mengarah ke Jakarta tetapi justru sebaliknya. Di kiri kanan jalan terhampar perkebunan teh, lalu hutan, dan pokoknya makin jauh dari suasana kebanyakan. “Lho, Pak, katanya mau ke Kalibata, kok lewat hutan begini? Apa tidak nyasar?” tanya saya.
“Kita tidak ke Kalibata, tetapi ke Sukabumi,” jawab Ustadz Hasanuddin yang menjadi amir kami.
Wah, salah sangka lagi! Terbayang, besok berarti saya tidak bisa menengok rumah dan menghadiri pernikahan teman. Tapi tak apalah, insya Allah ada hikmahnya.
Tujuan rombongan ini ternyata ke Masjid Sekolah Polisii Negara (SPN) Lido, Sukabumi (Jawa Barat). Begitu tiba di lokasi, kami langsung berdoa, mohon petunjuk dan perlindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala agar perjalanan dakwah bisa lancar dan terhindar dari fitnah.
Waktu itu hari Jumat. Kami bergegas mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat. Sebelum khatib naik mimbar, takmir masjid menyampaikan pengumuman kepada jamaah, “Selamat datang kepada rekan-rekan dari Jamaah Tabligh yang akan beri’tikaf di masjid kita ini selama tiga hari.”
Perwira Ingin Masuk Surga
Usai shalat Jumat, kami duduk melingkar sambil menunggu makan siang. Amir menerangkan tentang adab makan, adab bersuci, mandi, berwudhu, masuk masjid, dan tidur. Itulah di antara aktivibeg yang akan kami lakukan di lingkungan masjid. Usai ceramah, salah seorang teman mengkoordinir iuran untuk biaya makan sehari-hari.
Beberapa saat kemudian ada beberapa pengurus masjid yang bergabung. Kami pun segera tenggelam dalam perbincangan yang akrab. “Masya Allah, terima kasih abeg kehadiran Bapak-Bapak. Kami sangat senang,” kata salah seorang di antara mereka.
Takmir masjid lainnya menyajikan makanan. Tuan rumah segera mempersilakan kami untuk menikmati hidangan. “Makanan telah siap, teori sudah kita kuasai, sekarang tinggal praktiknya,” celetuk seorang teman yang segera disambut derai tawa.
Makanan itu diletakkan dalam nampan. Ada nasi, beberapa potong ayam goreng, dan sayur kentang. Tiap nampan “diserbu” oleh 5 orang sehingga masing-masing akan mendapat jatah yang tidak begitu banyak. “Seperti inilah kalau Rasulullah makan, dan kita harus menapaktilasinya,” kata amir.
Iseng-iseng saya bertanya, “Tentara apa biasa makan dengan menu sederhana dan cuma sedikit begini?”
“Biasa. Malah kalau pas di hutan dan lapar, kami biasa makan seadanya. Kalau ada pisang ya dimakan semua, termasuk kulitnya,” kata Sertu Abdul Haris sambil tertawa.
Usai makan siang, kami diberi kesempatan untuk istirahat setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam. Ada yang langsung tidur di lantai abeg masjid, ada yang membersihkan tempat makan, ada yang membaca Al-Qur`an, ada pula yang membaca kitab. Setelah itu, para tentara melepas seragam lorengnya. Mereka ganti dengan baju koko, sarung, dan kopiah.
Seorang tentara mendatangi saya, lalu bertanya, “Islam itu yang seperti apa sih? Ada NU, Muhammadiyah, ada lagi yang lain. Mana yang benar?”
Saya lalu terlibat obrolan cukup panjang. Saya mengatakan bahwa yang disebut itu hanyalah organisasi massa Islam. Islam yang benar adalah yang teguh memegang Al-Qur`an dan sunnah atau dikenal sebagai ahlus-sunnah wal-jama’ah.
Pada hari kedua, Letnan Satu Lalu Syaifullah terjadwal menyiapkan makan atau kami menyebutnya ahlul khidmat (pelayan). “Wah, sungkan juga, orang seperti saya dilayani oleh calon jenderal,” saya melempar gurauan.
“Nggak apa-apa. Kalau kita ngandalin ego, nanti nggak bakal masuk surga!” tentara muda asal Lombok ini enteng menjawabnya. Tangannya tampak cekatan menata hidangan di abeg nampan.
Pelayan Senior
Tiap usai mendirikan shalat fardhu berjamaah, kami langsung memmembuat lingkaran halaqah ta’lim. Salah seorang di antara kami membacakan kitab Fadhilah Amal kira-kira sepuluh menit.
Kemudian dilanjutkan dengan halaqah musyawarah. Ini adalah saat untuk melaporkan hal-hal yang dilakukan selama jeda dua waktu shalat. Amir selalu berpesan agar semua rombongan tak pernah lalai untuk dzikir. Kalau ada yang capai atau perlu istirahat, dzikir bisa dilakukan bergantian. “Jangan sampai ada waktu kosong tanpa dzikir. Dzikir inilah yang menguatkan diri kita ketika ada serangan yang tidak diinginkan dalam mengemban tugas yang mulia ini,” jelas amir.
Akhirnya kami memmembuat jadwal dzikir di dalam masjid. Bagi yang tidak terjadwal, harus melakukan khuruj dan mengajak masyarakat sekitar agar aktif pergi ke masjid.
Jadwal itu diatur sedemikian rupa sehingga semua mendapat giliran. Tidak memandang tua-muda, letnan, mayor, atau prajurit, semua sama. Seorang teman yang usianya sudah enam puluhan minta tugas secara khusus. Apa itu? Menjadi ahlul khidmat! Masya Allah, padahal beliau ini sudah cukup senior dan kaya pengalaman dakwah. Kami yang masih muda-muda sungguh malu dimembuatnya.
Terus terang saya jadi tertarik untuk memperhatikan gerak-gerik kakek ini. Dan, dia selalu tersenyum setiap mengerjakan berbagai tugas yang menuntut stamina prima itu. Senyum yang tampak tulus.
Pesan Amir
Tentu saja kami tak cuma asyik dengan diri sendiri. Setiap bertemu seseorang, kami akan selalu mengajaknya berbincang, tentang pekerjaannya, keluarga, sampai aktif-tidaknya di masjid. Kami bahkan mendatangi kaum Muslimin door to door, tukang ojeg, sampai anak-anak muda yang nongkrong di pinggir jalan. “Kita ini saudara seiman. Mari kita bertemu di masjid, ada pengajian yang insya Allah bisa meningkatkan keimanan dan keilmuan kita,” begitu kata-kata kami kepada seseorang yang jarang ke masjid.
Ada yang menerima kami dengan tangan terbuka dan senyum mengembang, ada yang bersikap dingin, ada pula yang terkesan menghindar. “Jangan heran jika jamaah kita ini dianggap aneh. Kita harus selalu bersyukur, dan kalau dianggap aneh maka semoga itu semakin meningkatkan kualibeg keimanan kita. Rasulullah dulu juga dianggap aneh,” pesan Ustadz Hasanuddin.
Amir kami ini memang terus memberi nasehat, dimanapun dan kapanpun. Kami semua senang sebab Ustadz Hasanuddin menyampaikannya selalu dengan tersenyum ramah.
“Kita harus mensyukuri nikmat ini dengan menyisihkan waktu untuk menghidupkan masjid dan mengajak umat supaya kembali ke jalan Islam. Kita luangkan waktu yang biasanya sibuk dengan kehidupan dunia ini, untuk berjuang di jalan Allah,” ujar pria tinggi kekar ini. Panbeglah kalau disebut Komandan Peleton.
“Sampaikan bahwa kita ini sebenarnya juga bekerja, mencari nafkah, sebagaimana layaknya saudara-saudara yang jarang ke masjid karena sibuk dengan urusan dunianya itu. Sampaikan, bahwa kita, meskipun bekerja juga, tak melupakan kewajiban sebagai hamba Allah.”
“Kerja seperti kita ini akan mengundang pertolongan Allah. Jadi, seharusnya kita ini berebut untuk melakukannya. Bahkan andaikan para raja atau presiden tahu tentang pahala dan kemuliaan perjalanan dakwah ini, niscaya mereka akan meluangkan waktu di antara pekerjaannya untuk berdakwah.”
Hari Ahad sekitar pukul 17.00, kami meninggalkan Masjid SPN Lido. Perpisahan dengan takmir masjid terasa begitu mengharukan. “Insya Allah kita akan bertemu lagi,” kata amir.
Kami segera meluncur ke Yonif 315 Bogor. Para tentara kembali mengenakan seragam loreng. Kami sempat berhenti sejenak di sebuah masjid untuk menunaikan shalat Maghrib.
Sampai di Masjid Nurul Amal, kami langsung berpisah untuk pulang ke tempat asal masing-masing. Peluk cium terasa begitu erat. Beberapa tentara terisak-isak menahan haru. Sempat terbersit dalam benak saya, “Tentara ternyata juga bisa menangis!”
Sebagai kata pelepasan, amir berpesan, “Jadikanlah masjid sebagai pusat kegiatan untuk meng-upgrade iman yang lemah dan mendongkrak semangat untuk cinta kepada Allah. Kita juga harus berkhidmat dan bermembuat baik kepada siapapun, bahkan kepada orang yang tak menyukai kita.”*
(Dimuat di Majalah Hidayatullah edisi April 2003)
http://hidayatullah.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1842:khuruj-bersama-tentara&catid=73:features&Itemid=85

(KAWASAN YANG DILANDA GEMPA BUMI PADA 8 OKT 2005)

Karkuzari ini disampaikan oleh Saudara Munir Shah Sakandar Miah.

Jemaah kami telah keluar 4 bulan dan telah dihantar ke Kashmir daerah Bagh. Saya(penulis) sendiri Amir kepada jemaah saya itu. Selain daripada jemaah saya terdapat 24 jemaah lain lagi yang buat usaha agama di kawasan itu. Jemaah kami telah dihantar ke suatu kawasan perumahan orang2 elit di kawasan bandar Bagh. Dari segi dunia, penduduk2 di kawasan itu ialah orang2 yang terpelajar berpendidikan moden. Dari segi agama pula, kebanyakan mereka mereka menunaikan solah dan membaca Al-Qur’an. Mereka tidak ada kaitan dengan mana2 kumpulan ajaran sesat. Mereka juga tahu sedikit sebanyak mengenai usaha agama/usaha dakwah tetapi secara sengaja mereka menentangnya. Mereka menganggap bahawa usaha agama ini adalah penghalang dan mengganggu kerja2 dunia mereka. Mereka berkata kita kena usahakan dunia dulu,dapatkan asbab2 kemajuan sebagaimana negara2 yang telah maju kemudian barulah buat usaha agama.Di kawasan ini ada beberapa orang yang menjadi pembesar mereka. Pengaruh pembesar2 itu tersebar ke seluruh kawasan tersebut. Sehinggakan pegawai2 kerajaan pun menjadi pengikut mereka. Orang2 di kawasan ini melayan kami dengan buruk terutamanya orang2 tua dan orang2 lemah di antara kami. Kebiasaan mereka akan dipukul semasa menjalankan gasht (ziarah jumpa orang). Sekali, semasa melakukan gasht di kawasan sebuah sekolah mereka telah dipukul. Dan semasa menjalankan gasht di sebuah kem tentera, ahli jemaah telah diperlakukan dengan buruk sehingga mereka telah diberi amaran keras supaya tidak datang melakukan gasht di situ lagi. Sebagai denda jemaah itu diperintahkan untuk mengutip sampah-sarap. Di masjid pula , bekas2 yang diisikan air (lota/bekas wudhu’))untuk kegunaan kami telah diludah oleh penduduk2 di situ sebanyak 7-8 lota. Kami mengambil air itu dgn susah payah berjalan mendaki bukit sejauh 1.5-2 km kemudian orang2 di situ menyia-nyiakan air kami begitu sahaja. Ada juga orang di situ kencing di dalam air kami.

 

Ilham daripada Allah S.W.T dengan perantaraan mimpi

 

Sehari sebelum gempa bumi di kasawan situ berlaku, seorang pemuda yang sedang keluar bersama satu jemaah yang sedang buat usaha di Rajanpur (satu kawasan berhampiran dgn tempat kami) telah bermimpi melihat bukit-bukau yang berhampiran melaung-laung meminta tolong seumpama seorang manusia yang sedang mengalami kesakitan yang teruk. Pada waktu sahur, amir jemaah itu bersama dengan pemuda itu telah datang ke tempat jemaah kami dan mengkhabarkan tentang mimpi itu. Pemuda itu mengalami ketakutan yang amat sangat. Hampir jam 5 pagi kami telah menghubungi pihak di Markaz Raiwind. Saya sendiri telah bercakap dengan Haji Abdul Wahab Sab selepas beliau selesai memberi Bayan Subuh. Haji Sab telah memberi jawapan secara sepontan iaitu kumpulkan semua jemaah yang ada di kawasan itu dengan segera. Alas2 tidur kamu hendaklah ditindih dengan batu2 sementara tong2 gas hendaklah ditanam dalam bumi. Jemaah kamu sendiri dan juga semua jemaah yang lain hendaklah dikumpulkan serta bermalam di suatu kawasan tanah lapang. Usahalah/ pujuklah orang di situ sehabis-habisnya untuk berkumpul di tempat tersebut. Jangan beritahu tentang mimpi itu kepada sesiapa pun.

 

Demikianlah, dengan susah payah kami telah usahakan mengumpulkan 23 jemaah yang salah satu daripada jemaah2 itu telah datang sendiri setelah mereka mendapat tahu berita itu. Dua jemaah lagi kami tidak dapat hubungi mereka. Masalahnya ialah, di sini kawasannya berbukit sementara itu kami tidak ada perhubungan dengan orang tempatan, Kami telah berusaha bersungguh-sungguh ke atas orang2 kampung tetapi mereka tidak ingin mendengar cakap kami. Hanya seorang penjaga sekolah yang datang bersama kami dan telah menghabiskan masa malam bersama kami.

 

Hari itu, 8 Okt 2005, hari Sabtu. Sebaik sahaja mata kami terlelap, kedengaran suara tempikan yang dahsyat daripada bumi dan bukit-bukau yang berdekatan. Semua kami terbangun dari tidur. Salah seorang daripada kami menyangka bahawa itu adalah igauan tidur sahaja sebaliknya itulah suara sebenar iaitu suara yang telah didengari oleh pemuda yang bermimpi mengenai kejadian tersebut.Serentak dengan itu, di langit sejenis awan hitam datang dengan begitu laju. Dari awan itu pun kedengaran suara yang sama. Demikian juga dari awan itu kelihatan sejenis pancaran cahaya. Selepas beberapa minit, berlaku gempa bumi yang sangat dahsyat. Gempa itu begitu kuat sehingga kami tidak dapat berdiri, selepas itu datang pula gempa berlainan gegarannya iaitu gegaran yang turun naik. Kami terlambung ke atas setinggi satu setengah hingga dua kaki kemudian jatuh ke bawah.

 

Di hadapan mata kami,hanya dalam beberapa saat sahaja seluruh bandar telah menyembah bumi. Bangunan 2 di sekolah dan kem tentera juga telah tenggelam dalam bumi. Kemudian selepas itu, hujan lebat sangat dahsyat mula turun. Hujan itu bukanlah hujan biasa sebaliknya ia adalah hujan yang setiap titisannya sebesar mangkuk. Kerana kecuaian kami, satu tong gas telah tertinggal di luar tidak ditanam maka ia telah meletup. Kemudian selepas itu, ribut yang kencang telah datang dari arah timur dan barat yang menyebabkan pokok2 telah tumbang. Sebelum ribut itu datang, semua haiwan termasuk lalat hinggakan kerbau, lembu, kambing, anjing dan lain2 lelah lari ke arah selatan hinggakan kawasan itu kosong sama sekali daripada sebarang haiwan. Hanya dalam beberapa saat sahaja, kehidupan telah bertukar dgn kematian. Setiap bangunan telah rebah menyembah bumi.Bandar yang didiami oleh ribuan penduduk sekarang hanya tinggal kami ahli2 jemaah dan seorang penjaga sekolah yang masih hidup.

Kami telah memohon bantuan dari segenap penjuru,namun tiada yang diterima oleh Allah S.W.T. Bantuan yang pertama sampai adalah dari Markaz Raiwind, Haji Abdul Wahab Sab sampai pada waktu Asar bersama beberapa orang pelajar madrasah dgn manaiki helikopter. Selama 3 hari lagi kami tinggal di kawasan itu. Gegaran demi gegaran serta hujan yang lebat terus berlaku. Tidak ada apa bantuan yang boleh sampai ke tempat itu. Haji Abdul Wahab telah menghantar sebanyak 9000 beding (alas tidur). Dalam setiap beding disertakan gula, beras dan lain2 sebagai bantuan. Namun, selain daripada kami, tidak ada kehidupan yang tinggal. Di mana2 sahaja kelihatan mayat2 bergelimpangan. Kami telah menyembahyangkan sebanyak 1300 jenazah. Himpunan jenazah yang kami sembahyangkan sekurang-kurangnya 7 mayat sehinggalah 50-60 mayat. Setelah menghadapi mujahadah(susah payah) menguruskan jenazah selama 3 hari, kami berusaha mencari orang2 yang terselamat dan masih hidup di kawasan itu tetapi tidak menemui sesiapa pun yang masih hidup kecuali seorang bayi.Kami berada dalam keadaan yang penuh mujahadah kerana terpaksa menahan bau busuk mayat sehinggakan susah untuk kami bernafas.

 

Pemuda yang bermimpi itu telah nampak malaikat2 memegang tali cambuk. Setiap masa beliau di dalam ketakutan dan kebimbangan. Sekali beliau nampak para malaikat dalam bentuk kanak2,maka amir jemaah telah menyuruh kami mengajarkan beliau kalimah syahadah lalu beliau pun meninggal dunia. Selain daripada beliau ada 3 orang lagi yang telah tua lagi lemah tidak dapat menanggung kesusahan itu lalu mereka juga telah meninggal dunia.

Alhamdulillah, semua ahli jemaah telah bermimipi Nabi Muhammad S.A.W atau mana2 Nabi yang nama mereka ada di dalam Al-Qur’an atau mana2 sahabat Nabi R.Anhum. Mungkin ini ialah hadiah drp Allah S.W.T utk menenangkan kami yang menghadapi ketakutan dan kebimbangan.

 

Saudara2ku sekelian,karkuzari ini bukanlah dongengan , bahkan satu hakikat. Kenapakah azab Allah S.W.T dlm bentuk gempa bumi telah datang? Pada lidah kita ada kalimah tetapi keyakinan tidak ada di dalam hati. Di kawasan itu, solah berjemaah hidup tetapi tiada amalan2 Nabi S.A.W (dakwah,ta’lim ta’lum,ibadat dan khidmat). Mereka sibuk dgn kemajuan dunia dan menganggap agama adalah satu perkara yang tidak bernilai dan mengaibkan mereka.Sebaliknya mereka menyangka pelajaran moden, fesyen moden, harta dan kekayaan sebagai kemajuan dan kejayaan.Mereka cintakan ahli dunia dan bencikan ahli agama/akhirat.

Saudara2ku,demi Allah tinggalkanlah fikiran2 seumpama itu yang hakikatnya telah kita sama2 lihat.Tuan2 buatlah azam utk mengubah keyakinan dan cara hidup kita kepada cara hidup Nabi Muhammad S.A.W. Kita kena berusaha utk keluarkan diri kita drpd kelalaian dan bersama utk memajukan agama Allah, jika tidak mungkin azab yng lebih besar akan datang. Kami telah pulang ke Markaz Raiwind pada 11 Oktober 2005.

 

~ Semoga bermanfaat buat semua ~

 

Oleh: Mohammad Quhafa

Sebelum memeluk Islam, Umar bin Khattab sempat membenci Rasulullah SAW. Umar dikenal sebagai sosok yang keras dan ditakuti kaum Quraisy. Suatu hari, dengan penuh amarah, ia menenteng pedang untuk membunuh Nabi Muhammad. Abdullah an-Nahham al-‘Adawi kemudian mencegatnya di tengah jalan.‘’Aku hendak membunuh Muhammad,’’ ujar Umar.“Apakah engkau akan aman dari Bani Hasyim dan Bani Zuhroh jika engkau membunuh Muhammad?” Tanya Abdullah.Umar marah mendengar ucapan Abdullah itu. “Jangan-jangan engkau sudah murtad dan meninggalkan agama asal-mu?”“Maukah engkau ku tunjukkan yang lebih mengagetkan dari itu, wahai Umar! Sesungguhnya saudara perempuanmu dan iparmu telah murtad dan telah meninggalkan agamamu.”Umar langsung menuju ke rumah adiknya. Di dalam rumah, Fatimah — saudara perempuannya – bersama sang suami sedang membaca Alquran. Umar sempat mendengarnya. Ia langsung melabrak adik dan iparnya.“Apa yang kalian baca tadi?’’ Tanya Umar. Adiknya mencoba untuk menutupi apa yang mereka lakukan.“Wahai Umar, apa pendapatmu jika kebenaran bukan berada pada agamamu?” Tanya ipar Umar. Mendengar pertanyaan itu, Umar makin garang. Ditendangnya sang adik ipar dengan keras. Fatimah pun ditampar hingga berdarah. Umar terdiam, ketika adiknya mengucap dua kalimah syahadat di depannya.Hidayah Allah mulai menyinari hatinya. Umar lalu meminta adiknya untuk menunjukkan lembaran Alquran yang mereka baca. Setelah mandi, Umar membacanya. Hatinya bergetar saat membaca ayat Alquran.‘’Ini adalah nama-nama yang indah nan suci,’’ ujarnya. Umar pun mengakui kebenaran Islam. Ia bahkan menjadi pemimpin umat Islam, setelah Rasulullah SAW wafat.***Kisah masuknya Umar ke dalam Islam di atas telah menginspirasi dan menjadi hidayah bagi Husein Yee. Ia tercengang ketika membaca buku tentang Umar bin Khattab itu. Buku itu dibacanya, karena ia merasa sulit untuk membaca Alquran. Kisah masuk Islamnya umar membuat Yee tertarik untuk mempelajari Islam. ‘’Kitab itu (Alquran, red), pastilah sesuatu yang luar biasa karena mampu mengubah pandangan seseorang,’’ ujar Yee.Saat itu, Yee sedang mencari kebenaran tentang Tuhan. Ia semakin penasaran untuk mengenal Islam. Ia mencari Alquran dan membacanya. Setelah membacanya berulang-ulang, dalam hatinya tumbuh sebuah keyakinan. ‘’Inilah agama yang selama ini aku cari,’’ ujarnya dalam hati.Yee merasa Islam lebih rasional dan mampu menjawab pertanyaannya tentang Tuhan. Menurut dia, agama ini sangat tepat sasaran. Islam hanya mengajarkan satu Tuhan, yaitu Allah, dan bukan tiga Tuhan seperti konsep Trinitas. “Saya rasa ini sangatlah sederhana,” katanya.Dalam pandangan Yee, tauhid Islam itu begitu mudah dan sangat sederhana. Untuk menjadi Muslim, kata dia, seseorang hanya perlu mengucapkan dua kalimat syahadat. Ia makin terpesona dengan ajaran yang disebarkan Nabi Muhammad SAW itu, karena Islam tidak mengajarkan kekerasan, tetapi perdamaian dan saling menghormati.Yee pun menyadari bahwa Islam bukanlah sebuah agama eksklusif yang hanya dimiliki atau dianut oleh satu kelompok tertentu. Menurutnya, Islam adalah sebuah agama yang universal. Allah SWT – Tuhan umat Islam — tidak hanya untuk orang Arab, tetapi juga untuk orang Cina, Negro, dan semua orang di atas bumi ini. ‘’Islam adalah agama untuk semua umat di bumi,” tuturnya.Jauh sebelum memeluk Islam, Yee adalah penganut Buddha. Ia mulai melakukan pencarian, setelah merasa agama yang dipeluknya itu tidak lagi memuaskan hatinya. Ia menilai, ajaran agamanya sudah tak lagi sesuai dengan yang diajarkan Gautama.Menurut Yee, Gautama bukanlah Tuhan yang harus disembah. Gautama adalah seorang Pangeran yang berkelana mencari kebenaran. Lalu ia mendapatkan ‘pencerahan’ dan dijuluki Sang Buddha. Ia memberikan ajaran-ajaran yang ia peroleh dari semedinya kepada orang-orang.“Ia (Gautama) tidak mengklaim dirinya sebagai Tuhan,” kata Yee dalam acara The Deen Show. Menurut dia, dalam menjalani kehidupan beragama, seseorang harus benar-benar mendalami agama.Ia mendalami agama tradisionalnya dengan bekerja di biara. Lama mengabdi pada biara membuatnya sadar bahwa apa yang dilaksanakan orang-orang sudah melenceng dari ajaran Gautama. ‘’Orang-orang mulai memuja dan berdoa kepada Gautama, yang sama sekali tidak mengizinkan orang untuk memujanya.’’Dengan perasaan kecewa, ia lalu pindah keyakinan menjadi seorang penganut Kristen, agama yang banyak dipeluk penduduk di Cina. Di awal menjadi seorang kristiani, pria yang berusia sekitar 60 tahunan itu menganggap Kristen sebagai agama yang indah. “Saya rasa sangat indah karena Kristen mengajarkan tentang cinta kepada Tuhan dan cinta kepada sesama serta tetangga,” kenangnya.Selain itu, menurut Yee, Kristen adalah agama yang ‘bebas’. Hanya dengan mengatakan percaya dengan agama tersebut, kata dia, bebas melakukan apapun yang dimauinya. Ketika seseorang melakukan kesalahan, lalu dia melakukan pengakuan di depan pendeta, maka dosanya akan hilang dan dia bersih kembali. ‘’Itu mudah,’’ tuturnya.Ia lalu mengajarkan agama Kristen kepada orang-orang di sekitarnya. Ia pun sempat berkomitmen dengan sekolah misionaris untuk menyebarkan Kristen. Yee sempat berpikir dirinya akan menjadi orang yang sangat egois apabila menyimpan sendiri agamanya.Yee pun kembali ke lingkungannya dan menyebarkan Kristen kepada mereka. Untuk menjadi seorang misionaris, Yee mengaku perlu mempelajari banyak hal tentang Kristen. “Saya harus mempersiapkan diri dan belajar lebih dalam mengenai Kristen dan Trinitas yang menjadi inti dari agama cinta ini,” ceritanya.Kegundahan kembali menerpa hatinya, ketika Yee mempelajari Trinitas. Tidak mudah baginya untuk menerima konsep ‘’Tiga Tuhan’’ ini. Sulit baginya mempercayai seseorang yang menjadi Tuhan dan Tuhan yang menjadi seorang manusia yang fana. Kegalauan itu disampaikannya kepada seorang pendeta.Kepada pendeta itu, Yee bercerita betapa hatinya sulit sekali menemukan kebenaran akan Kristen. Pendeta tersebut berkata pada Yee, “Bersabarlah, Roh Kudus akan datang padamu dan memberikanmu pencerahan.” Yee pun menunggu dan menunggu akan kedatangan Roh Kudus. Akan tetapi, yang ditunggunya tak kunjung datang.Padahal, ia ingin sekali menyebarkan Kristen kepada teman-temannya. Saat itu, Yee bahkan berpikir mereka akan masuk neraka apabila tidak menganut Kristen. ia menganggap orang-orang itu tersesat.Pada saat yang sama, Yee memiliki teman-teman Muslim. Namun, ia sama sekali tidak mengetahui apa-apa tentang Islam. Awalnya, Lee berpikir bahwa Islam adalah agama untuk orang-orang tertentu saja, bukan agama untuk semua orang.Ketika masih mempercayai Kristen, ia ingin sekali mengajak teman-temannya yang Muslim untuk berbagi agama yang dipeluknya. Ia ingin mengatakan, “Tuhan mati untuk menyelamatkan kita semua.” Yee pun diam-diam mempelajari agama Islam.Sayangnya, kata dia, pada era 1960-an, orang-orang non-Muslim tidak dibenarkan membaca Alquran. Hingga akhirnya, ia membaca buku tentang Umar bin Khattab. Sejak itulah, Yee mulai menemukan apa yang dicarinya selama ini. Ia menemukan kebenaran dalam Islam.Menurutnya, Islam adalah agama perdamaian, karena ia diciptakan untuk semua. Bagi Yee Islam adalah sebuah akronim dari I Shall Love All Mankind (Saya mencintai seluruh umat). Kini, Yee menjadi seorang ulama. Di berbagai tempat dan kesempatan, ia selalu menyampaikan dakwah Islamiyah.Menurut Yee, Sidharta Buddha Gautama bukanlah Tuhan. Gautama, kata dia, mempercayai bahwa Tuhan itu satu (monoteisme). Dalam perjalanannya, lanjut Yee, Gautama selalu berdoa kepada Pencipta.Kata dia, dalam darma Gautama pun juga diajarkan adanya qada dan qadar, yang disebut sukha dan dukkha. Yee mencontohkan ketika seseorang berbuat kebaikan, maka ia akan memperoleh pahala atas kebaikannya dan begitu pula sebaliknya.Dalam penelitiannya terhadap Budha dan Islam, Yee merasa ada suatu keterkaitan antara keduanya. Sebagian besar ajaran Gautama mengarah ke ajaran Islam, tauhid. Dan ia percaya Gautama adalah satu dari ratusan Nabi yang Allah turunkan ke atas dunia untuk menyebarkan agamanya.Hal ini diyakininya, karena ia percaya Allah tidak hanya menurunkan Nabi di Arab saja, tetapi di seluruh penjuru dunia, termasuk di Cina. Dan menurutnya, Gautama adalah Nabi yang Allah turunkan untuk bangsa Cina agar mengajari mereka tentang agama Allah. “Karena Islam bukan hanya untuk orang Arab, tetapi untuk seluruh umat manusia,” kata dia.Maka, ia berusaha untuk mengajak semua orang membaca Alquran. Meskipun bukan umat Muslim, kata Yee, mereka akan menemukan kebenaran di dalam Alquran tersebut.Yee tidak akan berkomentar ketika seseorang atau kerabatnya menganggap orang Muslim itu jahat atau buruk. Karena sama seperti agama lain di dunia ini, ada Muslim yang baik dan yang buruk. Namun apabila seseorang mengatakan Islam itu buruk, maka ia akan marah.“Seseorang tidak boleh menghakimi Islam itu buruk kalau ia belum benar-benar mengenal Islam,” katanya. ia juga meminta orang-orang untuk membedakan Islam dan Muslim, agama dan negara, serta agama dan tradisi

 

Kargozari da’wah dari Status ADAB_ADAB SUNNAH RASUL S.A.W DALAM AGAMA

Kenapa Allah swt hadirkan gelap!
Agar kita tahu bahwa dengan
terang segalanya akan terlihat
jelas, lantas kenapa Allah swt
hadirkan masa lalu yang suram
dalam hidup kita ! agar kita
sadar bahwa hidayah itu suatu
yang mahal, yang Allah swt
berikan kepada siapa saja yang
mau membuka hati untuk
perkara hidayah. Karena setiap
orang, ya setiap orang tanpa
kecuali, lepas apakah dia seorang
yang memiliki kepahaman agama
yang tinggi atau hanya seorang
ahli maksiat mempunyai
kesempatan yang sama untuk
memperoleh hidayah, tinggal
seberapa jauh kita mau meraih
dan mempertahankan hidayah
tersebut.
Beberapa waktu yang lalu , Allah
swt betul-betul telah
“menampar” saya dalam artian
yang sesungguhnya. Melalui
kepergian seorang sahabat, Allah
seakan ingin menunjukan bahwa
hidayah dan surga bukan milik
sekelompok orang, melainkan
milik setiap orang yang dengan
hati hancur datang kedepan
pintu-Nya, berharap memperoleh
kasih-Nya.
Betapa adilnya Allah dan betapa
beruntungnya sahabat saya,
karena Allah telah pilih dia
kembali kepada-Nya dalam
keadaan memperbaiki diri
dirumah-Nya dalam balutan
malam yang tenang, yang hanya
Allah dan malaikat-Nya yang
mengetahui bagaimana
perjuangan almarhum sahabat
saya meninggal dunia dalam
pertobatannya.
Ketika pertama kali bertemu
dengannya, saya memandang
hanya dengan sebelah mata, iblis
telah menguasai hati saya ,
sehingga perasaan lebih baik
darinya yang waktu itu muncul,
tapi keinginan untuk menjadi
lebih baik yang datang dari
hatinya menghantarkan dia pada
pintu hidayah-Nya.
Pagi itu seperti bulan-bulan
sebelumnya, saya dan beberapa
teman mengadakan program
perbaikan diri dengan cara
beritikaf dimasjid sekitar tempat
tinggal untuk belajar dakwah.
Dan seperti biasa pula setiap
pagi diadakan taklim pagi,
dimana dibacakan kisah-kisah
para sahabat Nabi dan perbaikan
cara membaca alqur’an.
Selama mejalani program taklim,
mata saya seakan sulit diajak
kompromi, begitu berat untuk di
buka, bukan karena malam
sebelumnya saya banyak
melakukan sholat malam,
melainkan begitu banyaknya
dosa yang ada di diri saya
sehingga dalam majelis ilmu saya
masih juga mengantuk. Seperti
biasa setiap taklim pagi maka di
buat jaulah taklim ( berkeliling di
sekitar lingkungan masjid untuk
mengajak orang duduk dalam
majelis taklim ). Saya dan seorang
teman mendapatkan tugas jaulah
taklim. Dan garis nasib
menghantarkan saya bertemu
dengan sekelompok pemuda
yang satu diantaranya menjadi
sahabat saya. Beberapa orang
dari pemuda itu mencoba pergi
ketika melihat saya dan teman
saya mendekat , mungkin
mereka fikir kami kelompok
Islam garis keras yang mencoba
mengganggu keasikan mereka,
tinggal seorang pemuda yang
tetap berada di situ. Kami
mencoba memperkenalkan diri
dan menerangkan maksud
tujuan kami datang menemui
dirinya serta kami mengajak
beliau sama-sama ke masjid
untuk duduk dalam majelis
taklim yang baru saja di mulai.
Pemuda itu hanya diam, entah
apa yang ada di benaknya,
apakah dia berpikir saya dan
teman saya hanyalah sekelompok
orang yang mengganggu
kesenangan dirinya atau
entahlah mungkin hanya dirinya
dan Tuhan yang tahu.
Saya mulai aga kesal karena
dirinya seperti tiada reaksi sama
sekali, dia hanya tertunduk tanpa
berani beradu pandang,
beberapa saat sebelum kami
undur diri untuk kembali ke
masjid, tiba-tiba pemuda
tersebut akhirnya buka suara, ”
Apa boleh orang bertatto ke
masjid ?”, tanyanya waktu itu,
lantas saya menjawab boleh asal
dalam keadaan suci dari najis,
siapa saja asalkan dia muslim
boleh ke masjid. Dia hanya diam,
saya seperti mendapatkan angin
untuk terus berusaha agar dia
mau ikut ke masjid, saya mulai
bercerita banyak hal tentang
kisah-kisah para sahabat nabi
yang ketika masa jahiliyah begitu
jahil , tapi setelah mereka
bertaubat mereka menjadi ahli-
hali surga.
Akhirnya dirinya mau ikut ke
masjid bersama kami, setelah
membersihkan diri dan
mengenakan pakaian yang saya
pinjamkan ia duduk bersama
kami mendengarkan taklim pagi,
betapa gembiranya hati saya
ketika akhirnya ia mau ikut ke
masjid, tak ada kata-kata yang
sebanding dengan perasaan
saya pada waktu itu, mungkin
hanya orang-orang yang pernah
terjun langsung tahu bagaimana
sulitnya berdakwah di tengah-
tengah manusia untuk mengajak
mereka kembali kepada Allah dan
ketika satu diantara mereka mau
kembali taat kepada Allah,
rasanya dunia dan isinya tak
sebanding dengan perasaan
senang yang ada di diri kita.
Lepas bada zuhur, dirinya
mendekati saya dan menanyakan
apakah dirinya boleh bergabung
dengan kami, dan tentu saja
boleh karena dakwah adalah
tugas setiap umat Islam tanpa
kecuali, kalau hewan yang lebih
rendah dari manusia boleh
berdakwah bahkan di abadikan
dalam alqur’an ( semut, burung
hud-hud dll ) apalagi manusia
yang mempunyai tugas sebagai
khalifatullah di muka bumi jelas
lebih boleh lagi untuk
berdakwah. Dengan berdakwah
Allah swt akan perbaiki diri kita
seperti yang terjadi pada diri
para Nabi dan sahabatnya dan
hal tersebut yang juga akan
terjadi pada diri setiap orang
yang mengambil kerja dakwah
sebagai jalan hidupnya.
Sepanjang hari ia hanya diam,
mungkin proses hidayah sedang
terjadi pada dirinya, dan lepas
tengah malam, saya menemuinya
sedang menangis berurai air
mata di pojok mesjid, saya tak
berani mendekat dan hanya
melihat dari kejauhan.
Pemandangan yang sangat
indah, dimana pada pagi hari
dirinya masih bermaksiat kepada
Allah swt tapi pada malamnya ia
sedang menangisi dosa-dosanya.
Saya menjadi malu terhadap diri
sendiri, seakan saya merindukan
saat-saat seperti itu , dimana
begitu nikmatnya melewati
malam berdua dengan-Nya,
bermunajad dihadapan-Nya
dengan air mata dan hati yang
hancur.
Beberapa bulan setelah kejadian
itu saya tidak lagi bertemu
dengan almarhum karena
memang tempat tinggal dan
kesibukan kami yang tidak
memungkinkan, tapi kami masih
tetap berhubungan via telpon ,
sampai akhirnya 2 minggu yang
lalu saya bertemu dengan dirinya
di salah satu mesjid tua di
kawasan kebun jeruk Jakarta
Pusat.
“Ane mau belajar dakwah 40
hari “ ucapnya. Saya hanya bisa
tersenyum bahagia mendengar
penuturannya. ” Routenya
kemana ? “ Tanya saya. “Belum di
putus, besok pagi selepas bayan
subuh baru ketahuan routenya,
karena ane gabung dengan
jamaah yang lain” jawabnya
singkat. Sesaat kemudian dirinya
bertanya hal yang sama seperti
saat kami pertama kali bertemu.
” Apa di surga ada orang yang
bertatto?” tanyanya dengan aga
ragu. Dan sekali lagi saya yang
sombong , yang angkuh yang
ahli maksiat tapi sok bersih
menjawab dengan ringannya
tanpa mencerna dan berpikir
lebih jauh tentang pertanyaan
Almarhum tersebut. “Mana ada di
surga orang yang bertatto , kalau
di neraka banyak”. Jawab saya,
dan almarhum hanya tertunduk
sedih, saya segera menyadari
kesalahan saya dan meralat
ucapan saya “Tapi ente tenang
aja kalau ente tetep buat
dakwah , nanti ente juga akan
masuk surga dan Allah sendiri
yang akan menghapus tatto
ente”. Almarhum sahabat saya
tersenyum bahagia dengan
jawaban saya, senyum yang
terakhir yang saya lihat, karena
saya tidak akan pernah melihat
senyumnya lagi, sebuah sms saya
terima malam kemarin yang
mengabarkan ia telah meninggal
dunia ketika dirinya sedang
berlajar berdakwah, islah diri,
belajar menjadi hamba yang taat,
belajar mencintai Allah swt dan
Rasul-Nya.
Selepas bersilaturahmi bada isya
almarhum pamit dengan amir
jamaah untuk tidur lebih awal
karena kondisi badannya yang
kurang baik, dan mendekati
subuh terlihat almarhum masih
tertidur, dan ketika salah satu
rekan mencoba
membangunkannya ternyata
almarhum telah tiada, pergi
meninggalkan dunia untuk
bertemu Allah swt bertemu
dengan sosok yang dicintainya
yaitu Rasulullah saw dan para
sahabat-nya, meninggalkan
dunia pada saat pertobatannya.
Kematian yang indah, yang selalu
saya rindukan, mati di jalan-Nya,
mati ketika mencoba meraih
cinta-Nya.
Selamat jalan sahabat, di surga
memang tiada akan ada pria
bertatto , yang ada hanya pria
tampan, yang suka miscall
tengah malam untuk bangunin
tahajud, yang suka bangun
malam dan nangis kaya anak
kecil, yang suka bikin gw kesel
karena selalu berantakan kalau
makan berjamaah, yang suka
tiba-tiba batalin janji pada hal
udah jauh-jauh hari dibuat. Kita
memang gak akan pernah
ketemu lagi di dunia, gak pernah
bisa keluar masturah bareng, gak
pernah akan bisa ke IPB ( India,
Pakistan, Bangladesh ) berdua.
Dan elo gak bisa baca blog gw
lagi, pada hal elo pengen banget
kita sama-sama hadir ijtima
Bulan Juli nanti dan elo pengen
banget ngerasin duduk di bawah
tenda dan poto elo gw tampilin
di blog jelek gw ini, tapi rasanya
itu cuma mimpi, karena pastinya
gak akan bisa terjadi. Sekarang
elo dah tenang di sana, tugas elo
di dunia dah selesai, tinggal gw
yang masih gamang dengan
jalan hidup sendiri.
Selamat jalan sahabat, semoga
Allah selalu menjaga dan
menerima tobat dirimu. Semoga
kami yang di tinggalkan dapat
memetik banyak pelajaran dari
perjalanan hidupmu. Dan
semoga Allah swt kekalkan kami
dalam usaha dakwah, dakwah
sebagai maksud hidup, hidup
untuk dakwah , dakwah sampai
mati dan mati dalam dakwah.
Alloh humma firlahu war hamhu
wa afi’i wa’fuanhu. Aamiin.

