Category: Iman yakin


Berikut orang-orang terkemuka yang ambil bagian usaha Nabi Muhammad Saw yakni dakwah ilallah

Brigjenpol Anton Bahrul Alam
AKBP Drs.Waris Anggono.MSi
almarhum Gito rollies
Shakti sheila on 7
Hengky Tornado
Ratno Karno
Kegiatan Program Itikaf & Silahturahmi Bridjen Anton Bahrul Alam
Sumber : Website Polda Kaltim

Mungkin kisah ini terasa sangat aneh bagi mereka yang belum pernah bertemu dengan orangnya atau langsung melihat dan mendengar penuturannya. Kisah yang mungkin hanya terjadi dalam cerita fiktif, namun menjadi kenyataan. Hal itu tergambar dengan kata-kata yang diucapkan oleh si pemilik kisah yang sedang duduk di hadapanku mengisahkan tentang dirinya. Untuk mengetahui kisahnya lebih lanjut dan mengetahui kejadian-kejadian yang menarik secara komplit, biarkan aku menemanimu untuk bersama-sama menatap ke arah Johannesburg, kota bintang emas nan kaya di negara Afrika Selatan di mana aku pernah bertugas sebagai pimpinan cabang kantor Rabithah al-’Alam al-Islami di sana.
Pada tahun 1996, di sebuah negara yang sedang mengalami musim dingin, di siang hari yang mendung, diiringi hembusan angin dingin yang menusuk tulang, aku menunggu seseorang yang berjanji akan menemuiku. Istriku sudah mempersiapkan santapan siang untuk menjamu sang tamu yang terhormat. Orang yang aku tunggu dulunya adalah seorang yang mempunyai hubungan erat dengan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela. Ia seorang misionaris penyebar dan pendakwah agama Nasrani. Ia seorang pendeta, namanya ‘Sily.’ Aku dapat bertemu dengannya melalui perantaraan sekretaris kantor Rabithah yang bernama Abdul Khaliq Matir, di mana ia mengabarkan kepada-ku bahwa seorang pendeta ingin datang ke kantor Rabithah hendak membicarekan perkara penting.
Tepat pada waktu yang telah dijanjikan, pendeta tersebut datang bersama temannya yang bernama Sulaiman. Sulaiman adalah salah seorang anggota sebuah sasana tinju setelah ia memeluk Islam, selepas bertanding dengan seorang petinju muslim terkenal, Muhammad Ali. Aku menyambut keda-tangan mereka di kantorku dengan perasaan yang sangat gembira. Sily seorang yang berpostur tubuh pendek, berkulit sangat hitam dan mudah tersenyum. Ia duduk di depanku dan berbicara denganku dengan lemah lembut. Aku katakan, “Saudara Sily bolehkah kami mendengar kisah keislamanmu?” ia tersenyum dan berkata, “Ya, tentu saja boleh.”
Pembaca yang mulia, dengar dan perhatikan apa yang telah ia ceritakan kepadaku, kemudian setelah itu, silahkan beri penilaian.!
Sily berkata, “Dulu aku seorang pendeta yang sangat militan. Aku berkhidmat untuk gereja dengan segala kesungguhan. Tidak hanya sampai di situ, aku juga salah seorang aktifis kristenisasi senior di Afrika Selatan. Karena aktifibegku yang besar maka Vatikan memilihku untuk menjalankan program kristenisasi yang mereka subsidi. Aku mengambil dana Vatikan yang sampai kepadaku untuk menjalankan program tersebut. Aku mempergunakan segala cara untuk mencapai targetku. Aku melakukan berbagai kunjungan rutin ke madrasah-madrasah, sekolah-sekolah yang terletak di kampung dan di daerah pedalaman. Aku memberikan dana tersebut dalam bentuk sumbangan, pemberian, sedekah dan hadiah agar dapat mencapai targetku yaitu memasukkan masyarakat ke dalam agama Kristen. Gereja melimpahkan dana tersebut kepadaku sehingga aku menjadi seorang hartawan, mempunyai rumah mewah, mobil dan gaji yang tinggi. Posisiku melejit di antara pendeta-pendeta lainnya.
Pada suatu hari, aku pergi ke pusat pasar di kotaku untuk membeli beberapa hadiah. Di tempat itulah bermula sebuah perubahan!
Di pasar itu aku bertemu dengan seseorang yang memakai kopiah. Ia pedagang berbagai hadiah. Waktu itu aku mengenakan pakaian jubah pendeta berwarna putih yang merupakan ciri khusus kami. Aku mulai menawar harga yang disebutkan si penjual. Dari sini aku mengetahui bahwa ia seorang muslim. Kami menyebutkan agama Islam yang ada di Afrika selatan dengan sebutan ‘agama orang Arab.’ Kami tidak menyebutnya dengan sebutan Islam. Aku pun membeli berbagai hadiah yang aku inginkan. Sulit bagi kami menjerat orang-orang yang lurus dan mereka yang konsiten dengan agamanya, sebagaimana yang telah berhasil kami tipu dan kami kristenkan dari kalangan orang-orang Islam yang miskin di Afrika Selatan.
Si penjual muslim itu bertanya kepadaku, “Bukankah anda seorang pendeta?” Aku jawab, “Benar.” Lanbeg ia bertanya kepadaku, “Siapa Tuhanmu?” Aku katakan, “Al-Masih.” Ia kembali berkata, “Aku menantangmu, coba datangkan satu ayat di dalam Injil yang menyebutkan bahwa al-Masih AS berkata, ‘Aku adalah Allah atau aku anak Allah. Maka sembahlah aku’.” Ucapan muslim tersebut bagaikan petir yang menyambar kepalaku. Aku tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut. Aku berusaha membuka-buka kembali catatanku dan mencarinya di dalam kitab-kitab Injil dan kitab Kristen lainnya untuk menemukan jawaban yang jelas terhadap pertanyaan lelaki tersebut. Namun aku tidak menemukannya. Tidak ada satu ayat pun yang men-ceritakan bahwa al-Masih berkata bahwa ia adalah Allah atau anak Allah. Lelaki itu telah menjatuhkan mentalku dan menyulitkanku. Aku ditimpa sebuah bencana yang memmembuat dadaku sempit. Bagaimana mungkin pertanyaan seperti ini tidak pernah terlinbeg olehku? Lalu aku tinggalkan lelaki itu sambil menundukkan wajah. Ketika itu aku sadar bahwa aku telah berjalan jauh tanpa arah. Aku terus berusaha mencari ayat-ayat seperti ini, walau bagaimanapun rumitnya. Namun aku tetap tidak mampu, aku telah kalah.
Aku pergi ke Dewan Gereja dan meminta kepada para anggota dewan agar berkumpul. Mereka menyepakatinya. Pada pertemuan tersebut aku mengabarkan kepada mereka tentang apa yang telah aku dengar. Tetapi mereka malah menyerangku dengan ucapan, “Kamu telah ditipu orang Arab. Ia hanya ingin meyesatkanmu dan memasukkan kamu ke dalam agama orang Arab.” Aku katakan, “Kalau begitu, coba beri jawabannya!” Mereka membantah pertanyaan seperti itu namun tak seorang pun yang mampu memberikan jawaban.
Pada hari minggu, aku harus memberikan pidato dan pelajaranku di gereja. Aku berdiri di depan orang banyak untuk memberikan wejangan. Namun aku tidak sanggup melakukannya. Sementara para hadirin merasa aneh, karena aku berdiri di hadapan mereka tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku kembali masuk ke dalam gereja dan meminta kepada temanku agar ia menggantikan tempatku. Aku katakan bahwa aku sedang sakit. Padahal jiwaku hancur luluh.
Aku pulang ke rumah dalam keadaan bingung dan cemas. Lalu aku masuk dan duduk di sebuah ruangan kecil. Sambil menangis aku menengadahkan pandanganku ke langit seraya berdoa. Namun kepada siapa aku berdoa. Kemudian aku berdoa kepada Dzat yang aku yakini bahwa Dia adalah Allah Sang Maha Pencipta, “Ya Tuhanku… Wahai Dzat yang telah men-ciptakanku… sungguh telah tertutup semua pintu di hadapanku kecuali pintuMu…
Janganlah Engkau halangi aku mengetahui kebenaran… manakah yang hak dan di manakah kebenaran? Ya Tuhanku… jangan Engkau biarkan aku dalam kebimbangan… tunjukkan kepadaku jalan yang hak dan bimbing aku ke jalan yang benar…” lanbeg akupun tertidur.
Di dalam tidur, aku melihat diriku sedang berada di sebuah ruangan yang sangat luas. Tidak ada seorang pun di dalamnya kecuali diriku. Tiba-tiba di tengah ruangan tersebut muncul seorang lelaki. Wajah orang itu tidak begitu jelas karena kilauan cahaya yang terpancar darinya dan dari sekelilingnya. Namun aku yakin bahwa cahaya tersebut muncul dari orang tersebut.
Lelaki itu memberi isyarat kepadaku dan memanggil, “Wahai Ibrahim!” Aku menoleh ingin mengetahui siapa Ibrahim, namun aku tidak menberjumpai siapa pun di ruangan itu. Lelaki itu berkata, “Kamu Ibrahim… kamulah yang bernama Ibrahim. Bukankah engkau yang memohon petunjuk kepada Allah?” Aku jawab, “Benar.” Ia berkata, “Lihat ke sebelah kananmu!” Maka akupun menoleh ke kanan dan ternyata di sana ada sekelompok orang yang sedang memanggul barang-barang mereka dengan mengenakan pakaian putih dan bersorban putih. Ikutilah mereka agar engkau mengetahui kebenaran!” Lanjut lelaki itu.
Kemudian aku terbangun dari tidurku. Aku merasakan sebuah kegembiraan menyelimutiku. Namun aku belum juga memperoleh ketenangan ketika muncul pertanyaan, di mana gerangan kelompok yang aku lihat di dalam mimipiku itu berada.
Aku bertekad untuk melanjutkannya dengan berkelana mencari sebuah kebenaran, sebagaimana ciri-ciri yang telah diisyaratkan dalam mimpiku. Aku yakin ini semua merupakan petunjuk dari Allah SWT. Kemudian aku minta cuti kerja dan mulai melakukan perjalanan panjang yang memaksaku untuk berkeliling di beberapa kota mencari dan bertanya di mana orang-orang yang memakai pakaian dan sorban putih berada. Telah panjang perjalanan dan pencarianku. Setiap aku menberjumpai kaum muslimin, mereka hanya memakai celana panjang dan kopiah. Hingga akhirnya aku sampai di kota Johannesburg.
Di sana aku mendatangi kantor penerima tamu milik Lembaga Muslim Afrika. Di rumah itu aku bertanya kepada pegawai penerima tamu tentang jamaah tersebut. Namun ia mengira bahwa aku seorang peminta-minta dan memberikan sejumlah uang. Aku katakan, “Bukan ini yang aku minta. Bukankah kalian mempunyai tempat ibadah yang dekat dari sini? Tolong tunjukkan masjid yang terdekat.” Lalu aku mengikuti arahannya dan aku terkejut ketika melihat seorang lelaki berpakaian dan bersorban putih sedang berdiri di depan pintu.
Aku sangat girang, karena ciri-cirinya sama seperti yang aku lihat dalam mimpi. Dengan hati yang berbunga-bunga, aku mendekati orang tersebut. Sebelum aku mengatakan sepatah kata, ia terlebih dahulu berkata, “Selamat datang ya Ibrahim!” Aku terperanjat mendengarnya.
Ia mengetahui namaku sebelum aku memperkenalkannya. Lanbeg ia melanjutkan ucapan-nya, “Aku melihatmu di dalam mimpi bahwa engkau sedang mencari-cari kami. Engkau hendak mencari kebenaran? Kebenaran ada pada agama yang diridhai Allah untuk hamba-Nya yaitu Islam.” Aku katakan, “Benar. Aku sedang mencari kebenaran yang telah ditunjukkan oleh lelaki bercahaya dalam mimpiku, agar aku mengikuti sekelompok orang yang berpakaian seperti busana yang engkau kenakan. Tahukah kamu siapa lelaki yang aku lihat dalam mimpiku itu?”
Ia menjawab, “Dia adalah Nabi kami Muhammad, Nabi agama Islam yang benar, Rasulullah SAW.” Sulit bagiku untuk mempercayai apa yang terjadi pada diriku. Namun langsung saja aku peluk dia dan aku katakan kepadanya, “Benarkah lelaki itu Rasul dan Nabi kalian yang datang menunjukiku agama yang benar?” Ia berkata, “Benar.”
Ia lalu menyambut kedatanganku dan memberikan ucapan selamat karena Allah telah memberiku hidayah kebenaran. Kemudian datang waktu shalat zhuhur. Ia mempersilahkanku duduk di tempat paling belakang dalam masjid dan ia pergi untuk melaksanakan shalat bersama jamaah yang lain. Aku memperhatikan kaum muslimin banyak memakai pakaian seperti yang dipakainya.
Aku melihat mereka rukuk dan sujud kepada Allah. Aku berkata dalam hati, “Demi Allah, inilah agama yang benar. Aku telah membaca dalam berbagai kitab bahwa para nabi dan rasul meletakkan dahinya di abeg tanah sujud kepada Allah.” Setelah mereka shalat, jiwaku mulai merasa tenang dengan fenomena yang aku lihat. Aku berucap dalam hati, “Demi Allah sesungguhnya Allah SAW telah menunjukkan kepadaku agama yang benar.” Seorang muslim memanggilku agar aku mengumumkan keislamanku. Lalu aku mengucapkan dua kalimat syahadat dan aku menangis sejadi-jadinya karena gembira telah mendapat hidayah dari Allah SWT.
Kemudian aku tinggal bersamanya untuk mempelajari Islam dan aku pergi bersama mereka untuk melakukan safari dakwah dalam waktu beberapa lama. Mereka mengunjungi semua tempat, mengajak manusia kepada agama Islam. Aku sangat gembira ikut bersama mereka. Aku dapat belajar shalat, puasa, tahajjud, doa, kejujuran dan amanah dari mereka.
Aku juga belajar dari mereka bahwa seorang muslim diperintahkan untuk menyampaikan agama Allah dan bagaimana menjadi seorang muslim yang mengajak kepada jalan Allah serta berdakwah dengan hikmah, sabar, tenang, rela berkorban dan berwajah ceria.Setelah beberapa bulan kemudian, aku kembali ke kotaku.
Ternyata keluarga dan teman-temanku sedang mencari-cariku. Namun ketika melihat aku kembali memakai pakaian Islami, mereka mengingkarinya dan Dewan Gereja meminta kepadaku agar diadakan sidang darurat. Pada pertemuan itu mereka mencelaku karena aku telah meninggalkan agama keluarga dan nenek moyang kami.
Mereka berkata kepadaku, “Sungguh kamu telah tersesat dan tertipu dengan agama orang Arab.” Aku katakan, “Tidak ada seorang pun yang telah menipu dan menyesatkanku. Sesungguhnya Rasulullah Muhammad SAW datang kepadaku dalam mimpi untuk menunjukkan kebenaran dan agama yang benar yaitu agama Islam. Bukan agama orang Arab sebagaimana yang kalian katakan. Aku mengajak kalian kepada jalan yang benar dan memeluk Islam.” Mereka semua terdiam.
Kemudian mereka mencoba cara lain, yaitu membujukku dengan memberikan harta, kekuasaan dan pangkat. Mereka berkata, “Sesungguhnya Vatikan memintamu untuk tinggal bersama mereka selama enam bulan untuk menyerahkan uang panjar pembelian rumah dan mobil baru untukmu serta memberimu kenaikan gaji dan pangkat tertinggi di gereja.”
Semua tawaran tersebut aku tolak dan aku katakan kepada mereka, “Apakah kalian akan menyesatkanku setelah Allah memberiku hidayah? Demi Allah aku takkan pernah melakukannya walaupun kalian memenggal leherku.” Kemudian aku menasehati mereka dan kembali mengajak mereka ke agama Islam. Maka masuk Islamlah dua orang dari kalangan pendeta.
Alhamdulillah, Setelah melihat tekadku tersebut, mereka menarik semua derajat dan pangkatku. Aku merasa senang dengan itu semua, bahkan tadinya aku ingin agar penarikan itu segera dilakukan. Kemudian aku mengembalikan semua harta dan tugasku kepada mereka dan akupun pergi meninggalkan mereka,” Sily mengakhiri kisahnya.
Kisah masuk Islam Ibrahim Sily yang ia ceritakan sendiri kepadaku di kantorku, disaksikan oleh Abdul Khaliq sekretaris kantor Rabithah Afrika dan dua orang lainnya. Pendeta sily sekarang dipanggil dengan Da’i Ibrahim Sily berasal dari kabilah Kuza Afrika Selatan. Aku mengundang pendeta Ibrahim -maaf- Da’i Ibrahim Sily makan siang di rumahku dan aku laksanakan apa yang diwajibkan dalam agamaku yaitu memuliakannya, kemudian ia pun pamit. Setelah pertemuan itu aku pergi ke Makkah al-Mukarramah untuk melaksanakan suatu tugas. Waktu itu kami sudah mendekati persiapan seminar Ilmu Syar’i I yang akan diadakan di kota Cape Town. Lalu aku kembali ke Afrika Selatan tepatnya ke kota Cape Town.
Ketika aku berada di kantor yang telah disiapkan untuk kami di Ma’had Arqam, Dai Ibrahim Sily mendatangiku. Aku langsung mengenalnya dan aku ucapkan salam untuknya dan bertanya, “Apa yang kamu lakukan disini wahai Ibrahim.?” Ia menjawab, “Aku sedang mengunjungi tempat-tempat di Afrika Selatan untuk berdakwah kepada Allah. Aku ingin mengeluarkan masyarakat negeriku dari api neraka, mengeluarkan mereka dari jalan yang gelap ke jalan yang terang dengan memasukkan mereka ke dalam agama Islam.”
Sumber:
(SUMBER: SERIAL KISAH TELADAN karya Muhammad Shalih al-Qaththani, seperti yang dinukilnya dari tulisan Dr. Abdul Aziz Ahmad Sarhan, Dekan fakulbeg Tarbiyah di Makkah al-Mukarramah, dengan sedikit perubahan. PENERBIT DARUL HAQ, TELP.021-4701616)

http://imanyakin.wordpress.com/2008/07/17/kisah-pendeta-masuk-islam/

Pagi itu Jakarta cukup dingin. Jarum jam menunjuk pukul 06.00 WIB ketika Ustadz Agus Soetomo menjemput saya. “Mari kita berangkat. Kita pergi tiga hari ya,” ajaknya.
Pak Haji Agus-panggilan akrabnya-adalah aktivis dakwah yang punya segudang pengalaman. Usianya sudah cukup tua namun ghirah-nya seperti pemuda belasan tahun. Penuh semangat. Itu mendorong saya untuk bergegas mengikuti ajakannya.
Kami menuju Bogor, mengendarai Suzuki Carry warna merah menyusuri jalan tol Jagorawi yang saat itu masih sepi. Tempat yang kami tuju adalah Kompleks TNI Yonif 315 Bogor. Hari itu, Pak Haji Agus dan kawan-kawan akan menggelar acara yang cukup istimewa. Yaitu melakukan khuruj (keluar atau bepergian di jalan Allah) bersama para tentara.
Tiba di tujuan, saya segera menangkap pemandangan yang terasa berbeda. Puluhan tentara sudah “apel” di masjid Nurul Amal Yonif 315. Sebagaimana tentara pada umumnya, mereka memakai seragam loreng. Namun yang bertengger di kepalanya bukan topi baja, melainkan surban. Ada pula yang memakai kopiah putih. Para prajurit yang “siap tempur” itu berbaur dengan belasan pria berjenggot yang rata-rata memakai gamis warna putih dan juga surban.
“Ini Ustadz Hasanuddin, danton-(komandan peleton)-nya,” Pak Haji Agus memperkenalkan saya pada seseorang. Saya mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan pria ramah itu.
Semua “Letjen”
Tepat pukul 09.00, “Danton” Hasanuddin memberi aba-aba agar pasukan segera berangkat. Gelar pasukan dibagi menjadi 13 kelompok. Masing-masing terdiri abeg 5 sampai 7 orang tentara dan 7 aktivis Jamaah Tabligh. Menurut Pak Haji Agus, mereka akan disebar ke berbagai masjid di kawasan Bogor, Jakarta, Sukabumi, dan Bandung.
Ustadz Hasanuddin menjelaskan tentang apa yang mesti dilakukan oleh masing-masing amir atau ketua kelompok di “medan tempur” nanti. Suasana hening. Semua menyimak dengan seksama apa yang diperintahkan oleh komandan.
Saya masuk ke dalam Kelompok Kalibata. Alhamdulillah, batin saya, berarti tidak jauh dengan rumah saya di kawasan Kampung Melayu (Jakarta Timur). Siapa tahu nanti saya punya waktu untuk sekadar menengok rumah di sela-sela acara. Apalagi esok harinya harus menghadiri pernikahan seorang teman, jadi saya mesti izin sebentar.
“Saat ini kita semua letjen. Cepat-cepat, waktunya mendesak! Jendela satu, dua, tiga, dan selanjutnya mohon dibuka, supaya tidak merepotkan gerak kita,” kata Danton Hasanuddin.
Batin saya langsung berdecak kagum, berarti tentara-tentara ini berpangkat letnan jenderal semua. Subhanallah! Tapi, kok tampangnya masih muda-muda?
Kami berhamburan ke luar masjid, ada yang lewat pintu, ada yang lewat jendela. Kebetulan jendelanya rendah sehingga tidak sulit untuk dilompati. “Ayo keluar lewat jendela. Sekarang ini kita semua letjen, lewat jendela,” Hasanuddin terus memberi komando.
Ealaaah, ternyata letjen itu singkatan dari “lewat jendela”. Saya cengar-cengir.
Nyasar ke Sukabumi
Sekitar pukul 10.00, pasukan meninggalkan masjid, menuju berbagai tempat yang telah ditentukan. Jika ada salah satu anggota kelompok yang mempunyai mobil, maka mobil itulah yang dipakai banyak-banyak. Bagi kelompok yang tak punya mobil, mereka harus iuran agar bisa menyewa kendaraan.
Alhamdulillah, dua anggota Kelompok Kalibata punya mobil Panther dan Kijang kapsul. Saya berada di dalam Panther, bersama 5 orang tentara. Menilik pangkat yang tertempel di pundaknya, ada seorang yang berpangkat letnan satu, seorang sersan dua, dan lainnya sersan satu. Namun pada saat itu mereka bercanda seperti kawan akrab, seolah-olah tak ada perbedaan pangkat.
Awalnya saya agak kikuk karena satu orang pun belum ada yang kenal, meskipun sudah berjabatan tangan. Saya masih memilih diam dan lebih banyak melempar senyum, sambil asyik mengamati pemandangan selama di perjalanan.
Lama-lama hati saya bertanya-tanya, sebab Panther itu tidak mengarah ke Jakarta tetapi justru sebaliknya. Di kiri kanan jalan terhampar perkebunan teh, lalu hutan, dan pokoknya makin jauh dari suasana kebanyakan. “Lho, Pak, katanya mau ke Kalibata, kok lewat hutan begini? Apa tidak nyasar?” tanya saya.
“Kita tidak ke Kalibata, tetapi ke Sukabumi,” jawab Ustadz Hasanuddin yang menjadi amir kami.
Wah, salah sangka lagi! Terbayang, besok berarti saya tidak bisa menengok rumah dan menghadiri pernikahan teman. Tapi tak apalah, insya Allah ada hikmahnya.
Tujuan rombongan ini ternyata ke Masjid Sekolah Polisii Negara (SPN) Lido, Sukabumi (Jawa Barat). Begitu tiba di lokasi, kami langsung berdoa, mohon petunjuk dan perlindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala agar perjalanan dakwah bisa lancar dan terhindar dari fitnah.
Waktu itu hari Jumat. Kami bergegas mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat. Sebelum khatib naik mimbar, takmir masjid menyampaikan pengumuman kepada jamaah, “Selamat datang kepada rekan-rekan dari Jamaah Tabligh yang akan beri’tikaf di masjid kita ini selama tiga hari.”
Perwira Ingin Masuk Surga
Usai shalat Jumat, kami duduk melingkar sambil menunggu makan siang. Amir menerangkan tentang adab makan, adab bersuci, mandi, berwudhu, masuk masjid, dan tidur. Itulah di antara aktivibeg yang akan kami lakukan di lingkungan masjid. Usai ceramah, salah seorang teman mengkoordinir iuran untuk biaya makan sehari-hari.
Beberapa saat kemudian ada beberapa pengurus masjid yang bergabung. Kami pun segera tenggelam dalam perbincangan yang akrab. “Masya Allah, terima kasih abeg kehadiran Bapak-Bapak. Kami sangat senang,” kata salah seorang di antara mereka.
Takmir masjid lainnya menyajikan makanan. Tuan rumah segera mempersilakan kami untuk menikmati hidangan. “Makanan telah siap, teori sudah kita kuasai, sekarang tinggal praktiknya,” celetuk seorang teman yang segera disambut derai tawa.
Makanan itu diletakkan dalam nampan. Ada nasi, beberapa potong ayam goreng, dan sayur kentang. Tiap nampan “diserbu” oleh 5 orang sehingga masing-masing akan mendapat jatah yang tidak begitu banyak. “Seperti inilah kalau Rasulullah makan, dan kita harus menapaktilasinya,” kata amir.
Iseng-iseng saya bertanya, “Tentara apa biasa makan dengan menu sederhana dan cuma sedikit begini?”
“Biasa. Malah kalau pas di hutan dan lapar, kami biasa makan seadanya. Kalau ada pisang ya dimakan semua, termasuk kulitnya,” kata Sertu Abdul Haris sambil tertawa.
Usai makan siang, kami diberi kesempatan untuk istirahat setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam. Ada yang langsung tidur di lantai abeg masjid, ada yang membersihkan tempat makan, ada yang membaca Al-Qur`an, ada pula yang membaca kitab. Setelah itu, para tentara melepas seragam lorengnya. Mereka ganti dengan baju koko, sarung, dan kopiah.
Seorang tentara mendatangi saya, lalu bertanya, “Islam itu yang seperti apa sih? Ada NU, Muhammadiyah, ada lagi yang lain. Mana yang benar?”
Saya lalu terlibat obrolan cukup panjang. Saya mengatakan bahwa yang disebut itu hanyalah organisasi massa Islam. Islam yang benar adalah yang teguh memegang Al-Qur`an dan sunnah atau dikenal sebagai ahlus-sunnah wal-jama’ah.
Pada hari kedua, Letnan Satu Lalu Syaifullah terjadwal menyiapkan makan atau kami menyebutnya ahlul khidmat (pelayan). “Wah, sungkan juga, orang seperti saya dilayani oleh calon jenderal,” saya melempar gurauan.
“Nggak apa-apa. Kalau kita ngandalin ego, nanti nggak bakal masuk surga!” tentara muda asal Lombok ini enteng menjawabnya. Tangannya tampak cekatan menata hidangan di abeg nampan.
Pelayan Senior
Tiap usai mendirikan shalat fardhu berjamaah, kami langsung memmembuat lingkaran halaqah ta’lim. Salah seorang di antara kami membacakan kitab Fadhilah Amal kira-kira sepuluh menit.
Kemudian dilanjutkan dengan halaqah musyawarah. Ini adalah saat untuk melaporkan hal-hal yang dilakukan selama jeda dua waktu shalat. Amir selalu berpesan agar semua rombongan tak pernah lalai untuk dzikir. Kalau ada yang capai atau perlu istirahat, dzikir bisa dilakukan bergantian. “Jangan sampai ada waktu kosong tanpa dzikir. Dzikir inilah yang menguatkan diri kita ketika ada serangan yang tidak diinginkan dalam mengemban tugas yang mulia ini,” jelas amir.
Akhirnya kami memmembuat jadwal dzikir di dalam masjid. Bagi yang tidak terjadwal, harus melakukan khuruj dan mengajak masyarakat sekitar agar aktif pergi ke masjid.
Jadwal itu diatur sedemikian rupa sehingga semua mendapat giliran. Tidak memandang tua-muda, letnan, mayor, atau prajurit, semua sama. Seorang teman yang usianya sudah enam puluhan minta tugas secara khusus. Apa itu? Menjadi ahlul khidmat! Masya Allah, padahal beliau ini sudah cukup senior dan kaya pengalaman dakwah. Kami yang masih muda-muda sungguh malu dimembuatnya.
Terus terang saya jadi tertarik untuk memperhatikan gerak-gerik kakek ini. Dan, dia selalu tersenyum setiap mengerjakan berbagai tugas yang menuntut stamina prima itu. Senyum yang tampak tulus.
Pesan Amir
Tentu saja kami tak cuma asyik dengan diri sendiri. Setiap bertemu seseorang, kami akan selalu mengajaknya berbincang, tentang pekerjaannya, keluarga, sampai aktif-tidaknya di masjid. Kami bahkan mendatangi kaum Muslimin door to door, tukang ojeg, sampai anak-anak muda yang nongkrong di pinggir jalan. “Kita ini saudara seiman. Mari kita bertemu di masjid, ada pengajian yang insya Allah bisa meningkatkan keimanan dan keilmuan kita,” begitu kata-kata kami kepada seseorang yang jarang ke masjid.
Ada yang menerima kami dengan tangan terbuka dan senyum mengembang, ada yang bersikap dingin, ada pula yang terkesan menghindar. “Jangan heran jika jamaah kita ini dianggap aneh. Kita harus selalu bersyukur, dan kalau dianggap aneh maka semoga itu semakin meningkatkan kualibeg keimanan kita. Rasulullah dulu juga dianggap aneh,” pesan Ustadz Hasanuddin.
Amir kami ini memang terus memberi nasehat, dimanapun dan kapanpun. Kami semua senang sebab Ustadz Hasanuddin menyampaikannya selalu dengan tersenyum ramah.
“Kita harus mensyukuri nikmat ini dengan menyisihkan waktu untuk menghidupkan masjid dan mengajak umat supaya kembali ke jalan Islam. Kita luangkan waktu yang biasanya sibuk dengan kehidupan dunia ini, untuk berjuang di jalan Allah,” ujar pria tinggi kekar ini. Panbeglah kalau disebut Komandan Peleton.
“Sampaikan bahwa kita ini sebenarnya juga bekerja, mencari nafkah, sebagaimana layaknya saudara-saudara yang jarang ke masjid karena sibuk dengan urusan dunianya itu. Sampaikan, bahwa kita, meskipun bekerja juga, tak melupakan kewajiban sebagai hamba Allah.”
“Kerja seperti kita ini akan mengundang pertolongan Allah. Jadi, seharusnya kita ini berebut untuk melakukannya. Bahkan andaikan para raja atau presiden tahu tentang pahala dan kemuliaan perjalanan dakwah ini, niscaya mereka akan meluangkan waktu di antara pekerjaannya untuk berdakwah.”
Hari Ahad sekitar pukul 17.00, kami meninggalkan Masjid SPN Lido. Perpisahan dengan takmir masjid terasa begitu mengharukan. “Insya Allah kita akan bertemu lagi,” kata amir.
Kami segera meluncur ke Yonif 315 Bogor. Para tentara kembali mengenakan seragam loreng. Kami sempat berhenti sejenak di sebuah masjid untuk menunaikan shalat Maghrib.
Sampai di Masjid Nurul Amal, kami langsung berpisah untuk pulang ke tempat asal masing-masing. Peluk cium terasa begitu erat. Beberapa tentara terisak-isak menahan haru. Sempat terbersit dalam benak saya, “Tentara ternyata juga bisa menangis!”
Sebagai kata pelepasan, amir berpesan, “Jadikanlah masjid sebagai pusat kegiatan untuk meng-upgrade iman yang lemah dan mendongkrak semangat untuk cinta kepada Allah. Kita juga harus berkhidmat dan bermembuat baik kepada siapapun, bahkan kepada orang yang tak menyukai kita.”*
(Dimuat di Majalah Hidayatullah edisi April 2003)

http://hidayatullah.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1842:khuruj-bersama-tentara&catid=73:features&Itemid=85

(KAWASAN YANG DILANDA GEMPA BUMI PADA 8 OKT 2005)

Karkuzari ini disampaikan oleh Saudara Munir Shah Sakandar Miah.

Jemaah kami telah keluar 4 bulan dan telah dihantar ke Kashmir daerah Bagh. Saya(penulis) sendiri Amir kepada jemaah saya itu. Selain daripada jemaah saya terdapat 24 jemaah lain lagi yang buat usaha agama di kawasan itu. Jemaah kami telah dihantar ke suatu kawasan perumahan orang2 elit di kawasan bandar Bagh. Dari segi dunia, penduduk2 di kawasan itu ialah orang2 yang terpelajar berpendidikan moden. Dari segi agama pula, kebanyakan mereka mereka menunaikan solah dan membaca Al-Qur’an. Mereka tidak ada kaitan dengan mana2 kumpulan ajaran sesat. Mereka juga tahu sedikit sebanyak mengenai usaha agama/usaha dakwah tetapi secara sengaja mereka menentangnya. Mereka menganggap bahawa usaha agama ini adalah penghalang dan mengganggu kerja2 dunia mereka. Mereka berkata kita kena usahakan dunia dulu,dapatkan asbab2 kemajuan sebagaimana negara2 yang telah maju kemudian barulah buat usaha agama.Di kawasan ini ada beberapa orang yang menjadi pembesar mereka. Pengaruh pembesar2 itu tersebar ke seluruh kawasan tersebut. Sehinggakan pegawai2 kerajaan pun menjadi pengikut mereka. Orang2 di kawasan ini melayan kami dengan buruk terutamanya orang2 tua dan orang2 lemah di antara kami. Kebiasaan mereka akan dipukul semasa menjalankan gasht (ziarah jumpa orang). Sekali, semasa melakukan gasht di kawasan sebuah sekolah mereka telah dipukul. Dan semasa menjalankan gasht di sebuah kem tentera, ahli jemaah telah diperlakukan dengan buruk sehingga mereka telah diberi amaran keras supaya tidak datang melakukan gasht di situ lagi. Sebagai denda jemaah itu diperintahkan untuk mengutip sampah-sarap. Di masjid pula , bekas2 yang diisikan air (lota/bekas wudhu’))untuk kegunaan kami telah diludah oleh penduduk2 di situ sebanyak 7-8 lota. Kami mengambil air itu dgn susah payah berjalan mendaki bukit sejauh 1.5-2 km kemudian orang2 di situ menyia-nyiakan air kami begitu sahaja. Ada juga orang di situ kencing di dalam air kami.

 

Ilham daripada Allah S.W.T dengan perantaraan mimpi

 

Sehari sebelum gempa bumi di kasawan situ berlaku, seorang pemuda yang sedang keluar bersama satu jemaah yang sedang buat usaha di Rajanpur (satu kawasan berhampiran dgn tempat kami) telah bermimpi melihat bukit-bukau yang berhampiran melaung-laung meminta tolong seumpama seorang manusia yang sedang mengalami kesakitan yang teruk. Pada waktu sahur, amir jemaah itu bersama dengan pemuda itu telah datang ke tempat jemaah kami dan mengkhabarkan tentang mimpi itu. Pemuda itu mengalami ketakutan yang amat sangat. Hampir jam 5 pagi kami telah menghubungi pihak di Markaz Raiwind. Saya sendiri telah bercakap dengan Haji Abdul Wahab Sab selepas beliau selesai memberi Bayan Subuh. Haji Sab telah memberi jawapan secara sepontan iaitu kumpulkan semua jemaah yang ada di kawasan itu dengan segera. Alas2 tidur kamu hendaklah ditindih dengan batu2 sementara tong2 gas hendaklah ditanam dalam bumi. Jemaah kamu sendiri dan juga semua jemaah yang lain hendaklah dikumpulkan serta bermalam di suatu kawasan tanah lapang. Usahalah/ pujuklah orang di situ sehabis-habisnya untuk berkumpul di tempat tersebut. Jangan beritahu tentang mimpi itu kepada sesiapa pun.

 

Demikianlah, dengan susah payah kami telah usahakan mengumpulkan 23 jemaah yang salah satu daripada jemaah2 itu telah datang sendiri setelah mereka mendapat tahu berita itu. Dua jemaah lagi kami tidak dapat hubungi mereka. Masalahnya ialah, di sini kawasannya berbukit sementara itu kami tidak ada perhubungan dengan orang tempatan, Kami telah berusaha bersungguh-sungguh ke atas orang2 kampung tetapi mereka tidak ingin mendengar cakap kami. Hanya seorang penjaga sekolah yang datang bersama kami dan telah menghabiskan masa malam bersama kami.

 

Hari itu, 8 Okt 2005, hari Sabtu. Sebaik sahaja mata kami terlelap, kedengaran suara tempikan yang dahsyat daripada bumi dan bukit-bukau yang berdekatan. Semua kami terbangun dari tidur. Salah seorang daripada kami menyangka bahawa itu adalah igauan tidur sahaja sebaliknya itulah suara sebenar iaitu suara yang telah didengari oleh pemuda yang bermimpi mengenai kejadian tersebut.Serentak dengan itu, di langit sejenis awan hitam datang dengan begitu laju. Dari awan itu pun kedengaran suara yang sama. Demikian juga dari awan itu kelihatan sejenis pancaran cahaya. Selepas beberapa minit, berlaku gempa bumi yang sangat dahsyat. Gempa itu begitu kuat sehingga kami tidak dapat berdiri, selepas itu datang pula gempa berlainan gegarannya iaitu gegaran yang turun naik. Kami terlambung ke atas setinggi satu setengah hingga dua kaki kemudian jatuh ke bawah.

 

Di hadapan mata kami,hanya dalam beberapa saat sahaja seluruh bandar telah menyembah bumi. Bangunan 2 di sekolah dan kem tentera juga telah tenggelam dalam bumi. Kemudian selepas itu, hujan lebat sangat dahsyat mula turun. Hujan itu bukanlah hujan biasa sebaliknya ia adalah hujan yang setiap titisannya sebesar mangkuk. Kerana kecuaian kami, satu tong gas telah tertinggal di luar tidak ditanam maka ia telah meletup. Kemudian selepas itu, ribut yang kencang telah datang dari arah timur dan barat yang menyebabkan pokok2 telah tumbang. Sebelum ribut itu datang, semua haiwan termasuk lalat hinggakan kerbau, lembu, kambing, anjing dan lain2 lelah lari ke arah selatan hinggakan kawasan itu kosong sama sekali daripada sebarang haiwan. Hanya dalam beberapa saat sahaja, kehidupan telah bertukar dgn kematian. Setiap bangunan telah rebah menyembah bumi.Bandar yang didiami oleh ribuan penduduk sekarang hanya tinggal kami ahli2 jemaah dan seorang penjaga sekolah yang masih hidup.

Kami telah memohon bantuan dari segenap penjuru,namun tiada yang diterima oleh Allah S.W.T. Bantuan yang pertama sampai adalah dari Markaz Raiwind, Haji Abdul Wahab Sab sampai pada waktu Asar bersama beberapa orang pelajar madrasah dgn manaiki helikopter. Selama 3 hari lagi kami tinggal di kawasan itu. Gegaran demi gegaran serta hujan yang lebat terus berlaku. Tidak ada apa bantuan yang boleh sampai ke tempat itu. Haji Abdul Wahab telah menghantar sebanyak 9000 beding (alas tidur). Dalam setiap beding disertakan gula, beras dan lain2 sebagai bantuan. Namun, selain daripada kami, tidak ada kehidupan yang tinggal. Di mana2 sahaja kelihatan mayat2 bergelimpangan. Kami telah menyembahyangkan sebanyak 1300 jenazah. Himpunan jenazah yang kami sembahyangkan sekurang-kurangnya 7 mayat sehinggalah 50-60 mayat. Setelah menghadapi mujahadah(susah payah) menguruskan jenazah selama 3 hari, kami berusaha mencari orang2 yang terselamat dan masih hidup di kawasan itu tetapi tidak menemui sesiapa pun yang masih hidup kecuali seorang bayi.Kami berada dalam keadaan yang penuh mujahadah kerana terpaksa menahan bau busuk mayat sehinggakan susah untuk kami bernafas.

 

Pemuda yang bermimpi itu telah nampak malaikat2 memegang tali cambuk. Setiap masa beliau di dalam ketakutan dan kebimbangan. Sekali beliau nampak para malaikat dalam bentuk kanak2,maka amir jemaah telah menyuruh kami mengajarkan beliau kalimah syahadah lalu beliau pun meninggal dunia. Selain daripada beliau ada 3 orang lagi yang telah tua lagi lemah tidak dapat menanggung kesusahan itu lalu mereka juga telah meninggal dunia.

Alhamdulillah, semua ahli jemaah telah bermimipi Nabi Muhammad S.A.W atau mana2 Nabi yang nama mereka ada di dalam Al-Qur’an atau mana2 sahabat Nabi R.Anhum. Mungkin ini ialah hadiah drp Allah S.W.T utk menenangkan kami yang menghadapi ketakutan dan kebimbangan.

 

Saudara2ku sekelian,karkuzari ini bukanlah dongengan , bahkan satu hakikat. Kenapakah azab Allah S.W.T dlm bentuk gempa bumi telah datang? Pada lidah kita ada kalimah tetapi keyakinan tidak ada di dalam hati. Di kawasan itu, solah berjemaah hidup tetapi tiada amalan2 Nabi S.A.W (dakwah,ta’lim ta’lum,ibadat dan khidmat). Mereka sibuk dgn kemajuan dunia dan menganggap agama adalah satu perkara yang tidak bernilai dan mengaibkan mereka.Sebaliknya mereka menyangka pelajaran moden, fesyen moden, harta dan kekayaan sebagai kemajuan dan kejayaan.Mereka cintakan ahli dunia dan bencikan ahli agama/akhirat.

Saudara2ku,demi Allah tinggalkanlah fikiran2 seumpama itu yang hakikatnya telah kita sama2 lihat.Tuan2 buatlah azam utk mengubah keyakinan dan cara hidup kita kepada cara hidup Nabi Muhammad S.A.W. Kita kena berusaha utk keluarkan diri kita drpd kelalaian dan bersama utk memajukan agama Allah, jika tidak mungkin azab yng lebih besar akan datang. Kami telah pulang ke Markaz Raiwind pada 11 Oktober 2005.

 

~ Semoga bermanfaat buat semua ~

 

Oleh: Mohammad Quhafa

Sebelum memeluk Islam, Umar bin Khattab sempat membenci Rasulullah SAW. Umar dikenal sebagai sosok yang keras dan ditakuti kaum Quraisy. Suatu hari, dengan penuh amarah, ia menenteng pedang untuk membunuh Nabi Muhammad. Abdullah an-Nahham al-‘Adawi kemudian mencegatnya di tengah jalan.‘’Aku hendak membunuh Muhammad,’’ ujar Umar.“Apakah engkau akan aman dari Bani Hasyim dan Bani Zuhroh jika engkau membunuh Muhammad?” Tanya Abdullah.Umar marah mendengar ucapan Abdullah itu. “Jangan-jangan engkau sudah murtad dan meninggalkan agama asal-mu?”“Maukah engkau ku tunjukkan yang lebih mengagetkan dari itu, wahai Umar! Sesungguhnya saudara perempuanmu dan iparmu telah murtad dan telah meninggalkan agamamu.”Umar langsung menuju ke rumah adiknya. Di dalam rumah, Fatimah — saudara perempuannya – bersama sang suami sedang membaca Alquran. Umar sempat mendengarnya. Ia langsung melabrak adik dan iparnya.“Apa yang kalian baca tadi?’’ Tanya Umar. Adiknya mencoba untuk menutupi apa yang mereka lakukan.“Wahai Umar, apa pendapatmu jika kebenaran bukan berada pada agamamu?” Tanya ipar Umar. Mendengar pertanyaan itu, Umar makin garang. Ditendangnya sang adik ipar dengan keras. Fatimah pun ditampar hingga berdarah. Umar terdiam, ketika adiknya mengucap dua kalimah syahadat di depannya.Hidayah Allah mulai menyinari hatinya. Umar lalu meminta adiknya untuk menunjukkan lembaran Alquran yang mereka baca. Setelah mandi, Umar membacanya. Hatinya bergetar saat membaca ayat Alquran.‘’Ini adalah nama-nama yang indah nan suci,’’ ujarnya. Umar pun mengakui kebenaran Islam. Ia bahkan menjadi pemimpin umat Islam, setelah Rasulullah SAW wafat.***Kisah masuknya Umar ke dalam Islam di atas telah menginspirasi dan menjadi hidayah bagi Husein Yee. Ia tercengang ketika membaca buku tentang Umar bin Khattab itu. Buku itu dibacanya, karena ia merasa sulit untuk membaca Alquran. Kisah masuk Islamnya umar membuat Yee tertarik untuk mempelajari Islam. ‘’Kitab itu (Alquran, red), pastilah sesuatu yang luar biasa karena mampu mengubah pandangan seseorang,’’ ujar Yee.Saat itu, Yee sedang mencari kebenaran tentang Tuhan. Ia semakin penasaran untuk mengenal Islam. Ia mencari Alquran dan membacanya. Setelah membacanya berulang-ulang, dalam hatinya tumbuh sebuah keyakinan. ‘’Inilah agama yang selama ini aku cari,’’ ujarnya dalam hati.Yee merasa Islam lebih rasional dan mampu menjawab pertanyaannya tentang Tuhan. Menurut dia, agama ini sangat tepat sasaran. Islam hanya mengajarkan satu Tuhan, yaitu Allah, dan bukan tiga Tuhan seperti konsep Trinitas. “Saya rasa ini sangatlah sederhana,” katanya.Dalam pandangan Yee, tauhid Islam itu begitu mudah dan sangat sederhana. Untuk menjadi Muslim, kata dia, seseorang hanya perlu mengucapkan dua kalimat syahadat. Ia makin terpesona dengan ajaran yang disebarkan Nabi Muhammad SAW itu, karena Islam tidak mengajarkan kekerasan, tetapi perdamaian dan saling menghormati.Yee pun menyadari bahwa Islam bukanlah sebuah agama eksklusif yang hanya dimiliki atau dianut oleh satu kelompok tertentu. Menurutnya, Islam adalah sebuah agama yang universal. Allah SWT – Tuhan umat Islam — tidak hanya untuk orang Arab, tetapi juga untuk orang Cina, Negro, dan semua orang di atas bumi ini. ‘’Islam adalah agama untuk semua umat di bumi,” tuturnya.Jauh sebelum memeluk Islam, Yee adalah penganut Buddha. Ia mulai melakukan pencarian, setelah merasa agama yang dipeluknya itu tidak lagi memuaskan hatinya. Ia menilai, ajaran agamanya sudah tak lagi sesuai dengan yang diajarkan Gautama.Menurut Yee, Gautama bukanlah Tuhan yang harus disembah. Gautama adalah seorang Pangeran yang berkelana mencari kebenaran. Lalu ia mendapatkan ‘pencerahan’ dan dijuluki Sang Buddha. Ia memberikan ajaran-ajaran yang ia peroleh dari semedinya kepada orang-orang.“Ia (Gautama) tidak mengklaim dirinya sebagai Tuhan,” kata Yee dalam acara The Deen Show. Menurut dia, dalam menjalani kehidupan beragama, seseorang harus benar-benar mendalami agama.Ia mendalami agama tradisionalnya dengan bekerja di biara. Lama mengabdi pada biara membuatnya sadar bahwa apa yang dilaksanakan orang-orang sudah melenceng dari ajaran Gautama. ‘’Orang-orang mulai memuja dan berdoa kepada Gautama, yang sama sekali tidak mengizinkan orang untuk memujanya.’’Dengan perasaan kecewa, ia lalu pindah keyakinan menjadi seorang penganut Kristen, agama yang banyak dipeluk penduduk di Cina. Di awal menjadi seorang kristiani, pria yang berusia sekitar 60 tahunan itu menganggap Kristen sebagai agama yang indah. “Saya rasa sangat indah karena Kristen mengajarkan tentang cinta kepada Tuhan dan cinta kepada sesama serta tetangga,” kenangnya.Selain itu, menurut Yee, Kristen adalah agama yang ‘bebas’. Hanya dengan mengatakan percaya dengan agama tersebut, kata dia, bebas melakukan apapun yang dimauinya. Ketika seseorang melakukan kesalahan, lalu dia melakukan pengakuan di depan pendeta, maka dosanya akan hilang dan dia bersih kembali. ‘’Itu mudah,’’ tuturnya.Ia lalu mengajarkan agama Kristen kepada orang-orang di sekitarnya. Ia pun sempat berkomitmen dengan sekolah misionaris untuk menyebarkan Kristen. Yee sempat berpikir dirinya akan menjadi orang yang sangat egois apabila menyimpan sendiri agamanya.Yee pun kembali ke lingkungannya dan menyebarkan Kristen kepada mereka. Untuk menjadi seorang misionaris, Yee mengaku perlu mempelajari banyak hal tentang Kristen. “Saya harus mempersiapkan diri dan belajar lebih dalam mengenai Kristen dan Trinitas yang menjadi inti dari agama cinta ini,” ceritanya.Kegundahan kembali menerpa hatinya, ketika Yee mempelajari Trinitas. Tidak mudah baginya untuk menerima konsep ‘’Tiga Tuhan’’ ini. Sulit baginya mempercayai seseorang yang menjadi Tuhan dan Tuhan yang menjadi seorang manusia yang fana. Kegalauan itu disampaikannya kepada seorang pendeta.Kepada pendeta itu, Yee bercerita betapa hatinya sulit sekali menemukan kebenaran akan Kristen. Pendeta tersebut berkata pada Yee, “Bersabarlah, Roh Kudus akan datang padamu dan memberikanmu pencerahan.” Yee pun menunggu dan menunggu akan kedatangan Roh Kudus. Akan tetapi, yang ditunggunya tak kunjung datang.Padahal, ia ingin sekali menyebarkan Kristen kepada teman-temannya. Saat itu, Yee bahkan berpikir mereka akan masuk neraka apabila tidak menganut Kristen. ia menganggap orang-orang itu tersesat.Pada saat yang sama, Yee memiliki teman-teman Muslim. Namun, ia sama sekali tidak mengetahui apa-apa tentang Islam. Awalnya, Lee berpikir bahwa Islam adalah agama untuk orang-orang tertentu saja, bukan agama untuk semua orang.Ketika masih mempercayai Kristen, ia ingin sekali mengajak teman-temannya yang Muslim untuk berbagi agama yang dipeluknya. Ia ingin mengatakan, “Tuhan mati untuk menyelamatkan kita semua.” Yee pun diam-diam mempelajari agama Islam.Sayangnya, kata dia, pada era 1960-an, orang-orang non-Muslim tidak dibenarkan membaca Alquran. Hingga akhirnya, ia membaca buku tentang Umar bin Khattab. Sejak itulah, Yee mulai menemukan apa yang dicarinya selama ini. Ia menemukan kebenaran dalam Islam.Menurutnya, Islam adalah agama perdamaian, karena ia diciptakan untuk semua. Bagi Yee Islam adalah sebuah akronim dari I Shall Love All Mankind (Saya mencintai seluruh umat). Kini, Yee menjadi seorang ulama. Di berbagai tempat dan kesempatan, ia selalu menyampaikan dakwah Islamiyah.Menurut Yee, Sidharta Buddha Gautama bukanlah Tuhan. Gautama, kata dia, mempercayai bahwa Tuhan itu satu (monoteisme). Dalam perjalanannya, lanjut Yee, Gautama selalu berdoa kepada Pencipta.Kata dia, dalam darma Gautama pun juga diajarkan adanya qada dan qadar, yang disebut sukha dan dukkha. Yee mencontohkan ketika seseorang berbuat kebaikan, maka ia akan memperoleh pahala atas kebaikannya dan begitu pula sebaliknya.Dalam penelitiannya terhadap Budha dan Islam, Yee merasa ada suatu keterkaitan antara keduanya. Sebagian besar ajaran Gautama mengarah ke ajaran Islam, tauhid. Dan ia percaya Gautama adalah satu dari ratusan Nabi yang Allah turunkan ke atas dunia untuk menyebarkan agamanya.Hal ini diyakininya, karena ia percaya Allah tidak hanya menurunkan Nabi di Arab saja, tetapi di seluruh penjuru dunia, termasuk di Cina. Dan menurutnya, Gautama adalah Nabi yang Allah turunkan untuk bangsa Cina agar mengajari mereka tentang agama Allah. “Karena Islam bukan hanya untuk orang Arab, tetapi untuk seluruh umat manusia,” kata dia.Maka, ia berusaha untuk mengajak semua orang membaca Alquran. Meskipun bukan umat Muslim, kata Yee, mereka akan menemukan kebenaran di dalam Alquran tersebut.Yee tidak akan berkomentar ketika seseorang atau kerabatnya menganggap orang Muslim itu jahat atau buruk. Karena sama seperti agama lain di dunia ini, ada Muslim yang baik dan yang buruk. Namun apabila seseorang mengatakan Islam itu buruk, maka ia akan marah.“Seseorang tidak boleh menghakimi Islam itu buruk kalau ia belum benar-benar mengenal Islam,” katanya. ia juga meminta orang-orang untuk membedakan Islam dan Muslim, agama dan negara, serta agama dan tradisi

 

Kargozari da’wah dari Status ADAB_ADAB SUNNAH RASUL S.A.W DALAM AGAMA

Kenapa Allah swt hadirkan gelap!
Agar kita tahu bahwa dengan
terang segalanya akan terlihat
jelas, lantas kenapa Allah swt
hadirkan masa lalu yang suram
dalam hidup kita ! agar kita
sadar bahwa hidayah itu suatu
yang mahal, yang Allah swt
berikan kepada siapa saja yang
mau membuka hati untuk
perkara hidayah. Karena setiap
orang, ya setiap orang tanpa
kecuali, lepas apakah dia seorang
yang memiliki kepahaman agama
yang tinggi atau hanya seorang
ahli maksiat mempunyai
kesempatan yang sama untuk
memperoleh hidayah, tinggal
seberapa jauh kita mau meraih
dan mempertahankan hidayah
tersebut.
Beberapa waktu yang lalu , Allah
swt betul-betul telah
“menampar” saya dalam artian
yang sesungguhnya. Melalui
kepergian seorang sahabat, Allah
seakan ingin menunjukan bahwa
hidayah dan surga bukan milik
sekelompok orang, melainkan
milik setiap orang yang dengan
hati hancur datang kedepan
pintu-Nya, berharap memperoleh
kasih-Nya.
Betapa adilnya Allah dan betapa
beruntungnya sahabat saya,
karena Allah telah pilih dia
kembali kepada-Nya dalam
keadaan memperbaiki diri
dirumah-Nya dalam balutan
malam yang tenang, yang hanya
Allah dan malaikat-Nya yang
mengetahui bagaimana
perjuangan almarhum sahabat
saya meninggal dunia dalam
pertobatannya.
Ketika pertama kali bertemu
dengannya, saya memandang
hanya dengan sebelah mata, iblis
telah menguasai hati saya ,
sehingga perasaan lebih baik
darinya yang waktu itu muncul,
tapi keinginan untuk menjadi
lebih baik yang datang dari
hatinya menghantarkan dia pada
pintu hidayah-Nya.
Pagi itu seperti bulan-bulan
sebelumnya, saya dan beberapa
teman mengadakan program
perbaikan diri dengan cara
beritikaf dimasjid sekitar tempat
tinggal untuk belajar dakwah.
Dan seperti biasa pula setiap
pagi diadakan taklim pagi,
dimana dibacakan kisah-kisah
para sahabat Nabi dan perbaikan
cara membaca alqur’an.
Selama mejalani program taklim,
mata saya seakan sulit diajak
kompromi, begitu berat untuk di
buka, bukan karena malam
sebelumnya saya banyak
melakukan sholat malam,
melainkan begitu banyaknya
dosa yang ada di diri saya
sehingga dalam majelis ilmu saya
masih juga mengantuk. Seperti
biasa setiap taklim pagi maka di
buat jaulah taklim ( berkeliling di
sekitar lingkungan masjid untuk
mengajak orang duduk dalam
majelis taklim ). Saya dan seorang
teman mendapatkan tugas jaulah
taklim. Dan garis nasib
menghantarkan saya bertemu
dengan sekelompok pemuda
yang satu diantaranya menjadi
sahabat saya. Beberapa orang
dari pemuda itu mencoba pergi
ketika melihat saya dan teman
saya mendekat , mungkin
mereka fikir kami kelompok
Islam garis keras yang mencoba
mengganggu keasikan mereka,
tinggal seorang pemuda yang
tetap berada di situ. Kami
mencoba memperkenalkan diri
dan menerangkan maksud
tujuan kami datang menemui
dirinya serta kami mengajak
beliau sama-sama ke masjid
untuk duduk dalam majelis
taklim yang baru saja di mulai.
Pemuda itu hanya diam, entah
apa yang ada di benaknya,
apakah dia berpikir saya dan
teman saya hanyalah sekelompok
orang yang mengganggu
kesenangan dirinya atau
entahlah mungkin hanya dirinya
dan Tuhan yang tahu.
Saya mulai aga kesal karena
dirinya seperti tiada reaksi sama
sekali, dia hanya tertunduk tanpa
berani beradu pandang,
beberapa saat sebelum kami
undur diri untuk kembali ke
masjid, tiba-tiba pemuda
tersebut akhirnya buka suara, ”
Apa boleh orang bertatto ke
masjid ?”, tanyanya waktu itu,
lantas saya menjawab boleh asal
dalam keadaan suci dari najis,
siapa saja asalkan dia muslim
boleh ke masjid. Dia hanya diam,
saya seperti mendapatkan angin
untuk terus berusaha agar dia
mau ikut ke masjid, saya mulai
bercerita banyak hal tentang
kisah-kisah para sahabat nabi
yang ketika masa jahiliyah begitu
jahil , tapi setelah mereka
bertaubat mereka menjadi ahli-
hali surga.
Akhirnya dirinya mau ikut ke
masjid bersama kami, setelah
membersihkan diri dan
mengenakan pakaian yang saya
pinjamkan ia duduk bersama
kami mendengarkan taklim pagi,
betapa gembiranya hati saya
ketika akhirnya ia mau ikut ke
masjid, tak ada kata-kata yang
sebanding dengan perasaan
saya pada waktu itu, mungkin
hanya orang-orang yang pernah
terjun langsung tahu bagaimana
sulitnya berdakwah di tengah-
tengah manusia untuk mengajak
mereka kembali kepada Allah dan
ketika satu diantara mereka mau
kembali taat kepada Allah,
rasanya dunia dan isinya tak
sebanding dengan perasaan
senang yang ada di diri kita.
Lepas bada zuhur, dirinya
mendekati saya dan menanyakan
apakah dirinya boleh bergabung
dengan kami, dan tentu saja
boleh karena dakwah adalah
tugas setiap umat Islam tanpa
kecuali, kalau hewan yang lebih
rendah dari manusia boleh
berdakwah bahkan di abadikan
dalam alqur’an ( semut, burung
hud-hud dll ) apalagi manusia
yang mempunyai tugas sebagai
khalifatullah di muka bumi jelas
lebih boleh lagi untuk
berdakwah. Dengan berdakwah
Allah swt akan perbaiki diri kita
seperti yang terjadi pada diri
para Nabi dan sahabatnya dan
hal tersebut yang juga akan
terjadi pada diri setiap orang
yang mengambil kerja dakwah
sebagai jalan hidupnya.
Sepanjang hari ia hanya diam,
mungkin proses hidayah sedang
terjadi pada dirinya, dan lepas
tengah malam, saya menemuinya
sedang menangis berurai air
mata di pojok mesjid, saya tak
berani mendekat dan hanya
melihat dari kejauhan.
Pemandangan yang sangat
indah, dimana pada pagi hari
dirinya masih bermaksiat kepada
Allah swt tapi pada malamnya ia
sedang menangisi dosa-dosanya.
Saya menjadi malu terhadap diri
sendiri, seakan saya merindukan
saat-saat seperti itu , dimana
begitu nikmatnya melewati
malam berdua dengan-Nya,
bermunajad dihadapan-Nya
dengan air mata dan hati yang
hancur.
Beberapa bulan setelah kejadian
itu saya tidak lagi bertemu
dengan almarhum karena
memang tempat tinggal dan
kesibukan kami yang tidak
memungkinkan, tapi kami masih
tetap berhubungan via telpon ,
sampai akhirnya 2 minggu yang
lalu saya bertemu dengan dirinya
di salah satu mesjid tua di
kawasan kebun jeruk Jakarta
Pusat.
“Ane mau belajar dakwah 40
hari “ ucapnya. Saya hanya bisa
tersenyum bahagia mendengar
penuturannya. ” Routenya
kemana ? “ Tanya saya. “Belum di
putus, besok pagi selepas bayan
subuh baru ketahuan routenya,
karena ane gabung dengan
jamaah yang lain” jawabnya
singkat. Sesaat kemudian dirinya
bertanya hal yang sama seperti
saat kami pertama kali bertemu.
” Apa di surga ada orang yang
bertatto?” tanyanya dengan aga
ragu. Dan sekali lagi saya yang
sombong , yang angkuh yang
ahli maksiat tapi sok bersih
menjawab dengan ringannya
tanpa mencerna dan berpikir
lebih jauh tentang pertanyaan
Almarhum tersebut. “Mana ada di
surga orang yang bertatto , kalau
di neraka banyak”. Jawab saya,
dan almarhum hanya tertunduk
sedih, saya segera menyadari
kesalahan saya dan meralat
ucapan saya “Tapi ente tenang
aja kalau ente tetep buat
dakwah , nanti ente juga akan
masuk surga dan Allah sendiri
yang akan menghapus tatto
ente”. Almarhum sahabat saya
tersenyum bahagia dengan
jawaban saya, senyum yang
terakhir yang saya lihat, karena
saya tidak akan pernah melihat
senyumnya lagi, sebuah sms saya
terima malam kemarin yang
mengabarkan ia telah meninggal
dunia ketika dirinya sedang
berlajar berdakwah, islah diri,
belajar menjadi hamba yang taat,
belajar mencintai Allah swt dan
Rasul-Nya.
Selepas bersilaturahmi bada isya
almarhum pamit dengan amir
jamaah untuk tidur lebih awal
karena kondisi badannya yang
kurang baik, dan mendekati
subuh terlihat almarhum masih
tertidur, dan ketika salah satu
rekan mencoba
membangunkannya ternyata
almarhum telah tiada, pergi
meninggalkan dunia untuk
bertemu Allah swt bertemu
dengan sosok yang dicintainya
yaitu Rasulullah saw dan para
sahabat-nya, meninggalkan
dunia pada saat pertobatannya.
Kematian yang indah, yang selalu
saya rindukan, mati di jalan-Nya,
mati ketika mencoba meraih
cinta-Nya.
Selamat jalan sahabat, di surga
memang tiada akan ada pria
bertatto , yang ada hanya pria
tampan, yang suka miscall
tengah malam untuk bangunin
tahajud, yang suka bangun
malam dan nangis kaya anak
kecil, yang suka bikin gw kesel
karena selalu berantakan kalau
makan berjamaah, yang suka
tiba-tiba batalin janji pada hal
udah jauh-jauh hari dibuat. Kita
memang gak akan pernah
ketemu lagi di dunia, gak pernah
bisa keluar masturah bareng, gak
pernah akan bisa ke IPB ( India,
Pakistan, Bangladesh ) berdua.
Dan elo gak bisa baca blog gw
lagi, pada hal elo pengen banget
kita sama-sama hadir ijtima
Bulan Juli nanti dan elo pengen
banget ngerasin duduk di bawah
tenda dan poto elo gw tampilin
di blog jelek gw ini, tapi rasanya
itu cuma mimpi, karena pastinya
gak akan bisa terjadi. Sekarang
elo dah tenang di sana, tugas elo
di dunia dah selesai, tinggal gw
yang masih gamang dengan
jalan hidup sendiri.
Selamat jalan sahabat, semoga
Allah selalu menjaga dan
menerima tobat dirimu. Semoga
kami yang di tinggalkan dapat
memetik banyak pelajaran dari
perjalanan hidupmu. Dan
semoga Allah swt kekalkan kami
dalam usaha dakwah, dakwah
sebagai maksud hidup, hidup
untuk dakwah , dakwah sampai
mati dan mati dalam dakwah.
Alloh humma firlahu war hamhu
wa afi’i wa’fuanhu. Aamiin.

oleh Hendra Setiawan pada 17 September 2011 jam 3:06

Beredar di tengah masyarakat bahwa kiblat mereka jemaah tabligh bukan ke ka’bah, mereka tak mau pergi haji, haji mereka ke India Pakistan, dsb. Orang tua di antara mereka mengatakan kami datang ke INDIA PAKISTAN untuk belajar ke tempat yang sudah hidup amal DAKWAH, bukan untuk beribadat di sana. Ada juga yang mengatakan sebagaimana orang ingin belajar sepak bola harus ke BRAZIL dan INGGRIS karena sudah sukses menjadi juara dunia. Begitu pula belajar HADITS orang perlu ke MADINAH, belajar qiraat ke MESIR, belajar madzhab Imam Syafi’I ke negeri MELAYU, belajar WAHABY ke ARAB SAUDI, belajar madzhab Hanafy ke KHURASAN. Maka apa salah kami belajar DAKWAH ke INDIA dan PAKISTAN karena di negeri itulah hidup amal dakwah. Masjid banyak yang hidup 24 jam tidak seperti di Negara lain masjid banyak di kunci termasuk di MAKKAH dan MADINAH jika tak musim haji terkunci. (Penyalin : Rumah Allah DIKUNCI!!?) Padahal Rasulullah saw mulai kerja dari Masjid Nabawi yang hidup dengan amal 24 jam. Di Reiwind amalan hidup 24 jam sebagaimana Masjid Nabawi dahulu di zaman Rasulullah saw. Ada juga di antara mereka yang katakan : Kami ke INDIA mau lihat sejarah bagaimana hasil kerja dakwah yang dibuat oleh Syaikh Maulana Muhammad Ilyas Rah A terhadap orang MEWAT. Suatu kampung pemakan bangkai, tidak mengenal Allah, tak pernah ibadah, sampai menjadi kampung yang penuh kesalehan. Yang lain mengatakan banyak orang yang menuduh kami haji ke Pakistan bukan ke Mekah TERKADANG MEREKA SENDIRI BELUM BERHAJI .Sesekali jalan ke markaz kami, di sana para HUJJAJ tak pernah di panggil PAK HAJI, BAHKAN MEREKA BERKALI – KALI BERHAJI, ini bisa dibuktikan jika kita Tanya para AHLI SYURA mereka rata-rata lebih dari 3 kali ke haji. Di antaranya juga katakan : Kami datang untuk Shuhbah (berteman rapat / bershahabat untuk mengambil manfaat dari ILMU maupun AMAL) dengan ulama-ulama yang telah banyak berkorban dalam kerja dakwah, dan melihat kisah nyata kehidupan mereka yang telah jadikan dakwah sebagai MAKSUD HIDUP. Sebab jika kami tidak lihat mereka hanya baca tentang dakwah maka tak akan bisa kami terapkan. Sebagaimana penjahit yang hanya membaca buku bagaimana cara menjahit jas tetapi tak pernah lihat bagaimana jas dibuat oleh penjahit yang lebih senior maka tak mungkin bias jahit. Memang kalau kita mau jujur mengamati kepergian mereka ke India dan Pakistan tak merubah cara ibadah, dan cara mu’asyaroh mereka, artinya tidak ada misi madzhab ataupun aliran yang dibawa. Mereka malahan lebih tenggelam dalam masyarakat dan memikirkan keadaan mereka yang jauh dari agama. Mereka shalat berjamaah dengan orang banyak, cara shalat pun tak berikhtilaf dengan umat Islam lainnya hanya saja mereka lebih menekankan sholat berjamaah, di awal waktu, dan di masjid. Kalau kita mau jujur melihat kritikan yang beredar sejak awal usaha didirikan oleh Syaikh Maulana Muhammad Ilyas Rah A, maka kita akan dapati kritikan dengan materi yang sama. Karena usut punya usut selalu bersumber dari kitab yang sama yang selalu dijadikan topik yang berulang-ulang. Di antara kritikan yang berulang-ulang itu adalah : 1. Mereka tak memiliki Tauhid Uluhiyyah hanya membicarakan Tauhid Rubbubiyyah saja. 2. Mereka memiliki kebiasaan TAWAF di kuburan. 3. Masjid-masjid mereka di dalamnya ada kuburan. 4. Buku Fadhilah amal mengandungi hadits-hadits dhoif. 5. Mereka ahli bid’ah di dalam ibadah. 6. Dakwah mereka kepada hal yang rendah yaitu shalat bukan dakwah untuk murnikan agama yakni anti terhadap bid’ah sehingga tak beresiko seperti Rasulullah saw. 7.Mereka merupakan gerakan sufi modern. 8. Tinggalkan anak istri dan tidak mengurusnya adalah suatu kedzoliman 9. Mereka dakwah tanpa ilmu sehingga berbahaya untuk umat Islam 10. Haji mereka ke India Pakistan Tak ada satu buku pun ditulis untuk jawab kritikan. Dakwah mereka istikhlash seperti kuda INDIA yang dipakaikan kaca mata kuda tak lihat kiri kanan, tak lihat kerja orang lain, tak lihat apa kata orang, mereka tawajjuh hanya kepada tertib yang mereka telah sepakati. Dalam mudzakaroh enam sifat mereka ada point tentang tashihun niyat / meluruskan niat. Di sana dikatakan bahwa cirri orang ikhlash adalah Sikapnya sama saja dengan orang memuji atau orang yang membenci. Mereka telah buktikan, walaupun dihina, dicaci, tetap mereka memberi salam kepada siapapun, selalu tersenyum, bahkan justru para pengkritik banyak yang tak mau jawab salam mereka, memalingkan muka dari senyum mereka, bahkan meludah di hadapan mereka. Lihatlah!! Mereka di masjid bukan untuk berdzikir saja tetapi mereka bertemu manusia untuk jadikan seluruh manusia berdzikir kepada Allah. Setelah itu mereka hidupp seperti biasa punya istri dan anak, punya pekerjaan. Adakah ajaran sufi seperti ini? Perlu kejujuran dalam menjawabnya. Adakah Jemaah Tabligh salahkan orang ?? Baik dalam buku maupun dalam bayan mereka ?? Tidak!! Adakah Jemaah Tabligh membid’ahkan orang sehingga tak mau shalat berjemaah di masjid, atau mau shalat hanya di masjid tertentu ?? Tidak !! Adakah pelarangan dari syuro mereka atau ustadz mereka yang melarang duduk di majlis taklim yang diajar oleh ustadz yang bukan karkun ?? Tidak!! Bahkan setelah khuruj dianjurkan agar lebih dekat dengan ulama di kampung mereka masing-masing. JEMAAH TABLIGH BUKAN ORGANISASI TETAPI DALAM KERJA DAKWAHNYA TERORGANISIR Di mulai dari penanggung jawab mereka untuk seluruh dunia yang dikenal dengan Ahli Syura di Nizamuddin, New Delhi, INDIA. Kemudian di bawahnya ada syura Negara, misalnya : SYura Indonesia, Malaysia, Amerika, dll. Menurut pengakuan mereka ada lebih dari 250 negara yang memiliki markaz seperti Masjid Kebon Jeruk Jakarta. Kemudian ada penanggung jawab propinsi, untuk Indonesia sudah ada di semua propinsi. Di bawahnya ada peannggungjawab Kabupaten, seperti : penanggung jawab Solo, Purwokerto, dll. Di bawahnya ada Halaqah yang terdiri dari banyak mahalah yang minimal 10 mahalah yakni masjid yang hidup amal dakwah dan masing-masing mereka ada penanggungjawab yang dipilih oleh musyawarah tempatan masing-masing. Di India ada masjid yang menjadi Muhallah sekaligus halaqah dimana di dalam masjid hidup 10 kelompok kerja (jemaah yang dihantar tiap bulan 3 hari). Semua permasalahan diputus dalam musyawarah sehingga tak ada perselisihan di antara mereka dan mereka punya sifat taat kepada hasil musyawarah. Walaupun mereka tak pernah katakan bentuk mereka kekhalifahan seperti harakah lain yang mempropagandakan Khilafatul Muslimin, tetapi system jemaah tabligh terlihat begitu rapi sehingga mereka saling kenal satu sama lain karena jumlah orang yang pernah keluar di jalan Allah tercatat dan terdaftar di markaz dunia. Setiap 4 bulan mereka berkumpul musyawarah Negara masing-masing kemuadian dibawa ke musyawarah dunia di Nizamuddin. Musyawarah harian ada di mahalah masing-masing untuk memikirkan orang kampung mereka masing-masing sehingga biarpun ada yang pergi tasykiil tetaplah ada orang di maqami yang garap dakwah di sana. Orang yang suka dakwah sendiri-sendiri / penceramah suka kritik mereka katanya kenapa harus dakwah jauh-jauh ke luar negeri kalau tempat tinggal sendiri aja belum beres. Hal ini karena dakwah jemaah tabligh berjamaah sehingga walaupun mereka pergi tasykiil di maqami ada orang yang tetap jalankan dakwah. semoga bermanfaat, aamiin

Bayan Jamaah Perancis

Allah SWT berfirman dalam sebuah hadits qudsi
“Aku, jin dan manusia sungguh dalam perkara yang begitu agung (artinya sangat mengherankan);
Aku ciptakan mereka semua tapi mereka menyembah kepada selain Aku;
Aku berikan mereka semua rizki tapi mereka bersyukur kepada selain Aku;
Kebaikan-kebaikan Ku senantiasa turun kepada mereka semua dan mereka membalas dengan memberikan keburukan-keburukan mereka kepada-Ku;
Aku berikan kebaikan-kebaikan Ku, Aku cintai mereka dengan berbagai macam kebaikan-kebaikan yang datang dari Ku kepada mereka, dan mereka membuat Aku murka dan benci dengan kemaksiatan-kemaksiatan yang datang dari mereka kepada Ku, padahal mereka semua adalah makhluk yang paling perlu kepada Aku dalam pemberian rizki dan kebaikan ini;
Maka orang-orang yang dia datang kepada Ku dari jauh, maka Aku akan memanggil dia, cepat kemari cepat kemari wahai hamba Ku;
sedangkan orang-orang yang dia berpaling dari Ku, Aku akan datang kepada dia mendekat untuk mengatakan mau kemana hamba Ku, mau lari kemana kalian;
ahli-ahli ketaatan kepada ku, adalah ahli-ahli kecintaan Ku;
dan orang-orang yang senantiasa Aku cintai adalah orang yang senantiasa duduk dalam majelis-majelis Ku;
maka barang siapa yang duduk dalam majelis Ku hendaklah dia senantiasa mengingat Aku;
Maka ingatlah Aku, maka Aku akan mengingat kalian ;
sedangkan orang-orang yang bermaksiat, Aku tidak akan jadikan mereka putus asa dari pada rahmat Ku;
Apabila taat mereka ahli-ahli maksiat bertaobat kepada Ku, maka Aku akan menjadi kekasih-kekasih mereka;
Apabila setelah bermaksiat mereka belum juga bertaubat kepada Ku, maka Aku akan menjadi penyembuh-penyembuh atas kemaksiatan mereka;
Aku uji mereka supaya Aku bisa sucikan dosa-dosa mereka;
Wahai hamba Ku coba kalian lihat kepada langit betapa tingginya ia dengan segala ketinggiannya;
dan lihatlah kalian kepada gunung bagaimana berdiri tegaknya;
dan bagaimana bumi dengan segala fenomenanya;
dan lihatlah kalian kepada segala yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan;
semua ini (langit, bumi) menyaksikan dan bersaksi tentang kehebatan, kemuliaan dan kesempurnaan Ku;
Wahai hamba Ku, Aku senantiasa mengingat kamu tapi engkau senantiasa melupakan Ku;
Aku senantiasa menutupi aib-aib mu tapi engkau tidak pernah takut kepada Ku;
kalau Aku memerintahkan bumi pasti bumi akan menenggelamkan engkau ke dalam perutnya;
kalau Aku mau, Aku perintahkan seluruh samudera untuk menenggelamkan engkau di dalam airnya;
tapi Aku berikan kepada engkau kesempatan diulur-ulur sehingga akan datang waktunya;
dan Aku berikan pada engkau kesempatan sehingga waktunya Aku telah tetapkan;
dan wajib bagimu dan bagi setiap jiwa yang memiliki nyawa untuk melewati Aku dalam kehidupannya;
supaya Aku bisa mengingatkan engkau kepada perbuatan-perbuatanmu nanti yang terdahulu;
dan supaya Aku bisa evaluasi dan bisa hitung seluruh perbuatan-perbuatan amal-amalmu;
sehingga ketika engkau meyakini engkau akan hancur dan binasa;
maka Aku berikan kepada engkau pengampunan-pengampunan;
dan Aku berikan kepadamu keridhoan-keridhoan Ku;
dan dengan sifat-sifat yang Aku sebutkan itulah maka Aku disebut Al Aziz (Maha Perkasa) dan Al Ghoffar (Maha Pengampun);

Dalam hadits qudtsi yang lain Allah berfirman

Sesungguhnya Aku hanya menerima shalat orang-orang yang tawadhu yang rendah hati kepada keagungan Ku;
dan mereka tidak sombong keatas makhluk-makhluk Ku yang lain;
dan mereka habiskan siang harinya dengan mengingat Aku;
dan mereka tidak melalui malam-malamnya dengan berterus-terus dalam kesalahan-kesalahan;
dan senantiasa memberikan makan kepada orang yang kelaparan dan memberikan ayoman kepada orang-orang yang fakir / miskin;
menyayangi yang lebih muda dan menghormati yang lebih tua;
itulah orang-orang yang apabila mereka meminta kepada Ku pasti AKu berikan apa yang mereka minta;
itulah orang-orang yang apabila mereka berdo’a pasti akan Aku kabulkan do’a-do’a mereka;
Apabila mereka merendahkan diri mereka kepada Ku dengan ibadah dan inabah , AKu pasti akan sayangi mereka;
perumpamaan orang seperti ini disisi Ku adalah seperti surga firdaus ditengah surga-surga yang lain;
yang tidak akan pernah busuk buah-buahannya, yang tidak akan pernah berubah keadaannya;

semoga Allah SWT , terima kita dalam perkara ini.

Allah SWT yang menyelamatkan nabi Nuh as. dari banjir yang menenggelamkan.
Allah SWT yang menyelamatkan nabi Musa as. dari kejahatan Fir’aun.
Allah SWT yang menyelamatkan nabi Ibrahim as. dari api yang berkobar-kobar.
Allah SWT yang menyelamatkan nabi Yusuf as. dari perzinahan dengan seorang wanita yang begitu memikat.

maka tidak ada yang datang kepada Allah kecuali dengan kebaikan-kebaikan;
dan tidak ada yang bisa menghilangkan keburukan-keburukan kecuali Allah;
maka oleh karena itulah kita harus rendah hati dihadapan Allah dan inilah yang diajarkan kepada sahabat Rasulullah SAW yaitu tawadhu dihadapan Allah.

maka bagaimana setiap orang tawadhu rendah hati sehingga tidak ada berbangga antara satu lelaki dengan lelaki yang lain, wanita dengan wanita yang lain.
dan Rasul SAW menerangkan bahwa Allah hanya menerima shalat orang-orang yang tawadhu yang rendah hati kepada kebesaran Allah, dan hanya menerima sholat orang yang tidak sombong kepada makhluk manapun, dan RAsulullah SAW juga bersabda tidak akan pernah masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walaupun sebesar biji dzarroh, karena sombong ini adalah sifat syaithon.
Syaithon ini adalah alim(mengetahui Allah), arif(mengenal Allah) dan abid(ahli ibadah) tetapi karena dia sombong maka dia terlaknat dan walaupun dia alim, arif dan abid dengan sebab sombong maka termasuk orang yang rugi,dan yang tersiksa selama-lamanya.

Dan apa itu sombong, sombong yaitu menolak yang hak dan menyepelekan manusia yang lain.
Maka sekarang kita berpikir berapa hak-hak yang telah kita tunaikan dalam kehidupan ini, maka supaya kita terjauh daripada sifat sombong maka kita harus mau menunaikan hak-hak ini.

Bagaimana supaya kita terjauh dari sifat sombong ?
Pertama kita harus bisa menunaikan setiap hak-hak.
Sekarang kita bertanya berapa hak Allah yang telah kita tunaikan dalam kehidupan kita ?
Dan yang namanya hak ini banyak, seperti nabi bersabda hak antara seorang yang muslim dengan muslim yang lain antara 5 sampai 6 hak.
Dan sekarang kita lihat bagaimana hak Allah SWT kepada kita, berapa banyak yang telah kita tunaikan, begitu banyak hak-hak Allah yang wajib kita tunaikan , dan Allah SWT adalah yang perlu kita ibadahi, yang wajib kita ibadahi dan tidak ada sesuatupun selain Allah yang wajib kita ibadahi. Maka tidak layak selain Allah diibadahi dan tidak layak selain Allah untuk lebih dicintai, dalam hadits dikatakan tidak beriman seorang diantara kalian sehingga Allah dan RasulNya lebih dicintai daripada dirinya, keluarganya bahkan seluruh manusia, dalam hadits yang lain , tidak beriman diantara kalian sehingga Allah dan RasulNya lebih dicintai daripada anaknya, keluarganya, orangtuanya, bahkan dirinya sendiri.

Maka apabila kita mencintai anak-anak kita, maka didik mereka di jalan Allah, ini menunjukkan bahwa kita mencintai anak-anak kita, bahkan tali iman yang kuat adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah, maka kalau kita benar-benar mencintai Allah maka kita siap untuk mengorbankan apapun demi Allah.

Dan kita ketahui walaupun syaithon ini orang yang alim, arif dan abid, tetapi semua itu bukan karena Allah SWT, tetapi karena hawa nafsunya sehingga itulah yang dia ibadahi.
Jadi hak Allah yang wajib untuk kita tunaikan dan wajib untuk kita kerjakan adalah bahwa Allah satu-satunya yang kita cintai dan yang kita harapkan.

Oleh karena itulah kita perlu evaluasi diri kita;

Hak ini banyak sekali, seperti hak kita dengan orang islam , hak kita dengan tetangga , hak kita di perjalanan dan sebagainya. Contoh hak muslim dengan muslim yang lain yaitu wajib menjawab salamnya, wajib apabila dia meninggal kita iringi jenazahnya, apabila dia bersin kemudian mengucapkan Alhamdulillah maka kita wajib menjawabnya dan sebagainya, ini adalah hak muslim belum hak yang lain-lainnya.
Maka oleh karena itulah kita berusaha sekeras mungkin untuk menunaikan hak-hak ini disiang hari atau di malam hari, sehingga sifat-sifat sombong dengan sebab ini akan hilang ketika di siang hari atau pun di malam hari, karena kesombongan yang ada di hati kita ini seperti najis dan juga tidak mungkin akan terjadi dalam diri seorang mukmin ada dua perkara di hati seorang mukmin yaitu mencintai Allah tetapi masih ada sifat kesombongan di hadapan Allah SWT.
Dan berapa banyak hak yang telah kita tunaikan seperti hak antara orang islam dengan islam yang lain, contohnya menjenguk orang yang sakit.
Rasulullah SAW diberikan perkataan yang menyeluruh.
Dalam kehidupan kita ini ada dua penyakit yaitu penyakit rohani dan jasmani, mana yang lebih berbahaya ?
orang yang tidak melaksanakan sholat ini kira-kira dia sakit atau tidak sakit?;

Ada pertanyaan kepada ibnu abbas ra. bahwa ada seorang lelaki yang di siang hari selalu berpuasa dan di malam hari selalu sholat tahajjud, tetapi dia tidak menghadiri sholat jum’at dan tidak ikut sholat berjama’ah, maka jawaban ibnu abbas ra. dia berada di dalam neraka.

Sekarang berapa banyak kita tidak punya kepedulian terhadap orang islam yang lain sehingga tidak punya rasa sayang kepada umat islam yang lain, banyak umat islam yang meninggalkan sholat berjama’ah tanpa alasan yang jelas.
Berapa banyak orang islam hari ini yang meninggalkan sholat baik itu laki-laki atau wanita.
Dalam riwayat muslim dikatakan bahwa Rasulullah SAW telah mengajarkan jalan-jalan hidayah dan bahwasana sholat 5 waktu berjamaah dimana adzan dikumandangkan adalah salah satu jalan-jalan menuju hidayah, kemudian Abdullah bin mas’ud ra. mengatakan dan tidaklah kami melihat orang-orang di sekeliling kami saat itu, yang meninggalkan sholat 5 waktu berjamaah dimana adzan dikumandangkan dengan terang-terangan melainkan orang munafik yang jelas kemunafikannya, dan tidaklah ada orang yang sakit dikalangan kami , maka dia dibawa oleh dua orang lelaki, dipapah dalam keadaan tertatih-tatih supaya bisa melaksanakan sholat 5 waktu dengan berjamaah.
Berapa banyak orang islam yang melalaikan waktu sholat tanpa alasan yang jelas. Ini adalah tanda-tanda kemunafikan dan tanda-tanda hati sedang sakit, dan Rasulullah SAW mengatakan kewajiban satu orang islam dengan orang islam yang lain apabila saudaranya sakit wajib dia jenguk atau kunjungi.
Bahkan begitu pentingnya sholat ini, Rasulullah SAW ketika beliau akan meninggal dunia diantara wasiat beliau adalah sholat, supaya umat ni tidak melalaikan sholat, hendaklah kalian takut atau bertaqwa kepada Allah tentang sholat kalian dan tentang hamba sahaya dibawah kalian.
Dan Rasulullah SAW disaat keadaaan sakaratul mautnya masih sempat berwasiat tentang masalah sholat dan hak-hak orang lain, jadi ini menunjukkan betapa penting kita harus melaksanakan hal ini.

Maka harusnya kita sebgai orang mukmin harus sedih dan risau, berpikir berapa banyak orang islam di negeri kita ini orang islam seluruhnya , berapa banyak orang yang sholat dan berapa yang tidak, berapa orang yang sholat tepat pada waktunya berjamaah menunaikan hak-haknya dan berapa banyak yang melalaikannya, maka ini seharusnya menjadi pemikiran semua orang beriman, ini baru sebatas sholatnya aja harus betul-betul kita perhatikan.
Dan ini adalah salah satu tujuan hidup kita dan lapangan perjuangan kita, sehingga agar kita terbebas dari kesombongan ini maka kita harus berani dan mau memaksimalkan untuk menunaikan hak-hak ini.
Dan hak orang islam apabila dia sakit wajib untuk kita jenguk, bukan sebaliknya ketika dia bermaksiat, tidak sholat kemudian kita lecehkan, kita hina dan sebagainya, ini bukanlah akhlak orang beriman.

Dan sekarang berapa banyak orang islam yang ada dihadapan kita, mereka berada dalam perkara yang sangat membahayakan, yang membinasakan, yang mengerikan dan mereka perlu dalam pertolongan dan siapa yang dapat memberikan pertolongan, apakah kita ataukah setan yang akan menolong mereka ?
Atau orang yang sakit seperti ini siapa yang dapat menolong mereka terjun untuk menolong mereka apakah orang yahudi ataukah orang nasrani atau malaikat yang akan menolong mereka dalam kesakitan seperti ini.

Dan ini adalah sunnah-sunnah Allah dalam kehidupan bumi ini, maka siapa yang siap untuk datang kepada mereka, karena untuk menghilangkan sifat sombong dari hati kita maka kita harus mau menunaikan hak orang islam tersebut. Berapa banyak sekarang orang yang menjadi pasien dan berapa banyak kewajiban kita untuk datang kepada orang-orang seperti ini.

Hari ini kita memahami yang namanya orang sakit kalau ada di rumah sakit atau dia sakit di rumah baru kita kunjungi.

Orang yang sakit jasmani tetapi dalam sakit jasmani ini dia memiliki iman kepada Allah dan mati dalam keadaan iman maka dia akan masuk ke dalam surga Allah SWT, sedangkan orang yang sakit rohaninya tidak ada keselamatan baginya, karena tidak ada suatu yang mnyedihkan , mengerikan dan tidak ada yang lebih buruk selain neraka dan tidak ada yang lebih baik selain di surga.

Orang yang sholat tetapi tidak berjamaah itu adalah orang yang sakit, orang yang melaksanakan sholat tapi diakhir-akhirkan waktunya maka itu orang sakit, apalagi orang yang meninggalkan sholat seluruhnya ini adalah orang yang kena musibah paling besar.

Berapa banyak Allah telah berikan kita nikmat dan kemuliaan saat ini, dan berapa banyak lagi Allah SWT akan tambah kenikmatan dan kemuliaan apabila kita ambil tanggung jawab ini di akhirat nanti.

Maka sekarang kira-kira berapa jamaah yang diperlukan untuk seluruh alam ini, dan sebetulnya ijtima yang akan diadakan nanti itu sebetulnya untuk perkara ini, supaya kita semua yang ada di indonesia ini semakin meningkat pengorbanannya. Supaya kita juga lebih banyak menangis dan lebih banyak berdo’a meminta kepada Allah SWT, terutama dengan kita bangun di malam hari, karena hakikat do’a itu dimalam hari, sehingga kita semakin meningkatkan tangisan dan doa di malam hari. Kita menangis dan berdoa kepada Allah supaya bagaimana semua kaum laki-laki umat islam melaksanakan sholat 5 waktu , dimana adzan dikumandangkan dan tepat waktu, dan wanitanya sholat dirumah-rumah mereka.

Waktu ini akan terus berlalu seperti awan-awan berlalu;

Hendaknya kita senantiasa berada dalam garis ketaatan kepada Allah SWT, senantiasa menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya, dalam dalam menjalankan ketaatan ini ada derajat-derajat ketaatan yang diutamakan.

Sekarang bagaimana menurut kalian semua seandainya saya sibuk berdzikir tanpa memperdulikan orang lain ?

sedangkan dalam hadit qudtsi Allah berfirman :

Sesungguhnya Aku hanya menerima shalat orang-orang yang tawadhu yang rendah hati kepada keagungan Ku
dan mereka tidak sombong keatas makhluk-makhluk Ku yang lain(yaitu yang mau menunaikan hak-hak makhluk di sekitar mereka);

Dan sayyidina umar ra. berkata bahwa setiap orang yang taat adalah orang yang sedang berdzikir kepada Allah SWT.
Apabila pikir kita seperti pikir Rasulullah SAW maka itulah dzikir kita dan ketaatan kita. Dzikir dan berpikir ini apabila dalam kesendirian, di tempat yang ramai, di tempat yang sembunyi atau di tempat yang kelihatan hendaknya kita berpikir sebagaimana pikir Rasulullah SAW. Jangan sampai kita yang sekarang pikir kita seperti pikir Rasulullah SAW yaitu pikir atas umat kemudian dialihkan menjadi pikir keperluan perut dan hidup sehari-hari, karena bukan untuk ini para sahabat dan Rasulullah SAW berjuang.
Kadang-kadang kita ceramah panjang-panjang, dan mendengarkan juga panjang-panjang, namun walaupun begitu ketika mulut kita sedang berdzikir tapi pikir kita masih pikir keperluan perut dan keperluan hidup sehari-hari. Seperti contoh kita dalam sholat, bentuk kita dalam sholat, sholat ini adalah dzikir dan berdoa, bentuk kita secara dzahir adalah berdzikir dan berdoa, tetapi ternyata dalam pikir kita sholat masih memikirkan keperluan perut dan keduniaan kita, sedangkan sholat yang diterima adalah seperti yang disebutkan dalam hadits qudtsi tadi yaitu yang tawadhu kepada kebesaran Allah dan tidak sombong kepada makhluk lain serta selalu menghabiskan siangnya untuk berdzikir kepada Allah SWT, dzikir disini seperti dzikirnya Rasulullah SAW, seperti pikir Rasulullah SAW, baik di siang hari, dimalam hari, ketika senang, ketika susah, ketika bersendirian, ketika terang-terangan senantiasa dzikir dan pikir kita seperti pikir Rasulullah SAW;
dan yang akan Allah terima sholatnya yaitu yang di malam hari tidak berterus-terusan dalam kesalahan, sedangkan orang yang bertaubat dari setiap kesalahan dan dosanya adalah kekasih Ar Rohman, oleh karena itu kita perlu bertaubat atas dosa-dosa kita.

Maka bagaimana supaya kerja Rasulullah SAW ini yaitu usaha da’wah harus disertai dengan rahmat dan hikmah untuk seluruh manusia.

Kita telah diberikan amanah untuk melanjutkan kerja Rasulullah SAW, maka kita harus sayang kepada setiap orang, apabila kita yang telah diamanahi kerja ini ternyata kita tidak mau sayang kepada orang lain yang berada dalam kemaksiatan, yang jauh dari Allah SWT, maka dosa apa yang lebih besar dari pada dosa ini.
Maka kita harus bertaubat kepada Allah SWT atas kelalaian kita dalam menjalankan perjuangan Rasulullah SAW. dan diantara dosa yang paling besar adalah melalaikan amanah yang telah diberikan.

Apabila seseorang membunuh satu orang manusia maka seolah-olah ia telah membunuh seluruh manusia, dan apabila seseorang menghidupkan satu orang manusia maka seolah-olah telah menghidupkan seluruh manusia;

Kematian yang sesungguhnya adalah kematian diakhirat nanti, kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan di akhirat nanti, sedangkan sekarang berapa banyak sekarang orang yang mati yang nantinya akan merasakan neraka, berapa banyak kerugian dan kebinasaan yang ia rasakan.
Sedangkan Rasulullah SAW telah diperintahkan oleh Allah untuk selalu istiqomah , begitu juga kepada umat ini untuk selalu istiqomah dalam usaha agama. Salah satu langkah agar kita bisa istiqomah adalah kita bertaubat kepada Allah.

Hari ini kenapa kita harus bertaubat, sekarang kalau kita lihat dalam kehidupan sehari-hari apa yang kita kedepankan, ternyata kita mengedepankan perkara-perkara perut saja, perkara-perkara keduniaan dan pekerjaan dunia kita saja, padahal disisi Allah SWT sangatlah rendah, sangat hina dan tidak bernilai. tetapi mengapa kita mengedepankan daripada kerja Rasulullah SAW.

Maka bagaimana kita bertaubat kepada Allah SWT atas perkara ini.

Sekarang berapa banyak umat sedang menunggu kita ini.
Sekarang ini bukan karena kehebatan kita, keahlian kita atau kekuatan kita , tetapi karena Allah SWT telah pilih diri kita dalam usaha agama ini, maka jangan kita memperlambat karena sesungguhnya diri kita memang sudah terlambat, dan siapa yang suka memperlambat-memperlambat apa yang Allah SWT amanahkan maka Allah SWT akan memperlambat dia.

Oleh karena itu dalam usaha agama ini kita harus siap cash, karena dalam perjuangan agama ini butuh perkara yang berharga bukan perkara yang murah sebagaimana seorang pemuda ini yang akan menikah dia akan siap mengorbankan intan yang mahal untuk pernikahan.

Sedangkan dalam hadits dikatakan bahwa ketika di hari kiamat tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba hingga dia diberikan beberapa pertanyaan yaitu
1. tentang umurnya , dimana umur itu dihabiskan
2. kemana masa remaja dihabiskan
3. darimana hartanya dan kemana dibelanjakan
4. ilmunya diamalkan atau tidak

Maka oleh karena itulah diantara kecintaan Rasulullah SAW yang hakiki kepada Allah dan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW yang hakiki yang benar yang tidak akan bisa dibohongkan dengan apapun yaitu perjuangan agama, bagaimana Rasulullah SAW menunjukkan kecintaan kepada Allah dengan memperjuangkan agama sepanjang hidupnya 23 tahun sampai akhir hayatnya.
Maka apabila diri kita cinta kepada Allah dan cinta kepada Rasulullah SAW jangan sampai kita melalaikan perkara memperjuangkan agama ini yang telah dibawa oleh Rasulullah SAW, sedangkan kita dalam keduniaan saja tidak mau lalai atau rugi, coba misal kita punya istri kemudian kita katakan kepadanya engkau sungguh sangat berharga, mahal cantik dsb, dan aku begitu cinta kepadamu, namun dalam perkataan itu diringi dengan melalaikan hak-hak istri dan disia-siakan, apakah kita benar-benar cinta kepada istri kita?
Sekarang kita katakan wahai Rasulullah saya cintai engkau, wahai Rasulullah saya cinta engkau, tapi kita dengan terang-terangan begitu banyak melalaikan perjuangan Rasulullah SAW.

Maka orang-orang yang benar-benar cinta kepada Rasulullah SAW, maka dia akan siap dengan memperjuangkan perjuangan Rasulullah SAW dan siap dengan tuntutan-tuntutan dalam memperjuangkan perjuangan Rasulullah SAW, bahkan mengorbankan keduniaannya, maka kita semua yang benar-benar cinta kepada Rasulullah SAW hendaknya benar-benar cinta kepada Rasulullah SAW dengan siap berkorban harta diri dan waktu dalam perjuangan agama diawali dengan cash langsung saat ini juga berangkat keluar di jalan Allah.

Copyright © Juni 2010, Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa

 

 

SHALAT

 

Untuk mendapat manfaat langsung dari kudrat Allah SWT dengan menunaikan perintah-perintah Allah Ta’ala  mengikut cara Rasulullah SAW maka shalat adalah amal yang sangat penting dan mendasar.

 

SHALAT – SHALAT  FARDHU

 

Ayat-ayat Al Qur’an

 

 

قال الله تعالى: إن الصلوة تنهى عن الفحشآء والمنكر { العنكبوت:45}

Allah SWT berfirman : Sesungguhnya Shalat mencegah dari perbuatan keji dan munkar  ( Surat Al- Ankabut 29:45 )

 

وقال الله تعالى : إن الذين ءامنوا وعملو الصلحت وأقاموا الصلوة وءاتواالزكوة لهم أجرهم عندربهم ولا خوف عليهم ولا هم يحزنون { البقرة 277}

Allah SWT berfirman : Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat, pahala mereka ada pada Allah. Dan mereka tidak perlu khawatir dan tidak perlu gundah gulana. ( Al-Baqarah 2:277 )

 

وقال تعالى : قل لعبادى الذين ءامنو يقيموا الصلوة وينفقوا مما رزقنهم سرا وعلانية من قبل أن يأتى يوم لا بيع فيه ولا خلل {إبراهيم 31}

Allah SWT berfirman : ( Wahai Muhammad ) katakanlah kepada hamba-hamba- Ku yang beriman supaya mereka mendirikan shalat dan menafkahkan rezeki yang kami berikan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi atau secara terbuka, sebelum datang suatu hari, ketika sudah tidak ada lagi tawar menawar dan persahabatan. ( Ibrahim 14 : 31 )

 

وقال تعالى : رب اجلنى مقيم الصلوة ومن ذريتى ربنا وتقبل دعآء { إبرهيم 40}

Allah SWT berfirman : Tuhanku ! jadikanlah aku orang yang tetap mendirikan shalat, juga diantara keturunanku. Ya Tuhan kami ! terimalah doaku! ( Ibrahim 14 : 40 )

 

وقال تعالى : أقم الصلوة لدلوك الشمس إلى غسق اليل وقرءان الفجر إن قرءان الفجر كان مشهودا {الإ سراء : 78}

Allah SWT befirman : ( Kepada Rasulullah SAW ) dirikanlah shalat pada waktu matahari tergelincir sampai gelap malam, dan shalat subuh dan bacaannya, karena shalat dan bacaan subuh disaksikan ( oleh malaikat-malaikat ).  ( Al Isra 17:78 )

 

وقال تعالى : والذين هم على صلوتهم يحافظون {المؤمنون : 9}

Allah SWT berfirman : ( menyebutkan kelebihan yang mulia orang-orang beriman) ) dan mereka setia menjaga  shalat mereka. ( Al-Mu’minun 23: 9 )

 

وقال تعالى : يأ يها الذين ءامنوا إذا نودى للصلوة من يوم الجمعة فاسعوا إلى ذكرالله وذروالبيع ذا لكم خيرلكم إن كنتم تعلمون ِْ{ الجمعة : 9}

Allah SWT berfirman : Hai orang-orang beriman ! apabila ( azan ) sudah diseru untuk menunaikan shalat juma’at maka bersegeralah mengingati Allah dan tinggalkan jual    beli  ( dan kegiatan-kegiatan lain ) ; itulah lebih baik bagi kamu jikalau kamu mengetahui.       ( Al-Jumuah 62: 9 ).

 

 

Hadist-hadist Nabawi

 

1- عن ابن عمر رضىالله عنهما قال: قال رسول الله r: بنىالإسلام على خمس : شهادة أن لآ إله إلله وأن محمدارسول الله ، وإقام الصلاة ، وإيتاء الزكاة، والحج ، وصوم رمضان. رواه الخارى، باب دعاؤ كم ايمانك….رقم :8

1-  Ibnu Umar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Islam didirikan keatas lima tiang- bersaksi bahwa  “ Tiada yang patut disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah “, dan mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, dan menunaikan haji, dan saum ( puasa ) pada bulan ramadhan. ( HR. Bukhari )

 

2- عن جبيربن نفير رحمه الله مرسلا قال : قال رسول الله r: ماأوحى  إلىأن أجمع المال ،وأكون من التا جرين ، ولكن أوحى إلى أن : سبح بحمد ربك وكن من السجدين ، واعبدربك حتى يأتيك اليقين . رواه البغوى فى شرح السنة ، مشكوة المصا بيح ، رقم : 5206

2- Zubair Ibnu Nufair  rahimahullah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : tidaklah diwahyukan kepadaku supaya aku mengumpulkan harta dan berada diantara para peniaga ; akan tetapi telah diwahyukan kepadaku untuk memuji dan memuliakan Rab       ( Pemberi rezeki dan Pemelihara ) ; dan supaya saya berada diantara orang-orang yang bersujud  ( dalam shalat ), sehingga kamu dijemput oleh suatu kepastian ( maut )               ( Sharghus Sunnah dan Mishqatul mashaabih ).

 

3- عن ابن عمر رضى الله عنهما  عن النبى r فى سؤال جبرئيل إياه عن الإسلام فقال : الإ سلام أن لآ إله إلا الله ، وأن محمدا رسول الله ، وأن تقيم الصلاة ، وتؤ تى الزكاة ، وتحج البيت ، وتعتمر ، وتغتسل من الجنا بة ، وأن تتم الوضوء، وتصوم رمضان . قال : فإذ فعلت ذلك فانا مسلم ؟ قال نعم ، قال : صدقث . رواه ابن خزيمة 1/4

3- Ibnu Umar r.a. meriwayatkan Nabi SAW bersabda : Bahwa Jibril a.s. ( ketika ia muncul sebagai seorang asing ) bertanya tentang islam : Rasululah SAW menjawab : islam adalah bersaksi bahwa “ Tiada yang patut disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah “ dan bahwa kamu mendirikan shalat , dan mengeluarkan zakat dan

 

menunaikan haji ke rumah Allah ( ka’bah ) dan mengerjakan umrah ; dan mandi janabah ( hadas besar ), dan berwuduk secara sempurna dan saum ( berpuasa ) dalam bulan ramadhan. Jibril a.s. kemudian berkata jikalau aku mengerjakan semua yang diatas maka apakah aku seorang muslim ? Baginda menjawab : ya, Jibril a.s menguatkan : engkau berkata benar  ( Ibnu khujaimah ).

 

4-عن قرة بن دعموص رضى الله عنه قال: ألفينا النبى r فى حجة الوداع فقلنا :   يارسول الله ! ما تعهد إلينا ؟ قال : أعهد إليكم أن تقيموا الصلاة وتؤتوا الزكوة وتحجوا البيت الحرم وتصوموا رمضان فإن فيه ليلة خير من ألف شهر وتحرموا دم المسلم وماله والمعاهد إلا بحقه وتعتصموا بالله والطاعة . رواه البيهقى فى شعب الإيمان 4/342

4- Qurrah Ibnu Da’mus ra meriwayatkan : kami bertemu Nabi SAW  selama perjalanan haji dan bertanya wahai Rasulullah ! apa yang engkau dakwahkan kepada kami ? Baginda menjawab : saya menyeru kamu untuk mendirikan shalat, dan mengeluarkan zakat, dan menunaikan haji kerumah Allah, dan saum ( berpuasa ) dalam bulan ramadhan, karena sesungguhnya disana terdapat suatu malam yang lebih mulia dari seribu bulan ; dan demikian pula aku melarang kamu dari menumpahkan darah seorang muslim dan seorang mu’ahid atau merampas harta mereka kecuali dengan cara yang adil; dan aku menasehatkan kamu untuk berpegang teguh kepada ( din ) Allah dan aku mengajak kamu kepada ketaatan ( orang-orang yang istiqamah dalam din ).                       ( HR.Baihaqi)

Catatan :1)  Seorang mu’ahid arti harfiahnya seorang yang masuk kedalam suatu perjanjian atau persekutuan, yang menunjuk kepada seorang non muslim yang tinggal dalam suatu negeri islam dibawah perlindungan negara islam ; yang masuk kedalam suatu persetujuan dengan pernyataan yang diketauhi sebagai persetujuan dhimmah. Sebagai suatu perjanjian ketundukannya dan penyerahannya kepada negeri itu maka ia membayar minimal pajak tahunan yang dikenal sebagai jizyah sekurang-kurangnya ia mendapat manfaat dan perlindungan yang memberi keamanan kepadanya. Ia juga diketauhi dengan gelaran dhimmi. Seorang non muslim yang memasuki negeri islam untuk masa yang sementara, berada dalam perlindungan dan jaminan seorang muslim, begitu pula berhak mendapat perlindungan atas diri, harta dan martabatnya.

2.)  Diri harta dan kehormatan setiap muslim dan non muslim berada  pada kondisi yang telah disebutkan terlebih dahulu, dianggap sakral dan terlindung, dengan kekecualian kejahatan yang menuntut balasan yang sama, seperti hukuman mati bagi seorang pembunuh, dan  balasan keuangan bagi rusaknya tanah milik seseorang.

3). At-ta’ah menunjuk kepada ketaatan kepada Allah. Meskipun mungkin lebih menunjuk kepada ketaatan mereka yang istiqomah dalam din dan memberikan suatu tanggugjawab atau kekuasaan tertentu sebagaimana yang dijelaskan oleh berbagai ayat-ayat Al Qur’an dan sejumlah hadist. Ternyata ketaatan orang-orang yang dengan kekuasaan dalam islam adalah salah satu cabang datri At-ta’ah.

 

5- عن جايربن عبدالله رضى الله عنهما قال: قال النبى r: مفتاح الجنة الصلاة ومفتاح الصلاة الطهور. رواه أحمد 3/240

 

5. Jabir Ibnu abdullah r.a.meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : kunci kepada surga adalah shalat dan kunci kepada shalat adalah wudhu ( Musnad Ahmad ).

 

6- عن أنس رضى الله عنه قال : قال رسول الله  r: جعل قرة عينى فى الصلاة.  (وهوبعض الحديث ) رواه النسائى، باب حب النساء ، رقم : 3391

6. Anas r.a.meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : kesenangan dan kesukaan mataku terdapat dalam shalat ( Nasahi )

 

7- عن عمر رضى الله عنه قال : قال رسول الله r الصلاة عمود الدين. رواه أبونعيم فى الحلية وهوحديث حسن ، الخامع الصغير 2/120

7. Umar r.a. meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda : shalat adalah penopang tiang agama. ( Hilyatun awliyah dan jami-us shagir )

 

 

8- عن على رضى الله عنه قال : كان آجركلام رسول اللهr : الصلاة الصلاة، اتقواالله فيما ملكت أيمانكم أبو داؤد،. رواه باب فى حق المملوك، رقم : 5156

8. Ali r.a. meriwayatkan bahwa perkataan terakhir Rasulullah SAW adalah  ashalah ! ashalah ! takutlah kepada Allah mengenai apa yang kamu miliki ( hamba sahayamu ) dan orang-orang dibawah jagaan kamu). ( HR.Abu daud )

Catatan : -waspada menjaga, dan mendirikan shalat.

-Takutlah akan pertanggungjawabanmu dihadapan Allah dan menunaikan hak-haknya.

 

9- عن أبى أمامة رضى الله عنه أن النبى r أقبل من خيبر، ومعه غلا مان ، فقال على : يا رسول الله ! أخدمنا، قال : خذأيهما شئت، قال : خرلى قال : خذهذا ولاتضربه، فإنى قد رأيته يصلى مقفلنا من خيبر، وإنى قد نهيت عن ضرب أهل الصلوة. (وهوبعض الحديث ) رواه أحمد والطبرنى، مجمع الزوائد 4/433

9. Abu Umamah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW kembali daripada  khaybir dan ia membawa sertanya dua orang hamba sahaya. Maka Ali r.a. berkata : Wahai ٌٌٌRasulullah !   berikan kepada kami seorang hamba sahaya. Baginda menjawab : ambil dari salah satu kedua orang ini. Ali berkata : pilihkan bagiku ( salah satu dari mereka ). Rasulullah SAW ( menunjuk salah satu ) berkata ambilah  dia, tapi janganah memukulnya ; karena saya melihatnya m,engerjakan shalat  ketika kami kembali dari khyber, dan saya dilarang untuk memukul orang-orang yang mengerjjakan shalat. ( Musnad ahmad, tabrani dan Majma uz zawaid ).

 

10- عن عبادة بن الصامت رضى الله عنه قال : سمغت رسول الله r يقول : خمس صلوات افترضهن الله عزوجل، من أحسن وضوء هن وصلاهن لوقتهن وأتم ركوعهن وخشو عهن ، كان له على الله عهد أن يغفر له ، ومن لم يفعل فليس له على الله عهد، إن شاء غفرله، وإن شاء عذ به. رواه أبوداود ، باب المحافظة على الصلوات، رقم : 465

10. Ubadah Ibnu Samid r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Lima kali shalat telah dijadikan perintah bagi Allah SWT ; barangsiapa yang mengambil wudhu dengan sempurna dan mengerjakan shalat-shalat ini pada masa yang telah

 

ditetapkan, melakukan rukuk dengan sempurna, dan dengan khusuk ( takut  dan berserah diri ) bagi orang yang demikian ada perjanjian dari Allah, bahwa Dia akan mengampuninya. Dan barangsiapa yang tidak mengerjakannya demikian     ( tentang shalat ) tidak ada perjanjian baginya dengan Allah. Jikalau Dia menghendaki Dia boleh mengampuninya, dan jikalau  Dia menghendaki Dia boleh mengazabnya.     ( HR.Abu daud ).

 

11- عن حنظلة الأسيدى رصى الله عنه أن رسول الله r قال : من حافظ على الصلوات الخمس على وضوءها ومواقيتها وركوعها وسجودها يراها حقا الله عليه حرم على النار . رواه احمد 4/267

11. Hanzalah Ibnu Al Usaidi r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa menjaga lima kali shalat dengan wuduk pada waktu-waktu yang telah ditetapkan dengan rukuk dan sujud yang benar, sambil menganggapnya sebagai hak Allah maka api neraka diharamkan keatasnya. (Musnad Ahmad ).

 

12- عن أبى قتادة بن ربعى رضى الله عنه قال : قال رسول الله r : قال الله عزوجل : إنى فرضت على أمتك خمس صلوات ، وعهدت عبدى عهدا ، أنه من جاء يحافظ عليهن لوقتهن أدخلته الجنة ، ومن لم يحافظ عليهن فلا عهدله عندى . رواه أبو داود ، باب المحافظة على الصلوت ، رقم 430

12- Abu Qatadah Ibnu Rib’I  r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist qudsi bahwa Allah SWT berfirman : sesungguhnya aku telah memerintahkan  kepada umatmu lima kali shalat dan aku telah bersumpa dengan diriku sendiri bahwa barangsiapa yang datang ( pada hari kiamat ) dengan menjaga shalat-shalat ini pada waktu-waktu yang telah ditetapkan, Aku akan memasukkannya kedalam surga. Dan barangsiapa yang tidak menjaga shalt-shalat ini Aku tidak ada perjanjian dengannya ( Aku boleh mengazabnya atau mengampuninya ). ( HR.Abu Daud )

 

13-عن عثمان بن عفان رضى الله عنه أن رسول الله r قال من علم أن الصلاة حق واجب دخل الجنة . رواه عبدالله بن أحمد فى زياداته وأبو يعلى إلا أنه قال. حق مكتوب واجب والبزار بنجوه ، ورجاله موثقون ، مجمع الزوائد 2/ 15

13- Ustman r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda :  barangsiapa yang menganggap bahwa mendirikan shalat adalah kewajiban yang diperintah akan memasuki surga ! ( Musnad Ahmad, Abu Ya’la, Bazar, Majma Uz zawaid).

 

 

14- عن عبد الله بن قرط رضى الله عنه قال: قال رسول الله r أول ما يحاسب به العبد يوم القيامة الصلاة فإن صلحت صلح سائر عمله ، وإن فسدت فسد سائر عمله . رواه الطبرانى فى الأوسط ولاباس ياسناده إنشاءالله ، التلاغيب 1/245

14- Abdullah Ibnu Qurt ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : pada hari kiamat perkara pertama yang akan dihisab bagi seorang hamba Allah adalah shalat. Jikalau didapatinya memadai maka sisa-sisa amalannya akan juga memadai dan jikalau

 

didapati shalatnya tidak memadai maka amalan-amalan selebihnya juga tidak memadai.    ( HR. Tabrani dan Targhib )

 

 

15-عن جابر رضى الله عنه قال : قال رجل للنبى r : إن فلانا يصلى فإذا أصبح سرق . ٌقال : سينهاه ما يقول .رواه البزار ورجاله ثقات ، مجمع الزوائد 2/531

15- Jabir r.a. meriwayatkan : seseorang melaporkan kepadaNabi SAW : fulan bin fulan mengerjakan shalat  kemudian pada waktu subuh ia mencuri. Nabi SAW menjawab: Cepat atau lamabat shalatnya akan membersihkannya dari dosa itu. ( Badzar dan Majma-Uz  zawaid .

 

16- عن سلمان رضى الله عنه قال : قال رسول الله r : إن المسلم إذا توضأ فأحسن الضوء ، ثم صلى الصلوات الخمس ، تحاتت خطاياه كما يتحات هذا الورق ، وقال :( وأقم الصلوة طرفى النهار وزلفا من الليل  ط إن الحسنت يذهبن السيات ط ذلك ذكرى للذاكرين ) (هود : 114) (وهو جزء من الحديث ) رواه أحمد 5/437

16- Salman r.a. meriwayatkan  bahwa Rasulullah SAW bersabda : Sesunguhnya seseorang muslim, apabila ia mengambil wudhu dan wudhu dikerjakannya dengan sempurna kemudian mendirikan lima kali shalat, maka dosa-dosanya akan berguguran seperti daun-daun pohon gugur dari dahannya. Kemudian baginda membaca ayat berikut:

وأقم الصلوة طرفى النهار وزلفا من الليل  ط إن الحسنت يذهبن السيات ط ذلك ذكرى للذاكرين

Artinya : Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang dan beberapa masa pada waktu malam ( shalat fardhu lima kali sehari ), sesungguhnya perbuatan baik mengahapuskan perbuatan buruk. Inilah peringatan ( nasehat ) bagi orang-orang yang mau berfikir             ( orang-orang yang menerima nasehat )- ( Hud 11: 114 ) ( Musnad Ahmad )

Catatan : menurut beberapa ulama, “ kedua tepi” bermakna dua bagian. Bagian pertama bermaksud shalat shubuh dan bagian kedua bagi shalat zhuhur dan shalat Ashar. Mengerjakan shalat dalam beberapa waktu dimalam hari menunjuk kepada shalat maghrib dan isya. ( Tafsir Ibnu Katsir ).

 

17-عن أبى هريرة رضى الله عنه أن رسول الله r كان يقول : الصلوات الخمس ، والجمعة إلى الجمعة، ورمضان إلى رمضان، مكفرات مابينهن إذا اجتنب الكبائر. رواه مسلم، باب الصلوات الخمس …رقم : 552

17- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : Lima kali shalat;  dan shalat jum’at dari jumat yang terakhir; dan puasa ramadhan dari akhir ramadhan ; adalah penghapusan bagi dosa-dosa yang dilakukan diantaranya, asalkan pendosa menjauhkan diri dari dosa-dosa besar. (HR.Muslim )

 

18-عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول االله  rمن حافظ على هؤلاء الصلوت المكتوبات لم يكتب من الغافلين. (الحديث ) رواه ابن خزيمة فى صحيحه 2/180

 

18- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa menjaga shalat fardhu ( mendirikannya dengan tekun) tidak akan terdaftar diantara orang-orang yang lalai. (Ibnu Khuzaimah )

 

19- عن عبد الله بن عمرورضىالله عنهما عن النبى r أنه ذكر الصلاة يوما، فقال : من حافظ عليها كانت له نورا وبرهانا ، ونجاة يوم القيامة، ومن لم يحافظ عليهما لم يكن له نور ولا برهان ، ولا نجاة ، وكان يوم الفيامة مع فرعون وهامان وأبى بن خلف. رواه أحمد والطبر انى فى الكبير والآوسط، ورجال أحمد ثفات، مجمع الزوائد 2/21

19- Abdullah Ibnu Amr r.a. meriwayatkan : pada suatu hari Rasulullah SAW menyebutkan tentang shalat dan bersabda : barangsiapa yang menjaga shalatnya, maka akan menjadi nur dan pembela bagi dirinya dan sebagai asbab keselematannya pada hari kiamat ; dan bagi orang yang tidak menjaganya, tidak akan menjadi nur atau menjadi pembela bagi pihaknya dan tidak menjadi sebab keselamatannya pada hari kiamat. Dan pada hari kiamat, ia kan digolongan bersama fir’aun, Hamman dan Ubay Ibnu Khalab.      ( Munad Ahmad, tabrani dan Majma Uz zawaid ).

Catatan: Fir’aun adalah raja Mesir pada Musa a.s. dan Hamman adalah mentri Fir’aun dan Ubay Ibnu Khalab adalah seorang kafir yang keras kepala dan musuh Rasulullah SAW.

 

20-عن أبى مالك الأشجعى عن أبيه رضى الله عنهما قال : كان الرجل إذ1 أسلم على عهد النبى r علموه الصلاة. رواه الطبرنى فى الكبير 8/ 380 وفى الحاثية : قال فى المجمع 1/ 293 :رواه الطبر انى والبزار ورجاله الصحيح

20- Abu Malik Al-Ashja’I   dari ayahnya  r.anhuma yang berkata apabila seseorang hendak masuk islam selama masa Rasulullah SAW mereka ( sahabat ) mengajarkan kepadanya pertama-tama shalat. ( HR.Tabrani )

 

21- عن أبى أمامة رضى الله عنه قال : قيل : يارسول الله r! أى الدعاء أسمع ؟ قال : جوف الليل الآخر، ودبر الصلوات المكتوبات . رواه الترمذى وقال : هذا حد يث حسن، باب حديث ينزل ربنا كل ليلة … رقم : 3499

21- Abu Umamah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah ditanya : wahai Rasulullah ! doa pada waktu yang manakah yang pasti diterima? Baginda menjawab ; seorang yang berdoa pada bahagian terakhir pada malam dan setelah shalat fardhu. (HR.Tirmidzi ).

 

22-عن أبى سعيد الخدرى رضى الله عنه أنه سمع رسول الله  rيقول : الصلوات الخمس كفارة لما بينها، ثم قال رسول الله r أرأيت لوأن رجلا كان يعتمل فكان بين منزله ومعتمله خمسة أنهار، فإذا أتى معتمله عمل فيه ما شاءالله فأصابه الوسخ أوالعرق فكلما مر بنهر اغتسل ما كان ذلك يبقى من درنه ، فكذ لك الصلاة كلما عمل خطيئة فد عا واستغفرغفر له ما كان قبلها وفيه : عبدالله بن قر يظ ذكره ابن حبان فى الثنات ، وبقة رجاله الصحيح ، مجمع الزوائد 2/32

 

22- Abu said Al Kudri r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Lima kali shalat adalah penghapusan bagi dosa-dosa kecil yang dilakukan  diantaranya. Kemudian Baginda bersabda : seorang yang pergi bekerja dan diantara tempatnya dan tempat ia bekerja terdapat lima sungai. Apabila ia sampai ditempat kerjanya, dan pekerjaan yang dilakukannya dengan ijin Allah ia menjadi kotor dan berkeringat. Kemudian ( pada ketika ia kembali ) ia melalui sungai-sungai ini ; ia mandi didalamnya, dan mandinya yang berulang kali menyebabkan tiada kotoran dan keringat yang tertinggal padanya. Shalat adalah seumpama itu ! bilamana seorang melakukan dosa dan   ( mengerjakan shalat ), berdoa dan memohon ampunan maka ia  diampuni bagi dosa-dosanya yang ia lakukan sebelum shalat. ( badzar, tabrani dan Majma Uz zawaid )

23- عن زيد بن ثابت  أبى رضى الله عنه قال : أمرناأن نسبح دبر كل صلاة ثلا ثا وثلا ثين ونحمده ثلا ثا وثلاثين ونكبره أربعا وثلاثين قال : فرأى رجل من الأنصار فى المنام، فقال : أمركم رسول الله r أن تسبحوا فى دبر كل صلاة ثلا ثا وثلا ثين وتحمدوا الله ثلاثا ثين وتكبروا أربعا وثلا شين ؟ قال : نعم، قال : فاجعلوا خمسا وعشرين واجعلوا التهليل معهن فغدا على النبى r فحدثه فقال : افعلوا. راوه الترمذ وقال : هذاحديث صحيح، باب منه ماجاء  فى التسبيح والتكبير والتحميد عندالمنام، رقم : 3413، الجامع الصحيح وهوسنن الترمذى، طبع دار الكتب العلمية

 

23- Zaid Ibnu Tsabit r.a meriwayatkan : kami telah diperintahkan ( oleh Rasulullah SAW) untuk membaca selepas setiap shalat fardhu Subhanallah ( Maha Suci Allah ) 33 kali , Alhamdulillah ( Segala Puji bagi Allah ) 33 kali dan Allahuakbar ( Allah maha Besar ) 34 kali selepas setiap shalat fardhu. Ia ( orang Anshar) berkata ya. Suara dalam mimpi berkata : Ucapkanlah 25 kali, dan tambahkanlah dengannya La ilaha illallah           ( Tiada yang patut disembah kecuali Allah ) 25 kali. Pada waktu pagi ketika ia pergi dan menceritakan mimpinya kepada Nabi SAW, Baginda berkata : lakukanlah demikian         ( Baginda mengizinkannya ). ( HR.Tirmidzi ).

 

24- عن أبى هريرة رضى الله عنه أن فقراء المهاجرين أتوارسول الله r فقالو : قد ذهب أهل الدثور بالدرجات العلى والنعيم المقيم. فقال : وما ذاك ؟   : قالوا : يصلون كما نصلى، ويصومون كما نصوم، ويتصدقون ولانتصدق، ويعتقون ولا نعتق.  فقال رسول الله r: أفلا أعلمكم شيئا تدركون به من سبقكم ، وتسبقون به من بعدكم ؟ ولايكون أحد أفضل منكم إلا من صنع مثل ما صنعتم . قالوا : بلى ،يا رسول الله ! قال : تسبحون وتكبرون وتحمدون فى دبر كل صلاة ، ثلاثا وثلاثين مرة ، قال أبو صالح : فرجع فقراء المهاجرين إلى رسول الله r  فقالوا :  سمع إخواننا أهل الأموال بما فعلنا ، ففعلوا مثله ، فقال رسول الله  r: ذلك فضل الله يؤتيه من يشآء . رواه مسلم ، باب استحباب الذكر بعد الصلاة …. ، رقم: 1347

24- Abu Huarairah r.a. meriwayatkan  bahwa pada suatu hari beberapa orang muhajir yang miskin datang kepada Rasulullah SAW dan berkata : orang-orang kaya telah mendahului kami, mereka mendapatkan derajat kerohanian yang lebih tinggi dan nimat-nikmat yang kekal dari Allah. Rasulullah SAW ingin mengetauhi : bagaiman boleh demikian ? mereka menjawab : mereka yaitu ( orang-orang kaya ) mengerjakan shalat dan puasa seperti yang kami lakukan akan tetapi karena mereka kaya, mereka dapat mengerjakan amalan-amalan kebajikan yang lain, seperti memberikan sedekah dan membebaskan hamba sahaya yang mana kami (orang-orang miskin ) tidak dapat melakukan sedemikian. Rasulullah SAW bertanya : maukah aku memberitahu kamu sesuatu yang dengan beramal keatasnya yang kamu boleh ditinggikan dan melebihi keunggulanmu, dan tiada seorangpun yang boleh lebih baik dari pada kamu kecuali ia juga melakukan hal yang sama ! para sahabat r.a.  berkata : beritahukanlah kepada kami. Maka Rasulullah SAW bersabda : Ucapkanlah Subhanallah ( maha Suci Alah ), Alhamdulillah ( Segala Puji bagi Allah ) dan Allahuakbar ( Allah Maha Besar ) 33 kali pada setiap sesudah shalat fardhu. Mereka mengamalakan nasehatnya, akan tetapi orang-orang kaya juga mengetauhi amalan ini dan kelebihannya dan mulailah mereka mengamalkan amalan yang sama. Orang –orang muahajir yang miskin sekali datang kepada Rasulullah SAW dan bermohon : saudara-saudara kami yang kaya telah mempelajari apa yang engkau beritahukan kepada kami, dan beramal dengan amalan itu. Rasulullah SAW kemudian bersabda : itulah karunia Allah yang Ia anugerahkan kepada siapa saja yang Ia kehendaki. ( HR.Muslim )

 

25-عن أبى هريرة رضى الله عنه عن رسول الله r من سبح الله فى دبر كل صلاة ثلاثا وثلاثين ، وحمد الله ثلاثا وثلاثين وكبر الله ثلاثا وثلاثين ، قتلك تسعة وتسعون ، وقال : تمام المائة : لآ إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شىء قدير ، غفرت خطاياه وإن كانت مثل زبد البحر . رواه مسلم ، باب استحباب الذكر بعد الصلاة وبيان صفته ، رقم : 1352

 

25. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa mengucapkan Subhanallah ( Maha Suci Alah ) 33 kali, Alhamdulillah ( Segala Puji bagi Allah ) 33 kali, dan Allahuakbar ( Allah Maha Besar ) 33 kali yang keseluruhannya menjadi 99  an untuk menyempurnakannya menjadi 100 ucapkanlah satu kali

 

لآ إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شىء قدير

ِ

Artinya : Tiada yang patut disembah kecuali Allah, Dialah yang Esa, Dia tidak mempunyai serikat, baginya adalah kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dialah yang mempunyai kekuasaan atas segala sesuatu, maka segala dosanya akan diampuni bahkan jikalau dosa-dosanya sebanyak buih dilautan. (HR.Muslim )

 

26-عن الفضل بن الحسن الضمرى أن أم الحكم  — أو ضباعة – ابنتى الزبير بن عبد المطلب رضى الله عنهما حدثته ، عن إحداهما أنها قالت : أصاب رسول الله r سبيا فذهبت أنا وأختي وفاطمه بنت رسول الله r فشكونا إليه ما نحن فيه وسألناه أن يأمر لنا بشىء  من السبى ، فقال رسول الله r سبقكن يتامى بدر ، ولكن سأدلكن على ما هو خير لكن من ذلك ، تكبرن الله على إثر كل صلاة ثلاثا وثلاثين تكبيرة وثلاثا وثلاثين تسبيحة وثلاثا وثلاثين تحمدة ولآ إله إلا الله وحده لا شريك له ، له الملك وله الحمد وهو على كل شىء قدير . رواه أبوداود, باب فى مواضع قسم الخمس … ، رقم : 2978

 

26- Fadl Ibnu hasan Damri rahimahullah berkata bahwa salah satu daripada dua putri Jubair Ibnu Abdul Muthalib, Ummu hakam atau Duba’ah  r.anhuma menceritakan peristiwa ini : beberapa tawanan telah dibawa kepada Rasulullah SAW. Saya, saudara perempuanku, dan Fatimah Binti Rasulullah SAW  datang kepadanya  dan menjelaskan kesulitan-kesulitan kami, kami meminta beberapa orang tawanan untuk membantu. Rasulullah SAW bersabda : bagi hamba-hamba sahaya, anak-anak yatim Badar adalah lebih layak daripada kamu, akan tetapi aku akan memberitahu kepada kamu sesuatu yang lebih baik daripada seorang hamba sahaya ; sesudah setiap waktu shalat, ucapkanlah ketiga perkara ini ; Subhanallah ( Maha Suci Allah ), Alhamdulillah ( Segala Puji bagi Allah ) dan Allahuakbar (Alah Maha Besar ) 33 kali tiap-tiapnya dan sekali

لآ إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شىء قدير

Artinya : “ Tiada yang patut disembah kecuali Allah, Dialah Yang Esa, Tiada sekutu baginya, Dialah yang mempunyai kerajaan, dan baginya segala pujian, dan Dia berkuasa atas segala sesutu”. ( HR.Abu Daud).

 

27- عن كعب بن عجرة رضى الله عن رسول الله r قال : معقبات لا يخيب قائلهن ، أو فاعلهن : ثلاثا وثلاثين تسبيحة ، وثلاثا و ثلاثين تحميدة ، وأربعا وثلاثين تكبيرة فى دبر كل صلاة . رواه مسلم ، باب استحباب الذكر بعد الصلاة …..، رقم 1350

27- Kaab Ibnu Ujrah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda :  ada beberapa kalimat  yang apabila diucapkan sesudah shalat, yang sedemikian sehingga barangsiapa mengucapkannya tidak akan pernah kecewa.  Kalimah-kalimah itu adalah Subhanallah     ( Allah Maha Suci ) 33 kali, Alhamdulillah ( Segala Puji bagi Allah ) 33 kali dan Allahuakbar ( Allah maha Besar ) 34 kali sesudah setiap shalat fardhu. ( HR.Muslim ).

 

28- عن السائب عن على رضى الله عنهما أن رسول الله r لما زوجه فاطمة بعث معه بخميلة ، ووسادة من أدم حشوها ليف ، ورحيين وسقاء ، وجرتين ، فقال على رضى الله عنه لفاطمة رضى الله عنها ذات يوم : والله لقد سنوت حتى لقد اشتكيت صدرى ، قال : وقد جاء الله أباك بسبى فاذهبى فاستخدميه ، فقالت : وأنا الله قد طحنت حتى مجلت يداى ، فأتت النبى r فقال : ما جاءبك أى بنية ؟ قلت : جئت لأسلم عليك واستحيت أن تسأله ورجعت فقال : ما فعلت ، قالت : استحييت أن أسأله ، فأتيناه جميعا ، فقال على رضى الله عنه : يا رسول الله ! لقد سنوت حتى اشتكيت صدرى ، وقالت فاطمة رضى الله عنها : قد طحنت قد طحنت حتى مجلت يداى ، وقد جاءك الله بسبى وسعة فأخدمنا ، فقال رسول الله r والله لآ أعطيكما وأدع أهل الصفة تطوى بطونهم لا أجد ما أنفق عليهم ، ولكنى أبيعهم وأنفق عليهم أثمانهم ، فرحعا فأتاهما النبى r ، وقد دخلا فى قطيفتهما إذا غطيا رؤوسهما تكشفت أقدامهما ، وإذا غطيا أقدامهما تكسفت  رؤوسهما فثارا ، فقال : مكانكما . ثم قال : ألا أخبركما بخير مما سألتمانى ؟ قالا : بلى ، فقال : كلمات علمنيهن جيريل عليه السلام فقال : تسبحان فى دبر كل صلاة عشرا ، وتحمدان عشرا ، وتكبران عشرا ، وأذا

 

أويتما إلى فراشكما فسبحا ثلاثا وثلاثين ، واحمدا ثلاثا وثلاثين ، وكبرا أربعا وثلاثين . قال : فوالله  ما تركتهن منذ علمنيهن رسول الله *** قال : فقال له ابن الكواء : ولا ليلة صفين ، فقال : قاتلكم الله يا أهل العراق نعم ، ولا ليلة صفين . رواه أحمد 1 / 106

28- Saib r.a. berkata : Ali r.a. meriwayatkan bahwa : ketika Rasululah SAW mengawinkannya dengan Fatimah r.anha. fatimah dihantar dengan sehelai seprai tempat tidur, sebuah bantal kulit yang diisi dengan kulit kurma, dua batu gilingan, sebuah bek air dari kulit, dan dua pot dari tanah ( sebagai mahar ). Ali r.a. suatu hari berkata kepada Fatimah r.anha : demi Allah ! oleh karena menarik timba dari sumur, saya merasa sakit pada dada saya. Allah telah menghantar bebearapa tawanana kepada ayahmu maka pergilah kepadnya dan mintalah seorang hamba sahaya. Fatimah r.anha berkata : tangan saya juga kulitnya menjadi tebal karena menggiling batu gilingan. Oleh karena itu ia pergi kepada Nabi SAW. Baginda bertanya : wahai putri kesayanganku, apa yang menyebabkan kamu datang kesini ? fatimah berkata : mengucapkan salam dan oleh karena rasa malunya ia tidak dapat menjelaskan kesulitannya dan ia kembali. Ali r.a. bertanya kepadanya apa yang terjadi ? fatimah berkata saya tidak dapat meminta hamba sahaya karena malu kemudian kami pergi bersama kepada Nabi SAW. Ali r.a. berkata : wahai Rasulullah ! oleh karena menimba air dari sumur saya merasa sakit pada dada saya; dan Fatimah r.anha berkata ; tangan-tangan saya kulitnya menebal karena menggiling batu gilingan. Allah telah menghantar kepadamu beberapa hamba sahaya dan memberi beberapa kemudahan ; maka berikanlah kepada kami seorang hamba sahaya. Rasulullah SAW bersabda demi Allah ! ahli-ahli sufah dalam keadaan yang mereka menderita sakit yang tiba-tiba,  akan tetapi saya tidak mempunyai sesuatu untuk membelanjakan keatas mereka. oleh karena itu saya akan menjual hamba sahaya ini dan membelanjakan uang itu keatas ahli-ahli sufah. Mendengar jawabannya kami kembali. Pada malam hari berdua kami sedang tidur dalam sebuah selimut yang sangat kecil yang apabila kepala kami ditutup kaki-kaki kami telanjang; dan apabila kaki-kaki kami ditutupi maka kepala kami akan terbuka. Tiba-tiba rasulullah SAW datang kepada kami. Berdua kami bersegera bangun. Baginda berkata : tetaplah berbaring pada tempatmu ; kamu meminta seorang hamba sahaya, tidak sukakah kamu saya memberitahu kamu sesuatu yang lebih baik ?  kami meminta : beritahukanlah kepada kami. Baginda berkata : Jibril a.s. telah mengajarkan kepada saya beberapa perkataan. Berdua kamu selepas setiap shalat,bacalah 10 kali Subhanallah (Maha Suci Allah ), 10 kali Alhamdulillah ( Segala Puji bagi Alah ), dan 10 kali Allahuakbar ( Allah Maha Besar ). Dan apabila kamu hendak berbaring maka bacalah 33 kali Subhanallah 33 kali Alhamdulillah dan 33 Allahuakbar. Ali r.a. berkata : demi Allah! Semenjak Rasulullah SAW mengajarkan kepada saya perkataan- perkataan ini, saya tidak pernah melupakan untuk membacanya.  Ibnu kawa rahimahullah bertanya Ali r.a. apakah perkataan-perkataan ini tidak dilalaikan untuk mengucapkan, bahkan pada malam peperangan siffil ? ia berkata : wahai orang-orang Irak !  semoga Allah menghukum  kamu ! saya tidak lalai mengucapkan perkatan-perkataan ini bahkan pada malam peperangan siffil ! ( Musnad Ahmad ).

 

 

29- عن عبد الله بن عمرو رضى الله عنهما قال : قال رسول الله r خصلتان لا يحصيهما رجل مسلم إلا دخل الجنة ، هما يسير ، ومن يعمل بهما قليل يسبح الله دبر كل صلاة عشرا ، ويحمده عشرا ، ويكبر عشرا قال : فأنا رأيت النبى r : يعقدها بيده ، قال : فقال خمسون ومائة باللسان ، وألف وخمسمائة فىالميزان ، وأذا أوى ألى فراشه سبح وحمد وكبر مائة ، فتلك ماءة باللسان ، وألف فىالميزان فأيكم يعمل فى اليوم الواحد ألفين وخمسمائة سيئة ، قال : كيف لا تخصيهما ؟  قال : ياتى أحدكم الشيطان ، وهو فى لصلاة، فيقول : اذكر كذا ، اذكر كذا ، حتى شغله ولعله أن لا يعقل ، ويأتيه فى مضجعه فلا يزال ينومه حتى ينام . رواه ابن حبان ، فال المحقق : حديث صحيح 5/354

29. Abdullah Ibnu Amr r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : dua kebiasaan adalah sedemikian yang jikalau seorang muslim memenuhinya ia akan memastikannya masuk sorga. Kedua kebiasaan ini adalah mudah, akan tetapi mereka yang mengamalkannya adalah sedikit. Satu adalah bahwa selepas setiap shalat membaca Subhanallah ( Maha Suci Allah ) 10 kali, Alhamdulillah ( Segala Puji bagi Allah ) 10 kali, dan Allahuakbar ( Allah maha Besar ) 10 kali. Abdullah berkata : saya melihat Nabi SAW menghitung diatas jari-jarinya dan membaca ( perkataan – perkataan ini 10 kali tiap-tiapnya, selepas shalat fardhu 5 kali ),  yang berarti seratus lima puluh kali, akan tetapi dalam timbangan kebaikan ( karena dilipat sepuluh kali ganda ) jumlahnya menjadi 150.000. kali ganda. Kebiasaan yang kedua adalah sebelum pergi tidur maka seorang membaca Subhanallah, Alhamdulillah dan Allahuakbar 100 kali ( dengan cara demikia ini ) Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahuakbar 34 kali dalam mengucapkan perkataan-perkataan ini hanya terdiri dari 100 perkataan, akan tetapi pahalanya adalah 1000  kebaikan  ( sekarang sesudah satu hari penuh shalat lima kali sehari ) keseluruhan ganjarannya akan menjadi 2500 kebaikan. Rasulullah SAW bersabda: Siapakah yang boleh melakukan 2500 dosa dalam sehari ? ( dosa yang sebanyak ini tidak mungkin dilakukan, akan tetapi 2500 kebaikan ditulis baginya). Abdullah r.a. bertanya : Wahai Rasulullah ! mengapa hanya sedikit orang yang mengucapkan perkataan-perkataan ini ? Baginda menjawab : ( itu dikarenakan ) setan menyuntikkan dalam shalat, dan memasukkan berbagai-bagai keperluan dan bisikkan dalam pemikiran, dengan demikian seseorang menjadi lalai mengucapkan perkataan-perkataan ini. Dan ketika berbaring setan menina bobokkan seseorang dengan membenamkannya dalam berbagai pemikiran dan akhirnya seseorang jatuh tertidur tanpa mengucapkan perkataan-perkataan ini. ( Ibnu Hibban ).

 

30- عن معاذ بن جبا رضى الله عنه أن رسول الله r أحذ بيده وقال : يامعاذ ! والله إنى لأحبك ، فقال : أوصيك يامعاذ ! لا تدعن فى دبر كل صلاة تقول : اللهم ! أعنى على ذكرك وسكرك وحسن عبادتك . وراه أبو داود ، باب فى الإستغفار ، رقم 1522

30- -Muaz ibnu Jabal r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW menangkap tanganku dan bersabda : hai Muaz ! demi Allah aku mengasihi engkau kemudian Baginda berkata : Hai Muaz ! aku menasehatkan kamu supaya tidak pernah melupakan membaca kalimat berikut sesudah setiap waktu shalat.

اللهم ! أعنى على ذكرك وسكرك وحسن عبادتك

Artinya : Wahai Allah  tolonglah aku dalam mengingati Engkau dan dalam mensyukuri Engkau dan dalam memperolehi kemuliaan dalam ibadat. ( HR.Abu Daud ).

 

31- عن أبى أمامة رضى الله عنه قال : قال رسول الله r من قرأ آية الكرسى فى دبر كل صلاة مكتوبة، لم يمنعه من دخول الجنة إلا أن يموت  . رواه النسا نى فى عمل اليو م والليلة، رقم … 100، وفى رواية: وقل هوالله أحد. رواه الطبر نى فى الكبير والأوسط بأسانيد وا حد ها جيد، مجمع الزوائد10/ 128

31- Abu Umamah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Jikalau seorang mengucapkan ayatul kursi selepas setiap shalat, tiada sesuatupun kecuali kematian yang akan menghalangnya dari memasuki sorga. Dalam riwayat yang lain disebutkan dengan menambah Qulhu wallahu ahad sesudah ayatul qursi.

 

32- عن حسن بن على رضى الله عنهما قال : قال رسو ل الله r : من قرا آيةالكرسى دبر الصلاة المكتوبة كان فى ذمة الله الصلاة الأخرى . رواه الطبرانى وإسناده حسن. مجم  الزوائد. 10/128

32. Hasan Ibnu Ali r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang mengucapkan ayatul kursi selepas shalat fardhu, ia berada dalam perlindungan Allah sehingga shalat berikutnya. ( tabrani dan Majma Uz zawaid ).

 

33- عن أبى أيوب رضى الله عنه قال : ما صليت خلف نبيكم r إلا سمعته يقول حين ينصرف : اللهم اغفر خطاياى وذنوبى كلها، اللهم وانعشنى واجبر نى واهدنى لصالح الأعمال والأخلاق، لا يهدى لصالحها، ولا يصرف سيئها إلا أنت . رواه الطبرانى فى الصعغر والأوسط وإسناده جيد، مجمع الزوائد. 10/145

33.  Abu Ayyub r.a. meriwayatkan : ketika saya mengerjakan shalat dibelakang Nabi SAW, saya mendengarnya membaca doa ini setelah menyelesaikan shalatnya.

 

االلهم اغفر خطاياى وذنوبى كلها، اللهم وانعشنى واخبر نى واهدنى لصالح الأعمال والأخلاق، لا يهدى لصالها، ولا يصرف سيئها إلا أنت

Artinya : Wahai Allah ampunilah segala kesalahan dan dosa-dosaku. Wahai Allah angkatlah daripadaku dan hapuslah kekurangan-kekuranganku dan anugerahkan aku dengan amal-amal kebaikan dan akhlak yang mulia, karena petunjuk bagi amal-amal baik dan akhlak yang mulia tidak dapat diberikan kecuali dengan Engkau, dan tiada seorangpun yang dapat menghapuskan amal-amal yang buruk dan akhlak yang buruk kecuali Engkau.  ( tabrani dan majma Uz zawaid )

 

34- عن أبى موسى رضىالله عنه أن رسول الله r قال : من صلى البردين دخل الجنة. رواه البخارى، باب فضل صلوة الفجر، رقم : 574

34. Abu musa r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang mengerjakan dua shalat yang dingin akan memasuki sorga. ( HR.Bukhari ).

Catatan : Dua shalat yang dingin menunjuk kepada shalat ashar ( permulaan watu yang agak dingin dalam sehari ) dan Shalat fajar ( sesudah mana satu hari bermula agak panas). Fajar adalah juga suatu masa yang menguasai seseorang dengan mengantuk; sedangkan ashar adalah masa dimana seseorang dikuasai oleh berbagai oleh urusan dunia. Oleh karena itu barangsiapa yang istiqomah mengerjakan kedua shalat ini maka ia juga akan istiqamah dalam mengerjakan ketiga shalat lainnya. ( Mirqatul Mafatih )

 

 

 

 

 

 

 

35. Ruwaibah r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : tidaklah ia memasuki neraka, oarang yang mengerjakan shlat sebelum terbit matahari dan sebellum terbenamnya, itulaj shalat fajar dan shalat ashar. ( HR.Muslim ).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

36. Abu Dzar r.a. eriwayatlkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : brangsiapa yang selepas shalat fajar ( sambil duduk dalam tashahud ) dan sebelum berbicara dengan orang lain mengucapkan 10 kali ……

 

لآإله إلاالله وحده لاشريك له، له الملك وله الحمد يحيى ويميت وهو على كل شىء قدير

artinya : Tiada yang patut disembah kecuali Allah, Dialah yang Esa  Tiada sekutu baginya, bagi Nya yang memliki semua kerajaan, ialah yang memiliki segala kemuliaan, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia yang memili kekuasaan atas segala sesuatu. Maka 10 kebaikan dicatat baginya, dan 10 dosa dihapuskan, dan kedudukannya dinaikkan 10 derajat, dan ia dilindungi dari segala peristiwa yang tidak diinginkan dan tidak menyenangkan sepanjang hari. Dan pada hari itu,  ucapan ini juga akan menjadi penjaga baginya dari setan ; dan selain sirik, tiada dosa baginya yang akan membinasakannya. Diriwayatkan juga bahwa setiap masa ia membaca ucapan ini, ia mendapat pahala membebaskan seorang hamba sahaya. Ia mendapatkan satu ganjaran serupa karena membaca kalimah ini sesudah shalat ashar, kecuali bahwa ia menerima ganjaran bagi  keseluruhan malam, demikian pula ia akan mendapat pahala keseluruhan hari apabila mengucapkan kalimah ini sesudah shalat fajar. Dalam trwayat yang lain perkataan  biyadihilkhoir ( dalam genggaman tangannya terdapat dsegala yang baik ) diganti dengan Yuhyi wayumitu ( yang menghidyupkan dan yang mematikan ).                 ( HR.Tirmidzi ).

 

 

37- عن جندب القسرى رضى الله عنه قال : قال رسول الله r : من صلى صلاة الصبح فهو فى ذمة الله ، فلا يطلبنكم الله من ذمتة بشىء فإنه من يطلبه من ذمته بشىء يدركه، ثم يكبه على وجهه فى نار جهنم. رواه مسلم، باب فضل صلاة العشاء……..،رقم : 1494

37- Jundup Al qasri r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa mengerjakan shalat fajar sesungguhnya ia berada dalam perlindungan Allah ! oleh karena itu  berhati – hatilah, janganlah menyusahkan orang-orang yang berada dalam perlindungan Allah, karena  kamu boleh jadi dipersalahkan karena perbuatan itu. Karena sesungguhnya barangsiapa yang mencari ( pembalasan ) bagi orang yang Dia telah lindungi, Dia pasti akan mendekatinya kemudian mencampakkannya dengan segera dihadapannya kedalam neraka ! ( HR. Muslim ).

 

38- عن مسلم بن الحارث التميمى رضى الله عنه عن  رسول الله r أنه أسر إليه فقال : إذا انصرفت من صلاة المغرب فقال : اللهم أجرنى من النار سبع مرات فإنك إذا قلت ذلك ثم مت فى ليليك كتب لك جوار منها، وإذا صليت الصبح فقل كذلك، فإنك إن مت فى يومك كتب لك جوار منها. رواه أبوداود، باب مايقول إذا إصبح، رقم : 5079

38. Muslim Ibnu Harist Attamimi ra.a meriwayatkan : Rasulullah SAW  berkata kepada saya secara diam-diam apabila engkau menyelesaikan shalat maghrib, kemudian membaca doa ini tujuh kali : اللهم أجر نى من النارartinya: wahai Allah lindungilah aku daripada api neraka !

apabila engkau membaca ini dan jikalau engkau mati pada malam yang sama engkau akan dilindungi dari neraka. Dan jikalau doa ini diucapkan tujuh kali selepas shalat fajar, dan jikalau engkau mati pada hari yang sama, engkau akan dilindungi dari neraka.             ( HR.Abu Daud ).

Catatan : Rasululah SAW memberikan nasehat ini secara diam-diam, supaya orang yang ditujukan dapat memberi perhatian karena kepentingannya.

 

39- عن أم فر وة رضى الله عنها قالت : سئل رسول الله r: أى الأ عمال أفضل ؟ قال : الصلاة فى أول وقتها. رواه أبو داود، باب استحباب الوتر، رقم : 1416

39. Ummi farwah r.anha meriwayatkan Rasulullah SAW ditanya: amal  baik yang manakah yang terbaik ? Baginda berkata : mendirikan shalat pada awal waktu yang ditetapkan. ( HR.Abu Daud ).

 

40- عن على  رضى الله عنه قال : قال رسول الله r : ياأهل القرآن ! أوتروا فإن الله وتر يحب الوتر. رواه أبوداود، باب استحباب الوتر، رقم : 141

40. Ali r.a. meriwayatkan bahwa : ٌRasulullah SAW bersabda : wahai ahli-ahli qura’an! Kerjalanlah shalat witir, karena sesunguhnya Allah adalah witir dan Dia menyukai yang witir . ( HR.Abu daud )

Catatan : witir dalam bahasa arab bermakna “ satu “ atau suatu nomor ganjil. Allah menjadi witir  bermakna ke Esaannya,  tanpa ada serikat. Allah juga menyukai amalan-amalan yang dilakukan dalam nomor – nomor ganjil. Banyak contoh yang sama yang didapati dalam syariah dan sunnah. Demikian halnya dengan shalat witir. ( Majma  bihar-ul-anwar ).

 

41 – عن خارجة بن حذافة رضى الله عنه قال : خرج علينا رسول الله r فقال: إن الله تعالى قد أمدكم بصلاة، وهى خيرلكم من حمرالنعم، وهى الوتر، فجعلها لكم فيما بين العشاء إلى طلوع الفجر. رواه أبوداود، باب استحباب الوتر، رقم : 1418

41- Kharijah Ibnu Huzafah r.anhuma meriwayatkan bahwa : pada suatu hari Rasulullah SAW datang kepada kami dan bersabda : Allah SWT telah menrima dari kamu suatu shalat tambahan yang lebih baik bagi kamu daripada untua-unta yang  merah ; shalat ini adalah al-witir. Allah SWT telah menetapkan waktunya antara shalat isya dan shalat fajar. ( HR.Abu Daud ).

Catatan : Orang-orang arab menganggapkan unta-unta merah barang komoditi yang mahal harganya.

 

42- عن أبى الدرداء  رضى الله عنه قال : أوصا نى  خليلى r بثلاث : بصوم ثلاثة أيام من كل شهر، والوتر قبل النوم، وركعتى الفجر. رواه الطبر انى فى الكبير ورجاله رجال الصحيح، مجمع الزوائد 2/460

42-  Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa orang yang paling aku cintai (Rasulullah SAW) telah memberikan kepadaku 3 perkataan nasehat :  supaya berpuasa 3 hari setiap bulan, mengerjakan shalat witir sebelum tidur, dan mengerjakan dua rakaat sunnat fajar.            ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid ).

Catatan : adalah lebih tinggi bagi orang-orang yang menanamkan kebiasaan bangun pada malam hari, untuk mengerjakan shalat witir mereka pada waktu tahajjud. ( sebelum awal waktu shalat fajar ). Bagi mereka yang tidak mempunyai kebiaasan ini, mereka boleh mengerjakan shalat witir mereka sebelum tidur.

 

43- عن ابن عمررضى الله عنهما قال : قال رسول الله r : لاإيمان لمن لاأمانة له، ولاصلاة لمن لا طهورله، ولا دين لمن لا صلاة له، إنما موضع الصلاة من الدين كموضع الرأس من الجسد. رواه الطبرانى فىالأوسط والبصغير وقال : تفردبه الحسين بن الحكم الحبرى، الترغيب 1/246

43- Ibnu Umar r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Tidaklah sempurna iman seseorang yang tidak amanah, dan tidak ada shalat bagi seseorang yang tidak berwuduk , dan tidaklah seseorang itu beragama yang tidak ada shalat. Kedudukan shalat dalam agama adalah seperti kedudukan kepala pada badan.( Tabrani dan Targhib )

 

44- عن جابر بن عبد الله رضى الله عنهما  يقول : سمعت رسول الله r يقول : بين الرجل وبين الشرك والكفرترك الصلاة. رواه مسلم، باب بيان إطلقاسمالكفر… رقم : 247

44- Jabir Ibnu Abdullah r.anhuma meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : antara seorang laki-laki dan ( masuknya ia kepada ) sirik dan kufur adalah meninggalkan shalat. ( HR.Muslim )

Catatan : Para ulama telah memberikan bebrapa penjelasan mengenai hadis ini. Salah satunya bahwa seorang yang meninggalkan shalat menjadi tidak suci, keras hati, dan bertambah sombong  dan berani melakukan dosa, dan melalaikan perintah – perintah Allah yang lain, yang  pada gilirannya akan menyebabkan ia meninggalkan agama sama sekali, dngan demikian ia menjadi kafir ! ( Semoga Allah menyelamatkan kita semua dari takdir yang demikian !) penjelasan yang lain bahwa seorang yang meninggalkan shalat berlari menuju kejahatan akhirnya. ( Mirqaatul Mafatih ).

45- عن ابن عباس رضى الله عنهما قال: إن رسول الله r قال: من ترك الصلاة لقىالله وهو عليه غضبان. رواه البزار والطبرانى فى الكبير، وفيه: سهل بن محمود ذكره ابن أبى حاتم وقال : روى عنه أحمد بن ابرهيم الدورقى وسعدان بن يزيد، فلت : وروى عنه محمد بن عبدالله المخرمى ولم يتكلم فيه أهد، وبقية رخاله رجال الصحيح، مجمع الزوائد 2/26

45. Ibnu Abbas r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang meninggalkan shalat akan menjumpai Allah dalam keadan yang Allah akan murka kepadanya. ( bazar, tabrani dan Majma Uz zawaid ).

 

46- عن نوفل بن معاوية رضى الله عنه أن النبى r قال : من فاتته الصلاة ، فكأنما وتر أهله وماله. رواه ابن حبان، قال المحقق : إسناده صحيح 4/ 330

46.-Nawful Ibnu Muawiyah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : seorang yang meninggalkan shalatnya seolah-olah ia kehilangan seluruh keluarganya dan hartanya. ( Ibnu Hibban ).

 

47- عن عمرو بن شعيب عن أبيه عن جده رضى الله عنهما قال : قال رسول الله r: مروا أولادكم بالصلاة وهم أبناء سبع سنين، واضر بوهم عليها وهم أبناء عشر سنين، وفرقوا بينهم فى المضاجع. رواه أبوود، باب متى يومرالغلام بالصلاة، رقم : 495

 

47. Abdullah Ibnu Amr Ibnu Al-as meriwayatkan dari ayahnya, yang mendengar dari kakeknya r.anhuma yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda : apabila anak-anakmu telah mencapai umur 7 tahun, maka perintahkanlah mereka untuk mengerjakan shalat ; dan apabila mereka berumur 10 tahun rotanilah mereka ( jikalau mereka meninggalkan shalat dengan sengaja ), dan pada umur ini juga pisahkan temapat tidur antara mereka ( saudara laki-laki dari saudara perempuan mereka ). ( HR.Abu daud ).

Catatan : “ merotani “ tidak bermaksud menyebabkan mudarat kepada mereka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SHALAT BERJAMA’AH

 

 

AYAT-AYAT AL QUR’AN

 

 

قال الله تعالى : وأقيموا آلصلوة وءاتوا آلزكوة وآركعوا مع آلركعين ( 43) [ البقرة : 43 ]

 

Alah SWT berfirman : dan dirikanlah shalat dan keluarkanlah zakat ; dan rukuklah bersma dengan orang yang rukuk dalam ibadah dan ketaatan ( dalam berjamaah ) ( Al- Baqarah 2: 43 ).

 

 

Hadist-hadist Nabawi

 

48- عن أبى هريرة رضى الله عنه عن النبى r قال: المؤذن يغفرله مدى صوته، ويشهدله كل رطب ويابس ، وشاهد الصلاة يكتب له خمس وعشرون صلاة، ويكفرعنه ما بينهما. رواه أبوداود، باب رفع الصوت بالآذان، رقم : 515

48. Abu Hurairah r.a meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : dosa-dosa muazin diampuni sejauh jarak suaranya sampai. Segala makhluk hidup dan makhluk yang tidak hidup          ( mendengar suaranya ), akan bersaksi pada hari kiamat baginya. Dan mereka yang karena panggilan muazin datang ( kemesjid ), mendapat pahala sama dengan 25 kali dan apa saja dosa yang dilakukan dari shalat sebelumnya sampai dengan shalat berikutnya juga diampuni. ( HR.Abu Daud ).

Catatan : menurut beberapa ulama pahala 25 kali shalat adalah untuk muadzin dan ia mendapat ampunan atas dosa-dosanya dari azan sebelumnya sampai pada azan berikutnya.

 

49-عن ابن عمررضى الله عنهما قال رسول الله r : يغفر للمؤذن منتهى أذانه، ويستغفرله كل رطب ويابس سمع صوته. رواه أحمد والطبرانى فى الكبيروالبزار إلا أنه قال : ويجيبه كل رطب ويابس ورجاله رجال الصحيح، مجمع الزوائد2/81

49. Ibnu Umar r.a meriwayatkan :  Rasulullah SAW bersabda : Muadzin akan memperolehi pengampunan sejauh suara azannya sampai ; setiap makhluk hidup dan makhluk yang tidak hidup yang mendengar suaranya, berdoa bagi pengampunannya. Dalam riwayat lain dikatakan :setiap makhluk hidup dan makhluk yang tidak hidup menjawab pada azannya. ( Musnad Ahmad, Tabrani, Badzar dan Majma Uz zawaid ).

 

50- عن أبى صعصعة رضى الله عنه قال : قال أبوسعيد رضى الله عنه : إذا كنت فى البوادى فارفع صوتك بالنداء فإنى سمعت رسوالله r يقول : لا يسمع صوته شجر، ولا مدر، ولا حجر، ولاجن، ولاإنس إلا شهدله. رواه ابن خزيمة 1/203

50.  Abu Sa’sa’ah r.a. meriwayatkan bahwa Abu Said r.a. berkata : apabila kamu berada di padang pasir atau dipedalaman, laungkan azan dengan kuat, karena saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : tiada pohon ( atau tanaman ) atau jengkal bumi, atau batu karang, atau jin, atau manusia yang mendengar suara muadzin ; kecuali semua bersaksi kepadanya ( pada hari kiamat ). ( Ibnu Khujaimah )

 

51- عن البراء بن عازب رضى الله عنهما أن نبى الله r قال: إن الله وملائكته يصلون على الصف المقدم، والمؤذن يغفرله بمد صوته، ويصدقه من سمعه من رطب ويابس، وله مثل أجرمن صلى معه. رواه النسئى، باب رفع الصوت بالآذان، رقم: 647

51- Bara Ibnu Azid r.anhuma meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : sesunguhnya Allah SWT  dan malaikat-malaikat-Nya berdoa bagi rahmat dan pengampunan keatas ( orang – orang yang berdiri dalam)  shaf pertama. Dosa-dosa orang yang melaungkan azan diampuni sejauh yang ia meninggikan suaranya. Segala makhluk yang hidup dan yang tak hidup yang mendengarkan seruannya, membenarkannya dan baginya pahala sama dengan orang-orang yang mengerjakan shalat bersama dengannya. ( Nasahi)

Catatan : Beberapa ulama menterjemahkan kalimat kedua hadist ini bermakna bahwa dosa-dosa muadzin diampuni sejauh jarak dari tempat ia melaungkan azan samaai kepada batas suaranya sampai. Keterangan lain mensifatkan bagian hadist ini bahwa  dosa-dosa orang yang hidup dalam jangkauan suara muadzin akan diampuni dengan kelebihan safaat muadzin ( dengan ijin Allah ). ( Badlul Majhud )

 

52- عن معاوية رضى الله عنه قال: سمعت رسول الله r يقول : المؤذنون أطول الناس أعناقا يوم القيامة. رواه مسلم، باب فضل الأذان…رقم : 852

52- Muawiyah r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : muadzin akan mempunyai leher yang paling panjang pada hari kiamat. ( HR.Muslim )

Catatan : Para ulama menyebutkan beberapa interpertasi pada hadist ini sebagai berikut : 1. Karena orang-orang yang datang ke Masjid untuk mengerjakan shalat sebagai jawaban keatas laungan azan muadzin maka seolah-olah ia adalah pemimpin mereka dan mereka adalah pengikutnya. Penampilan lehernya sebagai yang paling panjang ; memberikan ketinggian kepalanya atas kepala – kepala orang lain, menandakan hubungan ini. Meski di catat dalam pemakain kata-kata bahasa Arab, istilah leher panjang menjelaskan kepala yang ditinggikan, kadang-kadang berarti kekuasaan yang tinggi atau kepemimpinan dan kekuasaan.

2. Muadzin akan mengangkat kepalanya lebih tinggi, karena rindu untuk melihat kepada ganjarnnya yang besar, dengan demikian memberi penampilan leher yang paling panjang.

3. Muadzin mengankat kepalanya  tinggi karena ia tiada sesuatupun untuk disesali             ( karena kelebihan lauangan azannya ), sedangkan orang yang menyesal atau merasa malu akan amalan-amalannya yang buruk akan menundukkan kepalanya  dalam keadaan hina dan memalukan.

4. Leher panjang  adalah suatu gambaran alegoris ( bersifat kiasan ), menjelaskan bahwa muadzin adalah sebagai yang paling menonjol dari semua yang berada pada medan hisab. Yang lain meyebutkan gambaran, sebagai suatu kiasan yang menjelaskan bahwa para muadzin berlari dengan cepat menuju ke surga. ( Nawawi )

 

53- عن ابن عمررضى الله عنهما أن النبى r قال : من أذن أثنتى عسرة سنة، وجبت له الجنة: وكتب له فى كل مرة بتأذينه ستون حسنة وبإقامته ثلاثون حسنة. رواه الحاكم وقال : هذا حديث صحيح على شرط البخارى ووافقه الذهبى 1/205

53. Ibnu Umar r.anhuma meriwayatkan bahwa nabi SAW bersabda : seseorang yang melaungkan adzan selama 12 tahun , surga menjadi wajib baginya dan bagi setiap azan yang ia serukan akan tertulis baginya 60 hasanah ( kebaikan ) dan bagi iqamatnya akan tertulis baginya 30 hasanah. ( Mutadrak hakim )

 

54- عن ابن عمررضى الله عنهما قال رسول اللهr : ثلاثةلايهولهم الفزع الأكبر، ولا ينالهم الحساب، هم على كثيب من مسك حتى يفرغ من حساب الخلائق: رجل قرأالقرآن ابتغاء وجه الله، وأم به قوما وهم راضون به، وداع يدعوإلى الصلوات ابتغاء وجه الله، وعبد أحسن فيما بينه وبين ربه وفيما بينه وبين مواليه. رواه الترمذى ياختصار، وقدرواه الطبرانى فىالآوسط والصغير، وفيه: عبد الصمد بن عبد العزيزالمقرى ذكره ابن حبان فى الثقا،مجمعالزوائد 2/85

54-  Ibnu Umar r.anhuma meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : 3 0rang yang tiada ketakutan oleh huru hara yang besar ( pada hari kiamat ) atau dihisab amalan-amalannya ; dan mereka berada diatas timbunan musk sehingga hisab bagi semua makhluk dilakukan. Seorang yang membaca  Al Qura’an semata-mata mencari ridho Alah Ta’ala ; dan seorang yang mengimami shalat dengan cara yang mereka yang diimaminya ridha. Dan seorang yang menyeru kepada shalat semata-mata mencari ridho Allah ta’ala. Dan ketiga aadalah seorang yang  menjaga hubunganbaik dengan Rabnya dan juga dengan bawahan-bawahannya. ( Tirmidzi. Tabrani dan Majma Uz zawaid ).