oleh Hendra Setiawan pada 17 September 2011 jam 3:06

Beredar di tengah masyarakat bahwa kiblat mereka jemaah tabligh bukan ke ka’bah, mereka tak mau pergi haji, haji mereka ke India Pakistan, dsb. Orang tua di antara mereka mengatakan kami datang ke INDIA PAKISTAN untuk belajar ke tempat yang sudah hidup amal DAKWAH, bukan untuk beribadat di sana. Ada juga yang mengatakan sebagaimana orang ingin belajar sepak bola harus ke BRAZIL dan INGGRIS karena sudah sukses menjadi juara dunia. Begitu pula belajar HADITS orang perlu ke MADINAH, belajar qiraat ke MESIR, belajar madzhab Imam Syafi’I ke negeri MELAYU, belajar WAHABY ke ARAB SAUDI, belajar madzhab Hanafy ke KHURASAN. Maka apa salah kami belajar DAKWAH ke INDIA dan PAKISTAN karena di negeri itulah hidup amal dakwah. Masjid banyak yang hidup 24 jam tidak seperti di Negara lain masjid banyak di kunci termasuk di MAKKAH dan MADINAH jika tak musim haji terkunci. (Penyalin : Rumah Allah DIKUNCI!!?) Padahal Rasulullah saw mulai kerja dari Masjid Nabawi yang hidup dengan amal 24 jam. Di Reiwind amalan hidup 24 jam sebagaimana Masjid Nabawi dahulu di zaman Rasulullah saw. Ada juga di antara mereka yang katakan : Kami ke INDIA mau lihat sejarah bagaimana hasil kerja dakwah yang dibuat oleh Syaikh Maulana Muhammad Ilyas Rah A terhadap orang MEWAT. Suatu kampung pemakan bangkai, tidak mengenal Allah, tak pernah ibadah, sampai menjadi kampung yang penuh kesalehan. Yang lain mengatakan banyak orang yang menuduh kami haji ke Pakistan bukan ke Mekah TERKADANG MEREKA SENDIRI BELUM BERHAJI .Sesekali jalan ke markaz kami, di sana para HUJJAJ tak pernah di panggil PAK HAJI, BAHKAN MEREKA BERKALI – KALI BERHAJI, ini bisa dibuktikan jika kita Tanya para AHLI SYURA mereka rata-rata lebih dari 3 kali ke haji. Di antaranya juga katakan : Kami datang untuk Shuhbah (berteman rapat / bershahabat untuk mengambil manfaat dari ILMU maupun AMAL) dengan ulama-ulama yang telah banyak berkorban dalam kerja dakwah, dan melihat kisah nyata kehidupan mereka yang telah jadikan dakwah sebagai MAKSUD HIDUP. Sebab jika kami tidak lihat mereka hanya baca tentang dakwah maka tak akan bisa kami terapkan. Sebagaimana penjahit yang hanya membaca buku bagaimana cara menjahit jas tetapi tak pernah lihat bagaimana jas dibuat oleh penjahit yang lebih senior maka tak mungkin bias jahit. Memang kalau kita mau jujur mengamati kepergian mereka ke India dan Pakistan tak merubah cara ibadah, dan cara mu’asyaroh mereka, artinya tidak ada misi madzhab ataupun aliran yang dibawa. Mereka malahan lebih tenggelam dalam masyarakat dan memikirkan keadaan mereka yang jauh dari agama. Mereka shalat berjamaah dengan orang banyak, cara shalat pun tak berikhtilaf dengan umat Islam lainnya hanya saja mereka lebih menekankan sholat berjamaah, di awal waktu, dan di masjid. Kalau kita mau jujur melihat kritikan yang beredar sejak awal usaha didirikan oleh Syaikh Maulana Muhammad Ilyas Rah A, maka kita akan dapati kritikan dengan materi yang sama. Karena usut punya usut selalu bersumber dari kitab yang sama yang selalu dijadikan topik yang berulang-ulang. Di antara kritikan yang berulang-ulang itu adalah : 1. Mereka tak memiliki Tauhid Uluhiyyah hanya membicarakan Tauhid Rubbubiyyah saja. 2. Mereka memiliki kebiasaan TAWAF di kuburan. 3. Masjid-masjid mereka di dalamnya ada kuburan. 4. Buku Fadhilah amal mengandungi hadits-hadits dhoif. 5. Mereka ahli bid’ah di dalam ibadah. 6. Dakwah mereka kepada hal yang rendah yaitu shalat bukan dakwah untuk murnikan agama yakni anti terhadap bid’ah sehingga tak beresiko seperti Rasulullah saw. 7.Mereka merupakan gerakan sufi modern. 8. Tinggalkan anak istri dan tidak mengurusnya adalah suatu kedzoliman 9. Mereka dakwah tanpa ilmu sehingga berbahaya untuk umat Islam 10. Haji mereka ke India Pakistan Tak ada satu buku pun ditulis untuk jawab kritikan. Dakwah mereka istikhlash seperti kuda INDIA yang dipakaikan kaca mata kuda tak lihat kiri kanan, tak lihat kerja orang lain, tak lihat apa kata orang, mereka tawajjuh hanya kepada tertib yang mereka telah sepakati. Dalam mudzakaroh enam sifat mereka ada point tentang tashihun niyat / meluruskan niat. Di sana dikatakan bahwa cirri orang ikhlash adalah Sikapnya sama saja dengan orang memuji atau orang yang membenci. Mereka telah buktikan, walaupun dihina, dicaci, tetap mereka memberi salam kepada siapapun, selalu tersenyum, bahkan justru para pengkritik banyak yang tak mau jawab salam mereka, memalingkan muka dari senyum mereka, bahkan meludah di hadapan mereka. Lihatlah!! Mereka di masjid bukan untuk berdzikir saja tetapi mereka bertemu manusia untuk jadikan seluruh manusia berdzikir kepada Allah. Setelah itu mereka hidupp seperti biasa punya istri dan anak, punya pekerjaan. Adakah ajaran sufi seperti ini? Perlu kejujuran dalam menjawabnya. Adakah Jemaah Tabligh salahkan orang ?? Baik dalam buku maupun dalam bayan mereka ?? Tidak!! Adakah Jemaah Tabligh membid’ahkan orang sehingga tak mau shalat berjemaah di masjid, atau mau shalat hanya di masjid tertentu ?? Tidak !! Adakah pelarangan dari syuro mereka atau ustadz mereka yang melarang duduk di majlis taklim yang diajar oleh ustadz yang bukan karkun ?? Tidak!! Bahkan setelah khuruj dianjurkan agar lebih dekat dengan ulama di kampung mereka masing-masing. JEMAAH TABLIGH BUKAN ORGANISASI TETAPI DALAM KERJA DAKWAHNYA TERORGANISIR Di mulai dari penanggung jawab mereka untuk seluruh dunia yang dikenal dengan Ahli Syura di Nizamuddin, New Delhi, INDIA. Kemudian di bawahnya ada syura Negara, misalnya : SYura Indonesia, Malaysia, Amerika, dll. Menurut pengakuan mereka ada lebih dari 250 negara yang memiliki markaz seperti Masjid Kebon Jeruk Jakarta. Kemudian ada penanggung jawab propinsi, untuk Indonesia sudah ada di semua propinsi. Di bawahnya ada peannggungjawab Kabupaten, seperti : penanggung jawab Solo, Purwokerto, dll. Di bawahnya ada Halaqah yang terdiri dari banyak mahalah yang minimal 10 mahalah yakni masjid yang hidup amal dakwah dan masing-masing mereka ada penanggungjawab yang dipilih oleh musyawarah tempatan masing-masing. Di India ada masjid yang menjadi Muhallah sekaligus halaqah dimana di dalam masjid hidup 10 kelompok kerja (jemaah yang dihantar tiap bulan 3 hari). Semua permasalahan diputus dalam musyawarah sehingga tak ada perselisihan di antara mereka dan mereka punya sifat taat kepada hasil musyawarah. Walaupun mereka tak pernah katakan bentuk mereka kekhalifahan seperti harakah lain yang mempropagandakan Khilafatul Muslimin, tetapi system jemaah tabligh terlihat begitu rapi sehingga mereka saling kenal satu sama lain karena jumlah orang yang pernah keluar di jalan Allah tercatat dan terdaftar di markaz dunia. Setiap 4 bulan mereka berkumpul musyawarah Negara masing-masing kemuadian dibawa ke musyawarah dunia di Nizamuddin. Musyawarah harian ada di mahalah masing-masing untuk memikirkan orang kampung mereka masing-masing sehingga biarpun ada yang pergi tasykiil tetaplah ada orang di maqami yang garap dakwah di sana. Orang yang suka dakwah sendiri-sendiri / penceramah suka kritik mereka katanya kenapa harus dakwah jauh-jauh ke luar negeri kalau tempat tinggal sendiri aja belum beres. Hal ini karena dakwah jemaah tabligh berjamaah sehingga walaupun mereka pergi tasykiil di maqami ada orang yang tetap jalankan dakwah. semoga bermanfaat, aamiin

Allah SWT berfirman dalam sebuah hadits qudsi
“Aku, jin dan manusia sungguh dalam perkara yang begitu agung (artinya sangat mengherankan);
Aku ciptakan mereka semua tapi mereka menyembah kepada selain Aku;
Aku berikan mereka semua rizki tapi mereka bersyukur kepada selain Aku;
Kebaikan-kebaikan Ku senantiasa turun kepada mereka semua dan mereka membalas dengan memberikan keburukan-keburukan mereka kepada-Ku;
Aku berikan kebaikan-kebaikan Ku, Aku cintai mereka dengan berbagai macam kebaikan-kebaikan yang datang dari Ku kepada mereka, dan mereka membuat Aku murka dan benci dengan kemaksiatan-kemaksiatan yang datang dari mereka kepada Ku, padahal mereka semua adalah makhluk yang paling perlu kepada Aku dalam pemberian rizki dan kebaikan ini;
Maka orang-orang yang dia datang kepada Ku dari jauh, maka Aku akan memanggil dia, cepat kemari cepat kemari wahai hamba Ku;
sedangkan orang-orang yang dia berpaling dari Ku, Aku akan datang kepada dia mendekat untuk mengatakan mau kemana hamba Ku, mau lari kemana kalian;
ahli-ahli ketaatan kepada ku, adalah ahli-ahli kecintaan Ku;
dan orang-orang yang senantiasa Aku cintai adalah orang yang senantiasa duduk dalam majelis-majelis Ku;
maka barang siapa yang duduk dalam majelis Ku hendaklah dia senantiasa mengingat Aku;
Maka ingatlah Aku, maka Aku akan mengingat kalian ;
sedangkan orang-orang yang bermaksiat, Aku tidak akan jadikan mereka putus asa dari pada rahmat Ku;
Apabila taat mereka ahli-ahli maksiat bertaobat kepada Ku, maka Aku akan menjadi kekasih-kekasih mereka;
Apabila setelah bermaksiat mereka belum juga bertaubat kepada Ku, maka Aku akan menjadi penyembuh-penyembuh atas kemaksiatan mereka;
Aku uji mereka supaya Aku bisa sucikan dosa-dosa mereka;
Wahai hamba Ku coba kalian lihat kepada langit betapa tingginya ia dengan segala ketinggiannya;
dan lihatlah kalian kepada gunung bagaimana berdiri tegaknya;
dan bagaimana bumi dengan segala fenomenanya;
dan lihatlah kalian kepada segala yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan;
semua ini (langit, bumi) menyaksikan dan bersaksi tentang kehebatan, kemuliaan dan kesempurnaan Ku;
Wahai hamba Ku, Aku senantiasa mengingat kamu tapi engkau senantiasa melupakan Ku;
Aku senantiasa menutupi aib-aib mu tapi engkau tidak pernah takut kepada Ku;
kalau Aku memerintahkan bumi pasti bumi akan menenggelamkan engkau ke dalam perutnya;
kalau Aku mau, Aku perintahkan seluruh samudera untuk menenggelamkan engkau di dalam airnya;
tapi Aku berikan kepada engkau kesempatan diulur-ulur sehingga akan datang waktunya;
dan Aku berikan pada engkau kesempatan sehingga waktunya Aku telah tetapkan;
dan wajib bagimu dan bagi setiap jiwa yang memiliki nyawa untuk melewati Aku dalam kehidupannya;
supaya Aku bisa mengingatkan engkau kepada perbuatan-perbuatanmu nanti yang terdahulu;
dan supaya Aku bisa evaluasi dan bisa hitung seluruh perbuatan-perbuatan amal-amalmu;
sehingga ketika engkau meyakini engkau akan hancur dan binasa;
maka Aku berikan kepada engkau pengampunan-pengampunan;
dan Aku berikan kepadamu keridhoan-keridhoan Ku;
dan dengan sifat-sifat yang Aku sebutkan itulah maka Aku disebut Al Aziz (Maha Perkasa) dan Al Ghoffar (Maha Pengampun);

Dalam hadits qudtsi yang lain Allah berfirman

Sesungguhnya Aku hanya menerima shalat orang-orang yang tawadhu yang rendah hati kepada keagungan Ku;
dan mereka tidak sombong keatas makhluk-makhluk Ku yang lain;
dan mereka habiskan siang harinya dengan mengingat Aku;
dan mereka tidak melalui malam-malamnya dengan berterus-terus dalam kesalahan-kesalahan;
dan senantiasa memberikan makan kepada orang yang kelaparan dan memberikan ayoman kepada orang-orang yang fakir / miskin;
menyayangi yang lebih muda dan menghormati yang lebih tua;
itulah orang-orang yang apabila mereka meminta kepada Ku pasti AKu berikan apa yang mereka minta;
itulah orang-orang yang apabila mereka berdo’a pasti akan Aku kabulkan do’a-do’a mereka;
Apabila mereka merendahkan diri mereka kepada Ku dengan ibadah dan inabah , AKu pasti akan sayangi mereka;
perumpamaan orang seperti ini disisi Ku adalah seperti surga firdaus ditengah surga-surga yang lain;
yang tidak akan pernah busuk buah-buahannya, yang tidak akan pernah berubah keadaannya;

semoga Allah SWT , terima kita dalam perkara ini.

Allah SWT yang menyelamatkan nabi Nuh as. dari banjir yang menenggelamkan.
Allah SWT yang menyelamatkan nabi Musa as. dari kejahatan Fir’aun.
Allah SWT yang menyelamatkan nabi Ibrahim as. dari api yang berkobar-kobar.
Allah SWT yang menyelamatkan nabi Yusuf as. dari perzinahan dengan seorang wanita yang begitu memikat.

maka tidak ada yang datang kepada Allah kecuali dengan kebaikan-kebaikan;
dan tidak ada yang bisa menghilangkan keburukan-keburukan kecuali Allah;
maka oleh karena itulah kita harus rendah hati dihadapan Allah dan inilah yang diajarkan kepada sahabat Rasulullah SAW yaitu tawadhu dihadapan Allah.

maka bagaimana setiap orang tawadhu rendah hati sehingga tidak ada berbangga antara satu lelaki dengan lelaki yang lain, wanita dengan wanita yang lain.
dan Rasul SAW menerangkan bahwa Allah hanya menerima shalat orang-orang yang tawadhu yang rendah hati kepada kebesaran Allah, dan hanya menerima sholat orang yang tidak sombong kepada makhluk manapun, dan RAsulullah SAW juga bersabda tidak akan pernah masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walaupun sebesar biji dzarroh, karena sombong ini adalah sifat syaithon.
Syaithon ini adalah alim(mengetahui Allah), arif(mengenal Allah) dan abid(ahli ibadah) tetapi karena dia sombong maka dia terlaknat dan walaupun dia alim, arif dan abid dengan sebab sombong maka termasuk orang yang rugi,dan yang tersiksa selama-lamanya.

Dan apa itu sombong, sombong yaitu menolak yang hak dan menyepelekan manusia yang lain.
Maka sekarang kita berpikir berapa hak-hak yang telah kita tunaikan dalam kehidupan ini, maka supaya kita terjauh daripada sifat sombong maka kita harus mau menunaikan hak-hak ini.

Bagaimana supaya kita terjauh dari sifat sombong ?
Pertama kita harus bisa menunaikan setiap hak-hak.
Sekarang kita bertanya berapa hak Allah yang telah kita tunaikan dalam kehidupan kita ?
Dan yang namanya hak ini banyak, seperti nabi bersabda hak antara seorang yang muslim dengan muslim yang lain antara 5 sampai 6 hak.
Dan sekarang kita lihat bagaimana hak Allah SWT kepada kita, berapa banyak yang telah kita tunaikan, begitu banyak hak-hak Allah yang wajib kita tunaikan , dan Allah SWT adalah yang perlu kita ibadahi, yang wajib kita ibadahi dan tidak ada sesuatupun selain Allah yang wajib kita ibadahi. Maka tidak layak selain Allah diibadahi dan tidak layak selain Allah untuk lebih dicintai, dalam hadits dikatakan tidak beriman seorang diantara kalian sehingga Allah dan RasulNya lebih dicintai daripada dirinya, keluarganya bahkan seluruh manusia, dalam hadits yang lain , tidak beriman diantara kalian sehingga Allah dan RasulNya lebih dicintai daripada anaknya, keluarganya, orangtuanya, bahkan dirinya sendiri.

Maka apabila kita mencintai anak-anak kita, maka didik mereka di jalan Allah, ini menunjukkan bahwa kita mencintai anak-anak kita, bahkan tali iman yang kuat adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah, maka kalau kita benar-benar mencintai Allah maka kita siap untuk mengorbankan apapun demi Allah.

Dan kita ketahui walaupun syaithon ini orang yang alim, arif dan abid, tetapi semua itu bukan karena Allah SWT, tetapi karena hawa nafsunya sehingga itulah yang dia ibadahi.
Jadi hak Allah yang wajib untuk kita tunaikan dan wajib untuk kita kerjakan adalah bahwa Allah satu-satunya yang kita cintai dan yang kita harapkan.

Oleh karena itulah kita perlu evaluasi diri kita;

Hak ini banyak sekali, seperti hak kita dengan orang islam , hak kita dengan tetangga , hak kita di perjalanan dan sebagainya. Contoh hak muslim dengan muslim yang lain yaitu wajib menjawab salamnya, wajib apabila dia meninggal kita iringi jenazahnya, apabila dia bersin kemudian mengucapkan Alhamdulillah maka kita wajib menjawabnya dan sebagainya, ini adalah hak muslim belum hak yang lain-lainnya.
Maka oleh karena itulah kita berusaha sekeras mungkin untuk menunaikan hak-hak ini disiang hari atau di malam hari, sehingga sifat-sifat sombong dengan sebab ini akan hilang ketika di siang hari atau pun di malam hari, karena kesombongan yang ada di hati kita ini seperti najis dan juga tidak mungkin akan terjadi dalam diri seorang mukmin ada dua perkara di hati seorang mukmin yaitu mencintai Allah tetapi masih ada sifat kesombongan di hadapan Allah SWT.
Dan berapa banyak hak yang telah kita tunaikan seperti hak antara orang islam dengan islam yang lain, contohnya menjenguk orang yang sakit.
Rasulullah SAW diberikan perkataan yang menyeluruh.
Dalam kehidupan kita ini ada dua penyakit yaitu penyakit rohani dan jasmani, mana yang lebih berbahaya ?
orang yang tidak melaksanakan sholat ini kira-kira dia sakit atau tidak sakit?;

Ada pertanyaan kepada ibnu abbas ra. bahwa ada seorang lelaki yang di siang hari selalu berpuasa dan di malam hari selalu sholat tahajjud, tetapi dia tidak menghadiri sholat jum’at dan tidak ikut sholat berjama’ah, maka jawaban ibnu abbas ra. dia berada di dalam neraka.

Sekarang berapa banyak kita tidak punya kepedulian terhadap orang islam yang lain sehingga tidak punya rasa sayang kepada umat islam yang lain, banyak umat islam yang meninggalkan sholat berjama’ah tanpa alasan yang jelas.
Berapa banyak orang islam hari ini yang meninggalkan sholat baik itu laki-laki atau wanita.
Dalam riwayat muslim dikatakan bahwa Rasulullah SAW telah mengajarkan jalan-jalan hidayah dan bahwasana sholat 5 waktu berjamaah dimana adzan dikumandangkan adalah salah satu jalan-jalan menuju hidayah, kemudian Abdullah bin mas’ud ra. mengatakan dan tidaklah kami melihat orang-orang di sekeliling kami saat itu, yang meninggalkan sholat 5 waktu berjamaah dimana adzan dikumandangkan dengan terang-terangan melainkan orang munafik yang jelas kemunafikannya, dan tidaklah ada orang yang sakit dikalangan kami , maka dia dibawa oleh dua orang lelaki, dipapah dalam keadaan tertatih-tatih supaya bisa melaksanakan sholat 5 waktu dengan berjamaah.
Berapa banyak orang islam yang melalaikan waktu sholat tanpa alasan yang jelas. Ini adalah tanda-tanda kemunafikan dan tanda-tanda hati sedang sakit, dan Rasulullah SAW mengatakan kewajiban satu orang islam dengan orang islam yang lain apabila saudaranya sakit wajib dia jenguk atau kunjungi.
Bahkan begitu pentingnya sholat ini, Rasulullah SAW ketika beliau akan meninggal dunia diantara wasiat beliau adalah sholat, supaya umat ni tidak melalaikan sholat, hendaklah kalian takut atau bertaqwa kepada Allah tentang sholat kalian dan tentang hamba sahaya dibawah kalian.
Dan Rasulullah SAW disaat keadaaan sakaratul mautnya masih sempat berwasiat tentang masalah sholat dan hak-hak orang lain, jadi ini menunjukkan betapa penting kita harus melaksanakan hal ini.

Maka harusnya kita sebgai orang mukmin harus sedih dan risau, berpikir berapa banyak orang islam di negeri kita ini orang islam seluruhnya , berapa banyak orang yang sholat dan berapa yang tidak, berapa orang yang sholat tepat pada waktunya berjamaah menunaikan hak-haknya dan berapa banyak yang melalaikannya, maka ini seharusnya menjadi pemikiran semua orang beriman, ini baru sebatas sholatnya aja harus betul-betul kita perhatikan.
Dan ini adalah salah satu tujuan hidup kita dan lapangan perjuangan kita, sehingga agar kita terbebas dari kesombongan ini maka kita harus berani dan mau memaksimalkan untuk menunaikan hak-hak ini.
Dan hak orang islam apabila dia sakit wajib untuk kita jenguk, bukan sebaliknya ketika dia bermaksiat, tidak sholat kemudian kita lecehkan, kita hina dan sebagainya, ini bukanlah akhlak orang beriman.

Dan sekarang berapa banyak orang islam yang ada dihadapan kita, mereka berada dalam perkara yang sangat membahayakan, yang membinasakan, yang mengerikan dan mereka perlu dalam pertolongan dan siapa yang dapat memberikan pertolongan, apakah kita ataukah setan yang akan menolong mereka ?
Atau orang yang sakit seperti ini siapa yang dapat menolong mereka terjun untuk menolong mereka apakah orang yahudi ataukah orang nasrani atau malaikat yang akan menolong mereka dalam kesakitan seperti ini.

Dan ini adalah sunnah-sunnah Allah dalam kehidupan bumi ini, maka siapa yang siap untuk datang kepada mereka, karena untuk menghilangkan sifat sombong dari hati kita maka kita harus mau menunaikan hak orang islam tersebut. Berapa banyak sekarang orang yang menjadi pasien dan berapa banyak kewajiban kita untuk datang kepada orang-orang seperti ini.

Hari ini kita memahami yang namanya orang sakit kalau ada di rumah sakit atau dia sakit di rumah baru kita kunjungi.

Orang yang sakit jasmani tetapi dalam sakit jasmani ini dia memiliki iman kepada Allah dan mati dalam keadaan iman maka dia akan masuk ke dalam surga Allah SWT, sedangkan orang yang sakit rohaninya tidak ada keselamatan baginya, karena tidak ada suatu yang mnyedihkan , mengerikan dan tidak ada yang lebih buruk selain neraka dan tidak ada yang lebih baik selain di surga.

Orang yang sholat tetapi tidak berjamaah itu adalah orang yang sakit, orang yang melaksanakan sholat tapi diakhir-akhirkan waktunya maka itu orang sakit, apalagi orang yang meninggalkan sholat seluruhnya ini adalah orang yang kena musibah paling besar.

Berapa banyak Allah telah berikan kita nikmat dan kemuliaan saat ini, dan berapa banyak lagi Allah SWT akan tambah kenikmatan dan kemuliaan apabila kita ambil tanggung jawab ini di akhirat nanti.

Maka sekarang kira-kira berapa jamaah yang diperlukan untuk seluruh alam ini, dan sebetulnya ijtima yang akan diadakan nanti itu sebetulnya untuk perkara ini, supaya kita semua yang ada di indonesia ini semakin meningkat pengorbanannya. Supaya kita juga lebih banyak menangis dan lebih banyak berdo’a meminta kepada Allah SWT, terutama dengan kita bangun di malam hari, karena hakikat do’a itu dimalam hari, sehingga kita semakin meningkatkan tangisan dan doa di malam hari. Kita menangis dan berdoa kepada Allah supaya bagaimana semua kaum laki-laki umat islam melaksanakan sholat 5 waktu , dimana adzan dikumandangkan dan tepat waktu, dan wanitanya sholat dirumah-rumah mereka.

Waktu ini akan terus berlalu seperti awan-awan berlalu;

Hendaknya kita senantiasa berada dalam garis ketaatan kepada Allah SWT, senantiasa menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya, dalam dalam menjalankan ketaatan ini ada derajat-derajat ketaatan yang diutamakan.

Sekarang bagaimana menurut kalian semua seandainya saya sibuk berdzikir tanpa memperdulikan orang lain ?

sedangkan dalam hadit qudtsi Allah berfirman :

Sesungguhnya Aku hanya menerima shalat orang-orang yang tawadhu yang rendah hati kepada keagungan Ku
dan mereka tidak sombong keatas makhluk-makhluk Ku yang lain(yaitu yang mau menunaikan hak-hak makhluk di sekitar mereka);

Dan sayyidina umar ra. berkata bahwa setiap orang yang taat adalah orang yang sedang berdzikir kepada Allah SWT.
Apabila pikir kita seperti pikir Rasulullah SAW maka itulah dzikir kita dan ketaatan kita. Dzikir dan berpikir ini apabila dalam kesendirian, di tempat yang ramai, di tempat yang sembunyi atau di tempat yang kelihatan hendaknya kita berpikir sebagaimana pikir Rasulullah SAW. Jangan sampai kita yang sekarang pikir kita seperti pikir Rasulullah SAW yaitu pikir atas umat kemudian dialihkan menjadi pikir keperluan perut dan hidup sehari-hari, karena bukan untuk ini para sahabat dan Rasulullah SAW berjuang.
Kadang-kadang kita ceramah panjang-panjang, dan mendengarkan juga panjang-panjang, namun walaupun begitu ketika mulut kita sedang berdzikir tapi pikir kita masih pikir keperluan perut dan keperluan hidup sehari-hari. Seperti contoh kita dalam sholat, bentuk kita dalam sholat, sholat ini adalah dzikir dan berdoa, bentuk kita secara dzahir adalah berdzikir dan berdoa, tetapi ternyata dalam pikir kita sholat masih memikirkan keperluan perut dan keduniaan kita, sedangkan sholat yang diterima adalah seperti yang disebutkan dalam hadits qudtsi tadi yaitu yang tawadhu kepada kebesaran Allah dan tidak sombong kepada makhluk lain serta selalu menghabiskan siangnya untuk berdzikir kepada Allah SWT, dzikir disini seperti dzikirnya Rasulullah SAW, seperti pikir Rasulullah SAW, baik di siang hari, dimalam hari, ketika senang, ketika susah, ketika bersendirian, ketika terang-terangan senantiasa dzikir dan pikir kita seperti pikir Rasulullah SAW;
dan yang akan Allah terima sholatnya yaitu yang di malam hari tidak berterus-terusan dalam kesalahan, sedangkan orang yang bertaubat dari setiap kesalahan dan dosanya adalah kekasih Ar Rohman, oleh karena itu kita perlu bertaubat atas dosa-dosa kita.

Maka bagaimana supaya kerja Rasulullah SAW ini yaitu usaha da’wah harus disertai dengan rahmat dan hikmah untuk seluruh manusia.

Kita telah diberikan amanah untuk melanjutkan kerja Rasulullah SAW, maka kita harus sayang kepada setiap orang, apabila kita yang telah diamanahi kerja ini ternyata kita tidak mau sayang kepada orang lain yang berada dalam kemaksiatan, yang jauh dari Allah SWT, maka dosa apa yang lebih besar dari pada dosa ini.
Maka kita harus bertaubat kepada Allah SWT atas kelalaian kita dalam menjalankan perjuangan Rasulullah SAW. dan diantara dosa yang paling besar adalah melalaikan amanah yang telah diberikan.

Apabila seseorang membunuh satu orang manusia maka seolah-olah ia telah membunuh seluruh manusia, dan apabila seseorang menghidupkan satu orang manusia maka seolah-olah telah menghidupkan seluruh manusia;

Kematian yang sesungguhnya adalah kematian diakhirat nanti, kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan di akhirat nanti, sedangkan sekarang berapa banyak sekarang orang yang mati yang nantinya akan merasakan neraka, berapa banyak kerugian dan kebinasaan yang ia rasakan.
Sedangkan Rasulullah SAW telah diperintahkan oleh Allah untuk selalu istiqomah , begitu juga kepada umat ini untuk selalu istiqomah dalam usaha agama. Salah satu langkah agar kita bisa istiqomah adalah kita bertaubat kepada Allah.

Hari ini kenapa kita harus bertaubat, sekarang kalau kita lihat dalam kehidupan sehari-hari apa yang kita kedepankan, ternyata kita mengedepankan perkara-perkara perut saja, perkara-perkara keduniaan dan pekerjaan dunia kita saja, padahal disisi Allah SWT sangatlah rendah, sangat hina dan tidak bernilai. tetapi mengapa kita mengedepankan daripada kerja Rasulullah SAW.

Maka bagaimana kita bertaubat kepada Allah SWT atas perkara ini.

Sekarang berapa banyak umat sedang menunggu kita ini.
Sekarang ini bukan karena kehebatan kita, keahlian kita atau kekuatan kita , tetapi karena Allah SWT telah pilih diri kita dalam usaha agama ini, maka jangan kita memperlambat karena sesungguhnya diri kita memang sudah terlambat, dan siapa yang suka memperlambat-memperlambat apa yang Allah SWT amanahkan maka Allah SWT akan memperlambat dia.

Oleh karena itu dalam usaha agama ini kita harus siap cash, karena dalam perjuangan agama ini butuh perkara yang berharga bukan perkara yang murah sebagaimana seorang pemuda ini yang akan menikah dia akan siap mengorbankan intan yang mahal untuk pernikahan.

Sedangkan dalam hadits dikatakan bahwa ketika di hari kiamat tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba hingga dia diberikan beberapa pertanyaan yaitu
1. tentang umurnya , dimana umur itu dihabiskan
2. kemana masa remaja dihabiskan
3. darimana hartanya dan kemana dibelanjakan
4. ilmunya diamalkan atau tidak

Maka oleh karena itulah diantara kecintaan Rasulullah SAW yang hakiki kepada Allah dan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW yang hakiki yang benar yang tidak akan bisa dibohongkan dengan apapun yaitu perjuangan agama, bagaimana Rasulullah SAW menunjukkan kecintaan kepada Allah dengan memperjuangkan agama sepanjang hidupnya 23 tahun sampai akhir hayatnya.
Maka apabila diri kita cinta kepada Allah dan cinta kepada Rasulullah SAW jangan sampai kita melalaikan perkara memperjuangkan agama ini yang telah dibawa oleh Rasulullah SAW, sedangkan kita dalam keduniaan saja tidak mau lalai atau rugi, coba misal kita punya istri kemudian kita katakan kepadanya engkau sungguh sangat berharga, mahal cantik dsb, dan aku begitu cinta kepadamu, namun dalam perkataan itu diringi dengan melalaikan hak-hak istri dan disia-siakan, apakah kita benar-benar cinta kepada istri kita?
Sekarang kita katakan wahai Rasulullah saya cintai engkau, wahai Rasulullah saya cinta engkau, tapi kita dengan terang-terangan begitu banyak melalaikan perjuangan Rasulullah SAW.

Maka orang-orang yang benar-benar cinta kepada Rasulullah SAW, maka dia akan siap dengan memperjuangkan perjuangan Rasulullah SAW dan siap dengan tuntutan-tuntutan dalam memperjuangkan perjuangan Rasulullah SAW, bahkan mengorbankan keduniaannya, maka kita semua yang benar-benar cinta kepada Rasulullah SAW hendaknya benar-benar cinta kepada Rasulullah SAW dengan siap berkorban harta diri dan waktu dalam perjuangan agama diawali dengan cash langsung saat ini juga berangkat keluar di jalan Allah.

Copyright © Juni 2010, Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa

 

 

SHALAT

 

Untuk mendapat manfaat langsung dari kudrat Allah SWT dengan menunaikan perintah-perintah Allah Ta’ala  mengikut cara Rasulullah SAW maka shalat adalah amal yang sangat penting dan mendasar.

 

SHALAT – SHALAT  FARDHU

 

Ayat-ayat Al Qur’an

 

 

قال الله تعالى: إن الصلوة تنهى عن الفحشآء والمنكر { العنكبوت:45}

Allah SWT berfirman : Sesungguhnya Shalat mencegah dari perbuatan keji dan munkar  ( Surat Al- Ankabut 29:45 )

 

وقال الله تعالى : إن الذين ءامنوا وعملو الصلحت وأقاموا الصلوة وءاتواالزكوة لهم أجرهم عندربهم ولا خوف عليهم ولا هم يحزنون { البقرة 277}

Allah SWT berfirman : Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat, pahala mereka ada pada Allah. Dan mereka tidak perlu khawatir dan tidak perlu gundah gulana. ( Al-Baqarah 2:277 )

 

وقال تعالى : قل لعبادى الذين ءامنو يقيموا الصلوة وينفقوا مما رزقنهم سرا وعلانية من قبل أن يأتى يوم لا بيع فيه ولا خلل {إبراهيم 31}

Allah SWT berfirman : ( Wahai Muhammad ) katakanlah kepada hamba-hamba- Ku yang beriman supaya mereka mendirikan shalat dan menafkahkan rezeki yang kami berikan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi atau secara terbuka, sebelum datang suatu hari, ketika sudah tidak ada lagi tawar menawar dan persahabatan. ( Ibrahim 14 : 31 )

 

وقال تعالى : رب اجلنى مقيم الصلوة ومن ذريتى ربنا وتقبل دعآء { إبرهيم 40}

Allah SWT berfirman : Tuhanku ! jadikanlah aku orang yang tetap mendirikan shalat, juga diantara keturunanku. Ya Tuhan kami ! terimalah doaku! ( Ibrahim 14 : 40 )

 

وقال تعالى : أقم الصلوة لدلوك الشمس إلى غسق اليل وقرءان الفجر إن قرءان الفجر كان مشهودا {الإ سراء : 78}

Allah SWT befirman : ( Kepada Rasulullah SAW ) dirikanlah shalat pada waktu matahari tergelincir sampai gelap malam, dan shalat subuh dan bacaannya, karena shalat dan bacaan subuh disaksikan ( oleh malaikat-malaikat ).  ( Al Isra 17:78 )

 

وقال تعالى : والذين هم على صلوتهم يحافظون {المؤمنون : 9}

Allah SWT berfirman : ( menyebutkan kelebihan yang mulia orang-orang beriman) ) dan mereka setia menjaga  shalat mereka. ( Al-Mu’minun 23: 9 )

 

وقال تعالى : يأ يها الذين ءامنوا إذا نودى للصلوة من يوم الجمعة فاسعوا إلى ذكرالله وذروالبيع ذا لكم خيرلكم إن كنتم تعلمون ِْ{ الجمعة : 9}

Allah SWT berfirman : Hai orang-orang beriman ! apabila ( azan ) sudah diseru untuk menunaikan shalat juma’at maka bersegeralah mengingati Allah dan tinggalkan jual    beli  ( dan kegiatan-kegiatan lain ) ; itulah lebih baik bagi kamu jikalau kamu mengetahui.       ( Al-Jumuah 62: 9 ).

 

 

Hadist-hadist Nabawi

 

1- عن ابن عمر رضىالله عنهما قال: قال رسول الله r: بنىالإسلام على خمس : شهادة أن لآ إله إلله وأن محمدارسول الله ، وإقام الصلاة ، وإيتاء الزكاة، والحج ، وصوم رمضان. رواه الخارى، باب دعاؤ كم ايمانك….رقم :8

1-  Ibnu Umar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Islam didirikan keatas lima tiang- bersaksi bahwa  “ Tiada yang patut disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah “, dan mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, dan menunaikan haji, dan saum ( puasa ) pada bulan ramadhan. ( HR. Bukhari )

 

2- عن جبيربن نفير رحمه الله مرسلا قال : قال رسول الله r: ماأوحى  إلىأن أجمع المال ،وأكون من التا جرين ، ولكن أوحى إلى أن : سبح بحمد ربك وكن من السجدين ، واعبدربك حتى يأتيك اليقين . رواه البغوى فى شرح السنة ، مشكوة المصا بيح ، رقم : 5206

2- Zubair Ibnu Nufair  rahimahullah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : tidaklah diwahyukan kepadaku supaya aku mengumpulkan harta dan berada diantara para peniaga ; akan tetapi telah diwahyukan kepadaku untuk memuji dan memuliakan Rab       ( Pemberi rezeki dan Pemelihara ) ; dan supaya saya berada diantara orang-orang yang bersujud  ( dalam shalat ), sehingga kamu dijemput oleh suatu kepastian ( maut )               ( Sharghus Sunnah dan Mishqatul mashaabih ).

 

3- عن ابن عمر رضى الله عنهما  عن النبى r فى سؤال جبرئيل إياه عن الإسلام فقال : الإ سلام أن لآ إله إلا الله ، وأن محمدا رسول الله ، وأن تقيم الصلاة ، وتؤ تى الزكاة ، وتحج البيت ، وتعتمر ، وتغتسل من الجنا بة ، وأن تتم الوضوء، وتصوم رمضان . قال : فإذ فعلت ذلك فانا مسلم ؟ قال نعم ، قال : صدقث . رواه ابن خزيمة 1/4

3- Ibnu Umar r.a. meriwayatkan Nabi SAW bersabda : Bahwa Jibril a.s. ( ketika ia muncul sebagai seorang asing ) bertanya tentang islam : Rasululah SAW menjawab : islam adalah bersaksi bahwa “ Tiada yang patut disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah “ dan bahwa kamu mendirikan shalat , dan mengeluarkan zakat dan

 

menunaikan haji ke rumah Allah ( ka’bah ) dan mengerjakan umrah ; dan mandi janabah ( hadas besar ), dan berwuduk secara sempurna dan saum ( berpuasa ) dalam bulan ramadhan. Jibril a.s. kemudian berkata jikalau aku mengerjakan semua yang diatas maka apakah aku seorang muslim ? Baginda menjawab : ya, Jibril a.s menguatkan : engkau berkata benar  ( Ibnu khujaimah ).