 

55- عن عبدالله بن عمررضى الله عنهما قال: قال رسول الله r: ثلاثة على كثبان المسك-أراه قال- يوم القيامه يغبطهم الآولون والآخرون : رجل ينادى بالصلوات الخمس فى كل يوم وليلة، ورجل يؤم قوما وهم به راضون، وعبدأدحق الله وحق مواليه. رواه الترمذى وقال: هذاحد يث حسن غريب،باأحاديث فى صفة الثلاثه الذ ين يحبهم الله، رقم: 2566

55. Abdulah Ibnu Umar r.anhuma mriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : ada tiga       ( jenis manusia) yang berada ditas timbunan musk pada hari kiamat, yang akan dicemburui orang-orang terdahulu dan orang-orang yang kemudian. Seorang yang meluangkan untuk shalat 5 kali sehari siang dan malam. Kedua seorang yang mengimami shalat dengan suatu cara yang orang suka kepadanya. Ketiga seorang hamba sahaya yang menunaikan hak Allah dan hak-hak tuannya.  HR.Tirmidzi )

 

56- عن أبى هريرة  رضى الله عنه قال: قال رسول الله r : الإمام ضامن والمؤذن مؤتمن، اللهم ! أرشدالأئمة واغفرللمؤذنين. رواه أبوداود،باب مايجب على المؤذن…..رقم : 517

56. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : imam adalah pemimpin dan muadzin adalah amanah. Wahai Alllah ! berilah petunjuk kepada imam-imam dan ampunilah para muadzin. ( HR.Abu Daud )

catatan : penjelasan tentang tanggungjawab imam bahwa disamping  shalatnya secara sendiran ia bertanggungjawab atas shalat orangorang yang berada dibelakangnya.     Oleh

 

 

 

karena itu imam haru berusaha secara maksimum untuk mengerjkan secara sempurna seadapat mungkin baik jasmani maupun batin. Oleh karena pentingnya tanggungjawab ini Rasulullah SAW berdoa untuk petunjuk bagi aimmah ( para imam ). Amanah muadzin menunjk kepada kepercayan yang orang-orang percayakan keatas muadzin mengenai waktu shalat dan puasa mereka. Oleh karena itu adalah penting bagi mudzin  untuk menjaga seruan azan pada waktu-waktu yang benar. Sebagai manusia meskipun ia boleh salah tanpa sengaja, karena itu Rasulullah SAW berdoa bagi keampunannya. ( Badhul Majhud )

 

57- عن جابررضىالله عنه قال : سمعت النبى r يقول : إن الشيطان إذاسمع النداء بالصلاة، ذهب حتى يكون مكان الروحاء. قال سليمان رحمه الله : فسألته عن الروحاء؟ فقال : هى من المدينة ستة وثلاثون ميلا. رواه مسلم، باب فضل الأذان…رقم : 854

57- Jabir r.a. meriwayatkan : saya mendengar Nabi SAW bersabda : sesungguhnya ketuka setan mendengar azan, ia terbang sehingga ia sampai ke rauha ( sebuah tempat kota madinah) Sulaiman rahimalhulah ( yang meriwayatka hadist ini dari Jabir r.a.) berkata : saya bertanya kepada jabir tentang rauha, ia menjawab bahwa ada 36 mil dari Madinah. ( HR.Muslim ).

 

58- عن أبى هريرة رضى الله عنه أن النبى . rقال : إذانودى للصلاة أدبرالشيطان له ضراط حتى لايسمع التاذين، ُفإذاقضى التاذين أقبل، حتى إذاثوب بالصلاة أدبر، حتى إذاقضىاتثويب أقبل، حتى يخطربين المرء ونفسه. يقول له : اذكركذا، واذكركذا، لما لم يكن يذكرمن فبل، حتى يظل الرجل مايدرى كم صلى. رواه مسلم ، باب فضل الأذان…رقم : 859قال

58. Abu huraiarah r.a. meriwayatkan : nabi SAW bersabda :  setan terbang ketika mendengar azan shalat sambil terkentut-kentut dengan sangat kuat sehingga ia tidak mendengar azan. Apabila azan telah disempurnakan, ia kembali  ketika iqamat diserukan. Ia kemudian terbang lagi sehingga iqamat disempurnakan ; kemudian ia kembali lagi untuk mengalihkan perhatian orang-orang yang berdiri dalam shalat, menanamkan dalam pemikiran orang katanya ingatlah ini dan ingatlah itu ! mengingatkan ia hal-hal yang sudah ia lupakan sebelumnya atau hal-hal yang tidak disadari, sehingga orang-orang yang berdri dalam shalat tidak dapat mengetauhi berapa rakaat yang telah ia lakukan !               ( HR.Muslim ).

 

59- عن أبى هريرة رضى عنه أن رسول الله r قال : لويعلم الناس مافى النداء والصف الأول ثم لم يجدوا إلا أن يستهموا عليه لا ستهموا. (وهو جزء من الحديث ) رواه البخارى، باب الإستهام قى الأذان، رقم : 615

59- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : jikalau orang-orang mengetauhi apa ganjaran bagi adzan dan shaf pertama  ( dalam berjama’ah ) maka mereka tidak akan mendapatkan bantuan lain kecuali berundi ( menunjuk siapa yang berhak menang); dan mereka pasti akan berbuat demikian. ( HR.Bukhari )

 

 

60- عن سلمان الفارس رضى الله عنه قال: قال رسول الله r : إذا كان الرجل بأرض قى فحانت الصلاة فليتو ضأ، فإن لم يجد ماء فليتيمم، فإن أقام صلى معه ملكاه، وإن أذن وأقام صلى خلفه من جنودالله مالا يرى طرفاه. رواه عبدالرزاق فى مصنفه1/510

60. Salman Al Farsi r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : jikalau seorang bersendirian dihutan dan waktu shalat telah tiba, maka hendaklah ia mengambil wudhuk dan jikalau ia tiidak mendapatkan air maka ia boleh bertayyamum dan ketika ia mneyerukan iqama ( sebelum shalat ), kedua malaikatnya ( yang mencatat amalan-amalan baiknya ) mengerjakan shalat bersama dengannya. Dan jikalau ia melaungkan azan dan iqamah ( sebelum shalat ) maka sejumlah besar tentera – tentera Allah akan mengerjakan shalat bersama dengannya yang  kedua tepinya ( shaf-shaf mereka ) tidak dpat dilihat       ( Musanaf Abdurrazak )

 

61- عن عقبة عامر رضى الله عنه قال: سمعت رسوالله r يقول : يعجب ربك عزوجل من راعى غنم فى رأس شظية بجبل يؤذن للصلاة ويصلى، فيقول الله عزوجل: انظروا إلى عبدى هذا يؤ ذن ويقيم للصلاة يخاف منى قدغفرت لعبد وأدخلته الجنة. رواه أبو داود، باب الأ ذان فى السفر، رقم: 1203

61. Uqbah Ibnu Amir ra, meriwayatkan : Saya mendengar Rasululah SAW bersabda: Rabmu berbangga keatas seorang penggembala domba yang melaungkan azan diatasa sebuah puncak gunung dan mengerjakan shalat. Allah Azza wa Jalla berseru kepada para malaikat : lihatlah hamba-Ku ini ; ia melaungkan azan dan iqamah untuk shalat karena takut kepada-Ku. Aku telah mengampuninya dan memutuskan baginya surga. ( HR.Abu Daud )

 

62- عن سهل بن سعدرضى الله عنه قال: قال رسوا لله r : ثنتان لا تردان أوقلما تردان : الدعاء عند النداء، وعند البأس حين يلحم بعضه بعضا. رواه أبوداود، باب الدعاء اللقاء، رقم : 254

62. Sahal Ibnu Saad r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : berdoa pada dua waktu ini tidak pernah ditolak: pada waktu ketika azan dilaungkan ; dan berdoa ditengah-tengah kecamuknya peperangan. ( HR.Abu Daud )

 

63- عن سعد بن أبى وقاص رضى الله عنه عن رسول الله r قال: من قال حين يسمع المؤذن. وأنا أشهد أن لآ إله إلا الله وحده لا شريك له، وأن محمدا عبده ورسوله، رضيت بالله ربا وبمحمد رسولا وبالإسلام دينا، غفر له ذنبه. رواه مسلم، باب استحباب القول مثل قول المؤذن لمن سمعه……رقم: 851

63. Saad Ibnu Abi Waqqas r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : seorang yang mendengar muazin ( panggilan azan ) dan menjawab dengan :

 

أشهد أن لآ إله إلا الله وحده لا شريك له، وأن محمدا عبده ورسوله، رضيت بالله ربا وبمحمد رسولا وبالإسلام دينا، غفر له ذنبه.

artinya : aku bersaksi bahwa tiada yang patut disembah kecuali Allah, Dialah yang Esa, tiada serikat bagi-Nya; dan bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya; dan aku ridho kepada Allah sebagai Rab dan Muhammad SAW sebagai Rasul, dan islam sebagai agamaku. Maka dosa-dosanya akan diampuni. (HR.Muslim )

64- عن أبى هريرة رضى الله عنه يقول : كنامع رسول الله r فقام بلال ينادى فلما سكت قال رسول الله r : من قال مثل هذا يقينا دخل الجنة. رواه الحاكم وقال : هذا حديث صحيح الإسناد ولم يخرجاه هكذا ووافقه الذهبى 1/204

64. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan :   kami sedang berada bersama Rasulullah SAW dan Bilal r.a. melaungkan azan. Ketika ia selesai, Rasulullah SAW bersabda barangsiapa yang mengatakan dengan yakin seperti itu ( yang baru saja diserukan ) akan memasuki sorga ! ( Mustadrak hakim )

Catatan : Yakin keatas perkataan-perkatan yang terkandung dalam adzan seperti Allah Maha Besar; saya bersaksi bahwa tiada yang patut disembah kecuali Allah. Dari riwayat ini ternampak bahwa dalam menjawab kepada adzan, seorang harus mengulang perkataan-perkataan muadzin dengan tepat. Meskipun demikian ada riwayat dari Umar r.a. yang menjelaskan bahwa dalam menjawab kepada hayya alashalah  hayya alalfalah maka seorang boleh mengucapkan Laa haula walaa quwwata illaa billaah. ( Aku tidak ada daya dan kekuatan untuk melakukan yang baik atau melindugi diri saya sendiri dari kejahatan, kecuali dengan kuasa Allah. ( HR.Muslim )

 

65- عن عبد الله بن عمرورضى الله عنهما أن رجلا قال : يا رسوالله r! إن المؤذنين يفضلوننا، فقال رسوالله  : قل كما يقولون فإذا انتهيت فسل تعطه. رواه أبو داود، باب مايقول إذاسمع المؤذن، رقم : 524

65- Abdullah Ibnu Amr r.anhuma meriwayatakan bahwa seorang bertanya : wahai Rasulullah sesungguhnya muadzdzin telah melebihi kami ( dalam kelebihan dan ganjaran ), dapatkah kami sama dengan mereka dalam kebaikan ? Rasulullah SAW menjawab : ulangilah apa yang mereka ( muadzdzin ) serukan ( dalam adzan ). Kemudian apabila kamu telah menyempurnakan ( menjawab kepada adzan, mintalah        ( dari Allah ) dan engkau akan diberi ( apa yang engkau minta ) ( HR.Abu Daud )

 

66- عن عبدالله بن عمروبن العاص رضى الله عنهما أنه سمع النبى r يقول : إذا سمعتم الموذن، فقولوا مثل مايقول، ثم صلوا على، فإنه من صلى على صلاة صلى الله عليه بها عشرا، ثم سلواالله لى الوسيلة، فإنها منزلة فى الجنة لا تنبغى إلا لعبد من عبادالله، وأرجو أن أكون أناهو، فمن سأل لى الوسيلة حلت عليه الشفاعة. رواه مسلم، ياب استحباب لقول مثل قول المؤذن لمن سمعه….رقم : 849

66. Abdullah Ibnu Amr Ibnu Al-as r.anhuma meriwayatkan : saya mendengar Rasulah SAW bersabda : apabila engkau mendengar muadzin ( melaungkan adzan ) ; ulangilah apa yang ia serukan, kemudian  kirimkanlah shalawat ( kehormatan, kurnia dan rahmat ) keatasku, karena sesungguhnya  barangsiapa yang mengirim satu shalawat keatasku, Allah akan membalas kepadanya 10 keberkahan ; kemudian mintalah kepada Allah untuk menjadikan aku pemberi safaat ; karena safaat ini mempunyai kedudukan yang istimewa yang hanya diberikan kepada seorang hamba diantara hamba-hamba Allah dan saya berharap menjadi hanba itu. Oleh karena itu barangsiapa yang berdoa kepada Allah untuk menjadikan aku sebagai wasilah ; maka akan menjadi wajib keatasku untuk mensafaatinya. (HR.Muslim )

 

67- عن جابر بن عبدالله رضى الله عنهما أن رسول الله r قال : من قال حين يسمع النداء: اللهم رب هذه الدعوة التامة والصلاة القائمة، آت محمدا الوسيلة والفضيلة، وابعثه مقامامحمودا الذى وعدته، حلت له شفاعتى يوم القيامة. رواه البجارى، باب الدعاء عند النداء، رقم : 614 ورواه البيهقى فى سننه الكبرى، وزاد فى آخره : إنك لاتخلف الميعاد 1/410

67- Jabir Ibnu Abdullah r.anhuma  meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang mendengar seruan adzan  membaca

اللهم رب هذه الدعوة التامة والصلاة القائمة، آت محمدا الوسيلة والفضيلة، وابعثه مقامامحمودا الذى وعدته

artinya : Wahai Tuhanku yang mempunyai seruan yang sempurna ini, dan sembahyang yang akan didirikan ini, berikanlah dengan limpahan karunia Mu kepada Muhammad, wasilah ( kedudukan yang paling tinggi dalam surga ) dan keutamaan, dan limpahkanlah kepadanya maqam yang terpuji yang telah Engkau janjikan ; karena sesungguhnya Engkau tidak pernah memungkiri janji. Maka menjadi wajib keatasku untuk memberi safaat kepadanya pada hari kiamat. ( HR.Bukhari dan Baihaqi)

68- عن جابر رضى الله عنه أن رسول الله  قالr : من قال حين ينادى المنادى : اللهم رب هذه الدعوة التامة، والصلاة النافعة، صل على محمد، وارض عنه رضا لا تسخط بعده ، استجاب الله له دعوته. رواه أحمد 3/ 237

68. Jabir r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang membaca, ketika muadzin menyerukan adzan

اللهم رب هذه الدعوة التامة، والصلاة النافعة، صل على محمد، وارض عنه رضا        لا تسخط بعده ،

artinya : Wahai Allah Tuhan kepada seruan yang sempurna dan yang menjadi pemilik kepada shalat yang sangat berfaedah ; curahkanlah rahmatmu kepada Muhammad SAW ; dan Engkau ridhailah kepadanya sehingga mana Engkau tidak akan murka kepadanya lagi. Maka Allah SWT akan mnerima doanya ( Musnad Ahmad )

69- عن أنس بن ما لك رضى الله عنه قال : قال رسول الله r : الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة قالوا : فماذا نقول يارسول الله ؟ قال:  سلوا الله العافية فى الدنيا والآخرة. رواه الترمذى وقال : هذاحديث، باب فى العفووالعافية،رقم : 2594

69. Anas Ibnu Malik r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : doa antara azan dan iqamah senantiasa ditrima oleh Allah. Para sahabat r.anhum bertanya : doa apakah yang mesti kami baca wahai Rasulullah ? Baginda menjawab : mintlah kepada Allah untuk afiyah ( keselamatan dan keamanan ) didunia ini dan diakherat. ( HR.Tirmidzi )

70- عن جابر رضى الله عنه أن رسول الله r قال : إذاثوب بالصلاة فتحت أبواب السماء واستجب الدعاء. رواه أحمد 3/342

70. Jabir r.a. meriwayatkan : Bahwa Rasulullah SAW bersabda : apabila iqamah untuk shalat sedang diserukan, maka pintu-pintu langit terbuka dan doa seseorang itu dikabulkan. (Musnad Ahmad )

 

 

 

 

71- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : barangsiapa yang mengambil wudhuk dengan sempurna dengan niat semata-mata untuk shalat dan ia pergi kemesjid, maka sesungguhnya ia seolah-olah sedang dalam shalat, sehingga ia berniat untuk mengerjakan shalat. Dan pada langkahnya yang pertama tertulis satu kebajikan, dan bagi langkah berikutnya satu amal buurk dihapuskan. Apabila salah seorang daripada kamu mendengar iqamah, janganlah ia berlari. Karena orang-orang yang rumahnya jauh dari mesjid akan diganjari lebih. Orang-orang yang hadir bertanya mengapa demikian wahai Abu Hurairah ? ia berkata : karena jumlah yang lebih besar dari langkah-langkah kaki. ( Muattah imam Malik ).

72- عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال أبوالقاسم r : إذا توضأ أحدكم فى بيته، ثم أتى المسجد كان فىصلاة حتى يرجع فلا يقل هكذا، وشبك بين أصابعه. رواه الحكم وقال : هذا حديث صحيح على شرط الشيخين ولم يخرجاه ووافقه الذهبى 1/206

72- Abu Hurairah r.a meriwayatkan : Rasululah SAW bersabda : apabila seseorang diantara kamu mengambil wudhu dirumahnya, kemudian pergi ke mesjid, ia berada dalam shalat sehingga ia kembali. Oleh karena itu  janganlah ia jalin  menjalin jari-jari tangannya yang satu dengan jari-jari tangannya yang lain selama masa ini. ( Mustadrak hakim )

Catatan : karena perbuatan tangan seperti ini tidak diinginkan dan tidak sesuai dengan shalat; sama halnya  perbuatan sedemikian tidak diinginkan  sementara seseorang pergi menuju shalat, alasannya bahwa ketika seorang pergi untuk mengerjakan shalat ia sebetulnya berada dalam shalat. ( Mustadrak Hakim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

73- Said Ibnul Musayyib rahimahullah  meriwayatkan dari seorang sahabat Anshar                       ( sahabat Rasulullah SAW ) bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda : apabila seseorang diantara kamu mengambil wudhu dengan sempurna dan keluar untuk mengerjakan shalat maka setiap langkah kaki kanannya yang ia meninggikan Allah SWT, mencatat satu kebaikan baginya. Dan bagi setiap langkah kaki kirinya ia pijakkan keatas bumi maka satu dosa dihapuskan. Ia bebas memilih untuk melangah pendek atau melangkah panjang. Jikalau demikian ia sampai di Mesjid shalat dengan berjamaah maka ia akan diampuni. Dan jikalau ia sampai di mesjid dan ia mendapati bahwa  orang-orang telah mengerjakan sebahagian dari shalat mereka, kemudia tinggal sebahagian, dan ia bergabung dengan jamaah dalam shalat itu dan mengerjakan sisa shalat             ( dengan mereka) kemudian ia menyempurnakan ( sisa bagian shalat ang tertinggal dari awal ). Jikalau ia berbua demikian, ia juga akan diamapuni. Dan jikalau ia datang ke masjid dan mendapti bahwa shalat berjamaah telah selesai ; kemudian ia mengerjakan shalatnya ( sendirian ) maka ia juga akan diampuni. (HR.Abu Daud ).

74- عن أبى أمامة رضى الله عنه أن رسول الله r قال : من خرج من بيته متطهرا إلى صلاة مكتوبة فأجره كأجرالحاج المحرم، ومن خرج إلى تسبيح الصحى لاينصبه إلا إياه فأجره كأجرالمعتمر، وصلاة على إثرصلاة لالغو بينهما كتب فى عليين. رواه أبوداود، باب ماجاء فى فضل المشى إلى الصلوة، رقم :558 إذاثوب بالصلاة فتحة أبواب السماء واستجب

74- Abu Umamah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa meningalkan rumahnya sesudah mengambil wudhu dengan maksud untuk mengerjakan shalat fardhu ( secara berjamaah ), maka pahalanya adalah seperti seorang yang mengerjakan haji dalam keadaan ihram. Dan barangsiapa yang bersusah payah meninggalkan tempatnya semata-mata untuk mengerjakan shalat dhuha, maka pahalanya adalah seperti seorang yang mengerjakan unmrah ( haji kecil ke Mekkah ) dan mengerjakan shalat sesudah  mengerjakan shalat terlebih dahulu tanpa diselingi oleh percakapan yang sia-sia atau amalan ( yang tidak berkenaan kepada shalat ),akan dicatat dalam illiyyin ( suatu daftar orang-orang yang beramal shaleh ). (HR.Abu Daud )

Catatan : 1- Ikhram termasuk sejumlah pembatasan yang dibebankan keatas orang-orang yang bermusafir untuk haji dan umrah ke Mekkah. 2- shalat dhuha adalah shalat nafil sebelum tengah hari.

 

75- عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله r لا يتوضا أحدكم فيحسن وضوءه ويسبغه، ثم يأتى المسجد لايريدإلا الصلاة فيه إلا تبشبشى الله إليه كما يتبشبش أهل الغائب بطلعته. رواه ابن خزيمة فىصحيح2/374

75- Abu Hurairah ra. Meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa diatara kamu yang mengambil wudhu dengan baik dan menunaikannya dengan sempurna, kemudian pergi ke mesjid dengan niat semata-mata untuk mengerjakan shalat maka Allah SWT sangat gembira dengannya sebagaimana seorang yang bergembira  dengan munculnya secara tiba-tiba seorang anggota keluarga yang hilang atau yang sangat dikasihi ! ( Ibnu Hujaimah )

 

76- عن سلمان رضى الله عنه عن النبى r قال : من توضأ فى بيته فأحسن الوضوء، ثم أتى المسجد فهو زائرالله ، وحق على المزور أن يكرم الزائر. رواه الطبرانى فى الكبير وأحدإسناديه رجاله رجال الصحيح، مجمع الزوائد 2/149

76- Salman r.a. meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : barangsiapa yang mengambil wudhu dirumahnya dengan bersungguh- sungguh kemudian pergi ke mesjid, maka ia menjadi tetamu Allah, dan keramah tamahan adalah hak tetamu keatas tuan rumah.           ( Tabrani dan Majma uz Zawaid )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

77- Jabir Ibnu Abdullah r.anhuma meriwayatkan bahwa ada sebidang tanah sekeliling mesjid di Madinah yangkosong ; oleh karena itu Banu Salimah bermaksud utnuk pindah dekat ke mesjid. Ketika Nabi SAW mwengetauhi keinginan mereka, Baginda bertanya kepada mereka : berita telah sampai kepadaku bahwa akamu bermaksud untuk pindah lebih dkat ke masjid ? mreka menajawab : wahai Rasulullah ! tidak ada keraguan bahwa kami menginginkan ini kemudian Baginda berkata : wahai Banu Salimah ! tingalllah ditempat kamu,  sebab langkah-langkah kakimu ( datang ke masjid ) akan ditulis                 ( sebagai amalan-amalan kebajikan ) ! tinggalah pada tempatmu, karena langkah-langkah kakimu  kan ditulis !  ( HR.Muslim )

 

78- عن أبى هريرة رضى الله عنه عن النبى r قال : من حين يخرج أحدكم من منزله إلى مسجدى فرجل تكتب له حسنة، ورجل تحط عنه سينة حتى يرجع. رواه ابن حبان، قال المحقق: إسناده صحيح 4/503

78. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : seseorang diantara kamu meninggalkan rumahnya untuk datang ke masjidku ;  sehingga ia kembali, maka bagi setiap langkahnya tertulis satu kebaikan dan bagi setiap langkah yang lain dihapuskan asatu amal keburukan. ( Ibnu Hibban )

 

 

 

 

79. Abu Hurairah r.a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : adalah menjadi tanggung jawab setiap manusia bahwa setiap hari apabila matahari terbit maka sedekah diwajibkan bagi ssettiap persendian dalam tubuh, ( untuk bersyukur karena keselamatannya ). Baginda kemudian bersabda : memberitahukan yang adil antara dua orang adalah sedekah ;  dan menolong seseorang menunggang binatangnya atau mengangkat dan meletakkan barang-barangnya keatasnya adalah sedekah ! Baginda kemudian bersabda lagi : dan mengatakan perkataan yang baik adalah sedekah; dan setiap langkah yang kamu langkahkan menuju kemesjid adalah sedekah, dan memindahkan suatu rintangan dari jalan adalah sedekah. ( HR.Muslim ).

 

80- عن أبى هريرة رضى الله عنه أن رسول الله r قال : إن الله ليضىء للذين يتخللون إلى المساجد فى الظلم بنور ساطع يوم القيامة. رواه الطرانى فى الأوسط وإسناده حسن، مجمع الزوائد2/148

80. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :  sesungguhnya Allah Ta’ala akan menerangi orang-orang yang membuat jalan mereka ke masjid dalam kegelapan malam,  dengan sebuah cahaya  yang lebih terang pada hari kiamat ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid ).

 

81- عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله r المشاء ون إلى المسا جد فى الظلم، أولئك الخواضون فى رحمة الله. رواه ابن ماجه وفى إسناده اسماعيل بن رافع تكلم فيه الناس، وقال الترمذ: ضعفه بعض أهل العلم وسمعت محمدا يعنى البخارى يقول هو ثقة مقارب الحديث، الترغيب 1/213

81. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : orang-orang yang senantiasa pergi ke masjid pada malam yang  gelap gulita adalah orang yang terpaut hatinya dalam rahmat Allah ! ( Ibnu Majah dan Targhib )

 

82- عن بريدة رضى الله عنه عن النبى r قال :بشرالمشائين فى الظلم إلى المساجد بالنور التام يوم مالقيامة. رواه إبوداود، باب ماجاء فى المشى إلى الصلوة فى الظلم، رقم: 561

82. Buaraidah ra. Meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : berila kahabar gembira bagi orang-orang yang senantiasa pergi kemesjid dimalam yang gelap gulita, bagi mereka nur yang sempurna pada hari kiamat. (HR.Abu Daud )

 

 

 

 

83. Abu Said Al khudri r.a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : maukah saya memberitahukan kamu sebab dengan mana Allah  mengampuni dosa-dosa dan menambahkan amal-amal kebaikan ? mereka menjawab : wahai Rasulullah ! silkan beritahukan kepada kami. Baginda bersabda : barangsiapa meskipun dalam keadaan yang tidak menyenangkan mengambil wudhuk dengan sempurna ( sebagai umpama dimusim dingin ), dan berjalan menuju kemesjid, dan sesudah mengerjakan satu shalat menunggu  untuk shalat berikutnya. Dan barangsiapa meninggslksn rumahnya dalam keadaan berwudu ; sehingga ia tiba di masjid, kemudian mengerjakan shalat secara berjamaah dengan orang-orang muslim yang lain lalu duduk menunggu untuk shalat fardhu berikutnya, maka para malaikat bedoa baginya : Wahai Allah ! ampunilah dia. Wahai Allah! Rahmatilah dia ! ( Ibnu Hibban ).

 

84- عن أبى هريرة رضى الله عنه أن رسول الله r قال : ألا أدلكم على ما يمحوالله به الخطايا ويرفع به الدرجات؟ قالوا : بل، يارسول الله r ! قال : إسباغ الوضوء على المكاره، وكثرة الخطا إلى المساجد، وانتظار الصلاة بعدالصلاة، فذلكم الرباط. رواه مسلم، باب فضل إسباغالوضوءعلى المكاره، رقم : 587

84.  Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW memberitahu shabat-sahabatnya :  tidakkah aku beritahukan kepada kamu amalan-amalan dengan mana Alah menghapuskan perbuatan-perbuatan buruk dan mneikkan derajat ? mereka berkata : wahai Rasululah beritahukanlah kepada kami ! Baginda bersabda : mengambil wudhu secara sempurna dalam keadaan yang tidak menyenangkan dan penuh kesulitan, dan mengambil banyak langkah pergi menuju ke masjid, dan kemudian menunggu satu shalat stelah shalat lainnya adalah ribatmu yang sebenarnya. ( HR.Muslm )

catatan: makna ribat yang lajim adalah berdiri menjaga musuh pada perbatasan yang mudah diserang ; dan tanpa diragukan bahaya yang paling mengancam musuh memperlakukan manusia dengan kerusakan yang paling membinasakan adalah setan dan hawa nafsu seseorang melalui amalan diatas seorang dapat menyelamatkan dirinya dari kedua musuh ini. (Mirqaatul Mafatih )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

85. Ukbah Ibnu Amir r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : apabila seseorang mengambil wudhu, kemudian pergi ke masjid dan menunggu untuk mengerjaklan shalat, maka kedua pencatatnya menulis baginya sepuluh kebaikan  bagi setiap langkah yang ia langkahkan menuju ke masjid dan seorang duduk menunggu shalat seolah-olah ia sibuk dalam ibadah, dan dari waktu yang ia meninggalkan rumahnya sehinga ia kembali akan dikira seolah-olah ia terus merus dalam shalat !. ( Musnad Ahmad ).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

86- Muaz Ibnu Jabal r.a. meriwayatkan dari Nabi SAW bahwa Allah SWT berfirman : Hai Muhammad ! Aku menjawab : Labbaik wahai Rabku ! Dia berfirman : dalam hal apakah malaikat-malaikat  perselisikan ? aku menjawab mereka berselisih tentang amalan – amalan yang menghapuskan dosa. Dia berfirman : amalan-amalan yang manakah ? aku menjawab: langkah-langkah yang diambil menuju kepada shalat berjamaah, dan menunggu bagi shalat berikutnya sesudah menyempurnakan shalat yang pertama di mesjid, dan mengambil wudhu dengan sempurna dalam kesusahan atau keadaan yang tidak menyenangkan. Ia kemudian berfirman lagi : dalam apa lagi mereka perselisihkan ? aku berkata memberi makan ( dengan ramah tamah), dan lemah lembut dalam berbicara, dan mendirikan shalat di malam hari sedangkan orang-orang lain tidur. Kemudian Dia berfirman : mintalah ! saya berkata ( dalam doa ) :

اللهم إنى………..إلى حبك

artinya : Wahai Allah sesungguhnya aku bermohon kepada Engkau ( agar dibukakan dibukakan pintu hatiku ) untuk mengerjakan amalan-amalan yang baik, dan ( berikanlah aku kemampuan untuk ) bersabar dari melakukan perbuatan-perbuatan yang mungar, dan berikanalah aku kecintaan kepada orang-orang miskin ; dan ampunilah dan rahmatilah aku. Dan jikalau Engkau menimpakan kepada suatu kaum azab yang pedih maka matikanlah aku dalam keadaan yang terhindar dari bala. Dan aku bermohon kepada Engkau akan kecintaanmu dan kecintaaan orang-orang yang Engkau cintai ; dan mencintai amalan-amalan yang membawa aku mendekati kecintaan-Mu.

Raulullah SAW kemudian bersabda : sesungguhnya doa ini adalah kebenaran, maka pelajarilah doa ini berulang-ulang dan hafalkanlah ! ( HR.Tirmidzi )

87- عن أبى هريرة رضى الله عنه عن النبيى r قال : أحدكم فى صلاة ما دامت ااصلاة تحبسه والملائكة تقول : اللهم اغفر له وارحمه، ما لم يقم من صلاته أو يحدث.  رواه البخارى ، باب إذا قال : أحدكم آمين . ….رقم 3229

87. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Nabi SAW bersabda :  seseorang terus menerus mendapatkan pahala shalat selagi ia tetap menungggu utnuk shalat. Dan sesudah menyempurnakan shalat malaikat-malaikat  masih berdoa baginya : wahai Allah ampunilah dia dan rahmatilah dia ; selagi ia tetap duduk pada tempat shalat dalam keadaan berwuduk. (HR.Bukhari )

 

88- عن أبى هريرة رضى الله عنه أن رسول الله r قال : منتظرالصلاة بعد الصلاة، كفارس اشتد به فرسه فى سبيل الله عل كشحه هوفى الرباط الأكبر. رواه حمد والطبرانى فى الأوسط وإسناد حمد صالح، الترغيب 1/284

88- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : seorang yang sesudah mengerjakan shalat tetap menunggu untuk shalat berikutnya adalah seperti seorang penunggang kuda  yang berlari dengan kudanya dijalan Alah SWT. Dan orang yang menunggu untuk shalat adalah seperti seorang yang dilindungi dengan baik dalam sebuah benteng dari hawa nafsu dan setan. ( Musnad ahmad, Tabrani dan Targhib )

 

89- عن عرباض بن سارية رضى الله عنه أن رسول الله r كان يستغفرللصف المقدم. ثلاثا، وللثانى مرة.  رواه ابن ماجه،باب فضل الصف القدم، رقم : 996

89- Irbat Ibnu Sariyah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW berdoa bagi keampunan untuk shaf  pertama ( dari shalat berjamaah ) 3 kali, dan bagi shaf yang kedua satu kali !   ( Ibnu Majah )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

90. Abu Umamah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Allah dan para malaikatnya mengirimkan kehormatan, rahmat dan salam keatas shaf yang pertama. Mereka yang hadir : wahai Rasulullah ! dan ketas yang kedua ? lagi Baginda menjawab : Allah dan malaikat-malaikatnya mengirimkan kehormatan rahmat dan salam keatas shaf yang pertama. Mereka bertanya lagi : dan keatas yang kedua ? baginda menjawab : dan juga keatas shaf yang kedua. Dan Rasulullah SAW bersabda : luruskan shaf dan rapatkan bahu-bahumu, dan apabila kamu meluruskan shaf-shafmu berlemah lembutlah kepada saudara-saudaramu, dan tutuplah lubang-lubang ( antara kamu ), karena sesungguhnya setan masuk antara kamu seperti anak domba ! ( musnad ahmad, tabrani dan majma uz zawaid )

Catatan : berlemah lembut kepada saudara-saudaramu maksudnya jikalau seseorang memintakamu untuk meluruskan shafmu dengan menunjukkan tangannya kepamu maka setujuilah permintaannnya.

 

91- عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله r خير صفوف الرجال أولها، وشرها آخرها، وخير صفوف النساء آخرها، وشرها أولها. رواه مسلم، باب تسوبة الصفوف……رقم:  985

 

91- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : berkenaan dengan pahala shaf-shaf shalat diantara laki-laki, shaf pertama mendapat pahala yang paling tinggi dan shaf yuang terakhir pahalanya yang paling rendah. Dan diantara shaf-shaf wanita shaf yang paling akhir pahalanya paling tinggi dan shaf yang pertama pahalanya paling rendah.

 

92- عن ألبراء بن عازب رضى الله عنهما قال : كان رسول الله r يتخلل الصف من   نا حية إلى ناحية، يمسح صدورنا ومناكبنا ويقول : لاتختلفوا فتختلف قلوبكم. وكان يقول: إن الله عزوجل وملائكته يصلون على الصفوف الأول. رواه ابو داود، باب تسوية الصفوف، رقم 664

92- Bara Ibnu Azib r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW melewati shaf-shaf dari ujung yang satu keujung yang lain ; ia memukul dada – dada kami dan bahu-bahu kami ( untuk meluruskan shaf-shaf kami ) dan Baginda bersabda : janganlah kamu berbeda satu sama lain secara fisik ( dalam shaf-shafmu ), sebab hati-hati kamu akan menjadi berlainan satu sama lain. Dan Baginda bersabda : Sesungguhnya Allah SWT mengirimkan rahmat dan malaikat-malaikatnya memohonkan keampunan bagi shaf pertama. ( HR.Abu Daud )

 

93- عن البراء بن عازب رضى الله عنهما قال : قال رسول الله rإن الله عزوجل وملائكته يصلون علىالذين يلون الصفوف الأول.وما من خطوة أحب إلىالله من خطوة يمشيها يصل بهاا صفا. رواه ابوداود ، باب فى الصلوة تقام…..رقم : 543

93- Bara Ibnu Azib r.huma mreiwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : sesunguhnya Allah SWT dan malaikat-malaikatnya mengirimkan rahmat kehormatan dan salam ke atas  shaf yang lebih dekat kepada shaf pertama dan tidak ada langkah yang lebih daksihi oleh Allah daripada langkah seseorang yang bergerak maju untuk mengisi ruang dalam shaf. ( HR.Abu Daud )

 

94- عن عائشة رضى الله عنها قالت : قال رسول الله r إن الله وملائكته يصلون على ميامن الصفوف .  رواه أبوداود، باب من يستحب أن يلى الإمام فى الصف….رقم : 676

94-Aisah r.anha meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : sesunguhnya Allah mengirimkan rahmat dan malaikat-malaikatnya berdoa bagi keampunan untuk orang-oang yang berada dalam bagian sebelah kanan shaf. ( HR.Abu Daud )

95- عن ابن عباس رضى الله عنهما قال : قال رسول الله r : من عمر جانب المسجد الأيسر لقلة أهله فله أجران . رواه الطبر انى فى الكبير وفيه : بقيه، وهو مد لس وقد عنعنه ولكنه ثقق، مجمع الزوائد2/257

95. Ibnu Abbas r.a.huma meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang berdiri pada shaf sebelah kiri ( karena kurangnya orang-orang pada bagian ini )maka baginya mendapat pahala ganda ! ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

Catatan : karena telah diketauhi oleh sahabat-sahabat bahwa bagian sebelah kanan shaf mempunyai kebajikan yang lebih maka semua berusaha untuk berada pada bagian ini dengan meningalkan shaf sebelah kiri kosong. Kemudian Nabi SAW juga memberitahukan tentang kelebihan berdiri pada sha sebelah kiri, supaya shaf bagian sebelah kiri tidak dibiarkan kosong.

 

96- عن عائشة رضى الله عنها عن رسول الله r قال : إن الله وملا ئكته يصلون  على الذين يصلون الصفوف. رواه الحكم وقال : هذا حديث صحيح على شرط مسلم ولم يخرجاه ووافقه الذهبى 1/ 214

96- Aisah r.anha meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : sesungguhnya Allah mengirimkan rahmat dan malaikat-malaikatnya berdoa bagi kemapunan orang-orang yang mengisi ruangan-ruangan kosong dari shaf. ( Mustadrak Hakim )

 

97- عن أبى هريرة  رضى الله عنه أن رسول الله  قالr: لايصل عبد صفا إلارفعه الله به درجة، وذرت عليه الملائكة من البر. (وهو بعض الحديث ) رواه الطبرانى فى الأوسط ولابأس ياسناده، الترغيب 1/322

97. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang menghubungkan satu shaf shalat, Allah akan menaikkan satu derajat baginya dan malaikat-malaikat mencurahkan keberkahan keatasnya. (Tabrani dan Targhib )

 

98- عن عبدالله بن عمررضى الله عنهما قال: قال رسول الله r : خياركم ألينكم مناكب فى الصلوة، ومامن خطوة أعظم أجرا من خطوة مساهارجل إلى فرجة فى الصف فسدها. رواهالبزار ياسناد حسن، وابن حبان فى صحيح كلا هما بلشطر الأول، ورواه بتمامه الطبر انى فى الأوسط، الترغيب1/222

98. Abdullah Ibnu Umar r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : yang terbaik diantara kamu adalah orang yang menjaga bahu-bahu mereka  lembut dlam shalat. Dan tiada langkah yang diambil yang lebih berpahala daripada langkah yang diambil untuk mengisi ruangan dalam shaf ( dalam shalat ). ( bazar, Targhib, Ibnu Hibban dan Tabrani )

Catatan : makna menjaga bahu-bahu lembut dalam shalat yaitu apabila seseorang berusaha untuk masuk pada shaf itu, maka orang yang mengerjakan shalat pada sebelah kanan dan sebelah kiri bahu-bahunya rileks untuk membolehkannya berada dalam shaf itu.

 

99- عن ابى جحيفة رضى الله عنه أن النبى r قال : من سد فرجة فى الصف غفرله. رواه البزار وإسناده حسن،مجمع الزوائد2/251

99- Abu Zuhaifah r.a. meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : barngsiapa ayang mengisi ruangan kosong dalam shaf ( dari shalat ) diampuni. ( Bazar dan Majma Uz Zawaid)

100- عن ابن عمررضى الله عنهما أن رسول الله r قال : من وصل صفا وصله الله ومن قطع صفاقطعه الله. (وهو بعض الحديث ) رواه أبو داود، باب تسويةالصفوف،رقم : 666

100. Abdullah Ibnu Umar r.anhuma meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : barngsiapa yang menghubungkan shaf ( dari shalat ) Allah Ta’ala menganugerahkan kepadanya rahmat-Nya ; dan barangsiapa yang memisahkan  shaf ( dari shalat ) Allah akan menjauhkannya dari rahmat-Nya . (HR.Abu Daud )

catatan : memisahkan bermaksud meletakkan sesuatu ( barang ) dalam shaf yang menyebabkan shaf tidak serasi ; atau melihat ruangan yang kosong dan tidak dipenuhinya. ( Mirqaatul mafatih )

 

101-عن أنس رضى الله عنه عن النبى r : سووا صفوفكم فإن تسوية الصفوف من إقامة الصلوة. رواه البخارى، باب إقامة الصف من تمام الصلاة، رقم : 723

101. Anas r.a. meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : luruskanlah shaf karena meluruskan shaf termasuk bagian dari mengerjakan shalat dengan sempurna. (HR.Bukhari )

 

102-عن عسمان بن عفان رضى الله عنه قال : سمعت رسول الله r يقول : من توضأ للصلة فأسبع الوضوء، ثم مشى إلىالصلاة المكتوبة، فصلاها مع الناس ، أومع الجماعة، أوفى المسجد، غفرالله له ذنوبه. رواه مسلم، باب فضل الوضوء والصلوة غقبه، رقم : 549

102. Ustman Ibnu Affan r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang mengambil wudhu dengan sempurna untuk shalat, kemudian pergi berjalan kaki untuk mengerjakan shalat fardhu dan ia mengerjakan shalatnya di mesjid dengan berjama’ah, Allah akan mengampunkan dosa-dosanya. ( HR.Muslim )

 

103-عن عمربن الخطاب رضى الله عنه قال : سمعت رسول الله r يقول: إن الله تبرك وتعالى ليعجب من الصلاة فى الجمع . رواه أحمد وإسناده حسن،مجمع الزوائد2/163

103. Umar Ibnu Al khattab r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasululah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah SWT ridho kepada orang-orang yang mengerjakan shalat dengan berjamah. ( Musnad Ahmad  dan Majma Uz Zawaid )

 

104-عن عبدالله بن مسعود رضىالله عنه قال : قال رسول الله r  : فضل صلاة الرجل فىالجماعة على صلاته وحده بضع وعشرون درجة: رواه أحمد 1/376

104- Abdullah Ibnu mas’ud r,a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: mendirikan shalat dengan berjamaah adalah 20 kali lebih tingi nilainya dari pada mengerjakan shalat secara sendirian. ( Musnad Ahmad )

 

105-عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله r : صلاة الرجل فى الجماعة تضف على صلاته فى بيته وفى سوقه خمسا وعشرين ضعفا. (الحديث ) رواه البخارى، باب فضل صلوة الجماعة، رقم : 647

105- Abu Hurairah  meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : seorang yang mengerjakan shalat  dengan berjamaah adalah 25 kali lebih baik nilainya apabila dibandingkan shalat yang dikerjakan dirumah, atau di pasar ( tempat perniagaan ). (HR.Bukhari ).

106- عن ابن عمررضى الله عنهما أن رسول الله  r :قال: صلاة الجماعة أفضل من صلاة الفذبسبع وعشرين درجة . رواه مسلم، باب فضل صلوة الجماعة….رقم: 1477

Abdullah Ibnu Umar r.anhuma meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : shalat dengan berjamaah 27 derajat lebih baik nialainya daripada shalat yang dikerjakan secara sendirian. (HR.Muslim )

 

107- عن قباث بن أشيم الليثى رضى الله عنه قال : قال رسول الله r: صلاة الرجلين يؤم أحدهما صاحبه أزكى عبدالله من صلاة أربعة تترى، وصلاة أربعة يؤم احدهم أزكى عندالله من صلاة ثمانية تترى، وصلاة ثمانية يؤم أحدهم أزكى عندالله من مائة تترى. رواه البزار والطبرانى فى الكبير ورجال الطبرانى موثقون، مجمع الزوائد 2/163

107- Hubats Ibnu Assyam Al-laitsi r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Shalat dua oorang dengan berjamaah yang seorang menjadi imam dan lainnya menjadi muqtadi ( makmum ) lebih disukai Allah daripada shalat yang dikerjakan oleh 4 orang secara sendirian. Demikian pula shalat 4 orang dengan berjamaah disukai Allah daripada shalat 8 orang yang dikerjakan secara sendirian, dan shalat 8 orang dengan berjamaah disukai Allah daripada shalat 100 orang secara sendirian. ( Badzar, Tabrani dan Majma Uz Zawaid ).

 

108-  عن أبى بن كعب رضى الله عنه قال : قال رسول الله r:إن صلاة الرجل مع الرجل أزكى من صلاته وحده، وصلاته مع الرجلين أزكى من صلاته مع الرجل، وما كثرفهو أحب إلى الله عزوجل. (وهوبعد الحديث ) رواه أبوداود، باب فى فضل صلوة الجماعة، رقم: 554سننأبى داؤد طبع دارالبازللنشروالتوزيع

108- Ubai Ibnu Kaab r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : seorang yang mengerjakan shalat dengan berjamaah bersama orang lain lebih baik daripada mengerjakan shalat secara sendirian, dan tiga orang berjamaah dalam shalat adalah lebih baik daripada dua orang yang berjamaah dalam shalat. Demikian pula semakin besar jam’aah dalam shalat lebih disukai oleh Allah SWT. ( HR.Abu Daud )

 

109- عن أبى سعيد الخدرى رضى الله عنه قال : قال رسول الله r: الصلاة فى جماعة تعدل خمسا وعشرين صلاة، فإذا صلاها فى فلاة فأتم ركوعها وسجودها بلغت خمسين صلاة. رواه أبوداود ، باب ما جاء فى فضل المشى إلى الصلوة، رقم: 560

109- Abu Said Al-Khudri r.a.meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : pahala shalat yang dikerjakan dengan berjamaah sama dengan 25 kali shalat ( secara sendirian ), dan apabila seseorang mengerjakan shalat dihutan atau ditempat yang tiada penghuni dan juga menyempurnakan rukuk dan sujud dan memuliakan Allah dengan ketenangan dan kegembiraan maka pahalanya digandakan sehingga 50 kali. ( HR.Abu Daud ).

 

110- عن أبى الدرداء رضى الله عنه قال : سمعت رسول الله r: يقول : مامن ثلاثة فى قرية ولا بدولا تقام فيهم الصلاة إلا قداستحوذ عليهم الشيطان، فعليك بالجماعة، فإنما ياكل الذئب القاصية. رواه أبو داود، باب التشد فى ترك الجماعة، رقم : 547

110- Abu Darda r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : jikalau ada tiga orang dalam sebuah kampung atau disuatu daerah dan mereka tidak mengerjakan shalat dengan berjamaah , maka setan telah menguasai mereka, oleh sebab itu mengerjakan shalat dengan berjamaah adalah diwajibkan atas kamu. Karena serigala hanya menerkam kambing yang sendirian ( dan serigala bagi manusiaadalah setan ). (HR.Abu Daud )

 

111- عن عائشة رضى الله عنها قالت : لما ثقل النبى r واشتد به وجعه استأ ذن أزواجه فى أن يمرض فى بيتى فأذن له فخرج النبى  بين رجلين تخط رجلاه فى الأرض. رواه البجارى، باب الغسل والوضوءفى المخضب… رقم : 197

111- Aisah r.anha meriwayatkan : ketika Nabi SAW jatuh sakit dan sakitnya semakin parah, ia meminta ijin dari istri-istrinya yang lain supaya perawatannya dilakukan dirumah saya. Mereka mengijinkannya ( ketika waktu shalat tiba ) Rasululah SAW dipapah olh dua orang ( untuk pergi ke masjid sedemikian rupa ) yang ( karena sangat lemah ) kakinya terseret pada tanah. ( HR.Bukhari ).

 

 

 

 

 

 

 

112- Fadalah Ibnu Ubaid r.a. meriwayatkan : ketika Rasulullah SAW mengimami shalat beberapa ahli sufah yang berdiri dalam shaf  terjatuh karena sangat lapar dan orang kampung berfikir: orang-orang ini gila. Pada suatu hari ketika Rasulullah SAW sudah menyelesaikan shalat ia berpaling kepada mereka ( Ahli-ahli sufah ) dan berkata jikalau kamu mengetauhi apa ganjaran yang disediakan Allah bagi kamu, kamu akan lebih suka memilih hidup dalam kadaan kelaparan dan kemiskinan. Fadalah berkata saya sedang bersama Rasulullah SAW pada hari itu. ( HR.Tirmidzi ).

 

113- عن عثمان بن عفان رضى الله عنه قال : سمعت رسول الله r: يقول : من صلى العشاء فى جماعة فكأنما قام نصف الليل، ومن صلى الصبح فى جماعة فكأنما صلى الليل كله. رواه مسلم، باب فضل صلاة العشاء والصبح فى جماعة: 1491

113- Ustman Ibnu Affamn r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda ; barangsiapa yang mengerjakan shalat isya dengan berjamaah,  seolah-olah ia beribadah separuh daripada malam dan jikalau ia mengerjkan shalat fajar dengan berjamaah, seolah-olah ia beribadat sepanjang malam. (HR.Muslim )

 

114- عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله r: إن أثقل صلاة على المنافقين صلاة العشاء وصلاة الفجر. (الحديث) رواه مسلم، باب فضل صلاة الجماعة…رقم : 1482

114- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : sesungguhnya shalat yang paling berat keatas orang-orang munafik adalah shalat fajar dan isya.                  ( HR.Muslim )

 

115- عن أبى هريرة رضى الله عنه أن رسول الله r: قال : ولويعلمون ما فى التهجيرلاستبقرا إليه، ولو يعلمون مافى العتمة والصبح لآتوهما ولوحبوا. (وهوطرف من الحديث) رواه البخارى، باب الإستهام فى الأذان، رقم: 615

115- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : jikalau orang-orang mengetauhi tentang kelebihan pergi ke majid untuk shalat dzuhur dalam keadaan panas terik maka mereka akan bersegera ( pergi ke masjid ). Dan jikalau mereka mengetauhi kelebihan apa yang terdapat dalam shalat isya dan shalat fajar maka sudah tentu mereka akan pergi kemasjid untuk shalat-shalat ini, bahkan jikalau ( karena sakit ), mereka akan pergi walaupun dengan merangkak. (HR.Bukhari ).

 

116- عن أبى بكرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله r: من صلى الصبح فى جماعة فهو فى ذمة الله فمن أخفر ذمة الله كبه الله فى النار لوجهه. رواه الطبرانى فى الكبيرورجاله رجال الصحيح، مجمع الزوائد 2/29

116- Abu Bakrah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar dengan berjama’ah berada dalam perlindungan Allah dan barangsiapa yang mengganggu orang yang berada dalam perlindungan Allah maka Allah akan melemparkannya kedlam neraka ! (Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

 

117- Anas Ibnu malik r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa mengerjakan shalat dengaan berjama’ah selama 40 hari dengan ikhlas semata-mata karena Allah yang bermula dengan takbir pertama Allahuakbar mendapat 2 jaminan pertama kebebasan dari neraka dan kedua bebas darpada munafik ( HR.Tirmidzi ).

 

118- عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله r: لقد هممت أن آمر فتيتى فيجمع حزما من حطب ثم آتى قوما يصلون فى بيوتهم ليست بهم علة فأحرقها عليهم. رواه أوداود،باب التشديد فى ترك الجماعة، رقم : 549

118- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : saya ingin menyuruh pemuda-pemuda untuk mengumpulkan kayu api dan aku pergi kerumah-rumah orang-orang yang mengerjakan shalat fardhu mereka dirumah mereka tanpa suatu alasan yang kuat dan membakar rumah-rumah mereka ! (HR.Abu Daud )

 

119- عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله r: من توضأفأحسن الوضوء، ثم أتىالجمعة فاستمع وأنصت، غفرله ما بينه وبين الجمعة، وزيادة ثلاثة أيام، ومن مس الحصى فقد لغا. رواه مسلمن باب فضل من استمع وأنصت فى الخطبة، رقم :1988

119- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda barangsiapa mengambil wudhu dengan sempurna dan pergi untuk shalat juma’at, mendengarkan kotbah dengan tawadjuh dan tetap diam selama khutbah maka dosa-dosanya antara jumat itu dan juma’at sebelumnya semuanya diampuni ; dan dosa-dosa selama tiga hari yang akan datang juga diampuni. Akan tetapi barangsiapa yang memainkan batu-batu kerikil selama kotbah ( bermain dengan batu-batu itu atau bermain dengan tangannya, atau menggulung-gulung karpet atau pakaiannya) maka kelakuan yang demkian adalah lalai (yang karenanya ia kehilangan pahala istimewa bagi sahalat  jum’at ). ( HR.Muslim )

 

 

 

 

 

 

120- Abu Ayyub Al-Anshari ra. Meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang mandi pada hari juma’at dan jikalau ia memiliki wangi-wangian dan ia memakainya, memakai pakaian yang bagus dan pergi ke mesjid. Sesampai di masjid, jikalau ia mendapatkan waktu ia mengerjakan shalat nafil dan tidak beriri hati dengan orang lain ( ia tidak melangkah diatas punggung-punggung orang lain, tetapi ia duduk dimana ia mendapatkan tempat ), dan tetap diam dari imam menyampaikan khutbah sampai akhir shalat. Amalan demikian menjadi asbab pengampunan bagi dosa-dosanya dari juma’at ini sampai juma’at berikutnya. (Musnad Ahmad )

 

 

 

 

 

 

121.Salaman Alfarasi r.a. meriwayatkan : Rasululah SAW bersabda : barangsiapa yang mandi pada hari jum’at, sedapat mungkin membersihkan dirinya, memakai rambutnya dengan minyak dan memakai wangi-wangian dari rumahnya kemudian pergi ke mesjid dan sesampai di masjid ia tidak menggeser dan duduk diantara dua orang yang sudah mengambil tempat ; dan dia mengerjakan shalat sebagaimana diwajibkan keatasnya sebelum shalat jum’at, mendengar khitbah imam dengan diam dan penuh perhatian, maka dosa-dosanya antara jumat ini dengan jumat sebelumnya diampuni. (HR.Bukhari )

 

122- عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله r: فى جمعة من الجمع: معاشر المسلمين! إن هذا يوم جعله الله لكم عيدا فاغتسلوا وعليكم بالسواك. رواه الطبرانى فى الاوسط والصغبرورجاله ثقات، مجمع الزوائد 2/288

122. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda pada suatu hari jum’at : wahai orang-orang muslim ! Allah Ta’ala telah menjadikan hari ini seperti ( perayaan ) Ied bagi kamu, oleh karena itu mandilah dan pakailah siwak. ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid ).

 

123- عن أبى أمامة رضى الله عنه عن النبى   rقال : إن الغسل يوم الجمعة ليسل الخطايامن أصول الشعر استلا لا. رواه الطبرانى فىالكبير ورجاله ثقات، مجمم الزوائد 2/ 177، طبع مؤسة العمارفز بيروت

 

123. Abu Umamah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : mandi yang dilakukan pada hari jum’at menghapuskan dosa-dosa bagi dari akar-akar rambut.               ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid ).

 

124-عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال النبى r: إذا كان يوم الجمعة وقفت الملائكة على باب المسجد يكتبون الأول فالأول، ومثل المهجر كمثل الذى يهدى بدنة، ثم كالذى يهدى بقرة، ثم كبشا، ثم دجاجة، ثم بيضة، فإذا خرج الإمام طوا صحفهم ويستمعون الذكر. رواه البخلرى، باب اإستماع إلى الخطبة يومالجمعة، رقم : 929

124. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Apabila hari jum’at tiba, para malaikat berdiri pada pintu-pintu mesjid mencatat nama-nama orang-orang yang datang paling awal ; dan kemudian orang-orang yang mengikut menurut ketibaan mereka. Barangsiapa yang pergi lebih awal untuk shalat jum’at, mendapat pahala seperti memberikan seekor unta sebagai sedekah, dan orang yang datang sesudahnya mendapat pahala seperti memberikan seekor lembu sebagai sedekah, dan sesudahnya pahalanya seekor kambing sebgai sedekah, dan orang sesudahnya seperti memberikan seekor ayam sebagai sedekah, dan orang yang sesudahnya seprti memberikan sebutir telur sebagai sedekah. Ketika imam datang untuk memberikan khotbah, malaikat-malaikat menggulung daftar dalam mana nama-nama orang – orang yang hadir ditulis dan menjadi sibuk dalam mendengarkan khotbah. (HR.Bukhari )

 

125- عن يزيد بن أبى مريم رحمه الله قال : لحقنى عباية بن رفاعة بن رافع رحمه الله، وأنا ماش إلى الجمعة فقال : أبشر، فإن خطاك هذه فى سبيل الله، سمعت أباعبس رضىالله عنه يقول: قال رسول الله r : من اغبرت قدماه فى سبيل الله فهما حرام على النار. رواه الترمذى وقال : هذا حديث حسن صحيح غريب، باب ما جاء فى فضل من اغبرت قدماه فى سبيل الله ، رقم : 1632

125. Yazid Ibnu Abi Maryam rahimahullah meriwayatkan : Saya pergi untuk shalat jum’at dengan berjalan kaki, ketika saya berjumpa Abaya Ibnu Rafi rahimahullah dan ia berkata : kabar gembira untuk kamu ! langkah-langkah kaki kamu adalah langkah-langkah kaki di jalan Allah. Kemudian ia berkata bahwa ia mendengar aba abs r.a. berkata : Rasulullah SAW bersabda : kaki-kaki orang yang menempel debu0debu dijalan Allah akan diharamkan dari api neraka. (HR.Tirmdizi )

 

126- عن أوس بن أوس الثقفى رضى الله عنه قال :  سمعت رسول الله r يقول : من غسل يوم الجمعة واغتسل ثم بكر وابتكر ومشى، ولم يركب، ودنا من الإمام فاستمع ولم يلغ كان له بكل خطوة عمل سنة أجر صيامها وقيامها. رواه أبوداود، باب فى الغسل للجمعة، رقم : 345

126. Aws Ibnu Aws Tsaqofi r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa mandi dengan sempurna pada hari jum’at, pergi ke masjidlebih awal dan berjalan kaki, tidak mengendarai kenderaan, duduk dekat imam dan mendengarkan khutbah dengan penuh perhatian ; selama ia tidak berbicara apa-apa, maka setiap langkah yang ia langkahkan untuk shalat jum’at, ia menedapat pahala satu tahun puasa dan satu tahun ibadat dimalam hari. (HR.Abu Daud 127 )

 

127- عن عبدالله بن عمر رصىالله عنهما عن النبى r  قال : من غسل واغتسل، وغدا وابتكر، ودنا فاقترب، واستمم وأنصت، كان له بكل خطوة يخطوها أجرقيام سنة وصيامها. رواه أحمد2/209

127.Abdullah Ibnu Amr Ibnu Al-As r.anhuma meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa mandi pada hari jum’at dengan sempurna dan pergi lebih awal untuk shalat jum’at, duduk sangat berdekatan dengan imam dan mendengarkan khotbah dengan penuh perhatian, selama mana ia tetap diam, maka setiap langkah yang ia ambil untuk pergi ke masjid ia mendapat pahala shalat tahajjud selama setahun dan puasa selama setahun.         ( Musnad Ahmad )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

128. Abu Lubabah Ibnu Abdul Munjir r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : hari jum’at adalah penghulu dari semua hari dan sangat dimuliakan diantara hari-hari dalam pandangan Allah SWT. Hari ini lebih ditinggikan dalam derajat dengan Allah daripada Iedul Adha dan Iedul Fitri dan hari ini memiliki 5 sifat : pada hari ini Allah menciptakan Adam.as ; pada hari Allah mengutus Adam .a.s turn ke bumi ini ; pada hari ini Adam a.s. meninggal ; hari ini terdapat suatu masa tertentu yang apabila seorang hamba Allah berdoa memohon apa saja maka pasti dikabulkan selama ia tidak meminta perkara yang haram ; dan pada hari ini akan terjadi kiamat. Semua malaikat-malaikat Allah, langit, bumi, angin, gunung ganang, samudera, semuanya takut hari jum’at (karena pada hari  ini hari kiamat akan terjadi). (Ibnu Majah )

 

129- عن أبى هريرة رضى الله عنه أن رسول الله r قال : لا تطلع الشمس ولا تغرب على يوم أفضل من يوم الجمعة، وما من دآبة إلا وهى تفزع يوم الجمعة إلا هذين الثقلين الجن والإنس. رواه ابن حبان. قال المحقق: إسناده صحيح 7/5

129. Abu Hurairah r.a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : ada suatu waktu yang istimewa pada hari juma’at yang apabila seorang hamba yang muslim berdoa memohon apa saja dari Allah SWT maka sesungguhnya Allah SWT akan mengabulkan ( apa yang diinginkan ), dan waktu itu adalah sesudah ashar. ( Musnad Ahmad  dan Fatur Rabbani ).

 

130- عن أبى سعيد الخدرى وأبى هريرة رصىالله عنهما أن رسول الله r قال : إن فى الجمعة ساعةلايوافقها عبد مسلم يسأل الله عزوجل فيها إلا أعطاه إياه وهى بعدالعصر. رواه أحمد، الفتح الرنى6/13

 

 

130-Abu Zaid Al Kudri r.a. dan Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Pada hari juma’at ada masa yang istimewa yang mana apabila hamba-hamba yang muslim meminta apa saja dari Allah SWT, Allah pasti mengabulkan doanya ( yang ia kehendaki ), dan masa itu adalah sesudah ashar.     (Musnad Ahmad dan Fathur Rabbani )

 

131- عن أبى موس الأشعررصىالله عنه قال : سمعت رسول الله r يقول : هى ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقض الصلاة. رواه مسلم ، باب فى الساعة التى فى يوم الجمعة. رقم : 1975

131. Abu Musa Al-Ashari r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW menyebutkan bahwa masa pada hari jum’at masa itu adalah diantara imam mulai berkhutbah dan akhir dari shalat. ( HR.Muslim )

catatan : ada banyak hadist yang lain yang memastikan waktu terkabulnya do’a pada hari jum’at, karena itu sepanjang hari jum’at mesti dipergunakan dalam ibadah dan doa.           ( Nawawi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SHALAT-SHALAT SUNNAH DAN SHALAT-SHALAT NAFILAH

( SHALAT BUKAN FARDHU )

 

Ayat-ayat Al qur’an

 

 

قال الله تعلى : ومن اليل فتهجد به، نافلة لك عس أن يبعثك ربك مقاما محمودا % (الإسراء: 79)

Allah SWT berfirman : Dan pada sebagian daripada malam shalat tahajudlah ( dengan membaca Al-Qur’an ) sebagai tambahan ( ibadah ) bagimu ; semoga Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji dan terhormat. ( Al-Isra 17:79 )

Catatan : Pada hari kiamat setiap orang akan berada dalam dalam penderitaan dan kebingungan, dan dengan safaat Rasulullah SAW maka orang akan terbebas daripada penderitaan ini dan hisap akan disegerakan. Hak memberi safaat ini disebut Maqomam mahmud ( tempat terpuji dan dimuliakan )

 

وقال تعلى : والذين يبيتون لربهمٌُ سجدا وقيما % (الفرقان : 63 )

Allah SWT berfirman : Dan mereka yang menghabiskan malam mereka dihadapan Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri ( dalam shalat ). (Al-Furqan 25:64 )

 

وقال تعلى : تتجافى جنوبهم عن آلمضا جع يد عون ربهم خوفا وطمعا وممارزقنهم ينفقون % فلا تعلم نفس ما أخفى  لهم من قرة أعين جزآء بما كانوا يعملون% ( السجدة : 16-17)

Allah SWT berfirman : Mereka meninggalkan tempat tidur, sementara mereka berdoa kepada Rab mereka ( sibuk dalam shalat, berdzikir dan berdo’a ), dengan penuh rasa takut dan harapan, dan mereka menafkahkan sebagian rezeki yang kami berikan kepada mereka. Tiada seorangpun yang tahu cendera mata apa yang masih tersembunyi bagi mereka – sebagai balasan atas amal kebaikan yang mereka lakukan. (As-Sajadah 32:16-17).

وقال تعلى: إن آلمتقين فى جنت وعيون% اخذين مآاتهم ربهم إنهم كانوا قبل ذلك محسنين%كانوا قليلا من آليل ما يهجعون % وبالأ سحارهم يستعفرون % ( الذاريات : 10-18

Allah SWT berfirman: Mereka yang bertaqwa akan diam ditaman-taman dan mata air, mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka ; karena mereka hidup baik sebelumnya. Mereka tidur hanya sedikit diwaktu malam, dan pada menjelang pagi mereka berdo’a memhon ampun. ( Az-Zariyat 51:15-18 ).

 

وقال تعلى : يأيها آلمزمل% قم اليل إلا قليلا %  نصفه  أوآنقص منه قليلا % أوزدعليه ورتل القران ترتيللا % إنا سنلقى عليك قولا ثقيلا % إن ناشئة آليل هى أشد وطئا وأقوم قيلا % إن لك فى النهار سبحا طويلا % ( المزمل : 1-7)

Allah SWt berfirman : Hai orang yang berselimut ! bangunlah ( untuk mendirikan shalat ) pada malam hari kecuali hanya sebagian kecil,- separuhnya atau kurang dari itu sedikit, atau lebihkanlah dan bacalah qur’an dengan perlaha, dengan nada berirama. Sesungguhnya kami akan segera turunkan kepadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun pada waktu-waktu malam adalah menguatkan ingatan dan lebih sesuai untuk mengucapkan kata-kata ( pujian kepada Allah ).sesungguhnya bagi kamu disiang hari disibukkan dengan kerja-kerja yang panjang. ( Almujamil 73: 1-7 ).

 

 

 

 

 

Hadist-hadis Nabawi

 

132- عن أبى أمامة رصىالله عنه قال : قال النبى r ماأذن الله لعبد فى شىء أفضل من ركعتين يصليهما، وأن البر ليذر على رأس العبد ما دام فى صلا ته وما تقرب العباد إلى الله عزو جل بمثل ما خرج منه. رواه الترمذى، باب ماتقرب العباد إلى الله بمثل ما خرج منه ، رقم : 2911

132- Abu Umamah r.a meriwayatkan : bahwa nabi SAW bersabda : Allah SWT tidak memberikan kepada seorang hamba untuk menyibukkan diri dengan sesuatu yang lebih banyak pahalanya daripada dua rakat yang ia kerjakan. Kesolehan dicurahkan dari atas kepalanya selagi ia sibuk dalam shalat. Dan tidaklah seseorang mendekati Allah dengan sesuatu yang lebih baik daripada sesuatu yang datang dari Allah Azza wa Jalla, maksudnya Al qur’an. (HR.Tirmidzi )

Catatan : Hadist ini menjelaskan bahwa maksimum kedekatan kepada Allah SWT diperolehi melalui bacaan Al qur’an.

 

133- عن أبى هريرة رضىالله عنه أن رسول الله r مر بقبر فقال : من صاحب هذا القبر ؟ فقالوا : فلان فقال: ركعتان  أحب إلى هذا من بقية دنياكم . رواه الطبرانى فى الأوسط ورجاله ثقات، مجمع الزوائد 2/516

133- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW melewati sebuah kuburan dan bertanya : Kuburan siapkah ini ! sahabat menjawab : Fulan bin fulan. Rasulullah SAW bersabda : orang yang ada dalam kuburan ini telah menyelenggarakn dua rakaat adalah lebih dicintai daripada seluruh duniamu dan apa yang terdapat didalamnya. ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid ).

Catatan : Hadist ini berarti bahwa hakekat shalat dua rakaat menjadi bukti setelah kematian, apabila nilai kebenarannya dizahirkan.

 

134- عن أبى ذررضىالله عنه إن النبى r خرج زمن الشتاء، والورق يتها فت  فأخذ بغصنين من شجرة فجعل ذلك الورق يتها فت ، فقال: يا أبا ذر ! قلت : لبيك يا رسول الله قال : إن العبد المسلم ليصلى الصلاة يريد بها وجه الله فتها فت عنه ذنوبه كما يتهافت هذا الورق عن هذه الشجرة. رواه أحمد5/179

134. Abu Dar r.a. meriwayatkan bahwa : suatu ketika nabi SAW keluar pada musim gugur dan daun-daun berguguran dari  pohon. Bagind  mengambil dua ranting pohon dalam tangannya, dan menggoncang-goncangkannya sehingga daun-daunnya mulai berguguran bahka lebih. Nabi SAW bersabda : Hai Abu Dzar ! saya menjawab Labbaik Ya rasulullah ! baginda meneruskan apabila seorang muslim mngerjakan shalat smata-mata untuk menyukakan Allah, maka dosa-dosanya akan terhapus daripadanya sebagaimana daun-daun ini gugur dariapada pohnnya. ( Musnad Ahad )

 

135-عن عانشة  رضىالله عنها عن النبى r قال : من صابر على اثنتى عشرة ركعة بنى الله عزوجل له بيتا فى الجنة، أربعا قبل الظهر وركعتين بعد الظهرى وركعتين بعد المغرب وركعتين بعدالعشاء وركعتين قبل الفجر. رواه النسائى، باب ثواب من صلى فى اليم والليلة ثنتى عشرة ركعة …رقم : 1796

135- Aisah r.anha meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : barangsiapa yang istiqamah mengerjakan 12 rakaat shalat ; Allah SWT akan membangun baginya sebuah rumah dalam sorga ; yaitu : 4 rakaat sebelum dzuhur, dua rakaat sesudah zuhur, dua rakaat sesudah maghrib, dua rakaat sesudah isya, dan dua rakaat sebelum fajar. (Nasai )

 

136- عن عائشة رضىالله عنها أن النبى r لم يكن على شىء من النوافل أشد معاهدة منه على ركعتين قبل الصبح.

136- Aisah r.anha meriwayatkan : bahwa Nabi SAW sangat menjaga dalam mengerjakan dua rakaat sunah sebelum shalat fajar, diatas semua shalat-shalat sunnat yang lain.(HR.Muslim )

 

127- عن عائشة رصىالله عنهاعن النبى rأنه قال فى شأن الركعتين عند طلوع الفجر : لهما أحب إلىمن الدنيا جمعا. رواه مسلم، باب الستجاب ركعتى سنة الفجر…..رقم : 1689

137- Aisah r.anha meriwayatkan bahwa : Nabi SAW bersabda : tentang dua rakaat sunah sebelum  shalat fardhu fajar : dua rakaat ini lebih aku cintai daripada seluruh dunia. (HR.Muslim )

 

138- عن أم حبيبة بنت أبى سفيان رضىالله عنها قالت : قال رسول الله r من حافظ على أربع ركعات قبل الظهر وأربع بعد ها حرمه الله تعلى على النار. رواه النسائى ، باب الإختلاف على اسماعيل بن أبى خالد، رقم : 1817

138- Ummi Habibah binti Abu Supyan r.anhu. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang istiqamahmengerjakan empat rakaat sebelum shalat fardhu zhuhur, dan empat rakat sesudahnya ; Alah SWT akan mengharamkan kepadanya api neraka ( Nasai)

catatan : Empat rakaat sebelum dzhuhur adalah sunnatul muakadah ( Shalat Sunnat yang ditekankan ) dan dari antara empat rakat sesudah shalat dzhuhur, dua rakaat adalah sunnatul muakadah dan dua rakaat lainnya adalah shalat sunnat nafil.

 

139- عن أم حبيبة رصىالله عنها عن رسول الله r أنه قال : مامن عبد مؤمن يصلى أربع ركعات بعد الظهر فتمس وجهه النار أبدا إن شاء الله عزوجل. رواه النسائى، باب الإختلاف على اسماعيل بن أبى خالد، رقم: 1814

139- Umi habibah r.a.nha meriwayatkan  Rasulullah SAW bersabda : Tidaklah seseorang hamba yang beriman  yang mengerjakan empat rakaat sesudah dzhuhur kecuali bahwa api neraka diharamkan untuk menyentuh wajahnya, jikalau Allah Azza wa Jalla menghendaki. ( Nasai )

 

140 – عن عبد الله بن السائب رضىالله عنه أن رسول الله r كان يصلى أربعا بعد أن تزول الشمس قبل الطهر. وقال : إنها ساعة تفتح فيها أبواب السماء وأحب أن يصعد لى فيها عمل صالح. رواه الترمذى وقال : حديث عبدالله بن السائب حديث حسن غريب، باب ما جاء فى الصلاة عندالزوال، رقم: 478 الجامع الصحيح وهو سنن الترمذى

140- Abdullah Ibnu Said r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW mengerjakan empat rakaat sesudah zawal ( yaitu  sesudah matahari berada pada puncaknya) dan sebelum shalat dzhuhur dan Baginda bersabda : inilah masa yang mana  pintu-pintu langit terbuka dan saya menghendaki yang amal-amal kebaikan saya naik kelangit pada saat ini ( dan dikabulkan oleh Allah ). ( HR.Tirmidzi

Catatan : Empat rakaat sebelum dzhuhur dimengerti sebagai sunnatul Muakadah. Meskipun demikian menurut beberapa ulama empat rakaat ini sesudah zawal adalah tambahan kepada empat rakaat sunnatul muakadah.

 

 

 

 

 

 

 

141-Umar Ibnu Al Khatab r.a. meriwayatkan bahwa Rasululah SAW bersabda bahwa empat rakaat yang dikerjakan sesuda zawal ( sesudah matahari naik kepuncaknya ) dan sebelum shalat zhuhur adalah sama dalam pahalanya dengan empat rakaat shalat tahajjud.Rasulullah SAW menambahkan : pada masa ini yang segala seuatu memuliakan Allah. Kemudian Baginda membaca ayat berikut dari Al qur’an : yang artinya…. “ betapa bayang-bayang mereka condong kekanan kekiri dengan tawadhu ( ketika matahari berada pada puncaknya, bersujud kepada Allah dengan tunduk ke bawah ) ( HR. Tirmidzi)

 

142 – عن ابن عمررصىالله عنهما قال : قال رسول الله r رحم الله امرأ صلى قبل العصر أربعا. رواه أبوداؤد ، باب الصلاة قبل العصر، رقم : 1271

142- Abdullah Ibnu Umar r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : semoga Allah Ta’ala merahmati orang yang mengerjakan empat rakaat sebelum shalat Ashar. (HR.Abu Daud )

 

143- عن أبى هريرة رضاالله عنه أن رسو الله r قال : من قام رمضان إيمانا واحتسابا غفرله ما تقدم من ذنبه. رواه البخارى، باب تطوع قيام رمضان من الإيمان، رقم : 34

143- Abu Jurairahj r.a.meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa mengerjakan shalat pada malam ramadhan, dengan penuh keyakinan kepada janji-janji Allah, semata-mata mencari ridha Allah dan mengharapkan ganjaran, maka dosa-soanya yang telah lampau akan diampuni. ( HR.Bukhari ).

 

144- عن عبد الرحمن رضىالله عنه أن رسول الله r ذكر شهر رمضان فقال : شهر كتب الله عليكم صيامه، وسننت لكم قيامه فمن صامه وقامه إيمانا واحتسابا خرج من ذنوبه كيوم ولدته أمه. رواه ابن ماجه، باب ماجاءفى قيام شهر رمضان، رقم : 1328

144- Abdurahman r.a meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW suatu ketika berbicara tentang ramadhan katanya : inilah bulan yang  Allah telah wajibkan  untuk berpuasa fardhu bagi kamu, dan saya mengerjkan tarawih sebagai sunnah. oleh sebab itu barang siapa yang beriman dengan teguh kepada janji-janji Allah, semata-mata mencari ridha Allah, dan mengharapkan ganjaran, berpuasa pada bulan ramadhan, dan mengerjakan shalat tarawih, memnersihkan dari dosa-dosanyaseprti hari ketika ibunya melahirkannya. ( Ibnu Majah )

 

145- عن أبى فاطمة الأزدى أو الإسد رضىالله  عنه قال : قال لى نبى الله r ياأبا فاطمة! إن أردت أن تلقانى فأكثر السجود. رواه أحمد 3/824

145- Abu Fatimah Al-Azdi ra. Meriwayatkan : nabi SAW berkata kepadaku : hai Abu Fatimah ! jikalau engkau ingin bertemu denganku ( di akhirat ), maka engkau harus banyak bersujud ( mengerjakan shalat sebanyak-banyaknya). ( Musnad Ahmad )

 

 

 

 

 

 

 

 

146- Abu Hurairah r.a meriwayatkan: Saya  mendengar Rasulullah SAW bersabda : perkara pertama yang akan dihisab pada hari kiamat, dari semua amalan-amalan manusia, adalah shalat fardhu, jikalau didapati memadai jumlahnya, sungguh orang ini akan berjaya dan memperolehi keselamatan. Jiakalau shalatnya didapati kurang maka ia akan binasa dan celaka. Jikalau shalat fardhunya didapati ada bebrapa kekurangan, Allah Azza wa Jalla akan melihat melalui shalat nafilnya. Sama halnya amal-amal yang lain seperti puasa, dan zakat, dan seterusnya juga akan diperiksa dan kekurangan-kekurangan dlam puasa pardhu akan dilihat melalui puasa nafil dan kekurangan-kekurangan zakat dari sedekah nafil. ( HR.Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

147- Abu  Umamah r.a. meriwayatrkan bahwa Nabi SAW bersabda : seorang yang sangat dicemburui adalah orang beriman dianatara sahabta-sahabatku yang ringan bebannya        ( anak-anak dan benda-benda dunai ) dan harta kekayaannya adalah shalat, barangsiapa yang menyembah Rabnya dengan lebih baik dan mentaati-Nya ( secara terbuka maupun) dalam bersunyi diri, dan ia tidak  pamer dan bebas daripada menunjuk-nunjuk kepada orang lain dan hidup dengan rezeki yang tidak memadai ( sampai ia mati ). Maka Rasulullah SAW menggigit jarinya dan  berkata : sesudah itu ia mati awal, dan tidak ada banyak wanita yang meratapinya maupun ia tidak meningalkna dibelakangnya harta warisan yang banyak. (HR.Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

148-  Abdullah Ibnu Salman rahimahulah meriwayatkan bahwa Seorang sahabat r.a.meriwayatkan kepada saya : apabila kami telah menang dari peperangan khaibar, maka orang-orang mengambil bagian mereka dari harta ghanimah ( harta rampasan perang ) – yang teridiri dari tawanan-tawanan  dan bermacam-macam harta, dan mulai membeli dan menjual ( setiap orang membeli apa yang ia perlukan dan menjual apa yang lebih padanya ). Smentara itu seorang sahabat kepada Rasulullah SAW dan berkata : wahai Rasulullah ! saya telah memperolehi keuntungan yang banyak pada hari ini daripada orang lain dalam lembah ini. Rasulullah SAW bertanya kepadanya : brepa keuntungan yang kamu perolehi ? sahabat itu menjawab : saya menjual dan membeli dan mndapat keuntungan tiga ratus uqiyah. Rasulullah SAW bertkata : maukah aku memberitahukan kepadamu sesuatui yang lebih baik daripada itu ? sahabat itu berkata : beritahukanlah kepada saya wahai Rasulullah, ia menjelaskan : dua rakaat shalat nafil sesudah shalat fardhu. ( Hr.Abu daud )

Catatan : satu Uqiyah terdiri dari empat puluh dirham dan satu dirham adalah sama dengan tiga gram perak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

149- Abu Hurairah r.a.meriwayatkan bahwa : rasulullah SAW bersabda : Apabila seseorang daripada kamu tidur, maka setan mengikatkan tiga simpul pada belakang lehernya dengan mengikatkan tiap-tiap simpul dengan bacaan ini : malam masih panjang buat kamu, maka tidurlah ! jikalau seseorang terbangun dan berdzikir kepada Allah satu simpul akan terbuka, apabila ia mengerjakan wudhu’, maka simpul yang kedua akan ternbuka ; dan apabila ia mengerjakan tahajud, makan  simpul yang ketiga akan terbuaka juga.  Dan karena itu  maka dipagi hari ia bangun dengan aktif dan penuh bersemangat menjadi penerima rahmat yang besar. Jikalau ia tidak mengerjakan tahajjud,ia kan bermalas-malasan dan lesuh dan kehilangan rahmat yang besar. (Abu daud dan Ibnu Majah ).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

150- Uqbah Ibnu r.a meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : dua orang dari umatku bangun pada malam hari dan memotivasi drinya untuk berwudhu walaupun perasannya untuk tidak berbuat sperti tu ; karena setan telah mengikatkan simpul-simpul keatasnya. Apabila ia membasu kedua tangannya dalam berwudhu  maka satu simpul akan terlepas ; dan apabila ia membasuh mukanya maka simpul yang dua akan terlepas dan apabila ia menyapuh kepalanya dengan tangan lainnya yang basah maka simpul yang ketiga akan terbuka ; dan apabila ia membasuh kakinya maka simpul yang lain akan terbuka. Allah Azza Wa Jalla berfirman kepada Malaikat-malaikat : lihatlah kepada hambaku, bagaimana ia bersabar atas begitu banyak kesulitan ( dalam kaitan dengan hawa nafsunya), maka sekarang apa saja yang hambaku ini meinta kepada-Ku akan Aku beri kepadanya. ( Musnad Ahmad dan Fathur Rabbani )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

151- Ubadah Ibnu Samith r.a. meriwayatkan bahwa : Nabi SAW bersabda : Barangsiapa yang bangun pada malam hari dan membaca doa berikut …..

 

 

 

 

artinya : Tiada yang paptut disembah dari Allah, Dialah Allah yang Esa, Dia tidak mempunyai serikat, kepunyaan-Nya semua kerajaan, dan kepunyaan-Nya lah segala pujian, Dia memiliki kekuasaan atas segala sesuatu, segala puji bagi Allah ; dan Allah Maha Suci ; dan tiada yang patut disembah kecuali Allah ; dan Allah Maha Besar ; dan tiada yang mempunyai kemampuan untuk menolak kejahatan, dan tiada daya upaya untuk melakukan kebajikan, kecuali dengan ijin Allah. Dan bertobat ; wahai Allah ! ampunilah saya. Maka doanya akan dikabulkan; dan jikalau Dia mengambil wudhu’ dan mengwerjakan shalat, maka shalatnya juga akan diterima. (HR.Bukhari )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

152- Ibnu Abbas r.anhuma meriwayatkan bahwa : ketika Nabi SAW bangun untuk mengerjakan shalat tahajjud pada malam hari, maka dia berdoa sdengan doa ini……

 

 

 

 

 

artinya : Wahai Allah Tuhan kami ! untukmu segala puja dan puji ; kepadamu milik kerajaan langit dan bumi ; kepadamu segala puja dan puji. Engkaulah adalah cahaya langit dabn bumi, kepadamu segala puja dan puji. Engkau adalah Raja langit dan bumi, kepada-Mu segala puja dan puji. Engkau hak ( Maha Benar ) dan janji Mu adalah hak, pertemuan dengan Mu adalh benar, firman Mu adalah benar, sorga adalah benar, neraka adalah benar, Nabi-nabi adalah benar, Muhammad SAW adalah benar; hari ( Hari kiamat adalah benar ). Ya Allah Tuhan Kami ! kepada Mu kami berserah diri ; kepada Mu kami beriman ; dan kepada Mu kami bertawakkal ; dan kepada Mu kami kembali ( untuk bertobat ); dengan pertolongan Mu  kami mengadu ; dan kepada Mu kami memutuskan hukum  ( dengan orang – prang yang kafir );maka ampunilah dosa-dosa kami yang telah berlalu maupun yang akan datang, yang kami lakukan dengan sembunyi-sembnyi maupun yang kami lakukan dengan terang-terangan. Engkaulah yang dapat memajukan seseorang dalam perbuatan yang baik dan Engkaulah yang dapat menangguhkan dan tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Engkau. Tiada kekuatan untuk menolak kejahatan, dan tiada  daya upaya untuk melakukan yang baik, kecuali melaui ijin Allah.        ( HR.Bukhari ).

 

 

153- عن أبى هريرة رضىالله عنه قال : قال رسو ل الله r : أفضل الصيام بعد رمضان، شهر الله المحرم، وأفضل الصلوة بعد الفريضة، صلوة الليل. رواه مسلم، باب فض صوم المحرم، رقم : 2755

153- Abu Hurairah r,.a.meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : sebaik-baik bulan untuk berpuasa sesudah bulan ramadhan adalah bulan muharram; dan sebaik-baik shalat sesudah shalat fardhu adalah shalat tahajjud. (HR.Muslim )

 

154- عن إياس بن معاوية المزنى رحمه الله أن رسو ل الله r قال : لابد من صلوة بليل ولو حلب شاة، وما كان بعد صلوة العشاء فهو من الليل. رواه الطبرانى الكبير وفه: محمد بن اسحاق وهو مدلس وبقيه رجاله ثقات، مجمع الزوائد 2/521 وهوا ثقة، مجمع الزوائد10/92

154- Iyas Ibnu Muawiyah Al Mujami rahimahuillah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : sesugguhnya mengerjakan shalat tahajjud, lakukanlah shalat itu untuk masa yang singkat seperti memerah susu kambing. Setiap shalat selepas sesudah isya akan dikira sebagai tahajjud. ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

155- عن عبد الله رضىالله عنه قال : قال رسول الله r: فضل صلوة الليل على صلوة النهار كفضل صدقة السر على صدقة العلانية. رواه الطبرانى الكبير ورجاله ثقات، مجمع الزائد2/519

155- Abdullah r.a.meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : kelebihan shalat nafil yang dikerjakan pada malam hari seperti dibandingkan dengan seorang yang mengerjakan shalat pada siang  hari adalah lebih tinggi nilainya  sebagaimana sedekah yang diberikan sembunyi-sembunyi keatas sedekah yang diberikan secara terang-terangan. ( tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

 

 

156- Abu Umamah Bahili r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : kamu mesti mengerjakan shalat tahajjud, karena inilah kebiasaan orang-orang sahaleh sebelum kamu. Dan ini akan membawa kamu lebih dekat kepada Rabmu,  menjadi asbab pengampunan dari amalan-amalan buruk, dan mencegah dari dosa-dosa. ( Mustadrak hakim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

157- Abu darda r.a.meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : ada tiga orang yang di kasihi Allah, dan sangat disukai Allah apabila dia melihat pada mereka; pertama seorang yang  berjihad  semata-mata untuk ridha Allah, dan ia terus berperang dalam medan pertempuran sendirian walaupunsemua kawan-kawannya telah meninggalkannya ; sehingga ia sahid atau mendapat pertolongan dari Allah dan memperoleh kemenagan. Allah SWT berfirman ( kepada malaikat-malaikat ) : lihatlah hamba Ku ! betapa ia tetap bertahan dan tetap tegu dalam medan pertempuran semata-mata karena ridha Ku. Kedua seorang yang mempunyai istri yang cantik disampingnya yang berada diatas tempat tidur yang lembut dan mewah, dan ia bangun pada malam hari mengerjakan shalat tahajjud. Allah SWT berfirman kepada malaikat-malaikat : Lihat kepada hamba Ku ia mengorbankan kesenangan dan keinginan hawa nafsunya dan mengingati Aku.” Jikalau ia menghendaki ia boleh meneruskan tidurnya. Ketiga, seorang yang berada dalam bersafar bersama kafilah dan ketika semua anggota kafilahnya sesudah berjalan sampai larut malam keletihan, ia bangun mengerjakan shalat tahajjud apakah ia suka atau tidak suka. ( Tabrani dan Targhib )

 

158- عن أبى مالك الأشعرى رضىالله عنه عن النبى r قال : إنا فى الجنة غرفايرى ظاهرها من باطنها، وبا طنها من ظاهرها، أعدها الله لمن أطعم الطعام ، وأفشى السلام، وصلى بالليل والناس نيام. رواه ابن حبن، قال المحقق: إسناده قوى 2/262ا

158- Abu malik Al Ashari r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : terdapat bilik-bilik yang transfaran ( dapat dilihat baik dari dalam amupun dari luar ) dalam sorga, yang Allah SW sediakan bagi orang-orang yang memberi makan ( orang lain dengan pemurah dan suka hati ), yang mengucapkan salam dan mengerjakan shalat pada waktu malam ketika orang-orang sedang tidur. ( Ibnu Hiban )

 

159- عن سهل بن سعدرضىالله عنهما قال : جاء جبرئيل إلى النبى r فقال : يا محمد!  عس ما شئت فإنك ميت، واعمل ماشئت فإنك مجزى به، وأحبب من شئت فإنك مفارقه، واعلم أن شرف المؤمن قيام الليل، وعزه استغناء ه عن الناس. رواه الطبرانى فى الأوسط وإسناده حسن، الترغيب 1/431

159- Sahal Ibnu Saad r.a. meriwayatkan bahwa Zibril a.s datang kepada Nabi SAW dan mengatakan : Hai Muhammad SAW ! engkau boleh hidup dengan umur yang panjang; akan etapi pada suatu hari engkau pasti mati.  Buatlah apa saja amal yang ingin engkau laukan ; dan engkau akan kembali kepadanya. Engkau boleh mencintai siapa saja yang engkau boleh inginkan, akan tetapi pada suatu hari engkau mesti berpisah. Dan ketauhilah ! kemulian dan kehormatan seorang beriman terletak dalam tahajjud dan kemuliannya terletak dalam berlapang dada.

 

160- عن عبدالله بن عمرو بن العاص رصىالله عنهما قال : قال لى رسو ل الله r :   يا عبدالله لا تكن مثل فلان كان يقوم من الليل فترك قياما لليل. رواه البخارى، باب مايكره من ترك قيامالليل لمن كان يقرمه، رقم : 1152

160- Abdullah Ibnu Amir Ibnu Al-As r.a.nhuma meriwayatkan : Rasulullah SAW berkata kepadaku : Hai Abdullah ! janganlah kamu menjadi seperti fulan bin fulan, yang mengerjakan tahajjud pada malam hari kemudian ia berhenti mengerjakannya.                   ( H.Bukhari )

catatan : hadist ini bermaksud bahwa tidak baik meninggalkan suatu kebajikan ( yang biasa ia kerjakan )tanpa suatu alasan yang kuat. ( Majahil Haq )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

161- Muthalib Ibnu Rabi’ah r.anhuma mriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berasabda : shalatullail ( shalat tahajud)  dikerjakan ( dua-dua rakaat) secara berpasangan. Apabila kamu mengerjakan shalat ini maka sesudah setiap dua rakaat bacalah tasahud dan dalam keadaan itu mohonlah kepada Allah seperti seorang yang benar-benar berhajat, ungkapkanlah ketidak berdayan dan kelemahan seseorang. Barangsiapa yang tidak berlaku demikian ini shalatnya tidak sempurna.  Musnad Ahmad )

catatan : Doa dapat dilakukan sesudah tasahud ( dalam shalat ) sesudah menyempurnakan shalat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

162- Huzaifah Ibnu Al Yaman r.a. meriwayatkan: pada suatu malam saya mlewati Rasulullah SAW  yang sedang engerjakan shalat dalam mesjid di Madinah. Saya berdiri dibelakang Rasulullah SAW dngan keinginan yang sangat untuk mengerjakan shalat bersama dengannya. Rasulullah SAW membaca surat Al Baqarah. Saya menyangka bahwa ia akan berukuk sesudah seratus ayat akan tetapi ia tidak berbuat demikian; karena itu saya mengira bahwa ia akan berukuk sesudah dua ratus ayat akan tetapi ia tidak berhenti disana kemudia saya yakin ia kan pergi rukuk pada akhir surat itu.ketika surat itu berakhirRasulullah SAW memuji Allah dengan ucapan, Allahumma lakalham ( segala puji bagi Allah dan kemuliaan bagi Engkau wahai Alah ) 3 kali. Dan ia kemudian meulai membaca surat Al Imran. Ketika Rasululah SAW menyempurnakan surat ini lagi ia memuji Allah dengan ucapan : Allahumma Lakalham 3 kali, dan memulai membaca surat Al Maidah. Saya yakin bahwa ia pergi rukuk pada akhir surat ini, dan ia berukuk; dan saya mendengarnya membaca tasbih ini dalam rukuk ; “ Subhanallah rabbial aldzim “        ( Maha suci Allah dan kemulian bagi Rab Ku yang Maha Besar ) karena bibir Rasulullah sedang bergerak ; saya berfikir bahwa ia sedang membaca sesuatu yang lain dengannya itu juga, perkataan yang mana saya tidak mengerti. Kemudian ia pergi sujud ; saya mendengar Rasululah SAW membaca tasbih ini ; Subhana rabbial A’la ( maha suci dan kenmuliaan bagi Rabku Yang Maha Tinggi ) dan ia membaca sesuatu yang lain yang tidak saya mengerti. Pada rakat yang kedua a mulai membaca suarat Al Anam. Saya meninggalkannya karena saya kurang sabar untuk meneruskan shalat dengan Rasululah SAW. ( Musanaf Abdurrazak )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

163- Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa saya mendengar Rasulullah SAW membaca doa ini pada suatu malam sesudah ia menyempurnakan shalat tahajjudnya.

 

 

 

Artinya : wahai Allah aku memhon kepada Engkau akan rahmat Mu yang dengannya Engkau memberikan petunjuk dalam hatiku, yang dengannya Engkau memudahkan pekerjaanku, dan engkau menghilangkan keadaan kesusahanku dengannya, dan Engkau menguruskan  keperluan-keperluanku dalam ketiadaanku dengannya. Dan Engkau memberi kehormatan dan kemulian dengan rahmat Mu ; dan membersihkan amalan-amalanku dar ( kemunafikan dan kekafiran ) dengan rahmat Mu ;  dan meletakkan itu dalam hatiku, yang baik dan sesuai bagiku; apa saja yang aku sukai, berikanlah kepaaku dengan rahmat Mu dan lindungilah aku dari segala kejahatan dengan rahmat Mu.

Wahai Allah ! berikanlah kepadaku keyakinan yang sesudah itutidak ada suatu kekafiran dan anugerahkanlah kepadaku yang mana saya boleh mendapatkan kehormatan da karunia dalan dunia ini dan diakherat. Wahai Allah! Aku bermohon kepadamu untuk memberikan aku kemapuan  mngambil keputusan yang tepat dan aku mohon kemurahan daripadamu  sebagai sahid, dan kehidupan yang bernasip baik  dan aku mohon pertolongan Mumelawan musuh-musuh.

Wahai Allah ! Aku meletakkan dihadapan Mu keperluan-keperluanku walaupun pengetauhanku tidak sempurna dan amalan-amalanku lemah sesungguhnya aku sangat memerlukan akan rahmat Mu. waLau pengatur segala urusan  dan penyembuh segala hati! Sebagaimana Engkau dengan kekuasaan Mu menjadikan lautan berpisah dari satu dan yang lain ( yang asin tetp berpisah dari yang manis  dan yang manis tetap berpisah dari yang asin ) demikian pula aku mohon jauhkanlah aku daripada api neraka dan sikasaannya, ketika orang-orang mulai meratapi ( dan berdoa bagi kematian )dan jauhkanlah aku daripada siksa kubur. Wahai Allah ! aku meminta dari rahmat Mu kebaikan yang pengetauhanku  belum dapat sampai dan amalku yang lemah untuk memperolehi kebaikan itu  yang jauh dari jangkauan niatku yang belum aku minta kepada Mu, karena Engkau telah berjanji diantara ciptaan Mu kepada  setiap hamba-hamba Mu atau suatu kebaikan yang Engkau ingin berikan kepada seorang hamba Mu. Wahai Pemberi rezeki sekalian alam ! aku juga menginginkan yang kebaikan dari Engkau dan aku memohon darinya dengan sebab rahmat Mu. Wahai Engkau yang tak pernah menyalahi janji dan Tuhan segala amal kebajikan !  aku bermohon kepada Engkau kebahagiaan pada hari azab untuk berada dikalangan orang-orang ahli sorga pada hari kiamat ; orang-orang yang Engkau sukai dan yang menghadiri mahkamah Ilahi Mu, yang rukuk dan yang bersujud dan yang memnuhi janji-janji Mu. Tiada keraguan, engkau adalah Yang maha Pengasih lagi maha Penyayang dan tiada keraguan apa saja yang Engkau suka Engkau pasti melakukannya.

Wahai Allah ! jadikanlah Aku menunutn orang lain kepada jalan kebaikan dan berikanlah kepada kami petunjuk. Janganlah Engkau menyesatkan kami dan janganlah Engkau menjadikan aku menyesatkan orang lain. Aku boleh berada dalam ketraman dengan shabat-sahabat Mu dan musuh dari musuh-musuh Mu. Mereka yang mencintai Engkau aku mencintai mereka karena cinta adaklah milik Mu, dan mereka yang bertentangan dengan Engkauaku musti mempunyai kebencian dengan mereka karena kebnecian mereka denga Emgkau. Wahai Allah ! kewajiban aku untuk berdoa ; dan adakah kewajiban Engkau untuk menrimanya dan inilah usahaku dan keyakinan ku tehadap Mu.

 

Wahai Allah! letakkanlah nur dalam hatiku dan jadikanlah kuburku bercahaya dan jadikanlah nur dihadapanku nur pada belakangku, nur pada bagian kiriku, nur pada bagian kananku, dan nur dari atasku, nur dari bawahku, ( nur Mu meliputi aku ) dan nur pada telingaku, nur pada mataku, dan nur pada setiap helai ramutku, nur pada kulitku, nur pada dagingku, nur pada darahku, nur pada setiap tulang belulangku. Wahai Allah ! tambahkan nurku dan berikanlah kepadaku nur dan jadikanlah nur nasibku. Maha suci adalah kekuasaan Nya yang tertinggi, kehormatan adalah hijab Nya, dan perintah Nya adalah yang terhormat. Kemuliaan dan penerimaa Nya adalah pakaian Nya dan kemurahan hati Nya. Maha suci adalah kekuasaan Nya yang tertinggi; hanyalah Dia yang bebas dari segala cacat. Maha Suci adalah kekuasaannya yang tertinggi, Dialah yang maha tinggi dan penuh rahmat. Maha suci adalah kekuasaan yang tertinggi; Dia memliki martabat yang tertingi dan pemurah. Maha suci adalah kekuasaannya yang tertinggi ; Dia pemilik kekuasaan dan kehormatan yang besar. ( HR.Tirmidzi )

 

 

 

 

164- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa rasulullah SAW bersabda ; barangsiapa yang membaca seratus ayat dalam shalat  pada malam hari ia tidak akan tertulis berada diantara oprang-orang yang lalai, dan barangsiapa yang membaca duaratus ayat pada malam hari, ia dikira berada dantara  hamba-hamba yang mukhlis pada malam itu.            ( Mustadarak Hakim )

 

 

 

 

 

165- Abdullah Ibnu Amr Ibnu Al-As r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasululah SAW bersabda : barangsiapa membaca sepuluh ayat dalam tahajjd tidaka akan berada siantara orang-orang yang lalai dan barangsiapa yang me,baca seratus ayat dikira diantara orang-orang taat ;  dan barangsiapa membaca seribu ayat dikira berada dianatara orang-orang yang menerima ganjaran sama dengan satu qintr. ( Ibnu Khujaimah )

Catatan : Makna qintr dijelaskan dalam hadist berikut ( 166 )

166- عن أبى هريررضىالله عنه أن رسول الله r قال : القنطار اثنا عشر ألف أوقية، كل أوقية خيرمما بين السماء والأرصى. رواه ابن حبان، قال المحقق: إسناده حسن 6/311

166- Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda : satu qintar adalah sama dengan dua belas ribu uqiyah  dan taiap-tiap uqiyah adalahj lebih bernilai daripada segala yang ada antara langit dan bumi. ( Ibnu Hiban )

 

167- عن أبى هريررضىالله عنه قال : قال رسول الله r : رحم الله رجلا قام من الليل فصلى ثم أيقظ امرأته فصلت، فإن أبت نضح فى وجهها الماء، ورحم الله امرأة قامت من الليل فصلت ثم أيقظت زوجها فصلى، فإن أبى نضحت فى وجهه الماء. رواه النسائى، باب الترغيب فى قيام اليل ، رقم : 1611

167- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullahj SAW bersabda : semoga Allah merahmati orang yang bangun pada malam hari dan mengerjakan tahajjud dan membangunkan istrinya supaya ia juga mengerjakan shalat. Jikalau ia tidak bangun ( dan tetap ditempat tidur karena lelap ), ia memercikkan air ke atas mukanya untuk menolongnya bangnun.dan semoga Alah merehmati seorang wanita yang bengun pada malam hari dan mengerjakan shalat dan membangunkan suaminya untuk tahajjud  dan jikalau ia tidak bangun ia memercikkan air keatas mukanya untuk membangunkannya.      ( Nasai ).

Catatan : Hadist ini berkenaan dengan pasangan suami istri yang gemar melakukan shalat tahajjud dan membangunkan satu sama lain dengancara ini yang tidak menyebabakan suatu kemurkaan.

 

 

168- عن أبى هريرة رضىالله عنهما قالا: قال رسول الله r إذا أيقظ الرجل أهله من الليل فصليا أوصلى ركعتين جميعا كتب فى الذاكرين والذاكرات. رواه أبو داود، باب قيام الليل، ررقم : 1309

168- Abu Hurairah dan Abu said r.anhuma meriwayatkna bahwa Rasulullah SAW bersabda : Apabila seorang laki-laki membangunkan istrinya pada malam hari dan keduanya mengerjakan ( paling kurang  ) dua rakaat shalat tahajjud, maka mereka dikira diantara laki-laki dan wanita yang mengingatin Allah sebanyak-banyaknya. ( HR.abu Daud )

169- عن عطاء رحمه الله قال : قلت لعائشة: أخبر ينى بأعجب ما رأيت من رسول الله  قالت : وأى شأنه لم يكن عجبا؟ إنه أتانى ليلة فدخل معى لحافى  ثم قال : ذرينى أتعبد لربى، فقام فتو ضأثم قام يصلى، فبكى حتى سالت دموعه على صدره، ثم ركع فبكى ثم سجد

 

 

 

 

 

 

 

169- Attah rahimahullah meriwayatkan : saya meminta  Aisyah r.anha untuk m,eberitahu saya seuatu yang tidak biasa dan luar biasa yang engkau perolehi tentang Rasulullah SAW. Aisyah r.a. menjawab : adakah sesuatu dalam dirinya yang tidak biasa dan luar biasa ! pada suatu malam ia datang kepadaku dan berbaring denganku dalam satu selimut, setelah bebera saat ia terbangun katanya : biarkan akumenyembah Rabku. Ia bangun mengambil wudhu dan mualai mengerjakan shalat. Ia mulai menangis sehingga air matanya mengalir membasahi dadanya.ia terus menagis dalam rukuk dan sujud kemudian ia mengangkat kepalanya dari sujud dan terus mnangis sehinga Bilal r.a. datang dan memanggilnya untuk shalat fajar. Saya bermohon dengan Rasulullah SAW untuk meberitahukan kepadaku apa yang menyebabkan dia begitu banyak menagis ; karena Allah telah mengampuni semua dosa-dosanya yang telah lampau, sekarang dan akan datang ? Rasulullah menjawab : tidakkah aku menjadi hamba yang bersyukur kepada Allah ? dan kemudian ia menambahkan : dan mengapa aku tidak berbuat demikian, apabila Allah SWT telah mewahyukan ayat-ayat ini kepadaku pada malam tadi…..

إن فى خلق السموت والأرض واختلاف الليل والنهار لايت لاولى الأباب

…..sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan dalam peralihan malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mempunyai pengetauhan. Al Imran….(Ibu Hibban dan Iqamatul ujjah).

 

 

 

 

 

170- Aisyah r.anha meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang mempunyai kebiasaan  mengerjakan shalat tahajjud ( pada setiap malam ) dikuasai oleh ngantuk, maka Allah memberikan kepadanya pahala shalat tahajjud , dan tidurnya adalah hadiah tambahan baginya. ( Nasai )

 

171- عن أبى الدرداء رضىالله عنه يبلغ بهالنبى r قال : من أتى فراشه وهوا ينوى أن يقوم، يصلى من اليل فغلبته عينا حتى أصبح، كتب له ما نوى وكان نومه صدقة عليه من ربه عزوجل. رواه النسائى، باب من أتى فرشه وهو بنوى القام،رقم 1788

171- Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa : Nabi SAW bersabda : barangsiapa yang pergi tidur dengan niat untuk mengerjakan shalat tahajud pada malam hari, akan tetapi dikuasai oleh ngantuk sehingga waktu subuh ( dan ia tidak dapat mengerjakannya ), maka akan tertulis baginya pahala sempurna untuk shalat tahajjud, karena apa yang ia niatkan ; dan tidurnya adalah hadiah tambahan dari Allah. (Nasai )

 

172- عن معاذ بن أنس الجهنى رصىالله عنه أن رسول الله r قال : من قعد فى مصلاه حين ينصرف من صلاة الصبح حتى يسبح ركعتى الضحى لا يقول إلا خيرا غفر له خطاياه، وإن كانت أكثر من زبد البحر. رواه أبوداود، باب صلوة الضحى، لرقم : 1687

172- Muadz Ibnu Anas Juhani r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang tetap wudhu ditempatnya sesudah mengerjakan shalat fardhu fajar dan tidak berbicara sesuatu kecuali kebaikan, kemudian mengerjakan dua rakaat shalat dhuha, maka dosa-dosanya diampuni meskipun jikalau lebih daripada buih dilautan. ( HR.Abu Daud )

173- عن الحسن بن على رضىالله عنهما قال : سمعت رسول الله r يقول : من صلى الغداة ثم ذكر الله عز وجل حتى تطلع الشمس، ثم صلى ركعتين أو أربع ركعات لم تمس جلده النار. رواه البيهقى فى شعب الايمان 3/420

173- Hasan Ibnu Ali r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasululah SAW bersabda : barangsiapa sesudah mengerjakan shalat fajar, menyubukkan dirinya kepada Alah SWT sehinga matahari terbit, dan kemudian mengerjakan dua atau empat rakaat ( shalat isra.) maka api neraka tidak akan menyentuh kulitnya. ( HR.Baij\haqi )

 

174- عن أنس بن مالك رضىالله عنه قال : قال رسول الله r من صلى الفجر فى جماعة ثم قعد يذكر الله حتى تطلع الشمس ثم صلى ركعتين كانت له كأجر حجة وعمرة، قال : قال رسول الله r : تامة تامة تامة.

 

 

174- Anas Ibnu Malik r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa sesudah mengerjakan shalat fajar dalam berjama’ah, tetapsibuk dengan brdzikir sehingga matahari terbit, kemudian mengerjakan dua rakaat, maka mendapat ganjaran haji dan umrah. Anas r.a. melaporkan bahwa  Rasulullah SAW mengatakan ini tiga kali : ( pahala) haji dan umrah yang sempurna, haji dan umrah yang sempurna, haji dan umrah yang sempurna. (HR/Tirmidzi )

 

 

 

 

 

175- Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa Rasululah SAW bersabda : Allah SWT berseru: wahai Bani Adam ! janganlah kamu lalai mengerjakan empat rakaat shalat pada permulaan hari; Aku akan mencukupkan semua keperluanmu pada hari itu. ( Mustadarak Hakim, Musnad Ahmad, dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

 

 

 

176- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menghantar sebuah pasukan yang mereka kembali dalam waktu yang singkatdengan membawa ghamnimah yang besar ( harta rampasan  perang ). Seorang laki-laki menerangkan wahai Rasulullah SAW ! kami tidak pernah melihat sebuah pasukan yang demikian yang kembali begitu cepat dan dengan membawa ghanimah yang begitu banyak. Rasulullah SAW berkata : maukah saya memberitahukan kamu tentang seorang yang memperoleh lebih banyak ghanimah dalam masa yang lebih sinkat ? seorang yang mengambil wudhu dengan semopurna pada rumahnya, pergi ke masjid, mengerjakan shalat fajar dan kemudian         ( sesudah matahari terbit ), mengerjakan shalat dhuha, sesungguhnya dalam masa yang sedikit memperolehi keuntungan yang besar sekali. (Abu Ya’la dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

 

 

 

177- Abu Dzar r.a. meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : setiap pagi sedekah harus dibayar oleh setiap orang sebagai bersyukur karena kesehatan dari setiap persendiannya. Setiap ucapan subhanallah ( Allah Maha Suci ) adalah amal sedekah. Setiap ucapan Alhamdulillah (segala puji bagi Allah ) adalah amal; sedekah. Dan setiap ucapan La Ilaha Illallah ( Tiada yang patut sisembah kecualai Allah ) adalah amal sedekah. Setiap ucapan Allahuakbar ( Allah Maha Besar ) adalah amal sedekah. Mengajak kepada yang ma’ruf adalah amal sedekah. Mencegah dari yang mungkar adalah amal sedekah. Dan mengerjakan dua rakaat dhuha mencukupi ( sebagai bersykur bagi setiap persendirian badan ).(HR.Muslim )

 

 

 

 

 

 

 

178- Buraidah r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : ada tiga ratus enam puluh persendian dalam tubuh seseorang ; dan sedekah adalah hak dari setiap persendian. Para sahabat r.anhum berseru : wahai Nabi Allah ! siapa yang sanggup membayar sedekah sebanyak itu ? baginda bersabda : menguburkan air ludah yang dibuang di masjid adalah sedekah ; menyingkirkan suatu halangan atau sesuatu yang menyakitkan dari jalan adalah sedeklah ; dan mengerjakan dua rakaat shalat dhuha mencukupi sebagai sedekah ( bagi semua persendirian  dan tubuh).(HR.Abu Daud )

 

 

 

 

 

 

 

 

179- Abu Hurairah r.a. meiwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa mengerjakan dua rakaat shalat dhuaha secara teratur, dosa-dosanya dihapuskan walaupun jikalau sebanyak buih ( dari gelombang ) dilautan. ( HR.Ibnu Majah )

 

 

 

 

 

 

 

180- Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa mengerjakan dua rakaat shalat dhuha ; tidak akan dikira diantara hamba-hamba Allah yang lalai ; dan barangsiapa mengerjakan empat rakaat akan trrtulis dianatara hamba-hamba yang taat; dan barangsiapa mengejakan enam rakaat, maka keperluanya pada hari itu akan terpelihara; dan barangsiapa engerjakan delapan rakaat, maka akan tertlis diantara orang yang taat ; dan barangsiapa mengerjakan dua belas rakaat ; Allah membangun sebuah istana baginya dalam sorga. Tidaklah berlalu suatu hari, atau suatu malam, yang mana Allah tidak mengobral sedekah dan kebajikan keatas hamba-hamaba Nya. Dan kebajikan paling besar dari Allah ke atas hamba-hambanya adalah diberikan kepada mereka kesempatan untuk mengingatinya ( melalui dzikir ). ( tabrani  dan majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

 

 

181- Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barang siapa mengerjakan enam rakaat sesudah shalat maghrib, tanpa diselingi percakapan yang sia – sia diantaranya, maka mendapat pahala sma dengan dua belas tahun ibadah. (HR.Tirmidzi )

Catatan : Sesudah dua rakaat sunah maghrib, jikalau empat rakaat sunah dikerjakan ini akan menjadi enam rakaat yang dikehendaki. Menurut beberapa ulama enam rakaat ini adalah tamabahan kepada dua rakat sunah maghrib. ( Mirqaatul mafatih dan Majahir Haque )

 

 

 

 

 

 

182- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Suatu ketika nabi SAW bertanya kepada Bilal r.a. pada waktu shalat fajar : Hei Bilal beritahukan kepadaku sebuah amalan sesudah  kamu masuk islam,  yang mana engkau mendapat pahal yang begitu banyak, karena saya mendengar derap langkahmu dihadapan saya dalam sorga dalam mimpiku. Bilal r.a.menjawab : saya tidak melakukan amalana yang luar biasa, kecuali ketika saya mengambil wudhu pada siang atau malam hari saya mengerjakan shalat ( tahyatul wudhu )sesudah itu sebanyak yang ditulis atau yang di minta daripadaku. ( HR.Bukhari )

 

 

 

Shalat-tut-Tasbih

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

183- Ibnu Abbas r.anhuma meriwayatkan Rasulullah SAW berkata kepada Abbas r.a. wahai Abbas pamanku tidakkah aku berikan ? tidakkah aku hadiahkan kepadamu? Tidakkah aku anugerahkan kepadamu ? tidakkah aku beritahukan kepadamu suatu amalan jikalau engkau mengerjakannnya akan memperolehi sepuluh manfaat ; Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu, yang dahulu maupun yang kemudian, yang lama dan baru ( yang dosa-dosa itu dilakukan ) secara sadar dan tidak sadar, besar dan kecil, sembunyi-sembunyi dan terang-terangan ? berikut ini adalah amalannya : Engkau mengerjakan empat rakaat membaca dalam setiap rakaat surat fatiha dan sebuah surat dan ketika engkau menyelesaikan bacaan  dalam rakaat pertama ; engkau membaca lima belas kali sambil berdiri Subhanallah, Alamdulillah, La ilaha illalllah, Allahu Akbar. Kemudian engkau pergi ruku’ dan mengucapkan tasbih itu sepuluh kali sambil beruku’. Kemudian engkau menangkat kepalmu sesudah ruku’( dalam qaumah yaitu berdiri dalam posisi lurus ) danmengucapkan tasbih itu sebanyak sepuluh kali. Kemudian engkau turun bersujud ; dan dalam psosisi ini ucapkanlah tasbih ityu sepuluh kaki. Kemudian engkau mengangkat kepalmu sesudah bersujud ( dalam jalza yaitu dalam  posisi duduk ); dan ucapkanlah tasbih sepuluh kaki. Kemudia engkau mengerjakan sujud yang kedua dan emngucapkan tasbih itu sepuluh kali. Kemudian engkau mengangkat kepalamu sesudah bersujud dan mengucapkan tasbih itu sepuluh kali sambil duduk. Dengan cara ini kamu telah menguca[pkan tujuh puluh lima kali dalam setiap rakaat. Kamu lakukan itu dalam semua empat rakat. ( Wahai pamanku ) jikalau engkau dapat mengerjakan ini ( shalat tasbih ) sekali setaiap hari ; maka lakukanlah demikian, jika tidak maka sekali dalam sekali setiap jum’at ; jika tidak maka sekali dlam sebulan ; jika tidak maka sekali dalam setaun; jika tidak maka sekali dalam seumur hidup  kamu. ( HR.Abu Daud )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

184- Ibnu Umar. R.anhuma eriwayatkan bahwa Rasulullah SAW mengirim a’far Ibnu Abu Thalib r.a. ke Abesinia. Ketika ia kembali ke Madinah dari Abesinia, Rasulullah SAW memeluknya dan mencium dahinya dan berkata tidakkah aku berikan kepada mu sebagai hadiah ? tidakkah aku berikan kepadamu khabar gembira ? dan tidakkah aku berikan kepadamu suatu pemberian ? ia menjawab : silakan lakukan wahai Rasulullah ! kemudian Rasulullah SAW menjelaskan secara terperinci  tentang shalat tut tasbih           ( Mustadrak hakim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

185- Fadalah Ibnu Ubaid r.a. meriwayatkan : pada suatu hari Rasulullah SAW duduk, ketika seorang masuk mesjid dan mengerjakan shalat dan membaca Allahummaghfirli warhamni ( wahai Allah ! ) ampunilah aku dan rahmatilah aku. Rasulullah SAW bertanya kepadanya : engkauterlalu tergesa-gesa dalam berdo’a ! apabila engkau telah menyelesaikan shalat, dan dalam keadaan duduk ; engkau harus memuji Allah, yang sesungguhnya ia patut untuik mendapat pujian ; (kemudian kamu membaca shalawat ( meminta Allah untuk mengirimkan kurnia kehormatan dan rahmat ) kepadaku. Kemudian kamu baru berdoa. Fudalah Ibnu Ubaid meriwayatkan : seorang yang lain datang dan mengerjakan shalat kemudian ia meuji Allah dan membaca shalawat ketasa nabi SAW. Rasulullah SAW berkata kepada orang itu : wahai orang yang mengerjkan shalat ! ( sekarang ) berdoalah kepada Allah  maka doa mu akan diterima ! ( HR.Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

186- Anas r.a.meriwayatkan : bahawa Rasulullah SAW melewati seorang laki-laki dari kampung yang dalam shalatnya berdoa sebagai berikut :

اللهم مغفرتك أوسع من ذنوبى ورحمتك أرجى عندى من عملى

 

Artinya :  Wahai Yang Maha Agung ! yang kepadanya tak pernah dilihat oleh mata yang Dia berada diluar jangkauan kami, yang kepada Nya tidak seorangpun yang dapat memujinya sebagaumana Dia adanya, yang tiada malepataka waktu yang dapat mempengaruhinya, atau Dia tidak takut kepada malapetaka waktu. ( Wahai Yang Maha Agung ! ) Dia yang mengetauhi beratnya gunung-gunung, takaran sungai-sungai, jumlah curah hujan, dan jumlah dedaunan pohon-pohon; dan ( Wahai yang Maha Agung ! ) Dia yang mengetauhi segala sesuatu yang mana kegelapan malam meliputinya, dan yang mana cahaya siang datang, dari Dialah tiada langit yang dapat menyembunyikan langit yang lain, dan tiada bumi yang dapat menyembunyikan bumi yang lain; atauntiada serbuah lautan yang dapat menyembunyikan apa yang ada pada  kedalamnya, atau sebuah gunung tak dapat menyembunyikan apa yang ada dalam kekerasaan batu-batu karang. Wahai Allah ! jadikanlah bagian akhir umurku terbaik; dan akhir amalanku amal yang terbaik, dan jadikanlah hari-hariku yang terbaik, hari yang mana saya bertemu dengan Engkau ( pada hari kematian ). Rasulullah SAW menugaskan seorang laki-laki supaya ketika orang ini menyempurnakan shalatnya kemudian  membawanya kepadaku. Karena itu ia datang kepada Rasulullah SAW sesudah menyempurnakan shalatnya. Rasulullah SAW mnghadiakan sebentuk emas dari galian yang datang sebagai hadiah. Kemudian ia bertanya kepada Badui itu : kamu berasal dari suku mana ? ia berkata : wahai Rasulullah ! Saya berasal dari suku Banu Amir. Baginda SAW berkata : Tahukah engkau mengapa saya menghadiakan emas ini kepadamu ? Badui itu berkata : Wahai Rasululah ! karena saya mempunyai kekerabatan dengan engkau. Baginda SAW kemudian berkata : hubungan kekarabatan mempunyai hak-haknya, akan tetapi saya menghadiakan emas ini kepadamu karena engkau memuji Allah dengan suatu cara yang sangat layak. (tabrani dan Majma Uz Zawaid )

Catatan : Doa tersebut dapat dibaca dalam setiap posisi dari shalat nafil.

 

 

 

 

 

 

187- Abu Bakar r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : apabila seorang hamba Allah melakukan dosa kemudian ia mengambil wudhu dengan sempurna dan mengerjakan dua rakaat shalat, dan memohon keampunan dari Allah, Dia mengampuninya. Kemudian Rasulullah SAW membaca ayat-ayat ini :

والذين إذا فعلوا فاحشة أو ظلموآ أنفسهم

Artinya :  dan mereka yang bila melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiriswegera mengingat Allah dan memohonkan ampunan atas segala dosanya ; dan siapa yang dapat mengampuni dosa selain Alah ? dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosanya demikian padahal mereka tahu ( Al-Imran 3:135 ) ( HR.Abu Daud )

 

 

 

 

 

 

188- Hasan Rahimahullah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : tiada seorang hamba Allah yang melakukan suatu perbuatan dosa, kemudian mensucikan dirinya dengan wudhu’ yang sempurna, kemudian ia keluar kelapangan terbuka dan mengerjakan dua rakaat shalat dan memohon pengampuna atas dosa-dosanya kecuali Allah SWT pasti mengampuninya. ( Baihaqi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

189- Jabir Ibnu Abdullah r.anhuma meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW mengajarkan kami cara melakukan istikharah ( memohon Allah untuk menunjuki seseorang cara yang benar dari suatu amalan mengenai suatu kerja atau suatu amalan), dalam segala hal sebagaimana ia mengajarkan kami surat-surat dari Al Qur’an. Baginda berkata : jikalau salah seorang daripada kamu berniat melakukan suatu pekerjaan ( hal urusan seseorang ), ia mesti mengerjakan dua rakaat shalat sunat dan berdoa sebagai berikut :

االلهم إنى أستخيرك ……….ثم أرضنىبه

Artinya : Wahai Allah ! aku minta pilihan kepada Mu dengan pengetauhan Mu dan aku mohon keputusan dengan kekuasaan Mu dan aku mohon kepada Mu dari keutamaan Mu yang besar, sesungguhnya Engkau mampu sedang aku tidak mampu dan Engkau mengetahui sedang aku tidak mengetauhi dan Engkau mengetauhi hal-hal yang ghaib.

Wahai Allah ! jikalau Engkau mengetauhi bahwa urusan ini baik bagiku dalam agamaku dan penghidupanku serta akhir urusanku, maka takdirkanlah bagiku dan mudahkanlah bagiku kemudian berkatilah aku didalamnya.

Apabila Engkau mengetauhi bahawa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, pnghidupanku dan akhri urusanku atau buat masa dekat dan masa depannya, maka singkirkanlah ia dariku dan takdirkanlah kebaikan bagiku dimanapun juga kemudian jadikanlah aku ridha dengan Nya. Rasulullah Saw menambahkan bahwa seseorang kemudian boleh menyebutkan keperluannya ( dalam shalat pada kedua tempat ketika ia membaca “ hazal amir “ yaitu kerja ini ia harus menyebutkan keperluannya).                     ( HR.Bukhari )

Catatan : Sebagai misal, jikalau istikharah dilakukan untuk bermusafir, maka katakan “ hazal safar “ sebagai ganti “hazal amr “ dan dalam urusan nikah, katakan “ hazal nikah”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

190- Abu bakrah r.a. meriwayatkan bahawa : selama masa Nabi SAW terjadi gerhana matahari, dan ia pergi ke masjid ( tergesa-gesa ), ia manarik jubahnya dan sahabat-sahabat r.anhum berkumpul mengelilinginya. Ia mengimami mereka dalam shalat dua rakaat. Dan ketika gerhana telah menjadi terang, baginda SAW bersabda : sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda diantara tanda-tanda kebesaran Allah. Mereka tidak memudar karena kematian seseorang ( sebagaimana pemikiran jahil orang-orang hari ini; sesungguhnya semua ini fenomena alam yang hanya terjadi dengan perintah Allah ). Olhe sebab itu apabila terjadi gerhana, kerjakan shalat dan terus berdoa memohon rahmat Allah sehinga gerhana berakhir. Ini terjadi yang putra Rasulullah Saw bernama  Ibrahim r.a. meninggal pada hari itu’ dan orang-orang membicrakan tentang kematiannya ( yang maengatakan gerhana telah menybabkan kematiannya ). ( HR.Bukhari )

191- عن عبدالله بن زيد المازنى رضى الله يقول: خرج رسول الله r إلى المصلى فاستسقى ، وحول رداءه حين اسقبل القبلة. رواه مسلم ، باب كتبا صلاة إستسقاء، رقم 2070

191- Abdullah Ibnu Zaid Al-Mazini r.a. meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW pergi ketempat shalatul I’ed dan mengerjakan shalatul istisqa ( untuk meminta hujan, dan membalikkan serbannya bagian dalam keluar sementara ia menghadap kiblat ( memohon kepada Allah, untuk mengembalikan keadaan kemarau ini,  dengan rahmat Nya yang mutlak, dan menurunkan hujan ). ( HR.Muslim )

 

 

 

 

192- Huzaifah r.a. meriwayatkan bahwa : Apabila Nabi SAW menghadapi sesuatu  kesulitan dan keadaan yang suram, maka ia bersegera kepada shalat. ( HR.Abu Daud )

 

 

 

 

 

193- Ma’mar rahimahullah meriwayatkan dari seorang sahabat quraisy : Apabila keluarga Nabi SAW mengalamin kesulitan karena makanan dan perbekalan, ia memerintahkan mereka mengerjakan dan membaca ayat berikut :

وأمر أهلك بالصلوت واصطبر عليها لا نسألك رزقا نحن نرزقك والعاقبة للتقوى

 

Artinya : Dan perintahkanlah keluargmu kepada shalat dan bersabarlah dengannya. Kami tidak meinta rezeki kepadamu, sesungguhnya Kamilah yang memberi rezeki kepadamu, dan sebaik-baik takdir ( di akherat ) adalah sungguh bagi orang-orang yang bertakwa.       ( Ithafusada dan Musanaf Abdurrazak. )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

194- Abdullah Ibnu Abu Awfa Al Aslami r.anhuma meriwayatkan : bahawa Rasulullah SAW datang kepada kami dan berkata : barangsiapa yang dihadapkan dengan suatu keperluan,  yang berkaitan kepada Allah ( kepada salah seorang dari ciptan Nya, maka hendaklah ia mengambil wudhu’ dan mengerjakan shalat, dan berdoa : Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Pemaaf dan Maha pemurah, Maha suci Allah pemilik Arsy yang Agung, segala Puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Wahai Allah ! Aku mohon kepada Mu, curahan rahmat Mu dan kepastan ampunan Mu, dan penghasilan segala kebaikan dan kesematan dari segala dosa. Janganlah biarkanm dosa padaku melainkan Engkau telah mengampuninya dan janganlah biarkan kesusahan kepadaku melainkan Engkau telah menghilangkannya dan janganlah biarkan keperluan yang Englau ridhai melainkan Engkau telah memenuhinya, wahai Tuhan yang Maha Penyayang diantara para penyayang. Sesudah mengucapkan doa ini kepada Allah untuk apa saja yang engkau inginkan berkenaan dengan dunai ini atau akherat. Tidak dapat diragukan pasti diterima.   ( Ibnu Majah dan Misbahuzzujajah ).

 

 

 

 

 

 

195- Abdullah Ibnu masud r.a. meriwayatkan bahwa seoarang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan berkata : Wahai Rasulullah saya ingin pergi ke Bahrain untuk untuk berniaga. Rasulullah SAW mengarahkannya untuk mengerjakan shalat dua rakaat sebelum memulakan perjalanan. ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

 

196- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : bahwa Nabi SAW bersabda : Apabila kamu memasuki rumahmu, kerjakanlah dua rakaat shalat. Karena ini akan melindungi kamu dari kejahatan yang masuk kerumahmu. Demikian pula kerjakanlah dua rakaat shalat sebelum keluar dari rumahmu ; karena ini akan melindungi kamu  dari kejahatan yang ada di luar.( Bazar, Majma UZ Zawaid )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

197- Ubayy Ibnu Kaab r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bertanya kepadaku : apa yang kamu baca dalam permulaan shalatmu ? Kaab r.a. menjawab : umul qur’an (surat fatiha )! Rasulullah SAW kemudian bersabda : demi Dia yang dalam tangannya nyawaku ada, Allah tidak mewahyukan surat ( yang serupa dengan ini dalam taurat, atau dalam injil, atau dalam zabur, atau dalam sisa al qur’an. Dan sungguh ini, tujuh ayat ( Sab’masani ) yang diulang dalam setiap rakaat dari shalat. ( Musnad Ahamad dan Fathur Rabbani ).

 

 

 

 

 

 

 

 

198- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Allah SWT berfirman : Aku telah membagikan surat fatiha dalam dua bagian antara Aku dan hamba Ku, dan hamba Ku akan menerima apa yang ia minta.  Apabila hambaku berkata Alhamdulillahi rabbil Alamin ( Segala Puji bagi Allah Tuhan sekalian alam ). Allah SWT berfirman hamba Ku telah memuji Ku ! dan apabila hamba Nya membaca Arrahmanirrahim ( Maha Pengasih maha Penyayang ) Allah SWT berfirman : hamba KU telah memuliakan Aku ! dan apabila apabila hambanya membaca malikiyaumiddin       ( raja pada hari kiamat  yaitu ganjaran dan azab ). Allah berfirman : hamba Ku telah mengagungkan Aku! ( atau ) mempercayakan Aku !  dan apabila hamba Ku mengucapkan : Iyya kana’budua waiyyakana’stain ( hanya kepada Engkau kami menyembah, dan hanya kepada Engkau kami meminta pertolongan , ini antara aku dan hamba Ku, maka apa saja yang ia minta akan diberikan ! dan apabila hamba Nya berkata Ihdinasshiratolmustaqim shirotholladzina an amta alaihim ghoiril maghdubi alaihim waladhoolin ( tunjukilah kami kejalan yang  lurus, jalan orang-orang yang keatas mereka Engkau berikan ni’mat; dan bukanlah jalan orang-orang yang telah Engkau murkai ; atau orang-orang yang telah Engkau sesatkan ). Allah berfirman : inilah ( bagian surat yang khusus ) bagi hamba Ku dan hamba Ku akan menerima apa saja yang ia minta. ( HR.Muslim )

 

 

 

 

 

 

199- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : katakanlah amin, apabila imam membaca ghairil ma’dhubi alaihim waladholin, dan apabila aminnya bersamaan dengan para malaikat maka segala dosanya yang lampau akan diampuni. ( HR.Bukhari ).

 

 

 

 

 

200- Abu Musa Al Ashari ra. Meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : apabila imam membaca ghairil maghdbi waladhaliin ,( dan buka jalannya orang-orang yang Engkau murkai dan bukanlah jalan orang-orang yang telah Engkau sesatkan ) katakanlah amiin, Allah akan menerima doamu. ( HR.Muslim )

 

 

 

 

 

 

201- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW maukah kamu suka yang seorang pulang ke keluarganya dan mendapatkan seekor unta betina yang besar, gemuk lagi hamil ? kami menjawab : Ya ! Nabi SAW kemudian bersabda : tiga ayat Al Qur’an yang kamu baca dalam shalatmu adalah lebih baik ( dalam nilai dan kelebihannya ) baginya daripada tiga ekor unta betina yang besar, gemuk lagi hamil ! (HR.Muslim )

Catatan : Sebagaimana unta-unta ( khususnya yang gemuk lagi hamil, yang punuknya berisi dengan daging ) oleh orang-orang arab merupakan barang niaga yang sangat bernilai dan berguna, oleh sebab itu Rasulullah SAW memberikan contoh ini untuk mnrkankan nilai ayat-ayat Al Qur’an, sebagai lebih berharga daripada harga benda – benda dunia.

 

 

 

 

 

202- Abu Dzar r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang mengerjakan ruku’ dan sujud maka derajatnya dinaikkan satu peringkat, dan satu dari dosanya diampuni. (Musnad Ahmad, Musnad Bazar, Tabrani dan Majma UZ Zawaid )

 

 

 

 

 

203- Rifa’ah Ibnu Rafi Az Zuraqi ra.a eriwayatkan bahwa : pada suatu hari kami mengerjakan shalat di belakang Nabi SAW, apabila Baginda mengangkat kepalanya daRI ruku’, ia berkata : Sami allohu limanhamidah ( Allah mendengar siapa yang memuji Nya ! ) seorang berada dibelakangnya membaca : Rabbana walakalhamd hamdan katsiraan tayyiban mubarakan fii ( Wahai Tuhan kami ! segala puji bagi Engkau, yang penuh kemuliaan dan keberkahan ). Apabila Rasulullah SAW menyempurnakan shalat, ia bertanya : siapa yang mengucapkan perkataan-perkataan ini ? lelaki itu menjawab : saya yang mengucapkan ! Rasulullah SAW kemudian berkata : saya melihat lebih daripada tiga puluh malaikat yang bekejar-kejaran satu sama lain untuk menjadi yang pertama mencatatkan ( pahalanya ) ! ( HR.Bukhari )

 

 

 

 

 

204- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : Apabila imam mengucap : Sami’allohuliman hamidah ( Allah mendegar orang yang mmuji kepada Nya !) kemudian mengucap : Allahumma ! Rabbana lakalham ( Wahai Allah ! wahai Tuhan kami, hanya kepada Engkau segala pujian !). dan baginya ucapan pujiannya ini bersamaan dengan pujian para malaikat, maka segala dosa=-dosanya yang kampau di ampuni ! ( HR.Muslim ).

 

 

 

 

 

 

205- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : orang yang paling dekat yang seorang hamba datang mendekati Rabnya adalah apabila ia berada dalam keadan sujud ketika shalat, maka berdoalah sebanyak-banyaknya ketika kamu dalam keadaan sujud. (HR.Muslim )

 

 

 

 

 

 

206- Ubadah Ibnu Samith r.a. meriwayatkan bahwa : ia mendengar Rasulullah SAW bersabda : dari antara hamba-hamba yang bersujud kepada Allah semata-mata karena Nya Allah ( karena sujudnya ini ) menulis baginya satu amalan kebaikan, menghapus baginya satu amalan keburukan dan menaikkan baginya satu derajat. Oleh karena itu bersujudlah ( dengan mengerjakan shalat ) sebanyak-banyaknya ! ( Ibnu Majah ).

 

 

 

 

207- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : apabila Bani Adam membaca ayat yang mana ada sujud, dan kemudian turun dalam sajadah; setan menarik diri bersunyi diri, menangis dan berkata : celakalah aku ini ! Bani Adam diperintahkan untuk bersujud ; dan ia ( taat dan ) melakukan sajadah, maka baginya adalah sorga ( buat selama-lamanya ).dan aku juga diperintahkan untuk melakukan sujud, akan tetapi aku telah menolak, dan oleh sebab itu bagiku adalah kebinasaan ( yang kekal ) dalam api neraka. ( HR.Muslim ).

Catatan : ini berkaitan kepada ayat-ayat Al Qur’an dimana sujud disebutkan;  ketika membaca sebuah ayat demikian, maka seorang mesti melakukan sujud.

 

 

 

 

 

 

 

 

208- Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda ( dalam sebuah hadist yang panjang ) : apabila Allah sudah akan menyempurnakan pengadilannya dan keputusannya diantara hamba-hambanya ; dan apabila Dia berkehendak untuk menghapus dengan rahmat Nya, siapa yang Dia kehendaki; dari antara orang-orang yang telah dilaknat oleh api neraka, Dia akan memerintahkan malaikat-malaikatuntuk mengeluarkan mereka dari neraka, orang-orang yang tidak melakukan suatu bentuk syirik dan pernah mengucap La Ilaha Illallah ( Tiada Tuhan yang di sembah kecuali Allah. ) Malaikat-malaikat akan mengenal mereka dalam neraka melalui tanda-tanda sujud mereka. Neraka akan memakan habis seluruh tubuh Bani Adam ; kecuali bekas sujud sebagaimana Allah SWT telah mengharamkan api neraka dari memakan habis bekas sujud mereka ; dan mereka akan dikeluarkan oleh malaikat-malaikat dari api nereka.                                ( HR.Muslim ).

Catatan : bekas sujud ada tujuh bagian dalam badan, yang menyentuh tanah apabila sajadah dilakukan. Ini meliputi; dahi, kedua tangan, kedua lutut dan kedua kaki. ( Nawawi ).

 

 

 

 

 

 

209- Ibnu Abbas  r.a.nhuma meriwayatkan bahwa Rasululah SAW mengajar kepada kami tasahud, sebagaimana ia mengajar akami surah-surah Al Qur’an. ( HR.Muslim )

 

 

 

 

210- Khaffat Ibnu Ima’ Al Ghifari r.a. meriwayatkan bahwa: apabila Rasulullah SAW duduk dalam ( qoadah ) pada akhir shalat kemudian ia menunjuk dengan jari telunjuknya. Orang-orang musyrik berkata bahwa ia sedang membuang beberapa ucapan magic ( Allah mengharamkan !) dengan jari telunjuknya. Mereka sebenarnya berbohong saja. Rasululah SAW menunjukkan tauhid ( ke Esaan ) Allah dengan cara demikian. ( Musnad Ahmad, Tabrani dan Majma UZ Zawaid. )

 

 

 

 

 

 

211- Nafi rahimahullah meriwayatkan bahwa : apabila Abdullah Ibnu Umar r.anhuma duduk dalam shalat ( Quadah ) ia meletakkan kedua tangannya diatas paha-pahanya, dan menunjuk dengan jari telunjuknya dan mengarahkan matanya, tepat pada jari yang sementara menunjuk. Sesudah shalat ia menceritakan bahwa Rasulullah SAW berkata tentang  menunjukkan jari telunjuk : ( bahwa menunjukkan dalam jari telunjuk dalam tashahud ) adalah lebih keras kepada setan daripada sebuah anak panah besi ! ( Musnad Ahmad )

Catatan : Posisi duduk dari shalat dikenal sebagai qoadah. Dan menunjukkan jari telunjuk adalah simbolis tauhid dan di lakukan secara serempak dengan bacan yang menggambarkan tauhid yaitu saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang disembah kecuali Allah; dan saya bersaksi bahwa Muhamad adalah hamba Nya dan rasul Nya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KHUSYU’ DAN KHUDU’

TAKUT DAN TAWAJJUH DALAM SHALAT

 

 

Ayat-ayat Al-Qur’an

 

 

قال الله تعالى : حفظوا على الصلوات وآصلوة آلوسطى وقوموا لله قنتين %( البقرة: 238)

Allah SWT berfirman : peliharalah selalu semua shalat-shalat fardhu dan ( terutama ) shalat pada pertengahan ( shalat ashar ), dan berdirilah dihadapan Allah dengan ketaatan yang khusu’. ( Al-Baqarah 2: 238 )

 

وقال تعالى: وآستعينوا بآلصبر وآلصلوة  وإنها لكبيرة اٌلا على آلخشعين % ( البقرة: 45 )

Allah SWT berfirman : Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat; dan ini sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusu’ dan berserah diri kepada Allah ). (Al-Baqarah 2:45 )

Catatan : sabar bermakna bahwa seorang menahan dirinya dari nafsunya dan bisikan-bisikan dari dalamnya dan menuruti semua perintah-perintah Allah. Serupa juga menahan sabar atas kesulitan-kesulitan juga termasuk sabar. Ayat yang memerintahkan iniuntuk mengamalkan agama maka pertolongan diperolehi melalui sabar dan shalat.

 

وقال تعالى : قد أفلح آلمؤمنون % آلذين هم فى صلاتهم خشعون % ( المؤمنون : 1-2)

Allah SWT berfirman : sesungguhnya orang-orang beriman yang mendapat kesuksesan adalah mereka yang khsusu’ dalam shalat mereka. (Al-Mukminun 23 : 1-2 )

 

 

 

Hadist-hadist Nabawi

212- عن عثمان رضى الله عنه فال : سمعت رسو ل الله r يقول : ما من امرىء مسلم تحضره صلاة مكتو بة، فيحسن وضوء ها وخسو عها وركو عها، إلا كانت كفارة لما قبلها من الذنوب ما لم يؤت كبيرة، وذلك الدهر كله. رواه مسلم، باب فضل الوضوء … صحيح مسلم 1/ 206 طبع دار إحياء التراث العربى

212- Ustman Ibnu Affan r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : tiada seorang muslim yang apabila tiba waktu shalat fardhu mengambil wudhu’ denga sempurna dan mengerjakan shalat dengan khusu’ dan ruku’ yang sempurna, kecuali shalatnya itu akan menjadi penghapusan keatas dosa-dosanya yang telah lampau; selama ia tidak mengerjakan dosa-dosa yang besar, maka kelebihan shalat ini akan memberi manfaat kepadanya sepanjang waktu. ( HR.Muslim ).

Catatan : Khusu’ dalam shalat bermakna bahwa hati seseorang dipenuhi dengan kebesaran dan keagungan Allah, dan anggota-anggota badannya berada dalam keadaan tentram. Khusu’ juga bermaksud memfokuskan pandangan sementara dalam qauma pada tempat diman sujud dilakukan ; dalam ruku’ mata ditujukan kepada jari-jari; dalam sajadah mata diarahkan pada hidung, dan pada posisi qoadah mata diarahkan pada paha.  ( bayanul Qur’an dan Sarhus Sunnah Abu Daud lil ayni )

 

 

 

 

 

 

213- Zaid Ibnu Khalid Al Juhani r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : Barangsiapa yang mengambil wudhu’ dengan sempurna dan kemudian mengerjakan dua rakaat shalat, dsalam suatu cara yang ia tidak melupakan sesuatu selama shalat ( dengan keseluuhan konsentrasi kepada Allah Ta’ala ), maka semua dosa-dosanya yang lampau diampuni. ( HR.Abu Daud )

 

 

 

 

 

 

 

214- Uqbah Ibnu Amir Al Juhani r.a. meriwayatkan bahwa : Nabi SAW bersabda : Tidaklah seorang muslim mengambil wudhu’ dan berwudu’ secara sempurna, kemusian berdiri dalam shalat, penuh tawajjuh pada apa yang ia ucapkan kecuali ia meninggalkan   ( sesudah menyempurnakan ) shalatnya ( dalam keadan ) bebas dari dosa, sebagaimana pada hari ibunya melahirkan dia. ( Mustadrak Hakim )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

215- Humran rahmatullahialaihi, hamba yang dibebaskan oleh Ustman r.a. menceritakan: Ustman Ibnu Affan r.a. meminta air kemudian berwudhu’. Ia membasuh tangannya tiga kali, kemudian ia memasukkan air kemulutnya dan kehidungnya dan membasuh mukanya tiga kali. Kemudian ia membasuh lengan tangannya sampai ke siku tiga kali, dan membasuh lengan kirinya seperti itu juga, kemudian menyapukan kepalanya dengan tangannya yang basah dan ia membasuh kaki kanannya termasuk pergelangan kaki tiga kali, kemudian ia membasuh kaki kirinya seperti itu juga, dan ia berkata : saya melihat Rasulullah SAW mengerjakan wudhu’ seperti yang saya kerjakan, dan Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang wudhu’’nya serupa dengan wudhu’ku, kemudian berdiri dan mengerjakan dua rakaat, tidak memikirkan sesuatu yang lain ) dengan penuh konsentrasi), maka segala dosa-dosanya yang terdahulu diampuni. Ibnu Sihab rahmatullahialaihi berkata ulama-ulama kita mengatakan, untuk shalat inilah wudhu’ yang paking sempurna. (HR.Muslim ).

 

 

 

 

 

 

216- Abu Darda r.a meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang mengambil wudhu’ dengan sempurna, kemudian mengerjakan dua rakaat atau empat rakaat, ( periwayat ragu-ragu apakah ia mendengar Rasululah SAW mengatakan dua rakaat atau empat rakaat), mengerjakan ruku’ dengan baik dan dengan khusu’ ( merendahkan diri dan penuh ketakutan ), kemudian berdoa kepada Alah bagi kemapunan ; maka ia akan diampuni.(Musnad Ahmad dan Majam Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

 

217- Uqbah Ibnu Amir Al Juhani ra.a meriwayatkan bahwa rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang berudu’ dengan sempurna dan kemudian mengerjakan dua rakaat, sedemikian rupa sehinga hatinya penuh perhatian dan badannya berada dalam keadan rileks, maka sorga menjadi wajib baginya ! ( HR.Abu daud )

 

 

 

 

218- Jabir r.a.meriwayatkan bahwa seorang datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya: Wahai Rasulullah ! shalat yang bagaimanakah yang adalah shalat yang terbaik ? Baginda menjawab : ( seorang yang shalatnya dengan ) qunut yang panjang. ( Ibnu Hibban )

Catatan : Qunut disini bermakna berdiri dalam shalat dan membaca Al Qur’an dengan penuh khusyuk kepada Allah.

 

 

 

 

 

 

219- Mughirah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berdiri dalam shalat sangat lama sehingga kaki-kakinya menjadi bengkak. Dikatakan kepadanya, Allah SWT telah mengampuni dosa-dosamu pada masa yuang lampau dan masa yang akan datang. Baginda berkata : tidakkah aku menjadi seorang hamba yang brsyukur kepada Allah ? (HR.Bukhari )

 

 

 

 

 

220- Amar Ibnu yasir r.anhuma meriwayatkan : Saya mendengar rasulullah SAW bersada: sesungguhnya seorang meninggalkan ( dari tempat ia telah mengerjakan shalatnya ) dan tidak tertulis baginya kecuali sepersepuluh ( pahala ) shalatnya atau sepersembilan, atau seperdelapan, atau sepertujuh; atau seperenam; atau seperlima; atau sperempat; atau sepertiga; atau separuh pahal dari shalatnya. ( HR.Abu Daud )

Catatan : Hadist ini menjelaskan bahwa semakin ikhlas dan khusyu’ bentuk lahir dan bathin dalam shalat seseorang yang mendekati sunnah, maka semakin besar pahalanya  (Badzhl Majhud ).

 

 

 

 

 

 

 

221- fadl Ibnu Abbas r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : kerjakanlah shalat dalam dua ( rakaat ) kemudian dua ( rakaat ) dengan tasyahud yang diucapakan pada akhir dari tiapa-tiap dua rakaat, dan ( shalat ) doa yang penuh merendah diri, dengan khusu’ dan ketentraman. Kemudian ( sesudah menyempurnakan shalat ) angkatlah kedua tanganmu dengan merendah diri kepada Rabmu, dengan menghadapkan kedua telapak tanganmu kearah mukamu dan ucapkanlah wahai Tuhanku ! wahai Tuhanku ! wahai Tuhanku ! dan baangsiapa yang tidak berbuat demikian, maka shalatnya tidak sempurna. ( Musnad Ahmad )

catatan : perkataan yang dipakai disini tidak sempurna adalah khidaj, yangarti harafiahnya bayi atau binatang yang prematur. Sama halnya apabila seorang mengerjakan shalat Allah pasti mendengar dan menjawab doanya. Jikalau ia tidak memperoleh peluang memperbaiki dan membetulkan shalatnya maka tidak dapat diragukan bahwa shalatnya tidak sempurna ( tidak mendapat pahala sempurna ).

 

 

 

 

 

 

 

222- Abu Dzar r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : Allah SWT tiada hentinya berpaling dengan penuh perhatian kepada hamba Nya ketika ia dalam shalat, selagi ia tidak berpaling perhatiannya. Demikian jikalau ia memalingkan perhatiannya      ( dalam kebingungan, Allah SWT akan berpaling daripadanya !. (Nasai )

 

 

 

 

 

223- Huzaifah r.a. melaporkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : sesungguhnya apabila seorang berdiri dalam shalat, Allah Ta’ala menghadap kepadanya dengan penuh perhatian sehingga ia kembali ( dari shalatnya), atau melakukan suatu amalan yang bertentangan dengan kebajikan dan adab dari shalat.( Ibnu Majah )

 

 

 

 

 

224- Abu Dzar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : apabila seorang dianatar kamu berdiri dalam shalat, ia tidak boleh meratakan kerikil-kerikil ( dengan tangannya ), karena rahmat ( Allah ) sedang ditujukan kepadanya. (HR.Tirmidzi )

Catatan : dalam permulan islam tiada sesuatupun yang dihamparkan diatas lantai mesjid, dan shalat dikerjakan diatas gundukan pasir dan kerikil. Oleh karena itu pada masa itu melakukan sujud tidak menyenangkan karena terdapat pasir dan kerikil Rasulullah SAW melarang meratakan tempat sujud dengan sengaja, karena pada masa ini rahmat Allah sedang diarahkan menuju kepada orang-orang dalam shalat. Segala perbuatan yang tidak disengaja selama shalat, boleh mneyebabkan seseorang kehilangan rahmat Allah.

 

 

 

 

 

 

 

225- Samura r.a. eriwayatkan bahwa Rasululah SAW memerintahkan kami, ketika kami mengangkat kepala dari sujud dalam shalat, untuk duduk dengan tentram dioatas tanah dan bukan ( diatas tumit dengan dua kaki tegak ) diatas jari-jari kaki. ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

 

 

 

226- Abu Darda r.a. meriwayatkan ini pada masa kematiannya : saya hendak menceritakan kepada kamu (sekarang) sebuah hadist yang saya dengar dari Rasulullah SAW yang bersabda : Sembahlah Allah seolah-olah engkau melihat Nya dan jikalau engkau tidak dapat melihat Nya, maka sesunguhnya Dia melihat kamu !anggaplah dirimu diantara orang mati dan waspadalah terhadap doa orang yang di zalimi, karena seasungguhnya doanya makbul. Dan barangsiapa yang sanggup dari antara kamu untuk menghadiri dua shalat isya dan fajar ( dengan berjamaah ) mskipun dngan meangkat, maka hendaklah ia melakukan demikian ! ( tabrani Majma UZ Zawaid )

 

 

 

 

 

227- Ibnu umar r.anhuma meriwayatkan  bahwa rasulullah SAW bersabda : kerjakanlah shalat seperti seorang yang sedang dalam bermusafir ( dalam dunia ini ), karena meskipun engkau melihatnya  (Allah ) dan jikalau  engkau tidak melihat nya sesungguhnya ia melihat kamu ! ( Jami’us Saghir )

 

 

 

 

 

228- Abdullah r.a. meriwayatkan bahwa kami sering mengucapkan salam kepada Rasullullah SAW meskipun ia sedang berada dalam shalat, dan ia senantiasa menjawab salam kami. Kemudian apabila kami kembali dari Najasy, kami mengucap salam               ( sebagaimana biasanya ) kepadanya akan tetapi ia tidak menjawab oelhsebab itu kami berkata : Wahai rasulullah ! kami biasa menguicap salam kepadamu dalam shalat dan engkau menjawab salam kami. Baginda menjawab : sesungguhnya shalat menghendaki selurh perhatian seseorang. (HR.Muslim).

Catatan : najasy adalah gelaran untuk Raja Ethiopia dahulu. Sejumlah orang islam telah berpindah ke Ethiopia dibawah jaminan Najasy.

 

 

 

 

 

229-  Abdullah r.a.meriwayatkan : Saya melihat Rasulullah SAW mengerjakan shalat, dan terdengar dari dadanya suara seperti  putaran batu gilingan karena tangisannya. (Hr.Abu daud )

 

 

 

 

230- Ibnu Abbas r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : perumpamaan shalat fardhu adalh seperti sebuah timbangan, barangsiapa yang memberi sepenuhnya, akan mengambil sepenuhnya ( barangsiapa mengerjakan shalat dengan sempurna dan dengan betul akan mendapat pahala penuh dari Nya ). ( baihaqi dan Targhib )

 

 

 

 

 

 

231- Ustman Ibnu Abi Dahris r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Allah SWT hanya menerima amalan seorang hambanya apabila ia menjadikan hatinya tawajuh dengan tubuhnya. ( Ithafussadah )

 

 

 

 

 

232- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasululah SAW bersabda : shalat ada tiga bagian. Athuhur ( kesuciaan )adalah sepertiga bagian, ruku’ adalah spertiga bagian dan sujud adalah sepertiga bagian. Oleh sebab itu barangsiapa yang mengerjakan shalat dengan sempurna sebagaimana haknya shalat, maka shalatnya akan diterima darinya, dan segala amalnya yang lain akan diterima darinya.dan orang yang shalatnya ditolak maka segala amalannya yang lain juga tertolak. ( bazar dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

233- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah Saw mengimami kami dalam shalat ashar. Baginda memperhatikan seorang laki-laki yang sedang mengerjakan shalat karena itu ia berkata : hai..fulan ! takutlah kepada Allah dan kerjakanlah shalatmu dengan benar. Kamu mengira bahwa saya tidak melihat kamu ? sesungguhnya saya melihat dari belakangku sebagaimana saya melihat dari depanku. Kerjakanlah shalatmu dengan benar, dan sempurnakanlah ruku’mu dan sujudmu.( Ibnu Khuzaimah )

catatan : melihat sesuatu dibelakang punggungnya juga adalah diantara mukzizat Rasulullah SAW.

 

 

 

 

234- Wail Ibnu Hijr ra. Meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW merenggangkan jari-jarinya ketika ia beruku’, dan dia merapatkan jar-jarinya ketika ia bersujud. ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

235- Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa  barangsiapa mengerjakan dua rakaat shalat dengan ruku’nya dan sujudnya yang sempurna sesudah itu apa saja yang ia berdoa kepada Allah,  maka Allah akan pasti mengabulkannya adakah segera atau kemudian hari ( sebagaimana Allah ridho, akan tetapi ( Dia pasti ) akan mengabulkan doanya. ( tabrani dan Ithafussabah )

 

 

 

 

236- Abu Abdullah Al Ashari r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : perumpamaan orang yang ruku’nya tidak sempurna dan sujudnya tidak sempurna seperti patukan burung gagak, adalah seperti seorang yang lapar yang makan satu atau dua kurma, yang tidak menghilangkan laparnya. ( sama halnya dengan shalatnya yang tidak bermanfaat ) ( Tabrani, Majma Uz Zawaid dan Abu Ya’la )

 

 

 

 

 

237- Abu Darda r.a. meriwayatkan : bahwa Rasulullah SAW bersabda : perkara pertama yang akan diangkat dari umat ini, adalah khusyu’ dalam shalat, sampai sedemikian jauh sehingga kamu akan tidak akan mendapati seorang yang shalat dengan khsusyu’.               ( Tabrani dan Majma UZ Zawaid )

 

 

 

 

 

 

 

238- Abu Qatadah r.a. meriwayatkan : Bahwa Rasulullah SAW bersabda :pencuri yang paling buruk adalah orang yang mencuri dari shalatnya. Sahabat berkata : wahai Rasulullah ! bagaimana ia boleh mencuri dari shalatnya ? Baginda menjawab : ia tidak ruku’’dengan sempurna atau sujud tidak sempurna atau ( ia berkata ) : ia tidak menjaga punggungnya lurus dalam ruku’ atau dalam sujud. ( Musnad Ahmad Tabrani dan Majma Uz Zawaid ).

 

 

 

 

 

239- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Allah SWT tidak memandang shalat seseorang yang tidak menjaga punggungnya lurus antara ruku’ dan sujudnya. ( Musnad Ahmad dan fatur Rabbani )

Catatan : hadist ini menunjuk kepada Qauma yaitu berdiri lurus dengan sempurna sesudah ruku’ sebelum melakukan sajadah. Banyak orang yang tidak melakukan ini dengan benar, dan bangun dari ruku’ kemudian langsung pergi sujud.

 

 

 

 

 

 

 

 

240- Aisah r.anha meriwayatkan : saya bertanya Rasulullah SAW tentang membuang pandangan ketika dlam shalat ? baginda berkata : pandangan sekilas adalah seperti setan yang mencuri dari shalat seseorang ! ( HR.Tirmidzi )

 

 

 

 

 

241- Jabir Ibnu samura’ ra.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : orang yang mengangkat pandangan mereka kelangit dalam waktu shalat hendaklah berhenti dari perbuatan itu,  kalau tidak pandangan mereka tidak akan kmbali kepada mereka. (HR.muslim )

Catatan : memandang ke arah langit adalah bertentangan dengan adab dalam shalat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

242- Abu Hurairah r.a. meruiwayatkan bahwa Rasullah SAW datang ke masjid ; dan seorang laki-laki juga datang ke masjid mengerjakan shalat, kemudian menghampiri Rasulullah SAW dan mengucapkan salam kepada Nya. Rasulullah SAW menjawab salamnya dan berkata : kembali ! ulangilah shalatmu lagi sebab engkau belum mengerjakan shalat. ia kembali dan mengerjakan shalatnya dengan cara yang sama sebagaimanai atelah lakukan terlebih dahulu, dan kembali dan menyelami rasulullah SAW. Baginda berkata  kembali ! ulangilah shalatmu lagi karena kamu belum melakukan shalat. Ini terjadi sampai tiga kali. Kemudian lelaki itu berkata : demi Dia yang mengutus kamu dengan kebeneran !  saya tidak dapat melakukan shalat lebih baik daripada ini. Oleh sebab itu ajarilah saya untuk shalat. Rasululah SAW menjawab : apabila kamu beridiri untuk mengerjakan shalat ucapkan takbir ( katakan Allahu akbar ), kemudian membaca (  dari ) Al Qur’an ayat apa saja yang kamu dapat baca. Kemudian engkau pergi ruku’ dan ruku’lah dengan tenang dan kemudian engkau berdiri dari ruku’ dan berdirilah dengan tenang. Kemudian engkau pergi sujud, kemudian sujudlah dengan tenang, dan kemudian kamu bangun dari sujud dan kamu pergi dalam qoadah ( posisi duduk ) dengan tenang. Kerjakan semua ini ( dengan hati-hati ) dalam seluruh shalatmu. (HR.Bukhari ).

 

 

 

 

 

 

KELEBIHAN  WUDHU’

 

 

 

Ayat-ayat Al Qur’an

 

 

 

Allah SWT berfirman : Hai orang-orang beriman ! apabila kamu hendak mengerjakan shalat basuhlah mukamu dan tanganmu sampai kesiku, usaplah kepalamu dan basuhlah kakimu samapai ke mata kaki.  (Al Maidah 5:6)

 

 

 

Allah SWT berfirman : Dan Allah mencintai orang-orang yang mensucikan dirinya. (At taubah 9 : 108 )

 

 

 

Hadist-hadist Nabawi

 

 

 

 

 

 

243- Abu malik Al Ashari r.a.meriwayatkan bahwa rasulullah SAW bersabda : Athuhur ( kebersihan) adalah sebagian daripada iman, dan alhamdulillah (segala puji bagi Allah ) memenuhi timbangan ( dalam keutamaan ), dan Subhanallah ( Maha Suci Allah ) dan Alhamdulillah memenuhi ( jarak ) antara langit dan bumi ( dengan pahala ), dan shalat adalah nur dan sedekah adalah bukti ( keikhlasan iman ) dan sabar adalah cahaya dan qur’an adalah hujjah bagi kamu atau bertentangan dengan kamu. (HR.Muslim )

Catatan : 1) makna Thuhur ( kebersihan ) menjadi  separuh daripada iman, boleh merujuk kepada kenyataan bahwa separuh iman adalah penyucian bathin dari kufur,syirik, bid’ah, raib  ( keraguan ) dan segala tipu daya yang negatif yang bertentangan dengan iman. Separuh iman yang lain menjadi afirmasi ( isbat) dari iman yang benar kepada Allah SWT, rasul Nya SAW, hari akhirat dan segala rukun iman yang lain sebagaimana yang terkandung dalam kalimah ( la Ilaha Illallah ) itu sendiri. Iman adalah juga nama mala-amalan shaleh sebagaia hasil dari iman; shalat menjadi perkara yang utama. Kebersihan jasmani adalah suatu keadaan bagi diterimanya shalat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa athuhur adalah separuh daripada shalat; yang dikerjakan dengan betul menjadi separuh yang lain.

2) Timbangan adalah dimana amalan-amalan akan di beratkan pada hari kiamat

3) Shalat adalah nur ; satu pengertian darinya adalah sebagai kebalikan daripada kegelapan, demikian pula shalat mencegah daripada fasad dan mungkar. Makna yang lain yaitu bahwa muka orang yang mengerjakan shalat akan bercahaya pada hari kiamat, sebagaimana cahaya dalam dunia ini. Makna yang ketiga adalah bahwa shalat akanmenjadi nur dalam kegelapan kubur dan nur pada hari kiamat.

4) manusia pada hakekatnya mencintai harta dan ia membelanjakannya untuk memenuhi keinginannya yang sementara. Oleh karena itu perbelanjaannya dalam sedekah semata-mata karena Allah, mengorbankan hawa nafsunya dan bediri debagai suatui tanda tanda bukti dan imannya yang benar.

5) Barangsiapa yang menjaga dengan sabar untuk memenuhi perintah-perintah Allah dan bersabar dari larangan – larangan Allah,  dan dihadapan ujian-ujian dan kesusahan-kesusahan menjadi cahaya hidayat.

6) Qur’an dapat menjadi sebab keselamatan bagi seorang yang membaca dan beraamal denganya; sebaliknya ia dapat menjadi sebab kebinasaan. Semoga Allah menyelamatkan dan memberi petunjuk kepada kita. ( Nawawi dan Mirqaatul Mafatih )

 

 

 

 

 

244- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : saya mendengar sahabatku terkasih Rasulullah SAW bersabda : Perhiasan bagi seorang mukmin( pada hari kiamat ) yang akan sampai pada tempat yang ( air ) wudhu’ sampai (HR.Muslim )

 

 

 

 

 

245- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : umatku akan dikumpulkan pada hari kiamat, dalam suatu keadaan yang anggota-anggota dan muka mereka bercahaya dari bekas air wudhu’ mereka ; oleh sebab itu barangsiapa yang sanggup dari antara kamu untuk memperpanjang sinarannya. Biarlah dia berbuat demikian. (HR.Bukhari )

Catatan : makna bahwa wudhu’ dilakukan sepenuhnya dengan hati-hati bahwa tiada bagian dari kulit yang kering. ( Mazahir Haque )

 

 

 

 

 

246- Ustman Ibnu Affan r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang mengambil wudhu’ dan melakukan wudhu’ dengan sempurna                   ( bermakna berhati-hati menjaga etiket ) maka dosa-dosanya berguguran dari tubuhnya, bahkan dari bawah kuku jari-jarinya. (HR.Muslim ).

Catatan : Menurut pendapat kebanyakan ulama bahwa dosa-dosa kecil diampuni oelh Allah dengan perantaraan wudhu’, shalat dan bentuk-bentuk ibadah lainnya. Akan tetapi bagi dosa-dosa besar, menurut prinsip umum dapat diampuni melalui istighfar yang ikhlas ( mencari pengampunan  atau dosa-dosa yang lampau, dan tobat ). Merasa menyesal secara mendalam atas dosa-dosa seseorang dan bertekat tidak akan mengulanginya lagi. Meskipun demikian semua ini bergantung kepada kemurahan Allah dan Dia tidak bergantung kepada seseorang atau sesuatu. ( Nawawi )

 

 

 

 

247- Ustman Ibnu Affan r.a.meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : apabila seorang hamba Alah mengambil wudhu’ dengan sempurna, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang ia lakukan sebelumnya dan juga dosa-dosa yang akan ia lakukan. ( Bazar dan Majma Uz Zawaid ).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

248- Umar Ibnu Alkhattab r.a. merwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : tidaklah seseorang yang mengerjakan wudhu’nya dengan sempurna ( dengan menjaga semua adab dan perkara-perkara mustahibbad  yaitu ( adab dan sunah-sunah ) kemudian berkata : Asyshadualla ilaha illallah wa asyhaduanna muhammadan abduhu warusulu ( saya bersaksi tiada Tuhan yang disembah kecuali Allah, yang tiada sekutu bagi Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhmmad adalah hamba Nya dan rasul Nya ) kecauali delapan pintu surga terbuka baginya. Untk masuk dari salah satu dari mereka yang ia suka.dalam riwayat yang lain Ukhbah Ibnu Amr Juhani r.a. disebutkan : Asyhadualla ilaha illallah wasyhaduanna muhammadan Abduhu Warasuluh, ( saya bersaksi Tiada yang disembah kecuali Allah ) tiada sekutu bagi Nya, dan saya berasaksi bahwa Muhammad adalah hamba Nya dan Rasul Nya; dalam riwayat Anas Ibnu Malik r.a. lapdz ini mesti dibaca tiga kali. Sedang dalam riwayat yang lain Utbah r.a. lapadz ini diucapkan sesudah m,engwerjakan wudhu’ sambil mengada ke langit. Dalam riwayat Umar Ibnu Al Khattab ra. Lapadz berikut diberikan

 

 

 

( saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang disembah kecuali Allah, tiada sekutu bagi Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhamad adalah hamba Nya dan rasul Nya, wahai Allah jadikanlah aku dari antara orang-orang yang menyesal dan jadikanlah aku dari antara orang-orang yang menyukai ke suciaan. ( Muslim, Ibnu majah, Abu Daud dan Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

249- Abu said Al khudri r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW barang siapa sesudah mengambi wudhu’ membaca :

 

 

( Maha Suci Allah dan segala pujian bagi Nya, Tiada Tuhan yang disembah kecuali Alah, dari Engkau kami memohon pengampunan dan kepada Engkau kami kembali; maka akan di tuliskan pada sehelai kertas dan dimateri. Matreai itu tidak akan terbuka sampai pada hari kiamat ( bermakna bahqa pahal-pahala ucapan ini akan dipelihara sampai akherat. ( Mutradak Hakim )

 

 

 

 

 

 

250- Abdullah Ibnu Umar r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang mengambil wudhu’( dengan membersihkan setiap anggota sekali telah memenuhi kehendak fardhu ), karena inilah kkehendak wudhu’ yang tidak ada kompromi. Dan barangsiapa membersihkan ( setiap anggota ) dua kali mendapat pahala dua bagian. Dan barangsiapa membersihkan setiap anggota tiga kali ( sebagaimana wudhu yang aku lakukan ), inilah wudhu’ku dan wudhu para Nabi sebelum aku. ( Musnad Ahmad ).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

251- Abdullah Sunabihi r.a. meriwayatan bahwa Rasulullah SAW bersabda : apabila hamba Allah ( beriman kepada Alah ) mengambil wudhu’, ( memulai ) dengan memasukkan air( kemulutnya ), maka dosa-dosa mulutnya dihapuskan. Dan apabila ia menghembuskan air ( karena membersihkan ) hidungnya, maka dosa-dosa hidungnya dihapuskan. jiKa ia membasuh mukanya dosa-doa muka dihapuskan, sehingga air melalui dibawah kelopak matanya. Apabila ia membersihkan lengannya maka dosa-d0sa lengannnya dihapuskan sehingga air melalui dibawah kuku-kukuk jarinya. Dan apabila membersihkan kepalanya dengan menyapukan tangannya yang basah maka dosa-dosa kepalanya dihapuskan sehinggga memlaui telinganya. Apabila ia membersihkan kakinya dosa-dosa kakinya akan dihapuskan sehingga melaui dibawah bagian dalam kuku-kuku jari. Kemudian berjalannya menuju ke masjid dan mengerjakan shalat menjadi sebab pahala yang banyak. (HR.Nasai ).