 

4-عن قرة بن دعموص رضى الله عنه قال: ألفينا النبى r فى حجة الوداع فقلنا :   يارسول الله ! ما تعهد إلينا ؟ قال : أعهد إليكم أن تقيموا الصلاة وتؤتوا الزكوة وتحجوا البيت الحرم وتصوموا رمضان فإن فيه ليلة خير من ألف شهر وتحرموا دم المسلم وماله والمعاهد إلا بحقه وتعتصموا بالله والطاعة . رواه البيهقى فى شعب الإيمان 4/342

4- Qurrah Ibnu Da’mus ra meriwayatkan : kami bertemu Nabi SAW  selama perjalanan haji dan bertanya wahai Rasulullah ! apa yang engkau dakwahkan kepada kami ? Baginda menjawab : saya menyeru kamu untuk mendirikan shalat, dan mengeluarkan zakat, dan menunaikan haji kerumah Allah, dan saum ( berpuasa ) dalam bulan ramadhan, karena sesungguhnya disana terdapat suatu malam yang lebih mulia dari seribu bulan ; dan demikian pula aku melarang kamu dari menumpahkan darah seorang muslim dan seorang mu’ahid atau merampas harta mereka kecuali dengan cara yang adil; dan aku menasehatkan kamu untuk berpegang teguh kepada ( din ) Allah dan aku mengajak kamu kepada ketaatan ( orang-orang yang istiqamah dalam din ).                       ( HR.Baihaqi)

Catatan :1)  Seorang mu’ahid arti harfiahnya seorang yang masuk kedalam suatu perjanjian atau persekutuan, yang menunjuk kepada seorang non muslim yang tinggal dalam suatu negeri islam dibawah perlindungan negara islam ; yang masuk kedalam suatu persetujuan dengan pernyataan yang diketauhi sebagai persetujuan dhimmah. Sebagai suatu perjanjian ketundukannya dan penyerahannya kepada negeri itu maka ia membayar minimal pajak tahunan yang dikenal sebagai jizyah sekurang-kurangnya ia mendapat manfaat dan perlindungan yang memberi keamanan kepadanya. Ia juga diketauhi dengan gelaran dhimmi. Seorang non muslim yang memasuki negeri islam untuk masa yang sementara, berada dalam perlindungan dan jaminan seorang muslim, begitu pula berhak mendapat perlindungan atas diri, harta dan martabatnya.

2.)  Diri harta dan kehormatan setiap muslim dan non muslim berada  pada kondisi yang telah disebutkan terlebih dahulu, dianggap sakral dan terlindung, dengan kekecualian kejahatan yang menuntut balasan yang sama, seperti hukuman mati bagi seorang pembunuh, dan  balasan keuangan bagi rusaknya tanah milik seseorang.

3). At-ta’ah menunjuk kepada ketaatan kepada Allah. Meskipun mungkin lebih menunjuk kepada ketaatan mereka yang istiqomah dalam din dan memberikan suatu tanggugjawab atau kekuasaan tertentu sebagaimana yang dijelaskan oleh berbagai ayat-ayat Al Qur’an dan sejumlah hadist. Ternyata ketaatan orang-orang yang dengan kekuasaan dalam islam adalah salah satu cabang datri At-ta’ah.

 

5- عن جايربن عبدالله رضى الله عنهما قال: قال النبى r: مفتاح الجنة الصلاة ومفتاح الصلاة الطهور. رواه أحمد 3/240

 

5. Jabir Ibnu abdullah r.a.meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : kunci kepada surga adalah shalat dan kunci kepada shalat adalah wudhu ( Musnad Ahmad ).

 

6- عن أنس رضى الله عنه قال : قال رسول الله  r: جعل قرة عينى فى الصلاة.  (وهوبعض الحديث ) رواه النسائى، باب حب النساء ، رقم : 3391

6. Anas r.a.meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : kesenangan dan kesukaan mataku terdapat dalam shalat ( Nasahi )

 

7- عن عمر رضى الله عنه قال : قال رسول الله r الصلاة عمود الدين. رواه أبونعيم فى الحلية وهوحديث حسن ، الخامع الصغير 2/120

7. Umar r.a. meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda : shalat adalah penopang tiang agama. ( Hilyatun awliyah dan jami-us shagir )

 

 

8- عن على رضى الله عنه قال : كان آجركلام رسول اللهr : الصلاة الصلاة، اتقواالله فيما ملكت أيمانكم أبو داؤد،. رواه باب فى حق المملوك، رقم : 5156

8. Ali r.a. meriwayatkan bahwa perkataan terakhir Rasulullah SAW adalah  ashalah ! ashalah ! takutlah kepada Allah mengenai apa yang kamu miliki ( hamba sahayamu ) dan orang-orang dibawah jagaan kamu). ( HR.Abu daud )

Catatan : -waspada menjaga, dan mendirikan shalat.

-Takutlah akan pertanggungjawabanmu dihadapan Allah dan menunaikan hak-haknya.

 

9- عن أبى أمامة رضى الله عنه أن النبى r أقبل من خيبر، ومعه غلا مان ، فقال على : يا رسول الله ! أخدمنا، قال : خذأيهما شئت، قال : خرلى قال : خذهذا ولاتضربه، فإنى قد رأيته يصلى مقفلنا من خيبر، وإنى قد نهيت عن ضرب أهل الصلوة. (وهوبعض الحديث ) رواه أحمد والطبرنى، مجمع الزوائد 4/433

9. Abu Umamah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW kembali daripada  khaybir dan ia membawa sertanya dua orang hamba sahaya. Maka Ali r.a. berkata : Wahai ٌٌٌRasulullah !   berikan kepada kami seorang hamba sahaya. Baginda menjawab : ambil dari salah satu kedua orang ini. Ali berkata : pilihkan bagiku ( salah satu dari mereka ). Rasulullah SAW ( menunjuk salah satu ) berkata ambilah  dia, tapi janganah memukulnya ; karena saya melihatnya m,engerjakan shalat  ketika kami kembali dari khyber, dan saya dilarang untuk memukul orang-orang yang mengerjjakan shalat. ( Musnad ahmad, tabrani dan Majma uz zawaid ).

 

10- عن عبادة بن الصامت رضى الله عنه قال : سمغت رسول الله r يقول : خمس صلوات افترضهن الله عزوجل، من أحسن وضوء هن وصلاهن لوقتهن وأتم ركوعهن وخشو عهن ، كان له على الله عهد أن يغفر له ، ومن لم يفعل فليس له على الله عهد، إن شاء غفرله، وإن شاء عذ به. رواه أبوداود ، باب المحافظة على الصلوات، رقم : 465

10. Ubadah Ibnu Samid r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Lima kali shalat telah dijadikan perintah bagi Allah SWT ; barangsiapa yang mengambil wudhu dengan sempurna dan mengerjakan shalat-shalat ini pada masa yang telah

 

ditetapkan, melakukan rukuk dengan sempurna, dan dengan khusuk ( takut  dan berserah diri ) bagi orang yang demikian ada perjanjian dari Allah, bahwa Dia akan mengampuninya. Dan barangsiapa yang tidak mengerjakannya demikian     ( tentang shalat ) tidak ada perjanjian baginya dengan Allah. Jikalau Dia menghendaki Dia boleh mengampuninya, dan jikalau  Dia menghendaki Dia boleh mengazabnya.     ( HR.Abu daud ).

 

11- عن حنظلة الأسيدى رصى الله عنه أن رسول الله r قال : من حافظ على الصلوات الخمس على وضوءها ومواقيتها وركوعها وسجودها يراها حقا الله عليه حرم على النار . رواه احمد 4/267

11. Hanzalah Ibnu Al Usaidi r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa menjaga lima kali shalat dengan wuduk pada waktu-waktu yang telah ditetapkan dengan rukuk dan sujud yang benar, sambil menganggapnya sebagai hak Allah maka api neraka diharamkan keatasnya. (Musnad Ahmad ).

 

12- عن أبى قتادة بن ربعى رضى الله عنه قال : قال رسول الله r : قال الله عزوجل : إنى فرضت على أمتك خمس صلوات ، وعهدت عبدى عهدا ، أنه من جاء يحافظ عليهن لوقتهن أدخلته الجنة ، ومن لم يحافظ عليهن فلا عهدله عندى . رواه أبو داود ، باب المحافظة على الصلوت ، رقم 430

12- Abu Qatadah Ibnu Rib’I  r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist qudsi bahwa Allah SWT berfirman : sesungguhnya aku telah memerintahkan  kepada umatmu lima kali shalat dan aku telah bersumpa dengan diriku sendiri bahwa barangsiapa yang datang ( pada hari kiamat ) dengan menjaga shalat-shalat ini pada waktu-waktu yang telah ditetapkan, Aku akan memasukkannya kedalam surga. Dan barangsiapa yang tidak menjaga shalt-shalat ini Aku tidak ada perjanjian dengannya ( Aku boleh mengazabnya atau mengampuninya ). ( HR.Abu Daud )

 

13-عن عثمان بن عفان رضى الله عنه أن رسول الله r قال من علم أن الصلاة حق واجب دخل الجنة . رواه عبدالله بن أحمد فى زياداته وأبو يعلى إلا أنه قال. حق مكتوب واجب والبزار بنجوه ، ورجاله موثقون ، مجمع الزوائد 2/ 15

13- Ustman r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda :  barangsiapa yang menganggap bahwa mendirikan shalat adalah kewajiban yang diperintah akan memasuki surga ! ( Musnad Ahmad, Abu Ya’la, Bazar, Majma Uz zawaid).

 

 

14- عن عبد الله بن قرط رضى الله عنه قال: قال رسول الله r أول ما يحاسب به العبد يوم القيامة الصلاة فإن صلحت صلح سائر عمله ، وإن فسدت فسد سائر عمله . رواه الطبرانى فى الأوسط ولاباس ياسناده إنشاءالله ، التلاغيب 1/245

14- Abdullah Ibnu Qurt ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : pada hari kiamat perkara pertama yang akan dihisab bagi seorang hamba Allah adalah shalat. Jikalau didapatinya memadai maka sisa-sisa amalannya akan juga memadai dan jikalau

 

didapati shalatnya tidak memadai maka amalan-amalan selebihnya juga tidak memadai.    ( HR. Tabrani dan Targhib )

 

 

15-عن جابر رضى الله عنه قال : قال رجل للنبى r : إن فلانا يصلى فإذا أصبح سرق . ٌقال : سينهاه ما يقول .رواه البزار ورجاله ثقات ، مجمع الزوائد 2/531

15- Jabir r.a. meriwayatkan : seseorang melaporkan kepadaNabi SAW : fulan bin fulan mengerjakan shalat  kemudian pada waktu subuh ia mencuri. Nabi SAW menjawab: Cepat atau lamabat shalatnya akan membersihkannya dari dosa itu. ( Badzar dan Majma-Uz  zawaid .

 

16- عن سلمان رضى الله عنه قال : قال رسول الله r : إن المسلم إذا توضأ فأحسن الضوء ، ثم صلى الصلوات الخمس ، تحاتت خطاياه كما يتحات هذا الورق ، وقال :( وأقم الصلوة طرفى النهار وزلفا من الليل  ط إن الحسنت يذهبن السيات ط ذلك ذكرى للذاكرين ) (هود : 114) (وهو جزء من الحديث ) رواه أحمد 5/437

16- Salman r.a. meriwayatkan  bahwa Rasulullah SAW bersabda : Sesunguhnya seseorang muslim, apabila ia mengambil wudhu dan wudhu dikerjakannya dengan sempurna kemudian mendirikan lima kali shalat, maka dosa-dosanya akan berguguran seperti daun-daun pohon gugur dari dahannya. Kemudian baginda membaca ayat berikut:

وأقم الصلوة طرفى النهار وزلفا من الليل  ط إن الحسنت يذهبن السيات ط ذلك ذكرى للذاكرين

Artinya : Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang dan beberapa masa pada waktu malam ( shalat fardhu lima kali sehari ), sesungguhnya perbuatan baik mengahapuskan perbuatan buruk. Inilah peringatan ( nasehat ) bagi orang-orang yang mau berfikir             ( orang-orang yang menerima nasehat )- ( Hud 11: 114 ) ( Musnad Ahmad )

Catatan : menurut beberapa ulama, “ kedua tepi” bermakna dua bagian. Bagian pertama bermaksud shalat shubuh dan bagian kedua bagi shalat zhuhur dan shalat Ashar. Mengerjakan shalat dalam beberapa waktu dimalam hari menunjuk kepada shalat maghrib dan isya. ( Tafsir Ibnu Katsir ).

 

17-عن أبى هريرة رضى الله عنه أن رسول الله r كان يقول : الصلوات الخمس ، والجمعة إلى الجمعة، ورمضان إلى رمضان، مكفرات مابينهن إذا اجتنب الكبائر. رواه مسلم، باب الصلوات الخمس …رقم : 552

17- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : Lima kali shalat;  dan shalat jum’at dari jumat yang terakhir; dan puasa ramadhan dari akhir ramadhan ; adalah penghapusan bagi dosa-dosa yang dilakukan diantaranya, asalkan pendosa menjauhkan diri dari dosa-dosa besar. (HR.Muslim )

 

18-عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول االله  rمن حافظ على هؤلاء الصلوت المكتوبات لم يكتب من الغافلين. (الحديث ) رواه ابن خزيمة فى صحيحه 2/180

 

18- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa menjaga shalat fardhu ( mendirikannya dengan tekun) tidak akan terdaftar diantara orang-orang yang lalai. (Ibnu Khuzaimah )

 

19- عن عبد الله بن عمرورضىالله عنهما عن النبى r أنه ذكر الصلاة يوما، فقال : من حافظ عليها كانت له نورا وبرهانا ، ونجاة يوم القيامة، ومن لم يحافظ عليهما لم يكن له نور ولا برهان ، ولا نجاة ، وكان يوم الفيامة مع فرعون وهامان وأبى بن خلف. رواه أحمد والطبر انى فى الكبير والآوسط، ورجال أحمد ثفات، مجمع الزوائد 2/21

19- Abdullah Ibnu Amr r.a. meriwayatkan : pada suatu hari Rasulullah SAW menyebutkan tentang shalat dan bersabda : barangsiapa yang menjaga shalatnya, maka akan menjadi nur dan pembela bagi dirinya dan sebagai asbab keselematannya pada hari kiamat ; dan bagi orang yang tidak menjaganya, tidak akan menjadi nur atau menjadi pembela bagi pihaknya dan tidak menjadi sebab keselamatannya pada hari kiamat. Dan pada hari kiamat, ia kan digolongan bersama fir’aun, Hamman dan Ubay Ibnu Khalab.      ( Munad Ahmad, tabrani dan Majma Uz zawaid ).

Catatan: Fir’aun adalah raja Mesir pada Musa a.s. dan Hamman adalah mentri Fir’aun dan Ubay Ibnu Khalab adalah seorang kafir yang keras kepala dan musuh Rasulullah SAW.

 

20-عن أبى مالك الأشجعى عن أبيه رضى الله عنهما قال : كان الرجل إذ1 أسلم على عهد النبى r علموه الصلاة. رواه الطبرنى فى الكبير 8/ 380 وفى الحاثية : قال فى المجمع 1/ 293 :رواه الطبر انى والبزار ورجاله الصحيح

20- Abu Malik Al-Ashja’I   dari ayahnya  r.anhuma yang berkata apabila seseorang hendak masuk islam selama masa Rasulullah SAW mereka ( sahabat ) mengajarkan kepadanya pertama-tama shalat. ( HR.Tabrani )

 

21- عن أبى أمامة رضى الله عنه قال : قيل : يارسول الله r! أى الدعاء أسمع ؟ قال : جوف الليل الآخر، ودبر الصلوات المكتوبات . رواه الترمذى وقال : هذا حد يث حسن، باب حديث ينزل ربنا كل ليلة … رقم : 3499

21- Abu Umamah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah ditanya : wahai Rasulullah ! doa pada waktu yang manakah yang pasti diterima? Baginda menjawab ; seorang yang berdoa pada bahagian terakhir pada malam dan setelah shalat fardhu. (HR.Tirmidzi ).

 

22-عن أبى سعيد الخدرى رضى الله عنه أنه سمع رسول الله  rيقول : الصلوات الخمس كفارة لما بينها، ثم قال رسول الله r أرأيت لوأن رجلا كان يعتمل فكان بين منزله ومعتمله خمسة أنهار، فإذا أتى معتمله عمل فيه ما شاءالله فأصابه الوسخ أوالعرق فكلما مر بنهر اغتسل ما كان ذلك يبقى من درنه ، فكذ لك الصلاة كلما عمل خطيئة فد عا واستغفرغفر له ما كان قبلها وفيه : عبدالله بن قر يظ ذكره ابن حبان فى الثنات ، وبقة رجاله الصحيح ، مجمع الزوائد 2/32

 

22- Abu said Al Kudri r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Lima kali shalat adalah penghapusan bagi dosa-dosa kecil yang dilakukan  diantaranya. Kemudian Baginda bersabda : seorang yang pergi bekerja dan diantara tempatnya dan tempat ia bekerja terdapat lima sungai. Apabila ia sampai ditempat kerjanya, dan pekerjaan yang dilakukannya dengan ijin Allah ia menjadi kotor dan berkeringat. Kemudian ( pada ketika ia kembali ) ia melalui sungai-sungai ini ; ia mandi didalamnya, dan mandinya yang berulang kali menyebabkan tiada kotoran dan keringat yang tertinggal padanya. Shalat adalah seumpama itu ! bilamana seorang melakukan dosa dan   ( mengerjakan shalat ), berdoa dan memohon ampunan maka ia  diampuni bagi dosa-dosanya yang ia lakukan sebelum shalat. ( badzar, tabrani dan Majma Uz zawaid )

23- عن زيد بن ثابت  أبى رضى الله عنه قال : أمرناأن نسبح دبر كل صلاة ثلا ثا وثلا ثين ونحمده ثلا ثا وثلاثين ونكبره أربعا وثلاثين قال : فرأى رجل من الأنصار فى المنام، فقال : أمركم رسول الله r أن تسبحوا فى دبر كل صلاة ثلا ثا وثلا ثين وتحمدوا الله ثلاثا ثين وتكبروا أربعا وثلا شين ؟ قال : نعم، قال : فاجعلوا خمسا وعشرين واجعلوا التهليل معهن فغدا على النبى r فحدثه فقال : افعلوا. راوه الترمذ وقال : هذاحديث صحيح، باب منه ماجاء  فى التسبيح والتكبير والتحميد عندالمنام، رقم : 3413، الجامع الصحيح وهوسنن الترمذى، طبع دار الكتب العلمية

 

23- Zaid Ibnu Tsabit r.a meriwayatkan : kami telah diperintahkan ( oleh Rasulullah SAW) untuk membaca selepas setiap shalat fardhu Subhanallah ( Maha Suci Allah ) 33 kali , Alhamdulillah ( Segala Puji bagi Allah ) 33 kali dan Allahuakbar ( Allah maha Besar ) 34 kali selepas setiap shalat fardhu. Ia ( orang Anshar) berkata ya. Suara dalam mimpi berkata : Ucapkanlah 25 kali, dan tambahkanlah dengannya La ilaha illallah           ( Tiada yang patut disembah kecuali Allah ) 25 kali. Pada waktu pagi ketika ia pergi dan menceritakan mimpinya kepada Nabi SAW, Baginda berkata : lakukanlah demikian         ( Baginda mengizinkannya ). ( HR.Tirmidzi ).

 

24- عن أبى هريرة رضى الله عنه أن فقراء المهاجرين أتوارسول الله r فقالو : قد ذهب أهل الدثور بالدرجات العلى والنعيم المقيم. فقال : وما ذاك ؟   : قالوا : يصلون كما نصلى، ويصومون كما نصوم، ويتصدقون ولانتصدق، ويعتقون ولا نعتق.  فقال رسول الله r: أفلا أعلمكم شيئا تدركون به من سبقكم ، وتسبقون به من بعدكم ؟ ولايكون أحد أفضل منكم إلا من صنع مثل ما صنعتم . قالوا : بلى ،يا رسول الله ! قال : تسبحون وتكبرون وتحمدون فى دبر كل صلاة ، ثلاثا وثلاثين مرة ، قال أبو صالح : فرجع فقراء المهاجرين إلى رسول الله r  فقالوا :  سمع إخواننا أهل الأموال بما فعلنا ، ففعلوا مثله ، فقال رسول الله  r: ذلك فضل الله يؤتيه من يشآء . رواه مسلم ، باب استحباب الذكر بعد الصلاة …. ، رقم: 1347

24- Abu Huarairah r.a. meriwayatkan  bahwa pada suatu hari beberapa orang muhajir yang miskin datang kepada Rasulullah SAW dan berkata : orang-orang kaya telah mendahului kami, mereka mendapatkan derajat kerohanian yang lebih tinggi dan nimat-nikmat yang kekal dari Allah. Rasulullah SAW ingin mengetauhi : bagaiman boleh demikian ? mereka menjawab : mereka yaitu ( orang-orang kaya ) mengerjakan shalat dan puasa seperti yang kami lakukan akan tetapi karena mereka kaya, mereka dapat mengerjakan amalan-amalan kebajikan yang lain, seperti memberikan sedekah dan membebaskan hamba sahaya yang mana kami (orang-orang miskin ) tidak dapat melakukan sedemikian. Rasulullah SAW bertanya : maukah aku memberitahu kamu sesuatu yang dengan beramal keatasnya yang kamu boleh ditinggikan dan melebihi keunggulanmu, dan tiada seorangpun yang boleh lebih baik dari pada kamu kecuali ia juga melakukan hal yang sama ! para sahabat r.a.  berkata : beritahukanlah kepada kami. Maka Rasulullah SAW bersabda : Ucapkanlah Subhanallah ( maha Suci Alah ), Alhamdulillah ( Segala Puji bagi Allah ) dan Allahuakbar ( Allah Maha Besar ) 33 kali pada setiap sesudah shalat fardhu. Mereka mengamalakan nasehatnya, akan tetapi orang-orang kaya juga mengetauhi amalan ini dan kelebihannya dan mulailah mereka mengamalkan amalan yang sama. Orang –orang muahajir yang miskin sekali datang kepada Rasulullah SAW dan bermohon : saudara-saudara kami yang kaya telah mempelajari apa yang engkau beritahukan kepada kami, dan beramal dengan amalan itu. Rasulullah SAW kemudian bersabda : itulah karunia Allah yang Ia anugerahkan kepada siapa saja yang Ia kehendaki. ( HR.Muslim )

 

25-عن أبى هريرة رضى الله عنه عن رسول الله r من سبح الله فى دبر كل صلاة ثلاثا وثلاثين ، وحمد الله ثلاثا وثلاثين وكبر الله ثلاثا وثلاثين ، قتلك تسعة وتسعون ، وقال : تمام المائة : لآ إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شىء قدير ، غفرت خطاياه وإن كانت مثل زبد البحر . رواه مسلم ، باب استحباب الذكر بعد الصلاة وبيان صفته ، رقم : 1352

 

25. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa mengucapkan Subhanallah ( Maha Suci Alah ) 33 kali, Alhamdulillah ( Segala Puji bagi Allah ) 33 kali, dan Allahuakbar ( Allah Maha Besar ) 33 kali yang keseluruhannya menjadi 99  an untuk menyempurnakannya menjadi 100 ucapkanlah satu kali

 

لآ إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شىء قدير

ِ

Artinya : Tiada yang patut disembah kecuali Allah, Dialah yang Esa, Dia tidak mempunyai serikat, baginya adalah kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dialah yang mempunyai kekuasaan atas segala sesuatu, maka segala dosanya akan diampuni bahkan jikalau dosa-dosanya sebanyak buih dilautan. (HR.Muslim )

 

26-عن الفضل بن الحسن الضمرى أن أم الحكم  — أو ضباعة – ابنتى الزبير بن عبد المطلب رضى الله عنهما حدثته ، عن إحداهما أنها قالت : أصاب رسول الله r سبيا فذهبت أنا وأختي وفاطمه بنت رسول الله r فشكونا إليه ما نحن فيه وسألناه أن يأمر لنا بشىء  من السبى ، فقال رسول الله r سبقكن يتامى بدر ، ولكن سأدلكن على ما هو خير لكن من ذلك ، تكبرن الله على إثر كل صلاة ثلاثا وثلاثين تكبيرة وثلاثا وثلاثين تسبيحة وثلاثا وثلاثين تحمدة ولآ إله إلا الله وحده لا شريك له ، له الملك وله الحمد وهو على كل شىء قدير . رواه أبوداود, باب فى مواضع قسم الخمس … ، رقم : 2978

 

26- Fadl Ibnu hasan Damri rahimahullah berkata bahwa salah satu daripada dua putri Jubair Ibnu Abdul Muthalib, Ummu hakam atau Duba’ah  r.anhuma menceritakan peristiwa ini : beberapa tawanan telah dibawa kepada Rasulullah SAW. Saya, saudara perempuanku, dan Fatimah Binti Rasulullah SAW  datang kepadanya  dan menjelaskan kesulitan-kesulitan kami, kami meminta beberapa orang tawanan untuk membantu. Rasulullah SAW bersabda : bagi hamba-hamba sahaya, anak-anak yatim Badar adalah lebih layak daripada kamu, akan tetapi aku akan memberitahu kepada kamu sesuatu yang lebih baik daripada seorang hamba sahaya ; sesudah setiap waktu shalat, ucapkanlah ketiga perkara ini ; Subhanallah ( Maha Suci Allah ), Alhamdulillah ( Segala Puji bagi Allah ) dan Allahuakbar (Alah Maha Besar ) 33 kali tiap-tiapnya dan sekali

لآ إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شىء قدير

Artinya : “ Tiada yang patut disembah kecuali Allah, Dialah Yang Esa, Tiada sekutu baginya, Dialah yang mempunyai kerajaan, dan baginya segala pujian, dan Dia berkuasa atas segala sesutu”. ( HR.Abu Daud).

 

27- عن كعب بن عجرة رضى الله عن رسول الله r قال : معقبات لا يخيب قائلهن ، أو فاعلهن : ثلاثا وثلاثين تسبيحة ، وثلاثا و ثلاثين تحميدة ، وأربعا وثلاثين تكبيرة فى دبر كل صلاة . رواه مسلم ، باب استحباب الذكر بعد الصلاة …..، رقم 1350

27- Kaab Ibnu Ujrah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda :  ada beberapa kalimat  yang apabila diucapkan sesudah shalat, yang sedemikian sehingga barangsiapa mengucapkannya tidak akan pernah kecewa.  Kalimah-kalimah itu adalah Subhanallah     ( Allah Maha Suci ) 33 kali, Alhamdulillah ( Segala Puji bagi Allah ) 33 kali dan Allahuakbar ( Allah maha Besar ) 34 kali sesudah setiap shalat fardhu. ( HR.Muslim ).

 

28- عن السائب عن على رضى الله عنهما أن رسول الله r لما زوجه فاطمة بعث معه بخميلة ، ووسادة من أدم حشوها ليف ، ورحيين وسقاء ، وجرتين ، فقال على رضى الله عنه لفاطمة رضى الله عنها ذات يوم : والله لقد سنوت حتى لقد اشتكيت صدرى ، قال : وقد جاء الله أباك بسبى فاذهبى فاستخدميه ، فقالت : وأنا الله قد طحنت حتى مجلت يداى ، فأتت النبى r فقال : ما جاءبك أى بنية ؟ قلت : جئت لأسلم عليك واستحيت أن تسأله ورجعت فقال : ما فعلت ، قالت : استحييت أن أسأله ، فأتيناه جميعا ، فقال على رضى الله عنه : يا رسول الله ! لقد سنوت حتى اشتكيت صدرى ، وقالت فاطمة رضى الله عنها : قد طحنت قد طحنت حتى مجلت يداى ، وقد جاءك الله بسبى وسعة فأخدمنا ، فقال رسول الله r والله لآ أعطيكما وأدع أهل الصفة تطوى بطونهم لا أجد ما أنفق عليهم ، ولكنى أبيعهم وأنفق عليهم أثمانهم ، فرحعا فأتاهما النبى r ، وقد دخلا فى قطيفتهما إذا غطيا رؤوسهما تكشفت أقدامهما ، وإذا غطيا أقدامهما تكسفت  رؤوسهما فثارا ، فقال : مكانكما . ثم قال : ألا أخبركما بخير مما سألتمانى ؟ قالا : بلى ، فقال : كلمات علمنيهن جيريل عليه السلام فقال : تسبحان فى دبر كل صلاة عشرا ، وتحمدان عشرا ، وتكبران عشرا ، وأذا

 

أويتما إلى فراشكما فسبحا ثلاثا وثلاثين ، واحمدا ثلاثا وثلاثين ، وكبرا أربعا وثلاثين . قال : فوالله  ما تركتهن منذ علمنيهن رسول الله *** قال : فقال له ابن الكواء : ولا ليلة صفين ، فقال : قاتلكم الله يا أهل العراق نعم ، ولا ليلة صفين . رواه أحمد 1 / 106

28- Saib r.a. berkata : Ali r.a. meriwayatkan bahwa : ketika Rasululah SAW mengawinkannya dengan Fatimah r.anha. fatimah dihantar dengan sehelai seprai tempat tidur, sebuah bantal kulit yang diisi dengan kulit kurma, dua batu gilingan, sebuah bek air dari kulit, dan dua pot dari tanah ( sebagai mahar ). Ali r.a. suatu hari berkata kepada Fatimah r.anha : demi Allah ! oleh karena menarik timba dari sumur, saya merasa sakit pada dada saya. Allah telah menghantar bebearapa tawanana kepada ayahmu maka pergilah kepadnya dan mintalah seorang hamba sahaya. Fatimah r.anha berkata : tangan saya juga kulitnya menjadi tebal karena menggiling batu gilingan. Oleh karena itu ia pergi kepada Nabi SAW. Baginda bertanya : wahai putri kesayanganku, apa yang menyebabkan kamu datang kesini ? fatimah berkata : mengucapkan salam dan oleh karena rasa malunya ia tidak dapat menjelaskan kesulitannya dan ia kembali. Ali r.a. bertanya kepadanya apa yang terjadi ? fatimah berkata saya tidak dapat meminta hamba sahaya karena malu kemudian kami pergi bersama kepada Nabi SAW. Ali r.a. berkata : wahai Rasulullah ! oleh karena menimba air dari sumur saya merasa sakit pada dada saya; dan Fatimah r.anha berkata ; tangan-tangan saya kulitnya menebal karena menggiling batu gilingan. Allah telah menghantar kepadamu beberapa hamba sahaya dan memberi beberapa kemudahan ; maka berikanlah kepada kami seorang hamba sahaya. Rasulullah SAW bersabda demi Allah ! ahli-ahli sufah dalam keadaan yang mereka menderita sakit yang tiba-tiba,  akan tetapi saya tidak mempunyai sesuatu untuk membelanjakan keatas mereka. oleh karena itu saya akan menjual hamba sahaya ini dan membelanjakan uang itu keatas ahli-ahli sufah. Mendengar jawabannya kami kembali. Pada malam hari berdua kami sedang tidur dalam sebuah selimut yang sangat kecil yang apabila kepala kami ditutup kaki-kaki kami telanjang; dan apabila kaki-kaki kami ditutupi maka kepala kami akan terbuka. Tiba-tiba rasulullah SAW datang kepada kami. Berdua kami bersegera bangun. Baginda berkata : tetaplah berbaring pada tempatmu ; kamu meminta seorang hamba sahaya, tidak sukakah kamu saya memberitahu kamu sesuatu yang lebih baik ?  kami meminta : beritahukanlah kepada kami. Baginda berkata : Jibril a.s. telah mengajarkan kepada saya beberapa perkataan. Berdua kamu selepas setiap shalat,bacalah 10 kali Subhanallah (Maha Suci Allah ), 10 kali Alhamdulillah ( Segala Puji bagi Alah ), dan 10 kali Allahuakbar ( Allah Maha Besar ). Dan apabila kamu hendak berbaring maka bacalah 33 kali Subhanallah 33 kali Alhamdulillah dan 33 Allahuakbar. Ali r.a. berkata : demi Allah! Semenjak Rasulullah SAW mengajarkan kepada saya perkataan- perkataan ini, saya tidak pernah melupakan untuk membacanya.  Ibnu kawa rahimahullah bertanya Ali r.a. apakah perkataan-perkataan ini tidak dilalaikan untuk mengucapkan, bahkan pada malam peperangan siffil ? ia berkata : wahai orang-orang Irak !  semoga Allah menghukum  kamu ! saya tidak lalai mengucapkan perkatan-perkataan ini bahkan pada malam peperangan siffil ! ( Musnad Ahmad ).

 

 

29- عن عبد الله بن عمرو رضى الله عنهما قال : قال رسول الله r خصلتان لا يحصيهما رجل مسلم إلا دخل الجنة ، هما يسير ، ومن يعمل بهما قليل يسبح الله دبر كل صلاة عشرا ، ويحمده عشرا ، ويكبر عشرا قال : فأنا رأيت النبى r : يعقدها بيده ، قال : فقال خمسون ومائة باللسان ، وألف وخمسمائة فىالميزان ، وأذا أوى ألى فراشه سبح وحمد وكبر مائة ، فتلك ماءة باللسان ، وألف فىالميزان فأيكم يعمل فى اليوم الواحد ألفين وخمسمائة سيئة ، قال : كيف لا تخصيهما ؟  قال : ياتى أحدكم الشيطان ، وهو فى لصلاة، فيقول : اذكر كذا ، اذكر كذا ، حتى شغله ولعله أن لا يعقل ، ويأتيه فى مضجعه فلا يزال ينومه حتى ينام . رواه ابن حبان ، فال المحقق : حديث صحيح 5/354

29. Abdullah Ibnu Amr r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : dua kebiasaan adalah sedemikian yang jikalau seorang muslim memenuhinya ia akan memastikannya masuk sorga. Kedua kebiasaan ini adalah mudah, akan tetapi mereka yang mengamalkannya adalah sedikit. Satu adalah bahwa selepas setiap shalat membaca Subhanallah ( Maha Suci Allah ) 10 kali, Alhamdulillah ( Segala Puji bagi Allah ) 10 kali, dan Allahuakbar ( Allah maha Besar ) 10 kali. Abdullah berkata : saya melihat Nabi SAW menghitung diatas jari-jarinya dan membaca ( perkataan – perkataan ini 10 kali tiap-tiapnya, selepas shalat fardhu 5 kali ),  yang berarti seratus lima puluh kali, akan tetapi dalam timbangan kebaikan ( karena dilipat sepuluh kali ganda ) jumlahnya menjadi 150.000. kali ganda. Kebiasaan yang kedua adalah sebelum pergi tidur maka seorang membaca Subhanallah, Alhamdulillah dan Allahuakbar 100 kali ( dengan cara demikia ini ) Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahuakbar 34 kali dalam mengucapkan perkataan-perkataan ini hanya terdiri dari 100 perkataan, akan tetapi pahalanya adalah 1000  kebaikan  ( sekarang sesudah satu hari penuh shalat lima kali sehari ) keseluruhan ganjarannya akan menjadi 2500 kebaikan. Rasulullah SAW bersabda: Siapakah yang boleh melakukan 2500 dosa dalam sehari ? ( dosa yang sebanyak ini tidak mungkin dilakukan, akan tetapi 2500 kebaikan ditulis baginya). Abdullah r.a. bertanya : Wahai Rasulullah ! mengapa hanya sedikit orang yang mengucapkan perkataan-perkataan ini ? Baginda menjawab : ( itu dikarenakan ) setan menyuntikkan dalam shalat, dan memasukkan berbagai-bagai keperluan dan bisikkan dalam pemikiran, dengan demikian seseorang menjadi lalai mengucapkan perkataan-perkataan ini. Dan ketika berbaring setan menina bobokkan seseorang dengan membenamkannya dalam berbagai pemikiran dan akhirnya seseorang jatuh tertidur tanpa mengucapkan perkataan-perkataan ini. ( Ibnu Hibban ).

 

30- عن معاذ بن جبا رضى الله عنه أن رسول الله r أحذ بيده وقال : يامعاذ ! والله إنى لأحبك ، فقال : أوصيك يامعاذ ! لا تدعن فى دبر كل صلاة تقول : اللهم ! أعنى على ذكرك وسكرك وحسن عبادتك . وراه أبو داود ، باب فى الإستغفار ، رقم 1522

30- -Muaz ibnu Jabal r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW menangkap tanganku dan bersabda : hai Muaz ! demi Allah aku mengasihi engkau kemudian Baginda berkata : Hai Muaz ! aku menasehatkan kamu supaya tidak pernah melupakan membaca kalimat berikut sesudah setiap waktu shalat.

اللهم ! أعنى على ذكرك وسكرك وحسن عبادتك

Artinya : Wahai Allah  tolonglah aku dalam mengingati Engkau dan dalam mensyukuri Engkau dan dalam memperolehi kemuliaan dalam ibadat. ( HR.Abu Daud ).

 

31- عن أبى أمامة رضى الله عنه قال : قال رسول الله r من قرأ آية الكرسى فى دبر كل صلاة مكتوبة، لم يمنعه من دخول الجنة إلا أن يموت  . رواه النسا نى فى عمل اليو م والليلة، رقم … 100، وفى رواية: وقل هوالله أحد. رواه الطبر نى فى الكبير والأوسط بأسانيد وا حد ها جيد، مجمع الزوائد10/ 128

31- Abu Umamah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Jikalau seorang mengucapkan ayatul kursi selepas setiap shalat, tiada sesuatupun kecuali kematian yang akan menghalangnya dari memasuki sorga. Dalam riwayat yang lain disebutkan dengan menambah Qulhu wallahu ahad sesudah ayatul qursi.

 

32- عن حسن بن على رضى الله عنهما قال : قال رسو ل الله r : من قرا آيةالكرسى دبر الصلاة المكتوبة كان فى ذمة الله الصلاة الأخرى . رواه الطبرانى وإسناده حسن. مجم  الزوائد. 10/128

32. Hasan Ibnu Ali r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang mengucapkan ayatul kursi selepas shalat fardhu, ia berada dalam perlindungan Allah sehingga shalat berikutnya. ( tabrani dan Majma Uz zawaid ).

 

33- عن أبى أيوب رضى الله عنه قال : ما صليت خلف نبيكم r إلا سمعته يقول حين ينصرف : اللهم اغفر خطاياى وذنوبى كلها، اللهم وانعشنى واجبر نى واهدنى لصالح الأعمال والأخلاق، لا يهدى لصالحها، ولا يصرف سيئها إلا أنت . رواه الطبرانى فى الصعغر والأوسط وإسناده جيد، مجمع الزوائد. 10/145

33.  Abu Ayyub r.a. meriwayatkan : ketika saya mengerjakan shalat dibelakang Nabi SAW, saya mendengarnya membaca doa ini setelah menyelesaikan shalatnya.

 

االلهم اغفر خطاياى وذنوبى كلها، اللهم وانعشنى واخبر نى واهدنى لصالح الأعمال والأخلاق، لا يهدى لصالها، ولا يصرف سيئها إلا أنت

Artinya : Wahai Allah ampunilah segala kesalahan dan dosa-dosaku. Wahai Allah angkatlah daripadaku dan hapuslah kekurangan-kekuranganku dan anugerahkan aku dengan amal-amal kebaikan dan akhlak yang mulia, karena petunjuk bagi amal-amal baik dan akhlak yang mulia tidak dapat diberikan kecuali dengan Engkau, dan tiada seorangpun yang dapat menghapuskan amal-amal yang buruk dan akhlak yang buruk kecuali Engkau.  ( tabrani dan majma Uz zawaid )

 

34- عن أبى موسى رضىالله عنه أن رسول الله r قال : من صلى البردين دخل الجنة. رواه البخارى، باب فضل صلوة الفجر، رقم : 574

34. Abu musa r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang mengerjakan dua shalat yang dingin akan memasuki sorga. ( HR.Bukhari ).