Diriwayatkan dalam sebuah kisah yang panjang oleh Amir Ibnu Abbasa Sulami r.a. : Tiadalah orang yang berdiri untuk mengerjakan shalat sesudah melaukan wudhu’, dan memuji dan memuliakan serta mengagungkan Allah SsWT dengan cara yang patut sesuai martabat Nya, dan ia memusatkan perhatiannya kepada Allah SWT sesudah mengosongkan hatinya ( dari segala pemikiran dunia dan bertawajuh ) semata-mata karena Allah, kecuali bahwa sesudah menyempurnakan shalatnya, ia di sucikan dari dosa-dosanya seolah-olah pada hari ia baru dilahirkan oleh ibunya. (HR>Muslim )

Catatan : Menurut beberapa ulama yang berpegang pada riwayat pertama bermaksud bahwa melaui wudhu segala dosa-dosa yang dilakukan oleh badan di ampuni; dan dengan mengerjakan shalat segala dosa-dosa bathin diampuni ( kashpul Mugotha )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

252- Abu Umamah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : baangsiapa yang bangun mengerjakan wudhu’nya, dengan niat untuk mengerjakan shalat kemudian membersihkan tangan-tangannya, maka dosa kedua belah tangannya berguguran dengan jatuhnya air yang pertama. Kemudian apabila ia berkumur-kumur, dan memasukkan air kedalam hidungnya dan menghembuskanya; maka dosa-dosa lidah bibir berguguran bersama dengan jatuhnya air. Apabila ia membasuh mukanya maka dosa pendengarannya dan penglihatannya berguguran bersama dengan jatuhnya air. Apabila ia membersihkan kedua lengannya samapai ke siku dan ke dua kakinya sampai ke kedua mata kaki; maka ia menjadi bebas dari segala dosa sebagaimana keadaannya pada hari ibunya melahirkannya. Baginda berkata : apabila ia berdiri shalat, Allah menaikkan kedudukannya dan jikalau ia duduk ( walaupun tanpa berdiri untuk shalat ) maka duduknya membebaskan ia dari dosa-dosa ! ( Musnad Ahmad )

 

 

 

 

 

253- Ibnu Umar r.anhuma meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : bagi seorang yang mengambil wudhu’ ( padahal ia sudah ) dalam keadaan bersuci maka baginya tertulis sepuluh hasanah. (Abu Daud )

Catatan : Para ulama telah menuliskan hadis ini merujuk kepada kelebihan memperbaharui wudhu’, sesudah berselang beberapa waktu karena melakukan sesuatu ibadat seperti shalat, membaca Al Qur’an, Thawaf dan sterusnya, untuk mempertahankan dan memperbaharui kekuatan rohani dan fisik untuk ibadat selanjutynya. ( Badzlul Majhud )

 

 

 

 

 

254- Abu Hurarirah r.a. meriwayatkan : Rasululah SAW bersabda : Apabila karena tidak ( takut ) memberatkan umatku maka saya sudah memerintahkan mereka ( untuk membersihkan gigi mereka ) dengan siwak pada setiap waktu shalat. (HR>muslim )

Catatan : Siwak atau Miswak alat pembersih gigi yang diambil dari akar atau ranting berbagai pohon di hutan. Yang paling lazim dan bermanfaat adalah akar dari salvadora persica, sebuah tumbuhan liar padang pasir yang banyak dikenal di Arab sebagai arak dan dalam bahasa urdu sebagai peelu.

 

 

 

 

255- Abu Ayyub Al Anshari r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Ada empat karakterisik yang berkaitan dengan amalan para nabi ( rasul ) : malu, memakai wangi-wangian, memakai siwak dan kahwin. ( HR.Tirmidzi )

 

 

 

 

 

 

 

 

256- Aisyah r.anha meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : ada sepuluh karakteristik yang berkaitan dengan amalan semua nabi : menggunting kumis, memanjangkan janggut, memakai siwak, memasukkan air ( untuk memberishkan hidung ), memotong kuku, membasuh persendian-persendian jari, ( sama halnya semua bagian badan apabila kotor sebagaimana umpama lobang telinga itu, lobang hidung dan ketiak, dan seterusnya ), mencabut bulu-bulu ketiak, mencukur bulu-bulu kemaluan dan membersihkan diri ( dengan air ). Perawi hadis ini, Musad rahmatullahialaihi berkata : saya melupakan yang kesepuluh, barangkali itu adalah berkumur-kumur. ( HR.Muslim )

 

 

 

 

 

257- Aisyah r.a. meriwayatkan bahwa : Nabi SAW bersabda : Siwak adalah sebab untuk membersihkan mulut dan menyukakan Rab. ( Nasai )

 

 

 

 

 

258- Abu Umamah r.a.meriwayatkan : Rasulullah SAW bersbda : Jibril a.s. datang kepadaku menegaskan kepadaku ntuk memakai siwak dengan akibat; yang saya takut menyebabkan gusi-gusi saya luka (pada bagian depan mulutku ). ( Musnad Ahmad )

 

 

 

 

 

259- Aisyah r.anha meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah pergi tidur atau disiang hari kecuali apabila bangun ia membersihkan giginya dengan siwak sebelum mengambil wudhu’. (Abu Daud )

 

 

 

 

 

 

 

260- Ali r.a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya apabila seorang hamba memakai siwak, kemudian berdiri dalam shalat, seorang malaikat berdiri di belakangnya, mendengar lebih dekat kepada bacaannya. Ia kemudian datng lebih mendekat kepadanya; sehingga ia meletakan mulutnya pada mulut (orang yang membaca Al Qur’an ).karena tiada sesuatu yang keluar dari mulutnya ( Al-Qur’an ), kecuali bahwa bacaan itu masuk kedalam mulutnya malaikat ( menjadi sangat dikasihinya ), oleh sebab itu bersihkanlah mulutmu ( dengan siwak ) untuk ( bacaan ) Al Qur’an. ( Musnad Bazar Majma Uz Zawaid ).

 

 

 

 

261- Aisyah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : dua rakaat shalat                     ( dikerjakan) dengan siwak, lebih tinggi nilainya samapai tujuh puluh rakaat yang dikerjakan tanpa siwak. ( Bazar Majma Uz Zawaid )

 

 

 

262- Huzaifah r.a. meriwayatkan : Apabila Rasululah SAW berdiri untuk tahajjud ; ia begitu bergairah menggosok giginya dengan siwak. ( HR. Muslim)

Catatan : Tahajud adalah shalat sunat yang sangat tinggi nilainya apabila dikerjakan pada bagian akhr dari malam.

 

 

 

 

263- Suro’ih rahimahullah berkata saya bertanya : Aisah r.anha : ketika memasuki rumahnya, apa yang dikerjakan pertama-tama oleh Rasululah SAW ?  ia menjawab : ia memakai siwak. (HR.Muslim )

 

 

 

 

264- Zaid Ibnu Khalid Al Juhani r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW tidakla ia meninggalkan rumahnya untuk salahsatu dari shalat sehingga ia memakai siwak.               ( Tabrani dan Majma Uz zawaid )

 

 

 

 

 

265- Abu Khoiroh Subahi r.a. berkata : Saya adalah salah satu dari antara delegasi yang datang kepada Rasulullah SAW dan ia memberikan kami ( akar-akar ) arak ( siwak ) untuk kami pakai sebagai siwak maka kami berkata kepadanya : Wahai Rasulullah ! kami mempunyai batang-batang ( pohon korma untuk miswak ), akan tetapi kami menerima kemurahanmu dan hadiahmu. (Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

 

 

 

A’MAL DAN FADILAH MESJID

 

 

 

Ayat-ayat Al-Qur’an

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Sesungguhnya orang-orang yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah adalah mereka yang beriman kepada Allah dan hari akherat dan mereka mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, dan tiada yang yang mereka takuti kecuali Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperolehi petunjuk. (Attaubah 9:18)

 

 

 

 

 

 

Allah SWT berfirman : Di mesjid-mesjid yang Allah perintahkan untuk meninggikan         ( dibersihkan  dan di muliakan), didalamnya nama Allah diingat ( yaitu melaungkan azan, iqamah, mendirikan shalat, berdoa, membaca Al qur’an,ta’lim wa’taklum perintah-perintah Allah ). Di dalamnya Dia di agungkan pada waktu pagi dan pada waktu petang. Laki-laki yamg tidak dilalaikan oleh perniagaan dan jual beli dari mengingati Allah           ( dengan hati dan lidah ), mendirikan shalat ( iqamah ), dan mengeluarkan zakat. Mereka takut kepada hanya pada suatu hari yang hati-hati dan mata berbolak balik ( karena ke dasyatan azab pada hari kiamat ). ( An nur 24:36-37 )

Catatan : Menghormati mesjid-mesjid adalah bahwa seorang tidak akan masuk kedalamnya dalam keadaan hadast besar sebelum mandi besar, dan tidak membawa ke dalamnya suatu bnda yang najis, dan tidak membuat keributan di dalamnya, dan tidak melakukan suatu urusan dunia atau percakapan dunia di dalamnya dan tidaklah seseorang yang makan sesuatu yang berbau busuk masuk ke dalam mesjid.

 

 

 

 

Hadis-hadis Nabawi

 

 

 

 

 

266- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : tempat yang paling di sukai Alah adalah mesjid – mesjid dan yang paling di benci Allah adalah pasar. ( HR.Muslim )

 

 

 

 

267- Ibnu Abbas r.anhuma meriwayatkan : Mesjid-mesjid adalahrumah-rumah Allah di atas dunia ini. Mereka bercahaya kepada penduduk-penduduk langit, seperti bintang-bintang bercahaya kepada penghuni bumi ini. ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

268- Umar Ibnu Al Khattab meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa membangun sebuah mesjid yang di dalamnya nama Allah disebutkan, Allah akan membangun sebuah istana baginya di dalam sorga ( Ibnu Hibban )

 

 

 

 

 

269- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa pergi ke masjid diwaktu pagi hari dan diwaktu petang hari; Allah menyediakan baginya sebuah istana yang megah di dalam sorga, dengan kesukaan yang baik, dan ini akan berketerusan setiap waktu ketika ia pegi ke masjid di waktu pagi dan petang.                     ( HR.Bukhari )

 

 

 

 

270- Abu Umamah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : pergi ke masjid diwaktu pagi dan diwaktu petang adalah termasuk jihad di jalan Allah. ( tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

271- Abdullah Ibnu Amr Ibnu Al As r.anhuma mriwayatkan bahwa Nabi SAW mengucapkan  ketika memasuki masjid

 

 

( Saya berlindung kepada Allah yang Maha Besar, dan kepada kemuliaan wajahnya, dan kepada kerajaannya yang kekal, dari setan yang terkutuk ). Apabila do’a ini di baca setan berseru : ia telah dilindungi dari aku untuk sisa hari itu ! ( HR.Abu Daud )

 

 

 

 

 

272- Abu said Al Kudri r.a. meriwayatkan bahwa rasulullah SAW bersabda : siapa yang menghiasi mesjid, Allah akan menghiasinya ! ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

273- Abu Darda r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Mesjid adalah rumah setiap orang shaleh yang takut kepada Allah. Bagi sesiapa yang menjadikan mesjid rumahnya, Allah SWT menjamin kesenangan baginya, di karuniakan baginya rahmat, di mudahkan baginya melewati shiroth kepada tujuan keridhoan Nya dan sorga Nya ! ( Tabrani, bazar dan Majma Uz Zawaid )

 

 

 

 

 

274- Muaz Ibnu Jabal r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : sesungguhnya setan adalah serigala bagi manusia, seperti serigala yang menagkap domba, ia akan menangkap seseorang yang sendirian, seseorang yang jauh daripada jama’ah dan seseorang yang menakjubkan. Oleh karena itu hindarilah untuk senanitasa bersendirian ( memisahkan diri dari jama’ah ), dan perpegang teguh kepada jam’aah, dan kepada jama’ah yang umum, dan kepada mesjid. ( Musnad Ahmad ).

275- Abu Said Al Kudri r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Jikalau engkau melihat seorang laki-laki yang senantiasa berulang alik ke masjid maka saksikanlah bhawa ia beriman. Allah SWT berfirman

 

( Sesungguhnya hanyalah orang-orang yang berulang alik ke masjid, yang beriman kepada Allah dan hari akherat. ( HR.Tirmidzi )

 

276- Abu hurairah r.a.meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : Seorang muslim yang menjadikan mesjid tempatnya untuk shalat dan berzikir ( mengingati Allah ), Alah akan gembira dengannya, sebagaimana sebuah keluarga yang bergembira dengan kembalinya seorang anggota keluarga yang hilang atau seorang yang sangat di kasihi. ( Ibnu Majah )

Catatan : menjadikan tempatnya bermakna ia membina suatu hubungan yang khusus dengan mesjid dan lebih menghabiskan waktu disana.

 

277- Abu Hurairah r.a. meriwsystkan : Nabi SAW bersabda : barangsiapa yang menjadikan mesjid tempatnya, dan ( sewaktu-waktu ) disibukkan oleh beberapa perkara atau kesakitan sesudah itu ia kembali ( menghadiri jemaah di masjid ) sebagaimana sebelumnya; Allah kan bergembira dengannya sebagaimana keluarga yang bergembira ke atas ketibaan seorang anggota keluarga yang menghilang atau yang dikasihi ! ( Ibnu Khuzaimah )

 

278- Abu Hurairah r.a, meriwayatkan : Nabi SAW bersabda :  orang-orang yang sering berulang alik ke masjid adalah seperti pasak-pasak mereka. Malaikat-malaikat menjadi sahabat mereka jikalau mereka tidak hadir maka malaikat-malaikat akan mencari mereka dan jikalau mereka sakit malikat-malaikat akan mengunjungi mereka, dan jikalau mereka berada dalam kesulitan, maka malaikat-malaikat akan menolong mereka. Baginda juga berkata : barangsiapa duduk dalam mesjid memperoleh paling kurang satu manfaat dari tiga perkara berikut : bertemu dengan saudar-saudara dalam islam ) yang darpadanya ia dapat bermanfaat ( dalam agamnya ), atau ia mendengar perkataan-perkataan hikmah, atau ia memperolh rahmat daripada Allah, yang mana setiap orang islam menginginkannya. ( Musnad Ahmad )

 

279- Aisah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk membangun masjid-masjid diberbagai tempat, dan membersihkan serta memberikan wangi-wangian di dalamnya. ( Abu Daud )

 

280- Anas r.a. meriwayatkan : bahwa ada seoarang wanita yang mengumpulkan dari mesjid-mesjid. Ketika ia meninggal Nabi tidak diberitahu tentang penguburannya. Rasulullah SAW bersabda : Jikalau seorang dari antara kamu mati, hendaklah dengan suka hati memberitahukan kepadaku. Baginda kemudian mengerjakan shalat jenazah ke atasnya dan berkata : sesungguhnya saya melihatnya diganjari dengan sorga karena menyingkirkan sampah-sampah dari mesjid ! ( tabrani dan Majam Uz Zawaid ).

KALIMAH  TAYYIBAH

لآٍٍِإله الآ الله محمد رسوالله

TIADA  YANG  PATUT  DISEMBAH  KECUALI  ALLAH,

DAN  MUHAMMAD  ADALAH  UTUSAN  ALLAH

 

IMAN

 

Pengertian harafiah iman adalah percaya kepada perkataan seseorang dengan bergantung semata-mata kepada kekuasaannya . Dalam istilah agama Iman berarti percaya kepada yang gaib  dengan bergantung semata-mata pada kekuasaan Rasul.

Ayat-ayat Al Qur’an

 

قال الله تعلى : وما أرسلنا من قبلك من رسول إلآ نوحى إليه أنه, لآ إله إلآ أنافاعبدون (25) [الآنيساء :25]

Allah SWT berfirman : “Dan Kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu   ( wahai Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya : “bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku (Allah ), maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”              ( Al Anbiya 21:25 )

 

وقل تعلى : إنماالمؤمنون ألّذينا إذا ذكرالله وجالت قلو بهم وإذا تليت علهم ءايته, ادتهم إيمنا وعلى ربهم يتو كلون (2) [ الآ نفل : 2 ]

Allah SWT berfirman : Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu…  apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Nya , bertambahlah iman mereka dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.         ( Al Anfal 8:2)

 

وقال تعلى : فأما ألذين ءامنوا بالله وأعتصموا به, فسيدخلهم فى رحمة منه وفضل ويهديهم إليه صراطا مشتقما (175) [ النسا : 175 ]

Allah SWT berfirman : Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka kedalam rahmat Nya dan limpahan karunia Nya, dan menunjuki mereka kejalan yang lurus kepadaNya.       (Annisa 4:175 )

 

وقال تعلى : إنا لننصر رسلنا وألذين ءامنوا فى الحيوة ألدنيا ويوم يقوم ألآشهد (51) [غافر :51 ]

Allah Swt berfirman : Seseungguhnya Kami menolong rasul-rasul  Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan  di dunia dan pada Hari ( Kebangkitan ) ketika berdirinya saksi-saksi.       (Ghofir 40:51)

 

وقال تعلى : ألذين ءامنوا ولم يلبسوا إيمنهم بظلم أوليك لهم ألآ من وهم مهتدون (82) [ الآنعام :82]

Allah SWT berfirman : Orang-orang yang beriman (kepada ke esaan Allah dan tidak menyembah selain daripadaNya ) dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan zulum ( dengan menzalimi diri mereka seperti menyembah selain dari pada Allah –syirik ), mereka itulah orang-orang yang mendapatkan keamanan dan mereka itulah adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.       (Al an’am 6:82)

 

وقالىتعلى : وألذين ءامنوا أشد حبا لله  (165) [البقرة : 165]

Allah SWT berfirman : adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya  kepada Allah.       (Al Baqarah  2:165)

 

وقال تعلى : قل إن صلاتى ومماتى للهربالعلمين (162) [الآنعام :162 ]

Allah SWT berfirman : Katakanlah (wahai Muhammad)! Sesungguhnya shalatku, ibadatku, tidurku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.                     (Al An’am 6:162)

 

 

Hadits-hadits Nabawi

 

1-عن أبى هريرة رضىالله عنه قال : قال رسول الله صلىالله عليه وسلم : الإيما بضع وسبعون شعبة، فأفضلها قول لآألهألله، وأدناها أماطة الأذى عنالطريق، والحياء شعبة من الأيمانסּ رواه مسلم، باب بيان عددشعب الايمان … ،رقم : 153

1. Abu Hurarirah  r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Iman (yakin) mempunyai lebih daripada 70 cabang ,  dan yang terbaik daripadanya adalah La ilaha illallah  ( tiada yang patut disembah kecuali Allah ), dan yang paling rendah adalah membuang duri dari jalan, dan Haya (malu) adalah salah satu cabang dari iman.            ( H.R.Muslim)

Catatan : Hakikat Haya(malu) adalah dapat menahan seseorang dari kejahatan, dan mencegah seseorang dari melalaikan kewajibannya yang mesti ia tunaikan kepada orang lain. ( Riyadush    sholihin ).

2- عن أبى بكر رضىالله عنه قل : قل رسول الله صلىالله عليه وسلم : من قبل منى الكلمة التى عرضت على عمى فردها على فهى له   نجاة סּ رواه احمد 1/6

2. Abu Bakar r.a. meriwayatkan : Rasulullah saw bersabda : Barang siapa yang menerima daripadaku kalimah yang saya sampaikan kepada pamanku (Abu Talib  pada saat  menjelang kematiannya) tetapi ia menolaknya akan menjadi sebab keselamatannya. (Musnad Ahmad)

 

3- عن أبى هريرة رضىالله عنه قل : قل رسول الله صلىالله عليه وسلم : جددوا إيمانكم ، قيل:يا رسول الله ! وكيف نجدد إيماننا ؟ قال : أكشروا من قول لآ إله إلله . رواه أحمد والطبرانى إسناد أحمد حسن، الترغيب   2/415

3.  Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : Perbaharuilah iman kamu ! apabilah ditanya : Wahai Rasulullah, bagaimana kami memperbaharui Iman kami ? Baginda bersabda : Perbanyaklah mengucapkan kalimah La ilaha  illallah.         ( Musnad Ahmad, Tabrani dan targhib)

 

4- عن جابربن عبدالله رضىالله عنهما يقول : سمعت رسول الله صلىالله عليه وسلم    : يقول : أفضل الذكر لآ إله الله وأفضل الدعاء الحمد لله. رواه الترمذى وقالى : هذاحديث حسن غريب، باب ماحاء أندعوة المسلم مستخابة، رقم : 3353

4. Jabir Ibnu Abdullah r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Zikir (ingat kepada Allah ) yang terbaik adalah   La  ilaha illallah dan doa yang terbaik adalah Alhamdulillah. ( HR.Tirmidzi )

Catatan : 1. Kalimah ini adalah asas seluruh Din (agama), dan seorang tidak akan menjadi seorang muslim  tanpanya begitupun iman dan amal seseorang tidak akan dapat diterima tanpanya. 2. memuji Allah SWT sama dengan bermohon oleh karena  itu disebut sebagai doa yang terbaik (Mazahir Haque).

 

5- عنأبى هريرة رضىالله عنه قال : قاى رسول الله صلىالله عليه وسلم    : ماقل عبد لآ أله الله قط مخلصا إلا فتحت له أبواب السماء حت تفضى إلىالعرشى ما احتنب الكباير.رواه الترمذى وقال : هذا حديث حسن، باب دعاء أم سلمة رضىالله عنهما، رقم. 359

5. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Tidaklah seorang hamba (Allah) mengucapkan La ilaha illallah dengan ikhlas, kecuali pintu-pintu langit terbuka sehingga ucapannya itu mencapai Arsy Allah ( yang diterima ) asalkan ia bersabar dari dosa-dosa besar. (HR.Tirmidzi)

Catatan: 1. Mengucapkan dengan Ikhlas maksudnya bebas dari sifat pura-pura dan nifak. 2. Bersabar dari dosa-dosa besar memastikan diterima ucapannya dengan tepat dan  jikalau diucapkan kalimat itu tanpa bersabar daripada dosa-dosa besar maka ucapan itu tidak bermanfaat atau tidak ada pahala. (Mirqat-ul-Mafatih)

 

6- عن يعلى بنشداد قل: حدثنى أبى شداد وعبادة بن اصامت رضىالله عنهماحاضريصدقه قال: كناعندالنبى صلىالله عليه وسلم  فقل : هل فيكم غريبي يعني أهل الكتاب ؟ قلنا : لايارسول الله !فأمربغلق البا وقال : ارفعوا أيديكم وقولوا : لآإله إلا الله ، فرفعنا أيد ينا ساعة ثم وضع صلىالله عليه وسلم  يده ثم قال : الحمدلله ، اللهم إنك بعشتنى بهذه الكلمة وأمرتنى بها ووعدتنى عليها الجنة وإنكىلاتخلف الميعاد ، ثم قال : ألاأبسروا فإن الله قدغفر لكم . رواه أحمد والطبرانى والبزار ورجاله موثق ن ، مجمع الزواد 1/164

6. Ya’la  Ibnu Shaddad  r.a  meriwayatkan : Ayahku Shaddad menceritakan kepada saya yang pada ketika itu  Ubadah Ibnu Samid r.a  hadir sebagai menguatkan riwayatnya. Ia berkata suatu ketika kami bersama-sama dengan Rasulullah SAW. Baginda bertanya : Apakah ada orang  asing  diantara kamu ? bermakna ahli kitab. Kami berkata : Tidak wahai Rasulullah ; Baginda kemudian memerintahkan kami menutup pintu dan bersabda : Angkatlah tangan-tanganmu dan ucapkanlah : La ilaha illallah. Maka kami mengangkat  tangan-tangan kami beberapa saat                          (dan mengucapkan kalimah ), Sesudah itu Nabi SAW menurunkan  tangannya dan bersabda : Alhamdulillah ( segala puji bagi Allah ). Wahai Allah! Sesungguhnya Engkau telah mengutus aku dengan kalimah ini dan telah memerintahkan aku                ( untuk mendakwahkan )nya; Dan Engkau telah menjanjikan kepada ku sorga kepada siapa yang megucapkannya ;  dan sesungguhnya Engkau tidak pernah menarik balik firman Mu. Kemudian Baginda berkata kepada sahabat ; Bergembiralah, karena sesungguhnya Allah telah mengampunkan kamu! ( Munad Ahmad , Tabrani, Bazzar dan Majma Uz-Zawaid ).

 

-7عن أبى ذ ررضى الله عنه قال : قال النبى صلىالله عليه وسلم  : مامن عبد قال لآ إله إلله ثم مات على ذلك إلا دخل الجنة، قلت : وإن زنى وإ سر  ق ، قلت: وإن زنى وان سر ق ؟ قال : و إن زنى وإن سر ق : وإن زنى وإن سرق ؟ قال : وإن زنى وإن سرق على رغم أنف أبى ذر. رواه البخارى، باب الثياب البيض ، رقم : 5827

7. Abu Dzar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda tidaklah seorang Abd (hamba Allah ) yang mengucapkan La ilaha illallah kemudian mati dengan beriman kepad Nya kecuali ia pasti akan memasuki sorga. Saya bertanya : Walaupun  jikalau  ia berzina dan mencuri? Baginda menjawab :   walaupun ia berzina dan mencuri. Saya mendesak : walaupun ia berzina dan mencuri ? Baginda menegaskan : Walaupun ia berzina dan mencuri ; meskipun demikian anda tidak sependapat dengan Abu Zar!       ( HR.Bukhari )

Catatan : Hadist nomor 9 menjelaskan bahwa walaupun seseorang boleh jadi melakukan kejahatan yang serius ; selain daripada syirik, kalimah ini akhirnya akan menyelamatkannya dari neraka jahanam  dan memastikan ia memasuki sorga dengan kehendak Allah,  kalau seseorang yang mengucapkannya dengan penuh keyakinan dan mati dalam keadaan itu. Asal keheranan Abu Zar adalah ternampak dari kepahaman tentang hadist ini yang bermakna bahwa seseorang yang mati dengan keyakinan terhadap kalimah ini akan memasuki sorga sudah mutlak tak dapat dihitung, yang sudah tentu bukanlah masalah atau  bukan yang dimaksud dengan hadist ini, motif yang paling utama bahwa sorga itu mutlak akan menjadi tempat tinggal selama-lamanya bagi orang yang mengucapkan akan mati dengan beriman kepada kaliamah ini  cepat  atau lambat tanpa perlu merujuk kepada keterangan-keterangan yang dapat dipertanggung jawabkan sebelumnya yang terdapat dalam beberapa hadist yang lain. Oleh karena itu perlu dicatat bahwa pengertian yang seksama dari banyak hadist tidak mungkin diperolehi tanpa mengetauhi kumpulan-kumpulan riwayat yang berkaitan dan menerangkan satu sama lain.  ( Mu’ariful Hadist)

 

8- عن حذيفة رضى الله عنه قال : قال رسول الله صلىالله عليه وسلم  يدرس الإسلام كما يدرس وشى الثوب حتى لايدرى ما صيام ولاصدقة ولانسك ويسرى على كتاب الله فى ليلة فلا يبقى فى الآرض منه اية ويبقى طوايف من الناس  الشيخ الكبير والعج زالكبيرة يقولون أدركنا ءنا على هذه الكلمة لآإله الا الله فنحن نقولهاز قال صلةبن زفر لحذيفة : فماتغنى عنهم لا إله إلا الله وهم لايدرن ماصيام ولاصد قة ولانسك ؟ فاغرض عته حذيفة فرددها عليه ثلثا، كل ذلك يعرض عنه حذبفة ثم أقبل عليه فى الثالثة فقال : ياصيلة تنجيهم من النار.     رواه الحاكم وقال : هذا حديث صحيح على شرطمسلم ولم يخر جاه  473

8. Huzaifah r.a meriwayatkan bahwa Rasullullah SAW bersabda : Islam lambat laun akan menjadi usang  sebagaimana pakaian sehingga  Puasa,  Zakat (Sedekah), Nusuk    ( pengorbanan terhadap agama ) tidak akan dikenal. Pada suatu malam nanti               Al Qur’an akan diangkat dari hati-hati manusia  sehingga tidak tertinggal satu ayat pun diatas bumi dan hanya sebagian orang yang masih hidup yang terdiri dari laki-laki dan wanita yang sudah tua yang berkata : Kami mendapati nenek moyang kami mengucapkan kalimah La ilaha illallah, maka kami mengucapkannya juga.  Sila Ibnu Zufr berkata kepada Huzaifah r.a. bagaimana ucapan mereka terhadap  kalimah La ilaha illallah memberi manfaat kepada mereka ketika mereka tidak mengetauhi puasa atau zakat atau nusuk ? Huzaifah r.a. mengelak daripadanya maka ia mengulangi pertanyaannya tiga  kali, tapi setiap kali Huzaifah menghindar. Kemudian setelah kali yang ke tiga  ia berbalik dan menghadapkan mukanya sambil berkata : Wahai Sila ! Sesungguhnya ucapan mereka itu akan menyelamatkan mereka dari neraka . (Mustadrak Hakim ).

 

9- عن أبى هريرة رضىالله عنه قال : قال رسول الله صلىالله عليه وسلم  من قال لآ إله إلاالله نفعته يوما من دهره يصيبه قبل ذلك ما أصابه. رواه البزار والطبرانى ورواته رواةالصحيح، الترغيب 2/414

9. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa yang mengucapkan La ilaha illallah, ( akhirnya ) akan menjadi sebab bagi keselamatannya, walaupun sebelumnya ia menderita dengan azab yang menimpa ke atas dirinya. (Bazzar,Tabrani dan targhib)

 

10- عن عبدالله بن عمر رضىالله عنهما قال: قال رسول اللهصلىالله عليه وسلم  ألا أخبركم بوصية نوح ابنه ؟ قالوا : بالى،قال: أوصى نوح ابنه فقال : لآبنى :يابنى إنىأوصيك بانتيين وانهاك عن اثنتين أوصيك بقول لااله الا الله ، فانها لووصعة في كفة الميزان ووضعت السموات  والارض فى كفة لرجحت بهن ، ولو كانت حلقة لقصمتهن حتى تخلص الى الله ، وبقول : سبحان الله العظيم وبحمده ، فانها عبادة الخلق، وبها تقطع ارزاقهم ، وانهاك عن اثنتين ، الشرك والكبر، فانهما يحجبان عن الله .( الحديس ) راواه البزرا وفيه : محمد بن اسحاق وهو مدلس وهوثقة وبقية رجاله رجال الصحيح ، مجمع الزوائد 10/92

10. Abdullah Ibnu Umar r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Tidakkah saya memberitahukan kepadamu nasehat  Nuh a.s. kepada anaknya ? mereka berkata sungguh, beritahukanlah kepada kami. Baginda bersabda Nuh : Nuh.a.s. menasehatkan putranya ,  katanya kepadanya wahai anakku aku menasihatkan kamu untuk melakukan dua perkara dan melarang kamu dari dua perkara. Aku menasihatkan kamu dengan ucapan La ilaha illallah ; Jika kalimah itu diletakkan dalam satu timbangan dan langit dan bumi ditempatkan pada timbangan yang lain maka niscaya kalimah itu akan lebih berat. Dan jikalau keduanya ( langit dan bumi ) dibentuk dalam lingkaran yang kokoh maka ia (kalimah itu ) akan mematahkan lingkaran itu dan akan mencapai Allah SWT. Dan saya menasehatkan kamu dengan ucapan : Subhanallahil Azim Wabihamdihi ( Maha suci Allah Yang Maha Tinggi, dan segala puji bagiNya ), karena ucapan ini adalah ibadat dari seluruh makhluk dan dengannya rezeki mereka diberikan; dan saya melarang kamu dari dua perkara; Syirik dan Kibr (sombong) karena dua kejahatan ini ( Syirik dan Kibr), menjauhkan seseorang dari Allah Ta’ala.   ( Bazzar dan Majma Uz-Zawaid ).

 

11- عن طلحة بن عبيد الله رضى الله عنه قال:قال النبي صلىالله عليه وسلم  انىلآعلم كلمة لا يقولها رخل يحضره الموت الآ وجدروحه لها روحا حتى تخرج من جسده وكانت له نورا يوم القيمامة. (رواه ابويعلى ورجاله رجل الصحيح مجمع الزوائد 3/67

11. Tolha bin Ubaidullah r.a meriwatkan : Bahwa rasulullah SAW bersabda : Saya mengetauhi sebuah kalimah yang apabila seorang manusia menjelang mati mengucapkannya maka ruhnya ketika meninggalkan jasadnya akan mengalami kegembiraan  disana ;  Dan  akan  menjadi cahaya  baginya  pada  hari   kebangkitan   ( kalimah itu adalah La ilaha illallah ). ( Abu Ya’la dan Majma Uz-Zawaid )

 

12- عن انس رضى الله عنه (فى حديث طويل ) ان النبىصلىالله عليه وسلم  قال : يخرج من النار من قال لآاله الآالله وكان فى قلبه من الخير مايزن شعيرة ثم يخرج من النار من قال لآاله الآالله وكان فى قلبه من الخير مايزن برة ثم يخرج من النار من قال لآ اله الآ الله وكان فى قلبه مايزن من الخير ذرة(وهو جزءمن .الحد يث) رواه البخاري، باب قول الله تعالى : لما خلقت بيدى، رقم:7410

12. Anas r.a. meriwatkan  ( Dalam sebuah riwayat yang panjang ), bahwa Nabi SAW bersabda : Orang-orang yang dibebaskan dari neraka , mereka yang pernah mengucapkan La ilaha illallah dan dalam hatinya ada kebaikan ( iman ) walaupun sebesar tepung gandum. Setelah mereka akan dikeluarkan dari neraka mereka yang mengucapkan La ilaha illallah dan dalam hatinya ada kebaikan  ( iman ) walaupun seberat tepung terigu. Sesudaah itu, akan dikeluarkan dari neraka orang yang mengucapkan La ilaha illallah  dan dalam hatinya ada kebaikan (iman ) walaupun sebesar debu. (HR.Bukhari)

 

 

 

 

13- عن المقداد رضى الله عنه ياقول : سمت رسول الله  يقال: لايبقى على ظهرالآرضىبيت مدر ولا وبرإلا أدخله كلمة الإسلام بعز أوذليل إما يعزهم الله عزوجل فيجعلهم من أهلها أويذ لهم فيدينو ن لهاز. رواه أحمد 6/4

13. Miqdad Ibnu Aswad r.a. meriwayatkan : Saya mendengar rasululah  SAW bersabda : Tidak akan tertinggal diatas permukaan bumi ini sebuah rumah yang terbuat dari tanah atau dari rambut unta di suatu kota, kampung atau padang  sahara; kecuali Allah menjadikan kalima Islam ini memasukinya dengan kehormatan, atau dengan kehinaan yang menghinakan. Ataukah Allah akan memuliakan mereka dan menjadikan mereka diantara ahli-ahli kalimah, atau menghinakan mereka dengan menjadikan mereka tunduk setia kepadanya ( sebagaimana orang-orang dan pemerintah  yang berasaskan keyakinan mereka sendiri ). (Musnad Ahmad )

 

14- عن ابن شماسة المهرى قال : حضرنا عمرو بن العاص وهو فى سياقة الموت يبكى طويلا وحول وجهه إلى الجدار، فجعل ابنه يقول : ياأبتاه ! أما بشرك رسول الله صلىالله عليه وسلم  بكذا ؟ أما بشرك رسول اللهصلىالله عليه وسلم  بكذا ؟ قال فأقبل بوحهه وقال : إن أفضل ما نعد شهدة أن لآ إله ألا الله وأن محمدا رسول الله ، إنى قد كنت على أطباق ثلث ، لقد رأيتنى وما أحد أشد بغضا لر سول اللهصلىالله عليه وسلم  منى ، ولا أحب إلى أن اكون قدالستمكنت منهفقتلته منه، فلو مت على تلك الحال لكنت من أهل النا، فلما حعل الله الإسلام فى أتيت النبى صلىالله عليه وسلم  فقلة : ابسط يمينك فلآبا يعك فبسط يمينه، قال : فقبضت يدى قال : مالك ياعمرو؟ قال قلت ،  اردت أن أشترط قال : تشترط بماذا ؟ قلت : أن يغفر لى قال : أماعلمت ياعمرو أن الاسلام يهدم ماكان قبله؟ وان الهرة تهدم ما كان قبلها؟ وان الحج يهدم  ما كان قبله؟ وما كان احداحب الى من رسل اللهصلىالله عليه وسلم ولا احل فى عينى منهْْ,و ما كنت اطيق ان املآ عينى منه إجلا لا له ولو سئلت ان اصفه ما آ طقت لآ نى ما اكن املآ عينى منه ولو مت على تلك الحال لرخوت ان اكون من اهل الجنة ثم ولينا اشياء ما ادرى ما حالى فيها فاذا انا مت فلا تصحنى نائحة و لا نار فإذ دفنتمنونى فسنوا على التراب سنا ثم آقيموا حول قبرى فدرماتنحر جزور ويقسم لحمها حتى آستآنس بكم, وآنظر ماذا آراجع به رسل ربه.(رواه مسلم,باب كون الآ سلام يهدم ما قبله ….,رقم 321

14. Ibnu Symasa Al-Mahri Rahimahullah meriwayatkan : Kami bersama dengan Amir Ibnu Al-as r.a. ketika ia dalam sakratul maut, dan ia menangis lama sekali, ia memalingkan wajahnya kearah tembok. Putranya menghiburnya katanya! Tidakkah Rasulullah  memberi kabar gembira kepadamu sekian dan sekian ? Tidakkah Rasulullah SAW memberikan kabar gembira kepadamu sekian dan sekian? Kemudian ia menghadap kami dan berkata : Sesungguhnya perkara yang terbaik yang kita persiapkan (untuk kita sendiri ) adalah bersaksi bahwa La ilaha illallahu wa anna Muhamamadur rasulullah ( Tiada yang patut disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusanNYA ). Sesungguhnya saya yelah melewati tiga zaman  dalam kehidupanku. Saya sudah mengetauhi bahwa tidak ada  orang yang lebih saya benci dari pada Rasulullah SAW,  dan tidak ada yang lebih saya inginkan bahwa saya mendapat kesempatan untuk membunuhnya ! dan kalau saya mati dalam keadaan itu tentu saya  berada bersama dengan golongan   ahli neraka. Kemudian ketika Allah mencampakkan Islam ke dalam hati saya, saya datang kepada Rasulullah dan berkata : Ulurkanlah tangan kananmu supaya saya dapat berbaiat kepadamu. Baginda mengulurkan tangannya, tetapi saya menarik balik tanganku. Baginda kembali bertanya : Ada apa gerangan  dengan kamu wahai Amir ? saya berkata : saya mau masuk Islam dengan suatu persyaratan. Baginda bersabda apa persyaratan yang kamu hendaki ? Saya berkata bahwa saya mesti diampuni!  Baginda bersabda : Tidakkah engkau mengetauhi bahwa ( menerima ) Islam menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya ; dan hijrah menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya, dan bahwa haji menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya. Dan setelah itu tidak ada orang yang lebih saya hormati dari pada Rasulullah SAW, Oleh karena itu saya tidak sanggup mengangkat muka untuk menatapnya karena cintaku kepadanya, dan jikalau saya diminta untuk menggambarkan bentuk rupanya, saya tidak dapat melakukannya karena saya tidak pernah menatapnya, dan kalau saya mati dalam keadaan itu saya berharap bahwa saya akan berada diantara orang-orang ahli surga. Sesudah itu kami telah terlibat dalam banyak urusan dunia, yang karena urusan-urusan itu saya tidak mengetauhi bagaimana keadaan diri saya sendiri. Oleh sebab itu apabila saya mati janganlah jenazah saya ditemani oleh wanita-wanita peratap atau janganlah membawa api. Ketika kamu menguburkan aku ratakanlah kubur saya dengan tanah, kemudian berdirilah  beberapa saat sekeliling kuburanku selama masa  seekor unta disembelih dan dibagi-bagikan dagingnya, supaya saya dapat merasa terhibur dari kamu sementara saya memikirkan jawaban apa yang mesti saya berikan kepada utusan-utusanmu ( malaikat-malaikat ) Rabbku. (HR.Muslim.(

15. عن عمر  رصى الله عنه قال النبيصلىالله عليه وسلم  ياابن الجطب ! اذهب فنادفى الناس انه لا يدخل الجنة الا المؤمنون. رواه مسلم , باب غلظ تحريم …رقم 309

15. Umar r.a. meriwayatkan bahwa rasulullah SAW bersabda : Wahai putra Khathab! Pergilah  dan beritahukanlah kepada manusia bahwa sesungguhnya tidak ada orang yang akan memasuki sorga kecuali orang-orang beriman. ( HR.Muslim )

 

16.عن ابى ليلا لصى الله عنه عن النبيصلىالله عليه وسلم  قال:ويحك يا ابا سفيان قد جئيكم بالدنيا والآخرة فا سلمواتسموا.(وهوبعض الحديث )رواه الطبرنى وفيه : حرب بن الحسن الطحان وهو ضعيف وقد وثق، مجمع الزوائد6/250

 

16.  Abu Laila r.a. meriwayatkan dari Bapaknya : Nabi SAW bersabda : Celakalah amu  wahai  Abu Sofyan  !    sesungguhnya  saya  telah  datang   kepadamu    dengan            ( kejayaan ) dunia ini dan akhirat, maka masuk Islamlah dan masuklah kedalam keselamatan. (HR.Tabrani dan Majma Uz-Zawaid ).

17- عن انس رض الله عنه قال: سمعة النبي صلىالله عليه وسلم  يقول:اذا كان يوم القيمامة شفعت، فقلت: يارب! ادخل الجنة من كان فى قبله ادنى شىء . رواه البخارى، باب كلام الر تعالى يوم القيمامةصلىالله عليه وسلم ..رقم 7509

 

17.  Anas r.a. meriwayatkan : saya mendengar nabi SAW bersabda : Apabila terjadi hari kebangkitan maka saya akan dijinkan memberi syafaat maka saya akan berkata : wahai Rab ! masukkanlah kedalam sorga sesiapa  sesiapa yang dalam hatinya  ada iman sebesar biji sawi, ( Allah SWT akan menerima syafaatku ) maka mereka akan memasuki sorga. Kemudian saya akan berkata : masukkan kedalam sorga sesiapa yang mempunyai dalam hatinya iman yang lebih kecil daripada zarrah. (HR.Bukhari )

 

18- عن أبى سعيد الخدرى رض الله عنه عن النبى صلىالله عليه وسلم  قال: يد خل اهل الجنة وأحل النار النار ثم يقول الله تعلى : أخرجوا من كان فى قلبه مثقال حبة من حرد ل من إيمان فيخرجون منها قداسودا ، فيلقون فى نهرى الحياة فينبتون كماتنبت الحبت فى جانب السيل ألم تر أنهاتخرج صفراء ملتو ية ؟. رواهالبخارى ، باب تفاضل أهل الايمان فى الآعمال ، رقم : 22

16. Abu Sayyid Al-Kudri r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : apabila ahli-ahli sorga sudah memasuki sorga dan ahli-ahli neraka sudah memasuki neraka, Allah SWT berfirman keluarkanlah sesiapa yang mempunyai dalam hatinya iman seberat biji sawi. Karena itu mereka akan dikeluarkan dari neraka yang keadaan mereka hitam kelam. Mereka akan dilemparkan kedalam sungai kehidupan dan mereka akan tumbuh kembali sebagaimana benih yang tumbuh pada tepi sungai – sungai yang deras. Tidakkah kamu memperhatikan bagaiamana ia tumbuh dengan lengkung kuning yang berseri ? (HR.Bukhari ).

19- عن أبى أمامة رض الله عنه أن رسول الله صلىالله عليه وسلم  سأله رجل فقل : يا رسول الله ! ما الإيمان ؟ قال : إذاسرتك وساء تك سيئتك مؤمن . ( الحديس ) رواه الحاكم وصححه ، ووالفقه الذهبى 1/ 13،14

19. Abu Umamah meriweayatkan : Seorang bertanya kepada Rasulullah SAW  wahai utusan Allah ! apa itu Iman ? baginda menjawab : apabila amal baikmu menyukakan kamu dan amal burukmu menyedihkan kamu, maka engkau adalah seorang mukmin     ( beriman ). (HR.Mustadrak Hakim ).

 

20- عن العباس بن عبد المطلب رض الله عنه أنه سمع رسول اللهصلىالله عليه وسلم يقول : ذاق طعم الإ يمان من رضى بالله ربا وبالإسلام دينا وبمحمد صلىالله عليه وسلم  رسولا. رواه مسلم ، باب الد ليل على أن من رضى بالله ربا…  قم: 151

20. Abbas Ibnu  Abdul Muthalib  r.a. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya orang yang merasakan bunganya iman adalah orang yang ridha kepada Allah sebagai Rabnya dan orang yang ridho kepada Islam sebagai Din ( agama )nya, dan oang yang ridho kepada Muhammad SAW sebagai utusan Allah. ( HR.Muslim )

Catatan :  Ini bermakna menyembah Allah SWT, menjalankan kehidupan menurut syariat Islam dan mentaati Muhammad SAW yang berhubungan dengan kasih yang mendalam karena Allah, RasulNya SAW dan Islam. Barang siapa yang telah mencapai derajat ini sesungguhnya dia telah rasakan manisnya Iman.

 

21- عن أنس رض الله عنه عن النبى صلىالله عليه وسلم  قال : ثلث من كن قيه وجد حلاوة الإيمان : أن يكون الله ورسوله أحب إليه مما سوا هما ، وأن يحب المرء لا يحبه لله ، وأن يكره أن يعود فى الكفر كما يكره أن يقذف فى النار. رواه البجارى ، باب حلاوة الإيمان ، رقم: 16

21- Anas r.a. meriwayatkan bahwa : Nabi SAW bersabda : barangsiapa yang memiliki tiga sifat yang berikut akan merasakan kemanisan Iman : seseorang yang kasihnya kepada Allah dan RasulNya lebih dari pada segala sesuatu ; seseorang yang mengasihi orang lain semata-mata karena Allah ; dan seseorang yang membenci untuk kembali kepada kufur sebagaimana ia benci dicampakan kedalam neraka. (HR.Bukhari )

 

22- عن أبى أمامة رض الله عنه أن رسول الله صلىالله عليه وسلم  أنه قال : من أحب لله ، وأبغض لله ، وأعطى لله ، ومنع لله فقد استكمل الإيمان. رواه ابوداؤد ، باب الدليل على زيادة الإيمان ونقصانه ، رقم : 4681

22- Abu Umamah r.a. meriwayatkan bahwa rasulullah SAW bersabda : Jikalau seseorang kasih semata-mata kareana Allah, benci semata-mata karena Allah, memberi semata-mata karena Allah dan menarik pemberian semata-mata karena Allah, maka ia akan mendapat kemajuan kepada kesempurnaan Iman.                           ( HR.Abu   Daud ).

 

23- عن ابن عباس رض الله عنه عن النبى صلىالله عليه وسلم  أنه قال لآبى ذر : ياأبا ذر ! أىعرى الإيمان ؟ قال : الله عزوجل ورسوله اعلم، قال : الموالاة فى الله والبغض فى اللهز رواه البيهقى فى شعب الإيمان 7/70

23- Ibnu Abbas r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bertanya kepada Abu Dzar :wahai Abu Dzar ! Iman yang manakah yang dipapat dipercaya ? ia menjawab : Allah SWT dan Rasulnya yang lebih mengetauhi. Nabi SAW bersabda : Bertemu karena Allah, (mengasihi seseorang) karena Allah (membeci seseorang) karena Allah (HR.Baihaqi)

Catatan : Ini bermakna bahwa dari antara cabang-cabang iman yang paling kekal dan yang menghidupkan adalah apa yang berhubungan dengan seseorang; menghubungkan  atau memutuskan silaturahmi, mengasihi atau membenci, tidak mesti di asaskan pada pemenuhan keinginan seseorang, akan tetapi semata-mata karena Allah dan dalam rangka mematuhi perintah-perintahNya.

 

24- عن أنس بن مالك رض الله عنه عنه قال : قل رسو ل الله صلىالله عليه وسلم  طوبى لمن أمن بى ورانىمرة وطوبى لمن امن بى ولم يرنى سبع مرار. رواه أحمد 3/155

24- Anas Ibnu Malik r.a. meriwayatkan  bahwa Rasulullah SAW bersabda : Berikanlah kabar gembira sekali pada orang yang beriman kepadaku dan melihat aku ; dan berikanlah kabar gembira 7 kali kepada orang yang beriman kepadaku dan tidak melihat aku ! (Musnad Ahmad ).

 

25- عن عبد الرحمن بن يزيد رحمهالله قال : ذكرا عند الله أصحاب محمد صلىالله عليه وسلم  وإيمانهم قال : فقل عبد الله إن أمر محمد صلىالله عليه وسلم  كان بينا لمن راه والذى لآ إله غيره ما امن مؤمن أفضل من إيمان بغيب ثم قرأ : “الم ذلك الكتب لاريبْْْ فيه” إلى قوله تعلى ” يؤمنون بلغيب “. رواه الحاكم وقال : هذاحديث صحيح على شرط الشيخين ولم يخر جاه ووافق الذهبى 2/265

25- Abdurrahman Ibnu Yazid  Rahimahullah menceritakan : Beberapa orang mengingatkan kenangan mereka tentang sahabat-sahabat Muhammad SAW dan iman mereka dihadapan Abdullah r.a. Maka bdullah berkata sesungguhnya kenabian Muhammad SAW sudah terang bagi orang yang melihatnya. Dan demi yang satu, selainnya tiada yangh patut disembah, dan tiadalah seorang yang memiliki iman lebih baik daripada beriman kepada yang gaib kemudian ia membaca Alif Lam Mim Dzalikal kitabu La Roiba Fih ……..Bil Ghaib inilah kitab ( Al Qur,an ) yang tiada keraguan didalamnya, sebagai petunjuk kepada orang-orang yang muttaqun [ orang-orang yang saleh yang banyak takut kepada Allah     ( yang bersabar dari segala macam dosa dan perbuatan-perbuatan jahat yang dilarangNya ) dan banyak mengasihi Allah                          ( melakukan berbagai amal kebaikan yang diperintahkannya ) ]. Orang-orang yang beriman kepada yang ghaib !         (Al baqarah 2:1) (Mustadrak hakim )

 

26- عن أنس بن مالك رض الله عنه  قال: قل رسول الله صلىالله عليه وسلم ودد ت أنى لقيت إخوانى ، قال فقل أصحاب النبى صلىالله عليه وسلم  : أوليس نحن إخوانك ؟ أنتم أصحابى ولكن إحوانى الذين امنوا بى ولم يرونى. رواه احمد 3/155

26- Anas Ibnu Malik r.a.meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda : Saya berkehendak bahwa saya dapat bertemu dengan saudara-saudara. Sahabat Nabi SAW bertanya : Tidaklah kami adalah saudara-saudaramu ? baginda menjawab : kamu adalah sahabatku. Tetapi saudara-saudaraku adalah yang beriman kepadaku walaupun mereka tidak melihat aku. (Musnad ahmad )

 

27- عن عبد الرحمن الجهنى رض الله عنه  قال: بينا نحن عند رسول الله صلىالله عليه وسلم  طلع راكبان ، فلما راهما قال : كنديان مذحجيان حتى أتياه ، فإذا رجال من مذحج ، قال : فدنا إليه أحدهما ليبايعه ، قال فلماأخذ بيده قال : يا رسول الله ! أرأيت من راك فامن بك وصدقك واتبعك ماذا له ؟ قال : طوبى له ، قال فمسح على تده فانصرف ، ثم أقبل الآخر حتى أخذبيده ليبايعه قال : يا رسول الله ! أريت من امن بك وصدقك واتبعك ولم يرك قال : طوبى له ثم طوبى له طوبى له ، قال فمسح على يده فانصرف. رواه أحمد 4/152

27- Abdurrahman Al Juhani r.a. berkata : kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah SAW ketika dua orang penunggang muncul. Ketika Baginda SAW melihat mereka ia berkata : kedua orang ini nampaknya adalah orang yang berasal dari suku Kindah dan Madhhij ! Ketika mereka sampai dihadapannya maka benar bahwa mereka berasal dari Madhhij. Selepas itu seorang dari antara mereka datang mendekat kepadanya untuk berbaiat. Sambil menjabat tangan Rasulullullah SAW, orang yang melihat engkau dan beriman kepada engkau dan membenarkan apa yang engkau           ( diutus ) dan mengikuti engkau, apa yang akan ia perolehi disana? Baginda menjawab : berikanlah kabar gembira kepadanya. Kemudian ia melepaskan tangannya dari tangan nabi SAW dan pergi. Kemudian yang lain datang kehadapan dan mengambil tangan nabi SAW untuk berbaiat. Ia berkata wahai Rasulullah, orang yang beriman kepada engkau dan membenarkan engkau dan mengikuti engkau walaupun ia tidak melihat engkau apa yang akan ia perolehi ? Baginda menjawab: Berikanlah kabar gembira kepadanya, sekali lagi berikanlah kabar gembira kepadanya, dan sekali lagi berikanlah kabar gembira kepadanya. Kemudian ia melepaskan tangannya ( dari tangan Nabi SAW ) dan setelah ia berbaiat ia pergi. (Musnad Ahmad )

 

28- عن أبى موس رض الله عنه  قال: قال رسول الله صلىالله عليه وسلم  : ثلاثة لهم أجران : رجل من أهل الكتاب امن بنبيه وامن بحمد صلىالله عليه وسلم  والعبد المملوك إذا أدى حق الله تعلى وحق مواليه ، ورجل كانت عنده أمة فأدبها فأحسن تأديبها وعلمها فأحسن تعليمها ثم أعتقها فتز جها فله أجران. رواه البخارى ، باب تعليم الرجل أمته وأهله ، رقم : 97

28- Abu Musa r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Ada tiga jenis manusia yang akan mendapat pahala ganda : Seorang dari antara ahli kitab ( Yahudi dan Nasrani ), yang beriman kepada nabinya dan juga beriman kepada Muhammad SAW ; Seorang hamba sahaya apabila ia menunaikan hak-hak Allah dan juga hak daripada majikannya ; dan seorang yang memiliki hamba sahaya yang perempuan dan ia mengajarkan dan mendidiknya dengan ilmu yang terbaik dan mengasuhnya, kemudian ia membebaskannya dan mengawinkannya, sesungguhnya baginya adalah pahala ganda ( HR.Bukhari ).

Catatan : Tujuan hadist ini menjelaskan bahwa pahala ganda yang dicatat dalam kaitan dengan setiap amal-amal ini, dibandingkan dengan yang lain. Sebagai umpama jika seorang mengerjakan shalat, ia akan menerima pahala sepuluh kali ganda  dan apabila salah satu dari tiga orang ini melakukan amal yang sama, paalanya akan menjadi dua puluh kali ganda. (Mazahir Haque ).

 

29- عن أوسط رحمه الله قال : ختبنا أبو بكر رض الله عنه  فقال : قام رسول الله صلىالله عليه وسلم  مقامى هذا عام الآول ، وبكى ، فقال أبو بكر : سلو الله المعا فاة أو قال : العافية فلم يؤت أحد قط بعد اليقين أفضل من العافية أوالمعافاة. رواه أحمد 1/3

29- Awsat Rahimahullah menceritakan bahwa Abu Bakar r.a. menyapa kami katanya : Setahun yang lalu Rasulullah SAW berdiri ditempat ini dimana saya sedang berdiri. Kemudian Abu Bakar mulai menangis. Maka Abu Bakar r.a berkata : mohonlah kepada Allah akan afiyah ( keadaan baik ) karena tiada seorang pun yang diberi ; sesudah yakin ( iman yang kuat ) adakah sesuatu lebih baik daripada afiyah.        (Musnad Ahmad ).

 

30- عن عمروبن شعيب عن أبيه عن جده رض الله عنهما أن النبى صلىالله عليه وسلم  قال : أول صلاح هذه الآمة باليقين والزهد وأول فسادها بالبخل والأمل، رواه البيهقى فى سعب الايمان 7/467

30 Abdullah Ibnu Amir r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Awal pembentukan umat ini dikarenakan iman yang sahih dan bersabar dari kesenangan –kesenangan dunia dan awal kemunduran umat ini dikarenakan kebatilan dan memandang  akan kemewahan-kemewahan dunia. (HR.Baihaki )

 

31- عن عمر بن الخطاب رض الله عنه قال : قال رسول اللهصلىالله عليه وسلم لو أنكم كنتم توكلون على الله حق توكله لرزقتم كما ترزق الطير تغدوخماصا وتروح بطانا. رواه الترمذا حديث حسن صحيح ، باب فى التو كل على الله ، رقم : 2344

31- Umar Ibnu Khattab r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Jikalau kamu bertawakkal dengan sebenar-benarnya kepada Allah maka sesungguhnya Dia akan memberikan kepada mu rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung-burung. Mereka berangkat dipagi hari dengan perut yang kosong dan kembali di petang hari ( dengan perut mereka ) yang kenyang. ( HR.Tirmidzi ).

 

32- عن جابربن عبدالله رض الله عنهما أخبره أنه غزامع رسول الله صلىالله عليه وسلم  قبل نجد ، فلما قفل رسول الله صلىالله عليه وسلم  قفل معه ، فأدركتهم القائلة فى واد كثير العضاه ، فنزلرسول الله صلىالله عليه وسلم  وتفرق الناس يستظلون بالشجر ، فنزل رسول اللهصلىالله عليه وسلم  تحن شجرة وعلق بها سيفه ، ونمنا نومة فإذا رسول الله صلىالله عليه وسلم  يدعونا وٌإذا عنده أعرابى ، فقال : إن هذا اخترط على سيفى وأنا نائم ، فاستيقظت وهو فى يده صلتا ، فقال : من يمنعك منى ؟ فقلت : الله ، ثلاثا ، ولم يعاقبه وجلس. رواه البجارى ، باب من علق سيفه بالشجارى… ،رقم : 2915

32- Jabir Ibnu Abdullah r.anhuma meriwayatkan bahwa ia bersama-sama dengan Rasulullah SAW dalam sebuah ekspedisi ( dijalan Allah ) ke Najd ; dan ketika kembali Rasulullah SAW dari ekspedisi ini, ia bersama dengannya. ( Peristiwa ini berlaku pada perjalanan mereka kembali ). Waktu petang hari ngantuk telah menguasi mereka. Ketika mereka berada di suatu lembah yang ditunggui pohon – pohon berduri. Rasulullah SAW turun dari untanya dan sahabat-sahabatnya bertebaran diantara pohon-pohon mencari pohon-pohon yang teduh. Rasulullah SAW berlindung dibawah sebuah pohon dan ia menggantungkan pedangnya pada pohon itu. Kami baru saja tertidur  ketika tiba-tiba Rasulullah SaW memanggil kami dan ada seorang badui yang kafir sedang bersamanya. Rasulullah SAW berkata orang badui ini mengambil pedang saya dan menghunuskannya ketika saya sedang tidur. Apabila saya terbangun, Pedang telanjang yang terhunus sudah ada ditangannya dan ia berkata kepadaku : Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari    padaku ? Aku memberitahukan kepadanya tiga kali bahwa Allah ! ia terduduk dan Rasulullah SAW tidak menghukumnya ( karena perbuatannya itu ) ( HR.Bukhari ).

 

33- عن صالح بن مسمار وجعفر بن برقان رحمهماالله أن النبى صلىالله عليه وسلم  قال للحارث بن مالك : ما أنت ياحارث بن مالك ! قال : عزفت نفسى من الدنبا ، وأسهرت ليلى ، وأظمأت نهارى ، وكأنى أنظر إلى عرسى ربى حين يجاءبه ، وكأنى أنظر إلى أهل الجنة يتزاورون فيها ، وكأنى أسمع عواء أهل النار ، فقال النبى صلىالله عليه وسلم  مؤمن نورقلبه. رواه عبدالرزق فى مصنفه ، باب الايمان ولإسلام 11/129

33- Saleh Ibnu Mismar dan Ja’far Ibnu Burkhan Rahimahullah menceritakan Rasulullah SAW bertanya kepada Harist Ibnu Malik r.a. : Apa kabar wahai Harist Ibnu Malik ? Ia menjawab : dengan rahmat Allah saya beriman ( berada dalam keadaan iman ). Rasulullah SAW bertanya seorang mukmin yang benar ? ia menjawab mukmin yang benar. Rasulullah SAW bersabda bagi setiap kebenaran ada hakekatnya. Karena itu apakah hakikat kebenaran ( yang kamu katakana itu ) ?   ia menjawab saya sudah memalingkan diri saya dari dunia ini dan melewati malam-malam saya berjaga                  ( dalam ibadah ) dan saya melewatkan hari – hari saya dalam kehausan ( berpuasa ). Jikalau saya dapat melihat Arsy Rabb saya ketika saya akan dibawa dan saya seolah-olah melihat ahli-ahli sorga menjiarahi satu sama lain dan saya seolah – olah mendengar jeritan ahli-ahli neraka ! Rasulullah SAW kemudian bersabda : ( Harist ) seorang mukmin yang demikian hatinya telah mendapat nur. (Musannaf Abdu Rozaq)

 

34- عن ماعز رض الله عنه عن النبى صلىالله عليه وسلم  أنه سئل أى الآعمال أفضل ؟ إيمان بالله وحده ، ثم الجهاد حجة ، ثم حجة برة ، تفضل سائر العمل كما بين مطلع الشمس إلى مغربها. رواه احمد 4/342

34- Ma’iz r.a meriwayatkan bahwa Nabi SAW di tanya amal manakah yang paling afdzal ? Baginda SAW bersabda : beriman kepada Allah ialah Allah Yang Esa, kemudian Jihad, kemudian haji yang  mabrur. Mereka mengatasi segala amal-amal lain (dalam keutamannya), sebagaimana jarak antara terbitnya matahari dan terbenamnya    ( Musnad Ahmad )

 

35- عن أبى أمامة رض الله عنه قال: ذكرأصحاب رسول الله صلىالله عليه وسلم يوما عند ه الد نيا ، فقال رسول الله صلىالله عليه وسلم  ألاتسمعون ؟ ألاتسمعون ؟ إن البذ ة من الإيمان بغنى : التقحلز رواه أبو داود ، باب النهى عن كشر من الإرفا ه ، رقم : 4161

35- Abu Umamah r.a. berkata : Suatu hari sahabat Rasulullah SAWmenyebut-nyebutkan dunia dihadapannya. Maka Rasulullah SAW berkata tidakkah kamu mendengarkan ? tidakkah kamu mendengarkan ? sesungguhnya sederhana adalah bagian dari iman, sesungguhnya sederhana adalah bagian dari iman !                                 ( HR.Abu     Daud ).

Catatan : ( Sederhana ) disini bermakna meninggalkan upacara-upacara, perhiasan-perhiasan dan berdandan

.

36- عن عمروبن عبسة رض الله عنه قال: فأى الإيمان أفضل ؟ قال : الهجرة ، قال : فما الهجرة ؟ قال : تهجرالسوء. (وهو بعض للحديس )رواه احمد 4/114

 

36- Amir Ibnu Abasah r.a bertanya Iman yang manakah yang paling afdzal ? Nabi SAW menjawab hijrah ( berpindah  semata-mata karena Allah dan agama ). Kemudian ia bertanya : apa itu hijrah ? Nabi SAW menjawab meninggalkan kejahatan.                     ( Musnad Ahmad ).

 

37- عن سفيان بن عبد الله الثقفى رض الله عنه قال: قلت يا رسول الله ! قل لىفى الإسلام قولا لاأسأل عنه أحد بعدك ، وفى حديث أبىأسامة : غيرك ، قال امنت بالله ثم الستقم. رواه مسلم ، باب حامع أوصاف الإسلام ، رقم : 159

37- Supyan Ibnu Abdullah Aththaqofi r.a. berkata : Saya bertanya : wahai Rasulullah ! beritahukanlah kepadaku sesuatu mengenai islam yang mana setelah ini saya tidak perlu bertanya kepada orang lain selain engkau. Baginda bersabda : Katakanlah aku beriman kepada Allah. Dan aku beristiqomah dengannya. ( HR.Muslim ).

Catatan : Pertama beriman kepada Allah dan semua sifat-sifatnya dan mentaati semua   perintah-perintahnya dan mengikuti Rasul-Nya. Inilah iman dan ketaatan terhadapnya tidak boleh di alihkan tetapi dengan berpegang teguh kepadanya.                                   ( Mazahir Haque ).

 

 

 

 

 

38- عن عبدالله بن عمروبن العاص رض الله عنهما قال: قال رسول الله صلىالله عليه وسلم  : إن الإيمان ليخلق فى جوف أحد كم كما يخلق الثوب الخلق فاسئلو الله أن يجد الإيمان فى قلو بكم. رواه الحاكم وقال : هذا حديث لم يخرج فى الصحيحين ورواته مصريون ثقات، وقداحتج مسلم فى الصحيح ، ووافقه الذهبى 1/4

 

38- Abdullah Ibnu Amir Ibnil As r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : sesungguhnya iman yang ada dalam diri seseorang  dari kamu menjadi usang sebagaimana pakaian yang sobek apabila dipakai. Oleh sebab itu mintalah kepada Allah untuk memperbaharui imanmu dalam hati-hati kamu.                                     ( Mutadrak Hakim ).

 

39- عن أبى هريرة رض الله عنه قال: قال النبىصلىالله عليه وسلم  إن الله تجاوزلى عن أمتى ماوسوست به صدورها مالم تعمل أوتكلم. رواه البحارى ، باب الخطا والنسيان فى العتا قة صلىالله عليه وسلم .، رقم : 2527

39- Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : Sesungguhnya Allah Ta’ala  telah  mengampuni bisikan – bisikan atau keinginan-keinginan buruk hati mereka selagi mereka tidak melaksanakan ( keinginan-keinginan itu atau tidak menzahirkannya ) (HR.Bukhari ).

40- عن أبى هريرة رض الله عنه قال: جاء ناسمن أصحاب النبى صلىالله عليه وسلم  فسالوه : إنا نجدفى أنفسنا ما يتعا ظم أحدنا أن بتكلم به ، قال : اوقد وجد تموه ؟ قالوا : نعم ، قال : ذلك صريع الإيمان. رواه مسلم ، باب بيان الوسو سة فىالإيمان.. .، رقم : 345

40- Abu Hurairah r.a meriwayatkan :  Beberapa sahabat r.a. datang kepada Nabi Muhammad SAW dan bertanya kepadanya :  kami mendapatkan bahwa didalam hati-hati kami terbersik pemikiran-pemikiran yang kami rasa hina untuk membicarakannya. Baginda bersabda benarkah apa yang kamu rasakan seperti itu? Kami berkata Ya. Baginda menjawab : sesungguhnya itu adalah bukti iman (HR.Muslim )

Catatan : Ini bermakna bahwa apabila bisikan-bisikan dan pemikiran-pemikiran menghasut kamu maka kamu akan jauh dari pada beriman dan iman kamu akan menjadi lemah apabila mengucapkannya. Sesungguhnya ini adalah tanda iman yang sempurna. ( Nawawi ).

 

 

41-  عن أبى هريرة رض الله عنه قال :قال رسول الله صلىالله عليه وسلم : أكثروامن شهادة أن لآ إله الله قبل أنيحال بينكم وبينهما. رواه أبو يعلى ياسناد جيد قوى ، الترغيب 2/316

41- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda :  perbanyaklah mengucapkan La ilaha illallah ( Tiada yang patut disembah kecuali Allah ) , sebelum rintangan ( mati dan sakit ) datang antara kamu dan dia.

( Musnad Abu Ya’la –Targhib)

 

 

42- – عن عثمان رض الله عنه قال: قال رسول الله صلىالله عليه وسلم  من مات وهويعلم أنه لآإله إلا الله دخل الجنة . رواه مسلم ، باب الدليل على ان من مات .. .، رقم : 136

42- Ustman Bin Affan r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa yang mati mengetauhi (dan beriman )bahwa tiada Tuhan yang patut di sembah kecuali Allah akan memasuki sorga. ( HR.Muslim )

 

 

 

 

43- عن عثمان بن عفان رض الله عنه قال : قال رسول الله صلىالله عليه وسلم : من مات وهو يعلم أن الله حق دخل الجنة. رواه أبويعلى فى مسند ه 1 /159

43- Ustman bin Ahhan r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa yang mati mengetauhi ( dengan kepastian ) bahwa Alah adalah hak dan Dia ada akan memasuki sorga. ( Musnad Abu Ya’la)

 

44- عن على رض الله عنه قال : قال النبىصلىالله عليه وسلم  : قال الله تعلى : إنى أنا الله لآ إله إلا أنامن أقرلى بلتوحيد دخل حصنى ومن دجلحصنى أمن من عذابى . رواه ألشيرازىوهوحديث صحيح ، الجامع الصغير 2/234

44- Ali r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW dalam sebuah hadist kudsi bersabda : Allah SWT berfirman :Sesungguhnya aku adalah Allah tiada yang patut disembah kecuali aku, Barng siapa yang mengakui ke Esaan-Ku memasuki benteng-Ku dan barang siapa yang masuk kedalam benteng-Ku akan terselamat dari pada azab-Ku.        ( Jami’us saghir ).

45- عن مكحول رحمه الله يحدث قال:جاء شيخ كبير هرم قد سقط حاجباه على عينيه فقال :يارسول الله ! رحل غدل وفجر ولم يدع حاجة ولاداجة الا اقتطفها بيمنيه، لوقسمت خطيئته بين اهل الارض لآوبقتهم، فهل له من توبة ؟ فقال النبيصلىالله عليه وسلم ااسلمت ؟ فقال : اماانا فاشهدان لآ اله الا اللهوحده لا شرك له وان محمدا عبده ورسوله، فقال النبيصلىالله عليه وسلم  فان الله غافر لك ما كنت ذلك  ومبدل سيئاتك حسنات فقال:يارسول الله!وغدراتى وفجراتى ؟ فقال: وغدراتك وفجراتك، فولى الرجل يكبر ويهلل. التفسر لا بن كثير3/340

45- Makhul Rahimahullah menceritakan bahwa seorang yang tua dengan alis matanya yang menutupi matanya datang dan berkata : Wahai Rasulullah SAW ! seorang yang berkhianat, berzina, tidak meniggalkan sedikit keinginan atau nafsu yang paling kecil, kecuali (ditunaikannya) ; Jikalau dosa-dosanya dibagi-bagikan diantara semua manusia seluruh dunia, mereka akan binasa karenanya ! Adakah tobat bagi dia ? Rasulullah SAW bertanya : Apakah kamu sudah masuk Islam ? Ia menjawab : Bagi saya , أسهد أن لآ إله الاالله وحده لا شريك له وأن محمدا عبده ورسو له

(Saya bersaksi bahwa tiada yang patut disembah kecuali Allah Dialah Yang Esa Tiada serikat bagi-Nya dan bahwa Muhammad adalah hamba  dan Utusan-Nya. Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengampuni segala apa yang telah engkau lakukan dan telah menggantikan amal-amal burukmu dengan kebaikan. Kemudian orang tua itu berkata : Wahai rasulullah ! dan penghianatanku dan perbuatan zinaku ? Nabi Saw menjawab : Dan pengkhianatanmu dan perbuatan zinamu. Orang tua itu berpaling dan pergi sambil mengucapkan Allahu Akbar, laa ilaha illallah.             ( tafsir Ibnu katsir ).

 

46- عن عبدالله بن عمروبن العاص رض الله عنهما يقول: سمعت رسول اللهصلىالله عليه وسلم  : يقول : إن الله سيخلص رجلا من أمتى على رؤؤس الخلائق يومالقيامة فينشر عليه تسعة وتسعين سجلا، كل سجل مثل مدالبصر ثم يقول : أتنكرمن هذا شيئا ؟ أظلمك كتبتى الحافظون ؟ يقول : لا، يارب ! فيقول : أفلك عذر ؟ فيقول : لا ، يارب ! فيقول : بلى ، إن لك عندنا حسنة فإنه لاظلم عليك اليوم ، فيخرج بطاقة فيها أسهدان لآاله إلاالله واشهدان محمدا عبده ورسوله ، فيقل : احضروزنك ، فيقول: يارب ! ماهذه البط قة مع هذه السجلا ت ؟ فقال : فإنك لاتظلم. قال : فتوضع السجلا ت فى كفة والبطاقة فىكفة فطاشت السجلات وثقلت البطاقة ، ولايقل مع اسم الله شء . رواه الترمذى وقال : هذاحديث حسن غريب ، باب ماجاء فيمن يموت .، رقم :2639

46- Abdullah Ibnu Amir Ibnil As r.a meriwayatkan : Saya mendengar Rasululah SAW bersabda  sesunguhnya Allah Ta’ala  menyelamatkan seseorang dari pada umatku dihadapan seluruh makhluk pada hari kebangkitan  setelah membuka sembilan puluh sembilan gulungan kitab ( amal keburukan ) yang berlawanan dengannya, yang setiap gulungan panjangnya sejauh mata memandang. Kemudian Allah Ta’ala berfirman : Apakah kamu menyangkal sesuatu yang tertulis disini ? Apakah pencatat-pencatat saya telah melakukan ketidak adilan kepada kamu ? Ia akan berkata : Tidak wahai Rabbku. Allah SWT berfirman kamu mempunyai suatu amal kebaikan dari sisi kami dan sesungguhnya pada hari ini tidak akan ada ketidak adilan  ke atas kamu. Kemudian sekeping kertas akan dibawah bertuliskan kalimah di bawah ini :

 

أسهد أن لآ إله الاالله وحده لا شريك له وأن محمدا عبده ورسو له

 

Saya bersaksi bahwa tiada yang patut disembah kecuali Alah dan Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Kemudian Allah SWt berfirman : Pergilah dan letakkan dalam timbangan. Maka ia akan berkata : Wahai Rabbku berapakah beratnya sekeping kertas ini dibandingkan dengan semua gulungan kitabku ini ? Allah SWT akan berfirman : Sesungguhnya tidak akan ada ketidak adilan terhadap kamu kemudian gulungan-gulungan kitab itu diletakkan pada sebelah dacing dan sehelai kertas itu  disebelah dacing lainnya. Maka perbandingan berat sekeping kertas  pada dacing dan gulungan kitab mulai bergerak da tidak ada yang dapat mengatasi  beratnya nama Allah ( HR.Tirmidzi )

 

 

47- عن أبى عمرة الآنصارى رض الله عنه قل: قال النبى صلىالله عليه وسلم  : أسهد أن لآ إله الاالله وأنى رسولالله لايلق عبد مؤمن بها إلاحجبته عن الناريوم القياة ، وقى رواية : لايلق الله**أحد بوم القيامة إلا أدخل الجنة على ماكان فيه. رواه أحمد والطبرانىفىالكبير والآوسطورجاله ثقات ، مجمع الزوائد 1/165

47- Abu Amrah Al ansari r.a. meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW    bersabda : saya bersaksi bahwa tiada yang patut disembah selain Allah dan bahwa saya adalah utusan Nya. Hamba ( Allah  ) yang bertemu Allah  ( pada hari kebangkitan ) dengan keyakinan ini, maka kalimah ini akan melindunginya dari neraka. Dalam riwayat yang lain : Seorang yang bertemu Allah pada hari pengadilan dan bersaksi kepada kedua ini ( ke Esaan Allah dan kenabian Muhammad SAW ), akan memasuki sorga meskipun sebanyak mana dosa yang ada padanya .                       ( Musnad Ahmad, Tabhrani dan majma Uz-zawaid ).

Catatan : Para penafsir dengan pengertian ini dan hadist lain yang serupa menjelaskan makna hadist ini bahwa barang siapa yang datang pada pengadilan Allah  memberi kesaksian akan ke Esaan Allah dan kenabian Muhammad SAW ; dan buku-buku amalnya juga penuh dengan dosa-dosa akan tetapi Allah SWT akan pasti memasukkannya ke dalam sorga setelah mengampuninya dengan rahmat Nya atau menghukumnya karena dosa-dosanya. ( Mu’ariful hadist )

 

 

48- عن عتبان بن ماللك رض الله عنه عن النبى صلىالله عليه وسلم  : قل: لايسهد أحدأن لآ إله الاالله وأنى رسول الله فيدخل النار ، أوتطعمه. (وهو بغض الحد يث)  رواه مسلم ، باب الد ليل علىأن من مات.. .، رقم: 149

48- Itban ibnu malik r.a. meriwayatka bahwa nabi SAW bersabda tidak pernah akan berlaku serang yang bersaksi tiada tuhan yang disembah kecuali Allah dan bahwa saya adalah adalah utusan Nya dan karenanya masuk neraka atau dibakar dalam api.             ( HR.Muslim ).

 

49- عن أبى قتادة عن أبيه رض الله عنهما قل: قال رسول اللهصلىالله عليه وسلم : من شهد أن لآ إله الاالله وأنا محمدا رسول الله فذل بها لسانه واطمان بها قلبه لم تطعمه النار. رواه البيهى فى شعب الإيمان 1/41

49- Abu qatadah r.a. meriwayatkan dari bapaknya bahwa Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa yang bersaksi bahwav tiada uhan yang atut di semba kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah dan lidahnya terbiasa dengan ucapan ini            (  senantiasa mengucapkannya ) dan hatinya ridho ( dengan ucapan kalimah ini),  maka neraka ( jahanam ) tidak akan membakarnya (HR.Baihaqi )

 

50- عن معاذ بن جبل رض الله عنه عن النبى صلىالله عليه وسلم  :قل:مامن نفس تموت وهى تشهد أن لآ إله الاالله وأنى رسول الله يرجع ذلك إلى قلب موقن إلا غفر الله لها. رواه احمد 5/229

 

50-  Muaz Ibnu Jabal r.a. meriwayatkan bahwa nabi SAW bersabda : Tiadalah seorang yang mati bersaksi dengan keyakinan dari hatinya bahwa tiada yang patut disembah kecuali Allah dan bahwa saya adalah utusan Nya kecuali ia diampuni oleh  Allah.          ( Musnad ahmad ).

 

51- عن أنس بن مالك رض الله عنه أن رسول الله صلىالله عليه وسلم  : ومعاذ رديفه على الرحل- قل:   يا معاذ بن جبل ! قال : لبيك يا رسول الله وسعديك ، قال : يا معاذ ! قال : لبيك يا رسول الله وسعديك ثلاثا قال : مامن أحد يسهد أن لآ إله الاالله وأنا محمدا رسول الله ، صدقامن قلبه إلا حرمه الله على النار قال : يارسول الله ! افلا أخبر به الناس فيستبشر ؟ قال : إذا يتكلو ، وأخبر بها معاذ عند موته تاثما . رواه البخارى ، باب من خص بالعلم قوما.. .، رقم : 168

51- Anas Ibnu Malik r.a. meriwayatkan : bahwa   ketika Muaz  r.a. menaiki unta yang sama dibelakang Rasulullah SAW. Baginda berkata : wahai Muaz Ibnu jabal ! Muaz menjawab labbaik ya Rasulullah, wasadaik ( saya ada ya  Rasulullah ). Baginda sekali berkata  ; wahai Muaz ! ia sekali lagi menjawab : Labbaik ya Rasulullah, Wa sadaik. Ini berlaku tiga kali, maka Rasulullah Saw bersabda : seorang yang bersaksi bahwa Tiada yang patut disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Nya  dengan sebenarnya dari hatinya, maka Allah akan mengharamkannya dari neraka. Muaz ( setelah mendengar kabar gembira ini ) berkata : wahai Rasulullah ! Tidakkah saya beritahukan kepada orang  supaya mereka boleh bergembira ? baginda menjawab jikalau engkau melakukan yang demikian maka orang –orang (jahil) akan bergantung pada ini saja dan akan meninggalkan amal-amal kebajikan. Kemudian Muaz r.a. ketika hampir meninggal meriwayatkan hadist ini karena takut dosa ( menyembunyikan pengetauhan ). (HR.Bukhari )

Catatan : Hadis yang mana neraka di haramkan hanya ke atas orang yang menyaksikan La ilaha illallahu Muhammadurrasulullah ( Tiada yang patut disembah kecuali Allah dan Muhamad utusan Allah ), para perawi hadis menjelaskan dua makna. Pertama,  pelepasan  dari azab neraka yang kekal yaitu mereka yang tidak berada dalam neraka buat selamanya  seperti orang-orang tak beriman  dan  penyembah berhala walaupun mereka  berada di dalam neraka   karena lamanya hukuman atas  dosa-dosa mereka. Kedua mengucapkan sahadah La ilaha ilallah Muhammadurrasulullah meliputi semua orang islam. Seorang yang  membenarkan dengan penuh keyakinan dalam kehidupannya sungguh akan menjalankan kehidupannya menurut rukun – rukun Islam. ( Mazahir Haque ).

 

52- عن أبى هريرة رض الله عنه قال: قال النبىصلىالله عليه وسلم : أسعد الناس بشفاعتى يوم القيامة من قال لآ إله الا الله جالصا من قبل نفسه . ( وهو بعض الحاديس ) روا البخارى ، باب صفة الجنة والنار ، رقم : 657

52- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Orang yang sangat bermanfaat dari safaatku pada hari kiamat yaitu orabng yang mengucapkan La ilaha illallah dengan ikhlas dari hatinya ( HR.Bukhari ).

 

53- عن رفاعة الجهنى ر ضى الله عنه فال: قال النبي صلىالله عليه وسلم  اشهد عند الله لا يموت عبد يشهد ان لآ اله الا الله، انى رسول الله صدقا من قلبه، ثم يسدد الا سلك فى الجنة. (الحديث ) رواه احمد 4/16

53- Rifa’ah Al juhani r.a. Meriwayatka bahwa : Rasulullah SAW bersabda : Saya bersaksi dihadapan Allah bahwa seorang Abd ( hamba Allah ) yang mati bersaksi dengan sebenar-benarnya dari hatinya bahwa : Tiada yang patut disembah kecuali Allah dan bahwa saya adalah ( Muhammad SAW ) utusan Allah dan beramal saleh ia pasti akan memasuki sorga. (Musnad Ahmad )

 

54- عن عمر نب الخطاب رض الله عنه قال: سمعت رسول اللهصلىالله عليه وسلم  يقول انى لاعلم كلمق لا يقولها عبد حقا من قلبه فيموت على حرمه الله على النار ، لآ اله الا الله . رواه الحاكم وقال: هذا حديث صحح على شرط الشيخين ولم يخرجاه وواقفه الذهبى1/72

54- Umar ibnu Khattab r.a. berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya saya mengetauhi sebuah kalimah yang degannya tiadalah seorang Abd (hamba Allah ) yang mengucapkannya dengan tuluis dari hatinya dan kemudian mati dalam keadaan itu kecuali Allah pasti akan mengharamkannya dari neraka, kalimah itu adalah La ilaha illallah ( Mustadrak Hakim ).

 

55- عن عباض الانصارى رصى الله عنه رفعه قال: ان لآ اله الا الله كلمة ، على الله كريمة ، لها عند الله مكان ، وهى كلمة من قالها صادقا ادخله الله بها الجنة ومن قالها كاذبا حقنت دمه واخرزت ماله ولقى الله غدا فحاسبه . رواه البزر ورجاله موثقون ، مجمع الزوائدا 1/174

55- Iyyad Al Anshari r.a. menunjuk kepada rasulullah Saw bahwa baginda bersabda : sesungguhnya La laha illallah adalah kalimah yang sangat berharga dihadapan Allah. Ia dihadapan Allah menempati derajat yang tinggi, dan sebuah kalimah yang barang siapa yang mengucapkannya dengan tulus llah akan memasukannya kedalam surga dan baang siapa yang mengucapkannya dengan tidak ikhlas maka ucpannya itu akan menyek\lamatkannya keturunannya ( kehidupannya ) dan melindungi hartanya di dunia ini akan tetapi ia akan menjumpai Allah besok yang Dia akan membuat perhitungan dengannya. ( Bazar dan majma Uz –Zawaid )

Catatan : dengan mengucapkan Kalimah walaupun tidak ikhlas, maka ucapan itu boleh menjadi asbab perlindungan baginya hartanya dan kepunyaannya dalam dunia ini, akan tetapiAllah SWT akan membuat perhitungan dengan orang yang mengucapkan kalimah di akhirat.

 

56- عن ابى بكر الصديق رصى الله عنه قال: قال النبي صلىالله عليه وسلم  من شهد ان لآ اله الا الله يصدق قلبه لسانه دخل من اى ابواب الجنة شاء . رواه ابويعلى 1/68

56- Abu bakar Siddiq r.a meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : Barang siapa yang bersaksi La ilaha illallah tiada yang patut disembah kecuali Allah, sedangkan hatinya membenarkan dengan lidahnya akan memasuki sorga dari pintu mana saja yang ia kehendaki ( Abu Ya’la )

 

57- عن ابى موسى رضى الله عنه قال: قال النبى صلىالله عليه وسلم  ابشروا وبشر وا من وراءكم انه من شهد ان لآ اله الا الله صادقا بها دخل الجنة . رواه الحمد والطبرانى فى الكبر ورجاله ثقات ، مجمع الزوئدا 1/159

57- Abu Musa .a. meriwayatkan : Bahwa nabi SAW bersabda : Ambillah kabar gembira dan berikanlah kabar gembira kepada orang lain, bahwa barang siapa bersaksi la ilha illallah ( tiada yang patut disembah kecuali Allah ) dan ia benar dalam penyaksiannya akan memasuki sorga. ( Musnad ahmad  Tabrani dan Majma             Uz-zawaid ).

 

58- عن ابى الدرداء رصى الله عنه قال: قال رسول الله صلىالله عليه وسلم . من شهد ان لآ اله الا الله وان محمدا عبده ورسوله مخلصا دخل الجنة . مجمع البحرين فى زوائد المعجمين 1/56 قال المحقق: صحيح لجميع طرقه

58-  Abu Darda R.a. meriwayatkan bahwa nabi SAW bersabda : barang siapa bersaksi dengan ikhlas bahwa tiada yang patut disembah kecualAllah dan Muhamad adalah hamba Nya dan utusan Nya akan memasuki sorga. (Majma Ul Bahrain ).

 

59- عن انس رضى الله عنه قال : قال رسول اللهصلىالله عليه وسلم .: دخلت الجنة فرايت فى عار ضتى الجنة مكتوبا ثلاثة اسطر بالذهب ، السطر الاول : لآ اله الا الله محمد رسول الله، والسطر الثانى : ما قدمنا وجدنا وما اكلنا ربحنا وما خلفنا خسرنا ، والسطر الثالث : امة مذنبة ورب غفور . رواه الرافعى وابن النجار وهو حديث صحيح ، الجامع الصغر1/645

59- Anas r.a. meriwayatkan : bahwa Rasulullah SAW bersabda : Ketikan saya memasuki sorga saya mendapati ada kedua sisi tiga baris ( kalimat ) tertulis dengan tinta emas. Tulisan pertama tertulis : La ilaha illal;lahu Muhammadur rasulullah           ( Tiada yang patutu disembaha kecuasli Allah dan Muhammad utusan Allah. Baris kedua tertulis : Apa yang kita kirimkan  kita ( mendapat pahala ) disana dan apa yang kita pakai kita mendapat manfaat darinya dan apayang kita tinggalkan dibelakang kita menanggung  kerugian disana. Baris yang ketiga tertulis : Umat penuh dengan dosa dan Rab senantiasa memberi pengampunan. ( Raf’I ibnu Najjar dan jami’us saghir ).

 

60-عن عتبان بن مالك الآنصار رضى الله عنه قال : قال النبى صلىالله عليه وسلم  : لن يوافى عبد يوم القيامة يقول لآ إله ألله يبتغى بها وجه الله إلاحرم الله عليه النار. رواه البخارى ، باب العمل الذ يبتى به وجه الله تعالى ، رقم ،  242

60- Itban Ibnu malik Al Anshari r.a. meriwayatkan bahwa nabi SAW bersabda : Tidaklah seorang hamba Allah yang datang pada hari kiamat mengucapkan La ilaha illallah  semata mata mencari wajah Allah karenanya kecuali Aalah SWT mengharamkan neraka kepadanya (HR.Bukhari )

 

 

61-عن أنس بن مالك رضىالله عنه عن رسول الله صلىالله عليه وسلم  : قال: من فارق الدنيا على الإخلاص لله وحده لاسريك له وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة ، فارقاها والله عنه راصى . راواه الحاكم وقال : هذا حديث صحيح الإسناد ولم يخرجاووافقه الذهبى 2/332

61-  Anas Ibnu malik r.a. meriwayatkan bahawa Nabi SAW bersabda : barang siapa yang meninggalkan dunia ini dengan ikhlas ( yakin yang ikhlas kepada Allah saja tanpa menserikatkannya, mendirikan shalat, dan mengeluarkan zakat dan ( ia pergi dari dunia ini ) dalam keadaan yang sedemikian yang Allah ridho kepadanya                (Mustadrak hakim )

Catatan : Ikhlas  ( yakin yang tulus ) bermakna  memilik ketaatan dari dalam lubuk hatinya.

 

62- عن أبى ذررضىالله عنه أن رسول الله صلىالله عليه وسلم  قال: قد أفلح من أجلص قلبه للإ يمان وجعل قلبه سليما ولسانه صادقا ونفسه مطمئنة وخليفته مسقيمة وعينه ناظرة. ( الحديث ) رواه أحمد 5/147

62-Abu Dzar  r.a. meriwayatkan : bahawa Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya orang yang sukses adallah orang yang mendedikasikan hatinya semata mata untuk iman, dan membersihkan hatinya dari kesesatan dan pencemaran dan menjaga lidahnya berkata benar dan dirinya merasa puas  (dengan ingat  kepada Allah dan taat kepadanya ), dan menjaga akhlaknya senantiasa jujur, dan menggunakan telinganya mendengarkan kebenaran dan menggunakan matanya menyelediki ( perkara-perkara yang berkaitan dengan iman. ( Musnad ahmad )

 

63- عن أجابربن عبد الله رضىالله عنهما قال : سمغت رسول الله صلىالله عليه وسلم  يقول: منلقىالله لايشرك به سيئا دجل الجنة ، ومن لقيه يشرك به شيئا دخل النار. رواه مسلم ، باب الد ليل على من مات… .،رقم : 275

 

63- Jabir Ibnu Abdullah r.a. berkata : saya mendengar Rasulullullah SAW bersabda barang siapa yang menjumpai Allah dengan tidak mensyarikatkan sesuatu kepadanya memasuki sorga. Dan barang siapa yang mensarikatkan sesuatu dengan Nya memasuki neraka. ( HR.Muslim )

 

64-عن عبادة بن الصامت رضىالله عنه قال : سمغت رسول الله صلىالله عليه وسلم  يقول : من مات لا يشر ك بالله شيئا فقد حرمالله عليه النار. عمل اليوم والليلة للنساالي ، رقم : 1129

64- Ubadah Ibnu samit r.a. erkata : saya mendengar rasululah SAW bersabda : barang siapa yang mati dengan tidak mensarikatkan sesuatu kepada Allah, Allah pasti mengharamkan neraka darinya . ( Amalul Yaumi wal laila lin nasai ).

 

65- عن النواس بن سمعان رضى الله عنه أنه سمع النبى صلىالله عليه وسلم  ياقول :من مات وهو لا يشرك بالله شيئا فقد حلت له مغفرته. رواه الطبرانى فى الكبير وإسناده لا باس به ، مجمع الزوائدا 1/164

65- Nawas Ibnu sam’an r.a. meriwayatkan bahwa ia mendengar rasullulah SAW bersabda : barang siapa yang mati dengan tidak menserikatkan sesuatu kepada Allah, maka sungguh pengampunannya menjadi wajib ( kepada Allah )                                   ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

66- عن معاذ رضى الله عنه عن النبى صلىالله عليه وسلم  قال : يا معاذ ! هل سمعت منذ الليلة حسا ؟ قلة لا. قال: إنه أتانى ات من ربى ، فبسرنىأنه من مات من أمتى لا يسرك بالله شيئا دخال الجنة ، قلت : يارسول الله ! أفلا أخرج إلى أناس فأبشرهم ، قال: دعهم فليستبقو الصراط .  رواه الطبرانى فى الكبير. 30/59

66- Muaz r.a. meriwayatkan bahwa : nabi SAW bertanya : Wahai Muaz ! Apakah engkau mendengar suara petang ini ? saya menjawab tidak. Baginda SAW berkata : Sesungguhnya seorang malaikat  datang kepadaku dari rabbku dan menyampaikan kabar gembira kepadaku bahawa Barang siapa dari umatmu yang mati dengan tidak menserikatkan sesuatu kepada Allah akan memasuki sorga. Saya berkata : wahai Rasulullah !tidakkah saya pergikepada orang orang dan memberikan kabar genbira kepada mereka ? Baginda SAW menjawab biarkan mereka demikian supaya mereka boleh berlomba-lomba dalam jalan ke solehan.   ( HR.Tabrani )

 

 

 

67- عن معاذ بن جبل رضى الله عنه أنه عن النبى صلىالله عليه وسلم  قال : يامعاذ ! أتدرى ما حق الله على العباد وما حق العباد على الله ؟ قال : قلت : الله ورسوله اعلم قال : فإن حقالله على العباد أن يعبدوا الله ولا يشركوا به شيئا ، وحق العباد علىالله عزوحل أن لا يعذ ب من لايشرك به شيئا. (الحديث ) رواه مسلم ، باب الدليل على ان من مات ….. ، لقم : 144

67- Muaz Ibnu jabal r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : Wahai  Muaz  adakah engkau mengetauhi apa hak Allah ketas hamba Nya dan apa hak hamba Allah ketasa Allah ? saya menjawab : Allah dan rasul Nya lebih mengetauhi. Baginda SAW bersabda  sesungguhnya hak Allah ke atas hamba adalah bahwa mereka menyembah Allah dan tidak menserikatkan sesuatu kepada Nya. Dan hak hamba keatas Alah SWT adalah bahwa Dia tidak menghukum seseorang yang tidak menserikatkan sesuatu kepada Nya. ( HR.Muslim ).

 

68- عن ابن عباس رضى الله عنهما أن رسول الله صلىالله عليه وسلم  قال : من القىالله لايشرك به شيئا ولا يقتل نفسا لقى الله وهوا خفيف الظهر. رواه الطبرانى فى الكبير وفى إسناده ابن لهية ، مجمع الزوائدا/167 ، ابن لهية صدوق ، تقريب التهديب

68- Ibnu Abbas r.a. meriwayatkan bahwa Rasululah Saw bersabda :  barang siapa menjumpai Allah SWT tanpa menserikatkan sesuatu kepada Nya  dan tidak membunuh seseorang  akan menjumpai Allah tanpa ada beban dipunggungnya.           ( Tabrani Majma Uz-zawaid )

 

68- عن جرير رضى الله عنه عن النبى صلىالله عليه وسلم  قال : من مات لا يشرك بالله شيئا ولم يتند بدم حرام أدخل من أى أبواب الجنة شاء . رواه الطبرانى فى الكبير ورجال موثقون ، مجمع الزوائد1/165

69- Jarir r.a meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : Barang siapa yang mati tanpa menserikatkan sesuatu kepada Allah SWT  dan tidak melemurkan tangannya dengan membunuh seseorang dengan kejam akan dapat memasuki sorga dari pintu mana saja yang ia kehendaki. ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid )

 

 

BERIMAN KEPADA  YANG  GHAIB

 

 

Beriman kepada Alah ta’ala  dan beriman kepada kebenaran ghaib, dan beriman kepada semua yang disampaikan  oleh Rasulullah SAW sebagai suatu kepastian, dan menolak pengalaman material, pendapat-peb\ndapat manusiawi dan kesenangan-kesenangan yang sementara, jikalau bertentangan dengan  apa yang diwahyukan kepada rasulullah SAW.

 

 

Beriman kepada Allah Ta’ala dan sifat-sifat Nya, Kerasulan Nya, dan beriman kepada takdir

 

Ayat-ayat Al Qur’an

قال الله : ليس البرأن تولوا وجوهكم قبل المشرق والمغرب ولكن البر من ءامن بالله واليوم الآخر والمئلكة والكتب والنبين وءاتى المال على حبه ، ذوى القربى واليتمى والمسكين وابن السبيل والسائلين وفىالرقاب وأقام الصلوة وءاتى الزكوة والموفون بعهدهم إذا عهدوا والصبرين فى البا ساء والضراء وحين الباس ’ أوليك ألذين صدقوا‘ وأوليك هم المتقون *ٌ[البقرة : 177 ]   

Allah SWT berfirman : Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian ( kiblat dalam shalat ) ; akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, Kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir, dan orang-orang yang meminta-minta ; dan memerdekakan hamba sahaya, mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat dan orang-orang yang menetapi janjinya apabila ia berjanji dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan dan penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang ikhlas dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Al Baqarah 2:177 )

 

وقال تعالى يايها الناس اذكروا نعمت الله عليكم ، هل من خلق غير الله يرزقكم من السماء والرض ، لآ اله الا هو ،فانى تؤفكون * {فاطر:3}

Allah SWT berfirman : Hai manusia ! ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ! adakah suatu pencipta selain Allah yang dapat memberikan rizki kepadamu dari langit dan bumi ! Tiada Tuhan selain Dia ; maka mengapakah kamu berpaling ( dari pada Nya )   ( Fathir 35:3 )

وقال تعالى : بدع السموة والارض ، انى يكون له ولدولم تكن له صحبة وخلق كل شىء وهو بكل شىء عليم *{ الانعام : 101}

Allah SWT berfirman : Dia  pencipta langit dan bumi ! Bagaimana  Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu : Dan Dia mengetauhi segala sesuatu. ( Al An am 6:101 ).

 

وقال تعالى : افرء يتم ما تمنون(57) ء ا نتم تخلونه ام نحن الخلقون(59) {الوقعه : 57-59}

Allah SWT berfirman dan treangkanlah kepadaku  tentang nutfah yang kamu pancarkan ? kamukah yang menciptakannya, atau Kami yang menciptakannya ?           ( Al Waqiah 56: 58-59 ).

 

وقال تعالى : افرءيتم ما تحرثون (63) ء ا نتم تزرعونه ام نحن الزرعون (64) {الوقعه 63- 64}

Allah SWT berfirman : Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam ? kamu kah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya ?                   ( Al Waqiah 56:63-64 )

 

وقال تعالى : افرءيتم الماء الذى تشربون (68) ءانتم انزلتوه من المزن ام نحن المنزلون (69) لو نشاء جعلنه اجاجا فلولا نشكرون (70) افرءيتم النار اليى تورون (71) ءانتم انشاتم شجرتها ام نحن المنشرون (72) {والعقهْ}

Allah SWT berfirman : Maka terangkanlah kepada KU tentang air yang kamu minum kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkannya ? kalau Kami kehendaki niscaya kami jadikan dia asing, maka mengapakah kamu tidak bersyukur ? maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan. Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya ? ( Al Waqiah 56:68-72)

 

وقال تعالى : ان الله فالق الحب والنوى  يخلج الحى من الميت ومخلج الميت والحى   ذلكم الله فانى تؤفكون (95) فالق الاصباح وجعل اليل سكن والشمس والقمر حسبانا  ذاك تقدر العزيز العليم (96) وهوالذى جعل لكم النجوم لتهتدوا بها فى ظلماتالبر والبحر   قد فصلنا الايت  لفوم يعلون (97) وهوالذى انسا كم من نفس وحدة فمستقر ومستودع  قد فصلنا الايت لقوم يفقهون (98) وهوال        ى انزل من السماءما ء فاخرجنبه نبات كل شىء فاخرجنا منه خضرا نخرج منه حبا متراكبا ومن النخل من طلعها قنوان دانية وجنت من اعناب والزيتون والرمان مشتبها وغير متشبه أنظروا إلى ئمر وينعه إن فى ذلكم لآيت لقوم يؤمنون ٌ{99}[ اللآنعام : 95-99]

Allah SWT berfirman : Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang  mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Demikian itulah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling. Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan menjadikan matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah yang Maha Perkasa lagi Maha mengetauhi dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebenaran pada orang-orang yang mengetauhi. Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri maka bagimu ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya kami telah jelaskan tanda-tanda kebesaran kami kepada orang-orang yang mengetauhi. Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan  dari timbih-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak ; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan Zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikannlah baunya diwaktu pohonnya berbuah dan perhatikanlah pula kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang beriman.              ( Al an Am  6:95-99 )

 

وقال تعالى : فلله الحمد رب الشموت ورب الآرضى رب العلمين {36} ألكبريأء فى ألسموت والأ رضى وهوالعزيزالحكم {37ْ}[الجائية : 36-37 ]

Allah SWT berfirman : Maka bagi Allah lah segala puji Tuhan langit dan Tuhan Bumi, Tuhan semesta alam dan bagi Nya lah keagungan di langit dan di bumi, Dialah yang Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana. ( Al Jasiah 45: 36-37 )

 

وقال تعالى : قل أللهم ملك ألملك تؤ تى ألملك من تشاءوتنزع ألماك ممن تشاء وتعزمن تشاء وتذل منتشاء بيدك الخير أنك على كل شىءقدير {26} تولج أليل فى النهار وتولج النهار فى اليلة وتخرج الحى من الميت وتخرج الميت من الحى وترق من تشاء بغير حساب {27 } [ أل عمران : 26-27 ٍ]

Allah SWT berfirman : Katakanlah ! Wahai Tuihan yang mempunyai kerajaan Engkau berikan kerajan kepada orang yang engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari oprang-orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Ditangan Engkaulahg segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam kedalam siang dan Engkau masukkan malam ke dalam siang. Engkau keluarkan hidup dari yang mati, Dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang engkau kehendaki tanpa hisab.                      ( Al Imran  3: 26-27 )

 

وقال تعالى : وعنده ، مفاتح ألغيب لا يعلمها إلا هو ويعلم مافى البر والبحر  وماتسقط من ورقة إلا بعلمها ولا حبة فى ظلمت ألآرض ولا رطب ولا يابس إلا فى كتب مبين {59} وهو الذى يتوفكم باليل ويعلم ما جر حتم بألنار ثم يبعثكم فيه ليقضى اجل مسمى ثم إليه مرجعكم ثم بنبئكم بما كنتم تعملون ل{60ْ} [ الآنعام : 59-60]

Allah SWT berfirman : Dan pada sisi Allah lah kunci-kunci semua yang ghaib tak ada yang mengetauhinya kecuali Dia sendiri, Dan Dia mengetauhi apa yang didaratan dan di lautan, Dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetauhi Nya, Dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak suatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata ( Lauhul Mahfudz ). Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan dia mengetauhi apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk di sempurnakan umurmu yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah lah kamu kembali, lau Dia memberitahukan kepadamu apa ang dahulu kamu kerjakan.                  ( Al An am  6: 59-60 )

 

وقال تعالى : قل أغير الله أتخذ وليا فا طر ألسموات والإرض وهو يطعم ولا يطعم * [ الآنعام ْْ]

Allah SWT berfirman : Katakanlah ( Wahai Muhammad ) ! Apakah Aku akan jadikan pelindung selain dari pada Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan ? ( Al An am 6: 14)

 

وقال تعالى : وإن من شى ء إلا عندنا خزأئنه، وما ننزله ، إلا بقدر معلوم * [ احبر : 21]

Allah SWT berfirman dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi kamilah khazanahnya ; dan Kami tidak menurunkannya melainkandengan ukuran tertentu.        ( Al Hijr 15: 21 )

 

وقال تعالى : أيبتغون عندهم ألعزة فإن العزة لله جميعا * [ النساء 139]

Allah SWT berfirman : Apakah mereka mencari kekuatan disisi orang kafir itu ? maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah ( Annisa 4: 139 )

وقال تعالى : وكأين من دابة لاتحمل رقها الله ير قها وإياكم ًٍَُِ وهو ألسميع ألعليم * [ العنكبوت 60 ٍ]

Allah SWT berfirman : Dan berapa banyak binatang yang tidak dapat membawa rezekinya sendiri. Allah lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia maha mendengar lagi Maha Mengetauhi. ( Al Ankabut 29:60 )

 

وقال تعالى : قل أريتم إن أخذالله سمعكم وأصركم وختم على قلوبكم من إله غيرالله يأتيكم به أنظر كيف نصر ف ألآ يت ثم يصدفون * [ألآنعام : 46 ٍ]

Allah SWT berfirman  : Terangkanlah kepadfa Ku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatanserta menutup hatimu siapakah Tuhan selain Allah Yang Kuasa mengembalikannya kepadamu ? Perhatikanlah, agaimana kamu berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran kepada mereka, kemudian mereka tetap berpaling. ( Al Anam 6: 46 )

 

وقال تعالى : قل أريتم إن جعل الله عليكم أليل سرمدا إلى يوم ألقيمة من إله غيرالله يأتيكم بضياء أفلا تسمعون [ 71] : قل أريتم إن جعل الله عليكم النهار سرمدا الى يوم القيامة من إله غيرالله يأتيكم بليل تسكنو فيه أفلا تبصرون {72}  [ ألقصص : 71-72 ٍُ]

Allah SWT berfirman : Terangkanlah kepada Ku jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat siapakah Tuhan selain Allah yang mendatangkan sinar kepadamu ? Maka apakah kamu tidak mendengar ? katakanlah : Terangkanlah kepadaku jika Alah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu  yang beristirahat pada Nya ? maka apakah kamu tidak memperhatikan ?                        ( Al Qoshash 28 : 71-72 )

 

وقال تعلى : ومن ءايته الجوار فى البحر كالأ علم {32} ان يشأ يسكن ألريح فيظللن رواكد على ظهرى  إن  فى ذلك لآ يت لكل صبار شكور {33} أو يوبقهن بما كسبوا ويعف عن كثر  {34} [ الشورى : 33-34 ]

 

Allah SWT berfirman : dan diantara tanda-tanda kekuasaan Nya ialah kapala-kapal   di laut seperti gunung-gunung jika  Dia menghendaki Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti dipermukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur. Atau kapal-kapal itu dibinasakan Nya   karena perbuatan mereka atau Dia memberi maaf sebagian besar dari mereka  ( Asysyuro 42:32-34 )

 

وقال تعلى :ولقد اتينا داود منا فضلا  يجبال اوبى معه والطير  والنا له الحديد (10) { سبا:10}

Allah SW berfirman : dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami ( Firman Nya ) “ Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-berulang bersama Daud “, dan Kami telah melunakkan besi untuknya.                           ( Saba 34 : 10 )

 

وقال تعالى : فخسفنا به وبداره الارض فما كان له من فئة ينصرونه ومن دون الله وما كان من المنتصرين (81){القصص : 81}

 

Allah SWT berfirman  : maka Kami tenggelamkan qarun berserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya tyerhadap azab Allah, dan tiadalah ia termasuk orang-orang yang dapat menyelamatkan dirinya.           ( Al Qosas 28 : 81 )

 

وقالى تعالى : فاوحينا الى موسى انضرب بعصاك الحخر  فافلق فكلن كل فرق كالطود العظيم (63) {الشعر :63}

Allah SWT berfirman :lalu kami wahyukan kepada Musa ( kami berfirman : “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu “. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. ( Asy Syu’araa 26 : 63 )

 

وقال تعالى : وما امرنا الا وحدة كلمح بلبصر (50) {القمر :50}

Allah SWT berfirman :  Dan perintah Kami hanya satu perkataan seperti kejapan mata. ( Al Qomar 54:50 )

وقال  تعالى الا له الخلق والامر {الا عراف : 54}

Allah SWT berfirman : Sesungguhnya menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah ( Al A’raf 7 : 54 ).

وقال تعالى : ما لكم من اله غيره{ الاعراف 59 ْ}

Allah SWT berfirman : ( Setiap Rasul menyampaikan satu misi kepada kaumnya ; Sembahlah Allah )  sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Nya. ( Al Araf 7 : 59 )

 

وقال تعالى ولو انما فى الر ض من اقلم ولبحر يمده من بعده سبعة ابحر ما نفدت كلمت الله  ان الله عزيز حكيم (27) { لقمان}

Allah SWT berfirman : dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut menjadi tinta ditambahkan kepadanya 7 laut lagi niscaya tidak akan habis-habisnya dituliskan kalimah Allah. Sesungguhnya Allah maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.       ( Lukman 31 : 27 )

 

وقال تعالى : قل لن  يصيبنا الا ما كتب الله لنا هومولنا  وعلى الله فليتوكل المؤمنون (51) { التوبة: 51}

Allah SWT berfirman : Katakanlah ! “ Sekali-kali tidak akan menimpa kamu melainkan apa yang ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-oang beriman harus bertawakkal. ( At Taubah 9: 51 ).

 

وقال تعالى : وان يمسسك للله بضر فلا كا شف له الا هو وان يردك بخير فلا رآد لفضله  يصيب به من يشآء من عباده  وهو الغفو الرحيم (107) { يونس : 107}

Allah SWT berfirman : Jika Allah menimpakan sesuatu kemudaratan kepadamu, maka tdak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki Nya daiantara hamba-hamba Nya dan Dialah yang Maha Pengampun lagi maha penyayang.                                        ( Yunus 10 : 107 ).

 

Hadist-hadist Nabawi

 

70- عن ابن عباس رصى اله عنهما ان جبريل قال للنبىصلىالله عليه وسلم . حدثبى ما الا يمان ؟ قال: الا يمان ان تؤ من بالله واليوم الآخر والملائكة والكيب والنبيين وتؤمن باالموت وبالحياة بعد الموت وتؤمن بالجنة والنار والحساب والميزان وتؤمن بالقدر كله خيله وشره. قال فاذا فعلت ذلك فقد آمنت ؟ قال: اذا فعلت ذلك فقد آمنت .( وهو قطعة من حديث طويل ) رواة احمد 1/319

70- Ibnu Abbas r.a meriwayatkan bahwa Zibrail a.s. bertanya kepada Nabi SAW : Katakan kepadaku apa itu Iman ? Nabi SAW menjawab : Iman adalah beriman kepada Allah, hari akhirat, Malaikat-malaikat, Kitab-kitab, nabi-nabi, dan beriman kepada ke matian dan kehidupan setelah mati, dan beriman kepada sorga dan neraka, dan kepada hari hisab dan kepada timbangan ( amalan –amalan ) dan beriman kepada segala           ( aspek ) mengenai takdir baik dan buruk. Zibrail a.s. berkata jikalau aku berbuat demikian apakah saya menjadi seorang beriman ? Rasulullah SAW menjawab : Jikalau engkau berbuat demikian engkau sudah menjadi seorang beriman.                    ( Musnad Ahmad )

 

 

71- عن ابن هرير ة رضىالله عنه – عن ابن هرير ة رضىالله عنه عن النبى صلىالله عليه وسلم  قال: الإيمان أن تؤمن بالله وملايكته وبلقائه ، ورسوله ، وتؤمن بالبعش . رواه البخار، باب سؤ ال جبر يل النبى . ، رقم: 50

71. Abu Hurairah r.a meriwayatkan Nabi SAW bersabda : Iman adalah beriman kepada Allah, malaikat- malaikat, pertemuan Nya ( pada hari akhirat ), Rasul-rasul, dan beriman kepada hari kebangkitan ( HR.Bukhari )

 

 

72- عن عمربن الخطا رضىالله عنه أنه سمع النبى صلىالله عليه وسلم  يقول : من مات يؤ من بالله وملائكته وبلقا ئه ، ورسل ، وتؤمن بالبعث . رواه أحمد وفى إسناده شهر بن حوشب وقد وثق ، مجمع الزوائد 1/186

72-  Umar Ibnu Khattab r.a. merwayatkan bahwa ia mendengar Nabi SAW bersabda : Barang siapa yang mati dalam iman kepada Allah dan hari akhirat akan dikatakan kepadanya : masuklah kamu dari salah satu belakang pintu sorga yang kamu kehendaki. ( Musnad Ahmad )

 

 

73- عن عبدالله بن مسعود رضىالله عنه قال : قال رسو ل الله صلىالله عليه وسلم  : إن للشيطان لمة بابن ادم وللملك لمة ، فأما لمة الشيطان فإ يعاد باشر وتكذيب بالحق ، وأما لمة الملك فإيعاد بالخير وتصديق بالحق ، فمن وجد ذلك فليعلم أنه منالله فليحمد الله ، ومن وجد الآ خرى فليتو ذ بالله  منالسيطان الرجيم ثم قرأ :﴿ السيطن يعدكم الفقر ويأ مر كم بالفحشء ) الآ. رواه الترم1 وقال : هذا احديث حسن صحيح غريب ، باب ومن سو رة البقرة ،رقم : 2988

73- Abdullah Ibnu mas’ud r.a. meriwayatkan : Bahwa rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya dalam hati manusia ada bisikan yang dikobarkan oleh saitan dan juga ada bisikkan yang datangnya dari malaikat kalau bisikan yang dikobarkan oleh syaitan ia senantiasa menghasut kepada perbuatan jahat dan memalsukan kebenaran. Dan kalau bisikan yang datang dari pada Malaikat ia senantiasa mendorong kepada kebaikan dan  menguatkan kebenaran. Oleh sebab itu barng siapa yang mendapati dalam hatinya bisikan yang mengajak kepada kebaikan dan membenarkan yang benar ketauhilah bahwa bisikan ( petunjuk ) itu berasal dari Allah maka hendaklah ia bersyukur kepada Allah, dan barang siapa mendapati dalam hatinya bisikan lain ( dari syaitan ) hedaklah ia bertaawudz ( berlindung ) kepada Allah dari syaitan yang terkutuk ; dan membaca ( membaca dari Al Qur’an surat Al Baqarah 2: 268 ): Syaitan menakut-nakuti engkau dengan kemiskinan dan mengjajak engkau melakukan perbuatan mesum. ( HR.Tirmidzi )

 

 

74- عن أبى ذر داء رضىالله عنه قال : قل رسول الله صلىالله عليه وسلم  : أجلوا الله يغفرلكم.          رواه أحمد 5/199

74-  Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa Rasullullah SAW bersabda : Agungkan Allah ( dalam hatimu ), dan Dia akan mengampunimu. ( Musnad Ahmad )

 

 

 

75- عن ابن ذر رضىالله عنه عن النبى صلىالله عليه وسلم  فيما روى عنالله تبارك وتعالى أنه قال :ياعباى ! إنى حرمت الظلم على نفس ، وجعلته بينكم محرما ، فلا تظا لموا ، ياعبادى ! كلكم ضال إلا من هديته ، فاستهدونى أنى أهدكم ، ياعبادى ! كلكم جائع إلا من أطعمته ، فاستطعمونى  أطعمكم، ياعبادى ! كلكم عار إلامن كسوته ، فاسكسونى أكسكم ، ياعبادى ! إنكم تخطئون بالليل والنهار ، وأنا أغفر الذنوب جميعا ، فاستغفرونى أغفر لكم ، ياعبادى ! إنكم لن تبلغوا ضرى فتضرونى ، ولن تبلغوا نفعى فتنفعونى ، ياعبادى ! لو أن أولكم وا خركم، وإنسكم وجنكم ، كانوا على اتقى قلب رجل واحد منكم ، مازاد ذلك فىملكى شيئا ، ياعبادى ! لو أن أولكم وا خركم، وإنسكم وجنكم ، كانوا على  أفحر قلب رجل واحد منكم مانقص ذلك من ملكى شيئا ، لو أن أولكم وا خركم، وإنسكم وجنكم ، كانوا على اتقى قلب رجل واحد منكم ، مازاد ذلك فىملكى شيئا ، ياعبادى ! لو أن أولكم وا خركم، وإنسكم وجنكم ، قامو افى صعيد واحد فسألونى ،  فأعيت كل إنسان مسأ لته ، ماتقص ذللك مما عندى إلا كما ينقص المخيط إذا أدخل البحر، لو أن أولكم وا خركم، وإنسكم وجنكم ، كانوا على اتقى قلب رجل واحد منكم ، مازاد ذلك فىملكى شيئا ، ياعبادى !    إنماهى أعمالكم أحصيها لكم ، ثم أوقيكم إياها ، فمن وجد خيرا فليحمد الله ، ومن وجد غير ذلك فلا يلو من إلا نفسه .  رواه مسلم ، باب تحريم الظم ، رقم : 2572

75- Abu Dzar r.a. Meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersaba bahwa Allah SWT berfirman : Wahai hamba-hamba Ku ! Aku telah mengharamkan aniaya keatas diri Ku dan Aku telah mengharamkannya dari antara kamu maka janganlah kamu menganiaya satu sama lain. Wahai hamba-hamba Ku ! semua kamu adalah sesat kecuali orang yang Aku beri petunjuk maka carilah petunjuk daripada Ku,  Aku kan menunjuki kamu. Wahai hamba-hamba Ku ! kamu semua lapar kecuali orang yang Aku beri makan oleh karena itu mintalah makanan dari pada Ku, Aku akan memberimu  makanan. Wahai hamba- hamba Ku ! kamu semua telanjang kecuali oarng yang Aku beri dia pakaian, oleh sebab itu mintalah pakaian dari pada Ku, maka Aku akan memberimu pakaian. Wahai hamba-hamba Ku ! sesunguhnya kamu melakukan kesalahan malam dan siang dan Aku mengampuni semua dosa, leh sebab itu mintalah ampunan dari pada Ku, maka Aku akan mengampuni kamu. Wahai hamba-hamba Ku ! Jika kamu hendak memudaratkan Aku kamu tidak akan pernah dapat berbuat demikian. Dan jikalau kamu hendak memberi manfaat kepada K, maka kamu tidak akan pernah akan dapat berbuat demikian. Wahai hamba-hamba Ku ! jikalau orang yang pertama dari pada kamu dan orang yang terakhir dari pada kamu  dan semua manusia dan jin adalah  soleh sebagaimana orang – orang yang paling soleh diantara kamu, maka tidak akan menambah singgasana Ku  yang paling kecil. Wahai hamba-hamba Ku ! Jikalau orang yang pertama dan yang terakhir diantara kamu, semua manusia  dan jin menjadi durhaka sebagaimana orang yang paling durhaka diantara kamu, maka mereka tidak akan dapat mengurangi kerajaan Ku walaupun yang paling kecil. Wahai hamba-hamba Ku Jikalau orang yang pertama dan terakhir dari pada kamu dan semua manusia  dan jin berdiri di tanah lapang dan memohon kepada Ku dan Aku memberikan kepada setiap orang apa yang dimintanya, maka tidak menyebabkan berkurangnya khazanah Ku, walaupun sebesar jarum berkurangnya       ( air ) dalam lautan jikalau dicelupkan disana. Wahai hamba-hamba Ku itulah amalan – amalan kamu yang Aku catatkan dan Aku perhitungkan bagi kamu, kemudian aku mengimbangi secara penuh kepada kamu, oleh sebab itu  barang siapa mendapati        ( disana ) hendaklah ia bersyukur kepada Allah dan barang siapa mendapati lain dari yang semestinya janganlah ia  menyalahkan orang lain dari dirinya sendiri.                  ( HR. Muslim ).

 

76 – عن ابى موسى الا شعرى رضى الله عنه قال رسول الله صلىالله عليه وسلم . بخمس كلمات فقال : ان الله عز وجل لا ينام ولا ينبغى له ان ينام ، يخفض السط ويرفعه ، يرفع اليه عمل الليل فبل عمل النهار ، وعمل النهار فبل الليل ،حجابه النور النور لو كشفه لا حرقت وجهه ما انتهى اليه بصره  من خلقه . رواه مسام  ، باب فى قوله عليه السلام : ان الله لا ينام…. رقم :445

76- Abu Musa Al ashari meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berdiri ditengah – tengah kami dan ( memberitahukan kepada kami ) lima rangkaian kalimat :

1. Sesungguhnya Allah SWT tidak tidur dan tidak pantas bagi Nya untuk tidur.

2.      Amalan-amalan pada malam hari diangkat kepada Nya sebelum amalan-amalan siang hari.

3.      Dan amalan-amalan siang hari sebelum amalan-amalan malam hari.

4.      Hijab bagi Nya adalah nur. Jikalau Dia hendak mengangkatnya maka wajahnya yang agung  akan menyebabkan terbakarnya ciptaan Nya, sejauh pandangan mereka memandang. ( H.Muslim )

 

77- عن ابى عباس رضى الله عنهما قال : قال رسول الله خلق إسرفيل منذ يوم خلقه صآفا قدميه لا يرفع بصره ،ينبه وبين الرب تبارك ويعالى سبعون نورا ، ما منها من نور يدنو منه الا احترق . مصا بيح السنة للبغوى من الحسان 4/31

77- Ibnu Abbas r.a meriwayatkan bahwa Rasulullullah SAW bersabda : Sesungguhnya  semenjak Allah menciptakan Israfil a.s ; Ia berdiri tegak lurus diantara kedua kakinya tanpa mengangkat matanya. Antara dia dan Pemberi rezeki, Yang Maha Mulia ada tujuh puluh ( hijab ) Nur. Jikalau  ia datang mendekat kepada    ( hijab – hijab Nur ) ini maka ia akan terbakar. ( Masabih-hus-sunah ).

 

78- عن زرارة بن اوفى رضى الله عنه ان رسول الله صلىالله عليه وسلم , قال لجبريل: هل رأيت ربك ؟ فانتقض جبريل وقال : يا محمد ! ان بينى وبينه سبعين حجابا من نورلو دنوت من بعضها لا حترقت . مصابيح السنة للبغوى ىعده من الحسان 4/30

78- Zurarah Ibnu Awfah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullullah SAW beertanya kepada Zibrail a.s. : Apakah kamu pernah melihat Pembneri rezekimu? Mendengar Ini jibrail a.s. gemetar dan berkata : Wahai Muhammad antar aku dan Dia terdapat tujuh puluh hijab dari Nur, jikalau aku datang mendekat kepada salah satu dari mereka, aku akan terbakar. ( Masabih – huj-sunah ).

 

 

79- عن ابى هريرة رضى الله عنه ان رسول اللهصلىالله عليه وسلم .قال : قال الله عز وجل : انفق انفق عليك ، يدالله ملأى لا يغيضها نفقة ، سحا ءالليل والنهار وقال : أرأيتم ما أنفق منذ خلق السماء والارض فانه لم يغض ما فى ديه وكان عرشه على الماء ، وبيده اْْلميزان يخفض ويرفع . رواه البخارى ، باب قوله وكان عرشه على الماء ، رقم :4684

79-  Abu Hurairah r.a. meriwayatkan  bahwa rasullullah Saw bersabda : Allah SWT berfirman : berbelanjalah maka Aku akan  berbelanja keatas kamu. Dan Dia berfirman : Tangan ( khazanah ) Allah adalah pemurah, Dia membelanjakan malam dan siang terus menerus tanpa pernah menguranginya. Dan Dia berfirman : Tidakkah engkau perhatikan, apa yang Dia belanjakan semenjak Dia menciptakan langit dan bumi dan tidak menyebabkan berkurangnya apa yang ada dalam genggaman Nya ? dan arsy Nya berada di atas air dan dalam tangan Nya  timbangan ( takdir ) yang Ia turunkan dan Ia angkat. ( HR.Bukhari )

 

80- عن ابى هريرة رضى الله عنه عن النبى صلىالله عليه وسلم . يقبض الله الارض يوم القيامة ، ويطوى السماء بيمينه ثم يقول :انا الملك ، اين الملك الارض ؟ رواه البخارى ، باب قول تعالى ملك الناس ، رقم : 7382

80- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa nabi SAW bersabda : Allah SWT akan menggenggam bumi ada hari kiamat dan akan menggulung langit dalam tangan kanan Nya, kemudian ia kan berfirman : Akulah raja maka dimanakah raja-raja bumi ? (HR.Bukhari ).

catatan  : Sifat menggenggam bumi dan menggulung langit, tangan Allah, dan yang serupa dengannya adalah kebenaran, hakekatnya diluar genggaman kita sebagaimana tidak ada kesamaan dengan sifat makhluk.  Allah SWT tidak serupa dengan salah satu dari ciptaan Nya baik dalam keberadaan Nya maupun dalan sifat-sifat Nya kecuali dalam kata-kata saja. Allah dan sifat-sifat Nya jauh diatas pemahaman yang sempurna dari salah satu ciptaan Nya.

 

81- عن أبى ذررضىالله عنه قال: قال رسول الله صلىالله عليه وسلم إنى أرى ما لا ترون وأسمع ما لا تسمعون، أطت السماء وحق لها إن تئط ما فيها موضع أربع أصابع إلا وملك واضع جبهته لله ساجد، والله لوتعلمون ما أعلم لضحكتم قليلا ولبكيتم كثيرا، وما تلذ ذتم بالنساء على الفرش، ولخر إلى الصعدات تجأرون إلى الله، لوددت أنى كنت شجرة تعضد. رواه الترمذ وقل : هذا حديث حسن غريب، باب ماجاءفىل النبى صلىالله عليه وسلم لوتعلمون….رقم : 2316

81- Abu Dzar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :Sesungguhnya saya melihat apa yang tidak kamu lihat dan aku mendengar apa yang tidak kamu dengar. Langit berbunyi ( dengan kebesaran dan keagungan Allah) adalah pantas bagi nya  berbunyi ! Tidak ada satu ruanganpun diantara ke empat jari kecuali terdapat seorang Malaikat yang menundukkan dahinya dalam bersujud kepada Allah. Demi Allah ! Jikalau kamu mengetauhi apa yang saya ketauhi kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis,  dan kamu tidak akan bersenang-bersenang  dengan istri-istri mu diatas tempat tidur, dan kamu akan pergi ke atas bumbung rumah-rumah kamu untuk berdoa dengan bersungguh – sungguh kepada Allah. Sesungguhnya saya berkehendak bahwa kalau saya adalah seperti sebuah tanaman yang dipetik dari bumi!                      (HR. Tirmidzi )

 

82- عن أبى هريرة رصىالله عنه فال : قل رسوالله صلىالله عليه وسلم  إن لله تسعة اسما  مانة غير واحدة من أحصاها دخل الجنة.

هوالله الذى لآ إله إلاهو الرحمن الرحيم الملك القدوس السلام المؤمن المهيمن العزيز الجبار المتكبر الخالق البارى المصور الغفار القهار الوهاب الرزاق الفتاح العليم القابض الباسط الخافض الرافع المعزالمذل السميع البصير الحكم العدل اللطيف الخبير الحليم العظيم الغفور الشكور العلى الكبير الحفيظ المقيت الحسيب الجليل الكريم الرقيب المجيب الواسع الحكيم الودود الماجيد البا عث الشهيد الحق الوكيل القوى المتيى الولى الحميد المحص المبدئ المعيد المحيى المميت الحى القيوم الواجد الماجد الواحد الآحد الصمد القادر المقتدر المقدم المؤخر الآول الآخر الظاهر الباطن الوالى المتعالى البر التواب المنتقم العفو الرؤؤف مالك املك ذوالجلال والإكرام المقسط الجامع الغنى المغنى المانع الضار النافع النور الهادى البديع الباقى الوارث الرشيد الصبور.

رواه الترمذى وقال : هذاحديث غريب، باب حديث فى أسماءاللهصلىالله عليه وسلم ..، رقم : 35

82- Abu Hurairah meriwayatkan : Bahwa Rasulullullah Saw bersabda : Sesungguhnya ada sembilan puluh sembilan nama bagi Allah ; seratus kurang satu, barang siapa yang menghapal dan membacanya masuk ke dalam sorga. Dialah Allah selain Dia tiada yang patut di sembah, Dia adalah :

 

Ar-Rahmān                                 Maha Pemurah/Maha Pengasih

 

Ar-Rahim                                    Maha Penyayang

 

Al-Malik                                      Maha Merajai

 

Al-Quddus                                  Maha Suci

 

As-Salaam                                   Maha Menyelamatkan

 

Almu’min                                    Maha Pemelihara Keamanan

 

Almuhaimin                                Maha Penjaga

 

Al’aziiz                                        Maha Mulia

 

Aljabbaar                                     Maha Perkasa

 

Almutakabbir                              Maha megah

 

Alkhaaliq                                     Maha Pencipta

 

Albaari                                        Maha membebaskan

 

Almushawwir                              Maha pembentuk

 

Alghaffaar                                   Maha Pengampun

 

Alqahhaar                                    Maha Pemaksa

 

Alwahhaab                                  Maha Pemberi

 

Arrazzaaq                                    Maha Pemberi rezeki

 

Alfataaah                                    Maha Membukakan

 

Al’aliim                                       Maha Mengetauhi

 

Alqaabidh                                   Maha pencat

 

Albaasith                                     Maha Meluaskan

 

Alkhaafidh                                  Maha Menjatuhkan

 

Arraafi’                                       Maha Mengangkat

 

Almu’izz                                     Maha Pemberi Kemuliaan

 

Almudzill                                    Maha Pemberi kehinaan

 

Assamii                                       Maha Mendengar

 

Albashiir                                      Maha Melihat

 

Alhakam                                      Maha Menetapkan Hukum

 

Al’adl                                          Maha Adil

 

Allatihiif                                      Maha Halus

 

Alkhabiir                                     MahaWaspada

 

Alhaliim                                      Maha penghiba atau penyantun

 

Al’azhiim                                    Maha Agung

 

Alghafuur                                    Maha Pengampun

 

Asy-syakuur                                Maha Pembalas

 

Al’aliyy                                       Maha Tinggi

 

Alkabiir                                       Maha Besar

 

Alhafiidh                                     Maha Pemeliara

 

Almuqiit                                      Maha Pemberi Kekuatan

 

Alhasiib                                       Maha enghisab

 

Aljaliil                                         Maha Luhur

 

Alkaariim                                    Maha Mulia

 

Arraqiib                                       Maha Mengawasi

 

Almujiib                                      Maha Mengabulkan

 

Alwasi’                                        Maha Luas

 

Alhakiim                                     Maha Bijaksana

 

Alwaduud                                   Maha Pencinta

 

Almajiid                                      Maha Mulia

 

Alba’its                                       Maha Membangkitkan

 

Asy-syahiid                                 Maha Menyaksikan

 

Alhaqq                                        Maha benar/hak

 

Alwakiil                                      Maha Pemelihara Penyerahan

 

Alqawiyy                                                Mah Kuat

 

Almatiin                                      Maha Kokoh

 

Alwaliyy                                     Maha Melindungi

 

Alhamiid                                     Maha Terpuji

 

Almuhshii                                    Maha penghitung

 

Almubdi’                                     Maha Memulai

 

Almu’iid                                      Maha Mengembalikan

 

Almuhyii                                     Maha Menghidupkan

 

Almu’miit                                    Maha Mematikan

 

Alhayy                                        Maha Hidup

 

Alqayyuum                                 Maha  Tegak

 

Alwaajid                                     Maha mengadakan

 

Almaajid                                     Maha Mulia

 

Alwaahid                                                Maha Esa

 

Ash-shamad                                Maha dibutuhkan

 

Alqaadir                                      Maha Kuasa

 

Almuqtadir                                  Maha menentukan

 

Almuqaddim                               Maha mendahulukan

 

Almuakhkhir                               Maha Mengakhirkan

 

Al-awwal                                                Maha Permulaan

 

Al-aakhir                                     Maha Penghabisan

 

 

Azh-zhaahir                                 Maha Nyata

 

Albaathin                                                Maha Tersembunyi

 

Alwaalii                                       Maha Menguasai

 

Almuta’aali                                 Maha Suci/Terpelihara

 

Albarr                                          Maha Dermawan

 

Attawwaab                                 Maha Penerima taubat

 

Almuntaqim                                Maha Penyiksa

 

Al’afuww                                    Maha Pemaaf

 

Arrauuf                                       Maha Pengasih

 

Maalikul Mulki                            Maha Memiliki Kerajaan

 

Dzul Jallali Wal Ikraam               Maha Memiliki Kesabaran

 

Almuqsith                                   Maha Mengadili

 

 

Aljaami’                                      Maha Mengumpulkan

 

Alghaniyy                                   Maha kaya

 

Almughnii                                   Maha Pemberi Kekayaan

 

Almaani’                                     Maha Menolak

 

 

Adh-dhaarr                                 Maha  Pemberi bahaya

 

Annaafi’                                      Maha Pemberi Kemanfaatan

 

Annuur                                        Maha Bercahaya

 

Alhaadii                                      Maha Pemberi Petunjuk

 

Albadii’                                       MahaPencipta keindahan

 

Albaaqii                                       Maha Kekal

 

Alwaarits                                     Maha Pewaris

 

Arrasyiid                                     Maha Cendikiawan

 

Ash-shabuur                                Penyabar

 

Catatan : Allah SWT memiliki banyak nama sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an dan Al Hadist. Dari sembilan puluh sembilan nama itu terdapat dalam hadist ini.

 

73 – عن أبى بن كعب رصىالله عنه أن المشركين فال النبى صلىالله عليه وسلم  : يامحمد ! انسب لناربك ، فأنزل الله يبارك وتعالى :( قل هوالله أحد الله الصمد لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفواأحد ). رواه احمد 5/124  موسى الا شعرى

83- Ubay Ibnu Kaab r.a meriwayatkan : Suatu ketika orang-orang musrik berkata kepada Nabi SAW : Wahai Muhammad ! Terangkan kepada kami tentang keturunuan Pemberi rezeki kami. Atas pertanyaan itu Allah SWT menurunkan (surat Al Ikhlas ) : Katakanlah ( wahai Muhammad ) ! Dialah Allah Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada Nya segala sesuatu. Dia tiada branak dan tiada pula diberanakkan, dan tidak ada seorangpun yang sebanding dengan Dia.                       (Musnad Ahmad )

 

 

74 – عن ابى هرير ة رضىالله عنه قال : قال رسوالله صلىالله عليه وسلم  : (قال الله عزوجل ) : كذبنى ابن ادم ولم يكن له ذلك ، وشتمن ولم يكن له ذلك ، أما تكذيبه إياى أن يقول : إنى لن أعيده كما بد أته ، وأما شتمه إياى أنيقول : اتخذ الله ولدا ، وأنا الصمد الذى ولم أولد ، ولم يكن لى كفوا أحد . رواه البخارى ، باب قوله االله الصمد ، رقم : 4975

84- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Bahwa Rasulullullah SAW bersabda : Allah SWT berfirman : Bani Adam menuduh Aku berbohong, yang ia tidak mempunyai (dasar ) untuk berkata demikian. Dan ia telah mencerca  Aku walaupun ia tidak mempunyai ( dasar ) untuk itu. Sebagaimana tuduhannya kepada Ku bahwa Aku berbohong dengan perkataannya bahwa Aku tidak  pernah akan membangkitkannya padahal sesungguhnya aku telah menciptakannya, dan sebagaimana cercaannya kepada Ku dengan mengatakan bahwa Allah mempunyai anak, padahal Aku adalah Tuhan tempat bergantung Nya segala sesuatu, Aku tidak beranak dan tidak diperanakkan dan tiada yang serupa dengan Ku (HR.Bukhari ).

 

85- عن أبى هرير ة رضىالله عنه قال : سمعت يارسوالله صلىالله عليه وسلم  يقول : لا يزال الناس يتساء لون حتى ياقال هذا : خلق الله الخلق فمن خلق الله ؟ فإذا قالوا ذلك فقول : الله أحد الله الصمد لم يلد ولم يولد ولم يكون له كفوا أحد ، ثم ليتفل عن يساره ثلا ث وليستعذ من الشيطان الرجيم. رواه أبوداود، مشكوة المصابيح ، لقم : 75

85- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Rasullullah SAW bersabda : Manusia akan berhenti bertanya daia antara mereka ( tentang keberadaan Allah ), sehingga ( mereka melewati semua batas ) dan berkata : Allah menciptakan makhluk akan tetapi siapa yang menciptakan Allah ? oleh sebab itu apabila mereka mengatakan suatu perkataan demikian, katakan kepada mereka :

 

الله أحد الله الصمد لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا أحد

 

Artinya : Dialah Allah Yang Maha Esa, Allah adalah  Tuhan yang bergantung kepada Nyasegala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan dan tidak ada seorang pun yang senbanding dengan Nya. Kemudian meludah ringan kesamping sebelah kirimu tiga kali dan mohon perlindungan ( kepada Alah ) dari syaitan yang terkutuk . ( Abu Daud Miskatul Masabih )

 

86- عن أبى هرير ة رضىالله عنه قال : قال النبى  صلىالله عليه وسلم  : قال الله تعلى : يؤ ذينى ابن ادم ، يسب الدهر وأنا الدهر ، بيد الآمر ، أقلب الليل والنهار . رواه البخارى ، باب قول الله تعلى يردون أن بيدلو كلام الله ، رقم : 7491

86- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda : Allah SWT berfirman : Bani Adam mengganggu dan beriri hati kepada Ku. Ia melalaikankna Waktu padahal Akulah ( Pencipta )  Waktu ( dan segala sesuatu yang berada di dalamnya ) ! Di dalam genggaman tangan Ku ( segala sesuatu ) berjalan, dan Aku menjadikan malam dan siang silih berganti ! ( HR.Bukhari)

 

87- عن أبى موس ألآ شعرى رضىالله عنه قال : قال النبى صلىالله عليه وسلم  : ما أحد أصبر على أذى سمعه منالله ، يد عون له الولد ثم يعافيهم وير زقهم . رواه البخارى، باب قول الله تعالى أن الله هوالرزاق . ، رقم : 7378

87- Abu Musa Al ashari r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : Tiada orang  yang lebih sabar ketas gangguan ia dengar daripada Allah ! Orang-orang musrikin menserikatkan kepada Nya dengan seorang anak dan ( walaupun demikian ) Dia terus memberi kepada mereka  keadaan yang baik dan mnemberikan rezeki kepada mereka ! (HR.Bukhari )

 

88- عن أبى هرير ة رضىالله عنه  قال : قال النبى صلىالله عليه وسلم  : لما خاق الله الخلق ، كتب به ، فهو عنده فوق العرش : إن رحمتى تغلب غضبى. رواه مسلم ، باب فى سعة رحمة الله تعلى … .، رقم : 6969

88- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda ketika Allah menciptakan makhluk, Dia menulis dalam kitab Nya ; dan kitab itu berada bersama dengan Allah diatas Arsy, yang ( tertulis ) : Sesungguhnya rahmat Ku mengalahkan kemarahan Ku : (HR.Muslim )

 

89- عن أبى هرير ة رضىالله عنه أن رسول الله صلىالله عليه وسلم  قال : لويعلم المؤمن ماعند الله من العقوبة، ماطمع بجنته أحد، ولو يعلم الكافر ما عندالله من الرحمة ، ماقنطمن جنته أحد. رواه مسلم ، باب فى سعة رحمة الله تعلى .. .، رقم : 6979

89- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan  : bahwa Rasulullah SAW bersabda : Jikalau orang beriman mengetauhi apakah azab yang dimiliki Allah ketas para penjalim, maka tiada seorang pun yang berharap ke atas sorga Nya dan apabila orang-orang kafir mengetauhi apakah rahmat yang dipunyai Allah maka niscaya tiada yang berputus asa atas sorga Nya. ( HR.Muslim )

 

90- عن أبى هرير ة رضىالله عنه النبى صلىالله عليه وسلم  قال : إن لله مائة رحمة ، أنزل منهما رحمة واحدة بين الجن والإنس والبهائم والهوام ، فبها يتعا طفون ، وبها يتراحمون ، وبها تعطف الوحش على ولد ها ، وأخرالله تسعا وسعين رحمة ، يرحم بها عباده يومالقيامة. رواه مسلم ، باب فى سعة رهمة الله تعلى .. .، رقم : 2974

وفى رواية لمسلم: فإذا كان يوم القيامة أكملها بهاذه الرحمة. رقم : 6977

Abu Hurairah r.a.meriwayatkan bahwa nabi SAW bersabda : Sesungguhnya Allah memiliki seratus rahmat. Dia telah menurunkan darinya satu Rahmat diantara jin dan manusia, binatang dan makhluk-makhluk yang melata. Dengan demikian mereka           ( semua ) menunjukkan kasih sayang kepada satu helai dan dengan demikian mereka menunjukkan ke rahiman ke atas satu sama lain, dan karena itu satu ekor lebah memperlihatkan kasih sayangnya kepada anaknya  dan Allah menangguhkan sembialan puluh sembilan rahnmat yang Dia akan memberikan kepada hamba-hamba Nya pada hari kiamat. ( HR.Muslim )

Catatan : Dalam sebuah riwayat oleh Muslim : Dan apabila pada hari kiamat Dia akan menyempurnakan  ( Sembilan Puluh Sembilan ) dengan ( satu ) Rahmat ( yang telah diturunkan ke atas dunia ini dan pada hari kiamat Dia akan menganugerahkan kepada hamba-hamba Nya seratus rahmat. ( HR.Muslim )

 

 

91- عن عمر بن الجطاب رضىالله عنه أنه قال : قدم على رسول الله  صلىالله عليه وسلم  بسبى، فإذا امرأة من السبى ، تبتغى ، إذا وحدت صبيا فى السبى ، أخذته فألصقته ببطنها وأرضعته فقال : لنا رسول اللهصلىالله عليه وسلم  : أترون هذه المرأة طار حة ولد هافى لاوالله ! وهى تقدر على أن لاتطرحه ، فقال رسول الله صلىالله عليه وسلم  : لله أرحم بعباده من هذه بولدها. رواه مسلم ، باب فى سعة رحمة الله تعلى .. . رقم : 6978

91- Umar Ibnu Khattab r.a Meriwayatkan : Ketika beberapa tawanan perang  dibawah kehadapan Rasulullah SAW, Seorang tawanan perempuan sedang mencari-cari (sesuatu ). Sesudah ia mendapati seorang bayi diantara para tawanan  dia mengankatnya dan meletakkan bayi itu diatas pangkuannya dan mulai menyusuinya. Oleh karena itu rasulullah SaW bersabda kepada kami dapatkah kamu bayangkan kalau  perempuan ini melemparkan putera Nya kedalam api ? mereka menjawab: Tidak, demi Allah ia tidak akan dapat melemparkannya ! Rasulullah SAW  bersabda Sesungguhnya Allah lebih pengasih kepada hamba Nya dari pada perempuan ini kepada Puteranya    (HR.Muslim )

 

 

92- عن أبى هرير ة رضىالله عنه قال : قام رسول الله صلىالله عليه وسلم  فى صلوة وقمنا معه، فقال أعرابى وهوفى الصلة : الهما ارحمنى ومحمدا ولا ترحم معنا أجد . فلما سلم النبى صلىالله عليه وسلم قال  للأ عرابى : لقد حجرت واسعا يريد رحمة الله، . رواه البجارى ، باب رحمة الناس والبهائم ، رقم : 6010

92- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : bahwa Rasulullah SAW berdiri untuk shalat dan kami telah bangun untuk shalat bersama dengannya. Seorang Badui ( Muslim yang baru ) sambil ia mengerjakan shalat ia berdoa : wahai Allah rahmatilah aku dan Muhammad SAW dan janganlah Engkau merahmati salah satu selain dari pada kami ! setelah itu apabila Nabi SAW telah menyempurnakan shalatnya ( dengan demikian pada akhir shalatnya ) Baginda berkata kepada Badui itu : Kamu telah membatasi                ( sesuatu yang sangat ) luas berkenaan dengan rahmat Allah ( jangan kamu cemas tentang rahmat Allah yang begitu luas yang meliputi segala sesuatu dan                             (  tiada    terbatas ). (HR. Bukhari ).

 

 

93- عن أبى هرير ة رضىالله عنه عن رسول اللهصلىالله عليه وسلم  أنه قال : والذى نفس مدمد بيده ! لا يسمع بى أحد من هذه الأ مة يهودى ولا نصرانى ، ثم يموت ولم يؤمن بالذى أرسلت به ، إلا كان من أصحاب النار . رواه مسلم ، باب وحوب الإيمان …، رقم : 386

93- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : bahwa Rasulullah SAW bersabda : Demi Dia yang dalam genggaman tangan Nya nyawa Muhammad SAW : Jikalau salah satu dari pada mereka dari antara  antara umat ini mendengar tentang aku  ; yaitu Yahudi dan Nasrani, kemudian mati tanpa beriman kepada apa yang saya diutus dengannya; ia akan ( pasti ) berada diantara penghuni neraka ! ( HR.Muslim ).

Catatan : Ummah disini menunjuk kepada seluruh umat dan Jann ( Jamak dari pada Jin ) yang hidup sesudah kenabian Muhammad SAW.

 

94- عن جابر بن عبدالله رضىالله عنهما قال : جائت ملآ ئكة إلى النبى صلىالله عليه وسلم  وهوانائم  فقال بعضهم إنه نائم، وقال بعضهم: إن العين نائمة والقلب يقظان ، فقالوا : إن الصا حبكم هذا مثلا ، قال : فلضربوا له مثلا ، فاقال بعضهم : إنه نائم ، وقال بعضهم : إن الغين نا ئمة والقلب يقظان ، فقالوا : مثله كمثل رجل بنى دارا وجعل فيها مأدبة وبعث داعيا ، فمن أجاب الداعى دحل الدار وأكل من المأدبة ، ومن لم يجب الداعى لم يد خل الدار ولم يأكل من المأجبة ، فقالو : أولوهاله يفقهها ،فقل بعضهم : إنه نائم ، وقال بعضهم : إن العين نائمة والقلب يقظان ، فقالوا : فالدار : الجنة ، والداعى : محمد صلىالله عليه وسلم  فمن أطاع محمداصلىالله عليه وسلم  فقد أطاع الله، ومن عص محمدا صلىالله عليه وسلم  فقد عص الله ، ومحمد صلىالله عليه وسلم  فرق بين الناس . رواه البخارى ، باب الإقتداءبسنن رسول الله !. رقم : 7681

94- Jabir Ibnu Abdullah r.a. meriwayatkan : Beberapa malaikat datang kepada Nabi SAW  ketika ia sedang tidur. Setelah itu salahsatu dari pada mereka berkata :Sesungguhnya ia sedang tidur dan malaikat lain berkata : Sesungguhnya matanya tertidur akan tetapi hatinya tetap berjaga. Kemudian mereka berkata : Sesungguhnya sahabatmu Muhammad Saw ini  ada sebuah misal ( yang dapat diberikan ). Salah satu daripada mereka berkata :  oleh sebab itu berikan permisalannya ! yang lain berkata : Ia sedang tidur. Beberapa diantara mereka berkata lagi : matanya tertutup, akan tetapi hatinya terjaga. kemudian  malaikat-malaikat berkata kepada satu sama lain : permisalannya adalah seperti seorang yang membangun sebuah rumah dan mengadakan  sebuah jamuan disana kemudian ia mengutus seorang penyeru                       ( untuk mengundang orang-orang supaya mengambil bagian dalam jamuan tersebut ), oleh sebab itu barang siapa menerima undangan tersebut, masuk dalam rumah itu dan akan menikmati jamuan itu. Dan barang siapa yang tidak memenuhi undangan itu tidak masuk dalam rumah itu dan tiak akan mengambil bagian dalam jamuan itu. Kemudian mereka berkata : jelaskan ( permisalahan ) ini kepadanya supaya ia dapat mengerti. Bebrapa malaikat berkata : ia sedang tertidur, yang lainnya berkata :  Sesungguhnya matanya tertidur akan tetapi hatinya terjaga ! kemudian mereka berkata ( menjelaskan ) : Rumah itu adalah surga, dan penyeru itu adalah Muhammad SAW, oleh karena itu barang siapa yang mentaati Muhammad SAW maka ia mentaati Allah ( ia akan masuk sorga dan akan menikmati berbagai karunia ) dan barang siapa yang tidak mentaati Muhamad SAW  maka ia tidak mentaati Allah ( akan kehilangan kenikmatan sorga ), dan uhammad SAW  telah membagikan manusia ( dalam ketaatan dan ketidak taatan )

( HR.Bukhari ).

Catatan : Tidurnya Nabi-nabi  alaihimussalam  berbeda dengan tidurnya orang-orang biasa. Seorang manusia ketika tidur menjadi tidak sadar dengan keadaan dan kejadian-kejadian yang berlaku sekitarnya ; hal mana keadaan ini tidak berlaku dengan Nabi-nabi. Tidurnya mereka hanya berkenan dengan mata akan tetapi hati mereka terus menerus berbakti kepada Allah SWT.

 

95- عن أبى موس رضىالله عنه عن النبى صلىالله عليه وسلم  قال : إنما مثلى ومثل ما بعشنى الله به  كمشل رجل أتى قوما فقل : ياقوم ، إنى رأيت الجيش بعينى ، وإنى أنا النذير العريان ، فاطاعه طائفة من قومه فأدلجو افانطلق ا على مهلهم فنجوا ، وكذبت طائفة منهم فأصبحوا مكا نهم ، فصبهم الجيش فأهلكهم واجتاحهم ، فذلك مثل من أطاعنى فاتبع ماجئت به ، ومثل من عصانى وكذب بماجئت بهمنالحق . رواه البجارى ، باب الإقتداء بسنن رسول الله صلىالله عليه وسلم  رقم : 7683

95- Abu Musa r.a meriwayatkan : Bahwa nabi SAW bersabda permisalanku dan permisalan tentang apa yang Allah SWT  telah mengutusku dengannya  yakni seperti seorang  yang mendatangi manusia dan berseru : Wahai manusia ! Sesungguhnya saya telah melihat pasukan ( musuh ) dengan mata kepalaku sendiri dan sesungguhnya saya adalah pemberi peringatan yang benar maka carilah perlindungan !  maka sebagian daripada kaumnya mentaatinya ; dan bergegas berangkat pada malam hari  tanpa membuang masa dan menyelamatkan dan melarikan diri mencari perlindungan. Dan sebagian daripada kaumnyatidak percaya ( dengan peringatan itu )  dan tetap tinggal ditempat mereka sehingga tiba fajar. Karena itu ketika pasukan menyerang pada saat fajar membinasakan dan menghapuskan mereka. Demikianlah permisalan seorang yang mentaati aku dan mengikuti apa yang aku bawa ( ia memperoleh keselamatan ), dan permisalan orang yang tidak mentaati aku dan tidak beriman dengan kebenaran yang mana saya diutus dengannya ia akan binasa. (HR.Bukhari ).

Catatan : Menurut kebiasaan orang-orang Arab apabila menyerang  dilakukan pada waktu fajar. Orang yang hendak menghindar daripada bahaya ini, berangkat pada malam hari.

 

96- عن عبدالله بن ثابت رضىالله عنه قال : جاء عمربن الخطاب إلى النبى صلىالله عليه وسلم  فقال : يا رسول الله ! إنى مررت باخ لى من قريظة فكتب لى جوامع من التوراة، ألا أعرضها عليك ؟ قال : فتغير وجه رسوالله صلىالله عليه وسلم  قال عبدالله يعنى ابن ثابت ، فقلت له : ألا ترى ما بوجه رسول اللهصلىالله عليه وسلم  ؟ فقال عمر رصىالله عنه : رضينابالله تعلى ربا وبالإسلام دينا وبمحمد صلىالله عليه وسلم  رسولا ” ، قال : فسرى عن النبىصلىالله عليه وسلم  وقال : والذى نفس محمد بيده ، لو أصبح فيكم موس ثم اتبعتموه وتركتمو نى لضللتم ، إناكم حظى مناالآمم وأنا حظكم منالنبيين. رواه أدمد 265

96. Abdullah ibnu Sabit r.a. meriwayatkan : Umar Ibnu Khattab datang kepada Nabi SAW dan berkata : Wahai Rasulullah ! Sesunguhnya  saya melewati seorang saudara saya dari ( kaum ) quraisah kemudian menuliskan untuk saya beberapa ayat dari Taurat ( yang berguna bagiku ). Bolehkah saya perlihatkan ayat-ayat itu kepada engkau ?          ( Abdullah ) berkata : Oleh karena perkataanku itu   wajah Rasulullah SAW berubah merah padam. Abdullah bin Sabit kemudian berkata demikianlah saya berkata kepadanya ( Umar ) : Tidakkah engkau melihat sikap marahnya Rasulullah Saw pada wajahnya ? oleh karena itu Umar r.a. ( menyadari akan kesalahannya dengan segera ) maka ia berkata :

 

رضينا بالله تعلى ربا وبالإسلام دينا وبمحدصلىالله عليه وسلم  رسولا\

 

Artinya : Kami ridho kepada Allah SWT sebagai Rab kami dan dengan Islam sebagai agama kami dan dengan Muhammad SAW sebagai Rasul kami. Abdullah berkata : karena itu kemarahan Rasulullah SAW menjadi surut dan Baginda berkata : Demi Dia yang nyawa Muhammad SAW berada dalam genggaman tangan Nya, jikalau Musa a.s. berada diantara kamu dan kemudian engkau mengikutinya dan meninggalkan aku maka sesungguhnya engkau berada dalam kesesatan. Sesungguhnya engkau adalah bagianku dari antara bangsa-bangsa ; dan aku adalah bagian dari engkau dari antara Nabi-nabi ( kejayaanmu terletak dalam mengikuti aku). (Musnad Ahmad ).

 

97- عن أبى هرير ة رضىالله عنه أن رسول الله صلىالله عليه وسلم  قال : كل أمتى تدخلون الجنة إلامن أبى ، قالوا : يا رسول لله ! ومن يابى ؟ قال : من أطعنى دخل الجنة ، ومن عصانى فقد أبى. رواه البخارىز باب الإقتداء بسنن .  رقم : 768

97. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :  Semua umat           ( kaum-kaum )ku akan  masuk ke   dalam surga kecuali  mereka  yang  menolak .                   ( sahabat ) berkata :Wahai Rasulullah SAW siapakah yang menolak ? Baginda menjawab : Siapa yang mentaati aku memasuki sorga dan siapa yang tidak mentaati aku dialahyang menolak ! ( HR.Bukhari )

 

98- عن عبد الله بن عمرورضىالله عنهما قال : قال رسواللهصلىالله عليه وسلم  لايؤمن أحدكم حةى يكون هواه تبعا لما جئت به . رواه البغوى فى شرح السنة 1/ 213 ، قال النووى : حديث صحيح ، رويناه فى نتاب الحجة ياسناد صحيح ، جامع العلوم والحكم ص 324

98. Abdullah Ibnu Umar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Tiadalah seorang dianatara kamu yang akan memperoleh kamu iman yang sempurna, sehingga hawa nafsunya ditundukkan kepada apa yang aku bawa.                                   ( Sharkhus Sunnah lil baghoi ).

 

99- عن أنس بن مالك رضىالله عنه قال: قال لى رسول الله صلىالله عليه وسلم  : يابنى إن قدرت أن تصبح وتمس ليس فى قلبك غش لآ حد فعل، ثم قال لى يابنى وذلك من سنتى ، ومن أحيا سنتى فقد أحبنى كان معىفى الجنة . رواه الترمذى وقال : هذا حديث حسن غريب ، باب ما جاء فى الآخذبلسنة ..رقم : 2678

99. Anas Ibnu Malik r.a.meriwayatkan : bahwa Rasulullah SAW berkata kepadaku : Wahai anakku ! Jikalau engkau dapat diwaktu pagi dan petang hari menjadikan keadaan hatimu sedemikian, yang dalam hatimu tidak ada dengki kepada seseorang, maka lakukanlah demikian. Kemudian Baginda berkata kepadaku : wahai anakku ! dan inilah sunnah ( jalan ) ku, dan barangsiapa yang menghidupkan sunnah ku sesungguhnya ia mencintaiku ; dan barangsiapa yang mencintai ku akan bersama-sama denganku dalam sorga. ( Tirmidzi ).

 

100- عن أنس بن مالك رضىالله عنه يقول : جاء ثلاثة رهط إلى بيوت أزواج النبى صلىالله عليه وسلم  يسألون عن عبادة النبى صلىالله عليه وسلم  فلما أخبروا كأنهم تقالوهافقالوا : وأين نحن من النبى صلىالله عليه وسلم  ؟ قد غفر اللهله ما تقدم من ذنبه وما تأخر : فال أحدهم : أماأنافأناأصلى الليل أبدا، وقال أخر : أنا أصوم الدهو ولا أفطر ، وقال اخر : أنا أعتزل النساء فلا أنزوج أبدا، فجاء إليهم رسول الله صلىالله عليه وسلم  فقال :  أنتم الذ ين قلتم كذا وكذا ؟ أما والله إنى لآخشاكم لله وأتقا كم له ، لكنى أصوم وأفطر ، وأصلى وأرقد، وأتزوج النساء ، فمن رغب عن سنتى فليس منى. رواه البخارى ، باب الترغيب فى النكاح ، رقيم : 5063

100. Anas Ibnu Malik meriwayatkan : ada sekelompok orang yang terdiri dri tiga orang datang ke rumah istri-istri Rasulullah SAW bertanyakan tentang ibadah Nabi SAW. Ketika mereka diberitahu ; kelihatannya sangat kurang ( menurut pandangan mereka ). Oleh sebab itu mereka berkata : Bagaimana kami dapat dibandingkan dengan Rasulullah SAW ? Allah sudah pasti mengampuni kelalain-kelalaiannya yang terdahulu dan segala kekurangannya yang akan datang kemudian. Salah seorang dari pada mereka berkata : bagi saya ; saya akan beribadah sepanjang malam, dan seorang yang lain lagi berkata : saya akan berpuasa selama masa ( hidupku ) dan tidak akan berbuka. Dan seorang lagi berkata : Saya akan meninggalkan wanita-wanita, tidak pernah akan kahwin. ( Ketika mereka sedang berbicara ) Rasulullah SAW datang kepada  mereka dan berkata kamukah orang yang berkata begini dan begini ? dengarlah baik-baik. Demi Allah ! sesungguhnya saya adalah yang paling bertakwa kepada Allah dari antara kamu,  dan yang paling teliti dari antara kamu dalam ketaatan kepada Nya akan tetapi saya berpuasa dan berbuka puasa dan saya mengerjakan shalat dan saya tidur ( dimalam hari ) dan saya berkahwin dengan wanita-wanita, oleh sebab itu barang siapa yang tidak mengikuti sunnah ku, dia bukan dari padaku                  (HR.Bukhari ).

 

 

 

101- عن أبى هريرة رضىالله عنه عنى النبىصلىالله عليه وسلم  قال : من تمسك بسنتى عند فسد أمتى فله أجر شهيد . رواه الطبرانى ياسناد لابأس به ، الترغيب 1/80

101. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : Barang siapa yang berpegang teguh kepada sunnah ku selama ( masa ) kerusakan umatku, baginya pahala satu mati sahid ( HR. Tabrani ).

102-عن مالك بن أنس رحمه الله أنه بلغه أن رسول الله صلىالله عليه وسلم  قال تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما تمسكنتم بهما كتاب الله وسنة نبيه .رواه الإمام مالك فى الموطأ ، النهى عن القول فى القدرص 752

102. Malik Ibnu Anas rahimahullahualaihi meriwayatkan : Riwayat berikut telah sampai kepadanya yang mana Rasulullah SAW bersabda : aku telah tinggalkan kepadamu dua perkara ; dan kamu tidak pernah akan sesat selagi kamu berpegang teguh kepadanya : kitab Allah dan sunnah nabinya. ( Muatta Imam malik ).

 

103-عن العرباض بن سارية رضىالله قال : وعظنا رسول اللهصلىالله عليه وسلم  يوما بعد صلوة الغداة موعظة بليغة ذرفت منها العيون ووجلت منها القلوب ، فقال رجل : إن هذه موعظة مودع  فبماذا تعهد إلينا يارسول الله ؟ قال : أوصيكم بتقوىالله ، والسمع والطاعة وإن عبد حبشى ، فإنه من يعش منكم يرا اخنلافا كشيرا ، وإياكم ومحدثات الآمور فإنها ضلالة فمن أدرك ذلك منكم فعليه بسنتى وسنة الخلفاء الراشدين المهديين ، عضوا عليها بالنواجذ. رواه الترمذى، وقال : هذاحديث حسن صحيح ، باب ما جاء فى الآجذبالسنة ، الجامع الترمذ 2/52 طبع فاروقى كتب جانه ، ملتن

103. Irbad  Ibnu Sariyah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pada suatu hari sesudah shalat subuh menasehati kami dengan sebuah nasehat yang sangat menyayat hati,  sehingga menyebabkan air mata kami mengalir dan hati-hati kami bergetar. Oleh sebab itu seorang berkata : Sesungguhnya nasehat ini merupakan ucapan selamat tinggal ! Karena itu kepada apa engkau mengajak kami wahai Rasulullah ? Rasulullah SAW menjawab : Aku menasehatkankan  kamu dengan takwa kepada Allah ( takut dan taat ) dan mendengar serta taat ( kepada mereka yang berkuasa ), walaupun jika ia adalah seorang hamba abesinia ! karena sesungguhnya barang siapa yang hidup diantara kamu akan memperhatikan banyak perbedaan. Dan saya memperingatkan kamu tentang pembaharuan–pembaharuan ; sebab sesungguhnya pembaharuan-pembaharuan itu adalah sesat. Sebab itu barang siapa diantara kamu yang sampai               ( pada masa dan kejadian-kejadian ) itu, maka hendaklah kamu berpegang teguh  kepada sunnahku dan sunnah khulafa urasyidin ( HR.Tirmidzi )

 

104 – عن عبد الله بن عباس رضىالله عنهما أن رسول الله صلىالله عليه وسلم  رأى خاتما من ذهب فى يد رجل ، فنزعه وقال : يعمد أحدكم إلى جمرة من نار فيجعلها فى يده فقيل للرجل بعد ما ذهب رسول الله صلىالله عليه وسلم  خ خاتمك النفع به ، قال : لا ، والله ! لا اخذه أبد، وقد طرحه رسول الله صلىالله عليه وسلم  رواه مسلم ، باب تحريم خاتم الذهب .. . قم :5472

104. Abdullah Ibnu Abbas r.a meriwayatkan : Rasulullah SAW melihat sebentuk cicin emas pada tangan seorang laki-laki ; maka ia membukanya ( dari jari tangannya dan membuangnya dan bekata : ( betapa mengherankan yang ) seorang diantara kamu ingin meletakkan bara api diatas tangannya. ( bermakna barang siapa yang memakai ditangannbya sesuatu yang terbuat daripada emas maka tangan itu berrada dalam neraka). Sesudah dikatakan kepada orang itu, sesudah Rasulullah SAW pergi : ambillah cincinmu dan gunakan dia ( dengan menjualnya ). ia menjawab : tidak ! Demi Allah, Saya tidak akan apernha mengambil sesuatu yang telah dibuang oleh Rasulullah SAW ! ( HR.Muslim ).

 

105قالت زينب : دخلت على أم حبيبة زوج النبى صلىالله عليه وسلم  حين توفى أبوها أبو سفيان بن حرب فدعت أم حبيبة بطيب فيه صفرة خلوق أو غيره فدهتة منه جارية ثم مست بعار ضيها ثم قالت : والله مالى بلطيب من حاجة غير النى سمعت رسول الله صلىالله عليه وسلم  يقول : لا يحل لامرأة تؤمن بالله واليوم الأخر أن تحد على ميت فوق ثلاث ليال إلا على زوج أربعة أشهر وعشرا . رواه البجارى، باب تحدالمتوفى عنها أربعة أشهر وعسرا ، رقم : 5324

105. Zainab r.anha. meriwayatkan : Saya memanggil Ummu Habibah r.anha isri Nabi SAW ketika ayahnya Abu Supyan Ibnu Harb r.a meninggal dunia. Ummu Habibah  r.anha meminta sedikit minyak wangi yang terdiri dari campuran bahan kuningan;               ( barangkali ) kholuq atau bahan yang lainnya. Kemudian ia memberi pembantunya memakai sediki minyak, dan menghapuskan minyak itu pada kedua pipinya dan berkata : Demi Allah ! saya tidak perlu kepada wangi-wangian, akan tetapi saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : Tidak diperbolehkan bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhirat untuk berkabung keatas seorang yang meninggal lebih dari tiga hari kecuali keatas seorang  suami, yang masanya empat bulan sepuluh hari. (HR.Bukhari ).

Catatan : Kholuq adalah sejenis campuran minyak wangi yang sapron lebih dominan.

 

106- عن أنس بن ملك رضىالله عنه أن رجلا سال النبىصلىالله عليه وسلم  متى الساعة يارسول الله ؟ قال : ماأعدت لها؟ قال : ماأعددت لهامن كثير صلوة ولا صوم ولا صدقة ،  ولكنى أحب الله ورسوله ، قال : أنت مع من أحببت . رواه البخارى ، باب علا مة الحب فىالله  .رقم : 6171 عنى النبى

106-  Anas Ibnu Malik r.a. meriwayatkan : Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW : Bilamana kan terjadi ( hari kebangkitan ) wahai Rasulullah ? Baginda menjawab : Apa yang telah engkau persiapkan untuk itu ? Ia menjawab : Saya tidak ada persiapan untuk itu dengan banyak shalat sunnat, atau puasa sunat, ataupun sedekah akan tetapi saya menyintai Allah dan Rasul Nya, ( Nabi ) bersabda : Kamu akan berada bersama dengan yang kamu cintai ! ( HR.Bukhari )

 

 

107- عن عائشة رضىالله عنهما قالت : جاء رجل إلى النبى صلىالله عليه وسلم  فقال : يارسول الله ! إنك لآ حب إلى من نفسى ، وإنك لآ حب إلى من أهلى وملى ، وإنك لآحب إلى من ولدى ، وإنى لآكون فى البيت فأذكرك فما أصبر حتى اتى فأنظر إليك ، وإذا ذكرت موتى وموتك ، عرفت  أنك إذا ذخلت الجنة رفعت مع النبيين ، وإنى إذا دخلت الجنة خشيت أن لا أراك ، فلم يرود عليه النبى صلىالله عليه وسلم  شيئا حتى نزل جبريل عليه السلام بهذه اللآية : ( ومن يطع الله والرسول  فأولئك مع الذين أنعم الله عليهم من النبيين والصديقين والشهداء والصلحين  ). رواه الطبرانى فى الصغير والآوسطورجاله رجال الصحيح غير عبدالله بن عمر ان الغامدى وهوثقة مجمع الزوائد 7/62

107- Aisah r.anha meriwayatkan : Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW dan berkata : Wahai Rasulullah ! engkau lebih aku cintai dari pada diriku sendiri, dan lebih aku cintai daripada istriku dan hartaku, dan lebih aku cintai daripada anak-anakku.  Ketika saya berada di rumahku saya selalu berfikir tentang engkau ; saya menjadi tidak sabar sehingga saya datang dan melihat engkau. Dan saya mengetauhi bahwa engkau dan saya akan mati ; setelah ini engkau akan ditinggikan bersama dengan nabi-nabi dalam sorga, dan jika saya masuk sorga, saya takut bahwa saya tidak dapat melihat engkau ( karena saya berada pada derajat yang lebih rendah dari pada engkau ) ! Nabi tidak menjawab kepadanya sehingga ( ayat berikut ) diwahyukan kepadanya :

 

 

 

ومن يطع الله والرسول فأولئك مع الذين أنعم الله عليهم من النبيين والصديقين والشهداء والصلحين

Artinya : Barangsiapa mentaati Allah dan Rasulnya, mereka akan ( berada )diantara mereka yang Allah telah berikan nikmat ( pahala )  yang khusus ; mereka akan berada bersama dengan Nabi-nabi, siddiqin, suhada dan solihin.