Catatan : Dua shalat yang dingin menunjuk kepada shalat ashar ( permulaan watu yang agak dingin dalam sehari ) dan Shalat fajar ( sesudah mana satu hari bermula agak panas). Fajar adalah juga suatu masa yang menguasai seseorang dengan mengantuk; sedangkan ashar adalah masa dimana seseorang dikuasai oleh berbagai oleh urusan dunia. Oleh karena itu barangsiapa yang istiqomah mengerjakan kedua shalat ini maka ia juga akan istiqamah dalam mengerjakan ketiga shalat lainnya. ( Mirqatul Mafatih )

 

 

 

 

 

 

 

35. Ruwaibah r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : tidaklah ia memasuki neraka, oarang yang mengerjakan shlat sebelum terbit matahari dan sebellum terbenamnya, itulaj shalat fajar dan shalat ashar. ( HR.Muslim ).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

36. Abu Dzar r.a. eriwayatlkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : brangsiapa yang selepas shalat fajar ( sambil duduk dalam tashahud ) dan sebelum berbicara dengan orang lain mengucapkan 10 kali ……

 

لآإله إلاالله وحده لاشريك له، له الملك وله الحمد يحيى ويميت وهو على كل شىء قدير

artinya : Tiada yang patut disembah kecuali Allah, Dialah yang Esa  Tiada sekutu baginya, bagi Nya yang memliki semua kerajaan, ialah yang memiliki segala kemuliaan, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia yang memili kekuasaan atas segala sesuatu. Maka 10 kebaikan dicatat baginya, dan 10 dosa dihapuskan, dan kedudukannya dinaikkan 10 derajat, dan ia dilindungi dari segala peristiwa yang tidak diinginkan dan tidak menyenangkan sepanjang hari. Dan pada hari itu,  ucapan ini juga akan menjadi penjaga baginya dari setan ; dan selain sirik, tiada dosa baginya yang akan membinasakannya. Diriwayatkan juga bahwa setiap masa ia membaca ucapan ini, ia mendapat pahala membebaskan seorang hamba sahaya. Ia mendapatkan satu ganjaran serupa karena membaca kalimah ini sesudah shalat ashar, kecuali bahwa ia menerima ganjaran bagi  keseluruhan malam, demikian pula ia akan mendapat pahala keseluruhan hari apabila mengucapkan kalimah ini sesudah shalat fajar. Dalam trwayat yang lain perkataan  biyadihilkhoir ( dalam genggaman tangannya terdapat dsegala yang baik ) diganti dengan Yuhyi wayumitu ( yang menghidyupkan dan yang mematikan ).                 ( HR.Tirmidzi ).

 

 

37- عن جندب القسرى رضى الله عنه قال : قال رسول الله r : من صلى صلاة الصبح فهو فى ذمة الله ، فلا يطلبنكم الله من ذمتة بشىء فإنه من يطلبه من ذمته بشىء يدركه، ثم يكبه على وجهه فى نار جهنم. رواه مسلم، باب فضل صلاة العشاء……..،رقم : 1494

37- Jundup Al qasri r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa mengerjakan shalat fajar sesungguhnya ia berada dalam perlindungan Allah ! oleh karena itu  berhati – hatilah, janganlah menyusahkan orang-orang yang berada dalam perlindungan Allah, karena  kamu boleh jadi dipersalahkan karena perbuatan itu. Karena sesungguhnya barangsiapa yang mencari ( pembalasan ) bagi orang yang Dia telah lindungi, Dia pasti akan mendekatinya kemudian mencampakkannya dengan segera dihadapannya kedalam neraka ! ( HR. Muslim ).

 

38- عن مسلم بن الحارث التميمى رضى الله عنه عن  رسول الله r أنه أسر إليه فقال : إذا انصرفت من صلاة المغرب فقال : اللهم أجرنى من النار سبع مرات فإنك إذا قلت ذلك ثم مت فى ليليك كتب لك جوار منها، وإذا صليت الصبح فقل كذلك، فإنك إن مت فى يومك كتب لك جوار منها. رواه أبوداود، باب مايقول إذا إصبح، رقم : 5079

38. Muslim Ibnu Harist Attamimi ra.a meriwayatkan : Rasulullah SAW  berkata kepada saya secara diam-diam apabila engkau menyelesaikan shalat maghrib, kemudian membaca doa ini tujuh kali : اللهم أجر نى من النارartinya: wahai Allah lindungilah aku daripada api neraka !

apabila engkau membaca ini dan jikalau engkau mati pada malam yang sama engkau akan dilindungi dari neraka. Dan jikalau doa ini diucapkan tujuh kali selepas shalat fajar, dan jikalau engkau mati pada hari yang sama, engkau akan dilindungi dari neraka.             ( HR.Abu Daud ).

Catatan : Rasululah SAW memberikan nasehat ini secara diam-diam, supaya orang yang ditujukan dapat memberi perhatian karena kepentingannya.

 

39- عن أم فر وة رضى الله عنها قالت : سئل رسول الله r: أى الأ عمال أفضل ؟ قال : الصلاة فى أول وقتها. رواه أبو داود، باب استحباب الوتر، رقم : 1416

39. Ummi farwah r.anha meriwayatkan Rasulullah SAW ditanya: amal  baik yang manakah yang terbaik ? Baginda berkata : mendirikan shalat pada awal waktu yang ditetapkan. ( HR.Abu Daud ).

 

40- عن على  رضى الله عنه قال : قال رسول الله r : ياأهل القرآن ! أوتروا فإن الله وتر يحب الوتر. رواه أبوداود، باب استحباب الوتر، رقم : 141

40. Ali r.a. meriwayatkan bahwa : ٌRasulullah SAW bersabda : wahai ahli-ahli qura’an! Kerjalanlah shalat witir, karena sesunguhnya Allah adalah witir dan Dia menyukai yang witir . ( HR.Abu daud )

Catatan : witir dalam bahasa arab bermakna “ satu “ atau suatu nomor ganjil. Allah menjadi witir  bermakna ke Esaannya,  tanpa ada serikat. Allah juga menyukai amalan-amalan yang dilakukan dalam nomor – nomor ganjil. Banyak contoh yang sama yang didapati dalam syariah dan sunnah. Demikian halnya dengan shalat witir. ( Majma  bihar-ul-anwar ).

 

41 – عن خارجة بن حذافة رضى الله عنه قال : خرج علينا رسول الله r فقال: إن الله تعالى قد أمدكم بصلاة، وهى خيرلكم من حمرالنعم، وهى الوتر، فجعلها لكم فيما بين العشاء إلى طلوع الفجر. رواه أبوداود، باب استحباب الوتر، رقم : 1418

41- Kharijah Ibnu Huzafah r.anhuma meriwayatkan bahwa : pada suatu hari Rasulullah SAW datang kepada kami dan bersabda : Allah SWT telah menrima dari kamu suatu shalat tambahan yang lebih baik bagi kamu daripada untua-unta yang  merah ; shalat ini adalah al-witir. Allah SWT telah menetapkan waktunya antara shalat isya dan shalat fajar. ( HR.Abu Daud ).

Catatan : Orang-orang arab menganggapkan unta-unta merah barang komoditi yang mahal harganya.

 

42- عن أبى الدرداء  رضى الله عنه قال : أوصا نى  خليلى r بثلاث : بصوم ثلاثة أيام من كل شهر، والوتر قبل النوم، وركعتى الفجر. رواه الطبر انى فى الكبير ورجاله رجال الصحيح، مجمع الزوائد 2/460

42-  Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa orang yang paling aku cintai (Rasulullah SAW) telah memberikan kepadaku 3 perkataan nasehat :  supaya berpuasa 3 hari setiap bulan, mengerjakan shalat witir sebelum tidur, dan mengerjakan dua rakaat sunnat fajar.            ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid ).

Catatan : adalah lebih tinggi bagi orang-orang yang menanamkan kebiasaan bangun pada malam hari, untuk mengerjakan shalat witir mereka pada waktu tahajjud. ( sebelum awal waktu shalat fajar ). Bagi mereka yang tidak mempunyai kebiaasan ini, mereka boleh mengerjakan shalat witir mereka sebelum tidur.

 

43- عن ابن عمررضى الله عنهما قال : قال رسول الله r : لاإيمان لمن لاأمانة له، ولاصلاة لمن لا طهورله، ولا دين لمن لا صلاة له، إنما موضع الصلاة من الدين كموضع الرأس من الجسد. رواه الطبرانى فىالأوسط والبصغير وقال : تفردبه الحسين بن الحكم الحبرى، الترغيب 1/246

43- Ibnu Umar r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Tidaklah sempurna iman seseorang yang tidak amanah, dan tidak ada shalat bagi seseorang yang tidak berwuduk , dan tidaklah seseorang itu beragama yang tidak ada shalat. Kedudukan shalat dalam agama adalah seperti kedudukan kepala pada badan.( Tabrani dan Targhib )

 

44- عن جابر بن عبد الله رضى الله عنهما  يقول : سمعت رسول الله r يقول : بين الرجل وبين الشرك والكفرترك الصلاة. رواه مسلم، باب بيان إطلقاسمالكفر… رقم : 247

44- Jabir Ibnu Abdullah r.anhuma meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : antara seorang laki-laki dan ( masuknya ia kepada ) sirik dan kufur adalah meninggalkan shalat. ( HR.Muslim )

Catatan : Para ulama telah memberikan bebrapa penjelasan mengenai hadis ini. Salah satunya bahwa seorang yang meninggalkan shalat menjadi tidak suci, keras hati, dan bertambah sombong  dan berani melakukan dosa, dan melalaikan perintah – perintah Allah yang lain, yang  pada gilirannya akan menyebabkan ia meninggalkan agama sama sekali, dngan demikian ia menjadi kafir ! ( Semoga Allah menyelamatkan kita semua dari takdir yang demikian !) penjelasan yang lain bahwa seorang yang meninggalkan shalat berlari menuju kejahatan akhirnya. ( Mirqaatul Mafatih ).

45- عن ابن عباس رضى الله عنهما قال: إن رسول الله r قال: من ترك الصلاة لقىالله وهو عليه غضبان. رواه البزار والطبرانى فى الكبير، وفيه: سهل بن محمود ذكره ابن أبى حاتم وقال : روى عنه أحمد بن ابرهيم الدورقى وسعدان بن يزيد، فلت : وروى عنه محمد بن عبدالله المخرمى ولم يتكلم فيه أهد، وبقية رخاله رجال الصحيح، مجمع الزوائد 2/26

45. Ibnu Abbas r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang meninggalkan shalat akan menjumpai Allah dalam keadan yang Allah akan murka kepadanya. ( bazar, tabrani dan Majma Uz zawaid ).

 

46- عن نوفل بن معاوية رضى الله عنه أن النبى r قال : من فاتته الصلاة ، فكأنما وتر أهله وماله. رواه ابن حبان، قال المحقق : إسناده صحيح 4/ 330

46.-Nawful Ibnu Muawiyah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : seorang yang meninggalkan shalatnya seolah-olah ia kehilangan seluruh keluarganya dan hartanya. ( Ibnu Hibban ).

 

47- عن عمرو بن شعيب عن أبيه عن جده رضى الله عنهما قال : قال رسول الله r: مروا أولادكم بالصلاة وهم أبناء سبع سنين، واضر بوهم عليها وهم أبناء عشر سنين، وفرقوا بينهم فى المضاجع. رواه أبوود، باب متى يومرالغلام بالصلاة، رقم : 495

 

47. Abdullah Ibnu Amr Ibnu Al-as meriwayatkan dari ayahnya, yang mendengar dari kakeknya r.anhuma yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda : apabila anak-anakmu telah mencapai umur 7 tahun, maka perintahkanlah mereka untuk mengerjakan shalat ; dan apabila mereka berumur 10 tahun rotanilah mereka ( jikalau mereka meninggalkan shalat dengan sengaja ), dan pada umur ini juga pisahkan temapat tidur antara mereka ( saudara laki-laki dari saudara perempuan mereka ). ( HR.Abu daud ).

Catatan : “ merotani “ tidak bermaksud menyebabkan mudarat kepada mereka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SHALAT BERJAMA’AH

 

 

AYAT-AYAT AL QUR’AN

 

 

قال الله تعالى : وأقيموا آلصلوة وءاتوا آلزكوة وآركعوا مع آلركعين ( 43) [ البقرة : 43 ]

 

Alah SWT berfirman : dan dirikanlah shalat dan keluarkanlah zakat ; dan rukuklah bersma dengan orang yang rukuk dalam ibadah dan ketaatan ( dalam berjamaah ) ( Al- Baqarah 2: 43 ).

 

 

Hadist-hadist Nabawi

 

48- عن أبى هريرة رضى الله عنه عن النبى r قال: المؤذن يغفرله مدى صوته، ويشهدله كل رطب ويابس ، وشاهد الصلاة يكتب له خمس وعشرون صلاة، ويكفرعنه ما بينهما. رواه أبوداود، باب رفع الصوت بالآذان، رقم : 515

48. Abu Hurairah r.a meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : dosa-dosa muazin diampuni sejauh jarak suaranya sampai. Segala makhluk hidup dan makhluk yang tidak hidup          ( mendengar suaranya ), akan bersaksi pada hari kiamat baginya. Dan mereka yang karena panggilan muazin datang ( kemesjid ), mendapat pahala sama dengan 25 kali dan apa saja dosa yang dilakukan dari shalat sebelumnya sampai dengan shalat berikutnya juga diampuni. ( HR.Abu Daud ).

Catatan : menurut beberapa ulama pahala 25 kali shalat adalah untuk muadzin dan ia mendapat ampunan atas dosa-dosanya dari azan sebelumnya sampai pada azan berikutnya.

 

49-عن ابن عمررضى الله عنهما قال رسول الله r : يغفر للمؤذن منتهى أذانه، ويستغفرله كل رطب ويابس سمع صوته. رواه أحمد والطبرانى فى الكبيروالبزار إلا أنه قال : ويجيبه كل رطب ويابس ورجاله رجال الصحيح، مجمع الزوائد2/81

49. Ibnu Umar r.a meriwayatkan :  Rasulullah SAW bersabda : Muadzin akan memperolehi pengampunan sejauh suara azannya sampai ; setiap makhluk hidup dan makhluk yang tidak hidup yang mendengar suaranya, berdoa bagi pengampunannya. Dalam riwayat lain dikatakan :setiap makhluk hidup dan makhluk yang tidak hidup menjawab pada azannya. ( Musnad Ahmad, Tabrani, Badzar dan Majma Uz zawaid ).

 

50- عن أبى صعصعة رضى الله عنه قال : قال أبوسعيد رضى الله عنه : إذا كنت فى البوادى فارفع صوتك بالنداء فإنى سمعت رسوالله r يقول : لا يسمع صوته شجر، ولا مدر، ولا حجر، ولاجن، ولاإنس إلا شهدله. رواه ابن خزيمة 1/203

50.  Abu Sa’sa’ah r.a. meriwayatkan bahwa Abu Said r.a. berkata : apabila kamu berada di padang pasir atau dipedalaman, laungkan azan dengan kuat, karena saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : tiada pohon ( atau tanaman ) atau jengkal bumi, atau batu karang, atau jin, atau manusia yang mendengar suara muadzin ; kecuali semua bersaksi kepadanya ( pada hari kiamat ). ( Ibnu Khujaimah )

 

51- عن البراء بن عازب رضى الله عنهما أن نبى الله r قال: إن الله وملائكته يصلون على الصف المقدم، والمؤذن يغفرله بمد صوته، ويصدقه من سمعه من رطب ويابس، وله مثل أجرمن صلى معه. رواه النسئى، باب رفع الصوت بالآذان، رقم: 647

51- Bara Ibnu Azid r.anhuma meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : sesunguhnya Allah SWT  dan malaikat-malaikat-Nya berdoa bagi rahmat dan pengampunan keatas ( orang – orang yang berdiri dalam)  shaf pertama. Dosa-dosa orang yang melaungkan azan diampuni sejauh yang ia meninggikan suaranya. Segala makhluk yang hidup dan yang tak hidup yang mendengarkan seruannya, membenarkannya dan baginya pahala sama dengan orang-orang yang mengerjakan shalat bersama dengannya. ( Nasahi)

Catatan : Beberapa ulama menterjemahkan kalimat kedua hadist ini bermakna bahwa dosa-dosa muadzin diampuni sejauh jarak dari tempat ia melaungkan azan samaai kepada batas suaranya sampai. Keterangan lain mensifatkan bagian hadist ini bahwa  dosa-dosa orang yang hidup dalam jangkauan suara muadzin akan diampuni dengan kelebihan safaat muadzin ( dengan ijin Allah ). ( Badlul Majhud )

 

52- عن معاوية رضى الله عنه قال: سمعت رسول الله r يقول : المؤذنون أطول الناس أعناقا يوم القيامة. رواه مسلم، باب فضل الأذان…رقم : 852

52- Muawiyah r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : muadzin akan mempunyai leher yang paling panjang pada hari kiamat. ( HR.Muslim )

Catatan : Para ulama menyebutkan beberapa interpertasi pada hadist ini sebagai berikut : 1. Karena orang-orang yang datang ke Masjid untuk mengerjakan shalat sebagai jawaban keatas laungan azan muadzin maka seolah-olah ia adalah pemimpin mereka dan mereka adalah pengikutnya. Penampilan lehernya sebagai yang paling panjang ; memberikan ketinggian kepalanya atas kepala – kepala orang lain, menandakan hubungan ini. Meski di catat dalam pemakain kata-kata bahasa Arab, istilah leher panjang menjelaskan kepala yang ditinggikan, kadang-kadang berarti kekuasaan yang tinggi atau kepemimpinan dan kekuasaan.

2. Muadzin akan mengangkat kepalanya lebih tinggi, karena rindu untuk melihat kepada ganjarnnya yang besar, dengan demikian memberi penampilan leher yang paling panjang.

3. Muadzin mengankat kepalanya  tinggi karena ia tiada sesuatupun untuk disesali             ( karena kelebihan lauangan azannya ), sedangkan orang yang menyesal atau merasa malu akan amalan-amalannya yang buruk akan menundukkan kepalanya  dalam keadaan hina dan memalukan.

4. Leher panjang  adalah suatu gambaran alegoris ( bersifat kiasan ), menjelaskan bahwa muadzin adalah sebagai yang paling menonjol dari semua yang berada pada medan hisab. Yang lain meyebutkan gambaran, sebagai suatu kiasan yang menjelaskan bahwa para muadzin berlari dengan cepat menuju ke surga. ( Nawawi )

 

53- عن ابن عمررضى الله عنهما أن النبى r قال : من أذن أثنتى عسرة سنة، وجبت له الجنة: وكتب له فى كل مرة بتأذينه ستون حسنة وبإقامته ثلاثون حسنة. رواه الحاكم وقال : هذا حديث صحيح على شرط البخارى ووافقه الذهبى 1/205

53. Ibnu Umar r.anhuma meriwayatkan bahwa nabi SAW bersabda : seseorang yang melaungkan adzan selama 12 tahun , surga menjadi wajib baginya dan bagi setiap azan yang ia serukan akan tertulis baginya 60 hasanah ( kebaikan ) dan bagi iqamatnya akan tertulis baginya 30 hasanah. ( Mutadrak hakim )

 

54- عن ابن عمررضى الله عنهما قال رسول اللهr : ثلاثةلايهولهم الفزع الأكبر، ولا ينالهم الحساب، هم على كثيب من مسك حتى يفرغ من حساب الخلائق: رجل قرأالقرآن ابتغاء وجه الله، وأم به قوما وهم راضون به، وداع يدعوإلى الصلوات ابتغاء وجه الله، وعبد أحسن فيما بينه وبين ربه وفيما بينه وبين مواليه. رواه الترمذى ياختصار، وقدرواه الطبرانى فىالآوسط والصغير، وفيه: عبد الصمد بن عبد العزيزالمقرى ذكره ابن حبان فى الثقا،مجمعالزوائد 2/85

54-  Ibnu Umar r.anhuma meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : 3 0rang yang tiada ketakutan oleh huru hara yang besar ( pada hari kiamat ) atau dihisab amalan-amalannya ; dan mereka berada diatas timbunan musk sehingga hisab bagi semua makhluk dilakukan. Seorang yang membaca  Al Qura’an semata-mata mencari ridho Alah Ta’ala ; dan seorang yang mengimami shalat dengan cara yang mereka yang diimaminya ridha. Dan seorang yang menyeru kepada shalat semata-mata mencari ridho Allah ta’ala. Dan ketiga aadalah seorang yang  menjaga hubunganbaik dengan Rabnya dan juga dengan bawahan-bawahannya. ( Tirmidzi. Tabrani dan Majma Uz zawaid ).

 

55- عن عبدالله بن عمررضى الله عنهما قال: قال رسول الله r: ثلاثة على كثبان المسك-أراه قال- يوم القيامه يغبطهم الآولون والآخرون : رجل ينادى بالصلوات الخمس فى كل يوم وليلة، ورجل يؤم قوما وهم به راضون، وعبدأدحق الله وحق مواليه. رواه الترمذى وقال: هذاحد يث حسن غريب،باأحاديث فى صفة الثلاثه الذ ين يحبهم الله، رقم: 2566

55. Abdulah Ibnu Umar r.anhuma mriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : ada tiga       ( jenis manusia) yang berada ditas timbunan musk pada hari kiamat, yang akan dicemburui orang-orang terdahulu dan orang-orang yang kemudian. Seorang yang meluangkan untuk shalat 5 kali sehari siang dan malam. Kedua seorang yang mengimami shalat dengan suatu cara yang orang suka kepadanya. Ketiga seorang hamba sahaya yang menunaikan hak Allah dan hak-hak tuannya.  HR.Tirmidzi )

 

56- عن أبى هريرة  رضى الله عنه قال: قال رسول الله r : الإمام ضامن والمؤذن مؤتمن، اللهم ! أرشدالأئمة واغفرللمؤذنين. رواه أبوداود،باب مايجب على المؤذن…..رقم : 517

56. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : imam adalah pemimpin dan muadzin adalah amanah. Wahai Alllah ! berilah petunjuk kepada imam-imam dan ampunilah para muadzin. ( HR.Abu Daud )

catatan : penjelasan tentang tanggungjawab imam bahwa disamping  shalatnya secara sendiran ia bertanggungjawab atas shalat orangorang yang berada dibelakangnya.     Oleh

 

 

 

karena itu imam haru berusaha secara maksimum untuk mengerjkan secara sempurna seadapat mungkin baik jasmani maupun batin. Oleh karena pentingnya tanggungjawab ini Rasulullah SAW berdoa untuk petunjuk bagi aimmah ( para imam ). Amanah muadzin menunjk kepada kepercayan yang orang-orang percayakan keatas muadzin mengenai waktu shalat dan puasa mereka. Oleh karena itu adalah penting bagi mudzin  untuk menjaga seruan azan pada waktu-waktu yang benar. Sebagai manusia meskipun ia boleh salah tanpa sengaja, karena itu Rasulullah SAW berdoa bagi keampunannya. ( Badhul Majhud )

 

57- عن جابررضىالله عنه قال : سمعت النبى r يقول : إن الشيطان إذاسمع النداء بالصلاة، ذهب حتى يكون مكان الروحاء. قال سليمان رحمه الله : فسألته عن الروحاء؟ فقال : هى من المدينة ستة وثلاثون ميلا. رواه مسلم، باب فضل الأذان…رقم : 854

57- Jabir r.a. meriwayatkan : saya mendengar Nabi SAW bersabda : sesungguhnya ketuka setan mendengar azan, ia terbang sehingga ia sampai ke rauha ( sebuah tempat kota madinah) Sulaiman rahimalhulah ( yang meriwayatka hadist ini dari Jabir r.a.) berkata : saya bertanya kepada jabir tentang rauha, ia menjawab bahwa ada 36 mil dari Madinah. ( HR.Muslim ).

 

58- عن أبى هريرة رضى الله عنه أن النبى . rقال : إذانودى للصلاة أدبرالشيطان له ضراط حتى لايسمع التاذين، ُفإذاقضى التاذين أقبل، حتى إذاثوب بالصلاة أدبر، حتى إذاقضىاتثويب أقبل، حتى يخطربين المرء ونفسه. يقول له : اذكركذا، واذكركذا، لما لم يكن يذكرمن فبل، حتى يظل الرجل مايدرى كم صلى. رواه مسلم ، باب فضل الأذان…رقم : 859قال

58. Abu huraiarah r.a. meriwayatkan : nabi SAW bersabda :  setan terbang ketika mendengar azan shalat sambil terkentut-kentut dengan sangat kuat sehingga ia tidak mendengar azan. Apabila azan telah disempurnakan, ia kembali  ketika iqamat diserukan. Ia kemudian terbang lagi sehingga iqamat disempurnakan ; kemudian ia kembali lagi untuk mengalihkan perhatian orang-orang yang berdiri dalam shalat, menanamkan dalam pemikiran orang katanya ingatlah ini dan ingatlah itu ! mengingatkan ia hal-hal yang sudah ia lupakan sebelumnya atau hal-hal yang tidak disadari, sehingga orang-orang yang berdri dalam shalat tidak dapat mengetauhi berapa rakaat yang telah ia lakukan !               ( HR.Muslim ).

 

59- عن أبى هريرة رضى عنه أن رسول الله r قال : لويعلم الناس مافى النداء والصف الأول ثم لم يجدوا إلا أن يستهموا عليه لا ستهموا. (وهو جزء من الحديث ) رواه البخارى، باب الإستهام قى الأذان، رقم : 615

59- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : jikalau orang-orang mengetauhi apa ganjaran bagi adzan dan shaf pertama  ( dalam berjama’ah ) maka mereka tidak akan mendapatkan bantuan lain kecuali berundi ( menunjuk siapa yang berhak menang); dan mereka pasti akan berbuat demikian. ( HR.Bukhari )

 

 

60- عن سلمان الفارس رضى الله عنه قال: قال رسول الله r : إذا كان الرجل بأرض قى فحانت الصلاة فليتو ضأ، فإن لم يجد ماء فليتيمم، فإن أقام صلى معه ملكاه، وإن أذن وأقام صلى خلفه من جنودالله مالا يرى طرفاه. رواه عبدالرزاق فى مصنفه1/510

60. Salman Al Farsi r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : jikalau seorang bersendirian dihutan dan waktu shalat telah tiba, maka hendaklah ia mengambil wudhuk dan jikalau ia tiidak mendapatkan air maka ia boleh bertayyamum dan ketika ia mneyerukan iqama ( sebelum shalat ), kedua malaikatnya ( yang mencatat amalan-amalan baiknya ) mengerjakan shalat bersama dengannya. Dan jikalau ia melaungkan azan dan iqamah ( sebelum shalat ) maka sejumlah besar tentera – tentera Allah akan mengerjakan shalat bersama dengannya yang  kedua tepinya ( shaf-shaf mereka ) tidak dpat dilihat       ( Musanaf Abdurrazak )

 

61- عن عقبة عامر رضى الله عنه قال: سمعت رسوالله r يقول : يعجب ربك عزوجل من راعى غنم فى رأس شظية بجبل يؤذن للصلاة ويصلى، فيقول الله عزوجل: انظروا إلى عبدى هذا يؤ ذن ويقيم للصلاة يخاف منى قدغفرت لعبد وأدخلته الجنة. رواه أبو داود، باب الأ ذان فى السفر، رقم: 1203

61. Uqbah Ibnu Amir ra, meriwayatkan : Saya mendengar Rasululah SAW bersabda: Rabmu berbangga keatas seorang penggembala domba yang melaungkan azan diatasa sebuah puncak gunung dan mengerjakan shalat. Allah Azza wa Jalla berseru kepada para malaikat : lihatlah hamba-Ku ini ; ia melaungkan azan dan iqamah untuk shalat karena takut kepada-Ku. Aku telah mengampuninya dan memutuskan baginya surga. ( HR.Abu Daud )

 

62- عن سهل بن سعدرضى الله عنه قال: قال رسوا لله r : ثنتان لا تردان أوقلما تردان : الدعاء عند النداء، وعند البأس حين يلحم بعضه بعضا. رواه أبوداود، باب الدعاء اللقاء، رقم : 254

62. Sahal Ibnu Saad r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : berdoa pada dua waktu ini tidak pernah ditolak: pada waktu ketika azan dilaungkan ; dan berdoa ditengah-tengah kecamuknya peperangan. ( HR.Abu Daud )

 

63- عن سعد بن أبى وقاص رضى الله عنه عن رسول الله r قال: من قال حين يسمع المؤذن. وأنا أشهد أن لآ إله إلا الله وحده لا شريك له، وأن محمدا عبده ورسوله، رضيت بالله ربا وبمحمد رسولا وبالإسلام دينا، غفر له ذنبه. رواه مسلم، باب استحباب القول مثل قول المؤذن لمن سمعه……رقم: 851

63. Saad Ibnu Abi Waqqas r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : seorang yang mendengar muazin ( panggilan azan ) dan menjawab dengan :

 

أشهد أن لآ إله إلا الله وحده لا شريك له، وأن محمدا عبده ورسوله، رضيت بالله ربا وبمحمد رسولا وبالإسلام دينا، غفر له ذنبه.

artinya : aku bersaksi bahwa tiada yang patut disembah kecuali Allah, Dialah yang Esa, tiada serikat bagi-Nya; dan bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya; dan aku ridho kepada Allah sebagai Rab dan Muhammad SAW sebagai Rasul, dan islam sebagai agamaku. Maka dosa-dosanya akan diampuni. (HR.Muslim )

64- عن أبى هريرة رضى الله عنه يقول : كنامع رسول الله r فقام بلال ينادى فلما سكت قال رسول الله r : من قال مثل هذا يقينا دخل الجنة. رواه الحاكم وقال : هذا حديث صحيح الإسناد ولم يخرجاه هكذا ووافقه الذهبى 1/204

64. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan :   kami sedang berada bersama Rasulullah SAW dan Bilal r.a. melaungkan azan. Ketika ia selesai, Rasulullah SAW bersabda barangsiapa yang mengatakan dengan yakin seperti itu ( yang baru saja diserukan ) akan memasuki sorga ! ( Mustadrak hakim )

Catatan : Yakin keatas perkataan-perkatan yang terkandung dalam adzan seperti Allah Maha Besar; saya bersaksi bahwa tiada yang patut disembah kecuali Allah. Dari riwayat ini ternampak bahwa dalam menjawab kepada adzan, seorang harus mengulang perkataan-perkataan muadzin dengan tepat. Meskipun demikian ada riwayat dari Umar r.a. yang menjelaskan bahwa dalam menjawab kepada hayya alashalah  hayya alalfalah maka seorang boleh mengucapkan Laa haula walaa quwwata illaa billaah. ( Aku tidak ada daya dan kekuatan untuk melakukan yang baik atau melindugi diri saya sendiri dari kejahatan, kecuali dengan kuasa Allah. ( HR.Muslim )

 

65- عن عبد الله بن عمرورضى الله عنهما أن رجلا قال : يا رسوالله r! إن المؤذنين يفضلوننا، فقال رسوالله  : قل كما يقولون فإذا انتهيت فسل تعطه. رواه أبو داود، باب مايقول إذاسمع المؤذن، رقم : 524

65- Abdullah Ibnu Amr r.anhuma meriwayatakan bahwa seorang bertanya : wahai Rasulullah sesungguhnya muadzdzin telah melebihi kami ( dalam kelebihan dan ganjaran ), dapatkah kami sama dengan mereka dalam kebaikan ? Rasulullah SAW menjawab : ulangilah apa yang mereka ( muadzdzin ) serukan ( dalam adzan ). Kemudian apabila kamu telah menyempurnakan ( menjawab kepada adzan, mintalah        ( dari Allah ) dan engkau akan diberi ( apa yang engkau minta ) ( HR.Abu Daud )

 

66- عن عبدالله بن عمروبن العاص رضى الله عنهما أنه سمع النبى r يقول : إذا سمعتم الموذن، فقولوا مثل مايقول، ثم صلوا على، فإنه من صلى على صلاة صلى الله عليه بها عشرا، ثم سلواالله لى الوسيلة، فإنها منزلة فى الجنة لا تنبغى إلا لعبد من عبادالله، وأرجو أن أكون أناهو، فمن سأل لى الوسيلة حلت عليه الشفاعة. رواه مسلم، ياب استحباب لقول مثل قول المؤذن لمن سمعه….رقم : 849

66. Abdullah Ibnu Amr Ibnu Al-as r.anhuma meriwayatkan : saya mendengar Rasulah SAW bersabda : apabila engkau mendengar muadzin ( melaungkan adzan ) ; ulangilah apa yang ia serukan, kemudian  kirimkanlah shalawat ( kehormatan, kurnia dan rahmat ) keatasku, karena sesungguhnya  barangsiapa yang mengirim satu shalawat keatasku, Allah akan membalas kepadanya 10 keberkahan ; kemudian mintalah kepada Allah untuk menjadikan aku pemberi safaat ; karena safaat ini mempunyai kedudukan yang istimewa yang hanya diberikan kepada seorang hamba diantara hamba-hamba Allah dan saya berharap menjadi hanba itu. Oleh karena itu barangsiapa yang berdoa kepada Allah untuk menjadikan aku sebagai wasilah ; maka akan menjadi wajib keatasku untuk mensafaatinya. (HR.Muslim )

 

67- عن جابر بن عبدالله رضى الله عنهما أن رسول الله r قال : من قال حين يسمع النداء: اللهم رب هذه الدعوة التامة والصلاة القائمة، آت محمدا الوسيلة والفضيلة، وابعثه مقامامحمودا الذى وعدته، حلت له شفاعتى يوم القيامة. رواه البجارى، باب الدعاء عند النداء، رقم : 614 ورواه البيهقى فى سننه الكبرى، وزاد فى آخره : إنك لاتخلف الميعاد 1/410

67- Jabir Ibnu Abdullah r.anhuma  meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang mendengar seruan adzan  membaca

اللهم رب هذه الدعوة التامة والصلاة القائمة، آت محمدا الوسيلة والفضيلة، وابعثه مقامامحمودا الذى وعدته

artinya : Wahai Tuhanku yang mempunyai seruan yang sempurna ini, dan sembahyang yang akan didirikan ini, berikanlah dengan limpahan karunia Mu kepada Muhammad, wasilah ( kedudukan yang paling tinggi dalam surga ) dan keutamaan, dan limpahkanlah kepadanya maqam yang terpuji yang telah Engkau janjikan ; karena sesungguhnya Engkau tidak pernah memungkiri janji. Maka menjadi wajib keatasku untuk memberi safaat kepadanya pada hari kiamat. ( HR.Bukhari dan Baihaqi)

68- عن جابر رضى الله عنه أن رسول الله  قالr : من قال حين ينادى المنادى : اللهم رب هذه الدعوة التامة، والصلاة النافعة، صل على محمد، وارض عنه رضا لا تسخط بعده ، استجاب الله له دعوته. رواه أحمد 3/ 237

68. Jabir r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang membaca, ketika muadzin menyerukan adzan

اللهم رب هذه الدعوة التامة، والصلاة النافعة، صل على محمد، وارض عنه رضا        لا تسخط بعده ،

artinya : Wahai Allah Tuhan kepada seruan yang sempurna dan yang menjadi pemilik kepada shalat yang sangat berfaedah ; curahkanlah rahmatmu kepada Muhammad SAW ; dan Engkau ridhailah kepadanya sehingga mana Engkau tidak akan murka kepadanya lagi. Maka Allah SWT akan mnerima doanya ( Musnad Ahmad )

69- عن أنس بن ما لك رضى الله عنه قال : قال رسول الله r : الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة قالوا : فماذا نقول يارسول الله ؟ قال:  سلوا الله العافية فى الدنيا والآخرة. رواه الترمذى وقال : هذاحديث، باب فى العفووالعافية،رقم : 2594

69. Anas Ibnu Malik r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : doa antara azan dan iqamah senantiasa ditrima oleh Allah. Para sahabat r.anhum bertanya : doa apakah yang mesti kami baca wahai Rasulullah ? Baginda menjawab : mintlah kepada Allah untuk afiyah ( keselamatan dan keamanan ) didunia ini dan diakherat. ( HR.Tirmidzi )

70- عن جابر رضى الله عنه أن رسول الله r قال : إذاثوب بالصلاة فتحت أبواب السماء واستجب الدعاء. رواه أحمد 3/342

70. Jabir r.a. meriwayatkan : Bahwa Rasulullah SAW bersabda : apabila iqamah untuk shalat sedang diserukan, maka pintu-pintu langit terbuka dan doa seseorang itu dikabulkan. (Musnad Ahmad )

 

 

 

 

71- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : barangsiapa yang mengambil wudhuk dengan sempurna dengan niat semata-mata untuk shalat dan ia pergi kemesjid, maka sesungguhnya ia seolah-olah sedang dalam shalat, sehingga ia berniat untuk mengerjakan shalat. Dan pada langkahnya yang pertama tertulis satu kebajikan, dan bagi langkah berikutnya satu amal buurk dihapuskan. Apabila salah seorang daripada kamu mendengar iqamah, janganlah ia berlari. Karena orang-orang yang rumahnya jauh dari mesjid akan diganjari lebih. Orang-orang yang hadir bertanya mengapa demikian wahai Abu Hurairah ? ia berkata : karena jumlah yang lebih besar dari langkah-langkah kaki. ( Muattah imam Malik ).

72- عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال أبوالقاسم r : إذا توضأ أحدكم فى بيته، ثم أتى المسجد كان فىصلاة حتى يرجع فلا يقل هكذا، وشبك بين أصابعه. رواه الحكم وقال : هذا حديث صحيح على شرط الشيخين ولم يخرجاه ووافقه الذهبى 1/206

72- Abu Hurairah r.a meriwayatkan : Rasululah SAW bersabda : apabila seseorang diantara kamu mengambil wudhu dirumahnya, kemudian pergi ke mesjid, ia berada dalam shalat sehingga ia kembali. Oleh karena itu  janganlah ia jalin  menjalin jari-jari tangannya yang satu dengan jari-jari tangannya yang lain selama masa ini. ( Mustadrak hakim )

Catatan : karena perbuatan tangan seperti ini tidak diinginkan dan tidak sesuai dengan shalat; sama halnya  perbuatan sedemikian tidak diinginkan  sementara seseorang pergi menuju shalat, alasannya bahwa ketika seorang pergi untuk mengerjakan shalat ia sebetulnya berada dalam shalat. ( Mustadrak Hakim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

73- Said Ibnul Musayyib rahimahullah  meriwayatkan dari seorang sahabat Anshar                       ( sahabat Rasulullah SAW ) bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda : apabila seseorang diantara kamu mengambil wudhu dengan sempurna dan keluar untuk mengerjakan shalat maka setiap langkah kaki kanannya yang ia meninggikan Allah SWT, mencatat satu kebaikan baginya. Dan bagi setiap langkah kaki kirinya ia pijakkan keatas bumi maka satu dosa dihapuskan. Ia bebas memilih untuk melangah pendek atau melangkah panjang. Jikalau demikian ia sampai di Mesjid shalat dengan berjamaah maka ia akan diampuni. Dan jikalau ia sampai di mesjid dan ia mendapati bahwa  orang-orang telah mengerjakan sebahagian dari shalat mereka, kemudia tinggal sebahagian, dan ia bergabung dengan jamaah dalam shalat itu dan mengerjakan sisa shalat             ( dengan mereka) kemudian ia menyempurnakan ( sisa bagian shalat ang tertinggal dari awal ). Jikalau ia berbua demikian, ia juga akan diamapuni. Dan jikalau ia datang ke masjid dan mendapti bahwa shalat berjamaah telah selesai ; kemudian ia mengerjakan shalatnya ( sendirian ) maka ia juga akan diampuni. (HR.Abu Daud ).