( Tabrani dan Majma Uz Zawaid ).

Catatan : Siddiq bermakna seseorang yang derajat kekuatan iman dan yakinnya sangat tinggi. Oleh karena itu banyak pentafsir menterjemahkan siddiq sebagai orang – orang soleh.

 

 

108- عن أبى هريرة رضىالله عنه أن رسول الله صلىالله عليه وسلم  قال : أن رسول الله صلىالله عليه وسلم  قال : من أشد أمتى إلى حبا ، ناس يكونون بعدى ، يودأحدهم لو رانى بأهله وماله . رواه مسلم ، باب فيمن يودرؤبة النبىصلىالله عليه وسلم  رقم : 7145

108  -Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda  diantara mereka yan sangat mencintaiku dari umatku adalah orang-orang ( yang datang ) setelah aku mereka tidak menyesal karena tidak melihat aku bahkan mengorbankan keluarga dan harta mereka ! ( HR.Muslim )

 

 

109- عن أبى هريرة رضىالله عنه  أن رسول الله صلىالله عليه وسلم  قال : فضلت على الآنبياء بست أعطبت جوا مع الكلم ، ونصرت بالرعب وأحلت لى المغانهم ، وخعلت لى الآرض طهورا ومسجدا، وأرسلت إلى الخلق كافة ، وختم بى النبيون . رواه مسلم ، باب المساجد ومواصلوة ، رقم :1167

109. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : bahwa Rasulullah SAW bersabda : aku telah di lebihkan keatas Nabi-nabi dengan enam perkara. Aku telah diberikan Jawami alkalim ( ungkapan – ungkapan yang sempurna ) dan aku telah di bantu ( oleh Allah ) dengan ketakutan ( ditempatkan  Allah dalam hati-hati musuh ) dan ghanimah ( harta rampasan musuh ) di jadikan  halal bagiku ( bagi orang – orang terdahulu, harta rampasan musuh mesti dibakar dengan api yang turun dari langit ) ; dan seluruh permukaan  bumi  dijadikan mesjid) di sucikan untuk mengerjakan shalat ; sedangkan umat-umat sebelumnya ibadah hanya dapat dilakukan pada tempat-tempat yang khusus  dan seluruh permukaan bumi di sucikan bagiku                                                                   ( dengan maksud tayyamum dimana kesucian dapat diperolehi ), dan saya dihantar untuk seluruh makhluk , ( sedangkan nabi-nabi terdahulu  dihantar khususnya untuk kaum dan bangsa mereka sendiri ), dan pintu kenabian telah ditutup dengan kedatanganku. ( tidak ada nabi dan rasul baru yang akan datang setelah Rasulullah SAW ). ( HRR.Muslim ).

Catatan : Jawami alkalim bermakna  ungkapan – ungkapan pendek yang memuat pengertian yang luas dan lengkap.

 

 

110- عن عرباض بن سارية رضىالله عنه صاحب رسول الله صلىالله عليه وسلم  قال : سمعت رسول الله صلىالله عليه وسلم  يقول : إنى عبدالله وخاتم النبيين. ( الحديث ) رواه الحاكم وقال : هذا حديث صحيح الإسناد ولم يخرحاه ووافقهالذهبى 2/418

110- Irbad Ibnu Sariyah r.a. sahabat rasulullah SAW meriwayatkan saya mendengar Rasulullah SAW bersabda :  Sesunggguhnya aku adalah Abd ( hamba Allah ) dan penutup para nabi.  ( Mutadrak Hakim )

 

 

 

111- عن أبى هريرة رضىالله عنه  أن رسول الله صلىالله عليه وسلم  قال: إن مثلى ومثل الآنبياء من قبلى كمثل رجل بنى بيتا فأحسنه وأجمله إلا موضع لبنة من زاوية فجعل الناس يطوفون به ويعجبون له ويقولون : هلا وضعت هذه البنة ؟ قال : فأنااللبنة ، فأنا اللبنة ، وأنا خاتم النبيين. رواه البخارى ، باب ختم النبيين ، رقم : 2535

111- Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan nabi-nabi sebelum aku adalah seperti seoorang yang membangun sebuah rumah dan menyempurnakannya  dfan mempercantiknya akan tetapi tertinggal sebuah batu pada suatu tempat dalam pojok rumah itu. Orang-orang mengelilingi rumah itu dan mereka terkagum dengan kecantikannya akan tetapi mereka heran : mengapa tidak ada sebuah bata lagi yang diletakkan pada pojok ini ? (  Nabi ) berkata : akulah batu bata itu ; dan aku adalah penutup para Nabi.  ( HR.Bukhari )

 

 

112- عن ابن عباس رضىالله عنهما قال : كنت خلف النبىصلىالله عليه وسلم  يوما، فقل : ياغلام ! إنى أعلمك كلمات ، احفظ الله يحفظلك ، احفاظ الله تجده تجاهك، إذاسألت فاسأل الله ، وإذا استعنت فاستعن بالله، واعلم أن الأمة لواجتمعت على أن ينفعوك بشىء لم يضروك إلا بشىء لم بضروك إلا بسىء قد كتبه الله عليك، رفعت الآقلام وجفتالصحف. رواه الترمذ وقال : هذا حديث حسن صحيح ، باب حديث حنظة. .رقم : 2516

112- Ibnu Abas r.a. meriwayatkan : saya sedang berbonceng dibelakang Nabi SAW pada suatu hari ; Karena itu  Baginda berkata kepadaku : Wahai orang muda ! Sesungguhnya aku mau mengajarkan kepadamu ( beberapa ) perkataan : jagalah                   ( hukum-hukum ) Allah, maka ia akan menjaga engkau ! Jagalah ( hukum –hukum ) Allah, engkau akan mendapati Dia dibalik engkau. Jikalau engkau meminta, mintalah kepada Allah, dan jika;lau engkau mencari pertolongan, maka carilah pertolongan dari Allah, dan ketauhilah bahwa jikalau ( semua ) bangsa berkumpul untuk memberi manfaat kepada engkau dengan sesuatu mereka tidak akan dapat memberi manfaat kepadamu kecuali apa yang telah dituliskan Allah bagimu ! dan jikalau mereka berkumpul untuk memberi mudarat kepadamu dengan sesuatu, mereka tidak akan dapat memudaratkan engkau kecuali apa yang telah Allah tuliskan bagimu. Pena             ( Takdir ) telah diangkat, dan ( Tinta ) gulungan telah kering ! ( HR.Tirmidzi )

Catatan :  Segala sesuatu yang berlaku telah tercatat dan tidak pernah berubah.

 

 

113- عن أبى الدرداء رضىالله عنه عن النبى  صلىالله عليه وسلم  قال: لكل شىء حقيقة، وما بلغ عبدى حقيقة الإيمان حتى يعلم أنما أصابه لم يكن ليخطئه وماأخطاه لم يكن ليصيبه. رواه أحمد والطبرانى ورجاله ثقات ،ورواه الطبرانى فى الآوسط ، مجمع الزوائد 7/454

114-  Abu Darda r.a. meriwayatkan : bahwa nabi SAW bersabda : Bagi segala sesuatu ada hakekatnya ; dan tidak ada abd ( hamba Allah ) yang dapat mencapai hakekat iman sehingga ia menyatakan  bahwa apa yang menimpanya tidak dapat meleset dari padanya ; dan apa yang  lepas dari padanya tidak dapat menimpanya. ( Munad Ahmad, Tabrani dabn Majma Uz Zawaid ).

Catatan : Apa yang menimpa sesorang, mesti diyakini bahwa malapetaka itu telah ditakdirkan baginya oleh Allah. Barang kali ada kebaikan yang tersembunyi dibalik itu. Berimn kepada takdirmemelihara iman seseorang dan melindungi saeseorang dari bisikan-bisikan  setan.

 

114 – عن عبد الله بن عمروبن العاص رضىالله عنهما قال : سمعت ن رسول الله صلىالله عليه وسلم   يقول : كتب الله مقادير الخلائق قبل أن يخلق السموات والأرض بخمسين ألفسنة، قال : وعرشه على الماء. رواه مسلم ، باب حجا ج ادم وسى …، رقم : 6748

114.  Abdullah Ibnu Amar Ibnu Al As r.a meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Allah sudah menuliskan takdir ( seluruh ) makhluk 50.000 tahun sebelum ia menciptakan langit dan bumi. (Baginda ) juga berkata : dan Arsy Nya berada diatas air. ( HR.Muslim ).

 

115- عن أبى الدرداء رضىالله عنه قال : قال رسول الله صلىالله عليه وسلم  إن الله عزوحل فر غ إلى كل عبد من خلقه من خمس : من أجله وعمله ومضجعه وأثره ورزقه. رواه أحمد 5/197

115. Abu Darda r.a meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Allah SWT telah menetapkan bagi setiap hamba Nya lima perkara ; Masa ( mati ) nya, amalan – amalannya ( baik atau buruk ), tempa penguburannya, umurnya dan rezekinya. ( Musnad Ahmad )

 

116- عن عمرو بن شعيب عن أبيه عن جده رضىالله عنهما عن النبى  صلىالله عليه وسلم  قال : لايؤ من المزء حتى يؤمن بالقدر خيره وشره . رواه أحمد 2/181

116. Abdullah Ibnu Amir r.a. meriwwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : Tiadalah seseorang menjadi seorang yang beriman tulen sehingga ia beriman kepada qadar         ( takdir ) keatas yang baik dan buruk  yang berasal dari Allah. ( Musnad Ahmad )

 

 

117- عن علىرضىالله عنه قال : قال رسول الله صلىالله عليه وسلم  لايؤمن عبد حتى يؤ من بأربع : ن لآ إله إلا الله وأنى رسول الله بعثنى بالحق ، ويؤ من بالموت، ويؤمن بالعث بعدالموت ، ويؤ من بالقدر . رواه الترمذ ، باب ما جاء أن الإيمان بالقدر  . رقم : 2145

117. Ali r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bewrsabda : Tiadalah seorang Abd ( hamba Allah ) menjadi sebenar-benar beriman sehingga ia beriman kepada empat perkara : 1. Ia bersaksi bahawa Tiada yang patut di sembah kecuali Allah dan bahwa ssaya adalah utusan Allah ; dan Dia telah mengutus saya dengan Kebenaran.                 2. Beriman kepada maut. 3. Berimankepada kebangkitan setelah mati. 4. Beriman kepada qadar ( Takdir ). ( HR.Tirmidzi )

 

118- عن أبى حفصة رحمه الله قال : قال عبادة بن الصامت لابنه : يابنى ! إنك لن تجد طعم حقيقة الإيمان حتى تعلم أن ماأصابك لم يكن ليخطئك وما أخطاك لم يكن ليخطئك ، سمعت رسول الله صلىالله عليه وسلم  يقول : إن أول ماخلق الله تعالى القلم فقال له : اكتب ، فقال : رب وماذا أكتب ؟ قال : اكتب مقادير كل شىء حتى تقوم الساعة ، يابنى ! إنى سمعن رسول الله صلىالله عليه وسلم  يقول : من مات على غير هذا فليس منى . رواه أبو داود، باب فى القدر، رقم : 4700

118. Abu Hafzah rahimahullahualaihi meriwayatkan : Ubadah Ibnu Samit r.a menasehatkan putranya : Wahai putraku sesungguhnya engkau tidak pernah akan merasakan hakekat iman  ( yakin ) sehingga engkau mengetauhi ( dengan pasti ) bahwa apa yang menimpa engkau tidak melesat daripadanya dan apa yang tidak mengenai engkau tidak akan dapat menimpa engkau. Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya ( perkara ) pertama yang Allah SWT cipakan adalah kalam ; kemudian Dia berfirman kepadanya tulislah ! maka kalam itu bertanya : Wahai Rab ku apa yang mesti saya tulis  ? dijawab Nya : Tulislah tentang takdir segala sesuatu sehingga hari kiamat. Wahai putraku. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW : Barangsiapa yang mati dengan keyakinan yang lain dari pada ini, maka ia bukanlah dari golonganku. ( HR.Abu Daud ).

 

 

119- عن أنس بن مالك رضىالله عنه عن النبى  صلىالله عليه وسلم  قال: وكل الله بالرحم ملكا فيقول : أى رب نطفة ، أى رب علقة ، أى رب مضغة ، فإذا أراد الله أن يقض خلقها ، قال : أى رب ذكرأم أنثى ؟ أشقى أم سعيد ؟ فما الرزق ؟ فما الأجل ؟ فيكتب كذ لك فى بطن أمه. رواه البخارى، كتب القدر ، رقم : 6595

119. Anas Ibnu Malik r.a. meriwayatkan : Bahwa Nabi SAW bersabda : Allah Ta’ala memerintahkan seorang Malaikat untuk berada dalam rahim ( ibu ). Kemudian             ( Malaikat itu berseru ) : Wahai Rab ku ! setetes sperma ( telah masuk  ). Wahai Rab ku ! ( Sekarang )  ada sesuatu yang melengket. Wahai Rab ku ( sekarang )  telah menjadi segumpal daging. Kemudian apabila Allah  berkehendak untuk menyempurnakan penciptaannya, maka (Malaikat) bertanya : wahai Rab ku apa yang mesti saya tulis tentangnya, laki-laki atau wanita ? apakah bernasib baik atau bernasib buruk ? bagaimanakah rezekinya ?  bagaimana dengan ajalnya ? ( malaikat ) kemudian menulis segala seluk beluk dengan sebenarnya dalam rahim ibunya. (HR.Bukhari ).

 

 

120- عن أنس رضىالله عنه قال: قال رسول الله صلىالله عليه وسلم  أن عظم الجزاء مع عظم البلاء ، وإن الله إذا أحب قوم ابتلاهم، فمن رضىفله الرضا ومن سخط فله السخط . رواه الترمذى وقال : هذا حديث غريب، باب ماجاء فى الصبر على البلاء ، رقم : 2396

120. Anas r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda sesungguhnya besarnya pahala adalah bergantung dengan besarnya penderitaan. Dan sesungguhnya apabila Allah mengasihi suatu kaum  Dia akan menguji mereka (dengan penderitaan ). Oleh sebab itu barang siapa yang ridho ( dengan ketentuan Allah ) baginya adalah keridhoan ( Allah )!.dan barangsiapa yang tidak ridho, baginya adalah kemurkaan (Allah). (HR.Tirmidzi ).

 

121 – عن عانشة رضىالله عنها زوج النبى صلىالله عليه وسلم  قالت : سألت رسول الله صلىالله عليه وسلم  عنالطاعون فأخبرنى أنه عذاب يبعثه الله على من يشاء ، وأن الله جعله رجعله رحمة للمؤ منين ، ليس من أحد يقع الطاعون فيمكث فى بلده صابرا محتسبا يعلم أنه لايصيبه إلا ما كتب الله له إلا كان له مثل أجر شهيد. رواه البجارى ، كتب أحاديث الآنبياء ، رقم : 3474

121. Aisah r.anha  istri Rasulullah SAW meriwayatkan : Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang wabah. Kemudian ia memberitahu aku bahwa itu adalah hukuman ( yang ) Allah kirimkan kepada mereka yang Dia kehendaki; dan sesungguhnya,  Allah SWT telah menjadikannya rahmat bagi orang-orang beriman. Barangsiapa yang tetap tinggal ditempatnya dengan sabar, sebagaimana  wabah itu terjadi dengan mengharapkan pahala dari Allah, mengetauhi bahwa tiada sesuatu yang menimpanya kecuali apa yang Allah telah  tetapkan baginya, maka baginya seperti pahala mati syahid! ( apakah ia mati karena bala atau tidak ).  ( HR.Bukhari ).

Catatan : hadist lain menjelaskan perintah syariat bahwa jikalau bala mucul disuatu daerah, dan barangsiapa yang berada disana tidak boleh meninggalkan tempat itu, dan barang siapa yang berada diluar tempat itu tidak boleh masuk. Oleh karenanya hadist ini menjamin ketenangan bagi  yang mengharapkan ganjaran orang yang menunggu dengan sabar pada tempat wabah itu terjadi. Wabah ini adalah penyakit yang dapat menular dalam mana sumber penyakit itu umumnya meluas pada bagian pinggang kemudian ketiak atau leher. Biasanya pasien meninggal dunia pada hari kedua atau hari yang ketiga.

 

122- عن أنس رضىالله عنه قال : خدمت رسول الله صلىالله عليه وسلم  وأنا ابن ثمان سنين خدمته عشر سنين فما لا منى على شىء قط أتى فيه على يدى فإن لامنى لائم من أهله قال : دعوه فإنه لو قضى شى كان. مصابيح السنة للبغوي وعده من الحسان 4/57

122. Anas r.a. meriwayatkan : Saya berkhidmad kepada Rasulullah SAW selama 10 tahun ; mulai dari umur 8 tahun, dan ia tidak pernah menyalahkan aku bagi suatu                ( kesalahan )  yang saya lakukan dengan tanganku. Dan jikalau seseorang daripada keluarganya menyalahkan aku baginda akan berkata : Biarkan dia, karena sesungguhnya jikalau sesuatu telah ditakdirkan pasti akan terjadi !                            (Masabih Hus-Sunnah ).

 

123- عن عبدالله بن عمررضىالله عنهما قال : قال رسول اللهصلىالله عليه وسلم  : كل شىء بقدر، حتى العجز والكيس. رواه مسلم ، باب كل شىءبقدر، رقم : 6751

123. Abdullah Ibnu Umar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : bahwa setiap sesuatu telah ditulis dengan qadar ( takdir ), walaupun itu adalah kelemahan dan kecerdasan ! ( HR.Muslim ).

 

124- عن أبى هريرة رضىالله عنه قال : قال رسول الله صلىالله عليه وسلم  قال المؤمن القوى خير واحب إلى الله من المؤمن الضعيف ، وفى كل خير ، احرص على ماينفعك واستعن بالله ، ولا تعجز، وإن أصابك شىء فلا تقل : لو أنى فعلت كان كذا وكذ ، ولكن قل قدر الله ، وما شاء فعلى، فإن لوتفتح عمل الشيطان. رواه مسلم ، باب الإيمان بالقدر .رقم : 6774

124. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : bahwa Rasululah SAW bersabda : seorang mukmin ( beriman ) yang kuat  adalah lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada seorang mukmin yang lemah akan tetapi pada keduanya terdapat khoir ( kebaikan ). Hendaklah kamu bercita-cita untuk apa yang memberi manfaat kepada kamu dan mintalah petolongan dari Allah ; dan jangan kamu tinggalkan kebiasaan ini. Dan jikalau sesuatu ( kerugian ) menimpa kamu jangan kamu mengatakan jikalau saya tidak berbuat (  begini atau begitu ), maka hal demikian tidak akan terjadi. Akan tetapi katakanlah, ( ini dikarenakan ) ketentuan Allah,  maka apa Dia berkehendak pasti akan terjadi. Karena sesungguhnya perkataan jikalau membuka ( jalan ) peluang bagi kerja setan. ( HR.Muslim).

catatan : Kata-kata pengandaian sedemikian menunjukkan keyakinan tidak betul terhadap qadar yang menunjukkan bahwa rencana dan perbuatan seseorang bukan seluruhnya dikuasai oleh takdir Allah dan dengan demikian membuka jalan bagi setan untuk menaruh keyakinan yang salah dan tidak pasti pada rukun iman yang asas ini yakni qadar.

 

 

125- عن ابن مسعود رضىالله عنه قال : قال رسول اللهصلىالله عليه وسلم  ألاوإن الروح الآمين نفث فى روعى أنه ليس من نفس تموت حتى تستوفى رزقها، فاتقوا الله وأجملوا فى الطالب ولا يحملنكم استبطاء الرزق أن تطلبوا بمعاصى الله فإنه لايدزك ما عندالله إلا بطاعته .(وهو طزف من الحديث ) شزح السنة للبوي 14/305، قال المحشى : رجاله ثقات وهو مرسل

125. Abdullah Ibnu mas’ud r.a. meriwayatkan bahwa Rasululah SAW bersabda : sesungguhnya Ruhul Amin ( Jibrail a.s ) mengilhamkan dalam hatiku ( kata-kata ini ) bahwa tiadalah seseorang akan mati sehingga ia telah menghabiskan ( memakai ) semua rezekinya . oleh sebab itu takutlah kepada Allah dan perindahlah dengan kejujuran pencaharianmu ( rezeki ). Dan janganlah kamu terpengaruh dengan terlambatnya rezeki, untuk mencarinya dengan ketidak taatan kepada Allah. Rezekimu berada dibawah kontrol Allah yang mana ia bersama dengan Allah maka tidak dapat diperolehinya kecuali dengan ketaatan kepada Nya. ( Sarhus Sunnah Lil Bagowi).

 

126- عن عوف بن مالك رضىالله عنه أن النبى صلىالله عليه وسلم  قضى بين رجلين فقال المقضىعليه لماأدبر : حسبى الله ونعم الوكيل . رواه أبوداود ، باب الرجل يحلف على حقه ، رقم : 3667

126. Awf Ibnu Malik r.a. meriwayatkan bahwa : Nabi SAW memutuskan pendapat diantara dua orang karena itu yang satu bertentangan dengan orang yang pendapatnya telah diputuskan yang berkata :

artinya Allah saja cukup bagiku dan sebaik-baik perencana adalah Dia. Oleh karena itu Nabi SAW menegur : Sesungguhnya Allah SWT marah kepada kelemahan. Selain itu engkau harus ( menggunakan ) akalmu dan jikalau engkau dikuasai oleh berbagai urusan maka ucapkanlah ini : حسبى الله ونعم الوكيل   Allah saja cukup bagiku dan Dialah sebaik-baik perencana. ( HR.Abu Daud )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BERIMAN KEPADA HARI AKHIRAT

 

Ayat-ayat Al Qur’an

قال الله تعلى: يأيها الناس أتقوا ربكم إن زلزلة ألساعة شىء عظيم (1) يوم ترونها تدهل كل مرضعة عما أرضعت وتضع كل ذات حمل حملها وترى أاناس سكرى وما هم بسكرى ولكن عذاب الله شديد (2) (احج 1-2 )

Allah SWt berfirman : Hai manusia ! bertaqwalah kepada Tuhanmu. Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat adalah suatu kejadian yang dahsyat. Pada hari itu ketika kamu melihat keguncangan itu setiap ibu yang menyusui akan melupakan anak yang disusuinya dan setiap wanita yang mengandung  akan gugurlah kandungannya ; dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk ; padahal sebenarnya mereka tidak mabuk akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya ( Al hajj 22: 1-2 ).

وقال تعلى: ولا يسئل حميم حميما (10) يبصرونهم  يود المجرم لويفتدى من عذاب يوميذ ببنيه (11) وصحبيه ، وأخيه (12) وفصيلته ألتى تئويه (13) ومن فى ألأرض جميعاثم ينجيه(14) كلأ { المعارج : 10-15}

Allah SWT berfirman : dan tidak ada seorang teman akrab pun menanyakan temannya.  Sedang mereka saling melihat. Orang-orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus dirinya dari azab hari itu dengan anak-anaknya. Dan istrinya dan saudaranya, dan kaum familinya yang melindunginya dan orang-orang diatas bumi seluruhnya ; kemudian mengharapkan tembusan itu dapat menyelamatkannya sekali-kali tidak dapat ! ( Al Maarij 70 : 10-15 ).

 

وقال تعلى : ولا تحسبن الله غفلا عما يعمل أظالمون  إنما يؤ خرهم ليوم تشخص فيه ألآبصر (42) مهطعين مقنعى رءوسهم لا ير تد إليهم طرفهم وأفئد تهم هوأء (43) {إبرهيم : 42-43}

Allah SWT berfirman : dan janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa Allah SWT lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang jalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai pada hari yang pada waktu itu mata mereka terbelalak, mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan  dengan mengangkat kepalanya sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong                ( Ibrahim 14: 42-43 ).

 

وقال تعلى: وألوزن يوميذ ألحق فمن ثقلت موز ينه ، فأوليك همالمفلحون (8) ومن خفت موزينه، فأوليك الذين خسروا أنفسهم بما كانوا بئايتنا يظلمون (9) { الآعراف 8-9 }

Allah SWT berfirman timbangan pada hari itu ialah kebenaran, maka barang siapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat kami ( Al A’raf        7:8-9).
وقال تعلى: جنت عدن يدخلونها يحلون فيها من أساور من ذهب ولؤ لؤا ولباسهم فيها حرير (33) وقالوا الحمد لله ألذى أذهب عنا ألحزن إن ربنا لغفورشكور (34) ألذى أحلنا دار ألمقامة من فضله ، لا يمسنا فيها نصب ولا يمسنا فيها لغب (35 ) {فاطر 33-35 ْ}

Allah SWT berfirman : bagi mereka surga Adn !  mereka ( yang melakukan amal saleh ) akan masuk kedalamnya, didalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelas-gelas dari emas, dan dengan mutiara dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutra dan mereka berkata : segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita bagi kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun  lagi Maha mensyukuri. Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal dari karunia Nya ; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesuh. ( Fatir 35 : 33-35 )

 

وقال تعلى : إن ألمتقن فى مقام أمن (51) فى جنت وعتون (52) يلبسون من سند س وإستبرق متقبلين (53) كذ لك وزوجنهم بحور عين (54) يدعون فيها بكل فكهة وامنين (55) لاتذوقون فيها ألموت إلا ألموته ألآولى  ووقم عذاب الجحيم (56) فضلا من ربك ذلك هو الفوز ألعظيم  (57) {الدخان: 51-57}

Allah SWT berfirman : Sesungguhnya ! orang-orang yang bertakwa ( kepada Allah ) berada dalam tempat yang aman, yaitu didalam taman-taman dan mata air-mata air, mereka memakai sutra yang halus dan sutra yang tebal, duduk berhadap-hadapan, demikianlah. Dan kami berikan kepada mereka bidadari. Didalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman. Mereka tidak akan merasakan mati didalamnya kecuali mati didunia dan Allah memelihara mereka dari azab neraka, seagai karunia dari Tuhanmu. Demikian itu adalah keberuntungan yang besar.              ( Ad-Dukhan 44 : 51-57 ).

 

وقال تعلى : إن ألابرار يشربون من كأس كان مزاجهاكافورا (5) عينايشربها عبادالله يفجرونهاتفجرا (6) يوفون بألنذر ويخافون يوما كان شره ، مستطير (7) ويطعمون الطعام على حبه، مسكينا ويتيما وأسير (8) إنما نطعمكم لوجه الله لا نريد منكم جزأء ولا شكورا (9) إنا نخاف من ربنا يوما عبوسا قمطريرا (10) فوقهم الله شر ذلك أليوم ولقهم نضرة وسرورا (11) وجزهم بما صبروا جنة وحريرا (12) متكئين فيها على ألأرايك لا يرون فيها شمسا ولا زمهريرا(13) ودانية عليهم ظللها وذللت قطوفها تذليلا (14) ويطاف عليهم بئانية من فضة وأكواب كانت قواريرا (15) قواريرا من فضة قد روها تقديرا (16) ويسقون فيها كأسا كان مزاجها زنخبيلا (17) عينافيها تسمى سلسبيلا (18) ويطوف عليهم ولدن مخلدون أذا رأيتهم حسبتهم لؤلؤا منثورا (19) وإذا رأيت ثم رأيت نعيما وملكا كبيرا (20) عليهم ثيب سندس خضر وإستبرق  وحلوا أسا ورمن فضة وسقهم ربهم شراب طهورا (21)  إن هذا كان لكم جزاء وكان سعيكم مشكورا (22) {ألإنسان :5-22}

Allah SWT berfirman : Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas yang campurannya air kapur, yaitu mata air yang dari padanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya  dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merta dimana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan, katanya : Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhoan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula ucapan terima kasih. Sesunguhnya kami takut akan azab suatu hari yang di hari itu orang-orang bermuka masam, dan penuh kesulitan dari Tuhan kamu. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu ( karena ketaatan dan keikhlasan mereka ), dan memberikan kepada mereka kejernihan wajah dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka dan pakaian sutra. Didalamnya mereka duduk bertelekan diatas dipan, mereka tidak merasakan didalamnya panasnya matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan. Dan naungan pohon-pohon yang dekat diatas mereka dan buahnya di mudahkan memetiknya semudah-mudahnya. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca, yaitu kaca-kaca yang terbuat dari perakyang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya. Didalam sorga itu mereka diberi minum segelas minuman ( anggur ) yang campurannya adalah zanjabil ( jahe ).  Yang didatangkan dari sebuah mata air sorga yang dinamakan salsabil dan mereka dikelilingi oleh pelayan – pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka kamu akan mengira mereka mutiara yang bertaburan. Dan apabila kamu melihat disana ( sorga ), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau dan sutra yang tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih ( dan akan dikatakan kepada mereka ) : sesungguhnya ini adalah balasan untukmu dan usahamu adalah disyukuri                          . ( Al insan 76 : 5-22 ).

 

وقال تعلى : وأصحب أليمين ما أصحب اليمن ( 27) فى سدر مخضود (28) وطلح منضود (29) وظل ممدود (30) وماء مسكوب (31) وفكهة كثيرة (32) لا مقطوعة ولا ممنوعة (33) وفرش مرفوعة (34) إنا أنشأء (35) فجعلنهن أنكارا(36) عربا أترابا (37) لأصحب اليمين    ( 38)  ئلة من الأولين (39) وثلة من الأخرين (40) {الواقعة : 27-40}

Allah SWT berfirman : dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu

Berada diantara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang  yang bersusun-susun buahnya dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercura, dan buah-buahan yang banyak,  yang tidak berhenti buahnya dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. Sesungguhnya kami menciptakan mereka                  ( bidadari-bidadari ) dengan langung, dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan     ( yang hanya dikasihi oleh suami-suami mereka ( penuh cinta lagi sebaya umurnya ),    ( kami ciptakan mereka ) untuk golongan kanan, yaitu segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu ( yang telah memeluk islam ) dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian. ( Al Waqiah 56 : 27-40 )

Catatan : Menurut tafsir yang lain generasi sebelumnya bermakna orang-orang dari umat sebelumnya ; dan generasi kemudian bermakna orang-orang daripada umat ini.    ( Bayanul qur’an )

 

وقال تعلى : ولكم فيها ما تشتهى أنفسكم ولكم فيها ماتدعون (31) نزلا من غفوررحيم (32) {فصلت : 31-32}

Allah SWT berfirman : Didalamnya ( sorga ) kamu memperolehi apa yang kamu inginkan dan memperoleh pula didalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan bagimu dari Tuhan yang Maha  Pengampun lagi Maha Penyayang.                                    ( Fushilat 41 : 31-32)

 

 

وقال تعلى : وإن للطغين لشرمئاب (55) جهنم يصلونها فبئس المهاد (56) هذا فليذوقوه حميم وغساق (57) وءاخرمن شكله أوج (58) {ص:55-58}

Allah SWT berfirman : Beginilah ( keadaan mereka yang beramal saleh ) !. Dan sesungguhnya bagi orang-orang durhaka, benar-benar disediakan tempat  kembali yang buruk, yaitu neraka jahannam yang mereka masuk kedalamnya ; maka amat buruklah jahanam itu sebagai tempat tinggal  sesungguhnya inilah azab mereka ( bagi orang-orang yang durhaka ) !. biarlah mereka merasakannya minuman mereka air yang sangat panas dan air yang sangat dingin. Dan azab yang lain yang serupa itu berbagai macam. ( Shad 38 : 55-58 ).

 

 

 

 

وقال تعلى : وقال تعلى : أنطلقوا إلى ماكنتم به، تكذبون (29) انطلقوا إلى ظل ذى ثلـث سعب (30) لاظليل ولايغنى من اللهب (31) أنها ترمىبشرر كالقصر (32) كأنه، جمٌلًًٌٌٌٍَُُت صفر (33) {المرسلات : (29-33)

Allah SWT berfirman : ( Dikatakan kepada orang-rang kafir ) : Pergilah kamu mendapatkan azab  yang dahulunya kamu mendustakannya ! Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka. Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana,  seolah-olah ia iringan unta yang kuning.                               ( Al Mursalat 77: 29-33 )

 

وقال تعلى : لهم من فوقهم ظلل من النار ومن تحتهم ظلل ذلك يخوف الله به، عباده ، يعباد فاتقون(16)

Allah SWT berfirman : Bagi mereka lapisan-lapisan dari api diatas mereka dan dibawah merekapun lapisan-lapisan api. Demikianlah Allah mempertakuti hamba-hambanya dengan ajab itu . maka bertakwalah kepadaku wahai hamba-hamba KU.          ( Azzumar 39 : 16 )

 

وقال تعلى : إن ثجرت الزقم (43) طعام الآثم (44) كالمهل يغلى فى البطون (45) كغلى الحميم (46) حذوه فاعتلوه إلى سواء الجحيم(47) ثم صبوا فوق رأسه، من عذاب الحميم (48) ذق إنك أنت العزيزالكريم (49) إن هذا ماكنتم به، تمترون (50) {الذحان : 43-50}

Allah SWT berfirman : Sesungguhnya pohon zaqqum itu, maka orang yang banyak berdosa, ia sebagai kotoran minyak yang mendidih dalam perut, seperti mendidihnya air yang sangat panas. ( Akan dikatakan kepada Malikat-malaikat ) : Peganglah dia kemudian seretlah dia ke tengah-tengah neraka, kemudian tuangkanlah diatas kepalanya siksaan air yang amat panas ( akan dikatakan dengan mengejek ) : rasakanlah, sesunguhnya kamu orang yang perkasa lagi  mulia. Sesungguhnya ini adalah azab yang dahulu selalu kamu meragu-ragukannya. ( Ad-Dhukan 44 : 43-50 ).

 

وقال تعلى : من ورايه، جهنم ويسقى من ماء صديد (16) يتجرعه، ولا يكاد يسيغه، ويأتيه الموت من كل مكن وماهو بميت ومن ورايه، عذاب غليظ (17) { إبرهيم : 16-17}

Allah SWT berfirman : Dihadapannya ( setiap penjamin yang bangkang ) ada jahanam, dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, diminumnya  air nanah itu dan hampir dia tidak dapat menelannya  dan datanglah maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia juga tidak mati ; dan dihadapannya masih ada azab yang berat.                             ( Ibrahim 14:16-17 )

 

 

 

 

HADIS  NABAWI

 

 

127- عن ابن عباس رصىالله عنهما قال: قال أبوبكر رضىالله عنه : يا رسول الله !قد شبت قال : شيبتنى هود والواقعة والمرسلات وعم يتساء لون إذا الشمس كورت. رواه الترمذى وقال : هذاحديث حسن غريب، ومن سورة الواقعة، رقم : 3297

127. Ibnu Abbas meriwayatkan : Abu Bakar r.a. berkata ! Sesungguhnya rambutmu telah beruban ! ia menjawab : ( Surat ) Hud, Al waqiah, Al Mursalat, Amma yatta sa’alun dan Hijas samsu kuwwirat telah menyebabkan rambutku menjadi putih. (HR.Tirmidzi ).

Catatan : Hubungan antara rambut menjadi uban dan merujuk kepada bab-bab dalam Al qur’an menunjukkan peristiwa dahsyatnya hari kebangkitan dan azab bagi orang-orang yang durhaka. Telah disebutkan dalam beberapa surat tersebut diatas.

 

128- عن خالدبن بن عمرالعدوى رصىالله عنه قال : خطبناعتبة بن غزوان رصىالله عنه، فحمد الله وأثنى عليه، ثم قال : أما بعد ، فإن الدنيا قد اذ نت بصرم، وولت ححذاء ، ولم يبق منهما إلاصبابة كصبابة الإناء يتصابها صاحبها ، وإنكم منتقلون منها إلى دارلازوال لها، فانتقلوا بخير مابحضرتكم، فإنه قدذكر لنا أن الحجريلقى من شفة جهنم فيهوى فيها سبعين عاما، لايدرك لهل قعرا، ووالله لتملأن، أفعجبتم ؟ ولقد ذكرلنا أن مابين مصراعين من مصاريع الجنة مسيرة أربعين سنة، وليأتين عليها يوم وهوكظيظ من الزحام ، ولقد رأيتنى سابع سبعة مع رسول اللهصلىالله عليه وسلم  مالنا طعام إلا ورق الشجر، حة قر حت أشداقنا فالتطت برد ة فشققتها بينى وبين سعد يب مالك، فاتزرت بنصفها، واتزرسعد بنصفها ، فما أصبح اليوم منا أحد إلا أصبح أميرا على مصر من الآمصار، وإنى أعوذباالله أن أكون فى نفس عظيما وعندالله صغيرا ، وإنها لم تكن نبوة قط إلا تناسخت، حتى تكون اخر عاقبتها ملكا ، فستخبرون وتجربون الأمراء بعدنا. رواه مسلم ، باب الدنيا سجن للمؤمنوجنة للكافر، رقم : 7435

128. Khalik Ibnu Umair Al Adawai r.a. meriwayatkan : Utbah Ibnu Gozwan r.a.                 ( ketika itu ia adalah gubernur Basrah ) setelah memuji dan memuliakan Allah berkata kepada kami : Tidak dapat diragukan bahwa dunia telah mengumumkan kesudahannya ; dan ia telah berbalik dengan bergegaslah ; dan apa yang tertinggal padanya kecuali setetes seperti sisa tetesan-tetesan dalam sebuah mangkuk yang orang minum berusaha untuk menghirupnya. Dan sesungguhnya kamu semua akan berpindah ( mati ) dari dunia ini kepada suatu tempat yang tidak pernah akan berakhir karena sesungguhnya, telah disebutkan kepada kita bahwa ( apabila  sebuah batu dilemperkan  dari pinggiran neraka,dia akan terus jatuh selama 70 tahun akan tetapi  belum mencapai dasar neraka. Dan demi Allah akan datang suatu hari yang neraka itu akan terisi penuh dengan manusia dan jin ). Oleh sebab itu apakah ini tidak mengherankan kamu ? dan juga telah disebutkan bahwa permukaan antara dua papan pintu sorga  adalah 40 tahun perjalanan, namun akan datang suatu hari dimana permukaan ini akan dipadatkan  karena besarnya jumlah ahli surga. Dan sesungguhnya saya telah melihat waktu itu juga, apabila saya  termasuk tujuh dari antara  tujuh sahabat Rasulullah SAW, yang tidak mendapatkan sesuatu untuk dimakan kecuali daun-daun pohon, sehingga dinding-dinding mulut kami bernanah dengan bisul-bisul. Dan saya berusaha meeminta sehelai kain kasar yang saya bagi antara diri saya dan  Saad Ibnu Malik. Oleh sebab itu saya memakainya untuk menutup separuh badan saya yang bawah dan Saad Ibnu Malik memakai sehelai yang lainnya. Akan tetapi hari ini setiap dari kita ada seorang amir ( gubernur ) kota dari antara kota-kota besar. Dan sesungguhnya aku berlindung kepada Allah yang saya merasa diri saya besar, tetapi Allah SWT, menganggap saya kecil ( dan tiada berarti ). Dan sesungguhnya tidak pernah ada kenabian                          ( dan jalannya )  kecuali ( yang  akhirnya ) kenabian itu terlupakan orang sehingga menjadi semata-mata kerajaan duniawi. Oleh sebab itu pada masa akan datang kamu akan mengalami gubernur-gubernur lain setelah kami ). ( HR.Muslim )

Catatan : “Jalan-jalan kenabian “ menunjuk kepada sifat masa nabi-nabi yang penuh keadilan dan kedamaian dan dihiasai dengan ketidak acuhan terhadap dunia bersamaan dengan bertambahnya kecintaan kepada akherat.                                                                        ( Takmalah fathul Mulhim ).

 

129- عن عائشة رصىالله عنهاقالت: كان رسول الله صلىالله عليه وسلم  كلما كان ليلتها من رسول الله صلىالله عليه وسلم  يخرج من اخر الليل إلى البقيع فيقول :”السلام عليكم دار قوم مؤمنين ، وأتاكم ما توعدون غدامؤجلون، وإنا-إن شاءالله- بكم لاحقون “، اللهم ! اغفرلأهل بقيع الغرقد. رواه مسلم ، باب ما يقال عنددخول القبور.. رقم : 2255

129. Aisah r.a.meriwayatkan bahwa bilamana malam gilirannya bersama dengan Rsulullah SAW, Baginda keluar pada akhir malam keperkuburab Baqi dan berkata

 

السلام عليكم دار قوم مؤمنين ، وأتاكم ماتوعدون غدامؤجلون ، وإنا-إنشائالله-بكم لاحقون،اللهم ! اغفر لأهل بقيع الغرقد

 

Assalamualaikum  hai penghuni tempat kediaman orang beriman, dan apa yang telah dijanjikan kepadamui ( kematian ) telah menjemput kamu ; kamu telah pergi lebih dahulu dan Allah berkehendak kami akan bergabung dengan kamu. Wahai Allah, ampunilah penghuni Baqi. ( HR.Muslim)

 

130- عن مستوردبن شداد رصىالله عنه يقول : قال رسول الله صلىالله عليه وسلم  والله ما الدنيا فى الأخرة إلا مثل ما يجعل أحدكم إصبعه هذه فى اليم ، أحدكم بم ترجع ؟. رواه مسلم، باب فناء الدنيا .. .رقم : 719

130. Mustawrid Ibnu Saddad r.a. meriwayatakan : Bahwa Rasulullah SAW bersabda : Demi Allah ! dunia ini apabila dibandingkan dengan akherat adalah seperti orang yang mencelupkan jarinya kedalam lautan dan melihat sejumlah air pada jari tersebut.              ( air yang sebagaimana jumlah air diatas jari dibandingkan dengan laut adalah sangat sedikit),  demikian pula kehidupan dunia ini dibandingkan dengan akherat.

 

131- عن شداد بن أوس رصىالله عنه عن النبي صلىالله عليه وسلم  الكيس من دان نفسه وعمل لما بعد الموت، والعاجز من أتبع نفسه هواهاوتمنى علع الله. رواه الترمذ، وقال : هذا حديث حسن، باب حديث الكبس من دان تفسه … .رقم: 2459

131. Saddad Ibnu Aus r.a meriwayatkan : Nabi SAW bersabda : Orang yang paling pandai yang menghisab dirinya dan bekerja ( membuat persiapan ) untuk kehidupan setelah kematian dan orang yang bodoh adalah yang mengikuti hawa nafsunya dan masih besar pengharapannya pada rahmat Allah ( yang Allah Ta’ala                              Maha Pengampun ). ( HR.Tirmidzi )

132- عن ابن عمررصىالله عنهما قال : أتيت النبى صلىالله عليه وسلم  عاشرة فقام رجل من الأنصار فقال: يا بنى الله ! من أكبسالناس، وأحزم الناس؟ قال : أكثرهم ذكرا للموت، وأكثرهم استعداد للموت قبل نزول الموت، أوليك هم الأكياس، ذهبوا بشرف الدنيا وكر امة الأخرة. فلت : رواه ابن ماجه باختصار، رواه الطبرانى فى الصغر وإسناده حسن، مجمع الزوائد.1/556

132- Abdullah Ibnu Umar r.a. meriwayatkan : Saya datang kepada Nabi SAW menjadi yang kesepuluh dari sepuluh sahabat yang lain. Seorang Ansahar berdiri dan berkata : wahai Rasulullah ! Siapakah orang yang paling bijaksana dan yang paling tegas ? Baginda menjawab : barang siapa yang banyak mengingati maut dan mempersiapkan apa yang perlu sesudah mati, sebelum   kematian            menjemputnya  ( sesungguhnya yang demikian adalah orang yang paling bajaksana ). Mereka akan pergi dari dunia ini dengan kemuliaan dan kemegahan akhirat.                                                                       (Ibnu Majah, Tabrani dan Majma Uz – Zawaid ).

 

 

 

 

 

133- عن عبدالله رصىالله عنه قال : خطامربعا، وخط خطا فى الوسط خارمنه ، وخطط صغارا إلى هذا الذى فىالوسط من جانبه الذى الوسط ، فقال : هذا الإنسان، وهذا أجله محيط به – أوقد أحاط به- وهذا الذى هو خارج أمله ، وهذه الخطط الصغار الأعراض ، فإن أخطأه هذا نهشه هذا، وإن أخطأه هذا نهشه هذا، وهذا صورة. رواه البخارى، باب فى الأمل وطوله، رقم: 641

133. Abdullah r.a. meriwayatkan : Nabi SAW menggaris ( membuat sketsa ) persegi panjang dan ia membuat garis ( horizontal yang lain )  ditengah yang menonjol keluar dan ia membuat garis – garis  yang lebih kecil ( vertikal ) yang berada pada pertengahan kemudian ia berkata : ( sketsa ini adalah manusia, dan garis persegi panjang ini adalah jangka waku kehidupan ( takdir ). Dan garis ini yang menonjol keluar daerah persegi panjang menunjukkan angan-angannya dan garis yang kecil-kecil adalah kejadian-kejadian ( yang berlaku dalam kehidupannya ). Jikalau satu kejadian ini meleset dari padanya ia akan dirusak oleh yang lain. Dan jikalau yang satu ini meleset daripadanya ia akan masih dirusak oleh yang lainnya. (HR. Bukhari )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

134- عن محمود بن لبيد رصىالله عنه أن النبى صلىالله عليه وسلم  قال : اثنتان يكرههما ابن ادم، الموت والموت خير من الفتنة ، ويكره قلة المال، وقلة المال أقل للحساب. رواه أحمد ياسند بن ورجال الصحيح الزوائد.1/453

134- Mahmud Ibnu Labit r.a meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda :  ada dua perkara yang bani Adam benci : Kematian padahal kematian itu lebih baik baginya daripada fitnah dan ia membenci kalau mempunyai hanya sedikit harta padahal sedikit harta itu lebih ringan ( pada waktu ) penghisapan ! ( Musnad Ahmad ).

Catatan : Fitnah menunjuk kepada ujian-ujian dan penderitaan-penderitaan yang menimpa seseorang dalam kehidupan dunia ini dan iman serta yakin hamba-hamba Allah diuji melaluinya.

 

135- عن أبى سلمة رصىالله عنه قال : سمعت رسول الله صلىالله عليه وسلم  يقول : من لقى الله يشهد أن لآ اله إلا الله وأن محمدا رسول الله وامن بالبعث والحساب دخالجنة. ذكرالحافظ ابن ابن كثير هذا الحديث بطو له فى البداية والنهاية5/304

135. Abu Salamah r.a.meriwayatkan bahwa : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Barang siaapa yang menjumpai Allah mengucapkan La Ilaha Illallah                    ( Tiada yang patut disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah dan beriman pada hari kebangkitan setelah kematian ) dan kepada hari perhitungan                 ( amal-amal ), pasti akan masuk sorga. (Al-bidayah Wan Nihaya )

 

 

 

136- عن أم الدرداء رصىالله عنها قالت : قلت لأبى الدرداء : ألا تبتغى لأضيافك ما يبتغى الرجا لأضيافهم فقال : إنى سمعت رسول الله صلىالله عليه وسلم  يقول : إن أمامكم عقبة كؤودا لا يجاوزها المثقلون فأحب أن أتخفف لتلك العقبة. رواه البيهقى فى شعب الإيمان. 305

136- Umi Darda r.anha meriwayatkan :  Saya bertanya kepada Abu Darda : Tidakkah engkau pergi dan mencari sesuatu untuk tetamu-tetamumu (apa yang manusia) biasanya mencari ( makanan dan minuman yang baik )bagi tetamu-tetamunya? Ia menjawab : saya mendengar Rasulullah SAW sesungguhnya dihadapan kamu ada sebuah jalaan kecil yang tak dapat dilalui! Orang yang membawa beban yang berat tidak dapat melewati melalui jalan itu dengan mudah, sebab itu saya ingin menjaga diri saya ringan apabila melewati lintasan itu. ( baihaqi )

catatan : manusia ( biasanya  mencari ) makanan dan minuman yang baik, bermakna bahwa ia terpaksa menggunakan masa dan berusaha mencari kalau bukan untuk keluarganya maka ia mencari semata-mata untuk menyenangkan tetamu-tetamunya.

 

137- عن هانى مولىعثمان رحمه الله أنه قال : كان عثمان إذا وقف على قبر بكى حتى يبل لحيته، فقيل له تذكرالجنة والنار فلاتبكى وتبكى من هذا؟ فقال: إن رسول الله صلىالله عليه وسلم  قال: إن القبر أول منزل من منازل الا خرة فإن نجا منه فما بعده أيسرمنه، وإن لم ينج منه فما بعده أشد منه قال : وقال رسول الله صلىالله عليه وسلم  مارأيت منظر إلا والقبر أفظع منه. رواه الترمذى وقال : هذا حديث حسن غريب، باب ماجاءفى فظاعة القبر . ..رقم :2308 عنه

137-  Hani Rahimahullahu seorang budak yang dibebaskan Ustman r.a.meriwayat kan: ketika Ustman mengunjungi kuburan ia menangis sehingga janggutnya menjadi basah. Kemudian dikatakan kepadanya ada apa dengan kamu  apabila sorga dan neraka disebutkan kamu tidak menangis akan tetapi kamu menangis bila melihat kuburan ! dia menjawab : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : sungguh kuburan ini adalah perhentian pertama diantara perhentian akherat ; jiklau seseorang terselemat dari           ( azab ) ini,  maka apa yang selanjutnya akan menjadi mudah. Dan jika seseorang tidak dapat selamat dari perhentian ini maka apa yang selanjutnya lebih berat dari pada ini dan Rasulullah SAW bersabda : saya tidak pernah menyaksikan sebuah pemandangan yang lebih mengerikan daripada ( azab ) kubur. ( HR.Tirmidzi )

 

138- عن عثمان بن عفان رصىالله عنه قال : كان النبى صلىالله عليه وسلم  إذا فرغ من دفى الميت وقف عليه فقال : استغفروا لأ خيكم واسألواله بالتثبيت فإنه الان يسأل. رواه أبو داود، باب ألإستغفار عند القبر .. . رقم : 3221

138- Ustman Ibnu Affan r.a. meriwayatkan : ketika Nabi SAW menyelesaikan pengebumian ( seorang muslim ), ia berdiri pada kuburannya dan berkata : mohonlah pengampunan bagi saudaramu dan berdolah kepad Allah untuk menguatkannya karena sesungguhnya ia sekarang sedang ditanya. ( Abu Daud ).

 

139- عن أبى سعيد رصىالله عنه قال : د جل رسول الله صلىالله عليه وسلم  مصلاه فراى ناسا كأنهم يكتشرون قال : أماإنكم لوأكثرتم ذكرهاذم اللذات لشغلكم عما أرى الموت فأكثروا منذكر هاذم اللذات الموت، فإنه لم يأت على القبر يوم إلا تكلم فيقول : أنا بيت الغربة ، وأنا بيت الوحدة وأنا بيت التراب وأنا بيت الدود، فإذا دفن العبد المؤمن قال له القبر : مرحبا وأهلا ، أما إن كنت لأ حب من يمشى على ظهرى إلى فإذا وليتك اليوم وصرت إلى فسترى صنيعى بك، قال: فيتسع له مد بصره ويفتح له باب إلى الجنة، وإذادفن العبدالفاجر أوالكافر قال له القبرلا مرحبا ولا أهلا أما إن كنت لأبغض من يمشى على ظهرى إلى فإذ وليتك اليوم وصرت إلى فسترى صنيعى بك، قال : فيلتنم عليه حتى يلتقى عليه وتختلف أضلاعه ن قال: قل رسول الله صلىالله عليه وسلم  بأصابعه فأدخل بعضها فى جوف بعض قال : ويقيض الله له سبعين تنينا لو أن واحدا منها نفخ فى الأرض ما أنبتت شيئا مابقيت الدنيا، فينهشنه ويخد شنه حتى يفضى به إلى الحساب، قال : قال رسول الله صلىالله عليه وسلم  إنما القبرروضة من رياض الجنة، أوحفرة من حفر النار.رواه الترمذ وقال : هذاحديث حسن غريب ،باب حديث أكرواذكرهاذماللذات،2460

139. Abu Said r.a.meriwayatkan : Rasulullah SAW  sambil masuk ketempat shalat       ( mesjidnya ) mendapati beberapa orang sedang tertawa ( yang giginya mereka sampai kelihatan ). Baginda berkata : Sesungguhnya jikalau kamu banyak mengingat Pemutus kesenangan ( kematian ) maka ia akan mengalihkan kamu dari apa yang saya dapati             ( tertawamu yang berlebihan ). Karena sesungguhnya tiadalah sehari berlalu keatas kuburan kecuali suara yang mengatakan : aku adalah rumah tempat pembuangan; dan aku adalah rumah kesunyian ; dan aku adalah rumah yang penuh dengan debu ; dan aku adalah rumah cacing-cacing. Apabila seorang yang beriman kepada Allah di kebumikan maka kubur akan berkata kepadanya : selamat datang ! sesungguhnya engkau adalah yang paling aku kasihi dari semua orang yang berjalan diatas permukaanku. Sebab itu sekarang apabila aku ditempatkan bertanggung jwab kepada engkau dan engkau telah dibawa kepadaku ; engkau akan mendapati aku memperlakukanmu dengan ramah tama. Rasulullah SAW bersabda : kemudian kubur akan membentang baginya sejauh mata memandang ; dan akan dibukakan baginya sebuah pintu yang menuju ke surga. Dan apabila seorang hamba Allah yang durhaka atau seorang kafir dikebumikan kubur akan berkata kepadnya : Tiada ucapan selamat bagimu ! sesungguhnya engkau adalah yang paling rendah dihadapanku dari semua orang yang berjalan diatas permukaanku. Maka hari ini sebagaimana aku telah diberi tanggungjawab kepadamu  dan kamu telah dibawa kepadaku ; segera kamu akan melihat perlakuanku terhadap kamu. Rsulullah SAW bersabda : kemudian kubur akan menghimpitnya sehingga tepi yang satu bertemu dengan tepi yang lain, dan tulang-tulang rusuknya bertikaman satu sama lain ; Rasulullah SAW ( menggambarkan) meletakkan jari-jari ( satu tangan ) antara jari-jari  pada pangkalan ( tangan yang lain). Kemudian Baginda  bersabda : Dan Alah mengirim ke atasnya 70 ular ; jikalau salah satu daripadanya  menyemburkan bisanya keatas permukan bumi ini niscaya tidak akan tumbuh tanaman-tanaman diatas permukan bumi ini ; ular-ular itu akan terus memagutnya dan mengoyak-ngoyaknya sehingga ia dibawah untuk penghisapannya             ( pada hari kebangkitan ). Rasulullah SAW bersabda kubur adalah salah satu daripada taman-taman surga atau lobang dari antara lobang-lobang neraka. ( HR.Tirmidzi ).

 

140- عن البراء بن عازب رصىالله عنهما قال : جرجنا مع رسول الله صلىالله عليه وسلم  فى جنازة رجل من الأنصار فانتهينا إلى القبر ولما يلحد فخلس رسول الله صلىالله عليه وسلم  وجلسنا حوله كأنما على رووسنا الطير وفىيده عود بنكت نه فى الأرض، فرفع رأسه فقال :استعيذوا با لله من عذاب القبر مر تين أوثلاثا قال : ويأتبه ملكان فيجلسانه فيقولان له : من ربك ؟ فيقول : ربى الله، فيقولان له : ماذينك ؟ فيقول : ذينى الإسلام، فيقولان له :ماهذا الرجل الذى بعث فيكم ؟ قال فيقول : هورسول الله صلىالله عليه وسلم  فيقولان له :وما يدريك ؟ فيقول: قرأت كتاب الله فامنت به وصدقت قال : فينادى مناد من السماء أن قدصدق عبدى فأفر شوه منالجنة وألبسوه منالجنة وافتحواله  باب إلى الجنة قال : فيأتيه من روحها وطيبها قال : ويفتح له فيها مد بصره قال : وإن الكافر، فذكرموته قال : وتعاد روحه فى جسده ويأتيه ملكان فيجلسانه، فيقولان له: من ربك ؟ فيقول : هاه لاأدرى، فيقولان له : مادينك ؟فينادى مناد من السماء أنكذب فأفر سوه من لنار وألبسوه من النار وافتتحواله بابا إلى النار قال : فيأتيه من حرها وسمومها قال : ويضيق عليه قبره حتى تختلف فيه أضلاعه. رواه أبوداود، باب المسا لة فى القبر .رقم: 4753

140- Bara Ibnu Azib r.a. meriwayatkan : Kami keluar bersama Rasulllah SAW menghantar jenazah seorang laki-laki dari Anshar sehingga kami sampai kekuburan yang lobangnya belum digali. Kemudian Rasulullah SAW duduk dan kami duduk mengelilinginya dalam ( keadaan tidak bergerak ) sekalipun burung-burung bertengger diatas kepala-kepala kami, dan ditangannya ada sebuah tongkat dengannya ia membuat goresan diatas tanah kemudian diangkat meengangkat kepalanya dan berkata dua kali atau tiga kali : Mohonlah perlindungan kepada Allah dan siksa kubur. Kemudian ia berkata : Dua malaikat akan mendatanginya dan menjadikan ia duduk kemudian bertanya kepadanya : Siapakah Rab kamu ? Ia akan menjawab : Rab saya ialah Allah. Kemudian ditanya lagi : Apakah Din ( agama ) mu ? Ia kan menjawab Din aku adalah Islam. ditanya lagi : Apa ( yamg engkau katakan ) tentang orang ini yang diutus kepadamu ( sebagai seorang Nabi )? Ia akan menjawab : Ia adalah Rasulullah. Kemudian ditanya lagi : Bagaimana engkau boleh memastikan itu ? Ia akan menjawab : Saya membaca kitab Allah dan saya beriman dan saya bersaksi tentangnya. Kemudian seorang penyeru akan mengumumkan dari langit : Hamba Ku berkata benar sebab itu hamparkan baginya sebuah kasur dari surga dan pakaikan dia dengan pakaian dari sorga, dan bukankan baginya sebuah jendela yang mengarah ke surga. Maka angin sorga dan harum-haruman dari sorga akan bertiup kepadanya, dan kuburnya akan diperluas baginya sejauh mata memandang. Kemudian Rasulullah SAW menyebutkan kematian seorang yang tidak beriman ( kafir ) : Sesungguhnya ruh seorang kafir akan dikembalikan pada jasadnya. Dua malaikat akan mendatanginya, dan menjadikan dia duduk, dan akan mengajuakan pertanyaan kepadanya : Siapakah Rab kamu ? Ia akan menjawab : Wah-wah ! saya tidak tahu ! kemudian akan ditanya lagi : Apa agama mu ? Ia akan menjawab : Wah-wah ! Saya tidak tahu ! kemudian ditanya lagi : Apa               ( yang kamu katakan tentang ) orang ini yang diutus kepadamu                                           ( sebagai seorang nabi )? ia kan menjawab : Wah-wah ! saya tidak tahu ! Kemudian seorang penyeru dari langit akan mengumumkan : Ia berkata bohong  bahwa dia tidak mengetauhi ) ! karena itu hamparkan baginya sebuah kasur dari neraka, dan pakaikan dia dengan pakaian dari neraka, dan bukakan baginya sebuah jendela  yang mengarah ke neraka supaya  hawa panas yang membakar dapat bertiup kepadanya dan kuburnya akan menghimpitnya sehinga tulang-tulang rusuknya bertikaman satu sama lain.           ( HR.Abu daud )

Catatan : Pengumuman dari langit ( kepada orang kafir ), “ bahwa ia telah berbohong “ bermakna bahwa ia berpura-pura menjadi bodoh, padahal yang sebenarnya  ia menyangkal ke Esaan Allah, kenabian Nya Nabi SAW dan Islam. ( Maariful Hadist ).

 

141- عن أنس بن مالك رصىالله عنه قال: قال رسول الله صلىالله عليه وسلم  إن العبد ‘ذا وضع فى قبره وتولى عنه أصحابه، وإنه ليسمع قرع نعالهم ، أتاه ملكان فيقدانه فيقولان : ماكنت تقول فى هذا الرجل لمحمد صلىالله عليه وسلم ؟ فأما المؤمن فيقول : أشهد أنه عبد الله ورسوله، فيقال له: انظر إلى مقعدك من النار قد أبد لك الله به  مقعدا من الجنة، فيرا هماجميعا وأما المنافق والكافر فيقال له : ما كنت تقول فى هذا الرجل ؟ فيقول : لا أدرى ، كنت أقول مايقوله الناس، فيقال : لادريت ولا تليت، ويضرب بمطارق من حديد ضربة فيصيح صيحة يسمعها من يليه غير الثقلين. رواه البخالى، باب ماجاءب القبر، 1374

141- Anas Ibnu Malik r.a. meriwayatkan  Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya hamba Allah apabila di tempatkan dalam kubur dan sahabat-sahabat meninggalkan dia maka sesungguhnya ia mendengar suara langkah-langkah mereka, dua malaikat mendatanginya menjadikan ia duduk dan akan bertanya kepadanya : Apa yang kamu ketauhi tentang orang ini yakni Muhammad SAW ? kalau ia seorang mukmin ia akan berkata : saya bersaksi bahwa ia adalah hamba Allah dan Rasul Nya. Maka akan dikatakan kepadanya : lihatlah kepada tempatmu didalam neraka ; Allah akan mengggantikannya dengan tempat tinggal dalam sorga. Ia kemudian akan melihat dua tempat tinggalnya itu dan kalau seorang munafik dan kafir akan dikatakan kepadanya: Apa yang kamu kata mengenai orang ini ? Ia akan menjawab : saya tidak tahu ;saya hanya mengatakan apa yang orang kata. Maka akan dikatakan kepadanya : sesungguhnya ia tidak tahu, sesungguhnya kamu tidak tahu dan kamu tidak mengikut orang yang tahu. Kemudian ia akan dipukul dengan palu dari besi yang menyebabkan ia berteriak dengan pekikan yang didengar oleh setiap orang sekitarnya kecuali manusia dan jin. ( HR.Bukhari )

 

142- عن أنس رصىالله عنه أن رسول الله صلىالله عليه وسلم  قال : لا تقوم الساعة حتى لايقال فى الأرض : الله الله. وفى رواية : لا تقوم اساعة على أحد يقول : الله الله . رواه مسلم، باب ذهاب الإيمان اخرالزمان، رقم : 376،375

142. Anas r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : masa ( Hari Kebangkitan ) tiadak akan mulai sehingga tiada seorangpun yang tinggal di atas dunia ini yang mengucapkan Allah, Allah. Dalam riwayat yang lain : masa( Hari Kebangkitan ) tidak akan dimulai ke atas seseorang yang masih mengucapkan Allah. Allah.                         ( HR.Muslim).

Catatan : Ini bermakna bahwa hari kebangkitan akan terjadi apabila dunia sama sekali tidak ada orang yang mengingati Allah. Hadist ini juga menjelaskan bahwa hari kebangkitan tidak akan terjadi selagi masih ada walaupun satu orang yang mengatakan   : wahai manusia ! takutlah kepada Allah dan sembahlah Dia. ( Mirqat )

 

143- عن عبدالله رصىالله عنه عن النبى صلىالله عليه وسلم  قال : لا تقوم السا عة إلا على إلا شرار الناس. رواه مسلم، باب قرب الساعة ، رقم : 7402

143- Abdullah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : Masa ( Hari Kebangkitan ) tidak akan terjadi kecuali ke atas manusia yang paling jahat.                   ( HR.Muslim ).

 

144- عن عبد الله بن عمرو رضى الله عنها قال :قال رسول الله صلىالله عليه وسلم .يخرج الدجال فى امتى فيمكث أربعين : لا ادرى أربعين يوما ، أو أربعين شهرا ، أو أربعين عاما ، فيبعث الله عيسى بن مريم كأنه عروة بن مسعود ، فيطلبه فيهلكه ثم يمكث الناس سبع سنين ، ليس بين اثنين عداوة ، ثم يرسل الله ريحا باردة من قبل الشام ، مال يبقى على وجه الأرض أحد فى قلبه مثقال ذرة من خير أو ايمان الا قبضته ، حتى لو ان احدكم دخل فى كبد جبل لدخلته عليه ، حتى تقبضه قال : فيبقى شرارالناس فى خفة الطير وأحلام السباع لا يعرفون معروفا ولا يبكرون منكرا ، فيتمثل لهم الشيطان فيقول : ألا تستجيبون؟ فيقولون : فما تأمرهم بعبادة الأوثان ، وهم فى ذلك دار رزقهم ، حسن عيشهم، ثم يتفخ فى الصور ، فلا يسمعه أحد الا اصغى ليتا ورفع ليتا ، فال : وأول من يسمعه رجل يلوط حوض ابله قال : فيصغق ، ويصعق الناس ، ثم يرسل الله مطرا كأنه الطل فتنبت منه اجساد الناس ، ثم ينفخ فيه أخرى فاذا هم قيامينظرون ، ثم يقول : يأيها الناس ! هلمو الى ربكم ، وقفوهم انهم مسئولون ، ثم يقول : أخروا بعث النار ، فيقول :من كم ؟ فيقول : من كل ألف ، تسعمائة وتسعة وتسعين قال : فذلك الولدان شيبا ، وذلك يوم يكسف عن ساق. رواه مسلم باب فى خروج الدجل صلىالله عليه وسلم .، رقم 738

وفى رواية فشق ذلك على الناس حتى تغيرت وجوههم فقال النبى صلىالله عليه وسلم . من يأجوج نسعمائة وتسعة وتسعين ومنكم واحد. (الحد يث) رواه البخارى باب قوله وترى الناس سكارى ، رقم: 4741

144- Abdullah Ibnu Umar r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : Dajjal akan muncul pada umatku dan akan tetap tinggal selama 40 hari ; saya tidak tahu                         ( apakah ) untuk 40 hari, atau 40 bulan . atau 40 tahun. Kemudian Allah akan mengutus Isa Ibnu Maryam menyerupai Urwah Ibnu Mas’ud. Ia  akan mengejar Dajjal dan membunuhnya. Sesudah itu manusia akan tetap tinggal selama 7 tahun tanpa ada sedikitpun rasa dendam ( bahkan ) anatara 2 orang. Kemudian Allah akan mengirim     ( sejenis ) angin yang sejuk dari arah Syam ( Syiria ) ;  yang mana tiada seorang pun yang masih tinggal diatas permukaan bumi yang hatinya mempunyai  iman walaupun yang paling kecil, kecuali nyawanya  akan dicabut dengan angin yang sejuk ini             ( bermakna bahwa semua orang yang ada iman akan mati ).  Bahkan jikalau seseorang dari pada kamu masuk kedalam liang yang paling dalam dari sebuah gunung, maka angin ini akan masuk kesana dan membunuhnya. Sesudah itu  ( hanyalah ) orang-orang jahat ( yang hatinya sama sekali tak ada iman ) yang  akan tinggal dengan menganggap enteng perbuatan-perbuatan jahat dan mempunyai pemikiran seperti binatang-binatang buas, mereka tidak mengetauhii yang baik dan tidak menolak yang buruk. Kemudian setan akan menampakkan diri kepada mereka dan berkata : Tidakkah kau menuruti (perintahku ) ? mereka  akan berkata : apa yang engkau perintahkan kepada kami ?  Ia akan memerintahkan mereka menyembah patung-patung dan ( oleh karenanya ) rezeki yang banyak akan diberikan kepada mereka dan mereka akan menikmati kehidupan yang baik dan mewah. Kemudian terompet akan ditiupkan ; dan tiada seorangpun yang tidak mendengarnya kecuali akan mengangkat kepalanya dengan penuh perhatian         ( ingin mengetauhi ) dan orang yang pertama mendengar suara itu ( dan terpengaruh dengan suara itu ) adalah seorang yang sedang mengisi bak air untuk unta-untanya. Kemudian ia kan terjatuh tidak sadarkan diri, dan mati dan begitu pula orang-orang yang bersama dengan dia. Kemudian Allah akan menurunkan air hujan yang menyerupai embun, menyebabkan jasad-jasad manusia mekar ( seperti tanaman-tanaman dari bumi ) kemudian terompet akan ditiupkan kali kedua dan manusia akan bangun melihat sekelilingnya ( dengan penuh keheranan ). Kemudian akan diakatakan : wahai manusia bersegeralah kamu kepada Rab mu ! malaikat-malaikat akan menjadikan mereka berdiri ( dengan penuh perhatian ) dan berkata sesungguhnya mereka adalah tiada terkira banyaknya ! kemudian akan dikatakan : pisahkan penghuni – penghuni neraka ! akan dikatakan berapa banyak        ( dari banyaknya manusia itu ) !  dari setiap seribu ; 999 ! pada hari itu ( bahkan ) anak-anak akan menjadi beruban rambutnya ( karena ketakutan) ;  dan pada hari itu Shin akan menjadi kosong ( Allah akan menampakkan diri Nya dengan cara yang khusus ) ! (HR.Muslim )

Dalam riwayat lain dikatakan : Mendengar bahwa 999 hari dari seribu orang akan dilemparkan kedalam neraka jahannam, sahabat-sahabat sangat sedih sehingga kesedihan mereka itu ternampak jelas pada muka-muka mereka. Kemudian Rasulullah SAW bersabda : Sembilan ratus sembilan puluh sembilan akan berasal dari ( seperti ) Yajuz dan Majuz dan seorang yang berasal dari kamu. ( HR.Bukhari )

Catatan : Dajjal adalah pembohong besar yang akan keluar dekat pada akhir kiamatnya dunia dan ia akan menamakan dirinya Tuhan. Ia kemudian dibunuh oleh Nabi Isa a.,s.pada kedatangannya yang kedua.

 

 

145-عن أبى سعيد رضى الله عنه قال : قال رسول الله صلىالله عليه وسلم . كيف انعم وصاحب القرن قد النقم القرن واستمع الأذن متى يؤمر بالنفخ فينفخ فكأن ذلك ثقل على أصحاب النبى صلىالله عليه وسلم . فقال لهم : قولوا : حسبنا الله ونعم الوكيل على الله توكلنا . رواه الترذى وقال :       هذا حديث حسن ، باب ما جا ءفى شأن الصور ، رقم 2431

145. Abu Said r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Bagaimana saya boleh gembira dan hidup dalam kesenangan, apabila orang yan di amanahkan dengan sangkakala telah meletakkannya dimulutnya dan ia memasangkan telinganya dengan penuh perhatian sambil menunggu perintah untuk meniupnya. Pernyataan ini nampaknya berat bagi sahabat-sahabat Rasulullah SAW  oleh sebab itu Baginda SAW berkata kepada mereka katakanlah :حسبن الله ونعم الوكيل على الله تو كلنا

artinya : Allah saja cukup bagi kamu ! Maha tinggi Allah yang kepadanya kami bertawakal. ( HR.Tirmidzi ).

 

 

 

 

146- عن المقداد رضى الله عنه قال: سمعت رسل الله صلىالله عليه وسلم . يقول تدنى الشمس يوم القيامة من الخلق ، حتى تكون منه كمقدار ميل فيكون الناس على قدر أعمالهم فى العرق ، فمنهم من يكون الى كعبيه ، ومنهم من يكون الى ركبتيه ، ومنهم من يكون الى حقويه ، ومنهم من يلجمه العرق الجاما قال : واشار رسول الله صلىالله عليه وسلم . بيده الى فيه . رواه مسلم ن باب فى صفه يوم القيامة ، رقم : 7206

146- Miqdad r.a.meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Matahari akan dibawah mendekat kepada makhluk pada Hari Kiamat ; sehingga hanya ada satu mil jarak anatara matahari dan mereka. Manusia akan berkeringat seimbang dengan amal-amal perbuatan mereka ( semakin besar dosanya emakin banyak keringatnya ) ; sebagian dari mereka keringatnya akan sampai kepergelangan kaki, sebagiannya kan sampai kelututnya, sebagiannya akan sampai kepinggannya dan sebagiannya akan sampai kemuka-muka mereka. Rasulullah SAW menunjuk kemulutnya dan hidungnya ( yang sebagian orang yang susah bernafas dan terhambat dalam keringat mereka sendiri ). ( HR.Muslim ).

 

 

147-عن ابى هريرة رضى الله عنه قال: قال رسل الله صلىالله عليه وسلم . يحشر الناس يوم القيامة ثلاثة أصباف : صنفا مشاة وصنفا ركبانا وصنفا على وجو ههم قيل : يا رسل الله ! وكيف يمشون على وجوههم ؟ قال : ان الذى أمشاهم على اقادامهم على أن يمشيهم على وجوههم ، أما انهم يتقون بوجوههم كل حدب وشوكة . رواه الترمذى وقال : هذا حديث حسن ن باب ومن سورة بنى اسرآئيل ن رقم 3142

147. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Bahwa Rasulullah SAW bersabda : Manusia akan dibangkitkan pada Hari Kiamat dalam tiga kategori : satu kelompok dalam keadaan berjalan, satu kelompok lagi dengan berkendaraan dan satu kelompok yang lain akan berjalan diatas muka-muka mereka. Ketika ditanya : wahai Rasulullah ! bagaimana mereka boleh berjalan diatas muka-muka mereka ? baginda menjawab : sesungguhnya Dia yang menjadikan mereka berjalan diatas kaki-kaki mereka dapat menjadikan mereka berjalan diatas muka-muka mereka. Mereka akan menghindari setiap rintangan dan duri-duri ( seperti seorang berjalan menghindar dengan kaki-kakinya ) dengan muka-muka mereka. !

 

 

147-عن عدى بن حاتم رضى الله عنه قال : قال رسل الله صلىالله عليه وسلم . : ما منكم من أحد الا سيكلمه ربه ليس بينه وبينه ترجمان ، فينظر أيمن منه فلا يرى الا ما قدم من عمله ، وينظر أشأم منه فلا يرى الا ما قدم ، وينظر بين يديه فلا يرى الا النار تلقاء وجهه ، فاتقوا ولو بشق تمرة . رواه البخارى ، باب كلام الرب تعالى  ..رقم : 7512

148. Adi Ibnu Hatin R.a. meriwayatkna bahwa Rasulullah SAW bersabda : Tiadalah seorang mereka diantara kamu kecuali bahwa Rab nya akan berbicara secara langsung kepadanya tanpa ada perantara antara mereka. Kemudian ia kan melihat kearah kanan ; dan tidaklah ia melihat kecuali apa yang ia telah kirim terlebih dahulu dari amalan-amalannya. Dan ia akan melihat ( dalam keadaan yang tak berdaya ) kesebelah kiri ; dan ia tidak meliihat kecuaali apa yang ia telah kirim terlebih dahulu. Dan iia akan melihat dihadapannya ; dan tidaklah ia melihat kecuali neraka didepan mukanya. Oleh sebab itu jagalah diri kamu dari neraka jahannam walaupun dengan mengeluarkan hanya separuh biji korma ( dengan bersedekah ) ( HR.Bukhari ).

 

 

149- عن عائشة رضى الله عنها قالت: سمعت النبى- عن عائشة رضى الله عنها قالت : سمعت النبىصلىالله عليه وسلم . يقول فى بعض صلاته : اللهم حا سبنى حسابايسيرا ، فلما انصرف قلت : يا نبى اللع ! ما الحساب السير! قال : أن ينظر فى كيابه فيتجاور عنه ، انه من نوقش الحساب يو مئذيا عائشة علك . ( الحديث) رواه احمد 6/47

149- Aisah r.anha meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW membaca dalam salah satu shalatnya.           اللهم حاسبنى حسابا يسيرا  Artinya : Wahai Allah jadikanlah hisabku hisab yang mudah. Ketika ia menyelesaikan ( shalatnya ), saya bertanya : Wahai Nabi Allah ! apa yang dimaksud dengan hisab yang mudah ? Baginda menjawab : bahwa buku amalan-amalan seseorang ketika dibacanya dan kemudian ia akan dilepaskan. Wahai Aisah ! sesungguhnya barngsiapa yang disoal pada hari kiamat ( akan dihisab amalan-amalannya ) akan binasa ! ( Musnad Ahmad )

 

 

150- عن أبى سعيد الخدرى رضى الله عنه أنه أتى رسول الله صلىالله عليه وسلم فقال : أخبرنى من يقوى على القيام يوم القيامة الذى قال الله عزوجل (يوم يقو الناس لرب العلمين ) فقال : يحخفف على المؤمن حتى يكون عليه كاالصلوة المكتوبة. رواه اليهقى فى كتاب العث والنشور، مشكوة المصابيح، رقم : 5563

150. Abu Said Alkudri r.a. mendekati Rasulullah SAW dan bertanya : Beritahukanlah kepadaku yang siapa akan dapat bertahan pad hari kiamat yaang lamanya adalah 50.000 tahun ( yang Allah SWT telah sebutkan :يوم يقوم الناس لرب العلمين

Artinya : Pada hari yang manusia  akan berdiri dihadapan Allah Rabbul ‘alamin. Baginda menjawab : akan diringankan bagi orang-orang beriman sama dengan mas yang diambil untuk mengerjakan shalat fardhu ( Baihaqi dan Miskaat )

 

 

151- عن عوف بن مالك الأشجعى رضىالله عنه قال : قال رسوالله صلىالله عليه وسلم  أتانى ات من عند ربى فخير نى بين أن يد خل نصف أمتى الجنة وبين الشفاعة، فاخترت الشاعة وهى لمن مات ربى فخيرنى بين أن يد خل نصف أمتى الجنة وبين الشفاعة، فاخترت الشفاعة وهى لمن مات لايشرك بالله شيئا. رواه الترمذ، باب منه حديث تخبيرالنبى صلىالله عليه وسلم  رقم : 2441

151. Auf Ibnu Malik Al-Ashja’I  r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : seorang malaikat datang kepadaku dari Rab ku  dan memberikan kepadaku kebebasan untuk memilih antara separuh umatku masuk sorga, atau wewenangku untuk safaat. Oleh sebabab itu saya memilih safaat, ( supaya seluruh umatku mendapat manfaat daripadanya dan bagi mereka yang mati tanpa menserikatkan sesuatu kepada Allah.        ( HR.Tirmidzi )

 

 

152- عن أنس بن مالك رضى الله عنه قال: قال رسول الله صلىالله عليه وسلم  شفاعتى لإهل الكبائر من أمتى .رواه الترمذ وقال : هذى وقال : هذا حديث حسن صحيح غريب، باب منه حديث شفاعتى  . رقم : 2435

152. Anas Ibnu Malik r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SA bersabda : diluar dari orang-orang yang melakukan dosa besar, aku akan memberi safaat bagi orang-orang yang bersal daripada umatku ( dan bukan semua ) (HR.Tirmidzi ).

 

 

153- عن أنس بن مالك رضى الله عنه قال : قال رسول لله صلىالله عليه وسلم  إذا كان يوم القيامة ماج الناس بغضهم فى بغض، فيأتون ادم فيقولون : اشفع لنا إلى ربك، فيقول : لست لها، ولكن عليكم يإبراهم فإنه خليل الرحمن، فيأتون ادم فيقول: لست لها، ولكن عليكم بموسى فأنه كليم الله، فيأتون موس فيقول : لست لها، ولكن عليكم بعيسى فإنه روح الله وكلمته، فيأتون عيسى فيقول : لست لها ، ولكن عليكم بمحمد صلىالله عليه وسلم  فيأتونى فأقول : أنالها، فأستادن علىربى فيؤذن لى ويلهمنى محامد أحمده بها لا تحضرنى الان، فأحمده بتلك المحامد ، وأخرله ساجدا ، فيقال : يامحمد ! ارفع رأسك وقل يسمع لك ، وسل تعط ، واثفع تشفع، فأقول : يارب ! أمتى أمتى ، فيقال: انطلق فأخرمنها من كان فى قلبه مثقال شعيرة من إيمان، فأنطلق فأفعل سم أعودفأحمده بتلك المحامد، ثم اخرله ساجدا فيقال :يامحمد ! ارفع رأسك وقل يسمع لك ، وسل تعط، واشفع تشفع، فأقول : يارب، أمتى أمتى، فيقول : النطلق فأخرج من كان فى قلبه أدنى أدنى مثقال حبة من خرد ل من إيمان فأخرجه منالنار منالنار منالنار، فأنطلق فأفعل، ثم أعود الرابعة فأحمده بتلك، ثم أخر له ساجدا فيقال : يا محمد ! ارفع راسك ، وقل يسمع، وسل تعطه ، واشفع تشفع، فأقول: يارب ! ائذن لى فيمن قال : لآإله إلاالله، فيقول : وعزتى وجلا لى وكبريائى وعظمتى لآخرجن منها من قال : لآ إله إلاالله. رواه البخارى، باب كلام الرب تعالى  .رقم : 7510

(وفي حديث طويل ) عن سعيد الخدرى رضىالله عنه فيقول الله تعلى : شفعت الملائكة وشفع النبيون وشفع المؤمنون، ولم يبق إلا أرحم الراحمين، فيقبض قبضة منالنار فيخرج منها قوما لم يعملوا خيرا قط ، قدعادوا حمما فيلقيهم فى تهر فى أفواه الجنة يقال له نلهر الحياة : فيخرجون كما تخرج الحتة فى حمل السيل قال : فيخرجون كا للؤلؤ فى رقابهم الخواتم ، يعرفهم أهل الجنة، هؤلاءعتقاء الله الذين أدخلهم الله الجنة بغير عمل عملوه ولا خير قدموه ، ثم يقول : ادخلوا الجنة فما رإيتموه فهوا لكم، فيقولون : ربنا ‘عطيتنا ما لم تعط أحدامن العالمين، فيقول : لكم عندى أفضل من هذا، فيقولون : ياربنا ! أى شىءأفضل من هذا ؟ فيقول : رضائى فلا أسخط عليكم بعده أبدا. رواه مسلم ، باب معرفة طريقالروية، رقم : 454

153. Anas Ibnu Malik r.a.meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : pada hari kiamat manusia akan berlari-lari ( dalam kebingungan ) kepada satu sama lain. Kemudian mereka akan mendekati Adam a.s. dan berkata : berilah kami safaat dihadapan Rab mu. Tetapi ia menjawab : Aku tidak memnuhi syarat ( untuk memberi syafaat )., pergilah kamu mendatangi Ibrahim a.s, karena ia adalah Khalil ( sahabat ) Arrahman. Kemudian mereka akan mendekati Ibrahim a.s. tetapi ia akan berkata kepada mereka : Aku tidak memenuhi syarat,  kamu pergilah kepada Musa a.s. karena ia adalah Kalamullah ( dapat berbicara secara langsung kepada Allah. Maka mereka mendatangi Musa a.s., tetapi ia berkata : aku tidak memenuhi syarat, silakan kamu mendatangi Isa a.s., karena ia adalah Ruhullah dan Kalimatullah ( Ruh Allah dan Perkataan Allah ). Maka mereka mendatangi Isa a.s., tetapi ia berkata : Aku tidak memuhi syarat, silakan kamu mendatangi Muhamad SAW. Karena itu mereka mendatangi aku dan aku akan berkata, akulah yang akan memberi syafaat.  Sebab itu aku bermohon kepada Rab ku ; dan  Dia akan membolehkan aku. Kemudian Allah akan mengilhamkan aku dengan kata-kata yang aku memuji dengannya akan tetapi saya tidak mempunyai pengetauhan akan kata-kata itu sekarang kemudian aku akan memuliakannya dengan pujian-pujian ini ; kemudian aku akan jatuh bersujud. Kemudian kan dikatakan : Hai Muhammad ! angkatlah kepalamu bicaralah maka engkau akan didengar ; mintalah maka engkau akan diberi ; berilah syafaat maka syafaatmu akan diterima maka aku akan bermohon : wahai Rab ! umatku! Umatku !          ( kasihanilah mereka ) maka akan dikatakan : pergilah dan keluarkan ( dari neraka ) siapa yang memiliki iman dalam hatinya sebesar biji gandum. Maka saya akan pergi dan mentati ( sebgaimana yang diperintahkan ). Kemudian saya kembali dan setelah memuji Nya dengan pujian yang sama ; dan bersujud dihadapannya. Kemudian akan dikatakan : hai Muhammad ! angkatlah kepalamu ; bicaralah maka engku akan didengar ; mintalah maka engkau akan diberi ; berilah syafaat maka syafatmu akan diterima. Maka saya kan bermohon wahai Rab ku ! umatku ! umatku ! maka akan dikatakan : pergi dan keluarkan ( dari neraka ) barangsiapa yang memiliki iman dalam hatinya sebesar debu. Maka saya akan pergi dan mentaati ( dengan apa yang diperintahkan ).