74- عن أبى أمامة رضى الله عنه أن رسول الله r قال : من خرج من بيته متطهرا إلى صلاة مكتوبة فأجره كأجرالحاج المحرم، ومن خرج إلى تسبيح الصحى لاينصبه إلا إياه فأجره كأجرالمعتمر، وصلاة على إثرصلاة لالغو بينهما كتب فى عليين. رواه أبوداود، باب ماجاء فى فضل المشى إلى الصلوة، رقم :558 إذاثوب بالصلاة فتحة أبواب السماء واستجب

74- Abu Umamah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa meningalkan rumahnya sesudah mengambil wudhu dengan maksud untuk mengerjakan shalat fardhu ( secara berjamaah ), maka pahalanya adalah seperti seorang yang mengerjakan haji dalam keadaan ihram. Dan barangsiapa yang bersusah payah meninggalkan tempatnya semata-mata untuk mengerjakan shalat dhuha, maka pahalanya adalah seperti seorang yang mengerjakan unmrah ( haji kecil ke Mekkah ) dan mengerjakan shalat sesudah  mengerjakan shalat terlebih dahulu tanpa diselingi oleh percakapan yang sia-sia atau amalan ( yang tidak berkenaan kepada shalat ),akan dicatat dalam illiyyin ( suatu daftar orang-orang yang beramal shaleh ). (HR.Abu Daud )

Catatan : 1- Ikhram termasuk sejumlah pembatasan yang dibebankan keatas orang-orang yang bermusafir untuk haji dan umrah ke Mekkah. 2- shalat dhuha adalah shalat nafil sebelum tengah hari.

 

75- عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله r لا يتوضا أحدكم فيحسن وضوءه ويسبغه، ثم يأتى المسجد لايريدإلا الصلاة فيه إلا تبشبشى الله إليه كما يتبشبش أهل الغائب بطلعته. رواه ابن خزيمة فىصحيح2/374

75- Abu Hurairah ra. Meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa diatara kamu yang mengambil wudhu dengan baik dan menunaikannya dengan sempurna, kemudian pergi ke mesjid dengan niat semata-mata untuk mengerjakan shalat maka Allah SWT sangat gembira dengannya sebagaimana seorang yang bergembira  dengan munculnya secara tiba-tiba seorang anggota keluarga yang hilang atau yang sangat dikasihi ! ( Ibnu Hujaimah )

 

76- عن سلمان رضى الله عنه عن النبى r قال : من توضأ فى بيته فأحسن الوضوء، ثم أتى المسجد فهو زائرالله ، وحق على المزور أن يكرم الزائر. رواه الطبرانى فى الكبير وأحدإسناديه رجاله رجال الصحيح، مجمع الزوائد 2/149

76- Salman r.a. meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : barangsiapa yang mengambil wudhu dirumahnya dengan bersungguh- sungguh kemudian pergi ke mesjid, maka ia menjadi tetamu Allah, dan keramah tamahan adalah hak tetamu keatas tuan rumah.           ( Tabrani dan Majma uz Zawaid )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

77- Jabir Ibnu Abdullah r.anhuma meriwayatkan bahwa ada sebidang tanah sekeliling mesjid di Madinah yangkosong ; oleh karena itu Banu Salimah bermaksud utnuk pindah dekat ke mesjid. Ketika Nabi SAW mwengetauhi keinginan mereka, Baginda bertanya kepada mereka : berita telah sampai kepadaku bahwa akamu bermaksud untuk pindah lebih dkat ke masjid ? mreka menajawab : wahai Rasulullah ! tidak ada keraguan bahwa kami menginginkan ini kemudian Baginda berkata : wahai Banu Salimah ! tingalllah ditempat kamu,  sebab langkah-langkah kakimu ( datang ke masjid ) akan ditulis                 ( sebagai amalan-amalan kebajikan ) ! tinggalah pada tempatmu, karena langkah-langkah kakimu  kan ditulis !  ( HR.Muslim )

 

78- عن أبى هريرة رضى الله عنه عن النبى r قال : من حين يخرج أحدكم من منزله إلى مسجدى فرجل تكتب له حسنة، ورجل تحط عنه سينة حتى يرجع. رواه ابن حبان، قال المحقق: إسناده صحيح 4/503

78. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : seseorang diantara kamu meninggalkan rumahnya untuk datang ke masjidku ;  sehingga ia kembali, maka bagi setiap langkahnya tertulis satu kebaikan dan bagi setiap langkah yang lain dihapuskan asatu amal keburukan. ( Ibnu Hibban )

 

 

 

 

79. Abu Hurairah r.a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : adalah menjadi tanggung jawab setiap manusia bahwa setiap hari apabila matahari terbit maka sedekah diwajibkan bagi ssettiap persendian dalam tubuh, ( untuk bersyukur karena keselamatannya ). Baginda kemudian bersabda : memberitahukan yang adil antara dua orang adalah sedekah ;  dan menolong seseorang menunggang binatangnya atau mengangkat dan meletakkan barang-barangnya keatasnya adalah sedekah ! Baginda kemudian bersabda lagi : dan mengatakan perkataan yang baik adalah sedekah; dan setiap langkah yang kamu langkahkan menuju kemesjid adalah sedekah, dan memindahkan suatu rintangan dari jalan adalah sedekah. ( HR.Muslim ).

 

80- عن أبى هريرة رضى الله عنه أن رسول الله r قال : إن الله ليضىء للذين يتخللون إلى المساجد فى الظلم بنور ساطع يوم القيامة. رواه الطرانى فى الأوسط وإسناده حسن، مجمع الزوائد2/148

80. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :  sesungguhnya Allah Ta’ala akan menerangi orang-orang yang membuat jalan mereka ke masjid dalam kegelapan malam,  dengan sebuah cahaya  yang lebih terang pada hari kiamat ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid ).

 

81- عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله r المشاء ون إلى المسا جد فى الظلم، أولئك الخواضون فى رحمة الله. رواه ابن ماجه وفى إسناده اسماعيل بن رافع تكلم فيه الناس، وقال الترمذ: ضعفه بعض أهل العلم وسمعت محمدا يعنى البخارى يقول هو ثقة مقارب الحديث، الترغيب 1/213

81. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : orang-orang yang senantiasa pergi ke masjid pada malam yang  gelap gulita adalah orang yang terpaut hatinya dalam rahmat Allah ! ( Ibnu Majah dan Targhib )

 

82- عن بريدة رضى الله عنه عن النبى r قال :بشرالمشائين فى الظلم إلى المساجد بالنور التام يوم مالقيامة. رواه إبوداود، باب ماجاء فى المشى إلى الصلوة فى الظلم، رقم: 561

82. Buaraidah ra. Meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : berila kahabar gembira bagi orang-orang yang senantiasa pergi kemesjid dimalam yang gelap gulita, bagi mereka nur yang sempurna pada hari kiamat. (HR.Abu Daud )

 

 

 

 

83. Abu Said Al khudri r.a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : maukah saya memberitahukan kamu sebab dengan mana Allah  mengampuni dosa-dosa dan menambahkan amal-amal kebaikan ? mereka menjawab : wahai Rasulullah ! silkan beritahukan kepada kami. Baginda bersabda : barangsiapa meskipun dalam keadaan yang tidak menyenangkan mengambil wudhuk dengan sempurna ( sebagai umpama dimusim dingin ), dan berjalan menuju kemesjid, dan sesudah mengerjakan satu shalat menunggu  untuk shalat berikutnya. Dan barangsiapa meninggslksn rumahnya dalam keadaan berwudu ; sehingga ia tiba di masjid, kemudian mengerjakan shalat secara berjamaah dengan orang-orang muslim yang lain lalu duduk menunggu untuk shalat fardhu berikutnya, maka para malaikat bedoa baginya : Wahai Allah ! ampunilah dia. Wahai Allah! Rahmatilah dia ! ( Ibnu Hibban ).

 

84- عن أبى هريرة رضى الله عنه أن رسول الله r قال : ألا أدلكم على ما يمحوالله به الخطايا ويرفع به الدرجات؟ قالوا : بل، يارسول الله r ! قال : إسباغ الوضوء على المكاره، وكثرة الخطا إلى المساجد، وانتظار الصلاة بعدالصلاة، فذلكم الرباط. رواه مسلم، باب فضل إسباغالوضوءعلى المكاره، رقم : 587

84.  Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW memberitahu shabat-sahabatnya :  tidakkah aku beritahukan kepada kamu amalan-amalan dengan mana Alah menghapuskan perbuatan-perbuatan buruk dan mneikkan derajat ? mereka berkata : wahai Rasululah beritahukanlah kepada kami ! Baginda bersabda : mengambil wudhu secara sempurna dalam keadaan yang tidak menyenangkan dan penuh kesulitan, dan mengambil banyak langkah pergi menuju ke masjid, dan kemudian menunggu satu shalat stelah shalat lainnya adalah ribatmu yang sebenarnya. ( HR.Muslm )

catatan: makna ribat yang lajim adalah berdiri menjaga musuh pada perbatasan yang mudah diserang ; dan tanpa diragukan bahaya yang paling mengancam musuh memperlakukan manusia dengan kerusakan yang paling membinasakan adalah setan dan hawa nafsu seseorang melalui amalan diatas seorang dapat menyelamatkan dirinya dari kedua musuh ini. (Mirqaatul Mafatih )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

85. Ukbah Ibnu Amir r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : apabila seseorang mengambil wudhu, kemudian pergi ke masjid dan menunggu untuk mengerjaklan shalat, maka kedua pencatatnya menulis baginya sepuluh kebaikan  bagi setiap langkah yang ia langkahkan menuju ke masjid dan seorang duduk menunggu shalat seolah-olah ia sibuk dalam ibadah, dan dari waktu yang ia meninggalkan rumahnya sehinga ia kembali akan dikira seolah-olah ia terus merus dalam shalat !. ( Musnad Ahmad ).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

86- Muaz Ibnu Jabal r.a. meriwayatkan dari Nabi SAW bahwa Allah SWT berfirman : Hai Muhammad ! Aku menjawab : Labbaik wahai Rabku ! Dia berfirman : dalam hal apakah malaikat-malaikat  perselisikan ? aku menjawab mereka berselisih tentang amalan – amalan yang menghapuskan dosa. Dia berfirman : amalan-amalan yang manakah ? aku menjawab: langkah-langkah yang diambil menuju kepada shalat berjamaah, dan menunggu bagi shalat berikutnya sesudah menyempurnakan shalat yang pertama di mesjid, dan mengambil wudhu dengan sempurna dalam kesusahan atau keadaan yang tidak menyenangkan. Ia kemudian berfirman lagi : dalam apa lagi mereka perselisihkan ? aku berkata memberi makan ( dengan ramah tamah), dan lemah lembut dalam berbicara, dan mendirikan shalat di malam hari sedangkan orang-orang lain tidur. Kemudian Dia berfirman : mintalah ! saya berkata ( dalam doa ) :

اللهم إنى………..إلى حبك

artinya : Wahai Allah sesungguhnya aku bermohon kepada Engkau ( agar dibukakan dibukakan pintu hatiku ) untuk mengerjakan amalan-amalan yang baik, dan ( berikanlah aku kemampuan untuk ) bersabar dari melakukan perbuatan-perbuatan yang mungar, dan berikanalah aku kecintaan kepada orang-orang miskin ; dan ampunilah dan rahmatilah aku. Dan jikalau Engkau menimpakan kepada suatu kaum azab yang pedih maka matikanlah aku dalam keadaan yang terhindar dari bala. Dan aku bermohon kepada Engkau akan kecintaanmu dan kecintaaan orang-orang yang Engkau cintai ; dan mencintai amalan-amalan yang membawa aku mendekati kecintaan-Mu.

Raulullah SAW kemudian bersabda : sesungguhnya doa ini adalah kebenaran, maka pelajarilah doa ini berulang-ulang dan hafalkanlah ! ( HR.Tirmidzi )

87- عن أبى هريرة رضى الله عنه عن النبيى r قال : أحدكم فى صلاة ما دامت ااصلاة تحبسه والملائكة تقول : اللهم اغفر له وارحمه، ما لم يقم من صلاته أو يحدث.  رواه البخارى ، باب إذا قال : أحدكم آمين . ….رقم 3229

87. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Nabi SAW bersabda :  seseorang terus menerus mendapatkan pahala shalat selagi ia tetap menungggu utnuk shalat. Dan sesudah menyempurnakan shalat malaikat-malaikat  masih berdoa baginya : wahai Allah ampunilah dia dan rahmatilah dia ; selagi ia tetap duduk pada tempat shalat dalam keadaan berwuduk. (HR.Bukhari )

 

88- عن أبى هريرة رضى الله عنه أن رسول الله r قال : منتظرالصلاة بعد الصلاة، كفارس اشتد به فرسه فى سبيل الله عل كشحه هوفى الرباط الأكبر. رواه حمد والطبرانى فى الأوسط وإسناد حمد صالح، الترغيب 1/284

88- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : seorang yang sesudah mengerjakan shalat tetap menunggu untuk shalat berikutnya adalah seperti seorang penunggang kuda  yang berlari dengan kudanya dijalan Alah SWT. Dan orang yang menunggu untuk shalat adalah seperti seorang yang dilindungi dengan baik dalam sebuah benteng dari hawa nafsu dan setan. ( Musnad ahmad, Tabrani dan Targhib )

 

89- عن عرباض بن سارية رضى الله عنه أن رسول الله r كان يستغفرللصف المقدم. ثلاثا، وللثانى مرة.  رواه ابن ماجه،باب فضل الصف القدم، رقم : 996

89- Irbat Ibnu Sariyah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW berdoa bagi keampunan untuk shaf  pertama ( dari shalat berjamaah ) 3 kali, dan bagi shaf yang kedua satu kali !   ( Ibnu Majah )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

90. Abu Umamah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Allah dan para malaikatnya mengirimkan kehormatan, rahmat dan salam keatas shaf yang pertama. Mereka yang hadir : wahai Rasulullah ! dan ketas yang kedua ? lagi Baginda menjawab : Allah dan malaikat-malaikatnya mengirimkan kehormatan rahmat dan salam keatas shaf yang pertama. Mereka bertanya lagi : dan keatas yang kedua ? baginda menjawab : dan juga keatas shaf yang kedua. Dan Rasulullah SAW bersabda : luruskan shaf dan rapatkan bahu-bahumu, dan apabila kamu meluruskan shaf-shafmu berlemah lembutlah kepada saudara-saudaramu, dan tutuplah lubang-lubang ( antara kamu ), karena sesungguhnya setan masuk antara kamu seperti anak domba ! ( musnad ahmad, tabrani dan majma uz zawaid )

Catatan : berlemah lembut kepada saudara-saudaramu maksudnya jikalau seseorang memintakamu untuk meluruskan shafmu dengan menunjukkan tangannya kepamu maka setujuilah permintaannnya.

 

91- عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله r خير صفوف الرجال أولها، وشرها آخرها، وخير صفوف النساء آخرها، وشرها أولها. رواه مسلم، باب تسوبة الصفوف……رقم:  985

 

91- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : berkenaan dengan pahala shaf-shaf shalat diantara laki-laki, shaf pertama mendapat pahala yang paling tinggi dan shaf yuang terakhir pahalanya yang paling rendah. Dan diantara shaf-shaf wanita shaf yang paling akhir pahalanya paling tinggi dan shaf yang pertama pahalanya paling rendah.

 

92- عن ألبراء بن عازب رضى الله عنهما قال : كان رسول الله r يتخلل الصف من   نا حية إلى ناحية، يمسح صدورنا ومناكبنا ويقول : لاتختلفوا فتختلف قلوبكم. وكان يقول: إن الله عزوجل وملائكته يصلون على الصفوف الأول. رواه ابو داود، باب تسوية الصفوف، رقم 664

92- Bara Ibnu Azib r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW melewati shaf-shaf dari ujung yang satu keujung yang lain ; ia memukul dada – dada kami dan bahu-bahu kami ( untuk meluruskan shaf-shaf kami ) dan Baginda bersabda : janganlah kamu berbeda satu sama lain secara fisik ( dalam shaf-shafmu ), sebab hati-hati kamu akan menjadi berlainan satu sama lain. Dan Baginda bersabda : Sesungguhnya Allah SWT mengirimkan rahmat dan malaikat-malaikatnya memohonkan keampunan bagi shaf pertama. ( HR.Abu Daud )

 

93- عن البراء بن عازب رضى الله عنهما قال : قال رسول الله rإن الله عزوجل وملائكته يصلون علىالذين يلون الصفوف الأول.وما من خطوة أحب إلىالله من خطوة يمشيها يصل بهاا صفا. رواه ابوداود ، باب فى الصلوة تقام…..رقم : 543

93- Bara Ibnu Azib r.huma mreiwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : sesunguhnya Allah SWT dan malaikat-malaikatnya mengirimkan rahmat kehormatan dan salam ke atas  shaf yang lebih dekat kepada shaf pertama dan tidak ada langkah yang lebih daksihi oleh Allah daripada langkah seseorang yang bergerak maju untuk mengisi ruang dalam shaf. ( HR.Abu Daud )

 

94- عن عائشة رضى الله عنها قالت : قال رسول الله r إن الله وملائكته يصلون على ميامن الصفوف .  رواه أبوداود، باب من يستحب أن يلى الإمام فى الصف….رقم : 676

94-Aisah r.anha meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : sesunguhnya Allah mengirimkan rahmat dan malaikat-malaikatnya berdoa bagi keampunan untuk orang-oang yang berada dalam bagian sebelah kanan shaf. ( HR.Abu Daud )

95- عن ابن عباس رضى الله عنهما قال : قال رسول الله r : من عمر جانب المسجد الأيسر لقلة أهله فله أجران . رواه الطبر انى فى الكبير وفيه : بقيه، وهو مد لس وقد عنعنه ولكنه ثقق، مجمع الزوائد2/257

95. Ibnu Abbas r.a.huma meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang berdiri pada shaf sebelah kiri ( karena kurangnya orang-orang pada bagian ini )maka baginya mendapat pahala ganda ! ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

Catatan : karena telah diketauhi oleh sahabat-sahabat bahwa bagian sebelah kanan shaf mempunyai kebajikan yang lebih maka semua berusaha untuk berada pada bagian ini dengan meningalkan shaf sebelah kiri kosong. Kemudian Nabi SAW juga memberitahukan tentang kelebihan berdiri pada sha sebelah kiri, supaya shaf bagian sebelah kiri tidak dibiarkan kosong.

 

96- عن عائشة رضى الله عنها عن رسول الله r قال : إن الله وملا ئكته يصلون  على الذين يصلون الصفوف. رواه الحكم وقال : هذا حديث صحيح على شرط مسلم ولم يخرجاه ووافقه الذهبى 1/ 214

96- Aisah r.anha meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : sesungguhnya Allah mengirimkan rahmat dan malaikat-malaikatnya berdoa bagi kemapunan orang-orang yang mengisi ruangan-ruangan kosong dari shaf. ( Mustadrak Hakim )

 

97- عن أبى هريرة  رضى الله عنه أن رسول الله  قالr: لايصل عبد صفا إلارفعه الله به درجة، وذرت عليه الملائكة من البر. (وهو بعض الحديث ) رواه الطبرانى فى الأوسط ولابأس ياسناده، الترغيب 1/322

97. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang menghubungkan satu shaf shalat, Allah akan menaikkan satu derajat baginya dan malaikat-malaikat mencurahkan keberkahan keatasnya. (Tabrani dan Targhib )

 

98- عن عبدالله بن عمررضى الله عنهما قال: قال رسول الله r : خياركم ألينكم مناكب فى الصلوة، ومامن خطوة أعظم أجرا من خطوة مساهارجل إلى فرجة فى الصف فسدها. رواهالبزار ياسناد حسن، وابن حبان فى صحيح كلا هما بلشطر الأول، ورواه بتمامه الطبر انى فى الأوسط، الترغيب1/222

98. Abdullah Ibnu Umar r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : yang terbaik diantara kamu adalah orang yang menjaga bahu-bahu mereka  lembut dlam shalat. Dan tiada langkah yang diambil yang lebih berpahala daripada langkah yang diambil untuk mengisi ruangan dalam shaf ( dalam shalat ). ( bazar, Targhib, Ibnu Hibban dan Tabrani )

Catatan : makna menjaga bahu-bahu lembut dalam shalat yaitu apabila seseorang berusaha untuk masuk pada shaf itu, maka orang yang mengerjakan shalat pada sebelah kanan dan sebelah kiri bahu-bahunya rileks untuk membolehkannya berada dalam shaf itu.

 

99- عن ابى جحيفة رضى الله عنه أن النبى r قال : من سد فرجة فى الصف غفرله. رواه البزار وإسناده حسن،مجمع الزوائد2/251

99- Abu Zuhaifah r.a. meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : barngsiapa ayang mengisi ruangan kosong dalam shaf ( dari shalat ) diampuni. ( Bazar dan Majma Uz Zawaid)

100- عن ابن عمررضى الله عنهما أن رسول الله r قال : من وصل صفا وصله الله ومن قطع صفاقطعه الله. (وهو بعض الحديث ) رواه أبو داود، باب تسويةالصفوف،رقم : 666

100. Abdullah Ibnu Umar r.anhuma meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : barngsiapa yang menghubungkan shaf ( dari shalat ) Allah Ta’ala menganugerahkan kepadanya rahmat-Nya ; dan barangsiapa yang memisahkan  shaf ( dari shalat ) Allah akan menjauhkannya dari rahmat-Nya . (HR.Abu Daud )

catatan : memisahkan bermaksud meletakkan sesuatu ( barang ) dalam shaf yang menyebabkan shaf tidak serasi ; atau melihat ruangan yang kosong dan tidak dipenuhinya. ( Mirqaatul mafatih )

 

101-عن أنس رضى الله عنه عن النبى r : سووا صفوفكم فإن تسوية الصفوف من إقامة الصلوة. رواه البخارى، باب إقامة الصف من تمام الصلاة، رقم : 723

101. Anas r.a. meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : luruskanlah shaf karena meluruskan shaf termasuk bagian dari mengerjakan shalat dengan sempurna. (HR.Bukhari )

 

102-عن عسمان بن عفان رضى الله عنه قال : سمعت رسول الله r يقول : من توضأ للصلة فأسبع الوضوء، ثم مشى إلىالصلاة المكتوبة، فصلاها مع الناس ، أومع الجماعة، أوفى المسجد، غفرالله له ذنوبه. رواه مسلم، باب فضل الوضوء والصلوة غقبه، رقم : 549

102. Ustman Ibnu Affan r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang mengambil wudhu dengan sempurna untuk shalat, kemudian pergi berjalan kaki untuk mengerjakan shalat fardhu dan ia mengerjakan shalatnya di mesjid dengan berjama’ah, Allah akan mengampunkan dosa-dosanya. ( HR.Muslim )

 

103-عن عمربن الخطاب رضى الله عنه قال : سمعت رسول الله r يقول: إن الله تبرك وتعالى ليعجب من الصلاة فى الجمع . رواه أحمد وإسناده حسن،مجمع الزوائد2/163

103. Umar Ibnu Al khattab r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasululah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah SWT ridho kepada orang-orang yang mengerjakan shalat dengan berjamah. ( Musnad Ahmad  dan Majma Uz Zawaid )

 

104-عن عبدالله بن مسعود رضىالله عنه قال : قال رسول الله r  : فضل صلاة الرجل فىالجماعة على صلاته وحده بضع وعشرون درجة: رواه أحمد 1/376

104- Abdullah Ibnu mas’ud r,a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: mendirikan shalat dengan berjamaah adalah 20 kali lebih tingi nilainya dari pada mengerjakan shalat secara sendirian. ( Musnad Ahmad )

 

105-عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله r : صلاة الرجل فى الجماعة تضف على صلاته فى بيته وفى سوقه خمسا وعشرين ضعفا. (الحديث ) رواه البخارى، باب فضل صلوة الجماعة، رقم : 647

105- Abu Hurairah  meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : seorang yang mengerjakan shalat  dengan berjamaah adalah 25 kali lebih baik nilainya apabila dibandingkan shalat yang dikerjakan dirumah, atau di pasar ( tempat perniagaan ). (HR.Bukhari ).

106- عن ابن عمررضى الله عنهما أن رسول الله  r :قال: صلاة الجماعة أفضل من صلاة الفذبسبع وعشرين درجة . رواه مسلم، باب فضل صلوة الجماعة….رقم: 1477

Abdullah Ibnu Umar r.anhuma meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : shalat dengan berjamaah 27 derajat lebih baik nialainya daripada shalat yang dikerjakan secara sendirian. (HR.Muslim )

 

107- عن قباث بن أشيم الليثى رضى الله عنه قال : قال رسول الله r: صلاة الرجلين يؤم أحدهما صاحبه أزكى عبدالله من صلاة أربعة تترى، وصلاة أربعة يؤم احدهم أزكى عندالله من صلاة ثمانية تترى، وصلاة ثمانية يؤم أحدهم أزكى عندالله من مائة تترى. رواه البزار والطبرانى فى الكبير ورجال الطبرانى موثقون، مجمع الزوائد 2/163

107- Hubats Ibnu Assyam Al-laitsi r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Shalat dua oorang dengan berjamaah yang seorang menjadi imam dan lainnya menjadi muqtadi ( makmum ) lebih disukai Allah daripada shalat yang dikerjakan oleh 4 orang secara sendirian. Demikian pula shalat 4 orang dengan berjamaah disukai Allah daripada shalat 8 orang yang dikerjakan secara sendirian, dan shalat 8 orang dengan berjamaah disukai Allah daripada shalat 100 orang secara sendirian. ( Badzar, Tabrani dan Majma Uz Zawaid ).

 

108-  عن أبى بن كعب رضى الله عنه قال : قال رسول الله r:إن صلاة الرجل مع الرجل أزكى من صلاته وحده، وصلاته مع الرجلين أزكى من صلاته مع الرجل، وما كثرفهو أحب إلى الله عزوجل. (وهوبعد الحديث ) رواه أبوداود، باب فى فضل صلوة الجماعة، رقم: 554سننأبى داؤد طبع دارالبازللنشروالتوزيع

108- Ubai Ibnu Kaab r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : seorang yang mengerjakan shalat dengan berjamaah bersama orang lain lebih baik daripada mengerjakan shalat secara sendirian, dan tiga orang berjamaah dalam shalat adalah lebih baik daripada dua orang yang berjamaah dalam shalat. Demikian pula semakin besar jam’aah dalam shalat lebih disukai oleh Allah SWT. ( HR.Abu Daud )

 

109- عن أبى سعيد الخدرى رضى الله عنه قال : قال رسول الله r: الصلاة فى جماعة تعدل خمسا وعشرين صلاة، فإذا صلاها فى فلاة فأتم ركوعها وسجودها بلغت خمسين صلاة. رواه أبوداود ، باب ما جاء فى فضل المشى إلى الصلوة، رقم: 560

109- Abu Said Al-Khudri r.a.meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : pahala shalat yang dikerjakan dengan berjamaah sama dengan 25 kali shalat ( secara sendirian ), dan apabila seseorang mengerjakan shalat dihutan atau ditempat yang tiada penghuni dan juga menyempurnakan rukuk dan sujud dan memuliakan Allah dengan ketenangan dan kegembiraan maka pahalanya digandakan sehingga 50 kali. ( HR.Abu Daud ).

 

110- عن أبى الدرداء رضى الله عنه قال : سمعت رسول الله r: يقول : مامن ثلاثة فى قرية ولا بدولا تقام فيهم الصلاة إلا قداستحوذ عليهم الشيطان، فعليك بالجماعة، فإنما ياكل الذئب القاصية. رواه أبو داود، باب التشد فى ترك الجماعة، رقم : 547

110- Abu Darda r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : jikalau ada tiga orang dalam sebuah kampung atau disuatu daerah dan mereka tidak mengerjakan shalat dengan berjamaah , maka setan telah menguasai mereka, oleh sebab itu mengerjakan shalat dengan berjamaah adalah diwajibkan atas kamu. Karena serigala hanya menerkam kambing yang sendirian ( dan serigala bagi manusiaadalah setan ). (HR.Abu Daud )

 

111- عن عائشة رضى الله عنها قالت : لما ثقل النبى r واشتد به وجعه استأ ذن أزواجه فى أن يمرض فى بيتى فأذن له فخرج النبى  بين رجلين تخط رجلاه فى الأرض. رواه البجارى، باب الغسل والوضوءفى المخضب… رقم : 197

111- Aisah r.anha meriwayatkan : ketika Nabi SAW jatuh sakit dan sakitnya semakin parah, ia meminta ijin dari istri-istrinya yang lain supaya perawatannya dilakukan dirumah saya. Mereka mengijinkannya ( ketika waktu shalat tiba ) Rasululah SAW dipapah olh dua orang ( untuk pergi ke masjid sedemikian rupa ) yang ( karena sangat lemah ) kakinya terseret pada tanah. ( HR.Bukhari ).

 

 

 

 

 

 

 

112- Fadalah Ibnu Ubaid r.a. meriwayatkan : ketika Rasulullah SAW mengimami shalat beberapa ahli sufah yang berdiri dalam shaf  terjatuh karena sangat lapar dan orang kampung berfikir: orang-orang ini gila. Pada suatu hari ketika Rasulullah SAW sudah menyelesaikan shalat ia berpaling kepada mereka ( Ahli-ahli sufah ) dan berkata jikalau kamu mengetauhi apa ganjaran yang disediakan Allah bagi kamu, kamu akan lebih suka memilih hidup dalam kadaan kelaparan dan kemiskinan. Fadalah berkata saya sedang bersama Rasulullah SAW pada hari itu. ( HR.Tirmidzi ).

 

113- عن عثمان بن عفان رضى الله عنه قال : سمعت رسول الله r: يقول : من صلى العشاء فى جماعة فكأنما قام نصف الليل، ومن صلى الصبح فى جماعة فكأنما صلى الليل كله. رواه مسلم، باب فضل صلاة العشاء والصبح فى جماعة: 1491

113- Ustman Ibnu Affamn r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda ; barangsiapa yang mengerjakan shalat isya dengan berjamaah,  seolah-olah ia beribadah separuh daripada malam dan jikalau ia mengerjkan shalat fajar dengan berjamaah, seolah-olah ia beribadat sepanjang malam. (HR.Muslim )

 

114- عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله r: إن أثقل صلاة على المنافقين صلاة العشاء وصلاة الفجر. (الحديث) رواه مسلم، باب فضل صلاة الجماعة…رقم : 1482

114- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : sesungguhnya shalat yang paling berat keatas orang-orang munafik adalah shalat fajar dan isya.                  ( HR.Muslim )

 

115- عن أبى هريرة رضى الله عنه أن رسول الله r: قال : ولويعلمون ما فى التهجيرلاستبقرا إليه، ولو يعلمون مافى العتمة والصبح لآتوهما ولوحبوا. (وهوطرف من الحديث) رواه البخارى، باب الإستهام فى الأذان، رقم: 615

115- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : jikalau orang-orang mengetauhi tentang kelebihan pergi ke majid untuk shalat dzuhur dalam keadaan panas terik maka mereka akan bersegera ( pergi ke masjid ). Dan jikalau mereka mengetauhi kelebihan apa yang terdapat dalam shalat isya dan shalat fajar maka sudah tentu mereka akan pergi kemasjid untuk shalat-shalat ini, bahkan jikalau ( karena sakit ), mereka akan pergi walaupun dengan merangkak. (HR.Bukhari ).

 

116- عن أبى بكرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله r: من صلى الصبح فى جماعة فهو فى ذمة الله فمن أخفر ذمة الله كبه الله فى النار لوجهه. رواه الطبرانى فى الكبيرورجاله رجال الصحيح، مجمع الزوائد 2/29

116- Abu Bakrah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar dengan berjama’ah berada dalam perlindungan Allah dan barangsiapa yang mengganggu orang yang berada dalam perlindungan Allah maka Allah akan melemparkannya kedlam neraka ! (Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

 

117- Anas Ibnu malik r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa mengerjakan shalat dengaan berjama’ah selama 40 hari dengan ikhlas semata-mata karena Allah yang bermula dengan takbir pertama Allahuakbar mendapat 2 jaminan pertama kebebasan dari neraka dan kedua bebas darpada munafik ( HR.Tirmidzi ).

 

118- عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله r: لقد هممت أن آمر فتيتى فيجمع حزما من حطب ثم آتى قوما يصلون فى بيوتهم ليست بهم علة فأحرقها عليهم. رواه أوداود،باب التشديد فى ترك الجماعة، رقم : 549

118- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : saya ingin menyuruh pemuda-pemuda untuk mengumpulkan kayu api dan aku pergi kerumah-rumah orang-orang yang mengerjakan shalat fardhu mereka dirumah mereka tanpa suatu alasan yang kuat dan membakar rumah-rumah mereka ! (HR.Abu Daud )

 

119- عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله r: من توضأفأحسن الوضوء، ثم أتىالجمعة فاستمع وأنصت، غفرله ما بينه وبين الجمعة، وزيادة ثلاثة أيام، ومن مس الحصى فقد لغا. رواه مسلمن باب فضل من استمع وأنصت فى الخطبة، رقم :1988

119- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda barangsiapa mengambil wudhu dengan sempurna dan pergi untuk shalat juma’at, mendengarkan kotbah dengan tawadjuh dan tetap diam selama khutbah maka dosa-dosanya antara jumat itu dan juma’at sebelumnya semuanya diampuni ; dan dosa-dosa selama tiga hari yang akan datang juga diampuni. Akan tetapi barangsiapa yang memainkan batu-batu kerikil selama kotbah ( bermain dengan batu-batu itu atau bermain dengan tangannya, atau menggulung-gulung karpet atau pakaiannya) maka kelakuan yang demkian adalah lalai (yang karenanya ia kehilangan pahala istimewa bagi sahalat  jum’at ). ( HR.Muslim )

 

 

 

 

 

 

120- Abu Ayyub Al-Anshari ra. Meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang mandi pada hari juma’at dan jikalau ia memiliki wangi-wangian dan ia memakainya, memakai pakaian yang bagus dan pergi ke mesjid. Sesampai di masjid, jikalau ia mendapatkan waktu ia mengerjakan shalat nafil dan tidak beriri hati dengan orang lain ( ia tidak melangkah diatas punggung-punggung orang lain, tetapi ia duduk dimana ia mendapatkan tempat ), dan tetap diam dari imam menyampaikan khutbah sampai akhir shalat. Amalan demikian menjadi asbab pengampunan bagi dosa-dosanya dari juma’at ini sampai juma’at berikutnya. (Musnad Ahmad )

 

 

 

 

 

 

121.Salaman Alfarasi r.a. meriwayatkan : Rasululah SAW bersabda : barangsiapa yang mandi pada hari jum’at, sedapat mungkin membersihkan dirinya, memakai rambutnya dengan minyak dan memakai wangi-wangian dari rumahnya kemudian pergi ke mesjid dan sesampai di masjid ia tidak menggeser dan duduk diantara dua orang yang sudah mengambil tempat ; dan dia mengerjakan shalat sebagaimana diwajibkan keatasnya sebelum shalat jum’at, mendengar khitbah imam dengan diam dan penuh perhatian, maka dosa-dosanya antara jumat ini dengan jumat sebelumnya diampuni. (HR.Bukhari )

 

122- عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله r: فى جمعة من الجمع: معاشر المسلمين! إن هذا يوم جعله الله لكم عيدا فاغتسلوا وعليكم بالسواك. رواه الطبرانى فى الاوسط والصغبرورجاله ثقات، مجمع الزوائد 2/288

122. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda pada suatu hari jum’at : wahai orang-orang muslim ! Allah Ta’ala telah menjadikan hari ini seperti ( perayaan ) Ied bagi kamu, oleh karena itu mandilah dan pakailah siwak. ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid ).

 

123- عن أبى أمامة رضى الله عنه عن النبى   rقال : إن الغسل يوم الجمعة ليسل الخطايامن أصول الشعر استلا لا. رواه الطبرانى فىالكبير ورجاله ثقات، مجمم الزوائد 2/ 177، طبع مؤسة العمارفز بيروت

 

123. Abu Umamah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : mandi yang dilakukan pada hari jum’at menghapuskan dosa-dosa bagi dari akar-akar rambut.               ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid ).

 

124-عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال النبى r: إذا كان يوم الجمعة وقفت الملائكة على باب المسجد يكتبون الأول فالأول، ومثل المهجر كمثل الذى يهدى بدنة، ثم كالذى يهدى بقرة، ثم كبشا، ثم دجاجة، ثم بيضة، فإذا خرج الإمام طوا صحفهم ويستمعون الذكر. رواه البخلرى، باب اإستماع إلى الخطبة يومالجمعة، رقم : 929

124. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Apabila hari jum’at tiba, para malaikat berdiri pada pintu-pintu mesjid mencatat nama-nama orang-orang yang datang paling awal ; dan kemudian orang-orang yang mengikut menurut ketibaan mereka. Barangsiapa yang pergi lebih awal untuk shalat jum’at, mendapat pahala seperti memberikan seekor unta sebagai sedekah, dan orang yang datang sesudahnya mendapat pahala seperti memberikan seekor lembu sebagai sedekah, dan sesudahnya pahalanya seekor kambing sebgai sedekah, dan orang sesudahnya seperti memberikan seekor ayam sebagai sedekah, dan orang yang sesudahnya seprti memberikan sebutir telur sebagai sedekah. Ketika imam datang untuk memberikan khotbah, malaikat-malaikat menggulung daftar dalam mana nama-nama orang – orang yang hadir ditulis dan menjadi sibuk dalam mendengarkan khotbah. (HR.Bukhari )

 

125- عن يزيد بن أبى مريم رحمه الله قال : لحقنى عباية بن رفاعة بن رافع رحمه الله، وأنا ماش إلى الجمعة فقال : أبشر، فإن خطاك هذه فى سبيل الله، سمعت أباعبس رضىالله عنه يقول: قال رسول الله r : من اغبرت قدماه فى سبيل الله فهما حرام على النار. رواه الترمذى وقال : هذا حديث حسن صحيح غريب، باب ما جاء فى فضل من اغبرت قدماه فى سبيل الله ، رقم : 1632

125. Yazid Ibnu Abi Maryam rahimahullah meriwayatkan : Saya pergi untuk shalat jum’at dengan berjalan kaki, ketika saya berjumpa Abaya Ibnu Rafi rahimahullah dan ia berkata : kabar gembira untuk kamu ! langkah-langkah kaki kamu adalah langkah-langkah kaki di jalan Allah. Kemudian ia berkata bahwa ia mendengar aba abs r.a. berkata : Rasulullah SAW bersabda : kaki-kaki orang yang menempel debu0debu dijalan Allah akan diharamkan dari api neraka. (HR.Tirmdizi )

 

126- عن أوس بن أوس الثقفى رضى الله عنه قال :  سمعت رسول الله r يقول : من غسل يوم الجمعة واغتسل ثم بكر وابتكر ومشى، ولم يركب، ودنا من الإمام فاستمع ولم يلغ كان له بكل خطوة عمل سنة أجر صيامها وقيامها. رواه أبوداود، باب فى الغسل للجمعة، رقم : 345

126. Aws Ibnu Aws Tsaqofi r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa mandi dengan sempurna pada hari jum’at, pergi ke masjidlebih awal dan berjalan kaki, tidak mengendarai kenderaan, duduk dekat imam dan mendengarkan khutbah dengan penuh perhatian ; selama ia tidak berbicara apa-apa, maka setiap langkah yang ia langkahkan untuk shalat jum’at, ia menedapat pahala satu tahun puasa dan satu tahun ibadat dimalam hari. (HR.Abu Daud 127 )

 

127- عن عبدالله بن عمر رصىالله عنهما عن النبى r  قال : من غسل واغتسل، وغدا وابتكر، ودنا فاقترب، واستمم وأنصت، كان له بكل خطوة يخطوها أجرقيام سنة وصيامها. رواه أحمد2/209

127.Abdullah Ibnu Amr Ibnu Al-As r.anhuma meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa mandi pada hari jum’at dengan sempurna dan pergi lebih awal untuk shalat jum’at, duduk sangat berdekatan dengan imam dan mendengarkan khotbah dengan penuh perhatian, selama mana ia tetap diam, maka setiap langkah yang ia ambil untuk pergi ke masjid ia mendapat pahala shalat tahajjud selama setahun dan puasa selama setahun.         ( Musnad Ahmad )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

128. Abu Lubabah Ibnu Abdul Munjir r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : hari jum’at adalah penghulu dari semua hari dan sangat dimuliakan diantara hari-hari dalam pandangan Allah SWT. Hari ini lebih ditinggikan dalam derajat dengan Allah daripada Iedul Adha dan Iedul Fitri dan hari ini memiliki 5 sifat : pada hari ini Allah menciptakan Adam.as ; pada hari Allah mengutus Adam .a.s turn ke bumi ini ; pada hari ini Adam a.s. meninggal ; hari ini terdapat suatu masa tertentu yang apabila seorang hamba Allah berdoa memohon apa saja maka pasti dikabulkan selama ia tidak meminta perkara yang haram ; dan pada hari ini akan terjadi kiamat. Semua malaikat-malaikat Allah, langit, bumi, angin, gunung ganang, samudera, semuanya takut hari jum’at (karena pada hari  ini hari kiamat akan terjadi). (Ibnu Majah )

 

129- عن أبى هريرة رضى الله عنه أن رسول الله r قال : لا تطلع الشمس ولا تغرب على يوم أفضل من يوم الجمعة، وما من دآبة إلا وهى تفزع يوم الجمعة إلا هذين الثقلين الجن والإنس. رواه ابن حبان. قال المحقق: إسناده صحيح 7/5

129. Abu Hurairah r.a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : ada suatu waktu yang istimewa pada hari juma’at yang apabila seorang hamba yang muslim berdoa memohon apa saja dari Allah SWT maka sesungguhnya Allah SWT akan mengabulkan ( apa yang diinginkan ), dan waktu itu adalah sesudah ashar. ( Musnad Ahmad  dan Fatur Rabbani ).