Kemudian saya kembali dan memuji Nya ( sekali lagi ) dengan puji-pujian yang sama:  dan saya bersujud dihadapan Nya lalu dikatakan : Hai Muhammad ! angkatlah kepalamu ; bicaralah maka engkau akan didengar ; mintalah maka engkau akan diberi:  berilah safaat maka safaatmu akan diterima. Maka saya memohon dengan sangat ; wahai Rab ku ! umatku ! umatku ! lalu dikatakan : pergilah dan keluarkan dari neraka sesiapa yang memiliki iman dalam hatinya walaupun lebih kecil, lebih kecil, lebih kecil, dari pada biji sawi. Kemudian saya akan pergi dan melakukan sebagaimana yang ditawarkan. Dan lalu saya akan kembali untuk kali yang keempat dan setelah memuji Nya dengan puji-pujjian ang sama dan saya bersjud dihadapan Nya. Maka akan dikatakan : hai Muhammad ! angkatlah kepalamu ; bicaralah maka engkau akan didengar ; mintalah maka engkau akan diberi ; berilah safaat maka safaatmu akan diterima. Kemudian saya akan mendesak ; Wahai Rab ku ! ijinkanlah aku ( untuk memberi safaat ) bagi sesiapa yng pernah mengucapkan  La Ilaha Illallah. Demikianlah Allah SWT akan berfirman : Demi kehormatan Ku, dan kebesaran Ku, dan kemulian Ku, dan keagungan Ku, barang siapa yang pernah mengucapkan La Ilaha Illallah Aku akan ( pasti ) mengeluarkannya ( dari neraka). ( HR.Bukhari )

Dan dalam riayat ayang lain dari Abu Said Al Qudri r.a. : ( dalam menjawab kepada desakan Rasulullah SAW untuk kali yng ke empat ) Allah SWT akan berfirman : Malaikat-malaikat telah memberi safaat, dan nabi-nabi telah memberi safaat, dan orang-orang beriman telah memberi safaat, dan tiada lah yang masih tinggal kecuali Arhamurrahimin ( Yang Maha Penyayang dari orang-orang yang menunjukkan kasih sayangnya ). Oleh karena itu Allah akan memegang segemgam dari api neraka, sambil mengeluarkan orang yang tidak pernah melakukan walaupun satu amalan kebaikan, dan sesiapa yang telah berubah menjadi arang dia akan menempatkan mereka dalam sebuah aluran pada pintu msuk sorga, yang disebut nahar / ul / hayah ( Aluran Kehidupan ). Meraka akan dihidupkan seperti beenih – benih semaian yang tumbuh antara air buangan sesudah mengalir sesudah banjir dan mereka akan menjadi bercahaya dan memancarkan sinar seperti mutiara-mutiara ; sekeliling leher-leher mereka akan diberikan kalung-kalung emas. Para penghuni sorga akan mengenal mereka dengan kalung-kalung ini sebagaimana mereka yang Allah SWT telah bebaskan mereka dari neraka dan menjadikan mereka masuk sorga tanpa mereka melakukan amalan-amalan baik. Kemudian Allah SWT berfirman kepada mereka : masuklah kedalm sorga, dan apa saja yang kamu lihat itulah kepunyaan kamu. Kemudian mereka akan berkata, wahai Rab kami  ! Engkau telah memberikan kepada kami apa yang tidak diberikan dalam dunia ! Dia kan menjawab: bagi kamu aku memiliki ( sesuatu) yang lebih baik dari pada ini. Mreka akan berkata : wahai Rab kami apakah ada yang lebih baik dari pada ini ? Allah akan menjawab : Ya Rada           ( Yang Aku ridhoi ), sekarang Aku tidak akan peernha marah kepada kamu. (HR.Muslim).

Catatan : Isa a.s. disebutkan dalam hadist ini sebagai Ruhullah dan Kalimatulah, karena ia dilahirkan tanpa seorang ayah dengan perintah Allah Kun ! ( jadi ! maka jadilah ), dan dengan tiupan Jibrail a.s. ( sebagaimana diperintahkan oleh Allah ) ada leher ibunya yang menyebabkannya ada ruh dan menjadi makhluk hidup.                         ( Tafsir Ibnu Katsir ).

154- عن عمران بن حصين رضى الله عنهما عنالنبى صلىالله عليه وسلم  قال : يخرج قوم منالنار بشفاعة محمد صلىالله عليه وسلم فيدخلون الجنة يسمون الجههنميين. رواه البخارى، باب صفة الجنة والنار، رقم : 6566

154. Imran Ibnu Husein r.a.meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : Sekelompok manusia akan keluar dari neraka dengan safaat Muhammad SAW danmasuk sorga. Mereka akan dikenal sebagai jahannamin, yakni mereka yang seblumnya didalam neraka. ( HR.Bukhari ).

 

155- عن أبى سعيد رضى الله عنه ان رسول الله صلىالله عليه وسلم  قال : إن من أمتي من يشفع للفئام من الناس، منهم من يسفع للقبيلة، ومنهم من يشفع للعصبة، ومنهم من ييشفع للرجل حتى يدخلوا الجنة.  رواه الترمذ وقال : هذا حديث حسن،باب منه دخول سبعين الفا… رقم :  244

155. Abu Said r.a. meriwayatkan : bahwa Rasulullah SAW bersabda : sesungguhnya diantara umatku ada orang yang memberi safaat untuk suatu negeri ; dan ada yang memberi safaat untuk suatu kaum, dan ada yang akan memberi safaat untuk satu Usbah ( sekelompok kecil ) orang yang terdiri daripada sepuluh sampai empat puluh ), dan diantara mereka ada yang memberi safaat untuk satu orang, sehingga (  mereka semua akan memasuki sorga ). ( HR.Tirmidzi ).

 

156- عن حذيفة وأبي هريرة رضى الله عنهما(وفى حديث طويل ) قالا : قال رسول الله صلىالله عليه وسلم  وترسل الآمانة والرحم فتقومان جنبي الصراط يمينا وشمالا، فيمر أولكم كالبرق قال قلت: بأبي أنت وأمى أى شىء كمر البرق ؟ قال : ألم ترا إلى البرق كيف يمر ويرجع فى طرفة عين ؟ ثم كمر الريح، ثم كمر الطير وشدالرجال، تجرى بهم أعمالهم، ونبيكم قائم على الصراط يقول : رب سلم سلم ، حتى تعجز أعمال العباد، حتى يجىء الرجل فلا يستطيع السير إلا زحفا قال : وفى حافتى الصراط كلا ليب معلقة مأمورة تأخذ من أمرت به فمخدوش ناج ومكدوس فى النار والذى نفس أبى هريرة بيده ! إن قعر جهنم لسبعين خريقا. رواه مسلم، باب أدنى أهل الجنة منزلة فيها، رقم : 482

156. Hudzaifah dan Abu Hurairah r.anhuma keduanya meriwayatkan satu riwayat yang panjang bahwa : Rasulullah SAW bersabda : Sifat “amanah” dan “silaturahmi” akan        ( diberikan sebuah bentuk dan ) berdiri pada sebelah kanan dan kiri siroth ( jembatan yang ada diatas neraka ) – ( supaya memberi safaat kepada orang-orang yang memelihara mereka atau menolak oarng-orang yang tidak memperdulikan mereka. Maka yang pertama dintara kamu akan melewati shirat itu seperti kilat. Saya berkata kepada Nabi SAW : aku korbankan ayah dan ibuku untukmu apa yang engkau maksudkan dengan “ lewat atas shirat seperti kilat ? “ baginda menjawab : tidakkah engkau memperhatikan kilat ; bagaimana ia berlalu dan kembali dalam sekedip mata ! kemudian, ( barisan orang-orang berikut ) akan lewat seperti angin, dan seperti terbangnya burung layang-layang, dan seperti seorang pelari cepat. Hal mana setiap orang akan melewati shirat seimbang dengan amalannya. Dan Nabimu SAW akan berdiri ditepi shirat dan berkata : wahai Rab ku selamatkan mereka ! selamatkan mereka ! sehingga ada orang yang datang yang karena  kelemahan amalan-amalan mereka, mereka hanya akan dapat merangkat ( diatas shirat ). Ia kemudian berkata : dan pada kedua tepi shirat bergantung kail-kail yang tajam yang mereka diperintah untuk mengail. Maka sebagian orang yang melarikan diri terluka, dan sebagian orang  akan terjatuh kedalam tumpukan api dalam neraka. Dan demi Dia yang memegang nyawa Abu hurairah dalam tangan Nya ; sesungguhnya dlam neraka adalah 70 tahun. (HR.Muslim ).

 

- عن أنس بن مالك رضى الله عنه عنى النبى صلىالله عليه وسلم  قال : بينما أنا أسير فى الجنة إذا أنا بنهر حافتاه قباب الدر المجوف، قلت : ماهذا يا جبريل ؟ قال : هذا الكوثر الذى أعطاك ربك، فإذا طينه مسك أذفر. رواه البخارى، باب فى الحوض،رقم : 6581

157. Anas Ibnu Malik r.a. meriwayatkan : bhwa Nabi SAW bersabda : ketika saya melewati sorga saya mendapati diri saya pada sebuah sungai, yang pada kedua tepinya terdapat telaga dari lembah mutiara-mutiara. Saya bertanya : apakah ini wahai Jibrail ? ia menjawab : ini adalah kautsar yang Rab mu berikan untuk kamu, kemudian ( saya memperhatikan bahwa ) dasarnya tercipta dari campuran musk yang harum.                  ( HR.Bukhari ).

 

 

158- عن عبد الله بن عمل و بن  العاص رضى الله عنهما قال: قال رسول الله صلىالله عليه وسلم .حوضى مسيرة شهر ، وزواياة سواء ، وماؤه أبيض من الورق ، وريحه أطيب من المسك ، وكيزانه كنجوو السماء ، فمن شرب منه فلا يظمأ بعده أبدا. رواه مسلم، باب اثبات حوضى نبينا  .، رقم 5971

158. Abdullah Ibnnu Amr Ibnu Al –As r.anhuma meriwayakan bahawa Rasulullah Saw bersabda telagaku ( Al Kautsar ) panjangnya adalah sejauh satu bulan perjalanan ; yang sudut-sudutnya seimbang, airnya lebih jernih daripada perak, dan harumnya lebih menyenangkan daripada musk dan cangkir-cangkir minumnya laksana bintang-bintang dilangit. Barangsiapa yang minum dari padanya tidak akan pernah haus sesudahnya.            ( HR.Muslim ).

Catatan : Jarak satu bulan perjalanan menunjukkan bahwa ukuran Al kautsar adalah begitu luas yang memakan masa satu bulan untuk menyebranginya.

 

 

159- عن سمرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله صلىالله عليه وسلم . ان لكل نبى حوضا وانهم يتباهون أيهم أكثر واردة وانى أرجو أن أكون أكثرهم واردة .رواه اليرمذى وقال : هذا الحديث حسن غريب ، باب ماجاءفى صفة الحوض ، رقم 2443

159. Samurah r.a.meriwayatkan bahwa raulullah SAW bersabda : Sesungguhnya bagi setiap Nabi ada sebuah telaga, dan sesungguhnya mereka berlomba-lomba ( satu dengan yang lain) yang telaga – telaga mereka yang paling banyak didatangi ( untuk minum dari padanya ), dan saya berharap, akan didatangi lebih banayk orang.               ( HR.Tirmidzi )

 

 

160- عن عبادة بن الصامت رضى الله عنه عن النبى صلىالله عليه وسلم . قال: من شهدأن لآ اله الا الله وحده  لا شريك له وأن محمدا عبده ورسوله وأن عيسى عبدالله ورسوله وكلمته ألقاها الى مريم وروح منه والجنة حق، والنار حق ، أدخله الله الجنة على ماكان من العمل . زاد جنادة : من ابواب الجنة الثمانية ايها شاء.رواه البخارى ، باب قوله تعالى يااهل الكبت ..، رقم 3435

160. Ubadah Ibnu Samid r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : barangsiapa bersaksi tiada yang patut disembah kecuali Allah, Dia Yang Esa, tnpa ada serikat, dan Muhammad adalah hamba Nya dan rasul Nya, dan bahwa Isa a.s. adalah hamba Allah dan Rasul Nya, dan perkataannya yang diberikan kepada maryam a.s. dan Roh yang berasal dari Nya, dan bahwa sorga adalah hak dan neraka adalah hak. Allah. Allah akan pasti menjadikannya masuk sorga ketas apa saja amal yang  ia telah perbuat. Junadh r.a. menambahkan pada riweayat ini : ( semoga ia memasuki ) dari pintu sorga mana saja yang ia kehndaki ! ( HR.Bukhari ).

 

161- عن ابى هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله صلىالله عليه وسلم . ٌقال الله تعالى : أعددت لعباد ى الصالحين مالا عين رأت ، ولا ّأذن سمعت ، ولا خطر على قلب بشر ، فاقرء وا ان شئتم { فلا تعلم نفس ماأخفى لهم من قرة أعين } رواه البخارى ، باب ماجاء فى صفة الجنة صلىالله عليه وسلم ، رقم 3244

161. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW menyebutkan sebuah hadist Qudsi : Aku sudah menyediakan bagi hamba-hambaku yang saleh yang mana tak pernah dilihat oleh mata dan tak pernah terdengar oleh telinga dan ( gambaran yang tidak pernah terdetak ke dalam hati seseorang ! Jikalau kamu hendak membaca :

 

{ فلا تعلم نفس ماأخفى لهم من قرة أعين           ( As Sajadah 33:16 )

 

Artinya : Tiada seorang pun yang tahu cendera mata apa yang masih sembunyi bagi mereka ! ( HR.Bukhari )

 

162-عن سهل بن سعد الساعدى رضى الله عنه قال: قال رسول الله صلىالله عليه وسلم . موضع سوط فى الجنة خير من الدنيا وما فيها . رواه البخارى ماجاء فى صفة الجنة .. .،رقم 3260

162. Suhail Ibnu Saad Al –Saidi r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Ruang yang ditempati tukang cambuk dalam sorga adalah lebih baik ( dan lebih berharga ) daripada dunia dan segala isinya. ( HR.Bukhari )

 

163- عن انس رضى الله عنه قال : قال رسول الله صلىالله عليه وسلم . ولقاب قوس أحدكم أوموضع قدم من الجنة خير من الدنيا وما فيها ، ولو أن امرأة من نساء أهل الجنة اطلعت إلى الارض لأضاءت ما بينمها ، ولملأت ما بينهما ريحا ، ولنصيفها يعنى الخمار خير من الد نيا وما فيها .رواه البخارى ، باب صفة الجنة والنار ، رقم 6568

163. Anas r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : luasnya tempat rukuk kamu, atau ruang yang satu tangga berada dalam sorga adalah lebih baik dunia beserta isinya. Dan jikalau seorang wanita daripada wanita-wanita sorga mmeliirik ke atas dunia ini, ( maka seluruh angkasa ) antara sorga dan dunia akan bercahaya dan dipenuhi dengan harum-haruman, sedangkkan selendangnya adalah lebih baik daripada dunia dan segala isinya ! ( HR.Bukhari )

 

164- عن أبى هريرة رضىالله عنه يبلغ به النبى صلىالله عليه وسلم  قال : إن فى الجنة شجرة، يسيراكب فى ظلها مائة عام، لا يقطعها، واقرء وا إن ثئتم ( وظل ممدود ). رواه البخارى، باب قوله وظل ممدود، 4881

164. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : bahwa Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya ada sebuah pohon dalam sorga yang kalau seorang penunggang kuda mengelilinginya selama seratus tahun dibawah naungannya  maka dia tidak dapat sampai pada permulaannya. Jika anda mau dapat membaca ayat ini dalam alqur’an : ….wazillin mamdud ( Al waqiah 56 : 30 ), “ ….dan naungan yang membentang luas….” ( HR.Bukhari )

 

165- عن جابر رضىالله عنه قال : سمعت النبى صلىالله عليه وسلم  يقول : إن أهل الجنة يأكلون فيها ويشر بون، ولا يتفلون ولا يبولون، ولا يبغو طون ولا يمتخطون قال ا: فما بال الطعام ؟ قال : جشاء ورشح كرشح المسك، يلهمون التسبيح والتحميد، كما يلهمون النفس. رواه مسلمز، باب فى صفات الجنة واهلها. رقم : 7152

165. Jabir r.a. meriwayatkan :Saya mendegar Nabi SAW bersabda : Sesungguhnya ahli-ahli sorga akan makan dan minum, merka tidak meludah da tidak membuang air kecil atau membuang air besar atau membuang ingus-ingus mereka. Sahabat bertanya:  kemudian apa yang terjadi kepada makanan ( yang mereka makan ) ! Baginda menjawab : ( makanan dan minuman aka diubah menjadi ) serdawa dan peluh seperti musyk. Mereka akan diilhamkan ( untuk mengucapkan ) kemuliaan dan pujian kepada Allah , sebagaimana mereka bernafas ! ( HR.Muslim )

 

166- عن أبى سعيد الخدرى وأبى هريرة رضىالله عنهماعن النبىصلىالله عليه وسلم  قال : ينادى مناد : إن لكم أن تصحوا فلا تسقموا أبدا، وإن لكم أن تحيوا فلا تموتوا أبدا، وإن لكم أن تشبوا فلا تهرموا أبدا، وإن لكم أن تنعموا فلا تبأسوا أبدا فذ لك قوله عزوجل : ( ونودوا أن تلكم الجنة أورثتموها بما كنتم تعملون ). رواه مسلم، باب فى دوام نعيم أهل الجنة.. . رقم: 7157

166. Abu Said Al Kudri dan Abu Hurairah Anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : seorang akan penyeru akan mengumumkan ( dalam sorga ) sesungguhnya telah ditetapkan bagi kamu bahwa kamu akan tetap sehat, tidak akan pernah jatuh sakit dan sesungguhnya telah ditetapkan bagi kamu bahwa kamu akan hidup terus , tidak pernah akan mati. Dan sesungguhnya telah ditetapkna bagi kamu bahwa kamu akan senantiasa muda tidak pernah akan menjadi tua. Dan sesungguhnya telah ditetapkan bagi kamu, bahwa kamu akan hidup dalam keridhoan dan kebahagaiaan, tidak pernah akan merasa sedih dan susah, dan inilah ( maksud ayat ) yang Allah berfirman :

ونودوا أنكم الجنة أورثتموها بما كنتم تعملون

 

akan diumumkan kepada mereka bahwa inilah sorga yang kamu wariskan dengan amal-amal kebaikan yang telah kamu lakukan. ( HR.Mulim)

 

167- عن صهيب رضىالله عنه عن النبى صلىالله عليه وسلم  قال: إذا دخل أهل الجنة الجنة، قال يقول الله تعلى : تريد ون شيئا أزيدكم ؟ فيقولون : الم تبيض وجوهنا ؟ ألم تدخلنا الجنة وتنجنا من لنار؟ قال : فيكشف الحجاب، فما أعطو أحب إليهم من النظر إلى ربهم عزوجل. رواه مسلم، باب فيكشف الحجاب، فما أعطوا شيئا أحب إليهم من النظر إلى ربهم عزوجل. رواه مسلم، باب إثبات روية المؤمنين فى الاخرة.. . رقم : 449

167. Suhaib r.a.meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Apabila ahli-ahli sorga sudah memasuki sorga, AllahTa’ala akan berfirman sukakah kamu supaya aku menganugerahkan kepada kamu  dengan satu lagi rahmat yang khusus ? mereka akan bermohon : Tidakkah Engkau telah menjadikan muka-muka kami bercahaya ! Tidakkah Engkau memasukkan kami ke dalam sorga, dan menyelamatkan kami dari neraka ! ( apalagi yang kami inginkan )? ….Rasulullah SAW berkata : ….kemudian hijab akan diangkat ( antara Allah dan mereka ), dan tiadalah yang mereka lebih inginkan daripada wajah Rab mereka, yang Maha Kuat lagi Maha Besar.(HR.Muslim)

 

168- عن أبى هريرة رضىالله عنه ياقول : قال رسول الله صلىالله عليه وسلم  لاتغبطوا فاجرا بنعمة، إنك لا تدرى ماهولاق بعد موته، إن له عند الله قاتلا لايموت. رواه الطبرانى فى الآوط ورجاله ثقات، مجمع الزوائد10/643

168. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : janganlah kamu mendengki  seorang jahat dalam -kurnia-kurnianya, karena sesungguhnya kamu tidak mengetauhi apap yang ia perolehi setelah kematiannya. Sesungguhnya baginya Allah mempunyaii seseorang pembunuh ( neraka jahannam ) dan yang tidak pernah mati ! ( Tabrani dan Majma Uz Zawaid ).

 

169- عن أبى هريرة رضىالله عنه أن رسول الله صلىالله عليه وسلم  قال : ناركم جزء من سبعين جزء من نار جهنم قيل يارسول الله ! إن كانت لكافية ، قال : فضلت عليهن بتسعة وستين جزء كلهن مثل حرها. رواه البخارى، باب صفة النار وأنها مخلوقة، رقم : 3265

169. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : api( dalam dunia ini ) adalah sebagian dari 70 bagian api neraka ! Telah ditanyakan : Wahai Rasulullah bahkan ( api seluruh dunia ) ini sudah cukup ! Baginda menegaskan : Api neraka sudah dikeraskan ke atas api dunia ini 69 kali ganda ; setiap derajat sama dengan panasnya api kamu dalam dunia ini! ( HR.Bukhari).

170- عن أنس بن مالك رضىالله عنه قال : قال رسول الله صلىالله عليه وسلم  يؤتى بأنهم أهل الدنيا، من أهل النار، يوم القيامة، فيصبغ النار صبغة : ثم يقال : ياابن ادم ! هل رأيت خيرا قط؟ هل مر بك نعيم قط ؟ فيقول : لا، والله يارب! ويؤتى بأشد الناس فى الدنيا، من أهل الجنة، فيصبغ صبغة فى الجنة، فيقال له : ياابن ادم ! هل رأيت بؤسا قط ؟ هل مربك شدة قط ؟ فيقو: لان والله ياب ! مامربى بؤس قط ، ولارايت شدة قط. رواه مسلم ، باب صبغ انعم أهلالدنيا فىالنار، رقم : 7088

170. Anas r.a. meriwayatkan : bahwa Rasulullah SAW bersabda : pada hari kiamat seorang daripada ahli neraka yang telah hidup dengan penuh kesenangan dan kemewahan dalam dunia akan dibawah dan dimasukkan sekejap dalam neraka. Kemudian ia akan ditanya : Hai Bani Adam ! adakah kamu mengingat pernah mengalami kehidupan yang baik, kesenangan atau kemewahan  sekejap saja ? ia menjawab : tidak, demi Allah wahai Rab ku ! dan begitu juga seorang dari  ahli sorga yang mengalami kehidupan yang penuh kesusahan dalam duni ini akan dibawah dan dimasukkan sekejap kedalam sorga. Kemudian ia akan ditanya : Wahai Bani Adam ! adakah engkau mengingat pernah mengalami kehidupan sengasara, atau sekejap kesusahan ? ia akan menjawab : Tidak, demi Allah wahai Rab ku  tiada suatu kesengsaran yang pernah saya lalui atau sekejap kesusahan ! (HR.Muslim )

 

 

171- عن سمرة بن جندب رضى الله أن النبى الله صلىالله عليه وسلم .قال : منهم من تأخده النار إلى كعبيه ، ومنهم من تاخذ ه النار إلى ركبتيه ، ومنهم من تأخده النار إلى حجزته ، ومنهم من تأخذه النار إلى ترقوته . رواه مسلو ، باب جهنم ، رقم 717

171. Samurah Ibnu Jundub r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : dan diantara mereka ada sebagian manusia yang dimakan oleh api sampai kepergelangan kaki, dan ada sebagian yang sampai kelutut mereka, dan ada sebagian orang yag terbakar sampai pinggang mereka, dan ada sebagian dari mereka yang dimkan habis oleh api sampai kepada sampai kepada tulang selangka. ( HR.Muslim )

 

172- عن ابن عباس رضى الله عنهما ان رسول الله صلىالله عليه وسلم . قرأهذه الآ ية { اتقوالله حق تقتهولا تمتوتن إلا واتتم مسلمون ْ} (البقرة : 132) قال رسول الله صلىالله عليه وسلم  لو أن قطرة من الزقم قطرت فى دارالدنيا لأفسدت علىأهل الدنيا معايشهم ، فكيف بمن يكون طعامه .رواه الترمذى وقال هذا حديث حسن صحيح ، باب ما جا ءفى صفة شراب أهل النار ، رقم 2585

172-  Ibnu Abbas r.a. meriwayatkan : Rasulllah SAW membaca ayat berikut :

اتقوالله حق تقتهولا تمتوتن إلا واتتم مسلمون Artinya : Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan berserah diri kepada Allah .

Rasulullah SAW menegaskan berkenan dengan takwa kepada Allah dan azabnya : jikalau sebiji Zaqqum ( pohon dalam neraka ) dijatuhkan kedalam dunia ini, akan merusakkan kehidupan semua manusia ( didalamnya). Degan demikian bagaiman akan terjadi  dengan dia dan menjadi makanan siapakah nantinya ? ( HR.Tirmidzi )

 

173- عن ابى هريرة رضى الله عنه ان رسول الله صلىالله عليه وسلم .قال: لما خلق الله الجنة قال لجبريل ، اذهب فنظر اليها ، فذهب فنظر اليها ثم جاء فقال : أى رب وعزيك ! لا يسمع بها احد إلا دخلها ، ثم حفها بالكماره ، ثم قال : يا جبريل ! 1هب فانظرإليها فذهب اليها فنظر اليها ثم جاء فقال : أى رب وعزتك !لقد خشيت أن لا يدخلها احد ، قال : فلما خلق الله تعالى النار قال : يا جبريل ! اذهب فانظر إليها ، فذهب فنظر أليها ثم جاء فقال : أى رب وعزيك ! لايسمع بها أحد فيدخلها ، فحفها بالشهوات ، ثم قال : يا جبريل ! فانظر إليها فذهب فنظر إليها  ثم جاء فقال أى رب وعزتك وجلالك ! لقد خشيت أن لا يبقى أحد إلا دخلها .رواه ابو داوة ، باب فى خلق الجبة والنار : 3733

173. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : bahwa Rasulullah SAW bersabda : Ketika Allah menciptakan sorga, ia berkata kepada Jibrail a.s. : pergilah melihat sorga itu ! maka ia pergi melihatnya setelah kembali ia berkata : wahai Rab ku ! Demi kebesaranmu dan kehormatanku, tidaklah seseorang yang mendengar tentangnya kecuali ia akan berusaha memasukinya ! kemudian Allah SWT meliputi sorga itu dengan kesusahan-kesusahan ( ketaatan kepada syariat yang berlawanan dengan tabiat manusia ) dan Dia memerintahkan : Hai Jibrail ! pergilah sekali lagi melihat surga itu ! kemudian ia pergi dan melihatnya dan setelah kembali ia berkata : wahai Rab ku demi kebesaran dan kehormatan Mu, sesungguhnya saya khawatir bahwa tiada seorangpun yang akan dapat memasukinya ! kemudian Allah menciptakan neraka dan berkata : hai Jibrail pergilah melihat neraka itu ! maka ia pergi melihatnya, setelah kembali ia berkata : wahai Rab ku demi kebesaran Mu dan kehormatan Mu , tiadalah seorang yang mendengar tentangnya kecuali ia akan berusaha untuk menghindar dari padanya ! maka Allah SWT meliputi neraka itu dengan hawa nafsud dan perbutan-perbuatan yang tidak pantas, dan Dia memrintahkan : Hai Jibrail ! pergilah sekali lagi melihat neraka itu ! maka ia pergi, melihatnya dan setelah kembali ia berkata : Wahai Rab ku demi kebesaran Mu, kehormatan Mu dan keagungan Mu ; saya khawatir bahawa tiadalah seorangpun yangg dapat terhindar daripadanya !  ( HR.Abu Daud ).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEJAYAAN ADA DI DALAM MENTAATI PERINTAH-PERINTAH ALLAH TA’ALA

 

 

 

Untuk mendapatkan manfaat langsung dari Alah Ta’ala, maka perlu untuk meyakini bahwa kejayaan yang sempurna di dunia ini dan di akhirat terletak hanya dalam mentaati perintah-perintah Nya dengan cara yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah SAW

 

Ayat-ayat Al Qur’an

 

قال الله تعلى : وما كان لمؤمن ولا مؤمنة إذا قضى الله  ورسوله ، أمرا أن يكون لهم الخيرة من أمرهم  ومن يعص الله ورسوله، فقد ضل ضللا مبينا (36) {الآحزاب: 36ْ}

Allah SWT berfirman : Tidaklah semestinya bagi seorang mukmin, laki-laki dan perempuan bila Allah dan Rasul Nya sudah menentukkan suatu keputusan, mereka akan memilih yang lain dalam keputusan mereka ; Barang siapa tidak mentaati Alah dan rasul Nya ia dalam kesesatan yang nyata. ( Al Azhab 33:36)

 

وقال تعلى:وما أرسلنا من رسول إلا ليطـاع بـإذ ن الله {النساء : 64 }

Allah SWT berfirman : Setiap Rasul yang Kami utus tiada lain supaya dipatuhi dengan ijin Allah. ( An nisa 4:64 )

 

وقال تعلى:وماءا تـكم الرسول فخذوه ومانـكم عنه فانتهوا {الخشر}

Allah SWT berfirman : Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu terimalah, dn apa yang dilarang tingglkanlah . ( Al Hasyr 59 : 7 )

 

وقال تعلى: لقد كان لكم فى رسول الله أسوة حسنة لمن كان يرجوا لله واليوم الآخروذكرالله كثيرا (21) { الآحزاب : 21ْ}

Allah SWT berfirman : Sungguh dalam diri Rasulullah kamu mendapatkan teladan yang baik ; bagi barangsiapa mengharapkan Allah dan hari akhirat dan banyak yang mengingati Allah. ( Al Azhab 33: 21 )

 

وقال تعلى:فليحذر الذين يخا لفون عن أمره، أن تصيبهم فتنة أويصيبهم عذاب أليم ( النر: 63)

Allah SWT berfirman : maka hendaklah mereka yang menyalahi perintah Nya akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. ( An nur 24: 63 )

 

وقال تعلى: من عمل صـلحا من ذكر أوأنثى وهو مؤمن فلنحيينه، حيوة طيبة  ولنجزينهم أجرهم بأحسن ما كانوا يعملون (97) {النحل : 97ْ}

Allah SWT berfirman : Barangsiapa mengerjakan amal kebaikan laki-laki atau perempuan, dan dia beriman, pasti akan Kami beri ia kehidupan yang baru, suatu kehidupan yang baik dan bersih, dan akan Kami balas dengan pahala sebaik-baiknya sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. (An-Nahl 16:97)

 

 

 

وقال تعلى:ومن يطع الله ورسوله، فقد فا فو اعظيما (71) {الأحزاب : 71}

Allah SWT berfirman : Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasulnya ia telah memperoleh kemenangan yang besar. (Al Azhab 33:71 )

 

وقال تعلى: قل إن كنتم تحبون الله فاتبعونى يحببكم الله ويغفر لكم ذنوبكم  والله غفوررحيم {أل عمران : 31}

Allah SWT berfirman : Katakanlah ( Wahai Muhammad  kepada manusia ) kalau kamu mencintai Allah maka ikutilah aku. Allah akan mencintai kamudan mengampuni segala dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( Al Imran 33:31)

 

وقال تعلى: إن الذين ءامنوا وعملوا الصـلحت سيجعل لهم الرحمن ودا (96) {مريم: 96}

Allah SWT berfirman :  kepada mereka yang beriman dan mengerjakan amal kebaikan, ( Allah ) yang Maha Pemurah akan menanamkan rasa kasih sayang. (Maryam 19:96)

 

وقال تعلى: ومن يعمل من الصـحت وهو مؤمن فلا يخاف ظلما ولا هضما (112) {طه : 112}

Allah SWT berfirman: Dan barangsiapa yang beramal saleh dan dia orang yang beriman, jangan khawatir akan mendapat perlakuan zalim dan dikurangi segala haknya. ( thoha 20 :112 )

 

وقال تعلى:  ومن يتق الله يجعل له، مخرجا (2) ويرقه من حيث لا يحتسب { الطلاق : 2-3}

Allah SWT berfirman : Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah ia membukakan jalan keluar bagi Nya.dan Ia membukakan rezekinya dari arah yang tak terduga-tuga ( At thalaq 65:2-3 )

 

وقال تعلى: ألم يروا كم أهلكنا من قبلهم من قرن مكنهم فى الأرض مالم نمكن لكم وأرسلنا السماء عليهم مدرارا وجعلنا الآنهر تجرى من تحتهم فأهلكنـهم بذنوبهم وأنشأنا من بعدهم قرناءخرين (6) {الآنعام}

Allah SWT berfirman : Tidakkah mereka perhatikan betapa banyak sebelum mereka yang telah kami binasakan ; generasi-generasi dibumi yang kami perkuat, yang tidak kami berikan kepada kamu ( kekuatan fisik, harta yang berlimpah, berasal dari keluarga yang mulia, menikmati kemuliaan, umur yang panjang, memiliki harta benda dan kekuatan dan seterusnya ). Untuk mereka kami curahkan air yang melimpah, kami jadikan sungai-sungai yang mengalir dibawah mereka. Namun kemudian Kami binasakan mereka  karena dosa mereka sendiri dan sesudah itu kmi bangunkan generasi yang lain. ( Al an am 6 : 6 )

 

 

وقال تعلى: ألمال والبنون ينة ألحيوة الد نيا والبـقيت الصـلحت خيرعند ربك ثوابا وخير أملا (46) {الكهف : 46}

 

Allah SWT berfirman : Harta kekayaan dan anak-anak adalah hiasan kehidupan dunia. Akan tetapi amal kebaikan yang kekal dalam pandangan Tuhanmu itulah yang terbaik sebagai pahala dan terbaiksebagai harapan. ( Al Kahfi 18 : 46 )

 

 

 

 

وقال تعلى: ما عندكم ينفد  وما عند الله باق ولنجزين الذين صبروا أجرهم بأحسن ماكانوا يعملون (96) {النحل : 96 }

Allah SWT berfirman : Apa yang  ada padamu akan hilang  dan apa yan ada pada Allah akan tetap bertahan. Dan pasti akan kami balas mereka yang sabar dan tabah, dengan pahala yang sebaik-baiknya sesuai dengan apa yangtelah mereka kerjakan.       ( An nahl 16 :96 ).

 

وقال تعلى:وما أوتيتم من شىء فمتع الحيوة الدنيا وينتها  وما عندالله خير وأبقى أفلا تعقلون  (60) { القصص : 60}

Allah SWT berfirman : Segala sesuatu yang diberikan kepadamu hanyalah sebagai kenikmatan dan persiapan dalam hidup di dunia ini, tetapi apa yang ada pada Allah lebih baik dan lebih kekal. Tidakkah kamu mau memahami ? ( Al Qasas 28 : 60 )

 

 

 

 

Hadist-hadist Nabawi

 

173-  عن أبى هريرة رضىالله عنه أن رسواللهصلىالله عليه وسلم  قال: باد روا بالآعمال سبعا، هل تنتظرون إلافقرا منسيا، أوغنى مطغيا، أومرضامفسد، أوهرما مفندا، أومجهزا أوالدجال فشر غائب ينظر اوالساعة ؟ فالساعة أدهى وأمر. رواه الترمذ وقال : هذ حديث حسن غريب، باب ماجاء فى المبادرة بالعمل، رقم : 2306 الجامع الصحيح وهوا سنن الترمذى، طبع دار الباز

174. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Bahwa Rasulullah SAW bersabda : bersegeralah mengerjakan amal-amal kebaikan sebelum terjadi 7 perkara.  Adakah engkau akan masih menunggu akan suatu kemiskinan yang akan menjadikan engkau lupa, atau kekayaan yang akan menjadikan engkau membangkang, atau kesakitan yang akan menjadikan engkau tidak berdaya, atau umur yang tua yang akan menjadikan engkau hilang perasaanmu, atau kematian yang akan mengejutkan engkau ( sering tidak memberi peluang untuk bertobat ), atau dajjal  yang adalah penjahat yang paling jahat yang dinanti-nantikan oleh orang jahat, atau masa ( Hari Pengadilan ) ? Masa itu adalah perkara yang sangat menyedihkan dan pahit !     ( HR.Tirmidzi )

Catatan : Ini bermakna bahwa seseorang mesti membuat persiapan untuk kehidupan akheratnya dengan mengerjakan amal-amal soleh sebelum salah satu dari tujuh keadaan yang tersebut diatas datang.  Keadaan ini tidak boleh sampai yang salah satu dari halangan-halangan ini muncul dan seseorangg kehilangan kemampuan untuk melakukan amal-amal saleh.

 

 

175عن أنسى بن مالك رضىالله عنه يقول : قال رسوا لله صلىالله عليه وسلم  يتبع الميت ثلاثة : فيرجع اثنان ويبقى واحد، يتبعه أهله وماله وعمله، فيرجع أهله وماله ويبقى عمله. رواه مسلم، كتاب الزهد، رقم: 7424

175. Anas Ibnu Malik r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Tiga perkara akan menemani seorang yang mati ( pada saat penguburannya ) : dua daripadanya akan kembali dan hanya satu yang tinggal. Keluarga dan hartnya dan amalan-amalannya akan menemaninya da kemudian keluarga dan hartanya akan kembali dan amalan-amalannya saja yang tinggal bersamanya.. ( HR.Muslim )

 

176-  عن عمرو ضىالله عنه أن النبى صلىالله عليه وسلم  خطب يوما فقال فى خطبته : ألا إن الد نيا عرض حاضرياكل منها البر والفاجرالا وإن الآ خرة أحل صادق يقضى فيها ملك قادر، ألا وإن الخير كله بحذافيره فىالجنة، ألا وإن الشر كله بحذافيره فىالنار ألا فاعملوا وأنتم من الله علىحذير، واعلموا أنكم معروضون على أعمالكم، فمن يعمل مثقال ذرة خيرا يره، ومن يعمل مثقل ذرة شرايره. مسند الشافعى 1/148

176- Amr r.a. meriwatkan bahwa Nabi SAW pada suatu hari memberikan kutbah katanya: Dengarlah baik-baik ! dunia dan apa-apa yang ada padanya adalah barang  keperluan yang sementara ( dan  karena itu tidak ada harga dan nilai ), yang dibagi-bagi dan dimakan baik oleh orang yang baik dan orang yang durhaka ! sesungguhnya akherat adalah sesuatu yang hak dan akan tiba pada masa yang telah ditetapkan dalam mana pengadilan yang akan diadakkan oleh Raja Yang Maha Berkuasa.dengarlah baik-baik ! sesungguhnya segala kebaikan, dalam segala keaneka ragamannya ada dalam sorga ! sesungguhnya segala kejahatan, dalam segala keaneka ragamannya, berada dalam neraka hendaklah kami memahami ini denga sebaik-baiknya ;  apa saja yang kamu lakukan, lakukanlah itu karena takut kepada Allah ; dan pahamlah bahwa kamu akan didatangkan ( dihadapan Allah Ta’ala ) bersama dengan amalan-amalanmu. Barangsiapa yang melakukan suatu amal kebaikan sebesar atom, ia akan melihatnya, dan barangsiapaa yang melakukan suaatu aamal kejahatan sebesar atom ia akan melihatnya juga ! ( Musnad Shaf’1 )

 

 

177-  عن ابى سعيد الخدرى رضى الله عنه انه سمع رسول الله صلىالله عليه وسلم . يقول : إذا أسلم العبد فحسن إسلامه يكفر الله عنه كل سيئة كان زلفها وكان بعد ذلك القصاص : السنة بعشر أمثا لها إلى سبع مائة ضعف السيئة بمثلها إلا أن يتجاوزالله عنها .رواه البخارى ، باب حسن إسلام المرء رقم: 41

177. Abu Said  Al Kudri r.a. meriwayakan bahwa : Ia mendengar rasulullah SAW bersabda : Apabila hamba Allah masuk kedalam Islam, dan kecantikan Islam datang dl;m kehidupannya, maka semua aamal-amal buruknya yang ia lakukan sebelumnya diampuni oleh Allah SWT. Oleh karena itu mulakanlah penyelesaian hisab pahala amal-amal baik adalah sepuluh kali sampai tujuh ratus kali ganda pahalanya dan amal-amal buruknya ia hanya dikenakan hukuman yang sama ( dengan satu amal keburukan ) akan tetapi jika Allah mengampuninya adalah masalah yang lain lagi. ( HR.Bukhari )

Catatan : Kecantikan Islam datang ke dalam kehidupan seseorang berrmakna bahwa : hati seseorang dipenuhi dengan cahaya iman dan jasadnya diabdikan dalam ketaatan kepada Allah SWT.

 

 

178- عن عمر رضلى الله عنه عن النبى صلىالله عليه وسلم . قال : الإ سلام أن تشهد أن لأ إله الله وأن محمدا رسول الله صلىالله عليه وسلم  وتقم الصلاة، وتؤتى الزكاة، وتصوم رمضان، وتحج البيت إن استطعت إليه سبيلا. (وهوجزءمن الحديث) رواه مسلم. باب بيان الإيمان والإسلام.رقم : 93

178. Umar r.a. meriwaytkan bahwa : Nabi SAW bersabda : Islam ( rukun-ruku islam adalah ) bersaksi ( dengan hati dan lidah ) bahwa tiada yang patut disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Nya ; dan mengerjakan shalat, membayar zakat, puasa pada bulan ramadhan, mengerjakan ibadah haji ke Ka’bah, jikalau engkau ada kemampuan untuk melakukan demikian. ( HR.Muslim ).

 

 

129-  عن أبى هريرة رضىالله عنه عن النبى صلىالله عليه وسلم  قال: ألإسلام أن تعبد الله لاتشرك به شيئا وتقيم الصلوة وتوتى الزكاة وتصوم رمضان وتحج البيت، والأمر بالمعروف والنهى عن المنكر وتسليمك على أهلك فمن انتقص شيئا منهن فهوسهم من الإسلام يدعه ومن تركهن كلهن فقد ولى الإسلام ظهره. رواه الحاكم فى المستدرك 1/21 وقال : هذا الحديث مثلالأول فى الإستقامة

179. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : Islam adalah bahwa engkau menyembah Allah SWT dan tidak menserikatkan sesuatu kepada Nya, dan mendirikan shalat dan membayar zakat, dan berpuasa pada bulan Ramadhan, dan mengerjakan haji ke ka’bah, dan menyeruh kepada yang baik dan melarang daripada yang jahat, dan memberi salam kepada keluargmu.  Oleh sebab itu jikalau seseorang mendapatkan sesuatu kekurangan dalam salah satu daripada ini ia telah kehilangan sebagian Islam dan barangsiapa meninggalkan semua daripadanya maka ia telah membelakangi Islam. ( Mustadrak hakim ).

 

180-  عن حذيفة رضىالله عنه عن النبى صلىالله عليه وسلم  قال : الإسلام ثمانية أسهم، الإسلام سهم والصلوة سهم والزكاة سهم وحج البيت سهم والصيام سهم والأمر بالمعرف سهم والنهى عن المنكر سهم والجهاد فى سبيل الله سهم وقد خاب من لا سهم له. رواه البزار وفيه: يزيد بن عطاء وثقه أحمد وغيره وضعفه جماعه وبقة رجاله ثقات، مجمع الزوائد1/191

180. Huzaifah r.a. meriwayatkan : bahwa Nabi SAW bersabda : bahwa Islam mempunyai delapan bagian penting. Iman adalah satu bagian, mengerjakan shalat adalah satu bagian dan membayar adalah zakat adalah  satu bagian, dan haji ke rumah Allah adalah satu bagian dan berpuasa dalam bulan ramadhan adalah satu bagian, dan menyeruh kerpada yang baik adalah  satu bagian, dan melarang daripada yang jahat adalah satu bagian, dan jihad (di jalan Allah ) adalah satu bagian ; dan sesungguhnya barangsiapa yang lupa baginya tidak ada bagian dalam Islam. ( Majma Uz Zawaid , Bazzar )

 

181-  عن أبن عباس رضىالله عنهما عنالنبىصلىالله عليه وسلم  قال: الإسلام أن تسلم وجهك لله وتشهد أن لآ إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله وتقم الصلاة وتؤتي الزكاة. (الحديث) رواه أحمد1/319

181. Ibnu Abbas r.a. meriwayatkan bahwa : Nabi SAW bersabda : Islam adalah berserah diri kepada Allah ( menurut iman yaang saheh  dan amal yang saheh ) dan bersaksi ( dengan hati dan lidah ) bahwa tiada yang patut disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad SAW adalah hamba dan utusan Nya, dan mendirikan shalat, dan membayar zakat. ( Musnad Ahmad ).

 

182-  عن أبى هريرة رضىالله عنه أن اعرابيا أتى النبى صلىالله عليه وسلم  فقال : دلنى على عملى إذا عملته دخلت الجنة، قال : تعبد الله لا تشرك به شيئا، وتقم الصلاة المكتوبه، وتؤدى الزكاة المفروضة، وتصوم رمضان، قال : والذى نفسىبيده ! لا أزيد على هذا، فلما ولى قال النبى صلىالله عليه وسلم من سره أن ينظر إلى رجل من أهل الجنة فلينظر إلى هذا. رواه البجارى، باب وجوب الزكاة، رقم : 1397

182. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Seorag Badui mendekati Rasulullah SAW dan bertanya : Tunjukkan kepada saya suatu amalan sedemikian yang jikalau saya beramal dengannya, saya akan masuk sorga. Rasulullah SAW mnejawab : Sembahlah Allah dan janganlah menserikatkan sesuatu kepadanya, dan dirikanlah shalat fardu dan bayarlah zakat fardhu, dan berpuasalah pada bulan ramadhan. Kemudian Badui itu menjawab : Demi Dia yang nyawaku berada dalam genggaman tangan Nya ( saya akan melakukan amalan-amalan sebagaimana engkau jelaskan kepada saya ) saya tidak akan menambah lebih daripada itu. Kemudian ketika dia berpaling dan pergi, Nabi SAW bersabda :Barangsiapa yag ingin untuk melihat seorang laki-laki dari antara ahli sorga, maka ia boleh melihat kepadanya.                               ( HR.Bukhari )

 

183-  عن طلحة بن عبد الله رضىالله عنه قال: جاءرجل إلى رسول اللها من أهل نجد ثائرالرأس نسمع دوى صوته ولا نفقه ما يقول حتى دنافإذا هو يسأل عن الإسلام ، فقال رسول اللهصلىالله عليه وسلم حمس صلوت فىاليوم والليلة، فقل : هل على غيرها؟ قال:لا، إلا أن تطوع، قال رسول الله صلىالله عليه وسلم  وصيام رمضان، قال : هل على غيره؟ قال : لا، إلا تطوع، قال : وذكر له رسول الله صلىالله عليه وسلم  الزكاة ، قال:هل على غيرها؟ قال : لا، إلا تطوع، قال : فأدبر الرجل وهو يقل: والله لا أزيد على هذا ولا أنقص، قال رسول الله صلىالله عليه وسلم  أفلح إن صدق. رواه البخارى، باب الزكاة من ألإسلام، رقم : 46

183. Tolha Ibnu Ubaidullah r.a. meriwayatkan bahwa : seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAWdari suku Nadj. Rambut kepalanya kusut dan walaupun  kami dapat mendengar dengungan suaranya akan tetapi ( karena jarak ) kami tidak dapat memahami apa yang ia katakan sehingga ia datang mendekat kepada Rasulullah SAW dan ( kami baru memahami bahwa ) ia bertanya tentang ( amalan-amalan ) dalam Islam. Kemudian Rasulullah SAW menjawab ( kepada pertanyaannya )  ada 5 kali shalat ( fardhu ) dalam sehari dan semalam. Lelaki itu kemudian bertanya : adakah saya diwajibkan untuk suatu shalat lebih daripada itu ? Rasulullah SAW menjawab : Tidak akan tetapi jikalau engkau ingin mengerjakan shalat nafil engkau boleh mengerjakan. Kemudian Rasulullah SAW berkata : dan puasa pada bulan Ramadhan adalah wajib. Ia berkata : adakah saya diwajibkan untuk puasa lebih daripada itu ? Rasulullah SAW menjawab : tidak, akan tetapi jikalau engkau ingin untuk mengerjakan puasa nafil engkau boleh melakukannya. Rasulullah SAW menyebut zakat. Ia bertanya adakah sedekah yang lain yang wajib ke atasku terpisah daripada zakat ? Rasulullah SAW menjawab : tidak, akan tetapi jika engkau ingin untuk memberi sedekah nafil engkau boleh melakukan demikian. Kemudian ia berpaling dan pergi sambil berkata : demi Allah saya tidak akan buat lebih daripada itu dan tidak akan mengurangi lebih daripada itu. Rasulullah SAW berkata : ia sudah berjaya jikalau ( ia berpegang teguh ) benar  pada perkataannya. ( HR.Bukhari )

 

184-  عن عبادة بن الصامت رضىالله عنه أن رسول الله صلىالله عليه وسلم  قال وحوله عصابة من أصحابه- : بايعونى على ألأ تشركوا بالله شيئا، ولا تسرقوا، ولا تزنوا، ولا تقتلوا أولادكم، ولا تأتوا ببهتان تفترونه بين أيديكم وأرجلكم و، ولا تعصوا فى معروف، فمن وفى منكم فأجره على الله، ومن أصاب من ذلك شيئا فعوقب فىالد نيا فهو كفارة له، ومن أصاب من ذلك سيئا ثم ستره الله فهو إلى الله، إن ساء عفاعنه ، وإن شاء عاقبه، فبايعنا ه على ذلك. رواه البخارى، كتب الإيمان، رقم : 18

184. Ubadah Ibu Samit r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW berkata kkepada sekelompok para sahaabatnya yangsedang duduk mengelilinginya : Berbaitlah kepadaku bahwa kamu tidak akan menserikatkan sesuatu kepada Allah, dan bahwa kamu tidak mencuri dan tidak akan berzina, dan tidak akan membunh kanak-kanakmu ( karena takut akan berkurangnya keprluan ) dan tidak akan mmebuat fitnah dengan sengja kepada seseorang, dan tidaak akan melanggar suatu perinntah sariat ( hukum hakam islam ) oleh karena itu, brang siapa memenuhi sumpahnya pahalanya akan menjadi tanggung jawab Allah. Dan barangsiapa yang melakukan salahsatu daripada dosa-osa ini ( kecuali syirik, yakni menserikatkan sesuatu kepada Allah ) dan akan dihukum dalam dunia ini ( dengan had ) yakni hukuman menurut syariat, kemudian hkuman itu akan seimbang   bagi dosanya. Akan tetapi jikalau salah satu dariopada dosa-dosaini dilakukandan Allah menyembunyikannya ( ia idakakan dihukum dlam dunia ini karena dosanya, maka dalam hal ini bergantung kepada kehendak Allah ; jikalau Ddia meghendaki Dia boleh ( dega rahmat dan kasih sayang Nya ) mengampuninya, dan jiklau Dia menhendaki Dia boleh menghukumnya. Demikianlah Ubadah Ibnu Samit r.a. berkata bahwa ( kami berbaiat kepada Rasulullah SAW pada perkara-perkara ini. (HR.Bukhari ).

 

185-  عن معاذ رضىالله عنه قال : أوصانى رسول الله صلىالله عليه وسلم  بعشر كلمت قال : لا تشرك با الله شيئا وإن قتلت وحرقت، ولا تعقن والديك وإن أمر اك أن تخرج من أهلك ومالك، ولا تتركن صلا مكتو بة متعمدا، فإن من ترك صلاة مكتوبة متعمدا فقد برئت منه ذمةالله، ولا تشربن خمرا فإته رأس كل فاحشة، وإياك والمعصية فإن بالمهصية حل سخط الله عزوجل، وإتاك والفرارمن الزحف وإن هلك الناس، وإذا أصاب الناس موت وأنت فيهم فاثبت، وأنفق على عياك من طولك ولا ترفع عنهم عصاك أدبا وأخفهم فى الله . رواه أحمد 5/238

185. Muaz r.a meriwayatkan : Rasulullah SAW mengajak kepadaku sepuluh perkara : jangan menserikatkan sesuatu kepada Allah bahkan walaupun kamu dibunuh dan dibakar ; dan jangan mendurhakai orang tuamu bahkan jikalau mereka menyuruh kamu utuk menceraikan istrimu dan belanjakanlah semua hartamu ; dan jangan kamu melalaikan dengan sengaja shalat fardhu, karena barangsiapa meninggalkan shalat dengan sengaja tidak ada baginya tanggungjawab Allah ; da janganlaah kamu minum arak, karena sesungguhnya  ia adalah sumber dari seegala amalan buruk ; dan berwaspadalah daripada mendurhakai Allah Ta’ala, karena sesungguhnya mendurhakai Nya menyebabkan murka Allah diturunkan ; dan hati-hatilah melarikan diri dari barisan pertempuran walaupun semua sahabat-sahabatmu matii ; dan jjikalau orang-orang mati ( dar malapetka sperti wabah dan seterusnya ) dan kamu berada diantara mereka tetaplah tinggal diaman kamu ada, dan berbelanjalah keatas keluarga kamu menurut kesanggupan hartamu ; dan janganlah kamu meninggalkan menggunakan  tongkat dalam membesarkan mereaka dengan kebiasaan –kebiasaan baik dan jadikan mereka takut kepada Alllah. (Hr.Bukhari )

catatan : dalam hadist ini ketaatan kepda orang tua yang disebut adalah ketaatan pada peringkat yang tinggi. Demikian pula dikatakan dalam hadis ini : Janganlah menderiktkan sesuatu kepada Allah walaupun kamu dibunuh dan dibakar, menyebutkan peringka amalan yang tertinggi karena dalam keadaan sedemikian diperbolehkan untuk mengucapkan kata kufr jikalau hati penuh beriman.

 

186- أبى هريرة رضىالله عنه قال: قال النبى صلىالله عليه وسلم  من امن باالله وبرسوله وأقام الصلاة، وصام رمضان كان حقاعلى الله أن يد خله الجنة، جاهد فى سبيل الله إوجلس فى أرضه التى ولد فها فقالوا: يا رسول الله! أفلا نبسر الناس ؟ قال : إن فى الجنة مائة درجة أعدها الله للمجا هدين فى سبيل الله، مابين الد رجتين كما بين السماء والأرض، فإذ سألتم الله فاسئالوه الفردوس فإنه أوسط الجنة وأعلى الجنة وفوقه عرش الرحمن ومنه تفجر النار الجنة. رواه البخارى، باب درجات المجاهدين فى سبيل الله، رقم : 279

186. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Nabi SAW bersabda : Jikalau seorang beriman kepada Allah dan Rasul Nya mendiirikan shalat, dan berpuasa pada bulan ramadhan, Allah SWT pasti akan memasukkannya kedalam sorga ; Apakah ia terlibat dalam jihad di jalan Allah, ataukah ia tinggal ditempatnya dimana ia dilahirkan tanpa       ( terlibat dalam) jihad .  Sahabat r.anhum bertanya : Wahai Rasulullah ! bolehkah kami sampaikan kabar gembira ini kepada khalayak ramai ? Rasulullah SAW menjawab : jangan ( karena), di sorga ada seratus tingkat yang Allah sediakan bagi orang-orang yang berjihad di jalan Allah dan antara tiap-tiap dua tingkat ada jarak yang sama dengan jarak antara bumi dan langit. Oleh sebab itu apabila kamu berdoa kepada Allah untuk sorga, mintalah kepadanya untuk sorga firdaus, karena tingkat ini adalah bagian sorga yang terbaik dan tertinggi, diatas tingkat ini terdapat Arsy daripada yang maha pengasih, dan dari sana sungai-sungai sorga mengalir.     ( HR.Bukhari ).

 

 

187- عن أبى الدرداء  رضىالله عنه قال : قال رسول الله صلىالله عليه وسلم  خمس من جاء بهن مع إيمنان دخل الجنةز من حافظ على الصلوات الخمس على وضونهمن وركو عهن وسجو دهن ومواقيتهم وصام رمضان وحج البيت إن استطاع إليه سبيلا واتى الزكاة طيبة بها نفسه وأدى الأ مانة، قيل : يارسول الله ! وما أداء الأمانة ؟ قال : الغسل من الجنابة  إن الله لم يأمن ابن ادم على شىء من دينه غيرها. رواه الطبرانى ياسند ، الترغيب 1/241

187. Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang datang pada mahkamah Allah dengan iman dan mengerjakan lima amalan ini akan masuk sorga : ia yang menegerjakan shalat lima kali secara istiqomah pada waktu-waktu yang telah ditetapkan, mengambil wudhu dengan sempurna, ruku’ dan sujud ; berpuasa selama bulan ramadhan ; melaksanakan ibadah haji jikalau ia memiliki kemampuan ; membayar zakat dengan suka hati ; dan meninaikan amanah yang dipercayakan kepadanya. Ketika ditanya : wahai Rasulullah apa yang dimaksudkan dengan menunaikan amanah ? Rasulullah SAW menjawab : bersuci dari janabah ( mandi sesudah dalam keadaan hadas besar ), karena Allah SWT tidak menempatkan amanah dengan bani Adam mengenai suatu amalan agama kecuali bersuci dari janabah ( karena mandi janabah merupakan amalan yang tersembunyi yang dilakukan karena  takut pada Allah dapat menjadikan seseorang untuk mengerjakannya ). ( HR.Tabrani )

 

 

188- عن فضالة بن عبيد الأنصارى رضىالله عنه يقول : سمعت رسول الله صلىالله عليه وسلم  تقول : أنا زعيم لمن امن بى وأسلم وهاجر ببيت فى ربضالجنة، وبيت فى وسط الجنة، وأنا زعيم لمن امن بى وأسلم وحاهد فى سبيل الله ببيت فر ربض الجنة ، وبيت فى أعلى غرف الجنة، فمن فعل ذلك لم يدع للخير مطلبا ولا من الشر مهربا يموت حيث شاءأن يموت. رواه ابن حبان، قال المحقق : إسناده صحيح10/480

188. Fadhala Ibnu Ubaid Al Anshari meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : saya bertanggungjawab untuk menetapkan kepada sesiapa yang memiliki iman kepadaku, dan mentaati  aku, dan berhijrah, akan mendapatkan sebuah rumah ditepi  sorga dan sebuah rumah ditengah-tengah surga. Dan bagi seorang yang memiliki iman kepada ku, mentaati aku, dan berjuang dalam jihad dijalan Allah, saya bertanggungjawab untuk menetapkan baginya sebuah rumah pada pinggiran surga, sebuah rumah ditengah-tengah surga, dan sebuah rumah diatas sorga. Barangsiapa melakukan ini telah memperoleh kebaikan dari segala sesuatu dan diselamatkan daripada  kejahatan  segala sesuatu dan dalam apa saja keadaan ia mati ( ia akan berhak mendapatkan sorga ). ( Ibnu Hibban )

 

 

189- عن معاذ بن جبل رضىالله عنه قال: سمعت رسول الله صلىالله عليه وسلم  بقول : من لقى الله لا يشرك به شيئا يصلى الخمس ويصوم رمضان غفرله . (الحديث ) رواه أحمد 5/232

189. Muaz Ibnu Jabal r.a. meriwayatkan : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa menjumpai Allah SWT dalam suatu keadaan yang ia tidak menserikatkan sesuaatu dengannya, menjaga lima kali shalat dan berpuasa selama bulan ramadhan, ia akan diampuni. ( Musnad Ahmad )

 

190- عن أبى هريرة رضىالله عنه قال: قال رسول اللهصلىالله عليه وسلم  من لقى الله لا يشرك به شيئا وأدى زكاة ماله طيبا بها نفسه محتسبا وسمع وأطاع فله الجنة.(الحديث) رواه أحمد2/361

190. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa menjumpai Allah SWT dalam suatu keadaan yang ia tidak menserikatkan sesuatu dengan Allah, dan membayar zakat atas hartanya dengan suka hati, semata-mata mengharapkan pahala ; dan ia mendengar dan mentaati ( imam , pemimpin, dalam islam ), maka sorga menjadi wajib baginya. ( Musnad Ahmad )

 

191- عن فضالة بن عبيد رضىالله عنه قال : قال النبى صلىالله عليه وسلم  المجاهد من جاهد نفسه. رواه الترمذ وقال: حديث فضالة حديث حسن صحيح، باب ماجاء فى فضل من مات مرابطا، رقم: 1621

191. Fadhala Ibnu Ubaid r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : Mujahid        ( orang yang berjuang dijalan Allah ) adalah orang yang berperang melawan hawa nafsunya sendiri yakni dia berjuang untuk beramal melawan kehendak pribadinya sendiri ( dan keinginan dari dalam dirinya sendiri ). ( HR.Tirmidzi )

 

192- عن عتبة بن رضىالله عنه أن رسول الله صلىالله عليه وسلم  قال : لوأن رجلا يخرعلى وجهه من يوم الد إلى يوم يموت فى مرضاة الله عزوجل لحقره يوم القيامة. رواه أحمد والطبرانى قى الكبير وفيه: بقية وهو مد لس ولكن صرح بالتحديث وبقية رجاله وثقوا ، مجمع الزوائد1/210

192. Utbah Ibnu Abd r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : jikalau seseorang tetap dalam sujud mulai dari hari ketika ia dilahirkan  sampai hari ia mati, semata-mata karena Allah SWT, namun demikian pada Hari Kiamat ia akan mendapatkan amal ini sangat kecill. ( Musnad Ahmad, Tabrani, Majma Uz Zawaid )

 

193- عن عبدالله بن عمرورضىالله عنهما قال : سمعت رسول الله صلىالله عليه وسلم  يقول : خصلتان من كانتا فيه كتبه الله شاكرا صابرا، ومن نظرفى د نياه إلى من هو دونه فحممدالله علىمافضله به عليه، كتبه الله شاكرا وصابرا؛ ومن نظرفى دينه إلى من هو دونه ونظر فى دنياه إلى من هو فوقه فأسف على ما فاته منه، لم تكتبه الله شاكرا ولا صابرا. رواه الترمذى وقال : هذا حد يث حسن غريب، باب انظروا إلى من هوأسفل منكم، رقم : 2512

193. Abbdullah Ibnu Amr r.anhum. meriwayatkan : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang memliki dua kebiasaan akan dicatat oleh Allah berada di kalangan orang yang bersyukur dan orang yang sabar. Dan jikalau ia tidak memiliki kedua kebiasaan ini, maka tidak dicatat oleh Allah berada diantara orang-orang yang bersyukur dan sabar :  Barangsiapa yang melihat kebaikannya dalam islam dan mengikutinya, dan melihat seseorang lebih rendah dalam urusan-urusan duniawi dan kemudian menyatakan kesyukurannya kepada Allah SWT , yang karena rahmat dan kasih sayang Allah telah menjadikannya dalam suatu keadaan lebih baik. Maka Allah akan mencatatnya diantara orang yang bersyukur dan bersabar. Dan barangsiapa yang melihat kepada kerendehnnya mengenai Din ( agama ), dan memandang bahwa seorang yang kaya dalam dunia lebih baik, dan ia mengeluh karena mendapat yang lebih sedikit, maka Allah SWT tidak akan mencatatnya berada diantara orang yang bersyukur dan bersabar. (HR.Tirmidzi ).

 

194- عن أبى هريرة رضىالله عنه قال: قال رسول الله صلىالله عليه وسلم  الد نيا سجن المؤمن وجنة الكافر. رواه مسلم، باب الدنيا سجن للمؤمن  . رقم : 7417

194. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : bahwa Rasulullah SAW bersabda :dunia ini adalah penjara bagi seorang beriman, dan sorga bagi seorang kafir. (HR.Muslim )

catatan : Bagi seorang beriman pahala-pahala dan kesenangan sorga yang ada disaana baginya menjadikan dunia ini seperti penjara, dan bagi orang kafir azab yang tidak berkesudahan diakherat menjadikan dunia ininampak kepada mereka laksaana sorga.       ( Mirqaat ).

 

 

195-  عن أبى هريرة رضىالله عنه قال: قال رسول الله صلىالله عليه وسلم  إذا اتخذ الفىء دولا، والأ مانة مغنما، والزكاة مغرما، وتعلم لغير ال ين، وأطاع الرحل امرأته وعق أمه، وأدنى صديقه وأقص أباه وظهلرت الأصوات فى المساجد، وساد القبيلة فاسقهم، وكان زعيم القوم أرذلهم ، وأكرم الرجل مخافة شره، وظهرت القينات والمعازبف، وشربت الخمور، ولعن اخر هذه الأمة أولها فليرتقبوا عند ذلك ريحا حمراء وزلزلة وخسفا ومسخاوقذفا، وايات تتابع كنظام بال قطع سلكه فتتابع. رواه الترمذى، وقال : هذا حديث غريب، باب ماحاءفى علامة حلول

195. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda : ketika ghanimah ( harta rampasan perang yang dibagi-bagikan pemimpin ) dikira sebagai harta sendiri, dan tanah milik yang diberikan sebagai amanah akan dikira sebagai ghanimah ( yang dimakandan dirampas untuk diri sendiri ) zakat akan dilihat sebagai hukuman ( yang diberikan karena segan ) pengetauhan yang dicari untuk keperluan dunia yang dituntut bukan untuk kepentingan islam, seorang laki-laki yang mentaati istrinya dan merendahkan ibunya, seorang akan menjaga sahabat-sahabatnya lebih dekat kepadanya dan menjauhkan ayahnya, suara-suara bising akan ditimbulkan secara terbuka dimesjid-mesjid, para pendosa akan menjadi pemimpin keatas kaum mereka, dan anggota suatu perkumpulan yang paling hina akan menjadi pemimpinnya, seorang akan dihormati karena takut mudharat yang boleh ia sebabkan, penyanyi-penyanyi wanita dan alat-alat musik akan lebih digemari, minum arak menjadi kebiasaan, dan generasi belakangan akan mulai melaknat generasi-generasi sebelumnya, maka bersiap-siaplah, karena angin merah yang galak, gempa bumi akan ditelan oleh bumi, pencacatan ( muka-muka manusia ), hujan batu dari langit seperti  hujan, dan penyaakit-penyakit  berantai secara terus menerus  disusul oleh satu dengan yang lain, seperti manik-manik, dari kalung yang jatuh sau disusul oleh yang lain, ketika talinya putus. ( HR.Tirmmidzi ).

 

 

196- عن عقبة بن عامررضىالله عنه قال: قال رسول الله صلىالله عليه وسلم  إن مثل الذى يعمل السيئات، ثم يعمل الحسنات، كمثل رجل كانت عليه درع ضيقة قد خنقته ، ثم عمل حسنة فانفكت حلقة ثم عمل حسنة أخرى فانفكت أخرى ، حتى يخرج إلى الأرض . رواه احمد 4/145

196. Uqbah Ibnu Amir r.a. meiwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda : Barangsiapa yang melakukan amalan-amalan buruk, dan sesudah itu menjaga melakukan amalan-amalan baik, adalah seperti seorang yang ditutup oleh baju besi yang sempit yang mencekeknya, dan kemudian apabila ia melakukan satu amalan baik, maka sambungan baju besi itu terlepas dan apabila ia melakukan amalan baik berikutnya maka sambungan yang kedua terlepas, demikianlah dengan melakukan setiap amalan baik maka sambungan demi sambungan akan terlepas yang akhirnya       ( baju besi itu ) akan terjatuh ketanah.    ( Musnad Ahmad )

Catatan : ini bermakna bahwa seorang pendosa terikat dalam dosa-dosanya dan berada dalam keadaan kesukaran. Dengan melakukan amalan-amalan baik   maka keterikatannya dengan dosa-dosa secara perlahan terlepas dan kesukaran-kesukarannya terangkat.

 

197- عن عبدالله بن عباس رضى الله عنهما أنه قال: ماظهر الغلول فى قوم قط إلا القى فى

قلوبهم الرعب ولا فشى الزنا فى قوم قط إلا كثر فيهم الموت ولا نقص قوم المكيال والميزان ألا قطع عنهم الرزق ولا حكم قوم بغير الحق إلا فشى فيهم الدم ولا ختر قوم بالعهد إلا سلط عليهم العدو. رواه الإمام ملك فى الموطا، باب ماجاء فى الغول ص 476

197. Abdullah Ibnu Abbas r.a. berkata : apabila penggelpan dalam ghanimah ( harta rampasan perang ) menjadi lajim dianatara manusia, Alah SWT akan meletakkan rasa takut terhadap musuh kedalam hati-hati mereka ; dan apabila perzinahan merebak dianatar manusia,  maka kematian akan menjadi umum dikalangan mereka ; dan apabila manusia memendekkan ukuran dan berat, maka rezeki mereka akan dicabut       ( keberkahan rezeki yang kan ditarik ; dan apabila orang melakukan ketidak adilan dalam pengambilan keputusan, maka pertumpahan darah akan menyebar dintara mereka, dan apbila oraan melanggar janjji-janji mereka, maka musuh akan diadakan ke atas mereka. ( Muattak Imam Malik ).

 

198- عن ابى هريرة ر ضى الله عنه أنه سمع رجلا يقول : إن الظالم لا يضر إلا نفسه فقال أبوهريرة رضى الله عنه : بلى والله حتى الحبارى لتموت فى وكرها هزلا لظلم الظالم .رواه البيهقى فى شعب الإ يمان 6/54

198. Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa ia mendengar  seorang berkata : seorang yang kejam hanya memudaratkan dirinya sendiri. Atas perkataan ini Abu Hurairah berkata : ia tidak hanya memudaratkan dirinya sndiri, akan tetapi saya bersumpah demi Allah, bahwa oleh karena kekejaman penindas burung puyuh bertambah buruk dan binasa dalam sarangnya sendiri ( HR.Baihaqi )

Catatan : Kemudaratan seorang yang kejam  tidak dibatasi pada orang yang kejam, tetapi nasib buruknnya dapat menyebabkan penderitaan akan malapetaka dalam segala bentuk dapat tersebar. Hujan akan berhenti, dan akibatnya bahkan burung-burung tidak mendapatkan  sebutir gandum, dan akhirnya binasa dalam sarang-sarang mereka karena kelaparan.

 

199- عن سمرة بن جندب رضىالله عنه قال: كان رسول الله صلىالله عليه وسلم  يعنى مما يكثر أن يقول

199. Samura Ibnu Jundub r.a.meriwayatkan : Rasulullah SAW sering sekali bertanya kepada sahabat-habatnya : adakah seseorang daripada kamu yang bermimpi ? maka salah satu daripada mereka akan menceritakan mimpinya dan Rasulullah SAW akan menjelaskannya. Suatu pagi Nabi SAW bersabda : malam tadi dua orang datang kepadaku (dalam mimpi ) dan membangunkan saya dan berkata : pergilah bersama dengan kami. Saya berangkat dengan mereka dan kami melewati seorang laki-laki yang berbaring, dan seorang lagi berdiri dari sebelah atas kepalanya, ia memagang batu karang yang besar, dan ia melemparkan batu itu kekepala laki-laki ( yang sedang berbaring itu ) sehingga batu itu meremukkan kepalanya. Batu itu terlempar jauh sehingga samapi ke ujung jalan, kemudian orang yang melempar itu menyusulnya dan membawa batu itu kembali ketika dia sampai kepada orang itu, kepalanya telah pulih dalam keadaannya yang normal. Pelempar itu kemudian melakukan hal yang sama sebagaimana ia telah lakukan sebelumnya. Saya bertanya kepada sahabat-sahabatku Subhanallah siapakah kedua orang ini ? mereka berkata : mari kita berjalan terus ! maka kami meneruskan perjalanan dan kami datang kepada seorang laki-laki yang sedang berbaring diatas belakangnya ; dan seorang laki-laki yang lain berdiri sebelah atas kepalanya dengan sebuah kail besi , dan ia meletakkan kail itu dari satu sisi mulut laki-laki itu,  mensobek pipi salah satu daripada mukanya, hidungnya dan matanya sampai ketengkuk, dan demikian pula ia melakukan hal yang sama pada pipi sebelah yang lain. Ketika ia mencabik-cabik salah satu bagian dari muka orang itu bagian yang satu telah kembali dalam keadaan yang normal, kemudian ia kembali kepada bagian yang pertama utuk mengulanginya. Saya bertanya kepada kedua sahabatku : Subhanallah ! siapakah kedua orang ini ? mereka meminta saya untuk pergi kemudian kami meneruskan perjalanan dan kami sampai pada sesuatu seperti tannur ( semacam oven bakar, sebuah lobang yang biasanya terbuat dari tanah untuk membakkar roti. Rasulullah SAW bersabda : dalam oven itu terdengar suara ribut dan jeritan. Kami melihat ke dalamnya dan mendapatkan laki-laki dan wanita dalam keadaan telanjang dan nyala api yang sampai kepada mereka dari bawah,  dan apabila api itu sampai kepada mereka mereka menjerit dengna suara yang keras. Saya bertanya kepada mereka ; siapakah mereka ini ? mereka meminta saya untuk pergi,  maka kami meneruskan perjalanan. Kemudian kami datang sampai kesebuah sungai yang berwarna merah seperti darah. Rasuklullah SAW menmbahkan : dan sesungguhnya ! dalam sungai itu ada seorang laki-laki yang sedang berenang, dan pada tepinya ada seorang laki-laki yang sudah mengumpulkan batu-batu. Lelaki yang sedang berenang itu datang mendekat kepada laki-laki dengan batu-batu itu. Orang  yang terdahulu membuka mulutnya dan orang yang kemudian( yang berada pada tepi sungai ) melemparkan batu kedalam mulutnya, kemudian dia pergi dan berenang kembali. Ia kembali, dan setiap kali ini di ulangi. Saya bertanya kepada kedua sahabatku : siapakah mereka ? mereka berkata kepadakku : Teruskan! Teruskan ! maka kami meneruskan perjalanan sehingga kami datang  pada seorang laki-laki dengan wajah yag menjijikkan, wajah yang sangat menjijikkan yang tak pernah terlihat ! selain dia ada api dan ia sedang menyalahkannya dan berlari mengelilingi api itu. Saya bertanya sahabat-sahabatku : siapakah orang ini ? mereka berkata kepadaku : teruskan–teruskan maka kami meneruskan perjalanan sehingga kami sampai pada sebuah taman yang daun hijaunya sangat lebat, yang memiliki warna dari semua sumber. Ditengah-tengah kebun itu ada seorang laki-laki yang sangat tinggi dan saya dpat melihat kepalanya ; karena sangat tinggi, dan disekelilingnya ada kanak-kanak dalam jumlah yang besar yang tidak pernah saya liha sesuatu seperti itu. Saya bertanya kepada sahabat-sahaatku : siapakah ini? Mereka menjawab : teruskan teruskan ! maka kami teruskan perjalanan sehingga kami datang kepada sebuah taman yyang sangat anggun, lebih besar dan lebih baik daripada yang pernah saya lihat ! kedua sahabatku berkata kepadaku : pergilah dan naiklah. Rasulullah SAW menampakkan : maka kami naik sehingga kami mendapati sebuah kota yang dibangun daripada  emas yang bata-batannya terbuat dari emabs dan perak, dan kami pergi kegerbangnya, dan pintunya terbuka maka kami masuk dalam kota itu, dan kami mendapatkan didalamnya laki-laki dengan separuh badannya sangat tampan sebagaimana orang yang paling tampan yang pernah engkau lihat. Separuh yang lain badan mereka sejelek orang yang  paling jelek yang pernah kamu lihat. Kedua sahabat ku memerintahkan orang-orang ini untuk terjun kedalam  sungai itu sesungguhnya ada sebuah sungai yang mengalir        ( melewati )yang airnya putih seperti susu. Orang –orang yang pergi dan mencelupkan didalamnya  dan kemudian kembali kepada kami dengan kejelekkan mereka yang tertutup dan menjadi tampan keseluruhannya. Rasulullah SAW menambahkan : kedua sahabat-sahabatku kemudian sambil menunjuk berkata kepada ku, itulah tempat buat kamu, yaitu Jannatul And . saya mengangkat pandangan saya dan sesuungguhnya saya melihat disana sebuah mahligai seperti awan putih ! kemudian kedua sahabat iu berkata kepadaku : bahwa istana itu adalah kepunyaanmu. Saya berkata kepada mereka. بارك الله فيكما Artinya :Semoga Allah memberkahi kalian berdua ! ijinkan saya untuk masuk  kedalamnya.  Mreka menjawab : buka sekarang, tetapi engkau akan memasukinya        ( pada suatu hari ). Saya berkata kepada mereka : saya telah melihat banyak kejadian pada malam ini. Apa kah makna dari semua ini ? mereka menjawab : kami akan memberitahu kamu : peristiwa orang pertama yang kamu lalui, kepalanya sedang di lempari dengan batu, ia adalah simbol seoorang yang mempelajari Al Qur’an dan kemudian tidak membacanya atau tidak beramal dengan perintah-perintahnya, dan tidur tanpa mengerjakan shalat. Dan bagi orng kamu lalui keatasnya kedua sisi mulutnya, hidung dan matanya disobek dari depan ke belakang, ia adalah simbol laki-laki yang kleuar darai rumahnya pada waktu pagi dan menyebarkan kebohongan-kebohongan yang menyebar keseluruh dunia. Dan laki-laki dan perempuan yag telanjang itu, yang kamu lihat dalam oven seperti bangunan adalah pezina laki-laki dan wanita. Laki-laki yang engkau lihat sedang berenang disungai dan yag diberikan batu unuk dietelan adalah pemakan riba , dan laki-laki yang kelihatan jelek yang kamu lihat dekat api yang sedang dinnyalakannya dan pergi mengelilinginya adalah Malik penjaga neraka, dan laki-laki yang tinggi yang engkau melihatnya dalam taman adalah Ibrahim a.s., dan kanak-kanak yang mengelilinginya adalah kanak-kanak yang mati dalam keadaan fitrah. Periwayat menambahkan : sebagian orang islam bertanya kepada nabi SAW wahai Rasulullah ! bagaimanakah dengan kanak-kanak orang musrikin, yang mana Rasulullah menjawab : dan juga kanak-kanak orang musrikin. Rasulullah saw menambahkan :  orang yang engkau lihat separuh tampan dan separuh jelek, adalah orang-orang yang bersama dengan amalan-amalan baik memiliki juga amalan-amalan yang buruk akan tetapi Allah mengampuni mereka. ( HR.Bukhari )

 

200- عن ابى ذر أبى الدراء رضى الله عنهما أن رسول الله صلىالله عليه وسلم . قال: إبى لأعرف أمتى يوم القيمات بين الأمم ، قالوأ : يارسول الله ! وكيف تعرف امتك ؟ قال : أعرفهم بسيماهم فى وجوههم من أثرالسجود أعرفهم يؤتو ن كتبهم بأيمانهم وأعرفهم بسيماهم فى وجوههم من أثر السجود وأعرفهم بنورهم يسعى بين أيدهم . رواه أحمد 5/199

200-  Abu Dzar dan Abu Darda r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : sungguh saya kan mengenal umatku antara semua umat yang lain pada hari kebangkitan . sahabat r.anhumm berkata : wahai Rasulullah SAW bagaimana engkau dapat mengenal umatmu ? Baginda bersabda saya akan mengenal mereka dengan buku-buku amalan mereka dalam tangan kanan mereka. ; saya akan mengenal meerka dari muka-muka mereka mereka yang bercahaya karena tanda-anda pada dahi-dahi  mereka karena mereka senantiasa bersujud. Dan saya akan mengenal mereka dengan sebuah nur yang khsusus yang mengalir dihadapan mereka. ( Musnad Ahmad )

Catatan : Nur ini akan menjadi cahaya iman bagi setiap orang beriman. Setiap orang beriman, akan menrima bagian cahaya, menurut kekuatan imannya.                                     ( Kashaf-Ur-Ahman ).

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.