 

130- عن أبى سعيد الخدرى وأبى هريرة رصىالله عنهما أن رسول الله r قال : إن فى الجمعة ساعةلايوافقها عبد مسلم يسأل الله عزوجل فيها إلا أعطاه إياه وهى بعدالعصر. رواه أحمد، الفتح الرنى6/13

 

 

130-Abu Zaid Al Kudri r.a. dan Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Pada hari juma’at ada masa yang istimewa yang mana apabila hamba-hamba yang muslim meminta apa saja dari Allah SWT, Allah pasti mengabulkan doanya ( yang ia kehendaki ), dan masa itu adalah sesudah ashar.     (Musnad Ahmad dan Fathur Rabbani )

 

131- عن أبى موس الأشعررصىالله عنه قال : سمعت رسول الله r يقول : هى ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقض الصلاة. رواه مسلم ، باب فى الساعة التى فى يوم الجمعة. رقم : 1975

131. Abu Musa Al-Ashari r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW menyebutkan bahwa masa pada hari jum’at masa itu adalah diantara imam mulai berkhutbah dan akhir dari shalat. ( HR.Muslim )

catatan : ada banyak hadist yang lain yang memastikan waktu terkabulnya do’a pada hari jum’at, karena itu sepanjang hari jum’at mesti dipergunakan dalam ibadah dan doa.           ( Nawawi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SHALAT-SHALAT SUNNAH DAN SHALAT-SHALAT NAFILAH

( SHALAT BUKAN FARDHU )

 

Ayat-ayat Al qur’an

 

 

قال الله تعلى : ومن اليل فتهجد به، نافلة لك عس أن يبعثك ربك مقاما محمودا % (الإسراء: 79)

Allah SWT berfirman : Dan pada sebagian daripada malam shalat tahajudlah ( dengan membaca Al-Qur’an ) sebagai tambahan ( ibadah ) bagimu ; semoga Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji dan terhormat. ( Al-Isra 17:79 )

Catatan : Pada hari kiamat setiap orang akan berada dalam dalam penderitaan dan kebingungan, dan dengan safaat Rasulullah SAW maka orang akan terbebas daripada penderitaan ini dan hisap akan disegerakan. Hak memberi safaat ini disebut Maqomam mahmud ( tempat terpuji dan dimuliakan )

 

وقال تعلى : والذين يبيتون لربهمٌُ سجدا وقيما % (الفرقان : 63 )

Allah SWT berfirman : Dan mereka yang menghabiskan malam mereka dihadapan Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri ( dalam shalat ). (Al-Furqan 25:64 )

 

وقال تعلى : تتجافى جنوبهم عن آلمضا جع يد عون ربهم خوفا وطمعا وممارزقنهم ينفقون % فلا تعلم نفس ما أخفى  لهم من قرة أعين جزآء بما كانوا يعملون% ( السجدة : 16-17)

Allah SWT berfirman : Mereka meninggalkan tempat tidur, sementara mereka berdoa kepada Rab mereka ( sibuk dalam shalat, berdzikir dan berdo’a ), dengan penuh rasa takut dan harapan, dan mereka menafkahkan sebagian rezeki yang kami berikan kepada mereka. Tiada seorangpun yang tahu cendera mata apa yang masih tersembunyi bagi mereka – sebagai balasan atas amal kebaikan yang mereka lakukan. (As-Sajadah 32:16-17).

وقال تعلى: إن آلمتقين فى جنت وعيون% اخذين مآاتهم ربهم إنهم كانوا قبل ذلك محسنين%كانوا قليلا من آليل ما يهجعون % وبالأ سحارهم يستعفرون % ( الذاريات : 10-18

Allah SWT berfirman: Mereka yang bertaqwa akan diam ditaman-taman dan mata air, mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka ; karena mereka hidup baik sebelumnya. Mereka tidur hanya sedikit diwaktu malam, dan pada menjelang pagi mereka berdo’a memhon ampun. ( Az-Zariyat 51:15-18 ).

 

وقال تعلى : يأيها آلمزمل% قم اليل إلا قليلا %  نصفه  أوآنقص منه قليلا % أوزدعليه ورتل القران ترتيللا % إنا سنلقى عليك قولا ثقيلا % إن ناشئة آليل هى أشد وطئا وأقوم قيلا % إن لك فى النهار سبحا طويلا % ( المزمل : 1-7)

Allah SWt berfirman : Hai orang yang berselimut ! bangunlah ( untuk mendirikan shalat ) pada malam hari kecuali hanya sebagian kecil,- separuhnya atau kurang dari itu sedikit, atau lebihkanlah dan bacalah qur’an dengan perlaha, dengan nada berirama. Sesungguhnya kami akan segera turunkan kepadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun pada waktu-waktu malam adalah menguatkan ingatan dan lebih sesuai untuk mengucapkan kata-kata ( pujian kepada Allah ).sesungguhnya bagi kamu disiang hari disibukkan dengan kerja-kerja yang panjang. ( Almujamil 73: 1-7 ).

 

 

 

 

 

Hadist-hadis Nabawi

 

132- عن أبى أمامة رصىالله عنه قال : قال النبى r ماأذن الله لعبد فى شىء أفضل من ركعتين يصليهما، وأن البر ليذر على رأس العبد ما دام فى صلا ته وما تقرب العباد إلى الله عزو جل بمثل ما خرج منه. رواه الترمذى، باب ماتقرب العباد إلى الله بمثل ما خرج منه ، رقم : 2911

132- Abu Umamah r.a meriwayatkan : bahwa nabi SAW bersabda : Allah SWT tidak memberikan kepada seorang hamba untuk menyibukkan diri dengan sesuatu yang lebih banyak pahalanya daripada dua rakat yang ia kerjakan. Kesolehan dicurahkan dari atas kepalanya selagi ia sibuk dalam shalat. Dan tidaklah seseorang mendekati Allah dengan sesuatu yang lebih baik daripada sesuatu yang datang dari Allah Azza wa Jalla, maksudnya Al qur’an. (HR.Tirmidzi )

Catatan : Hadist ini menjelaskan bahwa maksimum kedekatan kepada Allah SWT diperolehi melalui bacaan Al qur’an.

 

133- عن أبى هريرة رضىالله عنه أن رسول الله r مر بقبر فقال : من صاحب هذا القبر ؟ فقالوا : فلان فقال: ركعتان  أحب إلى هذا من بقية دنياكم . رواه الطبرانى فى الأوسط ورجاله ثقات، مجمع الزوائد 2/516

133- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW melewati sebuah kuburan dan bertanya : Kuburan siapkah ini ! sahabat menjawab : Fulan bin fulan. Rasulullah SAW bersabda : orang yang ada dalam kuburan ini telah menyelenggarakn dua rakaat adalah lebih dicintai daripada seluruh duniamu dan apa yang terdapat didalamnya. ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid ).

Catatan : Hadist ini berarti bahwa hakekat shalat dua rakaat menjadi bukti setelah kematian, apabila nilai kebenarannya dizahirkan.

 

134- عن أبى ذررضىالله عنه إن النبى r خرج زمن الشتاء، والورق يتها فت  فأخذ بغصنين من شجرة فجعل ذلك الورق يتها فت ، فقال: يا أبا ذر ! قلت : لبيك يا رسول الله قال : إن العبد المسلم ليصلى الصلاة يريد بها وجه الله فتها فت عنه ذنوبه كما يتهافت هذا الورق عن هذه الشجرة. رواه أحمد5/179

134. Abu Dar r.a. meriwayatkan bahwa : suatu ketika nabi SAW keluar pada musim gugur dan daun-daun berguguran dari  pohon. Bagind  mengambil dua ranting pohon dalam tangannya, dan menggoncang-goncangkannya sehingga daun-daunnya mulai berguguran bahka lebih. Nabi SAW bersabda : Hai Abu Dzar ! saya menjawab Labbaik Ya rasulullah ! baginda meneruskan apabila seorang muslim mngerjakan shalat smata-mata untuk menyukakan Allah, maka dosa-dosanya akan terhapus daripadanya sebagaimana daun-daun ini gugur dariapada pohnnya. ( Musnad Ahad )

 

135-عن عانشة  رضىالله عنها عن النبى r قال : من صابر على اثنتى عشرة ركعة بنى الله عزوجل له بيتا فى الجنة، أربعا قبل الظهر وركعتين بعد الظهرى وركعتين بعد المغرب وركعتين بعدالعشاء وركعتين قبل الفجر. رواه النسائى، باب ثواب من صلى فى اليم والليلة ثنتى عشرة ركعة …رقم : 1796

135- Aisah r.anha meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : barangsiapa yang istiqamah mengerjakan 12 rakaat shalat ; Allah SWT akan membangun baginya sebuah rumah dalam sorga ; yaitu : 4 rakaat sebelum dzuhur, dua rakaat sesudah zuhur, dua rakaat sesudah maghrib, dua rakaat sesudah isya, dan dua rakaat sebelum fajar. (Nasai )

 

136- عن عائشة رضىالله عنها أن النبى r لم يكن على شىء من النوافل أشد معاهدة منه على ركعتين قبل الصبح.

136- Aisah r.anha meriwayatkan : bahwa Nabi SAW sangat menjaga dalam mengerjakan dua rakaat sunah sebelum shalat fajar, diatas semua shalat-shalat sunnat yang lain.(HR.Muslim )

 

127- عن عائشة رصىالله عنهاعن النبى rأنه قال فى شأن الركعتين عند طلوع الفجر : لهما أحب إلىمن الدنيا جمعا. رواه مسلم، باب الستجاب ركعتى سنة الفجر…..رقم : 1689

137- Aisah r.anha meriwayatkan bahwa : Nabi SAW bersabda : tentang dua rakaat sunah sebelum  shalat fardhu fajar : dua rakaat ini lebih aku cintai daripada seluruh dunia. (HR.Muslim )

 

138- عن أم حبيبة بنت أبى سفيان رضىالله عنها قالت : قال رسول الله r من حافظ على أربع ركعات قبل الظهر وأربع بعد ها حرمه الله تعلى على النار. رواه النسائى ، باب الإختلاف على اسماعيل بن أبى خالد، رقم : 1817

138- Ummi Habibah binti Abu Supyan r.anhu. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang istiqamahmengerjakan empat rakaat sebelum shalat fardhu zhuhur, dan empat rakat sesudahnya ; Alah SWT akan mengharamkan kepadanya api neraka ( Nasai)

catatan : Empat rakaat sebelum dzhuhur adalah sunnatul muakadah ( Shalat Sunnat yang ditekankan ) dan dari antara empat rakat sesudah shalat dzhuhur, dua rakaat adalah sunnatul muakadah dan dua rakaat lainnya adalah shalat sunnat nafil.

 

139- عن أم حبيبة رصىالله عنها عن رسول الله r أنه قال : مامن عبد مؤمن يصلى أربع ركعات بعد الظهر فتمس وجهه النار أبدا إن شاء الله عزوجل. رواه النسائى، باب الإختلاف على اسماعيل بن أبى خالد، رقم: 1814

139- Umi habibah r.a.nha meriwayatkan  Rasulullah SAW bersabda : Tidaklah seseorang hamba yang beriman  yang mengerjakan empat rakaat sesudah dzhuhur kecuali bahwa api neraka diharamkan untuk menyentuh wajahnya, jikalau Allah Azza wa Jalla menghendaki. ( Nasai )

 

140 – عن عبد الله بن السائب رضىالله عنه أن رسول الله r كان يصلى أربعا بعد أن تزول الشمس قبل الطهر. وقال : إنها ساعة تفتح فيها أبواب السماء وأحب أن يصعد لى فيها عمل صالح. رواه الترمذى وقال : حديث عبدالله بن السائب حديث حسن غريب، باب ما جاء فى الصلاة عندالزوال، رقم: 478 الجامع الصحيح وهو سنن الترمذى

140- Abdullah Ibnu Said r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW mengerjakan empat rakaat sesudah zawal ( yaitu  sesudah matahari berada pada puncaknya) dan sebelum shalat dzhuhur dan Baginda bersabda : inilah masa yang mana  pintu-pintu langit terbuka dan saya menghendaki yang amal-amal kebaikan saya naik kelangit pada saat ini ( dan dikabulkan oleh Allah ). ( HR.Tirmidzi

Catatan : Empat rakaat sebelum dzhuhur dimengerti sebagai sunnatul Muakadah. Meskipun demikian menurut beberapa ulama empat rakaat ini sesudah zawal adalah tambahan kepada empat rakaat sunnatul muakadah.

 

 

 

 

 

 

 

141-Umar Ibnu Al Khatab r.a. meriwayatkan bahwa Rasululah SAW bersabda bahwa empat rakaat yang dikerjakan sesuda zawal ( sesudah matahari naik kepuncaknya ) dan sebelum shalat zhuhur adalah sama dalam pahalanya dengan empat rakaat shalat tahajjud.Rasulullah SAW menambahkan : pada masa ini yang segala seuatu memuliakan Allah. Kemudian Baginda membaca ayat berikut dari Al qur’an : yang artinya…. “ betapa bayang-bayang mereka condong kekanan kekiri dengan tawadhu ( ketika matahari berada pada puncaknya, bersujud kepada Allah dengan tunduk ke bawah ) ( HR. Tirmidzi)

 

142 – عن ابن عمررصىالله عنهما قال : قال رسول الله r رحم الله امرأ صلى قبل العصر أربعا. رواه أبوداؤد ، باب الصلاة قبل العصر، رقم : 1271

142- Abdullah Ibnu Umar r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : semoga Allah Ta’ala merahmati orang yang mengerjakan empat rakaat sebelum shalat Ashar. (HR.Abu Daud )

 

143- عن أبى هريرة رضاالله عنه أن رسو الله r قال : من قام رمضان إيمانا واحتسابا غفرله ما تقدم من ذنبه. رواه البخارى، باب تطوع قيام رمضان من الإيمان، رقم : 34

143- Abu Jurairahj r.a.meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa mengerjakan shalat pada malam ramadhan, dengan penuh keyakinan kepada janji-janji Allah, semata-mata mencari ridha Allah dan mengharapkan ganjaran, maka dosa-soanya yang telah lampau akan diampuni. ( HR.Bukhari ).

 

144- عن عبد الرحمن رضىالله عنه أن رسول الله r ذكر شهر رمضان فقال : شهر كتب الله عليكم صيامه، وسننت لكم قيامه فمن صامه وقامه إيمانا واحتسابا خرج من ذنوبه كيوم ولدته أمه. رواه ابن ماجه، باب ماجاءفى قيام شهر رمضان، رقم : 1328

144- Abdurahman r.a meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW suatu ketika berbicara tentang ramadhan katanya : inilah bulan yang  Allah telah wajibkan  untuk berpuasa fardhu bagi kamu, dan saya mengerjkan tarawih sebagai sunnah. oleh sebab itu barang siapa yang beriman dengan teguh kepada janji-janji Allah, semata-mata mencari ridha Allah, dan mengharapkan ganjaran, berpuasa pada bulan ramadhan, dan mengerjakan shalat tarawih, memnersihkan dari dosa-dosanyaseprti hari ketika ibunya melahirkannya. ( Ibnu Majah )

 

145- عن أبى فاطمة الأزدى أو الإسد رضىالله  عنه قال : قال لى نبى الله r ياأبا فاطمة! إن أردت أن تلقانى فأكثر السجود. رواه أحمد 3/824

145- Abu Fatimah Al-Azdi ra. Meriwayatkan : nabi SAW berkata kepadaku : hai Abu Fatimah ! jikalau engkau ingin bertemu denganku ( di akhirat ), maka engkau harus banyak bersujud ( mengerjakan shalat sebanyak-banyaknya). ( Musnad Ahmad )

 

 

 

 

 

 

 

 

146- Abu Hurairah r.a meriwayatkan: Saya  mendengar Rasulullah SAW bersabda : perkara pertama yang akan dihisab pada hari kiamat, dari semua amalan-amalan manusia, adalah shalat fardhu, jikalau didapati memadai jumlahnya, sungguh orang ini akan berjaya dan memperolehi keselamatan. Jiakalau shalatnya didapati kurang maka ia akan binasa dan celaka. Jikalau shalat fardhunya didapati ada bebrapa kekurangan, Allah Azza wa Jalla akan melihat melalui shalat nafilnya. Sama halnya amal-amal yang lain seperti puasa, dan zakat, dan seterusnya juga akan diperiksa dan kekurangan-kekurangan dlam puasa pardhu akan dilihat melalui puasa nafil dan kekurangan-kekurangan zakat dari sedekah nafil. ( HR.Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

147- Abu  Umamah r.a. meriwayatrkan bahwa Nabi SAW bersabda : seorang yang sangat dicemburui adalah orang beriman dianatara sahabta-sahabatku yang ringan bebannya        ( anak-anak dan benda-benda dunai ) dan harta kekayaannya adalah shalat, barangsiapa yang menyembah Rabnya dengan lebih baik dan mentaati-Nya ( secara terbuka maupun) dalam bersunyi diri, dan ia tidak  pamer dan bebas daripada menunjuk-nunjuk kepada orang lain dan hidup dengan rezeki yang tidak memadai ( sampai ia mati ). Maka Rasulullah SAW menggigit jarinya dan  berkata : sesudah itu ia mati awal, dan tidak ada banyak wanita yang meratapinya maupun ia tidak meningalkna dibelakangnya harta warisan yang banyak. (HR.Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

148-  Abdullah Ibnu Salman rahimahulah meriwayatkan bahwa Seorang sahabat r.a.meriwayatkan kepada saya : apabila kami telah menang dari peperangan khaibar, maka orang-orang mengambil bagian mereka dari harta ghanimah ( harta rampasan perang ) – yang teridiri dari tawanan-tawanan  dan bermacam-macam harta, dan mulai membeli dan menjual ( setiap orang membeli apa yang ia perlukan dan menjual apa yang lebih padanya ). Smentara itu seorang sahabat kepada Rasulullah SAW dan berkata : wahai Rasulullah ! saya telah memperolehi keuntungan yang banyak pada hari ini daripada orang lain dalam lembah ini. Rasulullah SAW bertanya kepadanya : brepa keuntungan yang kamu perolehi ? sahabat itu menjawab : saya menjual dan membeli dan mndapat keuntungan tiga ratus uqiyah. Rasulullah SAW bertkata : maukah aku memberitahukan kepadamu sesuatui yang lebih baik daripada itu ? sahabat itu berkata : beritahukanlah kepada saya wahai Rasulullah, ia menjelaskan : dua rakaat shalat nafil sesudah shalat fardhu. ( Hr.Abu daud )

Catatan : satu Uqiyah terdiri dari empat puluh dirham dan satu dirham adalah sama dengan tiga gram perak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

149- Abu Hurairah r.a.meriwayatkan bahwa : rasulullah SAW bersabda : Apabila seseorang daripada kamu tidur, maka setan mengikatkan tiga simpul pada belakang lehernya dengan mengikatkan tiap-tiap simpul dengan bacaan ini : malam masih panjang buat kamu, maka tidurlah ! jikalau seseorang terbangun dan berdzikir kepada Allah satu simpul akan terbuka, apabila ia mengerjakan wudhu’, maka simpul yang kedua akan ternbuka ; dan apabila ia mengerjakan tahajud, makan  simpul yang ketiga akan terbuaka juga.  Dan karena itu  maka dipagi hari ia bangun dengan aktif dan penuh bersemangat menjadi penerima rahmat yang besar. Jikalau ia tidak mengerjakan tahajjud,ia kan bermalas-malasan dan lesuh dan kehilangan rahmat yang besar. (Abu daud dan Ibnu Majah ).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

150- Uqbah Ibnu r.a meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : dua orang dari umatku bangun pada malam hari dan memotivasi drinya untuk berwudhu walaupun perasannya untuk tidak berbuat sperti tu ; karena setan telah mengikatkan simpul-simpul keatasnya. Apabila ia membasu kedua tangannya dalam berwudhu  maka satu simpul akan terlepas ; dan apabila ia membasuh mukanya maka simpul yang dua akan terlepas dan apabila ia menyapuh kepalanya dengan tangan lainnya yang basah maka simpul yang ketiga akan terbuka ; dan apabila ia membasuh kakinya maka simpul yang lain akan terbuka. Allah Azza Wa Jalla berfirman kepada Malaikat-malaikat : lihatlah kepada hambaku, bagaimana ia bersabar atas begitu banyak kesulitan ( dalam kaitan dengan hawa nafsunya), maka sekarang apa saja yang hambaku ini meinta kepada-Ku akan Aku beri kepadanya. ( Musnad Ahmad dan Fathur Rabbani )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

151- Ubadah Ibnu Samith r.a. meriwayatkan bahwa : Nabi SAW bersabda : Barangsiapa yang bangun pada malam hari dan membaca doa berikut …..

 

 

 

 

artinya : Tiada yang paptut disembah dari Allah, Dialah Allah yang Esa, Dia tidak mempunyai serikat, kepunyaan-Nya semua kerajaan, dan kepunyaan-Nya lah segala pujian, Dia memiliki kekuasaan atas segala sesuatu, segala puji bagi Allah ; dan Allah Maha Suci ; dan tiada yang patut disembah kecuali Allah ; dan Allah Maha Besar ; dan tiada yang mempunyai kemampuan untuk menolak kejahatan, dan tiada daya upaya untuk melakukan kebajikan, kecuali dengan ijin Allah. Dan bertobat ; wahai Allah ! ampunilah saya. Maka doanya akan dikabulkan; dan jikalau Dia mengambil wudhu’ dan mengwerjakan shalat, maka shalatnya juga akan diterima. (HR.Bukhari )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

152- Ibnu Abbas r.anhuma meriwayatkan bahwa : ketika Nabi SAW bangun untuk mengerjakan shalat tahajjud pada malam hari, maka dia berdoa sdengan doa ini……

 

 

 

 

 

artinya : Wahai Allah Tuhan kami ! untukmu segala puja dan puji ; kepadamu milik kerajaan langit dan bumi ; kepadamu segala puja dan puji. Engkaulah adalah cahaya langit dabn bumi, kepadamu segala puja dan puji. Engkau adalah Raja langit dan bumi, kepada-Mu segala puja dan puji. Engkau hak ( Maha Benar ) dan janji Mu adalah hak, pertemuan dengan Mu adalh benar, firman Mu adalah benar, sorga adalah benar, neraka adalah benar, Nabi-nabi adalah benar, Muhammad SAW adalah benar; hari ( Hari kiamat adalah benar ). Ya Allah Tuhan Kami ! kepada Mu kami berserah diri ; kepada Mu kami beriman ; dan kepada Mu kami bertawakkal ; dan kepada Mu kami kembali ( untuk bertobat ); dengan pertolongan Mu  kami mengadu ; dan kepada Mu kami memutuskan hukum  ( dengan orang – prang yang kafir );maka ampunilah dosa-dosa kami yang telah berlalu maupun yang akan datang, yang kami lakukan dengan sembunyi-sembnyi maupun yang kami lakukan dengan terang-terangan. Engkaulah yang dapat memajukan seseorang dalam perbuatan yang baik dan Engkaulah yang dapat menangguhkan dan tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Engkau. Tiada kekuatan untuk menolak kejahatan, dan tiada  daya upaya untuk melakukan yang baik, kecuali melaui ijin Allah.        ( HR.Bukhari ).

 

 

153- عن أبى هريرة رضىالله عنه قال : قال رسو ل الله r : أفضل الصيام بعد رمضان، شهر الله المحرم، وأفضل الصلوة بعد الفريضة، صلوة الليل. رواه مسلم، باب فض صوم المحرم، رقم : 2755

153- Abu Hurairah r,.a.meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : sebaik-baik bulan untuk berpuasa sesudah bulan ramadhan adalah bulan muharram; dan sebaik-baik shalat sesudah shalat fardhu adalah shalat tahajjud. (HR.Muslim )

 

154- عن إياس بن معاوية المزنى رحمه الله أن رسو ل الله r قال : لابد من صلوة بليل ولو حلب شاة، وما كان بعد صلوة العشاء فهو من الليل. رواه الطبرانى الكبير وفه: محمد بن اسحاق وهو مدلس وبقيه رجاله ثقات، مجمع الزوائد 2/521 وهوا ثقة، مجمع الزوائد10/92

154- Iyas Ibnu Muawiyah Al Mujami rahimahuillah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : sesugguhnya mengerjakan shalat tahajjud, lakukanlah shalat itu untuk masa yang singkat seperti memerah susu kambing. Setiap shalat selepas sesudah isya akan dikira sebagai tahajjud. ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

155- عن عبد الله رضىالله عنه قال : قال رسول الله r: فضل صلوة الليل على صلوة النهار كفضل صدقة السر على صدقة العلانية. رواه الطبرانى الكبير ورجاله ثقات، مجمع الزائد2/519

155- Abdullah r.a.meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : kelebihan shalat nafil yang dikerjakan pada malam hari seperti dibandingkan dengan seorang yang mengerjakan shalat pada siang  hari adalah lebih tinggi nilainya  sebagaimana sedekah yang diberikan sembunyi-sembunyi keatas sedekah yang diberikan secara terang-terangan. ( tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

 

 

156- Abu Umamah Bahili r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : kamu mesti mengerjakan shalat tahajjud, karena inilah kebiasaan orang-orang sahaleh sebelum kamu. Dan ini akan membawa kamu lebih dekat kepada Rabmu,  menjadi asbab pengampunan dari amalan-amalan buruk, dan mencegah dari dosa-dosa. ( Mustadrak hakim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

157- Abu darda r.a.meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : ada tiga orang yang di kasihi Allah, dan sangat disukai Allah apabila dia melihat pada mereka; pertama seorang yang  berjihad  semata-mata untuk ridha Allah, dan ia terus berperang dalam medan pertempuran sendirian walaupunsemua kawan-kawannya telah meninggalkannya ; sehingga ia sahid atau mendapat pertolongan dari Allah dan memperoleh kemenagan. Allah SWT berfirman ( kepada malaikat-malaikat ) : lihatlah hamba Ku ! betapa ia tetap bertahan dan tetap tegu dalam medan pertempuran semata-mata karena ridha Ku. Kedua seorang yang mempunyai istri yang cantik disampingnya yang berada diatas tempat tidur yang lembut dan mewah, dan ia bangun pada malam hari mengerjakan shalat tahajjud. Allah SWT berfirman kepada malaikat-malaikat : Lihat kepada hamba Ku ia mengorbankan kesenangan dan keinginan hawa nafsunya dan mengingati Aku.” Jikalau ia menghendaki ia boleh meneruskan tidurnya. Ketiga, seorang yang berada dalam bersafar bersama kafilah dan ketika semua anggota kafilahnya sesudah berjalan sampai larut malam keletihan, ia bangun mengerjakan shalat tahajjud apakah ia suka atau tidak suka. ( Tabrani dan Targhib )

 

158- عن أبى مالك الأشعرى رضىالله عنه عن النبى r قال : إنا فى الجنة غرفايرى ظاهرها من باطنها، وبا طنها من ظاهرها، أعدها الله لمن أطعم الطعام ، وأفشى السلام، وصلى بالليل والناس نيام. رواه ابن حبن، قال المحقق: إسناده قوى 2/262ا

158- Abu malik Al Ashari r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : terdapat bilik-bilik yang transfaran ( dapat dilihat baik dari dalam amupun dari luar ) dalam sorga, yang Allah SW sediakan bagi orang-orang yang memberi makan ( orang lain dengan pemurah dan suka hati ), yang mengucapkan salam dan mengerjakan shalat pada waktu malam ketika orang-orang sedang tidur. ( Ibnu Hiban )

 

159- عن سهل بن سعدرضىالله عنهما قال : جاء جبرئيل إلى النبى r فقال : يا محمد!  عس ما شئت فإنك ميت، واعمل ماشئت فإنك مجزى به، وأحبب من شئت فإنك مفارقه، واعلم أن شرف المؤمن قيام الليل، وعزه استغناء ه عن الناس. رواه الطبرانى فى الأوسط وإسناده حسن، الترغيب 1/431

159- Sahal Ibnu Saad r.a. meriwayatkan bahwa Zibril a.s datang kepada Nabi SAW dan mengatakan : Hai Muhammad SAW ! engkau boleh hidup dengan umur yang panjang; akan etapi pada suatu hari engkau pasti mati.  Buatlah apa saja amal yang ingin engkau laukan ; dan engkau akan kembali kepadanya. Engkau boleh mencintai siapa saja yang engkau boleh inginkan, akan tetapi pada suatu hari engkau mesti berpisah. Dan ketauhilah ! kemulian dan kehormatan seorang beriman terletak dalam tahajjud dan kemuliannya terletak dalam berlapang dada.

 

160- عن عبدالله بن عمرو بن العاص رصىالله عنهما قال : قال لى رسو ل الله r :   يا عبدالله لا تكن مثل فلان كان يقوم من الليل فترك قياما لليل. رواه البخارى، باب مايكره من ترك قيامالليل لمن كان يقرمه، رقم : 1152

160- Abdullah Ibnu Amir Ibnu Al-As r.a.nhuma meriwayatkan : Rasulullah SAW berkata kepadaku : Hai Abdullah ! janganlah kamu menjadi seperti fulan bin fulan, yang mengerjakan tahajjud pada malam hari kemudian ia berhenti mengerjakannya.                   ( H.Bukhari )

catatan : hadist ini bermaksud bahwa tidak baik meninggalkan suatu kebajikan ( yang biasa ia kerjakan )tanpa suatu alasan yang kuat. ( Majahil Haq )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

161- Muthalib Ibnu Rabi’ah r.anhuma mriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berasabda : shalatullail ( shalat tahajud)  dikerjakan ( dua-dua rakaat) secara berpasangan. Apabila kamu mengerjakan shalat ini maka sesudah setiap dua rakaat bacalah tasahud dan dalam keadaan itu mohonlah kepada Allah seperti seorang yang benar-benar berhajat, ungkapkanlah ketidak berdayan dan kelemahan seseorang. Barangsiapa yang tidak berlaku demikian ini shalatnya tidak sempurna.  Musnad Ahmad )

catatan : Doa dapat dilakukan sesudah tasahud ( dalam shalat ) sesudah menyempurnakan shalat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

162- Huzaifah Ibnu Al Yaman r.a. meriwayatkan: pada suatu malam saya mlewati Rasulullah SAW  yang sedang engerjakan shalat dalam mesjid di Madinah. Saya berdiri dibelakang Rasulullah SAW dngan keinginan yang sangat untuk mengerjakan shalat bersama dengannya. Rasulullah SAW membaca surat Al Baqarah. Saya menyangka bahwa ia akan berukuk sesudah seratus ayat akan tetapi ia tidak berbuat demikian; karena itu saya mengira bahwa ia akan berukuk sesudah dua ratus ayat akan tetapi ia tidak berhenti disana kemudia saya yakin ia kan pergi rukuk pada akhir surat itu.ketika surat itu berakhirRasulullah SAW memuji Allah dengan ucapan, Allahumma lakalham ( segala puji bagi Allah dan kemuliaan bagi Engkau wahai Alah ) 3 kali. Dan ia kemudian meulai membaca surat Al Imran. Ketika Rasululah SAW menyempurnakan surat ini lagi ia memuji Allah dengan ucapan : Allahumma Lakalham 3 kali, dan memulai membaca surat Al Maidah. Saya yakin bahwa ia pergi rukuk pada akhir surat ini, dan ia berukuk; dan saya mendengarnya membaca tasbih ini dalam rukuk ; “ Subhanallah rabbial aldzim “        ( Maha suci Allah dan kemulian bagi Rab Ku yang Maha Besar ) karena bibir Rasulullah sedang bergerak ; saya berfikir bahwa ia sedang membaca sesuatu yang lain dengannya itu juga, perkataan yang mana saya tidak mengerti. Kemudian ia pergi sujud ; saya mendengar Rasululah SAW membaca tasbih ini ; Subhana rabbial A’la ( maha suci dan kenmuliaan bagi Rabku Yang Maha Tinggi ) dan ia membaca sesuatu yang lain yang tidak saya mengerti. Pada rakat yang kedua a mulai membaca suarat Al Anam. Saya meninggalkannya karena saya kurang sabar untuk meneruskan shalat dengan Rasululah SAW. ( Musanaf Abdurrazak )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

163- Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa saya mendengar Rasulullah SAW membaca doa ini pada suatu malam sesudah ia menyempurnakan shalat tahajjudnya.

 

 

 

Artinya : wahai Allah aku memhon kepada Engkau akan rahmat Mu yang dengannya Engkau memberikan petunjuk dalam hatiku, yang dengannya Engkau memudahkan pekerjaanku, dan engkau menghilangkan keadaan kesusahanku dengannya, dan Engkau menguruskan  keperluan-keperluanku dalam ketiadaanku dengannya. Dan Engkau memberi kehormatan dan kemulian dengan rahmat Mu ; dan membersihkan amalan-amalanku dar ( kemunafikan dan kekafiran ) dengan rahmat Mu ;  dan meletakkan itu dalam hatiku, yang baik dan sesuai bagiku; apa saja yang aku sukai, berikanlah kepaaku dengan rahmat Mu dan lindungilah aku dari segala kejahatan dengan rahmat Mu.

Wahai Allah ! berikanlah kepadaku keyakinan yang sesudah itutidak ada suatu kekafiran dan anugerahkanlah kepadaku yang mana saya boleh mendapatkan kehormatan da karunia dalan dunia ini dan diakherat. Wahai Allah! Aku bermohon kepadamu untuk memberikan aku kemapuan  mngambil keputusan yang tepat dan aku mohon kemurahan daripadamu  sebagai sahid, dan kehidupan yang bernasip baik  dan aku mohon pertolongan Mumelawan musuh-musuh.

Wahai Allah ! Aku meletakkan dihadapan Mu keperluan-keperluanku walaupun pengetauhanku tidak sempurna dan amalan-amalanku lemah sesungguhnya aku sangat memerlukan akan rahmat Mu. waLau pengatur segala urusan  dan penyembuh segala hati! Sebagaimana Engkau dengan kekuasaan Mu menjadikan lautan berpisah dari satu dan yang lain ( yang asin tetp berpisah dari yang manis  dan yang manis tetap berpisah dari yang asin ) demikian pula aku mohon jauhkanlah aku daripada api neraka dan sikasaannya, ketika orang-orang mulai meratapi ( dan berdoa bagi kematian )dan jauhkanlah aku daripada siksa kubur. Wahai Allah ! aku meminta dari rahmat Mu kebaikan yang pengetauhanku  belum dapat sampai dan amalku yang lemah untuk memperolehi kebaikan itu  yang jauh dari jangkauan niatku yang belum aku minta kepada Mu, karena Engkau telah berjanji diantara ciptaan Mu kepada  setiap hamba-hamba Mu atau suatu kebaikan yang Engkau ingin berikan kepada seorang hamba Mu. Wahai Pemberi rezeki sekalian alam ! aku juga menginginkan yang kebaikan dari Engkau dan aku memohon darinya dengan sebab rahmat Mu. Wahai Engkau yang tak pernah menyalahi janji dan Tuhan segala amal kebajikan !  aku bermohon kepada Engkau kebahagiaan pada hari azab untuk berada dikalangan orang-orang ahli sorga pada hari kiamat ; orang-orang yang Engkau sukai dan yang menghadiri mahkamah Ilahi Mu, yang rukuk dan yang bersujud dan yang memnuhi janji-janji Mu. Tiada keraguan, engkau adalah Yang maha Pengasih lagi maha Penyayang dan tiada keraguan apa saja yang Engkau suka Engkau pasti melakukannya.

Wahai Allah ! jadikanlah Aku menunutn orang lain kepada jalan kebaikan dan berikanlah kepada kami petunjuk. Janganlah Engkau menyesatkan kami dan janganlah Engkau menjadikan aku menyesatkan orang lain. Aku boleh berada dalam ketraman dengan shabat-sahabat Mu dan musuh dari musuh-musuh Mu. Mereka yang mencintai Engkau aku mencintai mereka karena cinta adaklah milik Mu, dan mereka yang bertentangan dengan Engkauaku musti mempunyai kebencian dengan mereka karena kebnecian mereka denga Emgkau. Wahai Allah ! kewajiban aku untuk berdoa ; dan adakah kewajiban Engkau untuk menrimanya dan inilah usahaku dan keyakinan ku tehadap Mu.

 

Wahai Allah! letakkanlah nur dalam hatiku dan jadikanlah kuburku bercahaya dan jadikanlah nur dihadapanku nur pada belakangku, nur pada bagian kiriku, nur pada bagian kananku, dan nur dari atasku, nur dari bawahku, ( nur Mu meliputi aku ) dan nur pada telingaku, nur pada mataku, dan nur pada setiap helai ramutku, nur pada kulitku, nur pada dagingku, nur pada darahku, nur pada setiap tulang belulangku. Wahai Allah ! tambahkan nurku dan berikanlah kepadaku nur dan jadikanlah nur nasibku. Maha suci adalah kekuasaan Nya yang tertinggi, kehormatan adalah hijab Nya, dan perintah Nya adalah yang terhormat. Kemuliaan dan penerimaa Nya adalah pakaian Nya dan kemurahan hati Nya. Maha suci adalah kekuasaan Nya yang tertinggi; hanyalah Dia yang bebas dari segala cacat. Maha Suci adalah kekuasaannya yang tertinggi, Dialah yang maha tinggi dan penuh rahmat. Maha suci adalah kekuasaan yang tertinggi; Dia memliki martabat yang tertingi dan pemurah. Maha suci adalah kekuasaannya yang tertinggi ; Dia pemilik kekuasaan dan kehormatan yang besar. ( HR.Tirmidzi )

 

 

 

 

164- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa rasulullah SAW bersabda ; barangsiapa yang membaca seratus ayat dalam shalat  pada malam hari ia tidak akan tertulis berada diantara oprang-orang yang lalai, dan barangsiapa yang membaca duaratus ayat pada malam hari, ia dikira berada dantara  hamba-hamba yang mukhlis pada malam itu.            ( Mustadarak Hakim )

 

 

 

 

 

165- Abdullah Ibnu Amr Ibnu Al-As r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasululah SAW bersabda : barangsiapa membaca sepuluh ayat dalam tahajjd tidaka akan berada siantara orang-orang yang lalai dan barangsiapa yang me,baca seratus ayat dikira diantara orang-orang taat ;  dan barangsiapa membaca seribu ayat dikira berada dianatara orang-orang yang menerima ganjaran sama dengan satu qintr. ( Ibnu Khujaimah )

Catatan : Makna qintr dijelaskan dalam hadist berikut ( 166 )

166- عن أبى هريررضىالله عنه أن رسول الله r قال : القنطار اثنا عشر ألف أوقية، كل أوقية خيرمما بين السماء والأرصى. رواه ابن حبان، قال المحقق: إسناده حسن 6/311

166- Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda : satu qintar adalah sama dengan dua belas ribu uqiyah  dan taiap-tiap uqiyah adalahj lebih bernilai daripada segala yang ada antara langit dan bumi. ( Ibnu Hiban )

 

167- عن أبى هريررضىالله عنه قال : قال رسول الله r : رحم الله رجلا قام من الليل فصلى ثم أيقظ امرأته فصلت، فإن أبت نضح فى وجهها الماء، ورحم الله امرأة قامت من الليل فصلت ثم أيقظت زوجها فصلى، فإن أبى نضحت فى وجهه الماء. رواه النسائى، باب الترغيب فى قيام اليل ، رقم : 1611

167- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullahj SAW bersabda : semoga Allah merahmati orang yang bangun pada malam hari dan mengerjakan tahajjud dan membangunkan istrinya supaya ia juga mengerjakan shalat. Jikalau ia tidak bangun ( dan tetap ditempat tidur karena lelap ), ia memercikkan air ke atas mukanya untuk menolongnya bangnun.dan semoga Alah merehmati seorang wanita yang bengun pada malam hari dan mengerjakan shalat dan membangunkan suaminya untuk tahajjud  dan jikalau ia tidak bangun ia memercikkan air keatas mukanya untuk membangunkannya.      ( Nasai ).

Catatan : Hadist ini berkenaan dengan pasangan suami istri yang gemar melakukan shalat tahajjud dan membangunkan satu sama lain dengancara ini yang tidak menyebabakan suatu kemurkaan.

 

 

168- عن أبى هريرة رضىالله عنهما قالا: قال رسول الله r إذا أيقظ الرجل أهله من الليل فصليا أوصلى ركعتين جميعا كتب فى الذاكرين والذاكرات. رواه أبو داود، باب قيام الليل، ررقم : 1309

168- Abu Hurairah dan Abu said r.anhuma meriwayatkna bahwa Rasulullah SAW bersabda : Apabila seorang laki-laki membangunkan istrinya pada malam hari dan keduanya mengerjakan ( paling kurang  ) dua rakaat shalat tahajjud, maka mereka dikira diantara laki-laki dan wanita yang mengingatin Allah sebanyak-banyaknya. ( HR.abu Daud )

169- عن عطاء رحمه الله قال : قلت لعائشة: أخبر ينى بأعجب ما رأيت من رسول الله  قالت : وأى شأنه لم يكن عجبا؟ إنه أتانى ليلة فدخل معى لحافى  ثم قال : ذرينى أتعبد لربى، فقام فتو ضأثم قام يصلى، فبكى حتى سالت دموعه على صدره، ثم ركع فبكى ثم سجد

 

 

 

 

 

 

 

169- Attah rahimahullah meriwayatkan : saya meminta  Aisyah r.anha untuk m,eberitahu saya seuatu yang tidak biasa dan luar biasa yang engkau perolehi tentang Rasulullah SAW. Aisyah r.a. menjawab : adakah sesuatu dalam dirinya yang tidak biasa dan luar biasa ! pada suatu malam ia datang kepadaku dan berbaring denganku dalam satu selimut, setelah bebera saat ia terbangun katanya : biarkan akumenyembah Rabku. Ia bangun mengambil wudhu dan mualai mengerjakan shalat. Ia mulai menangis sehingga air matanya mengalir membasahi dadanya.ia terus menagis dalam rukuk dan sujud kemudian ia mengangkat kepalanya dari sujud dan terus mnangis sehinga Bilal r.a. datang dan memanggilnya untuk shalat fajar. Saya bermohon dengan Rasulullah SAW untuk meberitahukan kepadaku apa yang menyebabkan dia begitu banyak menagis ; karena Allah telah mengampuni semua dosa-dosanya yang telah lampau, sekarang dan akan datang ? Rasulullah menjawab : tidakkah aku menjadi hamba yang bersyukur kepada Allah ? dan kemudian ia menambahkan : dan mengapa aku tidak berbuat demikian, apabila Allah SWT telah mewahyukan ayat-ayat ini kepadaku pada malam tadi…..

إن فى خلق السموت والأرض واختلاف الليل والنهار لايت لاولى الأباب

…..sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan dalam peralihan malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mempunyai pengetauhan. Al Imran….(Ibu Hibban dan Iqamatul ujjah).

 

 

 

 

 

170- Aisyah r.anha meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang mempunyai kebiasaan  mengerjakan shalat tahajjud ( pada setiap malam ) dikuasai oleh ngantuk, maka Allah memberikan kepadanya pahala shalat tahajjud , dan tidurnya adalah hadiah tambahan baginya. ( Nasai )

 

171- عن أبى الدرداء رضىالله عنه يبلغ بهالنبى r قال : من أتى فراشه وهوا ينوى أن يقوم، يصلى من اليل فغلبته عينا حتى أصبح، كتب له ما نوى وكان نومه صدقة عليه من ربه عزوجل. رواه النسائى، باب من أتى فرشه وهو بنوى القام،رقم 1788

171- Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa : Nabi SAW bersabda : barangsiapa yang pergi tidur dengan niat untuk mengerjakan shalat tahajud pada malam hari, akan tetapi dikuasai oleh ngantuk sehingga waktu subuh ( dan ia tidak dapat mengerjakannya ), maka akan tertulis baginya pahala sempurna untuk shalat tahajjud, karena apa yang ia niatkan ; dan tidurnya adalah hadiah tambahan dari Allah. (Nasai )

 

172- عن معاذ بن أنس الجهنى رصىالله عنه أن رسول الله r قال : من قعد فى مصلاه حين ينصرف من صلاة الصبح حتى يسبح ركعتى الضحى لا يقول إلا خيرا غفر له خطاياه، وإن كانت أكثر من زبد البحر. رواه أبوداود، باب صلوة الضحى، لرقم : 1687

172- Muadz Ibnu Anas Juhani r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang tetap wudhu ditempatnya sesudah mengerjakan shalat fardhu fajar dan tidak berbicara sesuatu kecuali kebaikan, kemudian mengerjakan dua rakaat shalat dhuha, maka dosa-dosanya diampuni meskipun jikalau lebih daripada buih dilautan. ( HR.Abu Daud )

173- عن الحسن بن على رضىالله عنهما قال : سمعت رسول الله r يقول : من صلى الغداة ثم ذكر الله عز وجل حتى تطلع الشمس، ثم صلى ركعتين أو أربع ركعات لم تمس جلده النار. رواه البيهقى فى شعب الايمان 3/420

173- Hasan Ibnu Ali r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasululah SAW bersabda : barangsiapa sesudah mengerjakan shalat fajar, menyubukkan dirinya kepada Alah SWT sehinga matahari terbit, dan kemudian mengerjakan dua atau empat rakaat ( shalat isra.) maka api neraka tidak akan menyentuh kulitnya. ( HR.Baij\haqi )

 

174- عن أنس بن مالك رضىالله عنه قال : قال رسول الله r من صلى الفجر فى جماعة ثم قعد يذكر الله حتى تطلع الشمس ثم صلى ركعتين كانت له كأجر حجة وعمرة، قال : قال رسول الله r : تامة تامة تامة.

 

 

174- Anas Ibnu Malik r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa sesudah mengerjakan shalat fajar dalam berjama’ah, tetapsibuk dengan brdzikir sehingga matahari terbit, kemudian mengerjakan dua rakaat, maka mendapat ganjaran haji dan umrah. Anas r.a. melaporkan bahwa  Rasulullah SAW mengatakan ini tiga kali : ( pahala) haji dan umrah yang sempurna, haji dan umrah yang sempurna, haji dan umrah yang sempurna. (HR/Tirmidzi )

 

 

 

 

 

175- Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa Rasululah SAW bersabda : Allah SWT berseru: wahai Bani Adam ! janganlah kamu lalai mengerjakan empat rakaat shalat pada permulaan hari; Aku akan mencukupkan semua keperluanmu pada hari itu. ( Mustadarak Hakim, Musnad Ahmad, dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

 

 

 

176- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menghantar sebuah pasukan yang mereka kembali dalam waktu yang singkatdengan membawa ghamnimah yang besar ( harta rampasan  perang ). Seorang laki-laki menerangkan wahai Rasulullah SAW ! kami tidak pernah melihat sebuah pasukan yang demikian yang kembali begitu cepat dan dengan membawa ghanimah yang begitu banyak. Rasulullah SAW berkata : maukah saya memberitahukan kamu tentang seorang yang memperoleh lebih banyak ghanimah dalam masa yang lebih sinkat ? seorang yang mengambil wudhu dengan semopurna pada rumahnya, pergi ke masjid, mengerjakan shalat fajar dan kemudian         ( sesudah matahari terbit ), mengerjakan shalat dhuha, sesungguhnya dalam masa yang sedikit memperolehi keuntungan yang besar sekali. (Abu Ya’la dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

 

 

 

177- Abu Dzar r.a. meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : setiap pagi sedekah harus dibayar oleh setiap orang sebagai bersyukur karena kesehatan dari setiap persendiannya. Setiap ucapan subhanallah ( Allah Maha Suci ) adalah amal sedekah. Setiap ucapan Alhamdulillah (segala puji bagi Allah ) adalah amal; sedekah. Dan setiap ucapan La Ilaha Illallah ( Tiada yang patut sisembah kecualai Allah ) adalah amal sedekah. Setiap ucapan Allahuakbar ( Allah Maha Besar ) adalah amal sedekah. Mengajak kepada yang ma’ruf adalah amal sedekah. Mencegah dari yang mungkar adalah amal sedekah. Dan mengerjakan dua rakaat dhuha mencukupi ( sebagai bersykur bagi setiap persendirian badan ).(HR.Muslim )

 

 

 

 

 

 

 

178- Buraidah r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : ada tiga ratus enam puluh persendian dalam tubuh seseorang ; dan sedekah adalah hak dari setiap persendian. Para sahabat r.anhum berseru : wahai Nabi Allah ! siapa yang sanggup membayar sedekah sebanyak itu ? baginda bersabda : menguburkan air ludah yang dibuang di masjid adalah sedekah ; menyingkirkan suatu halangan atau sesuatu yang menyakitkan dari jalan adalah sedeklah ; dan mengerjakan dua rakaat shalat dhuha mencukupi sebagai sedekah ( bagi semua persendirian  dan tubuh).(HR.Abu Daud )

 

 

 

 

 

 

 

 

179- Abu Hurairah r.a. meiwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa mengerjakan dua rakaat shalat dhuaha secara teratur, dosa-dosanya dihapuskan walaupun jikalau sebanyak buih ( dari gelombang ) dilautan. ( HR.Ibnu Majah )

 

 

 

 

 

 

 

180- Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa mengerjakan dua rakaat shalat dhuha ; tidak akan dikira diantara hamba-hamba Allah yang lalai ; dan barangsiapa mengerjakan empat rakaat akan trrtulis dianatara hamba-hamba yang taat; dan barangsiapa mengejakan enam rakaat, maka keperluanya pada hari itu akan terpelihara; dan barangsiapa engerjakan delapan rakaat, maka akan tertlis diantara orang yang taat ; dan barangsiapa mengerjakan dua belas rakaat ; Allah membangun sebuah istana baginya dalam sorga. Tidaklah berlalu suatu hari, atau suatu malam, yang mana Allah tidak mengobral sedekah dan kebajikan keatas hamba-hamaba Nya. Dan kebajikan paling besar dari Allah ke atas hamba-hambanya adalah diberikan kepada mereka kesempatan untuk mengingatinya ( melalui dzikir ). ( tabrani  dan majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

 

 

181- Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barang siapa mengerjakan enam rakaat sesudah shalat maghrib, tanpa diselingi percakapan yang sia – sia diantaranya, maka mendapat pahala sma dengan dua belas tahun ibadah. (HR.Tirmidzi )

Catatan : Sesudah dua rakaat sunah maghrib, jikalau empat rakaat sunah dikerjakan ini akan menjadi enam rakaat yang dikehendaki. Menurut beberapa ulama enam rakaat ini adalah tamabahan kepada dua rakat sunah maghrib. ( Mirqaatul mafatih dan Majahir Haque )

 

 

 

 

 

 

182- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Suatu ketika nabi SAW bertanya kepada Bilal r.a. pada waktu shalat fajar : Hei Bilal beritahukan kepadaku sebuah amalan sesudah  kamu masuk islam,  yang mana engkau mendapat pahal yang begitu banyak, karena saya mendengar derap langkahmu dihadapan saya dalam sorga dalam mimpiku. Bilal r.a.menjawab : saya tidak melakukan amalana yang luar biasa, kecuali ketika saya mengambil wudhu pada siang atau malam hari saya mengerjakan shalat ( tahyatul wudhu )sesudah itu sebanyak yang ditulis atau yang di minta daripadaku. ( HR.Bukhari )

 

 

 

Shalat-tut-Tasbih

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

183- Ibnu Abbas r.anhuma meriwayatkan Rasulullah SAW berkata kepada Abbas r.a. wahai Abbas pamanku tidakkah aku berikan ? tidakkah aku hadiahkan kepadamu? Tidakkah aku anugerahkan kepadamu ? tidakkah aku beritahukan kepadamu suatu amalan jikalau engkau mengerjakannnya akan memperolehi sepuluh manfaat ; Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu, yang dahulu maupun yang kemudian, yang lama dan baru ( yang dosa-dosa itu dilakukan ) secara sadar dan tidak sadar, besar dan kecil, sembunyi-sembunyi dan terang-terangan ? berikut ini adalah amalannya : Engkau mengerjakan empat rakaat membaca dalam setiap rakaat surat fatiha dan sebuah surat dan ketika engkau menyelesaikan bacaan  dalam rakaat pertama ; engkau membaca lima belas kali sambil berdiri Subhanallah, Alamdulillah, La ilaha illalllah, Allahu Akbar. Kemudian engkau pergi ruku’ dan mengucapkan tasbih itu sepuluh kali sambil beruku’. Kemudian engkau menangkat kepalmu sesudah ruku’( dalam qaumah yaitu berdiri dalam posisi lurus ) danmengucapkan tasbih itu sebanyak sepuluh kali. Kemudian engkau turun bersujud ; dan dalam psosisi ini ucapkanlah tasbih ityu sepuluh kaki. Kemudian engkau mengangkat kepalmu sesudah bersujud ( dalam jalza yaitu dalam  posisi duduk ); dan ucapkanlah tasbih sepuluh kaki. Kemudia engkau mengerjakan sujud yang kedua dan emngucapkan tasbih itu sepuluh kali. Kemudian engkau mengangkat kepalamu sesudah bersujud dan mengucapkan tasbih itu sepuluh kali sambil duduk. Dengan cara ini kamu telah menguca[pkan tujuh puluh lima kali dalam setiap rakaat. Kamu lakukan itu dalam semua empat rakat. ( Wahai pamanku ) jikalau engkau dapat mengerjakan ini ( shalat tasbih ) sekali setaiap hari ; maka lakukanlah demikian, jika tidak maka sekali dalam sekali setiap jum’at ; jika tidak maka sekali dlam sebulan ; jika tidak maka sekali dalam setaun; jika tidak maka sekali dalam seumur hidup  kamu. ( HR.Abu Daud )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

184- Ibnu Umar. R.anhuma eriwayatkan bahwa Rasulullah SAW mengirim a’far Ibnu Abu Thalib r.a. ke Abesinia. Ketika ia kembali ke Madinah dari Abesinia, Rasulullah SAW memeluknya dan mencium dahinya dan berkata tidakkah aku berikan kepada mu sebagai hadiah ? tidakkah aku berikan kepadamu khabar gembira ? dan tidakkah aku berikan kepadamu suatu pemberian ? ia menjawab : silakan lakukan wahai Rasulullah ! kemudian Rasulullah SAW menjelaskan secara terperinci  tentang shalat tut tasbih           ( Mustadrak hakim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

185- Fadalah Ibnu Ubaid r.a. meriwayatkan : pada suatu hari Rasulullah SAW duduk, ketika seorang masuk mesjid dan mengerjakan shalat dan membaca Allahummaghfirli warhamni ( wahai Allah ! ) ampunilah aku dan rahmatilah aku. Rasulullah SAW bertanya kepadanya : engkauterlalu tergesa-gesa dalam berdo’a ! apabila engkau telah menyelesaikan shalat, dan dalam keadaan duduk ; engkau harus memuji Allah, yang sesungguhnya ia patut untuik mendapat pujian ; (kemudian kamu membaca shalawat ( meminta Allah untuk mengirimkan kurnia kehormatan dan rahmat ) kepadaku. Kemudian kamu baru berdoa. Fudalah Ibnu Ubaid meriwayatkan : seorang yang lain datang dan mengerjakan shalat kemudian ia meuji Allah dan membaca shalawat ketasa nabi SAW. Rasulullah SAW berkata kepada orang itu : wahai orang yang mengerjkan shalat ! ( sekarang ) berdoalah kepada Allah  maka doa mu akan diterima ! ( HR.Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

186- Anas r.a.meriwayatkan : bahawa Rasulullah SAW melewati seorang laki-laki dari kampung yang dalam shalatnya berdoa sebagai berikut :

اللهم مغفرتك أوسع من ذنوبى ورحمتك أرجى عندى من عملى

 

Artinya :  Wahai Yang Maha Agung ! yang kepadanya tak pernah dilihat oleh mata yang Dia berada diluar jangkauan kami, yang kepada Nya tidak seorangpun yang dapat memujinya sebagaumana Dia adanya, yang tiada malepataka waktu yang dapat mempengaruhinya, atau Dia tidak takut kepada malapetaka waktu. ( Wahai Yang Maha Agung ! ) Dia yang mengetauhi beratnya gunung-gunung, takaran sungai-sungai, jumlah curah hujan, dan jumlah dedaunan pohon-pohon; dan ( Wahai yang Maha Agung ! ) Dia yang mengetauhi segala sesuatu yang mana kegelapan malam meliputinya, dan yang mana cahaya siang datang, dari Dialah tiada langit yang dapat menyembunyikan langit yang lain, dan tiada bumi yang dapat menyembunyikan bumi yang lain; atauntiada serbuah lautan yang dapat menyembunyikan apa yang ada pada  kedalamnya, atau sebuah gunung tak dapat menyembunyikan apa yang ada dalam kekerasaan batu-batu karang. Wahai Allah ! jadikanlah bagian akhir umurku terbaik; dan akhir amalanku amal yang terbaik, dan jadikanlah hari-hariku yang terbaik, hari yang mana saya bertemu dengan Engkau ( pada hari kematian ). Rasulullah SAW menugaskan seorang laki-laki supaya ketika orang ini menyempurnakan shalatnya kemudian  membawanya kepadaku. Karena itu ia datang kepada Rasulullah SAW sesudah menyempurnakan shalatnya. Rasulullah SAW mnghadiakan sebentuk emas dari galian yang datang sebagai hadiah. Kemudian ia bertanya kepada Badui itu : kamu berasal dari suku mana ? ia berkata : wahai Rasulullah ! Saya berasal dari suku Banu Amir. Baginda SAW berkata : Tahukah engkau mengapa saya menghadiakan emas ini kepadamu ? Badui itu berkata : Wahai Rasululah ! karena saya mempunyai kekerabatan dengan engkau. Baginda SAW kemudian berkata : hubungan kekarabatan mempunyai hak-haknya, akan tetapi saya menghadiakan emas ini kepadamu karena engkau memuji Allah dengan suatu cara yang sangat layak. (tabrani dan Majma Uz Zawaid )

Catatan : Doa tersebut dapat dibaca dalam setiap posisi dari shalat nafil.

 

 

 

 

 

 

187- Abu Bakar r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : apabila seorang hamba Allah melakukan dosa kemudian ia mengambil wudhu dengan sempurna dan mengerjakan dua rakaat shalat, dan memohon keampunan dari Allah, Dia mengampuninya. Kemudian Rasulullah SAW membaca ayat-ayat ini :

والذين إذا فعلوا فاحشة أو ظلموآ أنفسهم

Artinya :  dan mereka yang bila melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiriswegera mengingat Allah dan memohonkan ampunan atas segala dosanya ; dan siapa yang dapat mengampuni dosa selain Alah ? dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosanya demikian padahal mereka tahu ( Al-Imran 3:135 ) ( HR.Abu Daud )

 

 

 

 

 

 

188- Hasan Rahimahullah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : tiada seorang hamba Allah yang melakukan suatu perbuatan dosa, kemudian mensucikan dirinya dengan wudhu’ yang sempurna, kemudian ia keluar kelapangan terbuka dan mengerjakan dua rakaat shalat dan memohon pengampuna atas dosa-dosanya kecuali Allah SWT pasti mengampuninya. ( Baihaqi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

189- Jabir Ibnu Abdullah r.anhuma meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW mengajarkan kami cara melakukan istikharah ( memohon Allah untuk menunjuki seseorang cara yang benar dari suatu amalan mengenai suatu kerja atau suatu amalan), dalam segala hal sebagaimana ia mengajarkan kami surat-surat dari Al Qur’an. Baginda berkata : jikalau salah seorang daripada kamu berniat melakukan suatu pekerjaan ( hal urusan seseorang ), ia mesti mengerjakan dua rakaat shalat sunat dan berdoa sebagai berikut :

االلهم إنى أستخيرك ……….ثم أرضنىبه

Artinya : Wahai Allah ! aku minta pilihan kepada Mu dengan pengetauhan Mu dan aku mohon keputusan dengan kekuasaan Mu dan aku mohon kepada Mu dari keutamaan Mu yang besar, sesungguhnya Engkau mampu sedang aku tidak mampu dan Engkau mengetahui sedang aku tidak mengetauhi dan Engkau mengetauhi hal-hal yang ghaib.

Wahai Allah ! jikalau Engkau mengetauhi bahwa urusan ini baik bagiku dalam agamaku dan penghidupanku serta akhir urusanku, maka takdirkanlah bagiku dan mudahkanlah bagiku kemudian berkatilah aku didalamnya.

Apabila Engkau mengetauhi bahawa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, pnghidupanku dan akhri urusanku atau buat masa dekat dan masa depannya, maka singkirkanlah ia dariku dan takdirkanlah kebaikan bagiku dimanapun juga kemudian jadikanlah aku ridha dengan Nya. Rasulullah Saw menambahkan bahwa seseorang kemudian boleh menyebutkan keperluannya ( dalam shalat pada kedua tempat ketika ia membaca “ hazal amir “ yaitu kerja ini ia harus menyebutkan keperluannya).                     ( HR.Bukhari )

Catatan : Sebagai misal, jikalau istikharah dilakukan untuk bermusafir, maka katakan “ hazal safar “ sebagai ganti “hazal amr “ dan dalam urusan nikah, katakan “ hazal nikah”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

190- Abu bakrah r.a. meriwayatkan bahawa : selama masa Nabi SAW terjadi gerhana matahari, dan ia pergi ke masjid ( tergesa-gesa ), ia manarik jubahnya dan sahabat-sahabat r.anhum berkumpul mengelilinginya. Ia mengimami mereka dalam shalat dua rakaat. Dan ketika gerhana telah menjadi terang, baginda SAW bersabda : sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda diantara tanda-tanda kebesaran Allah. Mereka tidak memudar karena kematian seseorang ( sebagaimana pemikiran jahil orang-orang hari ini; sesungguhnya semua ini fenomena alam yang hanya terjadi dengan perintah Allah ). Olhe sebab itu apabila terjadi gerhana, kerjakan shalat dan terus berdoa memohon rahmat Allah sehinga gerhana berakhir. Ini terjadi yang putra Rasulullah Saw bernama  Ibrahim r.a. meninggal pada hari itu’ dan orang-orang membicrakan tentang kematiannya ( yang maengatakan gerhana telah menybabkan kematiannya ). ( HR.Bukhari )

191- عن عبدالله بن زيد المازنى رضى الله يقول: خرج رسول الله r إلى المصلى فاستسقى ، وحول رداءه حين اسقبل القبلة. رواه مسلم ، باب كتبا صلاة إستسقاء، رقم 2070

191- Abdullah Ibnu Zaid Al-Mazini r.a. meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW pergi ketempat shalatul I’ed dan mengerjakan shalatul istisqa ( untuk meminta hujan, dan membalikkan serbannya bagian dalam keluar sementara ia menghadap kiblat ( memohon kepada Allah, untuk mengembalikan keadaan kemarau ini,  dengan rahmat Nya yang mutlak, dan menurunkan hujan ). ( HR.Muslim )

 

 

 

 

192- Huzaifah r.a. meriwayatkan bahwa : Apabila Nabi SAW menghadapi sesuatu  kesulitan dan keadaan yang suram, maka ia bersegera kepada shalat. ( HR.Abu Daud )

 

 

 

 

 

193- Ma’mar rahimahullah meriwayatkan dari seorang sahabat quraisy : Apabila keluarga Nabi SAW mengalamin kesulitan karena makanan dan perbekalan, ia memerintahkan mereka mengerjakan dan membaca ayat berikut :

وأمر أهلك بالصلوت واصطبر عليها لا نسألك رزقا نحن نرزقك والعاقبة للتقوى

 

Artinya : Dan perintahkanlah keluargmu kepada shalat dan bersabarlah dengannya. Kami tidak meinta rezeki kepadamu, sesungguhnya Kamilah yang memberi rezeki kepadamu, dan sebaik-baik takdir ( di akherat ) adalah sungguh bagi orang-orang yang bertakwa.       ( Ithafusada dan Musanaf Abdurrazak. )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

194- Abdullah Ibnu Abu Awfa Al Aslami r.anhuma meriwayatkan : bahawa Rasulullah SAW datang kepada kami dan berkata : barangsiapa yang dihadapkan dengan suatu keperluan,  yang berkaitan kepada Allah ( kepada salah seorang dari ciptan Nya, maka hendaklah ia mengambil wudhu’ dan mengerjakan shalat, dan berdoa : Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Pemaaf dan Maha pemurah, Maha suci Allah pemilik Arsy yang Agung, segala Puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Wahai Allah ! Aku mohon kepada Mu, curahan rahmat Mu dan kepastan ampunan Mu, dan penghasilan segala kebaikan dan kesematan dari segala dosa. Janganlah biarkanm dosa padaku melainkan Engkau telah mengampuninya dan janganlah biarkan kesusahan kepadaku melainkan Engkau telah menghilangkannya dan janganlah biarkan keperluan yang Englau ridhai melainkan Engkau telah memenuhinya, wahai Tuhan yang Maha Penyayang diantara para penyayang. Sesudah mengucapkan doa ini kepada Allah untuk apa saja yang engkau inginkan berkenaan dengan dunai ini atau akherat. Tidak dapat diragukan pasti diterima.   ( Ibnu Majah dan Misbahuzzujajah ).

 

 

 

 

 

 

195- Abdullah Ibnu masud r.a. meriwayatkan bahwa seoarang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan berkata : Wahai Rasulullah saya ingin pergi ke Bahrain untuk untuk berniaga. Rasulullah SAW mengarahkannya untuk mengerjakan shalat dua rakaat sebelum memulakan perjalanan. ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

 

196- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : bahwa Nabi SAW bersabda : Apabila kamu memasuki rumahmu, kerjakanlah dua rakaat shalat. Karena ini akan melindungi kamu dari kejahatan yang masuk kerumahmu. Demikian pula kerjakanlah dua rakaat shalat sebelum keluar dari rumahmu ; karena ini akan melindungi kamu  dari kejahatan yang ada di luar.( Bazar, Majma UZ Zawaid )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

197- Ubayy Ibnu Kaab r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bertanya kepadaku : apa yang kamu baca dalam permulaan shalatmu ? Kaab r.a. menjawab : umul qur’an (surat fatiha )! Rasulullah SAW kemudian bersabda : demi Dia yang dalam tangannya nyawaku ada, Allah tidak mewahyukan surat ( yang serupa dengan ini dalam taurat, atau dalam injil, atau dalam zabur, atau dalam sisa al qur’an. Dan sungguh ini, tujuh ayat ( Sab’masani ) yang diulang dalam setiap rakaat dari shalat. ( Musnad Ahamad dan Fathur Rabbani ).

 

 

 

 

 

 

 

 

198- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Allah SWT berfirman : Aku telah membagikan surat fatiha dalam dua bagian antara Aku dan hamba Ku, dan hamba Ku akan menerima apa yang ia minta.  Apabila hambaku berkata Alhamdulillahi rabbil Alamin ( Segala Puji bagi Allah Tuhan sekalian alam ). Allah SWT berfirman hamba Ku telah memuji Ku ! dan apabila hamba Nya membaca Arrahmanirrahim ( Maha Pengasih maha Penyayang ) Allah SWT berfirman : hamba KU telah memuliakan Aku ! dan apabila apabila hambanya membaca malikiyaumiddin       ( raja pada hari kiamat  yaitu ganjaran dan azab ). Allah berfirman : hamba Ku telah mengagungkan Aku! ( atau ) mempercayakan Aku !  dan apabila hamba Ku mengucapkan : Iyya kana’budua waiyyakana’stain ( hanya kepada Engkau kami menyembah, dan hanya kepada Engkau kami meminta pertolongan , ini antara aku dan hamba Ku, maka apa saja yang ia minta akan diberikan ! dan apabila hamba Nya berkata Ihdinasshiratolmustaqim shirotholladzina an amta alaihim ghoiril maghdubi alaihim waladhoolin ( tunjukilah kami kejalan yang  lurus, jalan orang-orang yang keatas mereka Engkau berikan ni’mat; dan bukanlah jalan orang-orang yang telah Engkau murkai ; atau orang-orang yang telah Engkau sesatkan ). Allah berfirman : inilah ( bagian surat yang khusus ) bagi hamba Ku dan hamba Ku akan menerima apa saja yang ia minta. ( HR.Muslim )

 

 

 

 

 

 

199- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : katakanlah amin, apabila imam membaca ghairil ma’dhubi alaihim waladholin, dan apabila aminnya bersamaan dengan para malaikat maka segala dosanya yang lampau akan diampuni. ( HR.Bukhari ).

 

 

 

 

 

200- Abu Musa Al Ashari ra. Meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : apabila imam membaca ghairil maghdbi waladhaliin ,( dan buka jalannya orang-orang yang Engkau murkai dan bukanlah jalan orang-orang yang telah Engkau sesatkan ) katakanlah amiin, Allah akan menerima doamu. ( HR.Muslim )

 

 

 

 

 

 

201- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW maukah kamu suka yang seorang pulang ke keluarganya dan mendapatkan seekor unta betina yang besar, gemuk lagi hamil ? kami menjawab : Ya ! Nabi SAW kemudian bersabda : tiga ayat Al Qur’an yang kamu baca dalam shalatmu adalah lebih baik ( dalam nilai dan kelebihannya ) baginya daripada tiga ekor unta betina yang besar, gemuk lagi hamil ! (HR.Muslim )

Catatan : Sebagaimana unta-unta ( khususnya yang gemuk lagi hamil, yang punuknya berisi dengan daging ) oleh orang-orang arab merupakan barang niaga yang sangat bernilai dan berguna, oleh sebab itu Rasulullah SAW memberikan contoh ini untuk mnrkankan nilai ayat-ayat Al Qur’an, sebagai lebih berharga daripada harga benda – benda dunia.

 

 

 

 

 

202- Abu Dzar r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang mengerjakan ruku’ dan sujud maka derajatnya dinaikkan satu peringkat, dan satu dari dosanya diampuni. (Musnad Ahmad, Musnad Bazar, Tabrani dan Majma UZ Zawaid )

 

 

 

 

 

203- Rifa’ah Ibnu Rafi Az Zuraqi ra.a eriwayatkan bahwa : pada suatu hari kami mengerjakan shalat di belakang Nabi SAW, apabila Baginda mengangkat kepalanya daRI ruku’, ia berkata : Sami allohu limanhamidah ( Allah mendengar siapa yang memuji Nya ! ) seorang berada dibelakangnya membaca : Rabbana walakalhamd hamdan katsiraan tayyiban mubarakan fii ( Wahai Tuhan kami ! segala puji bagi Engkau, yang penuh kemuliaan dan keberkahan ). Apabila Rasulullah SAW menyempurnakan shalat, ia bertanya : siapa yang mengucapkan perkataan-perkataan ini ? lelaki itu menjawab : saya yang mengucapkan ! Rasulullah SAW kemudian berkata : saya melihat lebih daripada tiga puluh malaikat yang bekejar-kejaran satu sama lain untuk menjadi yang pertama mencatatkan ( pahalanya ) ! ( HR.Bukhari )

 

 

 

 

 

204- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : Apabila imam mengucap : Sami’allohuliman hamidah ( Allah mendegar orang yang mmuji kepada Nya !) kemudian mengucap : Allahumma ! Rabbana lakalham ( Wahai Allah ! wahai Tuhan kami, hanya kepada Engkau segala pujian !). dan baginya ucapan pujiannya ini bersamaan dengan pujian para malaikat, maka segala dosa=-dosanya yang kampau di ampuni ! ( HR.Muslim ).

 

 

 

 

 

 

205- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : orang yang paling dekat yang seorang hamba datang mendekati Rabnya adalah apabila ia berada dalam keadan sujud ketika shalat, maka berdoalah sebanyak-banyaknya ketika kamu dalam keadaan sujud. (HR.Muslim )

 

 

 

 

 

 

206- Ubadah Ibnu Samith r.a. meriwayatkan bahwa : ia mendengar Rasulullah SAW bersabda : dari antara hamba-hamba yang bersujud kepada Allah semata-mata karena Nya Allah ( karena sujudnya ini ) menulis baginya satu amalan kebaikan, menghapus baginya satu amalan keburukan dan menaikkan baginya satu derajat. Oleh karena itu bersujudlah ( dengan mengerjakan shalat ) sebanyak-banyaknya ! ( Ibnu Majah ).

 

 

 

 

207- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : apabila Bani Adam membaca ayat yang mana ada sujud, dan kemudian turun dalam sajadah; setan menarik diri bersunyi diri, menangis dan berkata : celakalah aku ini ! Bani Adam diperintahkan untuk bersujud ; dan ia ( taat dan ) melakukan sajadah, maka baginya adalah sorga ( buat selama-lamanya ).dan aku juga diperintahkan untuk melakukan sujud, akan tetapi aku telah menolak, dan oleh sebab itu bagiku adalah kebinasaan ( yang kekal ) dalam api neraka. ( HR.Muslim ).

Catatan : ini berkaitan kepada ayat-ayat Al Qur’an dimana sujud disebutkan;  ketika membaca sebuah ayat demikian, maka seorang mesti melakukan sujud.

 

 

 

 

 

 

 

 

208- Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda ( dalam sebuah hadist yang panjang ) : apabila Allah sudah akan menyempurnakan pengadilannya dan keputusannya diantara hamba-hambanya ; dan apabila Dia berkehendak untuk menghapus dengan rahmat Nya, siapa yang Dia kehendaki; dari antara orang-orang yang telah dilaknat oleh api neraka, Dia akan memerintahkan malaikat-malaikatuntuk mengeluarkan mereka dari neraka, orang-orang yang tidak melakukan suatu bentuk syirik dan pernah mengucap La Ilaha Illallah ( Tiada Tuhan yang di sembah kecuali Allah. ) Malaikat-malaikat akan mengenal mereka dalam neraka melalui tanda-tanda sujud mereka. Neraka akan memakan habis seluruh tubuh Bani Adam ; kecuali bekas sujud sebagaimana Allah SWT telah mengharamkan api neraka dari memakan habis bekas sujud mereka ; dan mereka akan dikeluarkan oleh malaikat-malaikat dari api nereka.                                ( HR.Muslim ).

Catatan : bekas sujud ada tujuh bagian dalam badan, yang menyentuh tanah apabila sajadah dilakukan. Ini meliputi; dahi, kedua tangan, kedua lutut dan kedua kaki. ( Nawawi ).

 

 

 

 

 

 

209- Ibnu Abbas  r.a.nhuma meriwayatkan bahwa Rasululah SAW mengajar kepada kami tasahud, sebagaimana ia mengajar akami surah-surah Al Qur’an. ( HR.Muslim )

 

 

 

 

210- Khaffat Ibnu Ima’ Al Ghifari r.a. meriwayatkan bahwa: apabila Rasulullah SAW duduk dalam ( qoadah ) pada akhir shalat kemudian ia menunjuk dengan jari telunjuknya. Orang-orang musyrik berkata bahwa ia sedang membuang beberapa ucapan magic ( Allah mengharamkan !) dengan jari telunjuknya. Mereka sebenarnya berbohong saja. Rasululah SAW menunjukkan tauhid ( ke Esaan ) Allah dengan cara demikian. ( Musnad Ahmad, Tabrani dan Majma UZ Zawaid. )

 

 

 

 

 

 

211- Nafi rahimahullah meriwayatkan bahwa : apabila Abdullah Ibnu Umar r.anhuma duduk dalam shalat ( Quadah ) ia meletakkan kedua tangannya diatas paha-pahanya, dan menunjuk dengan jari telunjuknya dan mengarahkan matanya, tepat pada jari yang sementara menunjuk. Sesudah shalat ia menceritakan bahwa Rasulullah SAW berkata tentang  menunjukkan jari telunjuk : ( bahwa menunjukkan dalam jari telunjuk dalam tashahud ) adalah lebih keras kepada setan daripada sebuah anak panah besi ! ( Musnad Ahmad )

Catatan : Posisi duduk dari shalat dikenal sebagai qoadah. Dan menunjukkan jari telunjuk adalah simbolis tauhid dan di lakukan secara serempak dengan bacan yang menggambarkan tauhid yaitu saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang disembah kecuali Allah; dan saya bersaksi bahwa Muhamad adalah hamba Nya dan rasul Nya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KHUSYU’ DAN KHUDU’

TAKUT DAN TAWAJJUH DALAM SHALAT

 

 

Ayat-ayat Al-Qur’an

 

 

قال الله تعالى : حفظوا على الصلوات وآصلوة آلوسطى وقوموا لله قنتين %( البقرة: 238)

Allah SWT berfirman : peliharalah selalu semua shalat-shalat fardhu dan ( terutama ) shalat pada pertengahan ( shalat ashar ), dan berdirilah dihadapan Allah dengan ketaatan yang khusu’. ( Al-Baqarah 2: 238 )

 

وقال تعالى: وآستعينوا بآلصبر وآلصلوة  وإنها لكبيرة اٌلا على آلخشعين % ( البقرة: 45 )

Allah SWT berfirman : Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat; dan ini sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusu’ dan berserah diri kepada Allah ). (Al-Baqarah 2:45 )

Catatan : sabar bermakna bahwa seorang menahan dirinya dari nafsunya dan bisikan-bisikan dari dalamnya dan menuruti semua perintah-perintah Allah. Serupa juga menahan sabar atas kesulitan-kesulitan juga termasuk sabar. Ayat yang memerintahkan iniuntuk mengamalkan agama maka pertolongan diperolehi melalui sabar dan shalat.

 

وقال تعالى : قد أفلح آلمؤمنون % آلذين هم فى صلاتهم خشعون % ( المؤمنون : 1-2)

Allah SWT berfirman : sesungguhnya orang-orang beriman yang mendapat kesuksesan adalah mereka yang khsusu’ dalam shalat mereka. (Al-Mukminun 23 : 1-2 )

 

 

 

Hadist-hadist Nabawi

212- عن عثمان رضى الله عنه فال : سمعت رسو ل الله r يقول : ما من امرىء مسلم تحضره صلاة مكتو بة، فيحسن وضوء ها وخسو عها وركو عها، إلا كانت كفارة لما قبلها من الذنوب ما لم يؤت كبيرة، وذلك الدهر كله. رواه مسلم، باب فضل الوضوء … صحيح مسلم 1/ 206 طبع دار إحياء التراث العربى

212- Ustman Ibnu Affan r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : tiada seorang muslim yang apabila tiba waktu shalat fardhu mengambil wudhu’ denga sempurna dan mengerjakan shalat dengan khusu’ dan ruku’ yang sempurna, kecuali shalatnya itu akan menjadi penghapusan keatas dosa-dosanya yang telah lampau; selama ia tidak mengerjakan dosa-dosa yang besar, maka kelebihan shalat ini akan memberi manfaat kepadanya sepanjang waktu. ( HR.Muslim ).

Catatan : Khusu’ dalam shalat bermakna bahwa hati seseorang dipenuhi dengan kebesaran dan keagungan Allah, dan anggota-anggota badannya berada dalam keadaan tentram. Khusu’ juga bermaksud memfokuskan pandangan sementara dalam qauma pada tempat diman sujud dilakukan ; dalam ruku’ mata ditujukan kepada jari-jari; dalam sajadah mata diarahkan pada hidung, dan pada posisi qoadah mata diarahkan pada paha.  ( bayanul Qur’an dan Sarhus Sunnah Abu Daud lil ayni )

 

 

 

 

 

 

213- Zaid Ibnu Khalid Al Juhani r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : Barangsiapa yang mengambil wudhu’ dengan sempurna dan kemudian mengerjakan dua rakaat shalat, dsalam suatu cara yang ia tidak melupakan sesuatu selama shalat ( dengan keseluuhan konsentrasi kepada Allah Ta’ala ), maka semua dosa-dosanya yang lampau diampuni. ( HR.Abu Daud )

 

 

 

 

 

 

 

214- Uqbah Ibnu Amir Al Juhani r.a. meriwayatkan bahwa : Nabi SAW bersabda : Tidaklah seorang muslim mengambil wudhu’ dan berwudu’ secara sempurna, kemusian berdiri dalam shalat, penuh tawajjuh pada apa yang ia ucapkan kecuali ia meninggalkan   ( sesudah menyempurnakan ) shalatnya ( dalam keadan ) bebas dari dosa, sebagaimana pada hari ibunya melahirkan dia. ( Mustadrak Hakim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

215- Humran rahmatullahialaihi, hamba yang dibebaskan oleh Ustman r.a. menceritakan: Ustman Ibnu Affan r.a. meminta air kemudian berwudhu’. Ia membasuh tangannya tiga kali, kemudian ia memasukkan air kemulutnya dan kehidungnya dan membasuh mukanya tiga kali. Kemudian ia membasuh lengan tangannya sampai ke siku tiga kali, dan membasuh lengan kirinya seperti itu juga, kemudian menyapukan kepalanya dengan tangannya yang basah dan ia membasuh kaki kanannya termasuk pergelangan kaki tiga kali, kemudian ia membasuh kaki kirinya seperti itu juga, dan ia berkata : saya melihat Rasulullah SAW mengerjakan wudhu’ seperti yang saya kerjakan, dan Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang wudhu’’nya serupa dengan wudhu’ku, kemudian berdiri dan mengerjakan dua rakaat, tidak memikirkan sesuatu yang lain ) dengan penuh konsentrasi), maka segala dosa-dosanya yang terdahulu diampuni. Ibnu Sihab rahmatullahialaihi berkata ulama-ulama kita mengatakan, untuk shalat inilah wudhu’ yang paking sempurna. (HR.Muslim ).

 

 

 

 

 

 

216- Abu Darda r.a meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang mengambil wudhu’ dengan sempurna, kemudian mengerjakan dua rakaat atau empat rakaat, ( periwayat ragu-ragu apakah ia mendengar Rasululah SAW mengatakan dua rakaat atau empat rakaat), mengerjakan ruku’ dengan baik dan dengan khusu’ ( merendahkan diri dan penuh ketakutan ), kemudian berdoa kepada Alah bagi kemapunan ; maka ia akan diampuni.(Musnad Ahmad dan Majam Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

 

217- Uqbah Ibnu Amir Al Juhani ra.a meriwayatkan bahwa rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang berudu’ dengan sempurna dan kemudian mengerjakan dua rakaat, sedemikian rupa sehinga hatinya penuh perhatian dan badannya berada dalam keadan rileks, maka sorga menjadi wajib baginya ! ( HR.Abu daud )

 

 

 

 

218- Jabir r.a.meriwayatkan bahwa seorang datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya: Wahai Rasulullah ! shalat yang bagaimanakah yang adalah shalat yang terbaik ? Baginda menjawab : ( seorang yang shalatnya dengan ) qunut yang panjang. ( Ibnu Hibban )

Catatan : Qunut disini bermakna berdiri dalam shalat dan membaca Al Qur’an dengan penuh khusyuk kepada Allah.

 

 

 

 

 

 

219- Mughirah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berdiri dalam shalat sangat lama sehingga kaki-kakinya menjadi bengkak. Dikatakan kepadanya, Allah SWT telah mengampuni dosa-dosamu pada masa yuang lampau dan masa yang akan datang. Baginda berkata : tidakkah aku menjadi seorang hamba yang brsyukur kepada Allah ? (HR.Bukhari )

 

 

 

 

 

220- Amar Ibnu yasir r.anhuma meriwayatkan : Saya mendengar rasulullah SAW bersada: sesungguhnya seorang meninggalkan ( dari tempat ia telah mengerjakan shalatnya ) dan tidak tertulis baginya kecuali sepersepuluh ( pahala ) shalatnya atau sepersembilan, atau seperdelapan, atau sepertujuh; atau seperenam; atau seperlima; atau sperempat; atau sepertiga; atau separuh pahal dari shalatnya. ( HR.Abu Daud )

Catatan : Hadist ini menjelaskan bahwa semakin ikhlas dan khusyu’ bentuk lahir dan bathin dalam shalat seseorang yang mendekati sunnah, maka semakin besar pahalanya  (Badzhl Majhud ).

 

 

 

 

 

 

 

221- fadl Ibnu Abbas r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : kerjakanlah shalat dalam dua ( rakaat ) kemudian dua ( rakaat ) dengan tasyahud yang diucapakan pada akhir dari tiapa-tiap dua rakaat, dan ( shalat ) doa yang penuh merendah diri, dengan khusu’ dan ketentraman. Kemudian ( sesudah menyempurnakan shalat ) angkatlah kedua tanganmu dengan merendah diri kepada Rabmu, dengan menghadapkan kedua telapak tanganmu kearah mukamu dan ucapkanlah wahai Tuhanku ! wahai Tuhanku ! wahai Tuhanku ! dan baangsiapa yang tidak berbuat demikian, maka shalatnya tidak sempurna. ( Musnad Ahmad )

catatan : perkataan yang dipakai disini tidak sempurna adalah khidaj, yangarti harafiahnya bayi atau binatang yang prematur. Sama halnya apabila seorang mengerjakan shalat Allah pasti mendengar dan menjawab doanya. Jikalau ia tidak memperoleh peluang memperbaiki dan membetulkan shalatnya maka tidak dapat diragukan bahwa shalatnya tidak sempurna ( tidak mendapat pahala sempurna ).

 

 

 

 

 

 

 

222- Abu Dzar r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : Allah SWT tiada hentinya berpaling dengan penuh perhatian kepada hamba Nya ketika ia dalam shalat, selagi ia tidak berpaling perhatiannya. Demikian jikalau ia memalingkan perhatiannya      ( dalam kebingungan, Allah SWT akan berpaling daripadanya !. (Nasai )

 

 

 

 

 

223- Huzaifah r.a. melaporkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : sesungguhnya apabila seorang berdiri dalam shalat, Allah Ta’ala menghadap kepadanya dengan penuh perhatian sehingga ia kembali ( dari shalatnya), atau melakukan suatu amalan yang bertentangan dengan kebajikan dan adab dari shalat.( Ibnu Majah )

 

 

 

 

 

224- Abu Dzar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : apabila seorang dianatar kamu berdiri dalam shalat, ia tidak boleh meratakan kerikil-kerikil ( dengan tangannya ), karena rahmat ( Allah ) sedang ditujukan kepadanya. (HR.Tirmidzi )

Catatan : dalam permulan islam tiada sesuatupun yang dihamparkan diatas lantai mesjid, dan shalat dikerjakan diatas gundukan pasir dan kerikil. Oleh karena itu pada masa itu melakukan sujud tidak menyenangkan karena terdapat pasir dan kerikil Rasulullah SAW melarang meratakan tempat sujud dengan sengaja, karena pada masa ini rahmat Allah sedang diarahkan menuju kepada orang-orang dalam shalat. Segala perbuatan yang tidak disengaja selama shalat, boleh mneyebabkan seseorang kehilangan rahmat Allah.

 

 

 

 

 

 

 

225- Samura r.a. eriwayatkan bahwa Rasululah SAW memerintahkan kami, ketika kami mengangkat kepala dari sujud dalam shalat, untuk duduk dengan tentram dioatas tanah dan bukan ( diatas tumit dengan dua kaki tegak ) diatas jari-jari kaki. ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

 

 

 

226- Abu Darda r.a. meriwayatkan ini pada masa kematiannya : saya hendak menceritakan kepada kamu (sekarang) sebuah hadist yang saya dengar dari Rasulullah SAW yang bersabda : Sembahlah Allah seolah-olah engkau melihat Nya dan jikalau engkau tidak dapat melihat Nya, maka sesunguhnya Dia melihat kamu !anggaplah dirimu diantara orang mati dan waspadalah terhadap doa orang yang di zalimi, karena seasungguhnya doanya makbul. Dan barangsiapa yang sanggup dari antara kamu untuk menghadiri dua shalat isya dan fajar ( dengan berjamaah ) mskipun dngan meangkat, maka hendaklah ia melakukan demikian ! ( tabrani Majma UZ Zawaid )

 

 

 

 

 

227- Ibnu umar r.anhuma meriwayatkan  bahwa rasulullah SAW bersabda : kerjakanlah shalat seperti seorang yang sedang dalam bermusafir ( dalam dunia ini ), karena meskipun engkau melihatnya  (Allah ) dan jikalau  engkau tidak melihat nya sesungguhnya ia melihat kamu ! ( Jami’us Saghir )

 

 

 

 

 

228- Abdullah r.a. meriwayatkan bahwa kami sering mengucapkan salam kepada Rasullullah SAW meskipun ia sedang berada dalam shalat, dan ia senantiasa menjawab salam kami. Kemudian apabila kami kembali dari Najasy, kami mengucap salam               ( sebagaimana biasanya ) kepadanya akan tetapi ia tidak menjawab oelhsebab itu kami berkata : Wahai rasulullah ! kami biasa menguicap salam kepadamu dalam shalat dan engkau menjawab salam kami. Baginda menjawab : sesungguhnya shalat menghendaki selurh perhatian seseorang. (HR.Muslim).

Catatan : najasy adalah gelaran untuk Raja Ethiopia dahulu. Sejumlah orang islam telah berpindah ke Ethiopia dibawah jaminan Najasy.

 

 

 

 

 

229-  Abdullah r.a.meriwayatkan : Saya melihat Rasulullah SAW mengerjakan shalat, dan terdengar dari dadanya suara seperti  putaran batu gilingan karena tangisannya. (Hr.Abu daud )

 

 

 

 

230- Ibnu Abbas r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : perumpamaan shalat fardhu adalh seperti sebuah timbangan, barangsiapa yang memberi sepenuhnya, akan mengambil sepenuhnya ( barangsiapa mengerjakan shalat dengan sempurna dan dengan betul akan mendapat pahala penuh dari Nya ). ( baihaqi dan Targhib )

 

 

 

 

 

 

231- Ustman Ibnu Abi Dahris r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Allah SWT hanya menerima amalan seorang hambanya apabila ia menjadikan hatinya tawajuh dengan tubuhnya. ( Ithafussadah )

 

 

 

 

 

232- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasululah SAW bersabda : shalat ada tiga bagian. Athuhur ( kesuciaan )adalah sepertiga bagian, ruku’ adalah spertiga bagian dan sujud adalah sepertiga bagian. Oleh sebab itu barangsiapa yang mengerjakan shalat dengan sempurna sebagaimana haknya shalat, maka shalatnya akan diterima darinya, dan segala amalnya yang lain akan diterima darinya.dan orang yang shalatnya ditolak maka segala amalannya yang lain juga tertolak. ( bazar dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

233- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah Saw mengimami kami dalam shalat ashar. Baginda memperhatikan seorang laki-laki yang sedang mengerjakan shalat karena itu ia berkata : hai..fulan ! takutlah kepada Allah dan kerjakanlah shalatmu dengan benar. Kamu mengira bahwa saya tidak melihat kamu ? sesungguhnya saya melihat dari belakangku sebagaimana saya melihat dari depanku. Kerjakanlah shalatmu dengan benar, dan sempurnakanlah ruku’mu dan sujudmu.( Ibnu Khuzaimah )

catatan : melihat sesuatu dibelakang punggungnya juga adalah diantara mukzizat Rasulullah SAW.

 

 

 

 

234- Wail Ibnu Hijr ra. Meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW merenggangkan jari-jarinya ketika ia beruku’, dan dia merapatkan jar-jarinya ketika ia bersujud. ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

235- Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa  barangsiapa mengerjakan dua rakaat shalat dengan ruku’nya dan sujudnya yang sempurna sesudah itu apa saja yang ia berdoa kepada Allah,  maka Allah akan pasti mengabulkannya adakah segera atau kemudian hari ( sebagaimana Allah ridho, akan tetapi ( Dia pasti ) akan mengabulkan doanya. ( tabrani dan Ithafussabah )

 

 

 

 

236- Abu Abdullah Al Ashari r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : perumpamaan orang yang ruku’nya tidak sempurna dan sujudnya tidak sempurna seperti patukan burung gagak, adalah seperti seorang yang lapar yang makan satu atau dua kurma, yang tidak menghilangkan laparnya. ( sama halnya dengan shalatnya yang tidak bermanfaat ) ( Tabrani, Majma Uz Zawaid dan Abu Ya’la )

 

 

 

 

 

237- Abu Darda r.a. meriwayatkan : bahwa Rasulullah SAW bersabda : perkara pertama yang akan diangkat dari umat ini, adalah khusyu’ dalam shalat, sampai sedemikian jauh sehingga kamu akan tidak akan mendapati seorang yang shalat dengan khsusyu’.               ( Tabrani dan Majma UZ Zawaid )

 

 

 

 

 

 

 

238- Abu Qatadah r.a. meriwayatkan : Bahwa Rasulullah SAW bersabda :pencuri yang paling buruk adalah orang yang mencuri dari shalatnya. Sahabat berkata : wahai Rasulullah ! bagaimana ia boleh mencuri dari shalatnya ? Baginda menjawab : ia tidak ruku’’dengan sempurna atau sujud tidak sempurna atau ( ia berkata ) : ia tidak menjaga punggungnya lurus dalam ruku’ atau dalam sujud. ( Musnad Ahmad Tabrani dan Majma Uz Zawaid ).

 

 

 

 

 

239- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Allah SWT tidak memandang shalat seseorang yang tidak menjaga punggungnya lurus antara ruku’ dan sujudnya. ( Musnad Ahmad dan fatur Rabbani )

Catatan : hadist ini menunjuk kepada Qauma yaitu berdiri lurus dengan sempurna sesudah ruku’ sebelum melakukan sajadah. Banyak orang yang tidak melakukan ini dengan benar, dan bangun dari ruku’ kemudian langsung pergi sujud.

 

 

 

 

 

 

 

 

240- Aisah r.anha meriwayatkan : saya bertanya Rasulullah SAW tentang membuang pandangan ketika dlam shalat ? baginda berkata : pandangan sekilas adalah seperti setan yang mencuri dari shalat seseorang ! ( HR.Tirmidzi )

 

 

 

 

 

241- Jabir Ibnu samura’ ra.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : orang yang mengangkat pandangan mereka kelangit dalam waktu shalat hendaklah berhenti dari perbuatan itu,  kalau tidak pandangan mereka tidak akan kmbali kepada mereka. (HR.muslim )

Catatan : memandang ke arah langit adalah bertentangan dengan adab dalam shalat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

242- Abu Hurairah r.a. meruiwayatkan bahwa Rasullah SAW datang ke masjid ; dan seorang laki-laki juga datang ke masjid mengerjakan shalat, kemudian menghampiri Rasulullah SAW dan mengucapkan salam kepada Nya. Rasulullah SAW menjawab salamnya dan berkata : kembali ! ulangilah shalatmu lagi sebab engkau belum mengerjakan shalat. ia kembali dan mengerjakan shalatnya dengan cara yang sama sebagaimanai atelah lakukan terlebih dahulu, dan kembali dan menyelami rasulullah SAW. Baginda berkata  kembali ! ulangilah shalatmu lagi karena kamu belum melakukan shalat. Ini terjadi sampai tiga kali. Kemudian lelaki itu berkata : demi Dia yang mengutus kamu dengan kebeneran !  saya tidak dapat melakukan shalat lebih baik daripada ini. Oleh sebab itu ajarilah saya untuk shalat. Rasululah SAW menjawab : apabila kamu beridiri untuk mengerjakan shalat ucapkan takbir ( katakan Allahu akbar ), kemudian membaca (  dari ) Al Qur’an ayat apa saja yang kamu dapat baca. Kemudian engkau pergi ruku’ dan ruku’lah dengan tenang dan kemudian engkau berdiri dari ruku’ dan berdirilah dengan tenang. Kemudian engkau pergi sujud, kemudian sujudlah dengan tenang, dan kemudian kamu bangun dari sujud dan kamu pergi dalam qoadah ( posisi duduk ) dengan tenang. Kerjakan semua ini ( dengan hati-hati ) dalam seluruh shalatmu. (HR.Bukhari ).

 

 

 

 

 

 

KELEBIHAN  WUDHU’

 

 

 

Ayat-ayat Al Qur’an

 

 

 

Allah SWT berfirman : Hai orang-orang beriman ! apabila kamu hendak mengerjakan shalat basuhlah mukamu dan tanganmu sampai kesiku, usaplah kepalamu dan basuhlah kakimu samapai ke mata kaki.  (Al Maidah 5:6)

 

 

 

Allah SWT berfirman : Dan Allah mencintai orang-orang yang mensucikan dirinya. (At taubah 9 : 108 )

 

 

 

Hadist-hadist Nabawi

 

 

 

 

 

 

243- Abu malik Al Ashari r.a.meriwayatkan bahwa rasulullah SAW bersabda : Athuhur ( kebersihan) adalah sebagian daripada iman, dan alhamdulillah (segala puji bagi Allah ) memenuhi timbangan ( dalam keutamaan ), dan Subhanallah ( Maha Suci Allah ) dan Alhamdulillah memenuhi ( jarak ) antara langit dan bumi ( dengan pahala ), dan shalat adalah nur dan sedekah adalah bukti ( keikhlasan iman ) dan sabar adalah cahaya dan qur’an adalah hujjah bagi kamu atau bertentangan dengan kamu. (HR.Muslim )

Catatan : 1) makna Thuhur ( kebersihan ) menjadi  separuh daripada iman, boleh merujuk kepada kenyataan bahwa separuh iman adalah penyucian bathin dari kufur,syirik, bid’ah, raib  ( keraguan ) dan segala tipu daya yang negatif yang bertentangan dengan iman. Separuh iman yang lain menjadi afirmasi ( isbat) dari iman yang benar kepada Allah SWT, rasul Nya SAW, hari akhirat dan segala rukun iman yang lain sebagaimana yang terkandung dalam kalimah ( la Ilaha Illallah ) itu sendiri. Iman adalah juga nama mala-amalan shaleh sebagaia hasil dari iman; shalat menjadi perkara yang utama. Kebersihan jasmani adalah suatu keadaan bagi diterimanya shalat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa athuhur adalah separuh daripada shalat; yang dikerjakan dengan betul menjadi separuh yang lain.

2) Timbangan adalah dimana amalan-amalan akan di beratkan pada hari kiamat

3) Shalat adalah nur ; satu pengertian darinya adalah sebagai kebalikan daripada kegelapan, demikian pula shalat mencegah daripada fasad dan mungkar. Makna yang lain yaitu bahwa muka orang yang mengerjakan shalat akan bercahaya pada hari kiamat, sebagaimana cahaya dalam dunia ini. Makna yang ketiga adalah bahwa shalat akanmenjadi nur dalam kegelapan kubur dan nur pada hari kiamat.

4) manusia pada hakekatnya mencintai harta dan ia membelanjakannya untuk memenuhi keinginannya yang sementara. Oleh karena itu perbelanjaannya dalam sedekah semata-mata karena Allah, mengorbankan hawa nafsunya dan bediri debagai suatui tanda tanda bukti dan imannya yang benar.

5) Barangsiapa yang menjaga dengan sabar untuk memenuhi perintah-perintah Allah dan bersabar dari larangan – larangan Allah,  dan dihadapan ujian-ujian dan kesusahan-kesusahan menjadi cahaya hidayat.

6) Qur’an dapat menjadi sebab keselamatan bagi seorang yang membaca dan beraamal denganya; sebaliknya ia dapat menjadi sebab kebinasaan. Semoga Allah menyelamatkan dan memberi petunjuk kepada kita. ( Nawawi dan Mirqaatul Mafatih )

 

 

 

 

 

244- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : saya mendengar sahabatku terkasih Rasulullah SAW bersabda : Perhiasan bagi seorang mukmin( pada hari kiamat ) yang akan sampai pada tempat yang ( air ) wudhu’ sampai (HR.Muslim )

 

 

 

 

 

245- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : umatku akan dikumpulkan pada hari kiamat, dalam suatu keadaan yang anggota-anggota dan muka mereka bercahaya dari bekas air wudhu’ mereka ; oleh sebab itu barangsiapa yang sanggup dari antara kamu untuk memperpanjang sinarannya. Biarlah dia berbuat demikian. (HR.Bukhari )

Catatan : makna bahwa wudhu’ dilakukan sepenuhnya dengan hati-hati bahwa tiada bagian dari kulit yang kering. ( Mazahir Haque )

 

 

 

 

 

246- Ustman Ibnu Affan r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang mengambil wudhu’ dan melakukan wudhu’ dengan sempurna                   ( bermakna berhati-hati menjaga etiket ) maka dosa-dosanya berguguran dari tubuhnya, bahkan dari bawah kuku jari-jarinya. (HR.Muslim ).

Catatan : Menurut pendapat kebanyakan ulama bahwa dosa-dosa kecil diampuni oelh Allah dengan perantaraan wudhu’, shalat dan bentuk-bentuk ibadah lainnya. Akan tetapi bagi dosa-dosa besar, menurut prinsip umum dapat diampuni melalui istighfar yang ikhlas ( mencari pengampunan  atau dosa-dosa yang lampau, dan tobat ). Merasa menyesal secara mendalam atas dosa-dosa seseorang dan bertekat tidak akan mengulanginya lagi. Meskipun demikian semua ini bergantung kepada kemurahan Allah dan Dia tidak bergantung kepada seseorang atau sesuatu. ( Nawawi )

 

 

 

 

247- Ustman Ibnu Affan r.a.meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : apabila seorang hamba Alah mengambil wudhu’ dengan sempurna, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang ia lakukan sebelumnya dan juga dosa-dosa yang akan ia lakukan. ( Bazar dan Majma Uz Zawaid ).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

248- Umar Ibnu Alkhattab r.a. merwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : tidaklah seseorang yang mengerjakan wudhu’nya dengan sempurna ( dengan menjaga semua adab dan perkara-perkara mustahibbad  yaitu ( adab dan sunah-sunah ) kemudian berkata : Asyshadualla ilaha illallah wa asyhaduanna muhammadan abduhu warusulu ( saya bersaksi tiada Tuhan yang disembah kecuali Allah, yang tiada sekutu bagi Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhmmad adalah hamba Nya dan rasul Nya ) kecauali delapan pintu surga terbuka baginya. Untk masuk dari salah satu dari mereka yang ia suka.dalam riwayat yang lain Ukhbah Ibnu Amr Juhani r.a. disebutkan : Asyhadualla ilaha illallah wasyhaduanna muhammadan Abduhu Warasuluh, ( saya bersaksi Tiada yang disembah kecuali Allah ) tiada sekutu bagi Nya, dan saya berasaksi bahwa Muhammad adalah hamba Nya dan Rasul Nya; dalam riwayat Anas Ibnu Malik r.a. lapdz ini mesti dibaca tiga kali. Sedang dalam riwayat yang lain Utbah r.a. lapadz ini diucapkan sesudah m,engwerjakan wudhu’ sambil mengada ke langit. Dalam riwayat Umar Ibnu Al Khattab ra. Lapadz berikut diberikan

 

 

 

( saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang disembah kecuali Allah, tiada sekutu bagi Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhamad adalah hamba Nya dan rasul Nya, wahai Allah jadikanlah aku dari antara orang-orang yang menyesal dan jadikanlah aku dari antara orang-orang yang menyukai ke suciaan. ( Muslim, Ibnu majah, Abu Daud dan Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

249- Abu said Al khudri r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW barang siapa sesudah mengambi wudhu’ membaca :

 

 

( Maha Suci Allah dan segala pujian bagi Nya, Tiada Tuhan yang disembah kecuali Alah, dari Engkau kami memohon pengampunan dan kepada Engkau kami kembali; maka akan di tuliskan pada sehelai kertas dan dimateri. Matreai itu tidak akan terbuka sampai pada hari kiamat ( bermakna bahqa pahal-pahala ucapan ini akan dipelihara sampai akherat. ( Mutradak Hakim )

 

 

 

 

 

 

250- Abdullah Ibnu Umar r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang mengambil wudhu’( dengan membersihkan setiap anggota sekali telah memenuhi kehendak fardhu ), karena inilah kkehendak wudhu’ yang tidak ada kompromi. Dan barangsiapa membersihkan ( setiap anggota ) dua kali mendapat pahala dua bagian. Dan barangsiapa membersihkan setiap anggota tiga kali ( sebagaimana wudhu yang aku lakukan ), inilah wudhu’ku dan wudhu para Nabi sebelum aku. ( Musnad Ahmad ).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

251- Abdullah Sunabihi r.a. meriwayatan bahwa Rasulullah SAW bersabda : apabila hamba Allah ( beriman kepada Alah ) mengambil wudhu’, ( memulai ) dengan memasukkan air( kemulutnya ), maka dosa-dosa mulutnya dihapuskan. Dan apabila ia menghembuskan air ( karena membersihkan ) hidungnya, maka dosa-dosa hidungnya dihapuskan. jiKa ia membasuh mukanya dosa-doa muka dihapuskan, sehingga air melalui dibawah kelopak matanya. Apabila ia membersihkan lengannya maka dosa-d0sa lengannnya dihapuskan sehingga air melalui dibawah kuku-kukuk jarinya. Dan apabila membersihkan kepalanya dengan menyapukan tangannya yang basah maka dosa-dosa kepalanya dihapuskan sehinggga memlaui telinganya. Apabila ia membersihkan kakinya dosa-dosa kakinya akan dihapuskan sehingga melaui dibawah bagian dalam kuku-kuku jari. Kemudian berjalannya menuju ke masjid dan mengerjakan shalat menjadi sebab pahala yang banyak. (HR.Nasai ).

Diriwayatkan dalam sebuah kisah yang panjang oleh Amir Ibnu Abbasa Sulami r.a. : Tiadalah orang yang berdiri untuk mengerjakan shalat sesudah melaukan wudhu’, dan memuji dan memuliakan serta mengagungkan Allah SsWT dengan cara yang patut sesuai martabat Nya, dan ia memusatkan perhatiannya kepada Allah SWT sesudah mengosongkan hatinya ( dari segala pemikiran dunia dan bertawajuh ) semata-mata karena Allah, kecuali bahwa sesudah menyempurnakan shalatnya, ia di sucikan dari dosa-dosanya seolah-olah pada hari ia baru dilahirkan oleh ibunya. (HR>Muslim )

Catatan : Menurut beberapa ulama yang berpegang pada riwayat pertama bermaksud bahwa melaui wudhu segala dosa-dosa yang dilakukan oleh badan di ampuni; dan dengan mengerjakan shalat segala dosa-dosa bathin diampuni ( kashpul Mugotha )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

252- Abu Umamah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : baangsiapa yang bangun mengerjakan wudhu’nya, dengan niat untuk mengerjakan shalat kemudian membersihkan tangan-tangannya, maka dosa kedua belah tangannya berguguran dengan jatuhnya air yang pertama. Kemudian apabila ia berkumur-kumur, dan memasukkan air kedalam hidungnya dan menghembuskanya; maka dosa-dosa lidah bibir berguguran bersama dengan jatuhnya air. Apabila ia membasuh mukanya maka dosa pendengarannya dan penglihatannya berguguran bersama dengan jatuhnya air. Apabila ia membersihkan kedua lengannya samapai ke siku dan ke dua kakinya sampai ke kedua mata kaki; maka ia menjadi bebas dari segala dosa sebagaimana keadaannya pada hari ibunya melahirkannya. Baginda berkata : apabila ia berdiri shalat, Allah menaikkan kedudukannya dan jikalau ia duduk ( walaupun tanpa berdiri untuk shalat ) maka duduknya membebaskan ia dari dosa-dosa ! ( Musnad Ahmad )

 

 

 

 

 

253- Ibnu Umar r.anhuma meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : bagi seorang yang mengambil wudhu’ ( padahal ia sudah ) dalam keadaan bersuci maka baginya tertulis sepuluh hasanah. (Abu Daud )

Catatan : Para ulama telah menuliskan hadis ini merujuk kepada kelebihan memperbaharui wudhu’, sesudah berselang beberapa waktu karena melakukan sesuatu ibadat seperti shalat, membaca Al Qur’an, Thawaf dan sterusnya, untuk mempertahankan dan memperbaharui kekuatan rohani dan fisik untuk ibadat selanjutynya. ( Badzlul Majhud )

 

 

 

 

 

254- Abu Hurarirah r.a. meriwayatkan : Rasululah SAW bersabda : Apabila karena tidak ( takut ) memberatkan umatku maka saya sudah memerintahkan mereka ( untuk membersihkan gigi mereka ) dengan siwak pada setiap waktu shalat. (HR>muslim )

Catatan : Siwak atau Miswak alat pembersih gigi yang diambil dari akar atau ranting berbagai pohon di hutan. Yang paling lazim dan bermanfaat adalah akar dari salvadora persica, sebuah tumbuhan liar padang pasir yang banyak dikenal di Arab sebagai arak dan dalam bahasa urdu sebagai peelu.

 

 

 

 

255- Abu Ayyub Al Anshari r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Ada empat karakterisik yang berkaitan dengan amalan para nabi ( rasul ) : malu, memakai wangi-wangian, memakai siwak dan kahwin. ( HR.Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

 

256- Aisyah r.anha meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : ada sepuluh karakteristik yang berkaitan dengan amalan semua nabi : menggunting kumis, memanjangkan janggut, memakai siwak, memasukkan air ( untuk memberishkan hidung ), memotong kuku, membasuh persendian-persendian jari, ( sama halnya semua bagian badan apabila kotor sebagaimana umpama lobang telinga itu, lobang hidung dan ketiak, dan seterusnya ), mencabut bulu-bulu ketiak, mencukur bulu-bulu kemaluan dan membersihkan diri ( dengan air ). Perawi hadis ini, Musad rahmatullahialaihi berkata : saya melupakan yang kesepuluh, barangkali itu adalah berkumur-kumur. ( HR.Muslim )

 

 

 

 

 

257- Aisyah r.a. meriwayatkan bahwa : Nabi SAW bersabda : Siwak adalah sebab untuk membersihkan mulut dan menyukakan Rab. ( Nasai )

 

 

 

 

 

258- Abu Umamah r.a.meriwayatkan : Rasulullah SAW bersbda : Jibril a.s. datang kepadaku menegaskan kepadaku ntuk memakai siwak dengan akibat; yang saya takut menyebabkan gusi-gusi saya luka (pada bagian depan mulutku ). ( Musnad Ahmad )

 

 

 

 

 

259- Aisyah r.anha meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah pergi tidur atau disiang hari kecuali apabila bangun ia membersihkan giginya dengan siwak sebelum mengambil wudhu’. (Abu Daud )

 

 

 

 

 

 

 

260- Ali r.a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya apabila seorang hamba memakai siwak, kemudian berdiri dalam shalat, seorang malaikat berdiri di belakangnya, mendengar lebih dekat kepada bacaannya. Ia kemudian datng lebih mendekat kepadanya; sehingga ia meletakan mulutnya pada mulut (orang yang membaca Al Qur’an ).karena tiada sesuatu yang keluar dari mulutnya ( Al-Qur’an ), kecuali bahwa bacaan itu masuk kedalam mulutnya malaikat ( menjadi sangat dikasihinya ), oleh sebab itu bersihkanlah mulutmu ( dengan siwak ) untuk ( bacaan ) Al Qur’an. ( Musnad Bazar Majma Uz Zawaid ).

 

 

 

 

261- Aisyah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : dua rakaat shalat                     ( dikerjakan) dengan siwak, lebih tinggi nilainya samapai tujuh puluh rakaat yang dikerjakan tanpa siwak. ( Bazar Majma Uz Zawaid )

 

 

 

262- Huzaifah r.a. meriwayatkan : Apabila Rasululah SAW berdiri untuk tahajjud ; ia begitu bergairah menggosok giginya dengan siwak. ( HR. Muslim)

Catatan : Tahajud adalah shalat sunat yang sangat tinggi nilainya apabila dikerjakan pada bagian akhr dari malam.

 

 

 

 

263- Suro’ih rahimahullah berkata saya bertanya : Aisah r.anha : ketika memasuki rumahnya, apa yang dikerjakan pertama-tama oleh Rasululah SAW ?  ia menjawab : ia memakai siwak. (HR.Muslim )

 

 

 

 

264- Zaid Ibnu Khalid Al Juhani r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW tidakla ia meninggalkan rumahnya untuk salahsatu dari shalat sehingga ia memakai siwak.               ( Tabrani dan Majma Uz zawaid )

 

 

 

 

 

265- Abu Khoiroh Subahi r.a. berkata : Saya adalah salah satu dari antara delegasi yang datang kepada Rasulullah SAW dan ia memberikan kami ( akar-akar ) arak ( siwak ) untuk kami pakai sebagai siwak maka kami berkata kepadanya : Wahai Rasulullah ! kami mempunyai batang-batang ( pohon korma untuk miswak ), akan tetapi kami menerima kemurahanmu dan hadiahmu. (Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

 

 

 

A’MAL DAN FADILAH MESJID

 

 

 

Ayat-ayat Al-Qur’an

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Sesungguhnya orang-orang yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah adalah mereka yang beriman kepada Allah dan hari akherat dan mereka mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, dan tiada yang yang mereka takuti kecuali Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperolehi petunjuk. (Attaubah 9:18)

 

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Di mesjid-mesjid yang Allah perintahkan untuk meninggikan         ( dibersihkan  dan di muliakan), didalamnya nama Allah diingat ( yaitu melaungkan azan, iqamah, mendirikan shalat, berdoa, membaca Al qur’an,ta’lim wa’taklum perintah-perintah Allah ). Di dalamnya Dia di agungkan pada waktu pagi dan pada waktu petang. Laki-laki yamg tidak dilalaikan oleh perniagaan dan jual beli dari mengingati Allah           ( dengan hati dan lidah ), mendirikan shalat ( iqamah ), dan mengeluarkan zakat. Mereka takut kepada hanya pada suatu hari yang hati-hati dan mata berbolak balik ( karena ke dasyatan azab pada hari kiamat ). ( An nur 24:36-37 )

Catatan : Menghormati mesjid-mesjid adalah bahwa seorang tidak akan masuk kedalamnya dalam keadaan hadast besar sebelum mandi besar, dan tidak membawa ke dalamnya suatu bnda yang najis, dan tidak membuat keributan di dalamnya, dan tidak melakukan suatu urusan dunia atau percakapan dunia di dalamnya dan tidaklah seseorang yang makan sesuatu yang berbau busuk masuk ke dalam mesjid.

 

 

 

 

Hadis-hadis Nabawi

 

 

 

 

 

266- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : tempat yang paling di sukai Alah adalah mesjid – mesjid dan yang paling di benci Allah adalah pasar. ( HR.Muslim )

 

 

 

 

267- Ibnu Abbas r.anhuma meriwayatkan : Mesjid-mesjid adalahrumah-rumah Allah di atas dunia ini. Mereka bercahaya kepada penduduk-penduduk langit, seperti bintang-bintang bercahaya kepada penghuni bumi ini. ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

268- Umar Ibnu Al Khattab meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa membangun sebuah mesjid yang di dalamnya nama Allah disebutkan, Allah akan membangun sebuah istana baginya di dalam sorga ( Ibnu Hibban )

 

 

 

 

 

269- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa pergi ke masjid diwaktu pagi hari dan diwaktu petang hari; Allah menyediakan baginya sebuah istana yang megah di dalam sorga, dengan kesukaan yang baik, dan ini akan berketerusan setiap waktu ketika ia pegi ke masjid di waktu pagi dan petang.                     ( HR.Bukhari )

 

 

 

 

270- Abu Umamah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : pergi ke masjid diwaktu pagi dan diwaktu petang adalah termasuk jihad di jalan Allah. ( tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

271- Abdullah Ibnu Amr Ibnu Al As r.anhuma mriwayatkan bahwa Nabi SAW mengucapkan  ketika memasuki masjid

 

 

( Saya berlindung kepada Allah yang Maha Besar, dan kepada kemuliaan wajahnya, dan kepada kerajaannya yang kekal, dari setan yang terkutuk ). Apabila do’a ini di baca setan berseru : ia telah dilindungi dari aku untuk sisa hari itu ! ( HR.Abu Daud )

 

 

 

 

 

272- Abu said Al Kudri r.a. meriwayatkan bahwa rasulullah SAW bersabda : siapa yang menghiasi mesjid, Allah akan menghiasinya ! ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

273- Abu Darda r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Mesjid adalah rumah setiap orang shaleh yang takut kepada Allah. Bagi sesiapa yang menjadikan mesjid rumahnya, Allah SWT menjamin kesenangan baginya, di karuniakan baginya rahmat, di mudahkan baginya melewati shiroth kepada tujuan keridhoan Nya dan sorga Nya ! ( Tabrani, bazar dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

274- Muaz Ibnu Jabal r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : sesungguhnya setan adalah serigala bagi manusia, seperti serigala yang menagkap domba, ia akan menangkap seseorang yang sendirian, seseorang yang jauh daripada jama’ah dan seseorang yang menakjubkan. Oleh karena itu hindarilah untuk senanitasa bersendirian ( memisahkan diri dari jama’ah ), dan perpegang teguh kepada jam’aah, dan kepada jama’ah yang umum, dan kepada mesjid. ( Musnad Ahmad ).

275- Abu Said Al Kudri r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Jikalau engkau melihat seorang laki-laki yang senantiasa berulang alik ke masjid maka saksikanlah bhawa ia beriman. Allah SWT berfirman

 

( Sesungguhnya hanyalah orang-orang yang berulang alik ke masjid, yang beriman kepada Allah dan hari akherat. ( HR.Tirmidzi )

 

276- Abu hurairah r.a.meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : Seorang muslim yang menjadikan mesjid tempatnya untuk shalat dan berzikir ( mengingati Allah ), Alah akan gembira dengannya, sebagaimana sebuah keluarga yang bergembira dengan kembalinya seorang anggota keluarga yang hilang atau seorang yang sangat di kasihi. ( Ibnu Majah )

Catatan : menjadikan tempatnya bermakna ia membina suatu hubungan yang khusus dengan mesjid dan lebih menghabiskan waktu disana.

 

277- Abu Hurairah r.a. meriwsystkan : Nabi SAW bersabda : barangsiapa yang menjadikan mesjid tempatnya, dan ( sewaktu-waktu ) disibukkan oleh beberapa perkara atau kesakitan sesudah itu ia kembali ( menghadiri jemaah di masjid ) sebagaimana sebelumnya; Allah kan bergembira dengannya sebagaimana keluarga yang bergembira ke atas ketibaan seorang anggota keluarga yang menghilang atau yang dikasihi ! ( Ibnu Khuzaimah )

 

278- Abu Hurairah r.a, meriwayatkan : Nabi SAW bersabda :  orang-orang yang sering berulang alik ke masjid adalah seperti pasak-pasak mereka. Malaikat-malaikat menjadi sahabat mereka jikalau mereka tidak hadir maka malaikat-malaikat akan mencari mereka dan jikalau mereka sakit malikat-malaikat akan mengunjungi mereka, dan jikalau mereka berada dalam kesulitan, maka malaikat-malaikat akan menolong mereka. Baginda juga berkata : barangsiapa duduk dalam mesjid memperoleh paling kurang satu manfaat dari tiga perkara berikut : bertemu dengan saudar-saudara dalam islam ) yang darpadanya ia dapat bermanfaat ( dalam agamnya ), atau ia mendengar perkataan-perkataan hikmah, atau ia memperolh rahmat daripada Allah, yang mana setiap orang islam menginginkannya. ( Musnad Ahmad )

 

279- Aisah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk membangun masjid-masjid diberbagai tempat, dan membersihkan serta memberikan wangi-wangian di dalamnya. ( Abu Daud )

 

280- Anas r.a. meriwayatkan : bahwa ada seoarang wanita yang mengumpulkan dari mesjid-mesjid. Ketika ia meninggal Nabi tidak diberitahu tentang penguburannya. Rasulullah SAW bersabda : Jikalau seorang dari antara kamu mati, hendaklah dengan suka hati memberitahukan kepadaku. Baginda kemudian mengerjakan shalat jenazah ke atasnya dan berkata : sesungguhnya saya melihatnya diganjari dengan sorga karena menyingkirkan sampah-sampah dari mesjid ! ( tabrani dan Majam Uz Zawaid ).

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.